Anda di halaman 1dari 21

REVISI TUGAS MATA KULIAH DIETETIKA SEHAT

MENYUSUN DAN MENGHITUNG MENU MAKAN SEHARI UNTUK


ORANG DEWASA BERUSIA 23 TAHUN

Disusun oleh :

Alvia Anggreini Setyaningrum 101611233001

Amelliya Nur Heriyana 101611233011

Ali Iqbal Tawakkal 101611233030

PROGRAM STUDI S1 GIZI

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2018
1. Menentukan Sasaran Penyusunan Menu Seimbang

Nama Tn. C

Usia 23 tahun

Pekerjaan/Aktivitas Pegawai toko/aktivitas ringan (koefisien: 1)

Jenis Kelamin Laki-laki/Perempuan*)

Kondisi Kehamilan Hamil/Tidak Hamil*)

Kondisi Fisiologis terkait Gizi Tubuh berada dalam puncak dari kemampuan
fisik.

Kondisi Ekonomi Ekonomi menengah ke bawah

Kondisi Lingkungan Pedesaan/Perkotaan*)

Riwayat Alergi Tidak ada alergi

Berat Badan 71 kg

Tinggi Badan 175 cm

Analisis Antropometri IMT = 23,18 (Resiko)


2. Mendiskripsikan Kondisi Fisiologis pada Sasaran
a. Kondisi Fisiologis Secara Umum

Istilah dewasa berasal dari bahasa Latin, yaitu adultus yang berarti tumbuh menjadi
kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa. Seseorang dikatakan
dewasa adalah apabila dia mampu menyelesaikan pertumbuhan dan menerima
kedudukan yang sama dalam masyarakat atau orang dewasa lainnya (Pieter & Lubis,
2010). Seseorang dikatakan dewasa apabila telah sempurna pertumbuhan fisiknya dan
mencapai kematngan psikologis sehingga mampu hidup dan berperan bersama-sama
orang dewasa lainnya (Mubin & Cahyadi, 2006). Masa dewasa muda dimulai sekitar
usia 18 sampai 22 tahun dan berakhir pada usia 35 sampai 40 tahun (Lemme, 1995).
Lebih lanjut Lemme (1995), menjelaskan bahwa masa dewasa adalah masa yang
ditandai dengan adanya ketidaktergantungan secara finansial dan orangtua serta adanya
rasa tanggung jawab terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan.

Pada umumnya pertumbuhan akan terhenti pada usia 20 tahun. Kepadatan tulang
akan tetap berlangsung hingga usia 30an. Kekuatan otot mencapai puncaknya pada usia
25 tahun sampai 30 tahunan Penggunaan otot secara teratur dan latihan akan
mempengaruhi kekuatan, ukuran dan retensi otot . Jenis dan jumlah/ frekuensi aktivitas
fisik berdampak signifikan terhadap komposisi tubuh, termasuk lean body mass,
akumulasi lemak dan densitas tulang. Perubahan fisik menyebabkan peningkatan lemak
tubuh & penurunan massa otot (perubahan komposisi tubuh), terutama fase pertengahan
dewasa sampai akhir dewasa. Ketangkasan dan fleksibilitas mulai menurun. Pada masa
ini terjadi peningkatan distribusi lemak, terutama meningkat pada bagian perut serta
berisiko terjangkit penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, penyakit jantung.

b. Kondisi Fisiologis Secara Spesifik

Pada fase dewasa awal kesehatan fisik mencapai puncaknya terutama pada usia 23-
27 tahun. Kesehatan fisik berada dalam keadaan baik serta kekuatan tenaga dan motorik
mencapai masa puncak (Mubin & Cahyadi, 2006). Menurut potter & Perry (2009),
orang dewasa awal biasanya sangat aktif, jarang mengalami penyakit parah (jika
dibandingkan kelompok usia tua), cenderung mengabaikan gejala fisik, dan sering
menunda pencarian pelayanan. Pertumbuhan dan pematangan fisik berakhir pada fase
ini. Kepadatan tulang terus berkembang hingga usia 30 tahun. Kekuatan otot memuncak
sekitar usia 20 sampai 30 tahun. Asupan nutrisi berfungsi untuk mempertahankan
status kesehatan, membangun kekuatan dan menghindari penambahan berat badan
berlebih. Jenis dan lama aktivitas fisik berdampak pada komposisi tubuh seperti lean
body mass (musculature), akumulasi dan lokasi lemak dan kepadatan tulang. Pada usia
tersebut keseimbangan energi meningkat dengan peningkatan berat badan dan jaringan
lemak. Distribusi lemak terjadi di daerah perut. Hal ini terkait dengan resiko hipertensi,
diabetes, stroke, penyakit jantung koroner.

3. Menentukan Zat Gizi yang Ingin Dipenuhi Melalui Menu Seimbang


a. Jenis Zat Gizi Makro : Protein
- Peranan Zat Gizi dalam mendukung kondisi fisiologis sasaran
Proteksi imun antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan sensitif dapat
mengenal kemudian bergabung dengan benda asing seperti: virus, bakteri, dan sel
dari organisma lain.
Pengendali pertumbuhan dan diferensiasi. Protein mengatur pertumbuhan dan
diferensiasi organism tingkat tinggi.
Protein berperan juga dalam koordinasi gerak.
- Karakteristik Zat Gizi
Mudah mengalami denaturasi jika terkena pemanasan, asam atau kondisi lain
Memiliki daya cerna yang tinggi yakni protein hewani (90%-99%) dan protein
nabati (70%-90%)
Protein hewani memiliki asam amino esensial yang lengkap
- Sumber Zat Gizi dalam Bahan Makanan
Protein hewani yakni telur, ikan, keju, susu, daging
Protein nabati seperti kacang-kacangan, kacang polong, sereal, sayuran

Nilai protein berbagai bahan makanan (gram/100 gram)


Bahan Makanan Nilai Protein Bahan Makanan Nilai Protein

Kacang kedelai 34,9 Keju 22,8

Kacang merah 29,1 Kerupuk udang 17,2

Kacang tanah 25,3 Jagung kuning, 9,2


terkelupas pipil
Kacang hijau 22,2 Roti putih 8

Biji jambu 21,2 Mie kering 7,9


monyet
Tempe kacang 18,3 Beras setengah 7,6
kedelai murni gilling
Tahu 7,8 Kentang 2

Daging sapi 18,8 Gaplek 1,5

Ayam 18,2 Ketela pohon 1,2


(singkong)
Telur bebek 13,1 Daun singkong 6,8

Telur ayam 12 Bayam 3,5

Udang segar 21 Kangkung 3

Ikan segar 16 Wortel 1,2

Tepung susu 35,6 Tomat masak 1


skim
Tepung susu 24,6 Mangga 0,4
harumanis
Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan, Depkes 1979.

b. Jenis Zat Gizi Mikro 1: Vitamin A


- Peranan Zat Gizi dalam mendukung kondisi fisiologis sasaran
Vitamin A berperan dalam pembentukan sperma, sedangkan pada perempuan, vitamin
A membantu pertumbuhan janin selama kehamilan
Vitamin A berperan dapam pertumbuhan karena keterlibatannya dalam proses
remodelling tulang. Perubahan ukuran tulang dari kecil menjadi besar membutuhkan
beberapa proses dimana bagian-bagian tertentu di dalam tulang akan dibuang untuk
membuat bagian yang lebih besar. Tugas ini dilakukan oleh sel remodelling yang
mengandung enzim degradatif. Vitamin A membantu kerja enzim degradatif ini,
sehingga enzim ini akan hanya bekerja pada bagian-bagian tertentu yang tidak
dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang.
- Karakteristik Zat Gizi
Vitamin larut lemak yang diperlukan untuk berfungsinya berbagai macam aktivitas
metabolik dan fisiologis. Proses penglihatan, hematopoiesis, perkembangan embrio,
diferensiasi sel kulit, fungsi sistem kekebalan, dan transkripsi gen seleuruhnya
membutuhkan vitamin A. Benang struktural umum dalam vitamin A adalah cincin
ionone dan rantai isoprenoid. Semua aktivitas vitamin A berhubungan dengan 2 fitur
struktural tersebut. Dalam makanan, vitamin A ditemukan dalam 2 bentuk utama
yakni retinol dan karotenoid. Kedua entitas ini dapat dianggap sebagai vitamin A. Ada
tiga bentuk vitamin A berbeda yang aktif dalam tubuh yakni retinol, retina, dan asam
retinoat. Secara kolektif, senyawa ini dikenal sebagai retinoid. Makanan yang berasal
dari hewan memberikan senyawa (retinyl ester) yang mudah dicerna dan diserap
sebagai retinol di usus. Makanan yang berasal dari tanaman menyediakan karotenoid,
beberapa di antaranya memiliki aktivitas vitamin A. Yang paling banyak dipelajari
dari karotenoid adalah beta-karoten, yang dapat dipecah untuk membentuk retinol di
usus dan hati. Penyerapan dan konversi beta-karoten secara signifikan kurang efisien
dibandingkan retinoid. Setelah penyerapan melalui sistem getah bening, vitamin A
akhirnya tiba di hati untuk disimpan. Lalu, protein transportasi khusus yakni protein
pengikat retinol (RBP), mengambil vitamin A dari hati dan membawanya dalam
darah.

- Sumber Zat Gizi dalam Bahan Makanan


Daging Selai Jus
Roti Keju Pisang Mango
giling kacang Tomat
Dada
Sereal Yoghurt Jeruk Tahu Melon
ayam
Biji
Pasta Ikan
Susu Strawberry Brokoli bunga
spageti Tuna
matahari

Tepung Kacang Telur Hati Wortel Kentang

c. Jenis Zat Gizi Mikro 2 : Vitamin D


Peranan Zat Gizi dalam mendukung kondisi fisiologis
Selain sebagai vitamin, vitamin D berfungsi sebagai hormon diproduksi oleh satu
bagian tubuh yang bergerak melalui darah dan menyebabkan bagian tubuh lain
untuk merespons.
Vitamin D memiliki protein pengikat yang membawanya ke organ target (usus,
ginjal, dan tulang). Semua merespon vitamin D dengan membuat mineral yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang tersedia.
Vitamin D berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang. Bersama
substansi dan nutrien lain seperti vitamin A dan K; hormone paratiroid dan
kalsitonin; protein kolagen; kalsium, fosfor, magnesium, dan fluorida.
Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan fosfor, serta menjad keseimbangan
jumlah mineral tersebut didalam darah. Tulang akan tumbuh semakin padat dan
kuat seiring dengan meningkatnya absorpsi dan cadangan mineral-mineral ini.
Vitamin D meningkatkan konsentrasi mineral tulang didalam darah melalui 3
mekanisme :
1. Sal. Intestinal  meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfor
2. Ginjal  meningkatkan reabsorpsi kalsium dan fosfor
3. Tulang  mobilisasi kalsium dan fosfor ke dalam darah
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa vitamin D dapat melindungi terhadap
tuberkulosis, peradangan, multiple sclerosis, hipertensi, dan beberapa jenis kanker.

- Karakteristik Zat Gizi


Vitamin D (calciferol) berbeda dari semua nutrisi lain karena tubuh dapat
mensintesisnya sendiri dengan bantuan sinar matahari dibantu prekursor yang dibuat
tubuh berasal dari kolesterol. Oleh karena itu, vitamin D bukanlah nutrisi penting
karena cukup berada di bawah sinar matahari, seseorang sudah mendapatkan nutrisi
vitamin D tidak harus dari makanan. Terdapat dua reaksi hidrosilasi yang terjadi agar
vitamin D menjadi aktif sepenuhnya. Pertama hati menambahkan gugus OH,
kemudian ginjal menambahkan gugus OH lain untuk menghasilkan vitamin aktif.
Sebelum hidroksilasi, vitamin D dalam darah dikenal sebagai calciol. Setelah
hidroksilasi di hati, vitamin D dikenal sebagai calcidiol (atau 25 hydroxyvitamin D),
sedangkan saat hidroksilasi di ginjal, vitamin D aktif dikenal sebagai calcitriol (atau
1,25-dihidroksivitamin D).

4. Menentukan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Makro/Mikro/Bioaktif untuk


Sasaran

Energi RUMUS IOM Umur : 23 tahun


Physical Activity (PA) : sangat ringan =
TEE = 662 – (9,53xU) + PA x (15,91xBB + 539,6xTB) 1
TEE = [662– (9,53x23) + 1 x (15,91x71+ 539,6x1,75)] Berat Badan (BB) = 71 kg
TEE = [662 – (219,19) + 1 x (1129,61+ 944,3)] Tinggi Badan = 175 cm = 1,75 m
TEE = [662 – (219,19) + 1 x (2073,91)]
TEE = [662 – 219,19 + 2073,91]
TEE = 2516,72 kkal

BBI = (TB-100) x 90%


BBI = (175-100) x 90%
BBI = 75 x 90%
BBI = 67,5

TEE = 662 – (9,53xU) + PA x (15,91xBB + 539,6xTB)


TEE = [662– (9,53x23) + 1 x (15,91x67,5+ 539,6x1,75)]
TEE = [662 – (219,19) + 1 x (1073,925+ 944,3)]
TEE = [662 – (219,19) + 1 x (2018,225)]
TEE = [662 – 219,19 + 2018,225]
TEE = 2461,03 kkal

TEE + 0.1TEE
2461,03 kkal + 0,1 (2461,03kkal) =
2461,03 kkal + 246,103 = 2707,133 kkal
Protein Rumus IOM Kecukupan protein/ kg BB (laki-laki
Kecukupan protein = (AKP x BB) x faktor koreksi mutu usia 19-29 tahun) = 0,8
protein Faktor koreksi (dewasa) = 1,3
Kecukupan protein = (0,8 x 71) x 1,3 1 kkal = 4 gr protein
Kecukupan protein = 56,8 x 1,3
Kecukupan protein = 73,84 gr (295,36 kkal)
%protein = 295,36 / 2707,133 = 10,9%
Lemak Rumus IOM Persen terhadap total energi (dewasa) =
Lemak = 25% x total kalori 25%
Lemak = 25% x 2707,133 kkal = 676,78 kkal 1 kkal = 9 gr lemak
Lemak = 676,78 kkal (75,1 gr)
%Lemak = 676,78 kkal / 2707,133 = 24,99%
Karbohidrat Rumus IOM I kkal = 4 gr karbohidrat
KH=Keb. Energi (Kal)-[(Keb.Protein(g) x 4)kal - (Keb.lemak(g)x9)kal]
4
KH = 2707,133 – [295,36 kal + 676,78 kal]
4
KH = 2707,133 – (972,14)
4
KH = 433,74 kkal (108,4gr)

%karbohidrat = 433,74 kkal / 2707,133 = 16,02%

Recommended Dietary Allowance (RDA)


Rekomendasi kecukupan berdasarkan RDA sebesar 250
gr/day
Vitamin A “Villard and Bates (1987a) found that vitamin A adequacy Recommended Dietary Allowance
was achieved with daily intakes as low as 500 RE” (RDA)

Vitamin D “variability of vitamin D requirements have led this Recommended Dietary Allowance
subcommittee to keep the RDA for vitamin D for adults (RDA)
beyond 24 years of age at 5 μg (200 IU”)”

Energi sehari = 2707,133 kkal


Makan pagi =20% 𝑥 2707,133 = 541,42 𝑘𝑎𝑙

Energi Makan siang = 30% 𝑥 2707,133 = 812,13 𝑘𝑎𝑙


Selingan 1 = 10% 𝑥 2707,133 = 270,71 𝑘𝑎𝑙

Makan malam = 30% 𝑥 2707,133 = 812,13 𝑘𝑎𝑙


Selingan 1 = 10% 𝑥 2707,133 = 270,71 𝑘𝑎𝑙

Protein sehari : 73,84 gr


Makan pagi : 14,76 gr
Selingan I : 7,384 gr
Protein Makan siang : 22,12gr
Selingan II : 7,38 gr
Makan malam : 22,12 gr
Lemak sehari : 75,1 gr
Makan pagi : 15,02 gr
Selingan I : 7,51 gr
Lemak Makan siang : 22,5 gr
Selingan II : 7,51 gr
Makan malam : 22,5 gr

Karbohidrat sehari : 108,4 gr


Makan pagi : 21,68 gr
Selingan I : 10,84 gr
Karbohidrat Makan siang : 32,52 gr
Selingan II : 10,84 gr
Makan malam : 32,52 gr

Vitamin A sehari : 500 mg


Makan pagi : 100 mg
Selingan I : 50 mg
Vitamin A Makan siang : 150 mg
Selingan II : 50 mg
Makan malam : 150 mg

Vitamin D sehari : 5 µg
Makan pagi : 1 µg
Selingan I : 0,5 µg
Vitamin D Makan siang : 1,5 µg
Selingan II : 0,5 µg
Makan malam : 1,5 µg
5. Menentukan Bahan Makanan dan Teknik Pengolahan yang Akan Dilakukan
Hari ke 1
Makan Pagi : Nasi Putih + Ayam Goreng Dada + Sayur Sop + Susu Sapi + Buah
Semangka

Nama Bahan Kandungan Zat Gizi Teknik Pengolahan

Karbohidrat, Protein, Serat, Direbus


Nasi putih
Kalsium
Protein,Vitamin D, Vitamin Digoreng
Telur dadar
A,

Ayam goreng dada Protein, Lemak, Vitamin A Digoreng

Sayur sop Karbohidrat, Vitamin A Direbus

Sambal Vitamin A, Lemak, Protein, Diulek

Buah semangka Vitamin A Dikonsumsi langsung

Vitamin A, Protein, Vitamin Dikonsumsi langsung


Susu Sapi
D

Selingan Pagi: Risoles + Jus Jeruk Peras

Nama Bahan Kandungan Zat Gizi Teknik Pengolahan

Kue kukus Karbohidrat, Protein, Dikonsumsi langsung


vitamin A
Jus jeruk peras Vitamin A, Protein Dijus

Hari ke 1
Makan Siang : Nasi putih + Semur Pindang + Sayur Asem + Tempe Goreng + Buah
Pepaya + Air Mineral

Nama Bahan Kandungan Zat Gizi Teknik Pengolahan

Karbohidrat, Protein, Serat, Direbus


Nasi putih
Kalsium
Protein, Vitamin A, Vitamin Ditumis
Semur pindang
D, Lemak
Vitamin A, Karbohidrat Direbus
Sayur Asem
Protein

Tempe goreng Protein, Lemak, Karbohidrat Digoreng

Buah Pepaya Vitamin A, Karbohidrat Dikonsumsi Langsung

Air Mineral Dikonsumsi langsung

Selingan Siang : Pisang goreng + Air Mineral + Melon

Nama Bahan Kandungan Zat Gizi Teknik Pengolahan

Pisang goreng Vitamin A, Protein Dikonsumsi langsung

Air mineral Dikonsumsi langsung

Melon Vitamin A, Protein Dikonsumsi langsung

Hari ke 1
Makan Malam : Nasi putih + Balado teri + Tahu goreng + Cah Kangkung + Jus Tomat

Nama Bahan Kandungan Zat Gizi Teknik Pengolahan

Karbohidrat, Protein, Serat, Direbus


Nasi putih
Kalium
Vitamin D, Protein, Vitamin Ditumis
Balado Teri
A

Tahu Goreng Protein, Lemak Digoreng

Cah Kangkung Vitamin A, Protein Ditumis

Jus Tomat Vitamin A, Karbohidrat Dijus


6. Alvia Anggreini S / 101611233001
Menyusun Menu Seimbang Untuk Sasaran
Komposisi Berat Vit A (mg)
Nama Menu E (kkal) P (gr) L (gr) KH (gr) Vit D (mg)
Bahan URT Gram
Hari ke-1

Jenis Makanan : (Makan/Snack) Waktu Makan: (Pagi/Siang/Malam) Jam : 06.00

Nasi Nasi Putih 1 centong sedang 150 195 3,6 0,3 15,2 0 0

Ayam bagian 18,1


Ayam Goreng ¼ porsi 80 90,2 8 10,5 2 0
dada
0
Minyak 1 ciduk 10 80,2 0 6 0 0

9,9
Kunyit 1 buah 10 29,8 1,2 1,4 1,9 0

0
Bawang putih 2,5 sdm 15 13,2 0,2 0,1 1,7 0

0
Garam ½ sdt 5 0 0 0 0 0

Sayur Sop 0
Minyak ½ ciduk 5 23,1 0 3 0 0

Bawang merah 1 sdm 10 4,4 0,1 0 1 0 0

Bawang putih 1,5 sdm 15 10,2 0,2 0,1 1,7 0 0


0
Gula pasir ½ sdm 7 27,1 0 0 7 0

0
Garam ½ sdt 4 0 0 0 0 0

17,1
Cabe rawit 2 buah 5 13,9 0,5 0,4 1,2 0

27,7
Wortel 2,5 sdm 25 10,5 1,3 0,2 1,7 0

Sawi putih 2 sdm 30 2 0,2 0 0,2 0 39,6

Buncis 2 sdm 20 6 0,3 0 2,1 0 0

Kentang 2 sdm 30 20,8 0,4 0,5 1,5 0 0

Sosis ayam 2 sdm 10 1,1 0,2 0,4 0,1 0 0

Buah Semangka 11
Semangka 3 potong 19,2 2,5 0,2 0,2 1,1 0,9

Susu sapi 68,8


Susu 1 gelas 125 82,5 3,6 4 6 0,8

Subtotal 20,2 138,6


693,7 20,9 38,9 1,5

Kebutuhan 14,76 15,2 100


270,71 21,68 1

%Pemenuhan 138,6%
128% 136% 137,5% 179% 150%
Jenis Makanan : (Makan/Snack) Waktu Makan: (Pagi/Siang/Malam) Jam : 10.00

Risoles Tepung terigu 2 sdm 20 72,8 0,2 2,1 3,8 0 0


Wortel 1 sdm 15 3,9 0,1 0 0,6 0 19,5

Telur Ayam 1 sdm 5 7,8 0,6 0,5 0,1 0,1 6,5

Minyak kelapa 24,9


2 sdm 20 88,2 0 7,9 0 0
sawit
Garam ½ sdm 5 0 0 0 0 0 0

Kentang 1 sdm 15 13,9 0,3 0 1,1 0 0

Bawang merah 1 biji 8 3,5 0,1 0 0,4 0 0

Bawang putih 1 biji 8 7 0,2 0 0,3 0 0

Tepung panir 2 sdm 20 20,1 1,3 0,9 3 0,2 5,2

Telur ayam ½ buah 30 36,5 3,8 1,2 0,1 0,3 9,2

Garam ½ sdm 5 0 0 0 0 0

Jus Jeruk Peras Jeruk 1 gelas 100 45,4 0,2 0,1 5,6 0 1

Gula 0
1 sdm 5 10,3 0 0 3,8 0

Subtotal 330,1 6,8 12,7 15 0,6 66,3

Kebutuhan 270,71 7,384 7,51 10,84 0,5 50


%Pemenuhan 121% 92% 168% 138% 120% 132%

Jenis Makanan : (Makan/Snack) Waktu Makan: (Pagi/Siang/Malam) Jam : 12.00

Nasi putih Nasi 150 0


1 centong sedang 195 3,6 0,3 26,2 0

Semur ikan Ikan pindang layang 9,2


1 potong 80 83,9 15,2 0,7 0 1,6
pindang
Bawang putih 3 sdm 15 26,4 0,8 0,1 4,1 0 0

Bawang merah 2,5 sdm 15 11 0,3 0,1 1,3 0 0

Kemiri ½ sdt 5 13,8 0,9 0,2 1 0 25,8

Cabe rawit 1 buah 5 15,9 0,6 0,9 1,5 0 40,6

Gula pasir ½ sdt 5 10,3 0 0 3,8 0


0

Garam ¼ sdt 3 0 0 0 0 0 8,2

Daun bawang 1,5 sdm 15 3,2 0,2 0,1 0,8 0


12,2

Minyak kelapa 1 sdm 10 86,2 0 10 0 0


0

Jagung kuning 2 buah 30 177 1 0,4 5,1 0 8,2

Belimbing wuluh 1 buah 15 3,2 0,1 0 0,5 0


10,3
Lengkuas 1 buah 5 6,9 0,6 0,1 1,1 0 3,9

Gula pasir ½ sdm 5 10,3 0 0 3,8 0


0

Garam ½ sdt 5 0 0 0 0 0
28,5

Kemiri ½ sdm 5 13,8 0,7 0,2 0,8 0


22,6

Tempe Goreng Tempe 1 buah 40 50,5 1,8 3,6 0,7 0


30

Bawang putih 1 buah 15 26,2 0,2 0 1,1 0 20,4

Garam ½ sdm 6 0 0 0 0 0
0,2

Minyak 1 ciduk 5 43,1 0 5 0 0


11,5

Buah Pepaya Pepaya 2 potong 60 3,9 0,1 0 0,5 0 13,5

Subtotal 21,8
248,8
848,8 26,6 54,2 1,6

Kebutuhan 22,12 35,52 1,5 150


812,13 22,5

%Pemenuhan 120% 96% 165%


104% 152% 106,67%
Jenis Makanan : (Makan/Snack) Waktu Makan: (Pagi/Siang/Malam) Jam : 15.00

Pisang goreng Pisang kepok 1 sisir 250 30,9 0,5 0,1 2,7 0
18,9
Tepung terigu 2 ciduk 50 170,8 6,6 2,1 5,4 0 0

Gula pasir ½ sdm 5 10,3 0 0 3,8 0


0

Margarin 1 sdm 15 34,4 2,7 3,3 0,6 0,5


32,8

Minyak 1 sdm 10 23,8 0 4,1 0 0


0

Buah Melon Melon 1 porsi 60 15,5 0,4 0,1 2,2 0


13,2

Subtotal 285,7 10,2 9,7 14,7 0,5 64,9

Kebutuhan 270,71 7,384 7,51 10,84 0,5 50

%Pemenuhan 129%
105% 138% 129% 135% 100%
Jenis Makanan : (Makan/Snack) Waktu Makan: (Pagi/Siang/Malam) Jam : 18.00

Nasi putih Nasi 0


1 centong sedang 150 195 3,6 0,3 26,2 0

Balado teri Ikan teri ½ mangkok sedang 20,6


70 230 10,7 1,1 0 2

Bawang putih 1 sdm 0


15 8,8 0,3 0 0,8 0

Bawang merah 1,5 sdm 15 6,6 0,2 0 0,7 0


0

Cabe rawit 1 buah 5 15,9 0,6 0,9 2,8 0 52,9


Cabe merah 1 buah 5 1,4 0,1 0 0,3 0 18,1

Minyak 1 ciduk 5 43,1 0 5 0 0


0

Gula pasir ½ sdm 5 23,2 0 0 3,8 0


0

Tahu Goreng Tahu 1 potong 50 38 0,7 2 0,1 0


0

Garam ½ sdt 5 0 0 0 0 0
0

Minyak 1 ciduk 10 43,1 0 5 0 0 0

Cah kangkung Kangkung 1,5 sdm 70 7,5 0,3 0 0,2 0


20,6

Bawang putih 1 sdm 15 8,8 0,3 0 0,7 0


0

Bawang merah 1,5 sdm 15 6,6 0,2 0 0,8 0 0

Cabe rawit 1 buah 5 15,9 0,6 0,9 1,7 0


36,5

Minyak 1 ciduk 5 43,1 0 5 0 0


45,1

Garam ½ sdt 5 0 0 0 0 0 0

Gula pasir ½ sdm 6 23,2 0 0 6 0


0

Jus Tomat Tomat 1 gelas 80 6,6 0,2 0,1 0,9 0


7,7
Gula ½ sdm 5 10,3 0 0 2,1 0 0

Subtotal 727,1 17,8 20,3 47,1 2 201,5

Kebutuhan 150
812,13 22,12 22,5 35,52 1,5

%Pemenuhan 134%
89,53% 80,47% 90,% 132,6% 133,33%
Total 2885,4 81,6 85,4 128,8 6,2 630,6

Kebutuhan 2707,133 73,84 75,1 108,4 5 500

Pemenuhan 106% 110,5% 113,7% 118,8% 124% 126,12%


7. Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Menu yang Disusun
Kelebihan Menu
- Menu yang dibuat sesuai dengan perekonomian klien
- Porsi makanan baik makanan utama maupun selingan sudah pas atau cukup bagi
laki-laki dewasa usia 23 tahun dan sesuai dengan kondisi fisiologisnya
- Menu makanan atau jenis makanan merupakan makanan yang banyak disukai
dan sehat.
- Variasi menu dan pengolahannya tidak monoton.
- Makanan yang diberikan mengandung bahan makanan yang beragam,
mengandung zat gizi yang seimbang dan menunya sesuai dengan makanan
Indonesia yakni terdapat nasi, sayur, lauk pauk, susu serta buah setiap sekali
makan.
- Proses pengolahan makanan mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama
- Harga bahan-bahan makanan terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah
8. Kekurangan dan Solusi Perbaikan Menu

Kekurangan Solusi

Untuk sumber karbohidrat, masih Lebih teliti dan bervariasi lagi dalam
menggunakan satu sumber saja, yaitu memilih sumber bahan pangan.
nasi.

9. Menyusun Kesimpulan
Dalam memberikan menu makanan pada laki-laki dewasa usia 23 tahun,
sebaiknya perlu diperhatikan terlebih dahulu kondisi fisiologisnya, karena pada usia
tersebut puncaknya tubuh dalam melakukan kemampuan fisik. Oleh karena itu perlu
penyesuaian terkait porsi makanan dan kandungan gizi apa saja yang ada di dalam
makanan yang akan diberikan. Selain itu, perlu diperhatikan pula kondisi ekonomi
keluarganya, sehingga dapat menyesuaikan bahan makanan apa yang dapat digunakan
agar tetap memiliki nilai gizi tinggi dan harga yang mampu untuk dijangkau. Zat gizi
yang ingin ditekankan dalam pemberian menu dietetik kali ini adalah protein, vitamin
A, vitamin D. Zat gizi berfungsi untuk memelihara fungsi tubuh pada masa tersebut.