Anda di halaman 1dari 34

PANDUAN PRE-CONSTRUCTION RISK ASSASMENT

RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH MAYONG


JEPARA

RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA


Jl.Pegadaian No. 12 Mayong, Jepara 59465, Telp. (0291) 4256500/Fax (0291) 4256556,
Email: rspkumuhammadiyah77@yahoo.com
2018
RUMAH SAKIT
PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA
Jl. Pegadaian No. 12 Mayong – Jepara (59465) Telp. (0291) 4256500
Fax (0291)4256556, email: rspkumuhammadiyah77@yahoo.com

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

KEPUTUSAN DIREKTUR
RS PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA
Nomor : 075/SK.RS.PKU.MUH/I.5/B/2018

TENTANG
PEMBERLAKUAN PANDUAN
RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA

DIREKTUR RS PKU MUHAMMADIYAH MAYONG JEPARA


JEPAR

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis maka perlu
adanya panduan sebagai acuan dalam pemberian pelayanan di Rumah
Sakit PKU Muhammdiyah Mayong Jepara;
b bahwa untuk keperluan di atas perlu Keputusan Direktur RS PKU
Muhammdiyah Mayong Jepara.

Mengingat : 1. Undang–Undang
Undang Nomor 29 tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran;
2. Undang-Undang
Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
1438/MENKES/PER/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran;
5. Surat Keputusan Majelis Pembina Kesehatan Umum ( MPKU ) No
001/SK.MPKU/I.5/B/ 2017 Tentang strukturur organisasi Rumah Sakit
PKU Muhammadiyah Mayong Jepara;
6. Surat Keputusan Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Cabang
Muhammadiyah Mayong No 002/SK.MPKU/I.5/B/15 tanggal 5
Januari 2015 tentang Penetapan Direktur RS PKU Muhammadiyah
Mayong Periode Tahun 2015-2020.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Kesatu : Memberlakukan panduan sebagaimana terlampir dalam lampiran Surat
Keputusan Direktur;
Kedua : Segala biaya yang timbul akibat diterbitkannya Surat keputusan ini
dibebankan pada anggaran RS;
Ketiga Keputusan ini berlaku sejak penetapan untuk masa selama 3 (tiga) tahun.

Ditetapkan di Jepara
Pada tanggal 31 Januari 2018
Direktur RS PKU Muhammadiyah
Mayong Jepara

dr. Hj.
j. Titik Sumarni, M.K.M.
NBM 1108652
ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah atas taufiq hidayah-Nya serta inayah-Nya, Panduan Pre-
Construction Risk Assesment Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong Jepara dapat
disusun, shalawat serta Alam semoga selalu tercurah kepada beliau, Nabi Muhammad SAW.

Buku Panduan ini diharapkan mencadi acuan bagi Rumah Sakit untuk merencanakan
pembangunan baik renovasi, perbaikan pemeliharaan gedung maupun pembangunan gedung
baru di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong Jepara.

Buku Panduan ini tentu saja banyak kekurangannya oleh karenanya seiring waktu bisa
diperbaiki secara bertahap.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Penyusun

Tim K3RS

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul .............................................................................................................. i


Surat Keputusan Direktur ............................................................................................ii
Kata Pengantar ............................................................................................................iii
Daftar Isi ..................................................................................................................... iv
BAB I Definisi ............................................................................................................. 1
BAB II Ruang Lingkup ............................................................................................... 2
BAB III Tata Laksana ................................................................................................. 3
BAB IV Dokumentasi ............................................................................................... 15
BAB V Penutup ......................................................................................................... 28
Referensi .................................................................................................................... 29

iv
BAB I
DEFINISI

Pre-Construction Risk Assesment (PCRA) adalah penilaian risiko yang digunakan


untuk menilai perkerjaan konstruksi dan renovasi bangunan. Kontruksi/pembangunan baru di
sebuah rumah sakit dapat berdampak pada setiap orang di rumah sakit dan pasien dengan
kerentanan tubuhnya dapat menderita dampak terbesar. Kebisingan dan getaran yang terkait
dengan kontruksi dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan pasien dan istirahat/tidur pasien
dapat pula terganggu. Debu konstruksi dan bau dapat mengubah kualitas udara yang dapat
menimbulkan ancaman khususnya bagi pasien dengan ganggungan pernapasan.
Karena itu, rumah sakit perlu melakukan asemen risiko setiap ada kegiatan kontruksi,
renovasi maupun demolisi/pembongkaran bangunan. Asesmen risiko harus sudah dilakukan
pada waktu perencanan atau sebelum pekerjaan kontruksi, renovasi, demolisi dilakukan,
sehingga pada waktu pelaksanaan, sudah ada upaya pengurangan risiko terhadap dampak dari
kontruksi, renovasi, demolis tersebut.
Dalam rangka melakukan asesmen risiko yang terkait dengan proyek konstruksi baru,
rumah sakit perlu melibatkan semua departemen/unit/instalasi pelayanan klinis yang terkena
dampak dari kontruksi baru tersebut, konsultan perencana atau manajer desain proyek, Komite
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K-3 RS), Komite Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI), Bagian Rumah Tangga/Bagian Umum, Bagian Teknologi
Informasi, Bagian Sarana Prasarana/IPSRS dan unit atau bagian lainnya yang diperlukan.
Risiko terhadap pasien, keluarga, staf, pengunjung, vendor, pekerja kontrak, dan entitas
diluar pelayanan dapat bervariasi tergantung pada sejauh mana kegiatan konstruksi dan
dampaknya terhadap infrastruktur dan utilitas. Sebagai tambahan, kedekatan pembangunan ke
area pelayanan pasien dapat berdampak pada meningkatnya tingkat risiko. Misalnya, jika
konstruksi melibatkan gedung baru yang terletak terpisah dari bangunan yang menyediakan
pelayanan saat ini, maka risiko untuk pasien dan pengunjung cenderung menjadi minimal.

1
BAB II
Ruang Lingkup

Risiko dievaluasi dengan melakukan asesmen risiko pra-konstruksi, juga dikenal


sebagai PCRA (Pra-Contruction Risk Assessment). Asesmen risiko pra konstruksi secara
komprehensif dan proaktif digunakan untuk mengevaluasi risiko dan kemudian
mengembangkan rencana agar dapat meminimalkan dampak kontruksi, renovasi atau
penghancuran (demolish) sehingga pelayanan pasien tetap terjaga kualitas dan keamanannya.
Asesmen Risiko Pra Kontruksi (PCRA) meliputi area – area sebagai berikut:
a) kualitas udara;
b) pengendalian infeksi; --> ICRA
c) utilitas;
d) kebisingan;
e) getaran;
f) bahan berbahaya;
g) layanan darurat, seperti respon terhadap kode; dan
h) bahaya lain yang mempengaruhi perawatan, pengobatan, dan layanan.
Selain itu, rumah sakit memastikan bahwa kepatuhan kontraktor dipantau, ditegakkan, dan
didokumentasikan. Sebagai bagian dari penilaian risiko, risiko pasien infeksi dari konstruksi
dievaluasi melalui asesmen risiko pengendalian infeksi yang juga dikenal sebagai ICRA
(infection control risk assessment) PCRA --> ICRA plus
Pelaksanaan tidak lengkap atau tidak efektif dari PCRA dapat meningkatkan biaya
konstruksi untuk rumah sakit dan menempatkan pasien, anggota staf dan pengunjung beresiko.
Maka lebih baik untuk merencanakan kemungkinan apapun dan mengelola proses dari awal
sampai akhir
Telah diketahui bahwa renovasi, konstruksi, dan beberapa kegiatan pemeliharaan &
perbaikan memiliki potensi untuk mempengaruhi proses perawatan pasien dalam lingkungan
pelayanan . Tujuan dari proses penilaian risiko Pra-Konstruksi ini adalah untuk
mengidentifikasi potensi risiko yang bisa timbul dari kegiatan ini dan untuk mengembangkan
strategi mitigasi risiko untuk meminimalkan risiko ini.
Pada akhir proses penilaian risiko seperangkat rekomendasi mitigasi risiko (RMR) akan
dihasilkan. RMR ini akan ditinjau oleh individu atau pihak yang menyelesaikan pekerjaan dan
akan menjadi bagian dari dokumentasi proyek.

2
BAB III
Tata Laksana

Langkah awal dari seluruh kegiatan adalah mengidentifikasi elemen penilaian yang digunakan
untuk menilai proses pre construction. Pada akhir proses penilaian risiko akan menghasilkan
rekomendasi mitigasi risiko (RMR). RMR ini akan ditinjau oleh individu atau pihak yang
menyelesaikan pekerjaan dan akan menjadi bagian dari dokumentasi proyek.Penanggungjawab
dari proses ini adalah :
1. Tim Pelaksana
2. Tim Pengawas
3. Tim Perencana
4. Tim Teknis Rumah Sakit
5. Tim PPK Rumah Sakit
6. Tim K3 (RS dan Tim Pelaksana)
7. Tim PPI
8. Bagian Sanitasi Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
9. Unit Kerja yang terkena dampak proses konstruksi

A. ELEMEN RISIKO PENILAIAN


a. Keselamatan Keamanan Konstruksi
Harap tinjau masing-masing kategori berikut ini yang sesuai dan menunjukkan apakah
kategori tersebut berlaku untuk lingkup pekerjaan yang direncanakan.
No Elemen Penilaian Keselamatan Keamanan Konstruksi
1 Jalur Keluar Aman
Apakah proyek memiliki jalur keluar aman ? minimal 2 jalur keluar aman
Ya Tidak
2 Jalur Keluar Aman
Apakah proyek memiliki potensi bahayayang mempengaruhi aksesjalur keluar
aman yang telah ditentukan ?
Ya Tidak
3 Jalur Keluar Aman
Apakah jalur keluar aman proyek dapat digunakan oleh orang lain selain pekerja
konstruksi ?

3
Ya Tidak
4 Pencegahan Kebakaran
Apakah kegiatan proyek dapat berdampak pada sistem deteksi kebakaran di
rumah sakit?
Ya Tidak
5 Pencegahan Kebakaran
Apakah kegiatan proyek dapat memberikan dampak terhadap sistem
penanggulangan kebakaran di rumah sakit?
Ya Tidak
6 Pencegahan Kebakaran
Apakah kegiatan proyek memiliki tambahan fasilitas atau peralatan pemadaman
kebakaran yang tersedia di area proyek ?
Ya Tidak
7 Pelatihan Penanggulangan Kebakaran
Apakah pemilik proyek mengharuskan seluruh staf untuk mendapatkan
pelatihan mengenai langkah pemadaman kebakaran?
Ya Tidak
8 Pelatihan Penanggulangan Kebakaran
Apakah pemilik proyek menjamin sudah pernah melakukan pelatihan / simulasi
penanggulangan kebakaran ?
Ya Tidak
9 Bahan Berbahaya Beracun
Apakah proyek memiliki tempat penyimpanan khusus untuk Bahan Berbahaya
dan Beracun ?
Ya Tidak
10 Kompartemen
Apakah proyek membutuhkan partisi tahan asap sementara ? Partisi tersebut
harus bebas asap dan terbuat dari material yang tidak mudah terbakar
Ya Tidak
11 Dampak Terhadap Struktur Bangunan
Akankah aktifitas proyek akan mempengaruhi struktur bangunan rumah sakit
dan berdampak pada proteksi kebakaran seperti pintu dan dinding ?
Ya Tidak

4
12 Pengawasan Terhadap Potensi Bahaya
Akankah pemilik proyek akan melakukan peningkatan terhadap inspeksi dan
pengawasan bahaya terhadap aktifitas proyek
Ya Tidak
Frekuensi berkala:
Harian
Mingguan
Bulanan
13 Hot Work
Apakah terdapat pekerjaan yang dapat menimbulkan panas dan percikan api
selama proses proyek berlangsung ?
Ya Tidak
14 Area Posting
Apakah terdapat media informasi terkait standar keselamatan dan kesehatan
kerja yang tertempel di area proyek ?
Ya Tidak

b. Pengendalian Infeksi dan Kualitas Udara


TIPE KONSTRUKSI
TIPE A TIPE B
Proses Inspeksi (non-invasif). Termasuk Pekejaan dengan skala kecil, kegiatan durasi
kegiatan yang tidak menghasilkan debu atau pendek, yang hanya akan membuat debu
pekerjaan yang tidak memerlukan minimal.Termasuk, namun tidak terbatas
pemotongan dinding, pengeboran, pada :
pengamplasan atau akses ke langit-langit
a. Pemasangan instalasi telepon dan
selain untuk inspeksi visual seperti:
jaringan komputer
a. Memindahkan plafon untuk inspeksi b. Melakukan pembongkaran dinding atau
visual (batasan < 5 m2) langit – langit dimana debu masih dapat
b. Pengecatan (bukan pengamplasan) dikontrol
c. Pekerjaan jaringan elektrik c. Memperbaiki area kecil pada dinding
d. Pekerjaan pipa air (memutus sementara
pipa air ≤ 15 menit di area tertentu)

5
e. Perbaikan pipa kecil tanpa solder dan bor d. Pekerjaan pipa air (memutus sementara
f. Kegiatan yang tidak menghasilkan debu suplai air ≤ 30 menit dilebih dari 1 area
atau membutuhkan pembongkaran perawatan)
dinding atau langit – langit selain untuk e. Maksimal 4 plafon pengganti genteng
inspeksi visual dalam 50 kaki persegi
g. Kerja dengan kebutuhan listrik kecil f. Melakukan pemotongan/ pengelasan
h. Perbaikan Hardware pintu dan jendela dengan durasi pendek, pengeboran, atau
i. Perbaikan penggantian pengamplasan dari daerah yang sangat
j. Melukis dinding kecil di mana dapat menciptakan debu
kecil dan dapat dikendalikan
g. Perbaikan mekanik kecil.

TIPE KONSTRUKSI
TIPE C TIPE D
Setiap pekerjaan yang menghasilkan Kegiatan yang menghasilkan banyak debu
tingkat debu dengan jumlah sedang - dan termasuk juga kegiatan pembongkaran
banyak. Dansetiap pekerjaan yang besar / re-konstruksi serta konstruksi
membutuhkan pembongkaran atau mayor. Termasuk pekerjaan :
penghapusan komponen bangunan tetap
a. Kegiatan yang membutuhkan pekerjaan
atau rakitan, pekerjaan dengan perekat, cat,
shift berturut – turut (lebih dari 1 sift)
pelarut, pengencer dan pembersih yang
b. Membutuhkan pembongkaran berat
kuat, pekerjaan yang mengambil lebih dari
c. Memindahkan seluruh area langit –
satu shift (8 jam perhari) untuk
langit / plafon
menyelesaikan. Termasuk, jenis pekerjaan
d. Pekerjaan pipa air (memutus sementara
:
suplai air > 1 jam dan dilebih dari 1 area
a. Pengamplasan dinding untuk perawatan pasien)
pengecatan dinding e. Pembongkaran Major
b. Pembongkaran ubin pada lantai dan f. Konstruksi mayor yang membutuhkan
langit – langit ruangan dengan luas waktu selama beberapa hari
20% dari total luas g. Konstruksi baru
c. Pembangunan dinding, lantai dan langit
– langit yang baru

6
d. Pekerjaan elektrik diatas langit – langit
(minor) dan pekerjaan pemasangan
kabel (mayor).
e. Pekerjaan pipa air (memutus sementara
suplai air 30 – 60 menit di lebih dari 1
area perawatan)
f. Setiap pekerjaan pengeboran dengan
waktu yang lama
g. Setiap proses pengelasan atau
pemotongan di ruang area perawatan

AREA KONSTRUKSI BEDASARKAN TINGKAT RISIKO


GROUP 1 – Risiko GROUP 2 - Risiko GROUP 3 –Risiko GROUP 4 - Risiko
Rendah Medium Medium-tinggi tertinggi

a. Area a. Pediatrics a. IGD a. Kamar Operasi


Perkantoran, b. Unit perawatan b. Radiologi / MRI b. ICU
lobi, koridor pasien tidak / Kedokteran c. Cath.
non-pasien terdaftar di Grup Nuklir / Echo Laboratorium
b. Support Facility 3 atau 4 c. Onkologi d. CSSD
(misal : Ruang c. Penerimaan & d. IPAL & TPS e. VK
Mesin, Ruang Tempat umum e. Laboratorium f. R. Isolasi
Housekeeping, d. Lobi & Koridor f. Ruang PBRT g. Ruang
Area Laundry & Perawatan g. Unit Kemoterapi
Linen Kotor, Pasien Hemodialisis h. Ruang
Area Umum, dll) e. Cafeteria / h. Endocsopy Tindakan gigi
c. Area perawatan Kitchen i. Ruang Anak i. Depo Farmasi
Non-pasien yang f. Klinik Rawat j. Ruang j. Daerah lain di
tidak termasuk Jalan (Kecuali Neonatus mana prosedur
dalam Grup 2, 3 onkologi dan k. Ruang Geriatri bedah invasif
atau 4. bedah) l. Ruang dapat dilakukan
g. Ruang Tunggu Fisioterapi
Pasien

7
h. Ruang
Pendaftaran
i. Kamar Jenazah

Tipe dan Group Pekerjaan Konstruksi digunakan untuk menetapkan kelas risiko dan
memutuskan upaya penanganan

Risk Level Type A Type B Type C Type D

Group 1 Class I Class II Class II Class III/IV

Group 2 Class I Class II Class III Class IV

Group 3 Class I Class II Class III/IV Class IV

Group 4 Class III Class III/IV Class III/IV Class IV

Kegiatan konstruksi ini termasuk dalam kelas risiko:


………………………………………..

KELAS 1

PENGENDALIAN INFEKSI DAN KUALITAS UDARA


Sebelum Pekerjaan Saat Pekerjaan Saat Pekerjaan Selesai
Berlangsung Berlangsung

1. PCM (Pre Construction 1. Melakukan pekerjaan 1.Membersihkan area


Meeting) untuk dengan meminimalisir konstruksi dari sisa
mengkomunikasikan langkah adanya debu selama material atau
pekerjaan secara detail konstruksi berjalan pembongkaran
2. Menutup lokasi proyek 2. Segera menutup kembali
dengan pembatas sehingga plafon atau langit – 2.Menghilangkan debu
menghindari kontaminasi langit setelah dilakukan yang masih tersisa selama
debu pembongkaran proses konstruksi sebelum

8
3. Memberi tanda petunjuk / 3. Akses keluar masuk meninggalkan area
peringatan yang jelas pekerja bebas dari puing konstruksi
4. Rute transportasi barang – puing bangunan
bersih tidak dekat dengan 4. Alat angkut material
material yang terkontaminasi harus tertutup
5. Pintu keluar masuk
proyek selalu tertutup
6. Mempertahankan
lingkungan pekerjaan
tetap kering
7. Memastikan barang –
barang yang mendukung
pertumbuhan kuman
tidak digunakan

KELAS 2

PENGENDALIAN INFEKSI DAN KUALITAS UDARA

Sebelum Pekerjaan Saat Pekerjaan Saat Pekerjaan Selesai


Berlangsung Berlangsung

1. PCM (Pre Construction 1. Ketika sedang proses 1. Mengelap permukaan


Meeting) untuk pemotongan, dengan desinfektan.
mengkomunikasikan semprotkan sedikit air 2. Membersihkan
langkah pekerjaan secara agar debu tidak permukaan dengan kain
detail berterbangan pel basah atau vacuum
2. Menutup pintu, jendela 2. Ketika mengangkut sebelum meninggalkan
dan ventilasi yang tidak material dan sampah sisa area konstruksi
digunakan untuk pembangunan 3. Membuka kembali
menghindari debu menggunakan container ventilasi, jendela dan
3. Menutup lokasi proyek yang tertutup pintu yang sebelumnya
dengan pembatas 3. Segera menutup kembali tertutup
plafon atau langit –

9
sehingga menghindari langit setelah dilakukan
kontaminasi debu pembongkaran
4. Menyediakan filtrasi 4. Akses keluar masuk
pada local exhaust pekerja bebas dari puing
5. Menggunakan isolasi – puing bangunan
system HVAC di area 5. Pintu keluar masuk
konstruksi untuk proyek selalu tertutup
mencegah kontaminasi 6. Bagian kebersihan, harus
pada sistem salurannya melakukan pembersihan
6. memasang unit udara lebih sering disekitar
negative portable, yang area yang
harus dioperasikan berdekatandengan area
selama masa konstruksi konstruksi
7. memperhatikan akses 7. Memonitoring filter
untuk pekerja proyek selama konstruksi
dengan material dan sisa berlangsung
pembongkaran,
sebaiknya dibedakan
8. membedakan akses
antara pekerja proyek
dengan pasien dan
pekerja rumah sakit
9. Memberi tanda petunjuk /
peringatan yang jelas
10. Rute transportasi barang
bersih tidak dekat dengan
material yang
terkontaminasi

KELAS 3 (Tambahan dari kelas I dan II )

10
PENGENDALIAN INFEKSI DAN KUALITAS UDARA

Sebelum Pekerjaan Saat Pekerjaan Berlangsung Saat Pekerjaan Selesai


Berlangsung

1. PCM (Pre Construction 1. Ketika sedang proses 1. SSistem ventilasi harus


Meeting) untuk pemotongan, semprotkan dibersihkan setelah
mengkomunikasikan sedikit air agar debu tidak konstruksi selesai
langkah pekerjaan secara berterbangan 2. MMengalirkan air di area
detail 2. Udara didalam gedung yang konstruksi dan sekitarnya
2. Menutup pintu, jendela dilakukan renovasi akan sebelum ditempati
dan ventilasi yang tidak disirkulasikan keluar secara 3. MMengecek ulang suhu
digunakan untuk berkala dengan sistem sebelum ditempati
menghindari debu HEPA Filter 4. JJangan melepas
3. Menutup lokasi proyek 3. Ada sumber listrik alternatif penghalang debu terlebih
dengan pembatas minimal yang dapat digunakan dahulu sebelum pekerjaan
2 lapis atau menggunakan apabila terjadi listrik mati proyek selesai dan
papan hingga langit - 4. Kontraktor wajib dilakukan pembersihan
langit sehingga mengirimkan lembar kerja area proyek secara
menghindari kontaminasi ICRA, daftar kontrol dan menyeluruh dan siap untuk
debu kontak informasi di tempat digunakan.
4. Menyediakan filtrasi pada kerja 5. MMeninjau ulang kondisi
local exhaust 5. Mempertahankan tekanan area proyek dengan Tim
5. Membuat isolasi system udara negatif di tempat kerja PPI sebelum melepas
HVAC di area konstruksi minimal 0,01 "WG pengahalang debu
untuk mencegah 6. Ketika mengangkut material 6. MMelepaskan penghalang
kontaminasi pada system dan sampah sisa debu dengan hati – hati
salurannya pembangunan menggunakan untuk meminimalkan debu
6. memasang unit udara container yang tertutup dan kotoran dari pekerjaan
negative portable, yang 7. Akses keluar masuk pekerja konstruksi
harus dioperasikan selama bebas dari puing – puing
masa konstruksi bangunan

11
7. memperhatikan akses 8. Frekuensi penggantian filter
untuk pekerja proyek udara ditingkatkan
dengan material dan sisa 9. Pintu keluar masuk proyek
pembongkaran, sebaiknya selalu tertutup
dibedakan 10. Segera menutup kembali
8. Membedakan akses antara plafon atau langit – langit
pekerja proyek dengan setelah dilakukan
pasien dan pekerja rumah pembongkaran
sakit 11. Bagian kebersihan, harus
9. Memberi tanda petunjuk / melakukan pembersihan
peringatan yang jelas lebih sering disekitar area
10. Rute transportasi barang yang berdekatandengan area
bersih tidak dekat dengan konstruksi
material yang 12. Membersihkan sampah sisa
terkontaminasi konstruksi sebelum
11. Terdapat anteroom meninggalkan area
konstruksi
13. Melakukan monitoring
tekanan negative di area
konstruksi dan
mendokumentasikan setiap
hari
14. Melakukan pemeriksaan
terhadap pengahalang debu
setiap hari dan
mendokumentasikan
hasilnya
15. Sistem ventilasi yang baru
harus dilindungi dari debu
konstruksi sampai pekerjaan
konstruksi selesai

12
KELAS IV(Tambahan dari kelas I, II dan III)

PENGENDALIAN INFEKSI DAN KUALITAS UDARA

Sebelum Pekerjaan Berlangsung Saat Pekerjaan Saat Pekerjaan Selesai


Berlangsung

1. Memberikan fasilitas anteroom


dan meminta untuk setaip
pekerja yang masuk dan keluar
area proyek melewati anteroom.
Anteroom tersebut berguna
untuk sebagai ruang antara area
proyek dengan area non proyek,
atau daerah sekitar proyek
2. Pekerja konstruksi akan
membersihkan area anteroom
sebelum pekerjaan konstruksi
diserah terimakan ke pihak
rumah sakit
3. Pekerja menggunakan apron atau
baju khusus ketika memasuki
area proyek dan melepasnya
ketika menggialkan area proyek
4. Setiap pekerja yang masuk area
proyek wajib menggunakan
penutup sepatu.

c. Sistem utilitas
• Selama kegiatan proyek yang salah satu dari berikut mungkin terganggu atau
terpengaruh di daerah manapun di luar area kerja?

Ya Tidak ada
--> Pasokan Air, drainase, daya listrik, sistem ventilasi, oksigen, vacum, katup
sprinkle, dll
13
Untuk salah satu sistem di mana gangguan yang diramalkan tolong jelaskan langkah-
langkah yang harus diambil untuk mengurangi dampak.
• Kebisingan dan Getaran Assessment, Sebutkan kegiatan yang akan menghasilkan
kebisingan dan / atau getaran mungkin mengganggu:Aktivitas
• Waktu & Durasi:
• Strategi Mitigasi

d. Lingkungan
• Siapa yang bertanggung jawab untuk membersihkan sehari-hari di dalam area kerja?
• Apakah membersihkan lokasi diperlukan pada akhir setiap hari kerja?
Jika Ya, siapa yang bertanggung jawab untuk membersihkan Lokasi ?
• Apakah ada kebutuhan khusus yang diperlukan untuk membersihkan lokasi pada
akhir proyek?
Jika Ya, Daftar kebutuhan khusus:
• Harap memberikan daftar setiap Bahan Berbahaya digunakan atau disimpan di
dalam wilayah proyek
• Apakah pekerjaan cenderung menghasilkan setiap bau berbahaya atau tidak biasa?
Jika Ya, langkah-langkah apa yang harus diambil untuk meminimalkan
dampak?
• Apakah ada kontaminan dikenal?
Ya Tidak ada
Langkah-langkah apa yang harus diambil untuk meminimalkan dampak?
• Apakah pekerjaan yang direncanakan meliputi hal-hal berikut?
Memasuki Ruang Sempit
Penggalian
Cranes atau mengangkat peralatan
Gangguan pejalan kaki atau kendaraan lalu lintas
Pekerjaan membutuhkan Perlindungan Jatuh
Pekerjaan listrik
Rekomendasi tambahan untuk mengurangi / mengurangi risiko untuk pekerjaan
ini:
• Rumah Sakit Mengelola itu Lingkungan selama Demolition, Renovasi, atau
Konstruksi Baru untuk Mengurangi Risiko ... -

14
BAB IV
Dokumentasi

15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
BAB V
PENUTUP

Demikian Penduan Pre-Construction Risk Assesment kami buat agar dapat digunakan sebagai
acua dalam melakukan pembangunan, renovasi, pemeliharaan gedung Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Mayong Jepara.

28
Referensi

Dr. Luwiharsih,MSc, PCRA.pptx 12 April 2017

kupdf.net_panduan-penilaian-resiko-akibat-dampak-renovasi-atau-konstruksi.pdf

dokumen.tips/documents/panduan-k3-konstruksi.html

Pedoman Penyusunan Regulasi dan Tata Naskah, RS PKU Muhammadiyah Mayong

SNARS EDISI 1 2018

29