Anda di halaman 1dari 38

Perencanaan

dan Desain
Bangunan yang
Aksesibilitas
Irfandi, ST. MT Pada Acara Seminar
Terwujudnya Aksesibilitas Pada
Staf Pengajar Jurusan Bangunan Fasilitas Publik,
Mendukung Banda Aceh
Arsitektur sebagai Kota Madani
Fakultas Teknik 26 November 2015
Universitas Syiah Kuala
1
Email: irfandi@unsyiah.ac.id
LATAR BELAKANG

Manusia selalu bergerak dan berpindah


tempat di dalam menjalani
kehidupannya.
Perbedaan kemampuan mobilitas
seharusnya tidak membuat perbedaan
kesempatan, termasuk di dalam
menggunakan fasilitas umum.
Fasilitas umum yang ada seharusnya
aksesibel bagi semua.
Universal Design merupakan keharusan
MENGAPA PERLU MEMPERHATIKAN
UNIVERSAL DESIGN?
Kita semua pernah kecil, muda, kebanyakan dari kita akan
menjadi tua, & setiap orang bisa menjadi “tidak mampu”
kapan saja. Dan dalam setiap usia, kemampuan kita
berubah.
pernah
KECIL pernah MUDA Akan
Alami & baik hati
Hambatan jadi Alami Hambatan
SEMENTARA TUA TETAP

KITA MEMILIKI KEMAMPUAN YANG BERAGAM & BERBEDA (DIFFERENT


ABILITY), MASYARAKAT DIFABEL BUKAN “PENYANDANG CACAT”
MENGAPA PERLU MEMPERHATIKAN
UNIVERSAL DESIGN?
Aksesibilitas yang lebih baik merupakan
sebuah keuntungan yang lebih berarti
dari sejumlah penduduk yang menderita
dari « gangguan pergerakan »

ORANG DENGAN DAN JUGA :


KECACATAN : - Orang- orang tua
5 sampai 10% dari jumlah - Wanita hamil
global populasi - Anak- anak
- Orang- orang dengan
kecacatan sementara

50% dari jumlah penduduk secara


keseluruhannya
KONSEP LINGKUNGAN BERSAHABAT

Kata “aksesibel atau aksesibilitas” merujuk


pada tujuan dari kemampuan akses oleh semua
orang, atau sebagai suatu konsep mendasar
desain yang menguntungkan bagi semua orang
terutama dengan memperhatikan kekhususan
persyaratan bagi lansia, difabel, anak-anak,
kaum wanita, dll.

“AKSESIBILITAS”

LINGKUNGAN BINAAN
YANG AKSESIBEL

LINGKUNGAN BERSAHABAT BAGI SEMUA ORANG


TERMASUK BAGI MASYARAKAT DIFABEL
AZAS AKSESIBILITAS PADA
BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

•KEMUDAHAN
SETIAP ORANG DAPAT MENCAPAI SEMUA TEMPAT ATAU BANGUNAN YANG
BERSIFAT UMUM DALAM SUATU LINGKUNGAN

•KEGUNAAN
SETIAP ORANG HARUS DAPAT MEMPERGUNAKAN SEMUA TEMPAT ATAU
BANGUNAN YANG BERSIFAT UMUM DALAM SUATU LINGKUNGAN

•KESELAMATAN
SETIAP BANGUNAN YANG BERSIFAT UMUM DALAM SUATU LINGKUNGAN
TERBANGUN HARUS MEMPERHATIKAN KESELAMATAN BAGI SEMUA ORANG

•KEMANDIRIAN
SETIAP ORANG HARUS DAPAT MENCAPAI, MASUK & MEMPERGUNAKAN SEMUA
TEMPAT ATAU BANGUNAN YANG BERSIFAT UMUM DALAM SUATU LINGKUNGAN
TANPA MENDAPAT BANTUAN ORANG LAIN
PRINSIP AKSESIBILITAS & SOCIAL
ACCESIBILITY
SEMUA ORANG TANPA TERKECUALI HARUS BISA
MENCAPAI SEMUA TEMPAT DAN LINGKUNGAN “PUBLIK”

SEMUA ORANG TANPA TERKECUALI HARUS BISA MASUK


SEMUA TEMPAT DAN LINGKUNGAN “PUBLIK”

SEMUA ORANG TANPA TERKECUALI HARUS BISA


MENGGUNAKAN SEMUA FASILITAS YANG ADA DI
TEMPAT/LINGKUNGAN “PUBLIK” TERSEBUT

SEMUA ORANG TANPA TERKECUALI HARUS BISA


MENCAPAI, MASUK, & MENGGUNAKAN SEMUA FASILITAS
YANG ADA DI TEMPAT/LINGKUNGAN “PUBLIK” TERSEBUT,
TANPA MERASA MENJADI “OBYEK BELAS KASIHAN”
APALAGI “PELECEHAN HAK SOSIAL”
SOURCE: UNESCAP Publication “Promotion On the Non-handicapping
Environment in Asia-Pacific countries
MECAPAI SEMUA TEMPAT DALAM
SUATU AREA/ LINGKUNGAN
MECAPAI SEMUA TEMPAT DALAM
SUATU AREA/ LINGKUNGAN
MECAPAI SEMUA TEMPAT DALAM
SUATU AREA/ LINGKUNGAN
MEMASUKI SEMUA TEMPAT
DALAM SUATU BANGUNAN/ LINGKUNGAN
MEMPERGUNAKAN SEMUA FASILITAS DALAM
SUATU LINGKUNGAN/ BANGUNAN
MEMPERGUNAKAN SEMUA FASILITAS DALAM
SUATU LINGKUNGAN/ BANGUNAN
TANPA
MENIMBULKAN
PERASAAN
MENJADI ACCESSIBILITY
OBYEK BELAS THROUGH UNIVERSAL
KASIHAN
DESIGN !!!
MENGAPA TERJADI PERMASLAHAN DALAM MEWUJUDKAN
BANGUNAN DAN LINGKUNGAN YANG AKSESIBEL?

Bicara ttg bagimana


DEMOKRASI, DISKRIMINASI
& DIMENSI …

KURANGNYA CONTOH
BANGUNAN & LINGKUNGAN YANG AKSESIBEL

KURANGNYA
STANDAR/PANDUAN
SEBAGAI PEDOMAN MEWUJUDKAN BANGUNAN &
LINGKUNGAN YANG AKSESIBEL

Bicara ttg bagimana


KURANG KESADARAN DIMENSI harus
DALAM MEWUJUDKAN BANGUNAN & LINGKUNGAN
dimengerti…
YANG AKSESIBEL Bicara ttg bagimana
DEMOKRASI &
DISKRIMINASI tidak disadari
PERAN & TANGGUNG
JAWAB BERBAGAI PIHAK

ASPEK
LEGAL
ASPEK TOWARDS
SOSIAL CREATING
THE NON-
HANDICAPPING
ENVIRONMENT
FOR ALL ASPEK
PENDIDIKAN

ASPEK
TEKNIS
ASPEK LEGAL DAN DASAR HUKUM

 UU No.4/1997 tentang Penyandang Cacat.


 UU No: 28 th 2002 tentang Bangunan Gedung
 PPNo.43/1999 tentang Upaya Peningkatan
Kesejahteraan Penyandang Cacat.
 Kepmen PU No.441/KPTS/1998 tentang Persyaratan
Teknis Bangunan Gedung.
 Kepmen PU No.468/KPTS/1998 tentang Persyaratan
Teknis Aksesibilitas Pada Bangunan Umum dan
Lingkungan.
 Kepmenhub RI No. KM 71/1999 tentang Aksesibilitas
bagi Penca dan Orang Sakit pada Sarana dan
Prasarana Perhubungan
persyraratan teknis aksesibilitas Pada
Bangunan Umum

Ukuran Perlengkapan
dasar Ramp Pancuran Telpon Dan
Lift Peralatan
ruang

Kamar Rambu
Pintu Tangga Wastafel Parabot
Kecim
STANDAR AKSESIBILITAS
CONTOH DIMENSI
DALAM KEPMEN 468

DIMENSI RUANG GERAK


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI RUANG GERAK & KETERJANGKAUAN


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI RUANG GERAK, PERLETAKAN,


KETERJANGKAUAN & FUNGSIONAL ALAT
STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI RUANG GERAK & KEMIRINGAN


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI RUANG GERAK, KEMIRINGAN &


JARAK RUANG ISTIRAHAT, KEAMANAN
STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI RUANG GERAK, KEMIRINGAN &


JARAK RUANG ISTIRAHAT, KEAMANAN
STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI RUANG GERAK, FUNGSIONAL ALAT


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI, PERLATAKAN & FUNGSIONAL ALAT


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI, PERLETAKAN & FUNGSIONAL ALAT


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI, PERLETAKAN & FUNGSIONAL ALAT


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI, KEMIRINGAN, PERLETAKAN


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI, PERLETAKAN & FUNGSIONAL ALAT


STANDAR AKSESIBILITAS

DIMENSI, RUANG GERAK, PERLETAKAN &


FUNGSIONAL ALAT
KENDALA DALAM PENYEBARLUASAN DAN
IMPLEMENTASI
KEPMEN PU No.468/KPTS/1998

 PENGATURAN: belum menjadi rujukan Pemda.


Pengawasan thd pelaksanaan dan penerapan sanksi
masih sangat lemah.
 PELAKU: para pelaku belum mengetahui keberadaan
kepmen ini, atau tergugah untuk melaksanakannya.
 SOSIALISASI: sosialisasi dan informasi masih kurang.
 FISIK:
kondisi fisik di lapangan tidak segera
menyesuaikan dengan Kepmen ini.
AJAKAN DALAM PENYEBARLUASAN
DAN IMPLEMENTASI

ASPEK PENGATURAN
 Dalam proses IMB, di cek terhadap kelengkapan
aksesibilitas bagi penca.
 Untukbangunan yang telah ada, di kontrol
melalui pembaharuan Sertifikat Laik Fungsi
 Penerapansanksi dan denda untuk setiap
pelanggaran
AJAKAN DALAM PENYEBARLUASAN
DAN IMPLEMENTASI

ASPEK PELAKU

 Pengelola gedung perlu mengadakan penyesuaian


dan perbaikan secara bertahap terhadap
fasilitas gedung & lingkungannya agar aksesibel.
 Memberikan pelatihan kepada para Arsitek,
Perancang Kota dan Penyandang Cacat untuk
mempromosikan persamaan kesempatan dalam
rangka promosi lingkungan yang aksesibel bagi
semua.
AJAKAN DALAM PENYEBARLUASAN
DAN IMPLEMENTASI

ASPEK SOSIALISASI

 Sosialisasi
terus menerus kepada segenap Pelaku
Pembangunan, Pengelola Gedung dan Lingkungan
serta Masyarakat pada umumnya.
 MendorongPerguruan Tinggi, Organisasi
Penyandang Cacat, Pemda dan Asosiasi Profesi
untuk melakukan sosialisasi dan evaluasi
terhadap penerapannya.
AJAKAN DALAM PENYEBARLUASAN
DAN IMPLEMENTASI

ASPEK FISIK

 Sudahsaatnya memulai membuat lingkungan binaan


yang aksesibel bagi semua.
 Kelengkapan minimal yang perlu diprioritaskan
adalah ramp, parkir mobil, toilet dan telepon umum.
 Diusulkansebagai prioritas penanganan adalah pada
Bangunan Ibadah, Kantor Pos, Bank, Bandara, Stasiun
KA, Pelabuhan, Terminal Bis, Bioskop, Mal dan
Sekolah, khususnya bangunan gedung negara.
Doa seorang pemakai kursi roda
Tuhan ……
Jangan salahkan hambamu ini….
Jika tak dapat menghadapMu di
rumahMu yang mulia …..
Lantaran rumahMU penuh
dengan tangga yang tinggi dan
tanpa ada Ramp untuk jalan
kursi roda…….
Alhamdulillah
TERIMA
KASIH
ATAS
PERHATIANNYA