Anda di halaman 1dari 8

Waktu-Waktu Terkabulnya Do'a

Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat
hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan
seorang penyair:

‫هللا يغضب إن تركت سؤاله وبني آدمحين يسأل يغضب‬

“Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia
ketika diminta ia marah”

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah
memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa.
Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

‫يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لكعلى ما كان منك وال أبالي‬

“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni
dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits
hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa


membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang
baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya
dikertas, entah berapa lembar akan terpakai. Maka kita tidak perlu heran jika Allah
Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh
Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan
neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

َ ‫ا ْدعُونِي أ َ ْست َِجبْ لَ ُك ْم إِنَّالَّذِينَ يَ ْست َ ْكبِ ُرونَ َع ْن ِعبَا َدتِي‬


ِ ‫سيَ ْد ُخلُونَ َج َهنَّ َم َد‬
َ‫اخ ِرين‬

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang
menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke
dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya,karena
hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui
perantara dan dijamin akan dikabulkan.

BerdoaDi Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan
memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu
tersebut dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Sepertiga Malam.

Rasulullah saw. bersabda: “Keadaan yang paling dekat antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu
tengah malam akhir. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah, maka
kerjakanlah pada waktu itu.” Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya bagian
dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan
sesuai dengan waktu itu, pasti Allah mengabulkannya.” Imam Ahmad menambah:“Itu terjadi di setiap
malam.”

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir.

Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

ِ ‫َوبِ ْاْل َ ْس َح‬


‫ار ه ُْميَ ْست َ ْغف ُِرون‬

“Ketika waktu sahur(akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan”

(QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb
kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang
berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

‫ من‬، ‫ من يسألني فأعطيه‬، ‫ من يدعوني فأستجيب له‬: ‫ يقول‬،‫ حين يب قى ثلث الليالآلخر‬، ‫ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا‬
‫يستغفرني فأغفر له‬

“Rabb kita turun kelangit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian
berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-
Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘”

(HR. Bukhari no.1145,Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat,sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan
Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu
berbeda. Yang penting kita mengimani bahwaAllah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata
demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberijulukan Ash shadiqul Mashduq (orang
jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan
bagaimana caranya. Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah
waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

2. Saat Sujud.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

‫ فأكثروا الدعا‬. ‫أقرب ما يكون العبد منربه وهو ساجد‬

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka
perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

3. Ketika Adzan Berkumandang.

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan
pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda:

‫ثنتان ال تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهمبعضا‬

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan
berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang”

(HR. Abu Daud, 2540,Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata:“Hasan Shahih”)

4. Antara Adzan dan Iqamat.

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa,
berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

‫الدعاء ال يرد بين اْلذان واإلقامة‬

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa,
bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan
mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam, amalan-
amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

‫ال إن كلكم مناج ربه فال يؤذين بعضكم بعضا وال يرفع بعضكم على بعض في القراءةأو قال في الصالة‬

“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu
satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau
berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al
Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

Selain itu, orangyang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras diwaktu jeda ini, telah
meninggalkan amalan yang di anjurkan olehRasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa.
Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia
inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.

5. Ketika Bertemu Musuh.

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari
orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah olehAllah Ta’ala.
Dalilnya adalah hadits berikut:

‫ثنتان ال تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهمبعضا‬

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan
berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud,
2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar,1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

6. Ketika Hujan Turun.


Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa
jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh
karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk
berdoa memohon apa yang diinginkan kepada AllahTa’ala:

‫ و تحت المطر‬، ‫ الدعاء عند النداء‬: ‫ثنتان ما تردان‬

“Doa tidak tertolakpada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun”

(HR Al Hakim, 2534,dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

7. Potongan Waktu Akhirdi Hari Jum’at.

Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda,

‫ إال أعطاه‬، ‫ يسأل هللا تعالى شيئا‬، ‫ وهو قائم يصلي‬، ‫ اليوافقها عبد مسلم‬، ‫ فيه ساعة‬: ‫ فقال‬، ‫أن رسول هللا صلى هللا عليه وسلم ذكر يوم الجمعة‬
‫وأشار بيده يقللها‬. ‫إياه‬

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda:
‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia
minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR.
Bukhari 935, Muslim 852dari sahabat Abu HurairahRadhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42
pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan
hadits:

‫هي ما بين أن يجلس اإلمام إلى أن تقضى الصالة‬

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim,853 dari
sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

‫يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة ال يوجد مسلم يسأل هللا عز وجل شيئا إال أتاهاهلل عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر‬

“Dalam 12 jam hariJum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza
WaJalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR.Abu Daud, no.1048 dari
sahabat Jabir bin AbdillahRadhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini
dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan
para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh
riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat
ini.
Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua
pendapat yang ada. Ibnu‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa
pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di
hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin
Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

8. Doa Seseorang UntukSaudaranya Tanpa Sepengetahuan Saudaranya.

Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang
muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu, kecuali Malaikat berkata,
bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah
saw. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak.”

9. Hendaknya KetikaTidur Dalam Kondisi Dzikir, Kemudian Ketika Bangun Malam Berdoa.

Dari Muadz bin Jabaldari Nabi saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan
dzikir dan bersuci, kemudian ketika ia bangun di tengah malam, ia meminta kepada Allah suatu
kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah pasti mengabulkannya.”

10. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia
merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah
seharian menahannya, sebagaimana hadits:

‫ فرحة عند فطره و فرحة عندلقاء ربه‬: ‫للصائم فرحتان‬

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa


dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim,no.1151)

Keberkahan lain diwaktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah
berpuasa,sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

‫ثالث ال ترد دعوتهم الصائم حتى يفطرواإلمام العادل و المظلوم‬

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka,
doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi
no.2528,Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih
At Tirmidzi)

Oleh karena itu,jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang
termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa
yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa.
Sebagaimana hadits

‫كان رسول هللا صلى هللا عليه وسلم إذاأفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت اْلجر إن شاء هللا‬

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca


doa:
‫ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت اْلجر إن شاء هللا‬

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan.
Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401,dihasankan oleh Ibnu
Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

‫اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرتبرحمتك يا ارحم الراحمين‬

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di
kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa inisebagai hadits
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa.
Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini
tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan
doa tersebut, semisal:

‫ اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم‬: ‫كان رسول هللا صلى هللا عليه وسلم إذاأفطر قال‬

“Biasanya RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca


doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni,innaka antas
samii’ul ‘aliim”

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani:


“Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al
Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini
semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

11. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an.Malam ini lebih utama
dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

َ ‫لَ ْيلَةُ ْالقَد ِْر َخي ٌْر ِم ْن أ َ ْل ِف‬


‫ش ْهر‬

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa.


Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

‫قلت يا رسول هللا أرأيت إن علمت أي ليلةليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني‬
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang
sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau
bersabda: Berdoalah:

‫اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني‬

Allahumma innaka‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah,


sesungguhnyaengkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka
ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi,3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan
Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan


ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan
bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan
lafadz yang diajarkan tersebut.

12. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

‫قيل يا رسول هللا صلى هللا عليه وسلم أيالدعاء أسمع قال جوف الليل اآلخر ودبر الصلوات المكتوبات‬

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah?Beliau
bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang
dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat
bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa
meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu
Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau
tidak? Jawabannya: tidakdisyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

ََّ‫صالة َ فَا ْذ ُك ُروَّللاا‬


َّ ‫ض ْيت ُ ُم ال‬
َ َ‫فَإِذَا ق‬

“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah


berfirman‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu
untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa


meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak
disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang
disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan
sebelum salam.

13. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya
doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin
Abdillah Radhiallahu’anhu:
‫ فاستُجيب له يوم‬،‫ ويوم اْلربعاء‬،‫ ويوم الثالثاء‬،‫أن النبي صلى هللا عليه وسلم دعا في مسجدالفتح ثالثا يوم االثنين‬
‫ فلم ينزل بي أمر مه ٌّم غليظ إِالّ تو َّخيْتُ تلك الساعة فأدعو‬:‫ف ال ِب ْش ُر في وجهه قال جابر‬
َ ‫اْلربعاءبين الصالتين فعُ ِر‬
‫فيهافأعرف اإلجابة‬

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali,yaitu hari Senin,
Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat.
Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu
perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk
berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

‫فاستجيب له يوم اْلربعاء بين الصالتينالظهر والعصر‬

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar”
(HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata:
“Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

14. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah,yaitu
tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa,baik bagi
jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan
ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

‫خير الدعاء دعاء يوم عرفة‬

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi,3585. Di
shahihkan Al Albani dalam Shahih AtTirmidzi)

15. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

‫ماء زمزم لما شرب له‬

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah,2/1018.
Dishahihkan Al Albani dalam Shahih IbniMajah, 2502)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk


berdoa.Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima
amal ibadah kita.

sumber: muslim.or.id