Anda di halaman 1dari 28

MEREKALAH TELADAN KITA

1. Manusia yang Paling Dermawan

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, mengapa demikian karena
ketika ada seorang laki-laki meminta sesuatu kepada beliaun beliaupun memberinya. Suatu
hari orang tersebut kembali untuk meminta lagi beliau menolaknya dengan wajah tersenyum
senang dan berkata saat ini tidak dapat memberikan apa yang diminta tapi beliau
memerintahkan untuk membeli sesuatu atas nama beliau dan beliau yang akan membayar
hutangnya tersebut.

Begitu agungnya akhlak Rasulullah SAW, kita sebagai Ummat Nabi Muhammad SAW
hendaklah meniru suri tauladan Rasul, kebanyakan dari kita ketika ada seorang pengemis
datang malah menutup dan mengunci rumah, bahkan ada yang tidak memberi tapi malah
mencaci maki. Jadi Akhlak siapakah yang hendak kita ikuti Qarun kah yang telah dibinasakan
oleh Allah SWT beserta hartanya atau Fir’aun yang menjadikan harta dan kekuasaan sebagai
alat untuk menyombongkan diri. Semoga kita tidak seperi Qarun dan Fir’aun. Aamiin

2. Sang Pemimpin yang Rendah Hati

Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah pemimpin yang Rendah Hati karena meskipun beliau seorang
Khalifah beliau tetap mau membantu siapa saja seperti memerah kambing, memikul air,dll
beliau seperti itu karena beliau takut mebuat nafsunya menjadi besar takut jabatan, kekuatan
dan kekuasaannya menjadikan beliau pemimpin yang sombong dan Zolim.

3. Menghormati Orang yang Lebih Tua

Ali bin Abi Thalib selalu memuliakan orang yang lebih tua, suatu ketika Ali Bin Abi
Thalib pernah pergi ka masjid dengan tergesa-gesa di tengah jalan beliau bertemu kakek tua
yang berjalan lambat, tapi beliau mendahuluinya sesampai di masjid kakek tersebut tidak
masuk ke masjid ternyata seorang Nasrani, ketika Ali bin Abi Thalib masuk beliau melihat
Rasulullah memanjangkan ruku’nya sehingga Ali bin Abi Thalib dapat ruku’ bersama
Rasulullah SAW.

Seusai Sholat Ali Bertanya kepada Rasul mengapa ruku’ nya dipanjangkan Rasul berkata
karena ditahan oleh malaikat jibril, kenapa di tahan tanya salah satu sahabat, Rasulpun tidak
mengetahuinya mengapa demikian. Tak lama kemudian datang Malaikat Jibril memberi tahu
apa yang telah dialami Ali Bin Abi Thalib ketika hendak ke Masjid.

Begitulah keutamaan yang di peroleh Ali bin Abi Thalib karena mwnghormati dan
menjaga hak orang yang lebih tua meskipun dia beragama Nasrani. Apalagi yang beragama
Islam dan orang tua kita. Tapi kebanyak saat ini yang terjadi sebaliknya anak mengeluarkan
kata – kata kasar, menggebrak pintu, bahkan memukul orang tuanya tanpa merasa bersalah.

4. Binatang Saja Dilarang untuk Dicela, Apalagi Manusia

Nabi Isa ‘Alaihis Salam pernah berjalan dengan muridnya melewati bangkai seekor
anjing. Para murid berkata “ Betapa bau busuknya bangkai anjing itu’ Nabi Isa ‘Alaihis
Salam segera menjawab “ Betapa putihnya gigi anjing itu’. Nabi Isa selalu menasehati
muridnya agar tidak mencela, betapa sangat berhati-hatinya beliau sampai kepada binatang
pun selalu berkomentar positif. Betapa celakanya kita denagn mudahnya mencela orang lain
yang tidak sepaham dengan kita. Semoga Allah mengampuni dosa kita. Aamiin.

5. Berhati – hatilah dalam Berfatwa

Imam Qosim bin Muhammad adalah orang pandai, Imam Malik bin Anas adalah orang
yang pandai juga tetapi ketika mereka ditanya ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab mereka
berkata “ aku Tidak Tahu” dan mengapa orang seperti kita yang bodoh dan banyak dosa
dengan mudahnya menjawab setiap pertanyaan.

Telitilah sebelum menjawab pertanyaan seputar agama. Karena jika sembrono dalam
menjawab, akan menyesatkan banyak orang. Buang sifat malu yang muncul akibat tidak bisa
menjawab pertanyaan yang diajukan kepada kita.

6. Renungan 1
Nabi Musa ‘Alaihis Salam pernah bertanya kepada Allah mengapa menciptakan Manusia
dan memelihara mereka dengan nikmat Allah tapi di akhirat kelak dimasukkan ke Neraka.
Allah memerintahkan Nabi Musa untuk menanam pohon memliharanya hingga memetik
hasilnya. Ketiak Allah bertanya adakah hasil yang dibuang nabi Musa menjawab ada buah
yang busuk. Allah pun menjawab “ Begitu juga Aku akan membuang dan memasukkan
hamba-hamba yang tidak baik ke dalam Neraka.

7. Sang Penulis yang Luar Biasa

Imam Ibnu ‘Asakir adalah pengarang yanng fenomenal, pengarang kitab Tarikh Madinah
Dimasyq kitab yang tebalnya 105 jilid. Jika dikaji belum tentuselesai selama 40 tahun tapi
beliau senantiasa Shalat berjamaah lima waktu dibarisan paling depan, beri’tikaf di masjid
selama bulan Ramadhan serta 10 hari di bulan Dzulhijjah.

8. Kezuhudan yang Tak Tertandingi

Nabi Muhammad SAW selalu berbaring di atas tikar yang telah usang sampai membekas
dipunggung beliau dan membuat Umar bin Khatab menagis. Lalu Nabi Muhammad SAW
bertanya “ Apa yang membuatmu menangis?” Umar menjawab “ Bagaimana aku tidak
menangis sedangkan tikar ini membekas dipunggung enagkau. Aku juga tidak melihat apapun
dirumah engkau! Para raja tidur diatas kasur sutra dan tinggal di istana megah, sementara
engaku disini, padahal engaku adalah nabi dan manusia pilihan Allah”.

Nabi Muhammad SAW kemudian menjawab sambil tersenyum” Wahai Umar, kebaikan
mereka dipercepat datangnya, dan kesenangan mereka itu pasti terputus. Sedangkan kita
adalah kaum yang kebaikannya ditunda hingga hari akhir. Tidakkah engkau rela jika akhirat
untuk kita dan dunia untuk mereka.

9. Anjing pun Cinta kepada Abu Bakar dan Ummar Bin Khattab

Anas bin Malik berserita. Ketiak sedang duduk bersama Rasulullah SAW tiba – tiba
datang seorang yang kedua betisnya berdarah karena digigit anjing milik seorang munafik,
bebrapa saat kemudian ada seoranjg lagi yang betisnya berdarah ternyata digigit oleh anjing
yang sama. Ketika Nabi Muhammad SAW hendak membunuh anjing tersebut anjing itu
berkata “ jangan bunuh saya sungguh saya beriman kepad Allah dan Rasul-Nya,
Sesungguhnya saya adalah anjing yang diperntah oleh Allah Ta’ala untuk menggigit orang
yang mencela dan mencaci maki Abu Bakar dan Umar bin Khatab.

10. Nabi Daud “Alaihis Salam

Nabi Daud adalah Makhluk pilihan Allah Ta’ala dan utusan-Nya. Kendatipun begitu,
beliau senantiasa menangis karena takut terhadap hari pemblasan (hari kiamat). Lalu
bagaimana dengan kita yang selalu berlumuran dosa? Untuk menangisi dosa saja sangat
jarang, bahkan nyaris kita tidak pernah menangisi dosa-dosa yang telah menggunung ini.
Kita baru menangis jika kehilangan harta benda.

11. Kematian Khalifah Umar bin Abdul Aziz Membuat Raja Romawi Bersedih

Raja Romawi menagisi Kematian Umar bin Abdul Aziz karena beliau kagum dengan
Umar bin Abdul Aziz meskipun dunia berda disekitarnya, tetapi dia menolaknya dan memilih
hidup zuhud ( Mengosongkan hati dari dunia, menjauhi kelebihan harta, dan memilih hidup
secukupnya).

12. Renungan 2

Yazid bin Muhallab adalah gubernur Khurasan (searang Iran) pergi dalam suatu
perjalanan dengan anaknya Mu’awiyah. Lalu mereka dijamu oleh seorang wanita desa.
Wanita desa tersebut menyembelih seekor kambing untuk keperluan jamuan tersebut, setelah
makan Yazid bertanya kepada anakmya “ Berapa uang yang kamu pegang?” Anaknya
menjawab “ seratus dirham” Yazid kemudian berkata “ Berikan semuanya kepada wanita itu.”

Anaknya kemudian berkata, “ Dia kan Wanita miskin, dia pasti senang menerima pemberian
yang sedikit, lagi pula dia tidak mengenal kedudukan ayah.” Yazid lalu menjawab. “ Kalau
dia senang menerima yang sedikit, maka aku rela memberi yang banyak, dan kalau dia tidak
mengenal aku, maka aku mengenal siapa diriku.”

13. Abu Hurairah, Sosok yang Menakjubkan


Pernah suatu ketika ada seorang yang membangun rumah di Madinah. Ketika Abu
Huarairah melewati rumah tersebut, orang itu berkata, “ Wahai Abu Hurairah, apa yang harus
aku tulis di pintu rumahku yang baru ini?” Beliau menjawab “ Tulislah di pintunya :
Kubangun rumah ini unttuk diruntuhkan, aku dilahirkan unttuk mati, dan aku mengumpulkan
harta untuk diwarisi!”

Saat detik – detik kematian menghampirinya, beliau menangis. Lalu beliau ditanya, “
Apa yang membuatmu menagis?” Beliau Menjawab, “ Akku tidak menangisi dunia kalian,
tetapi aku menangisi jauhnya perjalananku dan sedikitnya bekalku. Sesungguhnya aku akan
menaiki lereng di antara surga dan neraka, dan aku tidak tahu ke mana aku akan ditarik!”

14. Shalatnya Sang Wali Agung

Amir bin Qais adalah seorang yang sangat mencintai shalat. Sampai ular masuk kedalam
bajunya pun tidak terasa. Beliau adalah orang yang menempa jiwa dengan shalat 1.000
rakaat setiap harinya. Beliau juga adalah orang yang pertama kali masuk masjid dan terakhir
keluardari masjid.

15. Sedekah dan Karomah Abu Muslim Al-Khaulani

Suatu hari istri Abu Muslim Al-Khaulani memberitahunya tidak punya sesuatu yang
dapat dimakan. Istrinya hanya memiliki satu dirham dari hasil menjual tenunan, kemudian
Abu Musli ke pasar dengan membawa uang tersebut, sesampainya di pasar beliau bertemu
dengan pengemis dan dibirikanlah uang tersebut kepada pengemis dan beliau memasukkan
tanah ke dalam wadah gandumnya, dengan hati cemas beliau meletakkan wadah gandum
tersebut kemudian cepat-cepat pergi.

Ketika malam tiba, beliau pun pulang ke rumah dengan perasaan khawatir. Namun,
ternyata istrinya menghidangkan makan malam dengan beberapa roti. Beliau penasaran dan
bertanya kepada istrinya dari mana roti tersebut, istrinya menjawab roti tersebut dibuat dari
gandum yang beliau bawa. Lalu beliau makan roti tersebut sambil menangis.

16. Walaupun Lumpuh, Rabi’ bin Khutsaim tetap Shalat Bejamaah di Masjid
Ketika Rabi’ bin Khutsaim lumpuh, beliau ke luar menuju masjid untuk shalat berjamaah
dengan dipapah. Bagi beliau ketika Allah berseru menuju kemenangan beliau selalu
memenuhi panggilan-Nya meskipun dengan merangkak.

Hendaklah kita meniru Rabi’ bin Khutsaim keski dalam keadaan limpuh beliau tetap
ingin menjalakan shalat berjamaah, bagaimana dengan kita yang dalam keadaan sehat? Bagi
siapapun yang senantiasa mengunjungi rumah Allah, pasti Allah akan memberikannya rizki,
kasih sayang, ketenangan hidup dan ampunan yang berlimpah.

17. Alangkah Santunnya Ali Zainal Abidin

Ali Zainal Abidin pernah dituduh mencuri kantung yang berisi uang 1000 Dinar ( 1 Dinar
kurang lebih 4 gram emas) lalu dihina dan di caci juga, tetapi beliau tidak membalas makian
dan cacian orang tersebut bahkan memberikan uang nya 1000 dinar kepada orang tersebut,
ketika orang tersebut kembali kerumahnya didapatinya kantong berisi uang nya dirumahnya.
Kemudian orang tersebut menghampiri Ali Zainal Abidin meminta maaf dan mengembalikan
uang 1000 dinarnya tapi Ali Zainal Abidin tidak menerima uang tersebut. Beliau berkata
“Engkau telah kumaaf kan dan uang 1000 dinar itu untukmu, semoga Allah memberkatimu
kami keturunan Rasulullah SAW jika telah memberi sesuatu tidak akan menariknya kembali.

18. Renungan 3

Seorang wanita tua datang menghadap Sultan Sulaiman Al-Qanuni untuk mengadukan
bahwa domba-dombanya telah dicuri tentara Sultan ketika dia sedang tidur. Kemudian Sultan
berkata kepadanya “mengapa kamu tidur! Seharusnya kamu menjaga ternak – ternak mu!.

Mendengar perkataan tersebut wanita itu menjawab “ Saya kira baginda menjaga dan
melindungi kami sehingga kami dapat tidur dengan nyenyak ! ternyata tidak”.

19. Tidak Hanya Berbicara

Suatu hari ada seseorang mendatangi Imam Hasan Al – Basri untuk meminta tolong
berkhotbah mengenai anjuran membebaskan budak. Tapi ketika beliau berkhotbah tidak
berkhotbah tentang memerdekakan budak tapi hal lain hingga shalat jum’at ke lima baru
berkhotbah mengenai memerdekakan budak. Sampai orang yang meminta tolong tersebut
bertanya kenapa di hari kelima. Beliau menjawab waktu itu beliau belum cukup untuk
membeli budak dan di hari kelima shalat jumat beliau baru memiliki uang dan beliau bisa
membeli budak. Beliau tidak mau menasehati kaum muslimin tentang anjuran pembebasan
budak jika beliau belum mengerjakannya.

20. Bersumpah untuk Tidak Tertawa

Imam Thalhah bin Musharrafi adalah orang yang sedikit bicara dan lenih banyak diam.
Beliaupun sangat menghindari kemsyhuran. Pernah suatunketika beliau tertawa, lalu beliau
segera merenung dan mencerca dirinya “Untuk apa tertawa! Yang layak tertawa hanyalah
orang yang telah melewati shirath (jembatan yang memnentang ke surga, yang dibawahnya
terdapat neraka) dan masuk kedalam surga dengan aman.

Wahai sahabatku, lihatlah diri kita yang hina ini. Kita justru lebih senang tertawa, bahkan
untuk bisa tertawa kita rela mengorbankan waktu dan uang. Kebodohan macam apa ini
bertumpuk – tumpuk dosa yang telah kita lakukan.

21. Keluhuran Akhlak

Imam Hasan Al-Bashri mempunyai seorang tetangga Nasrani yang berdampingan, suatu
hari tetangganya membuat WC diatap rumahnya. Hal ini membuat rumah beliau kemasukan
air seni yang menetes dari celah-celah dinding bagian atas rumah tetangganya tersebut.
Dengan penuh kesabaran beliau menyediakan bejana untuk menampungnya selama 40 tahun
tanpa ada yang mengetahuinya.

Suatu ketika beliau menderita sakit, tetangganya terebut menjenguknya dan melihat ada
air yang menetes dirumahnya dan bertanya air apa itu, beliau pun menjawab itu adalah air
tetesan dari wc mu. Orang Nasrani itu bertanya lagi berapa lama aku sudah menyusahkanmu
beliau menjawab baru 20 tahun. Kemudian Nasrani tersebut membaca dua kalimat syahadat.

Inilah akhlak para ulama terdahulu, sehingga tidak mengherankan jika pada saat itu
banyak orang non-muslim berbondong – bondong masuk Islam. Hal ini karena pala ulama
terdahulu lebih menjunjung akhlak ketimbang berdakwah.

22. Sungguh Mengagumkan


Imam Hisyam bin Muhammad, Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri, Imam Syaqiq bin Salamah
dan Imam Asy-Syafi’i mereka adalah ulama-ulama generasi awal yang memiliki daya ingat
dan kecepatan hafalan yang sangat luar biasa.

23. Wafatnya Para Kekasih Allah

Sa’ad bin Mu’adz, Imam Al-Junaid Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali dan Syekh Umar Al-
Muhdhar mereka adalah para peghuni surga dan kekasih Allah. Mengapa demikian karena
merekah semua meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah. Semoga kita meninggal dalam
keadaan khusnul khotimah. Aamiin.

24. Renungan 4

Ada seseorang dengan profesi pemecah batu yang sedang memecahkan batu besar, dia
memukul batu dengan palu gondamnya sampai 100 kali tanpa terlihat tanda akan terpecahnya
batu tersebut. Namun pada akhirnya batu itu pun pecah.

Pecahnya batu bukanlah disebabkan pukulan terakhir, tetapi oleh keseluruhan 100
pukulan yang sebelumnya. Alangkah banyak orang yang dalam usahanya gagal di tengah
jalan, dan betapa banyaknya pula orang yang putus asa dalam perjuangannya sebelum
memetik hasilnya dalam waktu yang tidak lama lagi.

Sebenarnya apabila seseorang bersaba, tabah, ulet dan meneruskan sampai pukulan
terakhir sesudah pukulannya yang ke 100 dia akan berhasil akan memecahkannya. Begitu
pula kita cobalah tekuni bidang apapun yang sedang kita kerjakan jangan lah putus asa jika
mendapatkan kegagalan teruskanlah karena jika kta terus berusaha dan bersabar kita akan
memetik hasilnya.

25. Pencuri pun Bertobat

Rumah Imam Khalaf bin Abi Ayyub dimasuki pencuri ketika beliau sedang shalat
malam. Denagn sangat cepat pencuri tersebut memasukkan harta beliau ke dalam kantong
besar miliknya. Tanpa disadari si pencuri Imam Khalaf bin Abi Ayyubi mengetahui dan
memerhatikannya. Lalu pencuri itu keluar melaui tembok dan beusaha menaikinya tettapi
tidak bisa. Berkali-kali dilakukan tetap tidak bisa. Imam Khalaf pun merasa iba dan
memberikannya kunci menyuruhnya keluar lewat pintu. Pencuri itupun malu dan berkata “
Demi Allah orang seperti engkau tidak layak dizalimi” pencuri itupun akhirnya meminta
maaf dan mengembalikan hartanya dan bertaubat kepada Allah.

26. Kasih Sayang

Al-Habib Saggaf bin Muhammad selalu mengamati dan memperhatikan kadaan orang-
orang miskin disekitar padahal beliau adalah orang miskin. Wahai orang-orang yang berharta
waspadahal meski anak-anak anda terjamin makanan, pakaian, dan pendidikan, semnetara
orang-orang disekita anda kelaparan dan putus sekolah ini sungguh akan membinasakananda
di akhirat kelak.

27. Lihatlah Orang yang Telah Allah Sukseskan Ini

Imam Wahb bin Munabbih adalah seorang qadhi di Shana’a, Yaman. Selama 40 tahun
beliau selalu sholat subuh dengan wudhu iysa artinya beliau tidak pernah tidur snantiasa
beribadah kepada Rabbnya. Suatu ketika beliau pernah menginap dirumah sahabatnya. Ketika
malan tiba beliau memecahkan kesunyian malam dengan ibadah, zikir dan memcaba Al-
Qur’an. Ketika sahabatnya bangun dia kaget karena melihat cahaya yang menaunbi beliau.

28. Berbakti Kepada Orangtua

Kahmas bin Hasan Al-Qaisi memiliki kebiasaan shalat 1000 rakaat dalam sehari
semalam. Beliaupun orang yang sangat hati-hati ketika uang nya terjatuh dijalan beliu
menemukannya tapi tidak jadi diambil karena beliau berpikir uang itu takut bukan miliknya.
Beliau juga orang yang sangat berbakti kepada orangtua nya. Setiap hari membeli buah-buah
dari hasil kerjanya untuk ibunya.

Sesunguhnya penyebab rezeki sempit adalah karena kita tidak bersedekah kepada
orangtua. Karena orangtua adalah keramat hidup. Karena ridha Allah bergantung kepada
keridhaan orangtua. Jika orangtua sudah ridha senang dengan Anda, maka Allah pun ridha
kepada Anda. Jika Allah sudah ridha kepada Anda, Inysa Allah pintu Rezeki akan terbuka
lebar untuk anda.

29. Kesungguhan yang Berbuah Manis


Amir bin Abdullah adalah seorang yang menghabiskan malamnya untuk Shalat dan
siangnya untuk puasa. Saat penyakitnya menggerogotinya, dan beliau duduk dipembaringan
dalam keadaan menahan sakit tiba-tiba terdengar suara adzan. Beliaupun bangun sambil
berkata, “ tuntunlah aku ke masjid” tapi seorang berkata kepadanya agar shalat di rumah saja
tapi Amir bin Abdullah teteap ingin ke masjid menunaikan seruan Allah. Ketika saat ruku
beliau meninggal dunia.

30. Renungan 5

Pergaulan anak – anak zaman sekarang ini bukan masalah yang sepele yang kita abaikan
begitu saja. Karena jika diabaikan akan berdampak buruk tidak ada pengawasan tidak ada
pengontrolan jika sebagai orangtua tidak mengajarkan yang baik dan membiarkan berbuat
buruk nanti dikahirat akan dimintai pertanggung jawaban kelak.

31. Kesedihan Orang – Orang Shaleh

Imam Yunus bin ‘Ubaid adalah orang yang shaleh saat beliau sakit banyak yang besedih
karena takut akan kepergiannya. Kemudian beliau melihat ke arah kedua kakinya lalu beliau
menangis tersdu-sedu. Kemudian seorang bertanya apa yang membuatnya menangis
sedangkan beliau adalah orang yang terbaik diantara mereka. Beliau menjawab sedih karena
kakinya bekum pernah berdebu dijalan Allah (berjihad).

32. Kecerdasan Hatim Al-Asham

Imam Hatim Al-Asham pernah ditantang berdebat oleh seorang Yahudi. Orang Yahudi
tersebut ingin mempermalukan beliau. Tetapi beliau dapat menjawab semua pertanyaan
Yahudi tersebut dan akhirnya orang Yahudi tersebut masuk Islam.

33. Kemewahan Tidak Melalaikannya

Ibnu Jauhari adalah seorang wali yang sangat terkenal. Pernah ada seorang laki-laki ingin
bertemu beliau, tapi laki-laki tersebut mengurungkan niatnya karena meliat beliau duduk di
atas permadani yang indah dengan bantal-bantal yang empuk. Ketika hendak pergi beliau
bertemu seorang wanita yang tampak kebingungan, ditanya oleh laki-laki tersebut mengapa
tampak kebingungan jawab wanita itu dia memiliki seorang putri yang akan menikah
kesurupan jin. Laki-laki itu mencoba mengeluarkan jin. Ketika membacakan ayat Al-Quran
jin tersebut mengikuti bacaannya. Laki-laki itu bertanya kenapa mengganggu wanita tersebut.
Jin itu menjawab karena wanita tersebut membuang najis dan mengenai pakaiannya ketika jin
tersebut ingin melaksakan shalat berjamaah dengan Ibnu Jauhari. Kemudian laki-laki itu
berkata apakah engkau mencintai Ibnu Jauhari? Jawab jin iya. Lelaki itu berkata lagi, “ kalau
begitu, keluarlah engkau dari tubuhnya karena cinta kepada Ibnu Jauhari dan karena
kbesarannya.” Kejadian ini membuat takjub lelaki itu dan menimbulkan keiginan dihatinya
untuk sekali lagi mengunjungi Ibnu Jauhari.

34. Amalannya Sungguh Luar Biasa

Sulaiman At-Taimi adalah mutiara dimasanya dan permata dizamannya. Bsemasa


hidupnya selalu digunakan untuk beribadah selama 40 tahun berpuasa dan selama 20 tahun
tidak pernah membaringkam tubuhnya di bumi. Serta beliau adalah seorang yang gemar
bersedekah.

35. Sekilas Tentang Abu Hanifah

Abu Hanifah adalah orang yang berwajah tampan, berpenampilan menarik, dan bertutur
kata indah. Beliau sangat menyukai ilmu. Beliau berenag di laitan ilmu, bertarung dengan
gelombang masalah dan menyelami kedalaman ilmu hingga menggapai mutiaranya. Hatinya
selalu disibukkan oleh ilmu.

36. Renungan 6

Ada seorang murid Nabi Musa Alahis Salam yang menyertai beliau dan menimba banyak
ilmu darinya. Sehingga muridnya itu berlimpah harta serta kekayaannya.

Suatu hari Nabi Musa pun mencari kabar tentang muridnya, dan bertanya kepada
sesorang siapa yang melihat muridnya ditujukkanlah seekor babi. Kemudian nabi Musa
memohon kepada Allah agar mengembalikan rupa muridnya. Tapi Allah menolak dan
memberi tahu Musa Muridnya seperti itu dikarenakan mencari dunia dengan agamanya.

37. Siasat Asiyah dalam Berdakwah

Asiyah adalah istri Fir’aun tetapi beliau tetap teguh beriman kepada Allah Ta’ala secara
sembunyi-sembunyi. Beliau pernah mengajak para budak dan pelayan Fir’aun tetapi mereka
semua menolak dan tetap pada pendirian mereka, yakni menyembah Fir’aun.
Akhirnya Asiyah pun mencari siasat agar mereka memeluk islam. Saat itu beliau
menemukan ide, yaitu mengajak suaminya untuk bertaruh dalam sebuah permainan. Apabila
Fir’aun kalah maka harus berdiri di depan pintu istana dengan teanjang.

Ternyata Fir’aun kalah dan menepati janjinya. Tatkala para budak dan pembantu
melihatnya, mereka semua mengngkari ketuhanan Fir’aun karena sangat buruk dan jeleknya
postur tubuh Fir’aun. Lalu mereka semua pun masiuk Islam.

38. Menjadi Pemberi, Bukan yang Diberi

Suatu ketika Imam Ibrahim bin Adham bertemu dengan Imam Syaqiq Al-Balkhi di
Mekkah. Pada saat itu Ibrahim berkata kepada Syaqiq, “Peristiwa apa yang membuatmu
mencapai kedudukan mulia ini. Ketika Syaqiq di padang sahara melihat seekor burung yang
patah sayapnya tetapi masih bertahan hidup beliau heran setelah diperhatikan ternyata ada
seekor burung yang memberinya makan. Allah yang telah mengirim burung itu ke padang
sahara hanya untuk memberi makan.

Saat sejak itulah Syaqiq memutuskan untuk tidak lagi bekerja. Aku sibukkan diriku
untuk beribadah ke pada Allah Ta’ala. Setelah mendengar cerita Syaqiq, Ibrahim berkata
kepadanya. Mengapa tidak memilih menjadi burung yang sehat yang memberi makan kepada
burung yang sakit, sehingga engkau menjadi lebih utama darinya?. Ibrahim melanjutkan
apakah belum sampai kepadamu hadis Rasulullah SAW yang berbunyi “ Tangan yang diatas
lebih baik dari tangan yang di bawah”

Mendengar ucapan Ibrahim, Syaqiq segera menggenggam tangan beliau, lalu


menciumnya seraya berkata “ Engkau adalah guruku”

39. Ajaib

Tatkala Imam Tsabit bin Asad Al-Bunani wafat, orang – orang berziarah ke kubur beliau
mendengar dari dalam kuburnya suara bacaan Al-Qur’an. ini sungguh aneh, benar – benar
sangat ajaib, orang yang telah wafat masih dapat membaca Al-Qur’an di dalam kuburnya

.
40. Tiga Kalimat dari Tiga Imam

Imam Syafi’i berkata “ Tidaklah aku berdebat dengan seseorang, kecuali aku
menginginkan bahwa dialah yang menang”.

Imam Bukhari Berkata “ Sejak aku Bakigh, aku tidak pernah sekalipun menggunjing
seorang muslim.”

Imam Az-Zuhri berkata “ Demi Allah, seandaynya ada suara yang menyeru dari langit
bahwa dusta itu halal, aku tetap tidak akan berdusta.”

41. Renungan 7

Janganlah selalu tampak susah dan sedih. Karena tidak ada sesuatu kejadian yang tidak
dikehendaki Allah, tidak ada rezeki yang telah ditetapkan oleh Allah dikuranginya, dan tidak
ada umur yang sudah dicatat Allah dikuranginya.

42. Nilai Sebuah Waktu

Wahai saudaraku kita semua memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam dalam sehari.
Namun, kenapa ada yang sukses dan ada yang gagal dan mengapa ada yang sudah sukses di
usia muda dan ada menunggu tua dulu baru sukses bahkan terkadang ada yang sudah tua pun
belum sukses , bahkan sampai meninggal dunia. Apa yang salah jawabannya sederhana sekali
yaitu WAKTU.

43. Nasihat Untuk Umat Islam

Imam Ibnu Ka’ab pernah menasehati Khalifa Umar bin Abdul Aziz ketika sang khalifah
meminta nasehat kepada beliau.

Beliau kemudian menasehatiny, “Apabila engkau ingin selamat dari siksa Allah, maka
jadikanlah orang muslim yang tua sebagai ayahmu, yang kecil sebagai anakmu, dan yang
pertengahan sebagai saudaramu, dan sayangilah anakmu”.
44. Suara dari dalam Kubur

Ketika Sayyidatuns Fatimah binti Rasulullah SAW wafat, ada empat yang membawa
jenazahnya, yaitu suaminya (Imam Ali bin Abi Thalib), kedua anaknya (Imam Hasan dan
Imam Husain) dan Abu Dzar Al-Ghifari.

Setelah mereka menguburnya, Abu Dzar Al-Ghifari berdiri seraya berkata. Wahai
kuburan, tahukah engkau siapa yang kami kubur? Beliau adalah Fatimah Az-Zahra, anak
perempuan Rasulullah SAW, istri Ali bin Abi Thalib, ibunda Hasan dan Husain.

Setelah beliau mengatakan demikian, terdengar suara dari dalam kubur, “ Saya bukanlah
tempat orang – orang yang bernasab dan keturunan mulia. Tetapi saya adalah tempat bagi
amal shaleh dan kebaikan-kebaikan. Oelh karena itu, tidak akan ada yang selamat dari saya,
kecuali orang – orang yang banyak melakukan kebaikan, selamat hatinya, dan ikhlas
amalnya.

45. Rabi’ah Al-‘Adawiyyah dan Dua Buah Roti

Dua orang berkunjung kepada Rabi’ah AL-Adawiyyah. Keduanya berbisik, “Semoga


beliau nanti menjamu kita dengan baik dan menyuguhkan makanan kepada kita.” Hal ini
dilakukan mereka karena lapar.

Ketika mereka telah dipersilahkan duduk, mereka lalu disuguhi dua buah toti. Melihat
hal ini merekasangat gembira. Namun sayang sekali, belum sempat mereka memakan roti
tersebut, datang lah seorang pengemis. Dan mereka pun tidak menduga, ternyata makanan
yang telah disuguhkan untuk mereka diberikan kepada pengemis itu. Mereka merasa kecewa
tetapi mereka hanya diam membisu.

Tak lama kemudain datanglah seorang pelayan wanita membawakan roti yang masih
“hangat. Pelayan wanita itu berkata kepada beliau, :Majikanku menyuruhku untuk
mengantarkan roti-roti ini kepadamu.”

Kemudian beliau menghitung roti-roti itu yang berjumlah 18 buah. Lantas beliau
berkata, “Engkau salah, mungkin roti-roti ini bukan untukku.”

Pelayan itu berusaha neyakinkan beliau bahwa roti-roti tersebut memang benar-benar
untuk beliau. Namun, beliau tetap tidak mau menerimanya. Akhirnya pelayan tersebut
membawa kembali roti-roti tersebut dan berpikir bahwa beliau mengetahuinya.
Dihadapan majikannya, dia mengakui dan menyesali perbuatannya yang telah
mengambil dua buah roti untuk Rabi’ah Al-Dawiyyah dari majikannya. Pelayan itu meminta
maaf kepada majikannya dan meminta ganti roti yang telah diambilnya. Setelah diberikan
oleh majikannya, pelayan itu kembali mendatangi rumah beliau untuk menyerahkan roti-roti
itu.

Setelah Rabi’ah Al-Adawiyyah menghitung jumlah roti-rotinya yang ternyata berjumlah


20, beliaupun menerima pemberian itu dan berkata, “ Nah, roti-roti ini memang telah
dikirimkan majikanmu untukku.”

Kemudian roti-roti itupun disuguhkan kepada tamu-tamunya. Dengan penuh heran,


mereka bertabya, “ Apa arti semua ini? Pertama engkau telah menghidangkan roti untuk
kami, tetapi akhirnya engkau berikan kepada pengemis? Kedua ketika pelayan wanita itu
membawa roti yang berjumlah 18 engkau tidak menerimanya, dan mengatakan bahwa roti itu
bukan untukmu? Ketiga krtika pelayan itu membawa roti berjumlah 20 buah engkau
menerimanya, dan mengatakan bahwa ini baru benar-benar untukmu?”

Beliaupun akhirnya menjawab, ketika kalian datang, aku mengetahui bahwa kalian
sedang lapar. Namun hati kecilku berkata, tegakah engkau menyuguhkan kepada tamumu
yang sedang lapar itu hanya dua buah roti? Itulah sebabnya ketika pengemis itu datang, aku
berikan roti itu kepadanya, dan aku berdoa kepada Allah Ta’ala, ya Allah engkau telah
berjanji di dalam kitabmu, bahwa engkau akan mengganti 10 kali lipat bagi sesuatu yang
disedekahkan. Aku pegang teguh janji-Mu itu. Semoga Engkau memberikan 20 roti
kepadaku.” Itulah sebabnya ketika 18 roti diantar kepadaku aku tidak menerimanya, pasti ada
yang tidak beres, sebab yang Allah janjikan adalah 10 kali lipat.”

46. Masih Tentang Rabi’ah Al-‘Adawiyyah

Suatu hari ada seseorang yang memperlihatkan kesaktiannya kepada Rabi’ah. Orang itu
menghamparkan sajadahnya di atas air dan berkata, “Wahai Rabi’ah marilah kita shalat di
atas air!.”

Setelah orang tersebut berkata demikian, Rabi’ah langsung melemparkan sajadahnya ke


udara, dan sajadah itupun elayang di udara. Lalu beliau melompat ke atasnya seraya berkata
kepada orang itu “Naiklah kesini marilah kita shalat diatas udara.”
Melihat hal tersebut, orang itu terdiam malu, kemudian beliau berkata, “Hai hamba
Allah, yang engkau lakukan tadi dapat dengan mudah dilakukan oleh ikan-ikan, dan yang
kulakukan tadi pun dapat dengan sangat mudah dilakukan oleh burung-burung! Yang
terpenting dalam hidup ini bukan kehebatan semacam itu, sama sekali bukan. Tapi yang
terpenting adalah bagaimana kita bisa mengabdikan diri kita secara total kepada Allah

.
47. Renungan 8

Alkisah ada seorang ayah yang mempunyai anak dengan kemampuan mengetahui hal-hal
gaib. Hanya dengan melihat wajah seseorang, anak itu dapat mengetahui mana orang baik
dan mana orang jahat. Dia pun menjadi bangga dengan karunia yang dimiliki sang anak.

Namun lama kelamaan kelebihan yang dimiliki sang anak membuatnya resah. Pasalnya
anaknya sring mencela dan mengusir tamu yang berkunjung kerumahnya. Sang ayah merasa
malu pada tamunya karena tingkah anaknya. Akhirnya dia mencari cara agar anaknya tidak
lagi bisa mengetahui hal-hal gaib.

Diapun mencari kurma tetangganya. Lalu mencampurnya dengan kurma miliknya.


Kemudian kurma tersebut diberikan kepada anakya. Ternyata anaknya tidak mau
memakannya bahkan mencela sang ayah. Sang ayah kesal, lalu megikat tangan anaknya dan
memaksa anaknya untuk memakan kurma tersebut.

Akhirnya dia berhasil membuat anaknya makankurma, dan sejak saat itu sang anak tidak
bisa lagi mengetahui hal-hal gaib. Semua keistimewaan sang anakpun lenyap hanya karena
sebutir kurma haram.

48. Bahaya Meninggalkan Shalat

Talah diriwayatkan bahwa seorang wanita Bani Israil datang menemui Nabi Musa As.
Lalu wanita itu berkata, “Wahai utusan Allah, sesungguhnya aku telah berbuat dosa, tetapi
aku telah bertaubat kepada Allah. Doakan lah aku agar Allah berkenan mengampuni dan
menerima taubatku.

Beliau bertanya,”Apakah sebenarnya dosamu?” Wanita itu menjawab “ Aku telah berzina
dan anak hasil perzinaannya telah aku bunuh.” Beliau berkata, “ Pergilah engkau! Jangan
sampai api turun dari langit membakar kamu lantaran perbuatan burukmu1 pergilah!.”
Lalu malaikat jibril mendatangi beliau seraya berkata, “Wahai Musa, tahukah engkau
orang yang lebih buruk dari wanita itu?” Orang yang meninggalkan shalat!” .

Wahai saudaraku lihatlah betapa buruknya orang yang meninggalkan shalat.

49. Umar bin Khattab dan Burung Pipit

Suatu ketika Umar bin Khattab berjalan melewati sebuah gang di Madinah. Kemudain
beliau melihat seorang anak kecil sedang bermain-main dengan seekor burung pipit yang ada
digenggamannya. Karena merasa iba akhirnya beliau membeli burug itu dari anak kecil
tersebut, lalu melepaskannya.

Tatkala beliau wafat banyak orang-orang yang bermimpi bertemu beliau dan Allah tealah
mengampuni dosa-dosanya. Mereka bertanya sebab apa? Jawab Umar “Tatkala aku wafat
mereka menguburku lalu datang dua malaikat yang sangat menakutkan, ketika kedua
malaikat itu hendak bertanya, tiba-tiba terdengar suara tanpa rupa yang berseru, “Biarlah
hambaku ini janganlah kalian menanyainya dan menakut-nakutinya sesungguhnya aku telah
merahmatinya dan mengamouni segala dosa-dosanya lantara sewaktu di dunia dia pernah
berlaku kasih sayang kepada seekor burung pipit. Karena itu lah maka sekarang Aku pun
berlaku kasih sayang kepadanya.

50. Shalat Berjamaah

Banyak para ulama yang menganjurkan shalat berjamah seperti Imam Hakim, Imam
Thabrani, Imam Abu Daud mereka selalu mengikuti suri tauladan Rasulullah karena Rasul
selalu melaksanakan shalat berjamaah.ada sebuah cerita Ibnu Maktum pernah menemui
Rasulullah SAW , Ibnu Matum bercerita kepada Rasul bahwa dikota tempat nya tinggal
banyak binatang buas dan dia buta tidak ada yang menuntunya ke masjid apa boleh shalat di
rumah saja. Rasul pun bertanya” Apa kamu mendengar suara Adzan?” jawab Ibnu Maktum
“ya” Rasul pun berkata “Penuhilah panggilannya. Aku tidak melihat adanya keringanan
bagimu”. Begitu utamanya Shalat berjamaah jadi ketika kita mendengar adzan hendak lah
kita melakukan seruan itu berangakt ke masjid untuk shalat berjamaah.
51. Balasan bagi Orang yang Dermawan

Suatu hari Imam Abdullah bin Ja’far memasuki sebuah perkebunan kurma. Disana beliau
melihat seorang budak kecil berkulit hitam sedang menjaga kebun tersebut, ditangan budak
tersebut ada beberapa roti. Sesaat kemudain ada seekkr anjing memasuki kebun tersebut.
Sang budak memberikannya roti kepada anjing itu, anjing itu memakan roti tersebut dan
budak itu menambahkan dua potong roti lagi. Imam pun bertanya kesehariannya makan apa
dan kenapa memberikan semua roti itu kepada anjing? Budak itu menjawab kesehariannya
makan roti tapi di daerah itu tidak ada anjing pasti anjing itu datang dari jauh dia tentu sangat
lapar jadi rotinya diberikan kepada anjing dan hari itu budak tersebut puasa. Imam berpikir
budak itu lebih dermawan dibanding dengannya. Kemudain Imam membeli perkebunan
kurma tersebut beserta budaknya dan kemudian perkebunan kurma itu diberikan kepada
budak tersebut. Begitulah balasan Allah yang tidak disangka karena kedermawanan kita

52. Imam Syafi’i dan Tukang Jahit

Sekelompok orang yang dengki kepada Imam Syafi’i berulang kali membuat beliau
marah. Pernah suatu hari Imam Syafi’i menjahitkan pajunya kepada tukang jahit. Kemudian
sekelompok orang dengki itu mnghampiri tukang jahid danmenghasudnya untuk menjahit
baju Imam Syafi’i lengan kanannya lebih sempit dan lengan kirinya lebi lebar. Tetapi imam
Syafi’i justru malah berterimakasih kepada tunag jahit tersebut karena telah membantu
masalahnya yang setiap kali menulis beliau harus menggulung lengan baju kanannya setalh
dikecilkan tidak pelu menggulung lagi, dan juga memudahkan beliau membawa buku
dilengan kirinya setelah baju lengan kirinya dilebarkan karena beliau serung kesulitan
membawa buku-bukunya. Begitulah Imam Syafi’i selalu berfikir positif terhadap apa yang
beliau alami.

53. Renungan 9

Imam Lukman Al-Hakim berkata kepada anaknya, “Duhai anakku, janganlah engkau
menibukkan dirimu dengan dunia hingga membahayakan akhiratmu. Dan janganlah pula
engkau mengabaikan dunia hingga merepotkan orang lain.

Maksudnya dunia tidak terlarang selama tidak melalaikan kita dari menunaikan
kewajiban-kewajiban kita terhadap san Khalik, yakni Allah Ta’ala.
54. Waspadalah Terhadap Doa Orang yang Dzalimi

Imam ibnu Katsir menceritakan sebuah kisah. Beliau menutur kan bahwa suatu ketika
ada seorang yang shaleh mendatangi seorang penguasa zalim. Ketika orang shaleh itu datang
dan mengadukan masalahnya, sang penguasa langsung memukul mukanya.

Lantas orang saleh itu berkata, “Ya Allah, aku tidak memiliki kekuatan sehingga aku
dapat menang, dan aku tidak memiliki kesalahan sehingga aku meminta ampun. Ya Allah,
aku telah dikalahkan dan dizalimi! Maka berilah aku pertolongan. Ya Allah potong lah tangan
kanannya. Setelah kejadian ini, ternyata tidak sampai seminggu tangan penguasa yang zalim
itu sudah terpoting dan tergantung di Kota Kufah.

Wahai saudaraku, lihatlah betapa cepat Allah mengabilkan doa orang yang dizalimi, dan
perhatikan bagaimana Allah menghinakan orang yangdurhaka di akhir hayatnya.

55. Amalan yang Dapat Mempertemukan dengan Nabi Khidir ‘Alaihis Salam

Imam Ibrahim Al-Khawwas telah bertemu dengan Nabi Khidir. Ketika itu beliau berkata
kepada Nabi Khidir, “ Amalan apa yang menyebabkan aku bisa bertemu dengan engkau
seperti saat ini?” Nabi Khidir pun menjawab, “ Sebab Baktimu kepada Ibumu.”

56. Merekalah Teladan Kita

Ummar bin Khatab selsai melaksanakan shalat isya di masjid beliau pulang sesampai di
rumah beliau melaksanakn shalat sunnah hingga subuh. Utsman bin Affan terbiasa
menghabiskan malam dengan shalat. Syaddad setiap malam tidak pernah tidur karena beliau
merasa ketakutan terhadap neraka mengusir rasa kntuknya. Imam Sa’id bin Musayyab shalat
subuh dengan wudhu shalat isya. Imam Shilah bin Asyyam menghabiskan seluruh malamnya
dengan shalat.Imam Ibrahim bin Adham tidak pernah tidur sama sekali semalam bulan
Ramadhan baik disiang maupun di malam hari. Imam Syafi’i selalu menghatamkan Al-
Qur’an sebanyak 60 kali selama ramadhan, yang hebatnya beliau menghatamkannya dalam
shalat.
57. Sang Zahid yang Berkelimpahan

Dahulu ada seorang laki-laki yang hidupzuhud. Dia sangat giat beribadah dan hidup dari
hasil memancing ikan di laut setiap harinya. Ikan hasil pancingannya sebagian dia makan
sebagian lagi dia sedekahkan. Tetapi dia selalu hidup susah beda halnya dengan kakaknya,
kakaknya hidup mewah. Mengapa demikian karena hati kakaknya telah dibersihkan oleh
Allah dari dunia walaupun dunia ada di sekelilingnya, beliau mampu meletakkan dunia
ditelapak kakinya, beliau tidak menempatkan dunia dihati. Sedangkan adiknya walaupun
tidak memiliki harta, tetapi di dalam hatinya masih bercokol kuat keinginan untuk
memperoleh hata dan menumpuk harta.

58. Kesungguhan Sayyid Muhammad Jamalul Lail dalam Beribadah

Sayyid Muhammad dijuluki Jamalul lail, yang artinya unta malam. Dijuluki demikian
karena beliau menjadikan malam sebagai kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Allah
Ta’ala.

59. Renungan 10

Orang bijak berkata bahwa ada 10 macam orang yang sangat dibenci Allah Ta’ala yaitu:
orang kaya yang pelit, Fakir miskin yang sombong, ulama yang rakus terhadap dunia, wanita
yang sedikit rasa malunya, orang tua yang masih terlalu cinta terhadap dunia, pemuda yang
malas, penguasa yang zalim, para pejuang yang penakut, orang zuhud yang bangga dengan
dirinya atas kezuhudannya, serta ahli ibadah yang memamerkan amalnya (Riya).

60. Kesungguhan Sayyid Abdullah bin Husain bin Thahir dalam Beribadah

Sayyid Abdullah bin Husain bin Thahir wafat pada tahun 1272 H. Beliau memiliki
kebiasaan untuk membaca kalimat tahlil (Laa Ilaaha Illallah) sebanyak 25.000 kali dan
shalawat kepada Rasulullah SAW sebanyak 25.000 kali setiap hari.

Setiap kali ingin melaksanakan shalat, beliau terlebih dahulu mandi dan memakai
minyak wangi. Ini beliau lakukan karena ingin terlihat bersih, rapi dan wangi di hadapan
kekasihnya (Allah Ta’ala).
61. Pentingnya Dakwah

Jika ingin mendapatkan martabat sebagai kaum yang shaleh , berusahalah untuk
sungguh-sungguh berdakwah. Jangan sekali – kali pedulikan celaan orang. Niatkan dakwah
sebagai usaha untuk menolong dan mengikuti Rasulullah SAW.

62. Nasihat untuk penghuni Zaman ini

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menasehatkan kepada kita : manusia di zaman ini
hendaknya menjaga cahaya imannya, karena pergaulan dengan orang – orang yang diliputi
kegelapan hanya akan menularkan kegelapan. Alangkah seringnya hati berbolak – balik. Jika
engkau berusaha khusyuk di dalam shalat, zikir atau membaca Al-Qur;an maka hatimu akan
mengajakmu berkelana ketempat lain sehingga engkau menjadi lalai.

63. Khidmat

Syekh Al-Gimri tertarik untuk menempuh jalan orang-orang sufi, lalu beliau menemuui
seorangsufi besar yaitu Imam Ahmad Az-Zahid. Tetapi Imam Ahmad berkata bahwa Syekh
Al-Gimri tidak pantas, tapi beliau tetap mamaksa ingin menjadi sufi dan meminta tugas,
akhirnya sang Imam menugasksn untuk membersihkan Wc, pekerjaan tersebut beliau
kerjakan selama 1 tahun. Setelah 1 tahun sang umam mengangkatnya menjadi tukang sapu.
Dan, tahun berikutanya beliau diangkat sebagai petugas yang bertanggung jawab utuk
menyalakan lampu.

Setiap malam beliau mengerjakan tugasnya dengan teratur dan disiplin. Suatu malam
beliau tertidur sebelum menyalakan lampu-lampu tersebut. Lalu ditengah malam nya sang
imam memasuki masjid. Ketika melihat semua lampu belum dinyalaka, Imam berteriak
menmanggil belia, sehingga beliau terkejut beliau bangun dari tidurnya sambil menunjuk
semua lampu dimasjid dengan telunjuknya. Keajaiban pun terjadi, tiba-tiba semua lampu
yang berjumlah 1.000 buah menyala.

Sang Imam berkata “ Sekarang engkau telah berhasil. Pulanglah ke kampung


halamanmu,Allah Ta/ala akan menjadikanmu bermanfaat bagi orang banyak.” Setelah beliau
tinggal bersama sang Imam selama 10 Tahun, barulah berhasil.
64. Manfaat Siwak

Berikut beberapa manfaat bersiwak : Memfasihkan lidah, memperlambat tumbuhnya


uban, memperlambat proses penuaan, memudahkan sakaratul maut, memperkuat badan,
mencerdaskan akal, menghinakan dan membuat murka setan, meluaskan rezeki,
menyembuhkan penyakit gigi dan pusing, membersihkan hati dari karat yang menutupinya,
menyembuhkan impoten dan kemandulan, menjadikan mata jelas dan terang, mengeluarkan
lendir dan riak (dahak), menguatkan hafalan, mencegah punggung dari bungkuk ketika tua,
terakhir mengingatkan syahadat ketika sakaratul maut.

65. Renungan 11

Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, jadi, usahakan sebisa mungkin untuk tidak
meminta, tetapi justru menjadi pemberi. Namun yang perlu digaris bawahi di sini adalah
jangan sampai kita merendahkan, menghina, mencaci, dan menyakiti hati orang yang datang
kepada kita untuk meminta sesuatu. Insya Allah pemberian kita akan membuat rezeki kita
semakin berkah dan berlimpah ruah.

66. Untaian Mutiara Imam Hasan Al-Bashri

Imam Hasan Al-Bashri termasuk salah satu orang terbaik dizamannya, baik dalam hal
ilmu, ibadah, maupun zuhudnya. Nyaris tidak ada orang yang sebanding dengannya. Beliau
wafat pada tahun 110 H. Untaian mutiaranya yaitu : di antara ciri-ciri orang tawadhu (rendah
hati) adalah setiap kali dia bertemu dengan orang, dia mengaggap bahwa oarang lain lebih
mulia dari dirinya, jadikan dunia sebagai kendaraanmu! Jika engkau dapat menunggangi
(Mengendalikannya) maka engkau akan selamat. Namun jika engkau yang ditungganginya
maka dunia yang akan membinasakanmu.

67. Para Wali Wanita yang Agung

Beberapa wanita kekasih Allah yang namanya diukir dalam sejarah dengan tinta emas
disertai karomahny yaitu Sayyidatuna Rabi’ah Al-Adawiyyah, Sayyidatuna Mu’adzah,
Sayyidatuna Fatimah Al-Aina dan Sayyidatuna Ruqayyah Al-Maushuliyyah
68. Kezuhudan Imam Ma’ruf Al-Karkhi

Tatkala Imam Ma’ruf Al-Karakhi sakit menjelang wafatnya, beliau berwasiat dengan
berkata, “ juka aku meninggal dunia, sedekahkanlah pakaian yang melekat ditubuhku ini
kepada orang lain, karena aku ingin pergi meninggalkan dunia ini dengan telanjangsebagai
mana aku terlahir di dunia ini.

69. Imam Abu Sulaiman Ad-Darani

Imam Abu Sulaiman Ad-Darani adalah pemimpin para aulia (kekasih Allah). Belai wafat
pada tahun 215 H. Di antara doa beliau adalah : Ya Allah jika Engkau menyiksaku lantara
dosa – dosa, maka aku akan menuntut kedermawanan-Mu, jika Engkau memasukkan ku
kedalam neraka, maka akan aku beri tahu seluruh penghuni neraka tentang tulusnya cintaku
kepada – Mu.

70. Air Laut pun Terasa Manis

Banyak yang terjadi di saat malam lailatul qadar diantaranya dalah bahwa iar laut
berubahmenjadi manis, sebagaimana yang di alami oleh sahabat Nabi Muhammda SAW yang
bernama Abdah bin Abi Lubabah Ra, beliau berkata, “ Pada malam yang ke-27 bulan
Ramadhan aku merasakan air lau benar-bnear teras manis.”

71. Renungan 12

Ada sebuah kisah terjadi kecelakaan kapal laut dan hanya satu orang yag selamat, dan
terdampar dipulau kecil. Orang tersebut berdoa dan memohon kepada Allah agar
menolongnya.setiap hari hanya meliat laut karena berharap ada kapal yang datang iuntuk
menolongnya, tapi tak ada sau kapalpun yang datang. Sambil menanti datangnya pertolongan,
dia mambut gubuk kecil untuk berteduh dan beristirahat.

Suatu hari, setelah pergi mencari makan, dia mendapati gubuknya habis terbakar. Asap
bergulung-gulung. Tubuhnya semakin lemah tak berdaya, air matapun mengalir deras
dipipinya. Dan dengan perasaan pilu berkata, “Tuhan teganya Engkau berbuat demikian
terhadapku.”
Keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekat kerahnya. Akhirnya
kapal itupun datang untuk menolongnya. Dengan penuh bahagia dia bertanya “bagaimana
bisa tahu ada aku disini?”. Sang penolong berkata, “aku melihat kepulan asap yang kau
kirim.”

Dengan perasaan har dan linangan air mata dia berkata, “Wahai zztuhan, aku bersyukur
atas terbakarnya gubukku, dan aku memohon ampun atas dugaanku terhadap-Mu.”

Terkadang tanpa disadari kitapun sering mengalami hal seperti in. Saat gagal binis,
lamaran kerja ditolak, dipecat, gagal ujian, batal menikah, cinta yang ditolak, orang yang kita
cintai meninggal dunia dan segudang masalah yang kita anggap besar dan menyedihkan
terjadi pada kita apa yang kita rasakan? Sedih, frustasi, dan putus asa.

Ketahuilah bahwa apa yang menurut kita baik, belum tentu menurt Allah juga baik. Dan
sebaliknya, apa yang menurut kita buruk, belum tentu menurut-Nya buruk. Allah lebih
mengetahui hal-hal yang terbaik untuk kita.

72. Iman Merka Sulit Ditandingi

Orang-orang yang memiliki iman yang teguh dan kukuh laksana gunung yaitu Bilal bin
Rabah, Khabbab bin Al-Arat, Ammar , Yasir dan Sumayyah.

73. Karomah Imam Dzun Nun Al-Mishri

Suatu ketika datang seorang wanita menghadap Imam Dzun Nun Al-Mishri meminta
bantuan untuk menolong anaknya yang dimakan buaya di suangi Nil. Kemudian beliau
segera berangkat dan berdoa kepada Allah untuk memperlihatkan kepadanya buaya tersebut.
Buaya tersebut muncul, lalu beliau membelah perutnya dan mengeluarkan anak tersebut dari
perutnya. Yang menakjubkan ternyata buaya dan anak tersebut masih hidup.

74. Empat Perampok yang Sesungguhnya

Orang bijak berkata, “ setiap orang akan berjumpa dengan empat hal yang akan
merampas miliknya yaitu : Malaikat maut yang akan merampas rohnya, Ahli waris yang akan
mewarisi harta kekayaannya setelah dia meninggal, rayap dan ulat tanah yang menggrogiti
badannya didalam kubur, dan orang yang pernah dia zalimi yang akan merampas amal-amal
kebaikannya.

75. Sekilas Tentang Imam Al-Bukhari

Imam Al-Bukhari adalah pengarang kitab shahih Bukhari yang terkenal itu yang lahir
pada tahun 194 H, kitab yang tersahih di bumi ini setelah Al-Qur’an. setiap setelah selesai
menulis satu buah hadis beliau selalu menjalankan shalat sunah dua rakaat. Setiap hari belaiu
hanya makan satu buah kurma tidak lebih. Beliau wafat pada tahun 256 H dalam usian 62
tahun.

76. Tujuh Hal yang Sangat Mengherankan

a. Aku heran terhadap orang yang meyakini bahawa kematian itu pasti datang, tetapi masih
bisa tertawa terbahak – bahak.
b. Aku heran terhadap orang yang tahu bahwa dunia tidak kekal, tetapi sangat rakus
terhadapnya.
c. Aku heran terhadap orang yang memahami bahwa segala sesuatu telah ditentukan Allah,
tetapi masih beduka cita terhadap sesuatu yang hilang dari miliknya.
d. Aku heran terhadap orang yang mengetahui bahwa dia akan dihisab kelak, tetapi masih
menumpukkan harta tanpa disedekahkan.
e. Aku heran terhadap orang yang meyakini bahwa neraka itu tempat siksaan, tetapi masih
saja berbuat dosa.
f. Aku heran terhadap orang yang meyakini bahwa surga itu tempat kenikmatan, tetapi
tidak sungguh – sungguh dalam beribadah.
g. Aku heran terhadap orang yang mengetahui bahwa setan itu musuh yang nyata, tetapi
sentaiasa tunduk dan patuh terhadap godaannya.

77. Renungan 13

Dengan kedua kaki yang dapat membawaku ketempat manapun yang aku inginkan,
dengan kedua pasang mata yang dapat melihat aneka keindahan yang ada di sekelilingku, dan
dengan kedua telinga yang dapat mendengar apapun yang ingin aku ketahui, maafkan aku
bila selalu mengeluh, mengeluh dan mengeluh.

78. Memohon Ampun Kepada Allah Selama 30 Tahun


Suatu ketika Imam Sari (Sirri) As-Saqathi bercerita, “pada saat terjadi kebakaran di kota
Baghdad, seseorang menyampaikan kabar kepadaku dengan berkata, Tokomu selamat!
Seketika itu juga aku mengucapkan Alhamdulillah sebagai tanda syukur kepada Allah Ta’ala
atas selamatnya tokoku. Sejak saat itu sampai sekarang, yakni selama 30 tahun, aku mohon
ampun kepada Allah dan menyesali syukur itu, karena berarti aku senang dengan selamatya
tokoku dan lupa terhadap musibah yang menimpa saudara muslim yang lain.

79. Wahai Para Pemimpin, Bercerminlah Kepada Umar bin Khatab

Umar bin Khatab adalah khalifah yang patut dicontoh. Seuatu hari Aslam bersama Umar
pergi kesuatu tempat. Lalu terlihat nyala api dari kejauhan. Umar mengajak Aslam untuk
melihatnya sesampai disana beliau melihat seorang wanita bersama beberapa anak kecil yang
menangis. Ternyata anak tersebut kelaparan dan wanita itu memasak air untuk menenangkan
anaknya dan tertidur. Kemudain Umar kembali ke Madinah, beliau mengambil sebuah karung
kemudian mengisinya dengan gandum, kurma, mentega, beberapa potong pakaian dan
beberapa dirham dari baitul mal. Kemudian Umar meletakkan karung itu di pundaknya untuk
diberikan kepada wanita tersebut.

80. Setelah Pahit, Akan Muncul Manis

Seorang ulama besar yang bernama Imam Syibli senantiasa melakukan ibadah di malam
hari secara terus menerus tanpa terputus selama 40 tahun.

Ketika beliau ditanya tentang ihwal ibadahnya itu, beliau berkata, “ Aku telah melakukan
Shalat malam selama 40 tahun. Dua puluh tahun pertama aku merasakan pahitnya ibadah dan
dua puluh tahun terakhir baru aku merasakan manisnya ibadah.

81. Imam Ali bin Abi Thalib dan Kuburan

Suatu hari Kumail berjalan bersama Ali bin Abi Thalib yang hendak mendekati kuburan
menanyakan kabar penghuni kubur tersebut. Dan menceritakan kabar yang ada di dunia, istri
dan anak-anaknya. Kemudian beliau berkata kepada Kepada Kumail seandainya mereka
dapat bicara, niscaya mereka akan berkata “ sebaik –sebaik bekal adalah takwa.”
Setelah berkata demekian, beliau menagis tersedu – sedu dan berkata, “ Wahai Kumail,
kubur adalah tempat menyimpan amal dan kita baru akan mengetahuinya setelah kita mati.”

82. Sekelumit Tentang Syekh Ahmad Ar-Rifa’i

Akhlak Syekh Ahmad Ar-Rifa’i sangat luhur dan agung. Jika bertemu siapapun, beliau
selalu terlebih daulu mengucapkan salam. Beberapa karomah Syekh Ahmad Ar-Rifa’i adalah
jika orang tuli menghadiri pengajiannya dia dapat mendengar suara beliau dan memahami
penjelasannya

83. Renungan 14

Kita sering menduga bahwa kehidupan kita akan sempurna bila pasangan kita memiliki
mobil, rumah sendiri atau bila kita telah pensiun. Ketahuilah tidak ada saat yang tepat dan
lebih baik untuk memulai hidup bahagia dari pada saat ini dan Tidak ada jalan menuju
kebahagiaan, karena pada hakikatnya kebahagiaan adalah proses perjalanan itu sendiri, bukan
tujuan. Jadi cobalah menikmati setiap detik dari proses perjalanan itu.

84. Akibat Durhaka Kepada Orangtua

Ada sebuah kisah dari Imam “Atha bin Yasar bahwa pada suatu hari ada sekelompok
orang yang menempuh perjalanan kesuatutempat. Ditengah perjalananmereka singgah dan
bermalam disuatu kampung. Saat malam tiba mereka mendengar ringkikan keledai yang tak
henti-hentinya sehingga mengganggu tidur mereka. Lalu mereka mencari sumber suara
tersebut dan yernyata suara tersebut dari sebuah ruah yang dihuni oleh seorang nenek. Suara
keledai itu adalah anak nenek tersebut yang telah Allh ubah menjadi keledai karena selalu
memanggil nenek tersebut dengan julukan keledai.

85. Shalat yang Khusyuk

Orang – orang yang khusyuk dalam sholatnya adalah Abdullah bin Zubair, sujud dalam
sholatnya terlampau lama hingga burung-burung hinggap di atas punggungnya, karena
burung-burung menganggap itu patung. Syekh Muslim bin Yasar tetap shalat meski tembok
masjid runtuh, Imam Hatim Al-Asham manganggap shalatnya yang terakhir, Umar bin
Khattab di tikam dengan belati yang menyebabkan kematiannya. Inilah beberapa contoh
seseorang yang shalat dengan khusyuk.

86. Tiga Hal yang Paling Dicintai oleh Khalifah yang Empat

Tiga Hal yang di cintai Abu Bakar : Memandang Wajah Rasulullah SAW, Menginfakkan
hartanya kepada Rasulullah SAW, Menikahkan Anak perempuannya dengan Rasulullah SAW.

Tiga Hal yang di cintai Umar Bin Khattab : menyuruh orang berbuat baik, mrncegah
orang berbuat buruk, mengenakan pakaian yang tidak bagus.

Tiga Hal yang di cintai Usman bin Affan : Memberi makan orang yang kelaparan,
memberi pakaian kepada orang yang tidak memiliki pakaian, membaca dan menghayati Al-
Qur’an

Tiga Hal yang di cintai Ali Bin Abi Thalib : Menjamu dan melayani tamu, puasa di saat
musim panas, berjihad fi sabilillah.

87. Kedermawanan 1

Syekh Abdullah bin Amir membeli rumah dari Khalid bin Uqbah dengan harga 90.000
dirham. Ketika keluarga Khalid mengetahui ini mereka semua bersedih. Malam harinya
beliau mendengar suara tangisan dari dalam rumah khalid, dan beliau bertanya mengapa
menangis mereka menjawab menganisi penjualan rumah ini. Dan Syekh Abdullah bin Amir
pun mengemnbalikan rumah tersebut dan tidak mengambil kembali uang pembeliannya.

88. Kedermawanan 2

Suatu hari Syekh Qais bin Sa’ad jatuh sakit. Namun sedikit dari sahabat-sahabatnya yang
menjenguk padahal ketika beliau sehat banyak mereka sering mengunjunginya. Beliau heran
ketika ditanya mengapa demikian ternyata mereka malu untuk mengunjunginya tanpa
membayar hutang. Mendengar hal tersebut kemudian Syekh Qais mengumumkan keseluruh
desa bahwa telah membebaskan hutang orang – orang yang behutang kepadanya. Setelah itu
banyak sahabat-sahabat yang mengunjunginya.