Anda di halaman 1dari 7

UKDGI APRIL 2014

Seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan gusi sering berdarah dan mengalami
pembengkakkan. Pasien datang dengan membawa hasil pemeriksaan darah lengkap
yang meliputi (hemoglobin, jumlah eritrosit, leukosit, dan trombosit, hematokrit).
- kadar hemoglobin rendah dan kadar lainnya normal
- pasien dalam perawatan dokter dengan terapi berupa cuci darah sebulan sekali
- pasien mengkonsumsi amplodipin dan heparin
Soal:
1. Anamnesis pasien, kemudian tulis pada lembar jawaban.
2. Jelaskan hasil interpretasi pemeriksaan darah lengkap kepada pasien.
3. Tulis diagnosis.
4. Edukasi diagnosis dan rencana perawatan kepada pasien.
JAWABAN
1. Anamnesis pasien.
Perkenalan: Selamat pagi, Pak. Saya drg Felicia. Saya bicara dengan Bapak siapa?
Usia berapa pak?
 Ada keluhan apa pak?
 Sudah sejak kapan?
 Apakah sakit?
 Apakah berdarah?
 Apakah sebelumnya pernah mengalami hal yang sama?
 Apakah sudah bapak berikan obat?
 Apakah sudah pernah ke dokter gigi sebelumnya? Jika ya, diberikan perawatan
apa?
 Apakah bapak sedang dalam perawatan dokter? Iya, dok, saya sedang dalam
perawatan dokter. Cuci darah setiap sebulan sekali.
 Bapak mengkonsumsi obat apa dari dokter? Amlodipin dan heparin (kalo ga
salah krn ga jelas pasiennya ngomong apa).
 Apakah bapak merokok?
 Berapa kali bapak menyikat gigi dalam sehari? Kapan? Bagaimana cara menyikat
giginya?
Sesudah anamnesis, tulis di lembar jawaban:
OS pria, usia …. tahun, datang dengan keluhan gusi bengkak, dst.
2. Bapak membawa hasil pemeriksaan darah ya? Coba boleh saya lihat dulu pak? Kalo
dari hasil pemeriksaan darah ini, bapak mengalami anemia (karena hemoglobin di
bawah batas, sedangkan pemeriksaan lain normal).
3. Diagnosis: Drug-induced gingival hyperplasia.
4. Edukasi diagnosis dan rencana perawatan: Jadi pak, gusi bengkak ini secara medis
namanya drug-induced gingival hyperplasia. Pembengkakkan gusi yang disebabkan
oleh obat yang bapak konsumsi. Untuk penanganannya, pertama saya akan merujuk
bapak ke dokter penyakit dalam yang memberikan obat tersebut ke bapak, apakah
obatnya bisa diganti dengan obat lain atau tidak. Tentu saja dengan efek obat yang
sama, namun yang tidak memiliki efek samping gusi bengkak. Kemudian bapak
control ke saya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Nanti kita lihat, apabila
bengkaknya hilang, tidak perlu dilakukan perawatan apa-apa. Tapi apabila
bengkaknya tetap tidak bisa hilang, maka saya akan lakukan prosedur, namanya
gingivektomi untuk membuang pembengkakkan pada gusi agar ukurannya kembali
normal. Selain perawatan yang tadi saya sudah sebutkan, diperlukan juga perawatan
untuk mengontrol kebersihan mulut. Untuk itu, sebagai terapi awal, saya akan
melakukan pembersihan mulut dan melakukan pembuangan karang gigi. Setelah itu
akan saya resepkan obat kumur untuk dipakai 2x sehari setelah sikat gigi. Apakah
bapak sudah mengerti yang barusan saya jelaskan? Apakah ada yang ingin
ditanyakan?
UKDGI AGUSTUS 2014
Laki-laki, 16 tahun, gusi di gigi 11 dan 21 resesi. Mengeluhkan ngilu apabila minum
dingin sejak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan klinis ditemukan frenulum tinggi
sedangkan pada pemeriksaan radiografis tidak ditemukan adanya kerusakan tulang.
(Pada pos disediakan foto resesi gingiva sebesar HVS, gambarnya blur krn digedein
dan tray kotak stainless yang isinya pocket probe sebiji.)
Soal:
1. Verbalkan dan peragakan cara mengukur resesi dan tunjukkan tanda-tanda
anatomisnya.
2. Sebutkan klasifikasi Miller pada kasus di atas.
3. Sebutkan etiologi dan rencana perawatan sesuai dengan etiologi pada kasus pasien
di atas.
Jawaban:
1. Operator menggunakan masker dan gloves (sebut aja walaupun di pos tidak ada
barangnya), kemudian melakukan pengukuran resesi gingiva dengan menggunakan
pocket probe yang telah dikalibrasi (yang bergaris atau colour coded). Pengukuran
resesi dilakukan dengan cara mengukur jarak antara CEJ, yaitu batas antara email
dan sementum (tunjuk bagiannya) dengan margin gingiva (tunjuk bagiannya).
Setelah itu, hasilnya dicatat pada rekam medis periodonsia pasien.
2. Klasifikasi Miller:
 Kelas I : terdapat resesi gingiva, belum mencapai mucogingival junction, dan
tidak ada kerusakan tulang.
 Kelas II: terdapat resesi gingiva yang sudah mencapai mucogingival junction,
namun tidak ada kerusakan tulang.
 Kelas III: terdapat resesi gingiva yang sudah mencapai mucogingival junction,
terdapat kerusakan tulang pada daerah interdental, gigi mengalami malposisi.
 Kelas IV: terdapat resesi gingiva yan sudah melewati mucogingival junction,
terdapat kerusakan tulang yang parah, dan gigi mengalami malposisi.
Therefore, kemaren menjawab Kelas I Klasifikasi Miller. Kenapa? Karena dari gambar
belum sampe mucogingival junction. Mucogingival junction itu cukup jauh kok dari
servikal gigi, udah agak deket apikal, sedangkan pada pasien ini, kalo dibayangin
gambarnya tanpa zoom, mungkin resesinya paling banter 3 mm.
3. Etiologi resesi pada kasus ini secara spesifik adalah perlekatan frenulum yang terlalu
tinggi (dekat dengan interdental gigi). Jadi, definive treatmentnya adalah
frenektomi. Kalo mau edukasi tentang cara menyikat gigi silakan jelaskan, dan
pasien juga diinstruksikan untuk menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif while
menunggu dijadwalkan operasi. Ngemeng aja yang panjang krn waktunya sisa
banyak banget daripada krik-krik moment sama pengujinya.
TRY OUT UKMP2DG JEMBER JANUARI 2016
Pasien laki-laki usia 48 tahun datang ke klinik gigi dengan keluhan nyeri dan bengkak
sejak 2 hari yang lalu. Pasien merasa demam. Pemeriksaan intraoral pada gigi 41 dan
42 probing depth 7 mm, kegoyangan grade 2, gingiva merah, bengkak, dan bereksudat.
Pada pemeriksaan intraoral didapatkan terabanya dan rasa sakit pada kelenjar limfe.
Soal:
1. Verbalkan dan tuliskan gambaran radiologi yang terlihat pada foto rontgen
2. Verbalkan dan tuliskan diagnose pasien
3. Verbalkan dan tuliskan rencana perawatan pada pasien
UKDGI 2010
Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke poli gigi dengan keluhan utama gusi
sering berdarah pada saat menyikat gigi. Saat ditanya pasien mengaku bahwa ia
menyikat gigi dengan gerakan sikat gigi ke samping (untuk gigi depan) dan maju-
mundur (untuk gigi-gigi di samping) dengan kuat. Pasien mengatakan bahwa ia
kadang-kadang hanya menyikat gigi sehari sekali pada saat mandi pagi. Pada
pemeriksaan intra oral tampak seluruh marginal gingiva hiperemi dan oedem pada
papilla interdental.
Tugas :
1. Lakukan perhitungan skor plak sesuai plaque control record O’Leary
2. Lakukan edukasi dan peragakan cara menyikat gigi dengan roll method kombinasi
dengan scrub brush

Seorang pasien datang dengan mobilitas kelas 1 dari molar kanan pertama kanan
bawah, Ada bukti klinis keterlibatan furkasi
A. Bagaimana keterlibatan furkasi classity ?
B. Perawatan apa yang tersedia untuk kondisi ini

Seorang gadis 14 tahun datang ke klinik sebagai pasien baru. Pada pemeriksaan ia
pengetahuan tentang oral hygiene, tetapi terdapat pocket di sekitar gigi insisiv sentral
dan molar pertama, dengan drifting dari gigi insisiv A Apa penyakit yang bisa ia miliki
dan bagaimana Anda akan mengelolanya? B Apa komplikasi yang mungkin terkait
dengan medis
Try out osce UGM agustus 2015
Pasien dating dengan keluhan gigi depan bawah berdarah saat sikat gigi. Pemeriksaan
intra oral gigi 41 kemerahan dengan poket periodontal 4mm.
1. Verbalkan diagnose
2. Verbalkan DHE
3. Verbalkan plak control
4. Verbalkan tahap yang dilakukan sebelum perawatan
5. Verbalkan cara dan alat yang digunakan untuk mengukur poket periodontal
6. Lakukan pengukuran poket periodontal pada gigi 41

Soal osce FKG UNMAS :


Kasus pada gigi 16, 17 terdapat poket 4mm, goyang ‘2. Sudah dilakukan scalling root
planning.
1. Pilih dan jelaskan alat yang digunakan
2. Verbalkan dan lakukan tahapan kuretase

Try out osce UI januari 2016 :


Ada phantom.
Kasus kegoyangan gigi 43 (goyang °3) , terdapat trauma oklusi pada gigi ….
1. Peragakan dan verbalkan prosedur pengecekan kegoyangan gigi
2. Peragakan dan verbalkan prosedur pengecekan PBI (Papillary Bleeding Index)
3. Sebutkan terapi awal yang dipilih sesuai dengan kasus

Anda mungkin juga menyukai