Anda di halaman 1dari 18

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/324686690

STUDI PENJADWALAN WAKTU DENGAN METODE LINE OF BALANCE (LOB)


UNTUK MEMBANGUN PERUMAHAN PASCA BENCANA TSUNAMI DI NAD
(STUDI KASUS PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI CALANG)

Article · June 2008

CITATIONS READS

0 378

2 authors:

Yenywaty Simamora Waluyo Nuswantoro


Universitas Palangka Raya Universitas Palangka Raya
1 PUBLICATION   0 CITATIONS    14 PUBLICATIONS   0 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

BIAYA KONSTRUKSI View project

STUDI TEKNIS DAN SOSIAL PERUMAHAN DI KOTA PALANGKA RAYA View project

All content following this page was uploaded by Waluyo Nuswantoro on 22 April 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Yenywaty S. dan Waluyo Nuswantoro., Studi Penjadwalan Waktu Dengan Metode Line Of Balance (LOB) ...
_______________________________________________________________________________________________

STUDI PENJADWALAN WAKTU


DENGAN METODE LINE OF BALANCE (LOB) UNTUK MEMBANGUN
PERUMAHAN PASCA BENCANA TSUNAMI DI NAD
(STUDI KASUS PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI CALANG)

Oleh : Yenywaty Simamora 1 dan Waluyo Nuswantoro 2

Abstraksi

Gempa tektonik dan Tsunami yang melanda NAD dan Nias pada tanggal 26 Desember
2004, mengakibatkan kerusakan yang besar pada hampir semua infrastruktur, termasuk rumah-
rumah penduduk, sarana dan prasarana jalan dan lalu lintas angkutan jalan, terutama untuk
bangunan yang berada dekat dengan pantai. Banyaknya jumlah pengungsi korban Tsunami
yang harus segera ditangani dengan menyediakan rumah dalam jumlah besar, dalam kondisi
transportasi yang lumpuh total, dan kurang atau bahkan tidak tersedianya sumber daya lokal
yang berupa tenaga kerja, material bangunan dan alat kerja merupakan suatu masalah yang
harus diatasi. Untuk itu dicari solusi, bagaimana cara membangun kembali rumah-rumah yang
hancur pasca bencana Tsunami secara cepat sesuai dengan kondisi yang disebutkan di atas.
Untuk itu, rumah yang dapat dibangun dalam waktu singkat dengan biaya material
yang relatif murah dan mudah pembuatannya, serta menggunakan sumber daya yang
sederhana dan mudah didapatkan ialah rumah yang disumbangkan oleh Perguruan Tinggi
Negeri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Rumah ini diberi nama Rumah ITS untuk
Aceh (RI-A). Dengan menggunakan desain ini, dilakukan perencanaan metode penjadwalan
yang sesuai untuk membangun suatu perumahan. Dalam hal ini, karena proyek perumahan
merupakan proyek yang repetitif, maka digunakan Metode Penjadwalan Linier (Linier of
Balance Method).
Dari hasil analisis didapatkan bahwa strategi untuk membangun secara cepat 236 unit
RI-A dapat dilakukan dengan menggunakan tenaga kerja sebanyak 85 orang, sehingga proyek
ini akan dapat diselesaikan dalam waktu 750 jam atau kurang lebih 75 hari. Keunggulan dari
penggunaan metode ini terletak pada semakin terampilnya tenaga kerja, waktu produktivitas
yang dihasilkan akan semakin pendek dan stabil, sedangkan kelemahannya ialah antara
kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lain tidak boleh terjadi overlapping, dimana efeknya
ialah waktu penyelesaian proyek akan menjadi lebih lama.

Kata kunci: Rumah ITS untuk Aceh (RI-A), Knock Down dan Metode Penjadwalan Linier

PENDAHULUAN
Tanggal 26 Desember 2004, terjadi Tsunami yang memporakporandakan
gempa tektonik berkekuatan 8.9 Skala sebagian besar wilayah Nanggroe Aceh
Ritcher. Gempa ini kemudian Darussalam (NAD). Informasi dari
menyebabkan timbulnya gelombang laporan penilaian terhadap kerusakan

1 Yenywaty Simamora, ST., MT adalah Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Palangka Raya
2 Ir. Waluyo Nuswantoro., MT adalah Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik

Universitas Palangka Raya


_________________________________________________________________________
1
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

dan kerugian multi sektoral menyebutkan kurangnya tenaga kerja, serta sesuai
bahwa lebih dari 1.000 desa dan kota telah dengan site plan yang telah disetujui oleh
terkena dampak bencana ini dan kurang pemerintah daerah NAD.
lebih 127.000 rumah dalam kondisi hancur Tujuan dari penelitian ini adalah
total. merencanakan pola pembangunan
Dengan demikian, adanya perumahan RI-A tipe 36 dalam waktu
kebutuhan yang mendesak akan yang cepat dengan menggunakan metode
penyediaan rumah bagi penduduk dalam penjadwalan yang tepat.
jumlah besar, ketidaktersediaan tenaga
kerja lokal sebagai pekerja bangunan
(karena kebanyakan pekerjaan rakyat Aceh TINJAUAN PUSTAKA
adalah nelayan atau pegawai, yang masih Jadwal Pelaksanaan Proyek
dalam kondisi trauma), dan terisolirnya Penjadwalan pekerjaan adalah
beberapa wilayah akibat terputusnya jalur salah satu komponen penting dalam
transportasi darat yang berdampak pada pelaksanaan suatu pekerjaan/proyek.
ketersediaan material bangunan dan alat Penjadwalan yang baik akan mampu
kerja di lokasi, menimbulkan suatu menekan waktu yang dibutuhkan untuk
pertanyaan, sistim konstruksi rumah yang pembangunan proyek, yaitu dengan
bagaimanakah yang dapat diterapkan pengaturan jadwal kerja yang tepat serta
untuk kondisi seperti ini? pengefisienan dalam penggunaan tenaga
Berbagai desain konsep, bentuk, kerja dan alat-alat kerja. Untuk
tipe maupun jenis rumah sehat sederhana menghasilkan penjadwalan yang baik
tahan gempa untuk daerah Aceh diusulkan maka diperlukan metode penjadwalan
oleh berbagai perguruan tinggi, instansi yang sesuai bagi suatu proyek.
Pemerintah maupun Swasta sebagai Metode LOB atau diagram garis
alternatif rumah untuk korban Tsunami. telah digunakan sebagi alat penjadwalan
Salah satu konsep pemikiran yang dan perencanaan yang cocok untuk
disumbangkan, yaitu pembuatan rumah digunakan pada proyek bersifat repetitif
dengan sistem konstruksi rumah bongkar atau berulang sejak tahun 1950, seperti
pasang (knock down) oleh Perguruan proyek perumahan, jalan, terowongan,
Tinggi Negeri Institut Teknologi Sepuluh kanalisasi, irigasi, penanaman pipa,
Nopember (ITS). Rumah ini diberi nama gedung bertingkat banyak dan lain-lain.
Rumah ITS untuk Aceh (RI-A), dimana Literatur-literatur (Selinger, 1980; Barrie,
konseptornya ialah Prof. Ir. Johan Silas 1984; Edmund, 1986; Arditi, 1986; Al
(Tatang, 2005). Sarraj, 1990; Pilcher, 1992; Callahan, 1992)
Dengan menggunakan desain RI-A menyatakan bahwa LOB adalah metode
tipe 36 sebagai obyek rumah yang akan yang paling sesuai untuk tipe proyek
dijadikan solusi terhadap penyediaan seperti ini. Metode ini menyediakan
rumah massal bagi korban gempa dan dimensi yang unik dan sangat berguna
Tsunami, sebagian besar dari bagi pemakainya dalam memperkirakan
permasalahan yang telah diuraikan apakah suatu proyek akan berjalan sesuai
sebelumnya dapat dijawab. rencana atau tidak.
Keunggulan dari penjadwalan
Maksud dan Tujuan Penelitian dengan Metoda Penjadwalan Linier:
Maksud dari penelitian ini adalah a. Hubungan antara waktu (durasi)
untuk menentukan strategi pembangunan suatu aktivitas dan atau volume pada
rumah massal pasca bencana Tsunami satu lokasi dapat terlihat dengan jelas
dengan menggunakan desain RI-A dalam karena penampilan dua dimensi.
waktu yang cepat, dengan kendala
________________________________________________________________________
2
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

b. Kecenderungan kegiatan dapat dilihat menggunakan MPL maka kemajuan tiap


dengan segera (actual vs plan), dimana aktivitas pada setiap lokasi di setiap
dalam jangka waktu tertentu dapat waktu dengan mudah dapat diketahui
segera dilihat, apakah kegiatan dan dimonitor oleh setiap petugas
pekerjaan lambat atau sebaliknya. lapangan. Karena, secara jelas dapat
c. Alternatif pelaksanaan dapat dilihat bahwa sumbu mendatar diagram
dikembangkan dengan menggeser ini menggambarkan durasi proyek dan
garis yang mewakili suatu aktivitas sumbu vertikal menggambarkan jumlah
pada diagram ke kiri/ke kanan atau unit atau panjang jarak yang telah
dengan memiringkan atau dicapai.
menegakkannya. Menurut Wardhana (1994),
hubungan antara lokasi (unit) dan waktu
Line of Balance (LOB) atau Metoda pada diagram metoda penjadwalan linier
Penjadwalan Linier (MPL) untuk beberapa aktivitas dapat dijelaskan
Metode LOB ini berasal dari sebagai berikut. Pada Gambar 2.64 garis
industri manufaktur (Carr and Meyer, miring menunjukkan aktivitas atau
1974) dan telah dikembangkan oleh U.S. kegiatan (i), sedangkan sudut kemiringan
Navy Department pada 1962 untuk memperlihatkan tingkat produksi
memprogram dan pengontrolan proyek terhadap waktu (ri). Secara umum dapat
repetitif. Setelah itu metode ini juga dirumuskan sebagai: rij yang berarti
dikembangkan lagi oleh National Building produktivitas i pada lokasi j, dimana i = 1,
Agency (di United Kingdom) untuk proyek 2, 3,..., n dan j = 1, 2, 3,..., m.
perumahan bersifat repetitif. Trimble
(1984) dalam Suhail dan Neale (1993), y (lokasi)
menjelaskan bahwa LOB sebagai alat
m
penjadwal yang berorientasi pada sumber
daya sebagai titik awal, mungkin akan 4
lebih realistis dibanding dengan
(j) 3
penjadwalan yang bertumpu pada aktivitas
saja. iiiiin
Metode ini diwujudkan dalam
bentuk diagram garis yang ditunjukkan 1
dengan 2 (dua) variabel. Variabel pertama 0
ialah lokasi dan variabel kedua ialah waktu x (waktu)
atau durasi. Untuk satuan waktu dapat
digunakan jam, hari, minggu atau bulan Gambar 1. Diagram Metoda Penjadwalan
tergantung dari lama waktu proyek dan Linier (Sumber: Wardhana,
ketelitian pemantauan yang diinginkan. 1994)
Sedangkan pada Lokasi diukur dengan
beberapa cara tergantung pada tipe W(i,j) diartikan sebagai kebutuhan
proyek, misalnya untuk gedung bertingkat jam-kerja per satuan sumber daya untuk
diukur terhadap ketinggian bangunan atau menyelesaikan kegiatan pada tiap-tiap
lantai. lokasi, yang merupakan hasil dari volume
Untuk proyek pemipaan atau pekerjaan {V(i,j)} dibagi dengan
proyek jalan dinyatakan dalam jarak yang produktivitas sumber daya {P(i,j)}, atau
diukur dengan satuan feet, meter atau dapat dituliskan sebagai berikut:
kilometer, sedangkan untuk proyek V i,j 
perumahan dinyatakan dalam unit. W i,j   .................. (1)
Menurut Edmund, dkk (1986), dengan P i,j 
_________________________________________________________________________
3
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

Catatan: dalam hal ini sumber daya mengenai waktu pelaksanaan dan metoda
yang digunakan adalah tenaga kerja di lapangan. Untuk pembangunan
manusia. 236 unit RI-A ini diperlukan pembuatan
Sedangkan waktu penyelesaian kegiatan jadwal pelaksanaan yang tepat dan
(i,j) dapat dirumuskan sebagai berikut: sesuai, sehingga pembangunan dapat
f(i,j) = S(i,j) + d(i,j) , dimana: S(i,j) adalah start berlangsung dengan terkendali dan
(mulai) kegiatan (i,j). f(i,j) adalah waktu efisien. Oleh sebab itu, pada proyek yang
finish (selesai) kegiatan (i,j). bersifat repetitif ini digunakan Metode
Bila kegiatan itu dilaksanakan Penjadwalan Linear. Selanjutnya pada
secara menerus, hubungan antara waktu bab ini akan diuraikan penerapan Metoda
mulai dan selesainya kegiatan adalah Penjadwalan Linier sebagai alat untuk
sebagai berikut: S(i,j) = f(i,j) mengendalikan proyek perumahan ini.
Sedangkan hubungan antar kegiatan dalam
suatu lokasi adalah waktu paling dini Data Spesifikasi Teknis Bangunan RI-A
dimulainya suatu kegiatan i setelah Luas bangunan : 36 m2/unit
selesainya kegiatan sebelumnya (i-1), Pondasi : Umpak beton
seperti yang dapat dirumuskan berikut: S(i,j) Dinding : Kayu (papan
≥ f(i,j) meranti)
Perbedaan kemiringan dari garis- Rangka Kuda-kuda : Papan kayu
garis pada diagram garis (Gambar 1) ini, (meranti)
mencerminkan kecepatan pekerjaan dan Daun Pintu Jendela : Papan kayu, engsel
kemajuannya. Dengan melihat kemiringan T10 sebanyak 9 buah
garis ini maka jarak antara satu aktivitas Penutup Atap : Seng gelombang tipe
dengan aktivitas yang lain dapat dilihat. 210 (36 lembar)
Dengan diagram ini perencanaan suatu Plat seng 10 meter
aktivitas proyek dapat diatur dengan cara Pengikat : Paku usuk, 14 kg;
menggeser ke kiri atau ke kanan sesuai paku seng, 2 kg
dengan kebutuhan/urgensi proses Kamar Mandi/dapur : Dinding
konstruksinya ataupun dengan batu merah (1842 buah), PC 14 zak,
memiringkan ke arah mendatar atau tegak keran air 1 buah, bak air mandi fiber 1
untuk menentukan kecepatan waktu buah, dan closet jongkok 1 buah.
pelaksanaannya. Lantai dalam : Beton rabat 36 m2
Menurut Singh (1994), kelebihan Ruang utama : 6 x 5 m2
utama dari metoda ini memberikan Lain-lain : Waktu pembangunan
indikasi yang lebih baik tentang tiap unit sekitar 10 jam.
ketergantungan dari satu aktivitas Tenaga kerja yang diperlukan 4-5 orang.
terhadap aktivitas lainnya. Hal ini sangat Perkakas kayu yang diperlukan palu dan
berguna selama berlangsungnya progres gergaji.
dari proyek. Sebab dengan segera dapat
dilihat jelas kapan tindakan korektif perlu Asumsi
diambil atas keterlambatan yang terjadi 1. Untuk menghitung durasi dari
pada suatu aktivitas dan lokasi masing-masing kegiatan diberikan
kegiatannya. berdasarkan 2 (dua) perlakuan jam
kerja, sebagai berikut:
a. 1 hari kerja = 10 jam, waktu kerja
ANALISIS DATA
08.00-13.00 dan 14.00-19.00
Dalam membahas strategi
b. 1 hari kerja = 8 jam, waktu kerja
penanganan secara cepat perumahan pasca
08.00-12.00 dan 13.00-17.00
bencana Tsunami di NAD, hal khusus yang
ditinjau dalam penelitian ini adalah
________________________________________________________________________
4
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

2. Material bangunan sudah siap pakai di Dengan demikian, bagan WBS


lokasi kerja. dari pembangunan 1 (satu) unit RI-A
dapat dilihat pada Lampiran 12.
Analisis Work Breakdown Structure
(WBS) Metode Pembuatan RI-A
Pembuatan WBS dilakukan Metode pelaksanaan pekerjaan
berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan sangat berpengaruh dalam
konstruksi atau Manual RI-A. WBS dibuat memperkirakan besarnya durasi dari
dengan menguraikan dan menstruktur masing-masing aktivitas yang terjadi di
kegiatan yang diperlukan ke dalam lapangan. Adapun metode pelaksanaan
elemen-elemen yang lebih kecil sesuai untuk pembuatan 1 (satu) unit RI-A dan
dengan level dan hubungan antar masing- data perkiraan produktivitas rata-rata
masing aktifitas, sehingga membentuk yang diambil berdasarkan 1 hari kerja =
suatu rangkaian total paket kerja. Uraian 10 jam adalah sebagai berikut:
pekerjaan yang dilakukan dalam 1. Pekerjaan Persiapan
pembangunan 1 (satu) unit RI-A adalah a. Pembersihan Lokasi
sebagai berikut: Ukuran lahan yang
A. Struktur Bawah disediakan adalah ukuran 1 (satu)
1. Pekerjaan Persiapan kapling tanah, yaitu 8x12m.
1.1. Pembersihan Lokasi Diasumsikan pekerjaan pembersihan
1.2. Bowplank dan Uitzet lokasi dilakukan pada lahan seluas
2. Pekerjaan Pondasi 8x8m, disesuaikan dengan luas lahan
2.1. Pembuatan Bekisting yang akan digunakan untuk
2.2. Pembuatan Angkur bangunan, yaitu ruang utama
2.3. Pengecoran Pondasi berukuran 6x5m ditambah dengan
2.4. Pemasangan Angkur fasilitas KM/WC yang berukuran
3. Pekerjaan Tanah 1,2x2m. Jadi ukuran luas bangunan
3.1. Pengurugan Tanah adalah 6x6,2m belum termasuk
4. Pekerjaan Lantai dengan teras depan selebar 1 m.
4.1. Pembuatan Lantai Plester Lokasi atau lahan yang akan
B. Struktur Atas dibangun, dibersihkan terlebih
1. Pekerjaan Kayu dahulu dari sampah material yang
1.1. Pekerjaan Kuda-kuda mengganggu. Adapun kondisi lahan
1.1.1. Kuda-kuda Tengah yang harus dibersihkan tampak pada
1.1.2. Kuda-kuda Samping Gambar 4.1 di bawah ini. Dari hasil
1.2. Pembuatan Daun Pintu dan wawancara diketahui bahwa estimasi
Jendela produktivitas rata-rata untuk
1.3. Pembuatan Dinding melakukan pekerjaan ini adalah 5
1.3.1. Dinding Depan (lima) lahan per hari dengan tenaga
1.3.2. Dinding Samping kerja sebanyak 1 (satu) orang.
1.3.3. Dinding Belakang
1.4. Pemasangan Gording
b. Bowplank dan Uitzet
2. Pekerjaan Atap
Lahan yang sudah
3. Pekerjaan Sanitasi
dibersihkan, diukur dengan
3.1. Sumur Resapan
menggunakan pita pengukur sesuai
3.2. Septictank
ukuran bangunan yang dibutuhkan.
4. Pekerjaan Batu
Hasil pengukuran itu lalu ditandai
4.1. Kamar Mandi dan Closet
dengan penancapan patok-patok
kayu, yang mana kemudian antara
_________________________________________________________________________
5
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

patok-patok yang sejajar dipasang sehingga berbentuk kotak dengan


ikatan dari benang. Tujuan dari ukuran 40x20x35cm. Kegiatan
kegiatan ini ialah untuk menentukan as pembuatan bekisting ini dapat dilihat
bangunan yang akan didirikan. Sama pada Gambar 4.4. Dari hasil
seperti pada pekerjaan pembersihan wawancara diketahui bahwa estimasi
lokasi, maka pekerjaan bowplank dan produktivitas rata-rata untuk
uitzet dilakukan pada lahan seluas melakukan pekerjaan ini adalah 8
8x8m. Adapun pelaksanaan pekerjaan (delapan) kotak bekisting per jam
ini di lapangan dapat dilihat pada dengan menggunakan tenaga kerja
Gambar 4.2, sedangkan hasil pekerjaan sebanyak 1 (satu) orang.
pada Gambar 4.3.
b. Pembuatan Angkur
Dari hasil wawancara
Angkur dibuat dari besi
diketahui bahwa estimasi
berdiameter 10mm yang dibentuk
produktivitas rata-rata untuk
sesuai dengan gambar detail pondasi.
melakukan pekerjaan ini adalah 1
Bentuk angkur dapat dilihat pada
(satu) lahan per 2 jam dengan tenaga
Gambar 4.5. Dari hasil wawancara
kerja sebanyak 2 (dua) orang.
diketahui bahwa estimasi
2. Pekerjaan Pondasi produktivitas rata-rata untuk
Pondasi berfungsi sebagai melakukan pekerjaan ini adalah 40
penyangga struktur dinding dan kuda- (empat puluh) batang angkur per jam
kuda. Di dalam Manual RI-A atau teori dengan menggunakan tenaga kerja
pekerjaan pondasi, disebutkan ada sebanyak 1 (satu) orang.
pekerjaan galian tanah untuk pondasi.
Artinya, elevasi pondasi berada di
c. Pengecoran Pondasi
bawah permukaan tanah. Akan tetapi
Pekerjaan pengecoran
dalam prakteknya, posisi pondasi
pondasi dilakukan dengan membuat
berada di atas permukaan tanah.
adukan campuran 1pc:3ps yang
Perubahan metode pelaksanaan ini
kemudian diisikan ke kotak-kotak
dilakukan karena kondisi nyata di
bekisting yang telah diletakkan sesuai
lapangan elevasi air muka tanah pada
tempatnya. Kegiatan pengecoran
lahan bangunan sama dengan, bahkan
pondasi ini dapat dilihat pada
ada yang elevasinya berada di atas
Gambar 4.6, Gambar 4.7, Gambar 4.8,
permukaan tanah. Jadi masih terdapat
dan Gambar 4.9. Dari hasil
genangan pada lahan yang akan
wawancara diketahui bahwa estimasi
dibangun. Sehingga tidak ada
produktivitas rata-rata untuk
pekerjaan galian tanah pada pekerjaan
melakukan pekerjaan ini adalah 20
pondasi. Pondasi dibuat di atas
(dua puluh) kotak per 3 jam, dengan
permukaan tanah, ditempatkan sesuai
tenaga kerja sebanyak 1 (satu) orang.
dengan letak titik-titik pondasi pada
lay out atau denah rumah yang d. Pemasangan Angkur
berjumlah 20 (dua puluh) titik pondasi. Pada prakteknya, kegiatan
Adapun pekerjaan pondasi ini terdiri pemasangan angkur dilakukan
dari beberapa kegiatan, yaitu : bersamaan dengan pekerjaan
a. Pembuatan Bekisting pengecoran pondasi. Angkur
Bekisting dibuat dari 2 keping ditancapkan segera setelah proses
papan bersambung berukuran pengisian adukan semen dan pasir ke
40x35cm dan 2 keping papan dalam kotak bekisting selesai,
berukuran 20x35cm yang dirangkai kegiatan ini dapat dilihat pada
________________________________________________________________________
6
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

Gambar 4.10. Pengaturan posisi angkur pembuatan kuda-kuda tengah dapat


harus dikerjakan dengan cermat, sesuai dilihat pada Gambar 4.14, sedangkan
dengan ketentuan teknisnya. Kegiatan kegiatan pembuatan kuda-kuda tepi
pengaturan posisi angkur ini dapat dapat dilihat pada Gambar 4.15. Dari
dilihat pada Gambar 4.11, sedangkan hasil wawancara diketahui bahwa
hasil keseluruhan pekerjaan dapat estimasi produktivitas rata-rata untuk
dilihat pada Gambar 4.12. melakukan pekerjaan ini adalah 10
Dari hasil wawancara (sepuluh) unit kuda-kuda per hari,
diketahui bahwa estimasi dengan tenaga kerja sebanyak 1 (satu)
produktivitas rata-rata untuk orang.
melakukan pekerjaan ini adalah 40
(empat puluh) batang angkur per jam, b. Pendirian Kuda-Kuda Tiang
dengan tenaga kerja sebanyak 1 (satu) Setelah kuda-kuda tiang
orang. selesai dibuat, maka kuda-kuda
tersebut didirikan di atas pondasi.
Dalam proses mendirikan kuda-kuda
3. Pengurugan dan Pemadatan Tanah
diperlukan bantuan kayu penyangga
Setelah hasil pengecoran sudah
pada sisi kiri dan kanan. Selain itu
kering, maka bekisting pondasi dapat
perlu juga diperhatikan secara cermat
dibongkar. Waktu tunggu untuk
letak atau posisi dari kaki kuda-kuda
memulai kegiatan pengurugan tanah
tiang, dimana kaki kuda-kuda ini
sejak selesainya kegiatan pengecoran
harus pas masuk ke dalam angkur
pondasi adalah 2 hari. Hal ini bisa
yang ditanam di dalam pondasi.
dilakukan karena pada proses
Kegiatan ini dapat dilihat pada
pengecoran digunakan zat aditif pada
Gambar 4.16.
beton, sehingga proses
pengeringannya bisa dipercepat.
Kemudian dilanjutkan
Tinggi urugan tanah sebesar 35cm,
dengan mendirikan kuda-kuda yang
sesuai dengan tingginya pondasi.
lain satu per satu sampai selesai.
Setelah diurug, kemudian tanah
Hasil dari pekerjaan ini dapat dilihat
dipadatkan. Kegiatan ini dapat dilihat
pada Gambar 4.17. Dari hasil
pada Gambar 4.13. Dari hasil
wawancara diketahui bahwa estimasi
wawancara diketahui bahwa untuk
produktivitas rata-rata untuk
melakukan pekerjaan ini pada 1 (satu)
melakukan pekerjaan ini adalah 7
lahan dibutuhkan waktu sekitar 2 hari,
(tujuh) unit kuda-kuda per jam
dengan tenaga kerja sebanyak 2 (dua)
dengan menggunakan tenaga kerja
orang.
sebanyak 5 (lima) orang.
4. Pekerjaan Kuda-Kuda Tiang 5. Pemasangan Gording, Lisplank dan
a. Pembuatan Kuda-Kuda Ikatan Angin (Rangka Atap)
Tengah dan Kuda-Kuda Tepi Gording dipasang dengan
Kuda-Kuda tiang dibuat dari jarak antar ujung atas kuda-kuda
rangkaian kayu-kayu papan dengan dengan tepi gording paling atas
ukuran-ukuran yang telah ditentukan, adalah 20cm, sedangkan jarak antar
sesuai dengan petunjuk dalam Manual gording adalah 100cm. Gording
RI-A. Ada 2 jenis kuda-kuda tiang berfungsi sebagai tumpuan atap.
yang digunakan di sini, yaitu kuda- Kegiatan ini dapat dilihat pada
kuda tepi diperlukan sebanyak 2 (dua) Gambar 4.18. Kemudian pasang
unit dan kuda-kuda tengah diperlukan lisplank yang terbuat dari papan pada
sebanyak 5 (lima) unit. Kegiatan sisi paling ujung dari atap, setelah itu
_________________________________________________________________________
7
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

pasang juga ikatan angin untuk bawah kamar mandi ini dibuat dari
memperkokoh rangka atap. Dari hasil pasangan batu bata atau batako,
wawancara diketahui bahwa estimasi setinggi 1 (satu) meter untuk
produktivitas rata-rata untuk mencegah rembesan air dari kamar
melakukan pekerjaan ini adalah 40 mandi.
(empat puluh) keping kayu papan per Kemudian closet dan bak air
jam, dengan tenaga kerja sebanyak 2 dipasang di atas lantai yang dibuat
(dua) orang. dari pasangan bata. Posisi closet
6. Pemasangan Penutup Atap ditentukan di sebelah kiri bak mandi,
Material yang digunakan supaya dapat menempatkan pipa
untuk penutup atap adalah seng atau pembuangan air kotor. Kemudian
bisa juga dari bahan lain yang ringan membuat galian dari titik air buangan
dan tidak tembus air. Pemasangan closet ke arah letaknya septictank.
seng dilakukan mulai dari bawah, Terakhir dinding dan lantai diplester
dipaku dengan menggunakan paku agar kedap air dan sedap dipandang.
payung tepat di gording. Setelah Dari hasil wawancara diketahui
pekerjaan ini selesai, pada bubungan bahwa estimasi produktivitas rata-
(ujung paling atas) atap dipasang plat rata untuk melakukan pekerjaan
seng. Kegiatan ini dapat dilihat pada pembuatan 1 (satu) unit kamar mandi
Gambar 4.20. Dari hasil wawancara (KM)/water closet (WC) secara
diketahui bahwa estimasi keseluruhan adalah 5 (lima) jam,
produktivitas rata-rata untuk dengan tenaga kerja sebanyak 2 (dua)
melakukan pekerjaan ini adalah 120 orang.
(seratus dua puluh) lembar seng per
9. Pembuatan Lantai Plester
hari, dengan tenaga kerja sebanyak 3
Pembuatan lantai plester ini
(tiga) orang.
dibagi dalam 2 (dua) kegiatan, yaitu:
pekerjaan rabatan lantai dengan
7. Pemasangan Dinding Kayu campuran 1pc:5ps dan pekerjaan
Kegiatan ini dimulai dengan acian dengan campuran 1pc:3ps.
memotong papan kayu sesuai dengan Pekerjaan rabatan lantai dilakukan
ukuran yang dibutuhkan, kemudian pada lapisan pertama dengan
pasang dengan susunan miring dan ketebalan 5cm, kemudian pekerjaan
bertumpuk. Kegiatan ini dapat dilihat acian pada lapisan kedua. Dari hasil
pada Gambar 4.21, Gambar 4.22 dan wawancara diketahui bahwa estimasi
Gambar 4.23. Ventilasi (jalusi kayu) produktivitas rata-rata untuk
hanya dipasang di bagian atas dinding membuat lantai plester untuk 1 (satu)
bagian samping, lihat Gambar 4.24. unit RI-A adalah 5 (lima) jam, dengan
Dari hasil wawancara diketahui bahwa tenaga kerja sebanyak 2 (dua) orang.
estimasi produktivitas rata-rata untuk 10. Pembuatan dan Pemasangan Daun
melakukan pekerjaan ini adalah 40 Pintu dan Jendela
(empat puluh) keping kayu papan per Daun pintu ruang utama dan
jam, dengan tenaga kerja sebanyak 2 jendela dibuat terlebih dahulu sesuai
(dua) orang. dengan petunjuk dari Manual RI-A.
Kemudian masing-masing pintu dan
8. Pembuatan Kamar Mandi (KM)/Water
jendela dipasang sesuai denah
Closet (WC)
dengan menggunakan engsel. Ada 2
Pondasi rollag dipasang
(dua) jenis pintu, yaitu pintu ruang
terlebih dahulu sebelum memasang
utama yang dibuat dari papan kayu
dinding bawah kamar mandi. Dinding
sejumlah 2 (dua) unit dan pintu untuk
________________________________________________________________________
8
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

kamar mandi/wc sejumlah 1 (satu) satuan yang disepakati. Dengan


unit yang dibuat dari rangka papan menggunakan data yang dapat dilihat
yang kemudian dilapisi dengan seng. pada Lampiran 8 dan Lampiran 9,
Sedangkan jendela dibuat dari papan didapatkan besarnya satuan volume
kayu, dibutuhkan sebanyak 4 (empat) pekerjaan untuk:
unit. Dari hasil wawancara diketahui 1. Pekerjaan pembersihan dilakukan
bahwa estimasi produktivitas rata-rata pada lahan seluas 8x8m = 64m2.
untuk membuat: 2 (dua) unit pintu 2. Pekerjaan bowplank dan uitzet
ruang utama dibutuhkan waktu 2,5 dilakukan pada lahan seluas 8x8 m =
(dua setengah) jam dengan meng- 64m2.
gunakan tenaga kerja sebanyak 1 (satu) 3. Pembuatan bekisting dengan ukuran
orang, 1 (satu) unit pintu kamar mandi 40x20x35cm sebanyak 20 kotak.
dibutuhkan waktu 1 (satu) jam dengan 4. Pembuatan angkur dari besi
menggunakan tenaga kerja sebanyak 1 berdiameter 10 mm sebanyak 20
(satu) orang, sedangkan 1 (satu) unit batang.
jendela dibutuhkan waktu 1 (satu) jam 5. Pengecoran pondasi dilakukan
dengan menggunakan tenaga kerja sebanyak 20 kotak bekisting.
sebanyak 1 (satu) orang. 6. Pemasangan angkur dilakukan pada
11. Pembuatan Sumur Resapan dan kotak bekisting sebanyak 20 batang.
Septictank 7. Pengurugan dan pemadatan tanah
Untuk pembuatan sumur resapan dan dilakukan pada lahan seluas 6x7,2m,
septictank dilakukan sesuai dengan dimana volume tanah urug
petunjuk teknis. Dimana 1 (satu) unit diperkirakan sebesar 16 m3.
sumur resapan digunakan oleh 1 (satu) 8. Pembuatan kuda-kuda tengah
unit RI-A, sedangkan 1 (satu) unit sebanyak 5 unit.
septictank digunakan oleh 2 (dua) unit RI- 9. Pembuatan kuda-kuda tepi sebanyak
A. Dari hasil wawancara diketahui bahwa 2 unit.
estimasi produktivitas rata-rata untuk 10. Pendirian kuda-kuda tiang di atas
membuat sumur resapan adalah 1 (satu) sebanyak 7 unit.
unit per 2 (dua) hari, sedangkan untuk 11. Pemasangan gording, lisplank dan
septictank adalah 1 (satu) unit per 3 (tiga) ikatan angin (rangka atap)
hari, dimana masing-masing pekerja menggunakan sebanyak 27 keping
an menggunakan 1 (satu) orang tenaga papan.
kerja. 12. Pekerjaan dinding depan
menggunakan sebanyak 20 keping
Analisa Durasi papan.
Setelah didapatkan data estimasi 13. Pekerjaan dinding samping dan jalusi
produktivitas rata-rata dari masing- kayu menggunakan sebanyak 37
masaing aktivitas yang akan dikerjakan, keping papan.
maka perhitungan analisa durasi dilakukan 14. Pekerjaan dinding belakang
dengan langkah-langkah sebagai berikut. menggunakan sebanyak 17 keping
papan.
Perhitungan Volume Pekerjaan 15. Pembuatan lantai plester untuk lahan
Dari struktur bagan WBS, dapat seluas 36m2.
diketahui jenis-jenis item pekerjaan yang 16. Pembuatan daun pintu ruang utama
akan dilakukan dalam membuat 1 (satu) sebanyak 2 unit.
unit RI-A. Item-item pekerjaan tadi 17. Pembuatan daun jendela sebanyak 4
disusun, kemudian volume dari masing- unit.
masing pekerjaan tersebut dihitung dalam
_________________________________________________________________________
9
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

18. Pembuatan daun pintu kamar tenaga kerja dipekerjakan, maka


mandi/wc sebanyak 1 unit. besar durasi yang dibutuhkan
19. Pembuatan kamar mandi/wc sebanyak adalah 1 jam.
1 unit. 2. Pekerjaan bowplank dan uitzet,
20. Pekerjaan atap, berupa pemasangan dilakukan pada lahan seluas 8x8m =
seng sebanyak 36 lembar. 64m2. Perkiraan kecepatan
21. Pembuatan sumur resapan sebanyak 1 melakukan pekerjaan bowplank dan
unit. uitzet adalah 1 lahan dikerjakan
22. Pembuatan septictank sebanyak 0,5 selama 2 jam dengan menggunakan
unit, karena 1 unit septictank 2 orang tenaga kerja. Estimasi
digunakan untuk 2 (dua) rumah. produktivitas per orang tenaga kerja
Besar volume dari masing-masing adalah 16 m2/jam. Jadi misalnya,
aktivitas di atas ditabelkan pada Lampiran bila digunakan 1 orang tenaga kerja,
17, kolom 3 dan Lampiran 26, kolom 3. maka durasi yang diperlukan adalah
Volume ini kemudian digunakan untuk 4 jam.
menghitung estimasi besarnya 3. Pembuatan bekisting, dibuat
produktivitas untuk masing-masing sebanyak 20 kotak. Perkiraan
pekerjaan untuk tiap jam. kecepatan melakukan pekerjaan
bekisting adalah 8 kotak dalam 1
Perhitungan Durasi
jam dengan menggunakan 1 orang
Untuk mengitung besarnya durasi,
tenaga kerja. Estimasi produktivitas
terlebih dulu dihitung besarnya estimasi
per orang tenaga kerja adalah 8
produktivitas dari masing-masing
kotak/jam. Jadi misalnya, bila 1
pekerjaan yang dilakukan oleh 1 (satu)
orang tenaga kerja dipekerjakan
orang tenaga kerja tiap jamnya. Hasil
untuk mengerjakan bekisting itu,
perhitungan ini dapat dilihat pada tabel
maka diperlukan durasi sebesar 2,5
Lampiran 17, kolom 7. Kemudian dihitung
jam.
besarnya durasi dari masing-masing
4. Pembuatan angkur, dibuat sebanyak
pekerjaan bila digunakan hanya 1 (satu)
20 batang angkur. Perkiraan
orang tenaga kerja. Hasil perhitungan
kecepatan melakukan pembuatan
durasi ini dapat dilihat pada Lampiran 17,
angkur adalah 40 batang dalam 1
kolom 8.
jam dengan menggunakan 1 orang
Berikut ini adalah cara
tenaga kerja. Estimasi produktivitas
perhitungan estimasi analisa durasi untuk
per orang tenaga kerja adalah 40
masing-masing pekerjaan pada pembuatan
batang/jam. Jadi misalnya, bila 1
1 (satu) unit RI-A.
orang tenaga kerja dipekerjakan
1. Pekerjaan pembersihan, dilakukan
untuk mengerjakan pembuatan
pada lahan seluas 8x8m = 64m2.
angkur itu didapatkan durasi
Perkiraan kecepatan melakukan
sebesar 0,5 jam.
pekerjaan pembersihan adalah 5
5. Pengecoran pondasi, dibuat sebanyak
lahan dalam 1 hari kerja (1 hari kerja
20 kotak. Perkiraan kecepatan
= 10 jam) dengan menggunakan 1
melakukan pengecoran pondasi
orang tenaga kerja. Estimasi
adalah 20 kotak dalam 3 jam, dengan
produktivitas per orang tenaga kerja
menggunakan 1 orang tenaga kerja.
adalah 32m2/jam. Jadi untuk
Estimasi produktivitas per orang
mengerjakan lahan tersebut,
tenaga kerja adalah 6,67 kotak/jam.
durasinya diperhitungkan sesuai
Jadi misalnya, bila 1 orang tenaga kerja
dengan jumlah pekerja yang
dipekerjakan untuk mengerjakan
dikehendaki. Bila misalnya, 2 orang
________________________________________________________________________
10
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

pengecoran pondasi itu, maka besar menggunakan 5 orang tenaga kerja.


durasinya adalah 3 jam. Estimasi produktivitas per orang
6. Pemasangan angkur, dibuat sebanyak tenaga kerja adalah 7 unit kuda-
20 batang. Perkiraan kecepatan kuda/jam. Jadi misalnya, bila
melakukan pemasangan angkur adalah digunakan 5 orang tenaga kerja, maka
40 batang dalam 1 jam, dengan didapatkan durasi sebesar 1 jam.
menggunakan 1 orang tenaga kerja. 11. Pemasangan gording, lisplank dan
Estimasi produktivitas per orang tenaga ikatan angin, sebanyak 27 keping
kerja adalah 40 batang/jam. Jadi papan. Perkiraan kecepatan
misalnya, bila 1 orang tenaga kerja pemasangan gording, lisplank dan
dipekerjakan untuk mengerjakan ikatan angin (rangka atap) adalah 40
pemasangan angkur itu, maka keping dalam 1 jam dengan
didapatkan durasi sebesar 0,5 jam. menggunakan 2 orang tenaga kerja.
7. Pengurugan dan pemadatan tanah Estimasi produktivitas per orang
dilakukan setebal 35 cm (16 m3). tenaga kerja adalah 20 keping/jam.
Perkiraan kecepatan melakukan Jadi bila misalnya digunakan 1 orang
pekerjaan tersebut adalah 1 lahan dalam tenaga kerja, maka diperlukan durasi
2 hari kerja dengan menggunakan 2 sebesar 1,35 jam.
orang tenaga kerja. Estimasi 12. Pekerjaan dinding depan, sebanyak 20
produktivitas per orang tenaga kerja keping. Perkiraan kecepatan pekerjaan
adalah 0,40m3/jam. Jadi misalnya, bila dinding depan adalah 40 keping
digunakan 2 orang tenaga kerja, maka dalam 1 jam dengan menggunakan 2
durasinya sebesar 20 jam (2 hari kerja). orang tenaga kerja. Estimasi
8. Pembuatan kuda-kuda tengah, produktivitas per orang tenaga kerja
sebanyak 5 unit. Perkiraan kecepatan adalah 20 keping/jam. Jadi bila
melakukan pekerjaan pembuatan kuda- misalnya digunakan 2 orang tenaga
kuda tengah adalah 10 unit kuda-kuda kerja, maka diperlukan durasi sebesar
dalam 1 hari kerja dengan 1 jam.
menggunakan 1 orang tenaga kerja. 13. Pekerjaan dinding samping dan jalusi
Estimasi produktivitas per orang tenaga kayu, sebanyak 37 keping. Perkiraan
kerja adalah 1 unit kuda-kuda/jam. Jadi kecepatan pekerjaan dinding samping
misalnya, bila digunakan 1 orang dan jalusi kayu adalah 40 keping
tenaga kerja, maka didapatkan durasi dalam 1 jam, dengan menggunakan 2
sebesar 5 jam. orang tenaga kerja. Estimasi
9. Pembuatan kuda-kuda tepi, sebanyak 2 produktivitas per orang tenaga kerja
unit. Perkiraan kecepatan melakukan adalah 20 keping/jam. Jadi bila
pekerjaan pembuatan kuda-kuda misalnya digunakan 2 orang tenaga
tengah adalah 10 kuda-kuda dalam 1 kerja, maka diperlukan durasi sebesar
hari kerja dengan menggunakan 1 2,25 jam.
orang tenaga kerja. Estimasi 14. Pekerjaan dinding belakang, sebanyak
produktivitas per orang tenaga kerja 17 keping. Perkiraan kecepatan
adalah 1 kuda-kuda/jam. Jadi misalnya, pekerjaan dinding belakang adalah 40
bila 1 orang tenaga kerja dipekerjakan keping dalam 1 jam dengan
untuk mengerjakan pembuatan kuda- menggunakan 2 orang tenaga kerja.
kuda tepi itu, maka diperlukan durasi Estimasi produktivitas per orang
sebesar 2 jam. tenaga kerja adalah 20 keping/jam.
10. Pendirian kuda-kuda, sebanyak 7 unit. Jadi bila misalnya digunakan 2 orang
Perkiraan kecepatan mendirikan kuda- tenaga kerja, maka untuk mengerjakan
kuda adalah 7 unit dalam 1 jam dengan
_________________________________________________________________________
11
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

dinding belakang itu diperlukan durasi 20. Pekerjaan pemasangan atap (seng),
sebesar 0,9 jam. sebanyak 36 lembar. Perkiraan
15. Pembuatan lantai plester, dilakukan kecepatan melakukan pekerjaan
pada lahan seluas 36m2. Perkiraan penutupan atap (seng) adalah 120
kecepatan melakukan pembuatan lantai lembar dalam 1 hari kerja dengan
plester adalah 2 lahan dalam 1 hari kerja menggunakan 2 orang pekerja.
dengan menggunakan 2 orang tenaga Estimasi produktivitas per orang
kerja. Estimasi produktivitas per orang tenaga kerja adalah 4 lembar/jam. Jadi
tenaga kerja adalah 7,20 m2/jam. Jadi bila misalnya digunakan 2 orang
bila misalnya digunakan 2 orang tenaga tenaga kerja, maka diperlukan durasi
kerja, maka durasinya sebesar 5 jam. sebesar 4,5 jam.
16. Pekerjaan daun pintu ruang utama, 21. Pekerjaan sumur resapan, sebanyak 1
sebanyak 2 pintu. Perkiraan kecepatan unit. Perkiraan kecepatan melakukan
melakukan pekerjaan daun pintu ruang pembuatan sumur resapan adalah 1
utama adalah 2 pintu dalam 2,5 jam unit dalam 2 hari kerja dengan
dengan menggunakan 1 orang tenaga menggunakan 1 orang pekerja.
kerja. Estimasi produktivitas per orang Estimasi produktivitas per orang
tenaga kerja adalah 0,80 pintu/jam. Jadi tenaga kerja adalah 0,05 unit/jam. Jadi
bila misalnya digunakan 1 orang tenaga bila misalnya digunakan 1 orang
kerja, maka diperlukan durasi sebesar tenaga kerja, maka diperlukan durasi
2,5 jam. sebesar 20 jam.
17. Pekerjaan daun jendela, sebanyak 4 22. Pekerjaan septictank, sebanyak 0,5
jendela. Perkiraan kecepatan melakukan unit, karena 1 unit septictank
pekerjaan daun pintu ruang utama digunakan untuk 2 unit RI-A.
adalah 1 jendela dalam 1 jam dengan Perkiraan kecepatan pembuatan
menggunakan 1 orang pekerja. Estimasi septictank adalah 1 unit dalam 3 hari
produktivitas per orang tenaga kerja kerja dengan menggunakan 1 orang
adalah 1 jendela/jam. Jadi bila misalnya tenaga kerja. Estimasi produktivitas
digunakan 1 orang tenaga kerja, maka per orang tenaga kerja adalah 0,03
diperlukan durasi sebesar 4 jam. unit/jam. Jadi bila misalnya
18. Pekerjaan daun pintu KM/WC, digunakan 1 orang tenaga kerja, maka
sebanyak 1 unit pintu. Perkiraan diperlukan durasi sebesar 15 jam.
kecepatan melakukan pekerjaan daun
pintu ruang utama adalah 1 unit pintu
Pembuatan Diagram Penjadwal Linier
dalam 1 jam dengan menggunakan 1
Penjadwalan merupakan fase
orang pekerja. Estimasi produktivitas
menerjemahkan suatu rencana ke
per orang tenaga kerja adalah 1
dalam suatu diagram yang sesuai
pintu/jam. Jadi bila misalnya
dalam skala waktu (jam) dan lokasi
digunakan 1 orang tenaga kerja, maka
(rumah ke-). Persyaratan yang harus
diperlukan durasi sebesar 1 jam.
dipenuhi dalam pembuatan linear
19. Pembuatan KM/WC, sebanyak 1 unit.
schedulling adalah 1 (satu) item jenis
Perkiraan kecepatan di dalam
pekerjaan akan dikerjakan secara terus
pembuatan KM/WC adalah 2 unit
menerus oleh 1 (satu) kelompok grup
dalam 1 hari kerja dengan
yang sama untuk setiap lokasi, dimana
menggunakan 2 orang pekerja. Estimasi
pekerjaan tersebut dimulai dari lokasi
produktivitas per orang tenaga kerja
rumah ke-1 disambung rumah ke-2
adalah 0,20 unit/jam. Jadi bila misalnya
dan seterusnya. Selain itu, syarat lain
digunakan 2 orang tenaga kerja, maka
yang juga harus dipenuhi ialah
diperlukan durasi sebesar 5 jam.
pekerjaan di lokasi rumah ke-2 baru
________________________________________________________________________
12
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

bisa dimulai, jika durasi pekerjaan di kerja diasumsikan = 10 jam dapat


rumah ke-1 telah terpenuhi (pekerjaan dilihat dalam bentuk tabel dan grafik
di lokasi rumah ke-1 telah selesai). pada Lampiran 35 sampai dengan
Perhitungan durasi yang dibutuhkan Lampiran 38, sedangkan pada
untuk masing-masing aktivitas dari satu Lampiran 39 sampai dengan Lampiran
lokasi rumah ke lokasi rumah yang lain 42 adalah tabel dan grafik dari jumlah
dibuat dalam bentuk tabel yang dapat tenaga kerja maksimal yang
dilihat pada Lampiran 25, demikian dibutuhkan, bila 1 hari kerja
juga untuk perlakuan 1 hari kerja = 8 diasumsikan = 8 jam.
jam, ta-belnya dapat dilihat pada
4.6.6 Analisa Hasil Diagram
Lampiran 34. Dari tabel di atas tersebut,
Penjadwalan Linier
dibuat diagram penjadwalan liniernya.
Dari hasil diagram penjadwalan linier
Adapun diagram penjadwalan linier
yang dibuat dengan berdasarkan
yang dihasilkan dapat dilihat pada
perlakuan 1 (satu) hari kerja = 10 jam,
Lampiran 21 sampai dengan Lampiran
didapatkan bahwa untuk mengerjakan
24. Prosedur yang sama juga dilakukan
236 unit RI-A secara keseluruhan
pada perlakuan 1 hari kerja = 8 jam,
dibutuhkan 85 orang tenaga kerja
diagram penjadwalan linier yang
untuk 1 grup, dimana masing-masing
dihasilkan dapat dilihat pada Lampiran
pekerja dibagi-bagi dalam kelompok
30 sampai dengan Lampiran 33.
kerja sesuai dengan jenis kegiatan
4.6.5 Analisa Kebutuhan Sumber Daya pada uraian pekerjaan yang ada.
Manusia (Tenaga Kerja) Adapun perkiraan waktu yang
Kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh 1 grup pekerja untuk
digunakan sebagai tenaga kerja dalam menyelesaikan 236 unit RI-A ini
pelaksanaan pembangunan 236 unit RI- adalah sekitar 750 jam. Jadi dari hasil
A ini sepenuhnya berasal dari luar analisa di atas perkiraan waktu
NAD. Dengan komposisi sebagai penyelesaiannya adalah 750 jam:10
berikut: tenaga pengawas lapangan jam = 75 hari kerja. Bila keadaan tidak
(supervisi) terdiri dari 55 orang berasal memungkinkan untuk asumsi
dari ITS (dosen dan mahasiswa perlakuan 1 hari kerja = 10 jam, maka
sukarelawan), kalangan organisasi lama jam kerja dapat disesuaikan,
masyarakat daerah Pemerintah Provinsi tergantung pada kesepakatan dengan
Jawa Timur, yaitu: Panca Marga: 11 tenaga kerja. Lihat pada Lampiran 19
orang, Banser: 25 orang, dan tentara dan Lampiran 21.
(berasal dari Zipur dan Kodam Demikian pula dengan hasil diagram
Brawijaya) berjumlah sekitar 1 Pleton penjadwalan linier yang dibuat
(100 orang) yang kemudian dengan berdasarkan perlakuan 1 (satu)
dialokasikan untuk mengevakuasi hari kerja = 8 jam, maka didapatkan
korban Tsunami dan berjaga-jaga bahwa untuk mengerjakan 236 unit RI-
terhadap GAM. A dibutuhkan 97 orang tenaga kerja
Dari data di atas dapat dilihat bahwa untuk 1 grup. Perkiraan waktu yang
jumlah sumber daya manusia (tenaga dibutuhkan adalah sekitar 780 jam.
kerja) yang tersedia tidaklah banyak, Jadi dari hasil analisa di atas perkiraan
yaitu sekitar 155 orang. Sehingga jadwal waktu penyelesaiannya adalah 780
yang akan dibuat ini nantinya harus jam:8 jam = 98 hari kerja. Lihat pada
dapat dipenuhi dengan menggunakan Lampiran 28 dan Lampiran 30.
sejumlah sumber daya yang tersedia. Untuk mempercepat waktu penyelesaian
Jumlah tenaga kerja maksimal yang pembangunan 236 unit RI-A ini, dapat
dibutuh-kan per grupnya bila 1 hari dilakukan dengan menambah jumlah
_________________________________________________________________________
13
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

grup yang akan bekerja. Misalnya bila Grafik Gabungan antara Lama Jam Kerja Sehari dan Lama

digunakan 2 grup pekerja, maka


Waktu yang Dibutuhkan untuk Membuat 236 unit RI-A

masing-masing grup akan mengerjakan


900,00
118 unit RI-A. Adapun perkiraan waktu 800,00

Lama Waktu yang Dibutuhkan Tiap Grup


779,03
yang dibutuhkan oleh 2 grup pekerja 748,97

untuk Membuat 236 Unit RI-A (Jam)


700,00
1 (satu) Grup
berdasarkan perlakuan 1 (satu) hari 600,00
2 (dua) Grup

kerja = 10 jam adalah sekitar 400 jam 500,00 3 (tiga) Grup

atau sekitar 40 hari dan bila 400,00 410,28


4 (empat) Grup
328,11

berdasarkan perlakuan 1 (satu) hari


300,00 288,41 277,97
225,91 217,97
200,00
kerja = 8 jam, maka lama waktu yang 100,00
dibutuhkan adalah sekitar 411 jam. Jadi 0,00

dari hasil analisa di atas perkiraan 6 7 8 9 10 11 12


Lama Jam Kerj a dalam Sehari
waktu penyelesaiannya adalah 411
jam:8 jam = 52 hari kerja. Lihat pada Gambar 4.32 Grafik Gabungan antara
Lampiran 22 dan Lampiran 31. Lama Jam Kerja Sehari dan Lama
Sedangkan bila menggunakan 3 grup Waktu
pekerja, maka masing-masing grup yang Dibutuhkan untuk Membuat 236
akan mengerjakan sekitar 79 unit RI-A, unit RI-A
dimana perkiraan waktu yang Grafik Gabungan antara Lama Jam Kerja Sehari dan
dibutuhkan oleh 3 grup pekerja Jumlah Tenaga Kerja yang Dibutuhkan
berdasarkan perlakuan 1 (satu) hari untuk Membuat 236 Unit RI-A
350
kerja = 10 jam adalah sekitar 280 jam
atau sekitar 28 hari kerja (Lampiran 23),
Jumlah Tenaga Kerja yang Dibutuhkan

300
untuk Membuat 236 Unit RI-A (Orang)

288,41
277,97

sedangkan bila berdasarkan perlakuan 250


225,91

1 (satu) hari kerja = 8 jam, maka lama


217,97
200 194

waktu yang dibutuhkan adalah sekitar


170
150

289 jam. Jadi dari hasil analisa di atas 100 97


1 (satu) Grup
2 (dua) Grup
perkiraan waktu penyelesaiannya
85

50 3 (tiga) Grup

adalah 289 jam:8 jam = 37 hari kerja 4 (empat) Grup


0
(Lampiran 32). 6 7 8 9 10 11 12

Dan bila digunakan 4 grup pekerja, maka Lama Jam Kerj a dalam Sehari

masing-masing grup akan mengerjakan


Gambar 4.33 Grafik Gabungan
59 unit RI-A, dimana perkiraan waktu
antara Lama Jam Kerja Sehari dan Jumlah
yang dibutuhkan oleh 4 grup pekerja
Tenaga Kerja yang Dibutuhkan untuk
berdasarkan perlakuan 1 (satu) hari
Membuat 236 unit RI-A
kerja = 10 jam adalah sekitar 220 jam
Garis-garis linier yang mewakili berbagai
atau sekitar 22 hari (Lampiran 24),
jenis aktifitas pada diagram penjadwalan
sedangkan bila berdasarkan perlakuan
yang dihasilkan terlihat smooth. Hal ini
1 (satu) hari kerja = 8 jam, maka lama
terjadi karena adanya asumsi bahwa
waktu yang dibutuhkan adalah sekitar
lokasi kerja antara rumah yang satu
226 jam. Jadi dari hasil analisa di atas
dengan lokasi rumah yang lain sangat
perkiraan waktu penyelesaiannya
berdekatan. Sehingga waktu pekerja
adalah 226 jam:8 jam = 29 hari kerja
untuk berpindah lokasi tidak
(Lampiran 33).
diperhitungkan. Selain itu, alat yang
Untuk lebih jelas, hasil dari diagram linier
digunakan para pekerja juga sangat
tersebut dibuat dalam bentuk grafik
sederhana, yang mana tidak
pada Gambar 4.32 dan Gambar 4.33.
membutuhkan banyak waktu untuk
memindahkannya (mobilisasi) dari satu
lokasi kerja ke lokasi kerja yang lain.
________________________________________________________________________
14
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

Pada tabel Lampiran 19 dan Lampiran 28, terampil bekerja dibidangnya. Karena
produktivitas pada pekerjaan pengurugan bila 1 (satu) grup pekerja secara terus
dan pemadatan sangat rendah, sehingga menerus melakukan aktivitas yang
untuk meningkatkannya dilakukan dengan sama atau berulang-ulang melakukan
cara menambahkan jumlah tenaga kerja. kegiatan yang sama, maka grup
Akan tetapi untuk mencapai produktivitas tersebut akan menjadi semakin
yang diinginkan, jumlah tenaga kerja yang terampil. Hal ini sesuai dengan yang
diperlukan sangat banyak yaitu berjumlah digambarkan oleh prinsip dari kurva
26 orang pada asumsi 1 hari kerja = 10 jam, belajar. Perlu dilakukan penelitian
sedangkan untuk jumlah tenaga kerja yang lebih lanjut ke arah itu.
terlalu banyak untuk satu lokasi akan 3. Kelemahan dari penggunaan metode
menyebabkan kurangnya keleluasaan penjadwalan linier ini, yaitu pekerjaan
gerak dalam bekerja. harus dilakukan satu per satu. Jadi
Pada diagram Lampiran 20 dan Lampiran setiap 1 (satu) kegiatan harus
29 terlihat adanya selang waktu yang agak dilakukan sampai selesai terlebih
lama antara kegiatan pengecoran pondasi dahulu baru dilanjutkan dengan
dan pengurugan tanah. Hal ini terjadi kegiatan berikutnya atau dengan kata
karena ada waktu tunggu untuk lain hubungannya harus finish to start.
pengeringan beton. Pada penjadwalan Sehingga aktivitas yang seharusnya
dengan metoda selain MPL, diagram dapat dilaksanakan secara bersama-
Presiden misalnya, keadaan ini dapat sama karena tidak ada hubungan
diatasi dengan mengerjakan pekerjaan ketergantungan, harus saling
pengurugan bersamaan atau beberapa saat menunggu kegiatan yang satu selesai
setelah pekerjaan pengecoran selesai, yaitu lebih dahulu baru dilanjutkan dengan
dengan cara mengurug bagian yang tidak kegiatan berikutnya. Selain itu bila
bersentuhan langsung dengan pondasi. terjadi keterlambatan pada satu
kegiatan, maka akan memperlambat
KESIMPULAN permulaan kegiatan berikutnya dan
secara keseluruhan akan
1. Dari hasil analisis dapat disimpulkan mempengaruhi jadwal penyelesaian
bahwa strategi untuk membangun proyek.
secara cepat 236 unit RI-A dapat
dilakukan dengan menggunakan Saran
metode penjadwalan linear (LOB), 1. Untuk lebih mengefektifkan dan
dimana dengan berdasarkan perlakuan memperpendek durasi dari masing-
asumsi 1 (satu) hari kerja = 10 jam masing kegiatan, tenaga kerja perlu
proyek ini dapat diselesaikan dalam dilatih terlebih dulu sebelum
waktu 750 jam atau kurang lebih 75 diterjunkan langsung ke lapangan. Hal
hari, menggunakan tenaga kerja ini dilakukan karena keterlambatan
sebanyak 85 orang. Jumlah tenaga kerja aktivitas yang satu, akan
ini belum termasuk tenaga kerja mempengaruhi waktu mulai untuk
cadangan (bila ada tenaga kerja yang aktivitas yang lain. Selain itu
sakit) dan tenaga kerja yang bertugas diusahakan agar lokasi rumah yang
untuk menyuplai material ke lokasi akan dikerjakan salaing berdekatan
rumah yang akan dibangun. tetapi tidak langsung bersebelahan,
2. Keuntungan yang didapat dengan untuk menghindari konflik horizontal
menetapkan grup-grup pekerja secara di antara sesama pekerja.
khusus pada masing-masing aktivitas 2. Untuk mempercepat waktu
ialah pekerja tersebut akan semakin pelaksanaan pada pekerjaan kayu,
_________________________________________________________________________
15
J URNAL
REKAYASA RANCANG BANGUN, Volume 9 Nomor 1, Juni 2008: 1 - 9
______________________________________________________________________________________

lebih dahulu dapat dibuat contoh atau


malnya, sehingga dalam proses Cleland, David I. and William R. King.
pengukuran dan penggergajian kayu 1988. Project Management for
(pekerjaan kayu), waktu yang Handbook. New York: Van
dibutuhkan lebih efektif. Nostrand Reinhold.
3. Untuk penumpukan dan penjadwalan
kekontinuitas pendistribusian material Departemen Pekerjaan Umum. 1994.
ke lokasi kerja, perlu dilakukan Rumah Rakyat Tahan Gempa.
penelitian lebih lanjut. Badan Penelitian dan
Pengembangan PU.
DAFTAR PUSTAKA Penyebarluasan Standar dan
Teknologi Hasil Litbang PU.
Ahuja, H.N. 1976. Construction
Performance Control by Network. Departemen Permukiman dan Prasarana
New York: John Wiley and Sons. Wilayah. 2002. Pedoman Teknis
Pembangunan Rumah Sederhana
Arditi, David and M. Zeki Albulak. 1986. Sehat (Lampiran 1-5). Jakarta.
“Line of Balance Scheduling in
Pavement Construction”. Journal of Fredonia Group. 2002. Prefabricated
Construction Engineering and Housing. California. USA.
Management. ASCE: 112 (3), pp.
411-424. Hendrison, Chris, and Au Tung. 1989.
Project Management Construction.
Barrie, Donald S. and Boyd C. Paulson, Jr. New Jersey: Prentice Hall.
1993. Professional Construction
Management. New York: McGraw- Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Hill. Second Edition. 2005. Manual RI-A. Laboratorium
Perumahan dan Pemukiman.
Burke, Rory. 1993. Project Management. Jurusan Arsitektur. Fakultas Teknik
Chichester: John Wiley & Sons. Sipil dan Perencanaan. Institut
Teknologi Sepuluh Nopember.
Callahan, M.T., D.G. Quackenbush, and J.E. Surabaya.
Rowings. 1992. Construction Project
Scheduling. Singapore: McGraw- Johnston, D.W. 1981. “Linier Scheduling
Hill. Method For Highway
Construction”. Journal of the
Carr, R.I. and M.L. Meyer. 1974. “Planning Construction Division. ASCE: Vol.
Construction of Repetitive Building 107, No. C02, Proc. Paper 16289, pp,
Units”. Journal of Construction 247 -261.
Revision. ASCE: Vol. 100 No. C03,
Proc. Paper 10812, September, pp. Kerzner, Harold. (1992). Project
403-412. Management: A System Approach
to Plannung, Scheduling, and
Chrzanowski Jr., Edmund N. and David W. Controlling. New York: Van
Johnston. 1986. “Aplication of Linear Nostrand Reinhold. Fourth Edition.
Scheduling”. Journal of
Construction Engineering and Kompas. 2005. Risha, Alternatif
Management. ASCE: 112 (4), pp. Membangun Rumah Murah dan
476-491. Cepat. Artikel 28 Januari.
________________________________________________________________________
16
Okta Meylawaty, et al., Studi Eksperimental Penentuan Faktor Reduksi () Batang Tekan Profil Tabung Kotak ...
_______________________________________________________________________________________________

Republik Indonesia. 2005. Rencana Induk


Kompas. 2005. Rumah ‘Knock Down’ Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Desain Anti Banjir. Artikel 8 Maret. Wilayah Aceh dan Nias Sumatra
Utara. Buku Utama. Maret. Jakarta.
Kompas. 2005. Teknologi Rumah
Sederhana Tahan Gempa. Artikel 1 Republik Indonesia. 2005. Rencana Induk
April. Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Wilayah Aceh dan Nias Sumatra
Lock, Dennis. 1987. Manajemen Proyek. Utara. Buku I dan Buku III. Maret.
Diterjemahkan oleh E. Jasjfu. Jakarta: Jakarta.
Erlangga.
Selinger, S. 1980. “Construction Planning
Menteri Negara Perumahan dan For Linier Projects”. Journal of
Pemukiman. 1999. Pedoman Devision. ASCE: Vol. 106, No.
Penyusunan Rencana CO2, pp. 195-205.
Pembangunan dan Pengembangan
Perumahan dan Permukiman di Soeharto, Iman. 1997. Manajemen
Daerah (RP4D). Jakarta: Dirjen Proyek: dari Konseptual sampai
Kimpraswil. Operasional. Jakarta: Erlangga.
Cetakan ke-3.
Nefo, B. dan A. Arifin. 1980. Pengendalian
Waktu dengan Metode Linier Tatang. 2005. “Hunian Cepat Saji”.
Skedul. Tesis Bidang Studi Majalah IDEA. Edisi 14/02, Maret,
Manajemen dan Rekayasa hal. 14.
Konstruksi, Program Magister
Teknik Sipil Institut Teknologi Wardhana, Henry. 1994. Perencanaan
Bandung. Jadwal Pada Proyek Jalan Lokal
dengan Metoda Penjadwalan
Oglesby, Clarkson H., Henry W. Parker Linier. Tesis Bidang Studi
and Gregory A. Howell. 1989. Manajemen dan Rekayasa
Productivity Improvement in Konstruksi, Program Magister
Construction. New York: McGraw- Teknik Sipil Institut Teknologi
Hill. Bandung.

_________________________________________________________________________
17

View publication stats