Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

SALING KETERGANTUNGAN ANTARA MAKHLUK HIDUP

Dosen Pengampu : 1. Dr. Rusdi, M.Biomed


2. Eka Putri Azrai, S.Pd, M.Si.

Asisten : 1. Lisa Dwiningtyas 4. Noer Syahbani


2.Zalfa Nurul Zahirah 5. Reza Chairawan
3 Ade Imas Rismayanti 6. Dian Islamiati

Nama : Safina Zahira

NRM : 1304618066

Kelas : Pendidikan Biologi A

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2018
A. TUJUAN
1. Mengamati adanya peristiwa saling ketergantungan antara makhluk hidup
2. Membuktikan bahwa makhluk hidup tidak dapat hidup sendiri
3. Membuktikan pengaruh ekosistem terhadap kehidupan makhluk hidup
4. Mengetahui keterkaitan antara fotosintesis dan respirasi
5. Membuktikan bahwa setiap makhluk hidup memiliki tugas masing-masing

B. HASIL PENGAMATAN
Tabel. Kondisi Keempat Tabung Reaksi Setelah 2-3 jam dan 24 jam
Tabung Reaksi Setelah 2-3 jam Setelah 24 jam
I (ikan saja) Ikan masih hidup, air Ikan menjadi mati, air
menjadi warna hijau tetap berwarna hijau
II (Hydrilla saja) Air menjadi biru Air masih tetap
kehijauan, tidak ada berwarna hijau, tidak
perubahan pada Hydrilla ada perubahan pada
Hydrilla
III (ikan + Hydrilla) Ikan masih tetap hidup Ikan mati, air masih
Air berubah menjadi tetap berwarna hijau
warna hijau
IV (BTB) sebagai Tidak ada perubahan Tidak ada perubahan
kontrol
Hasil pengamatan setelah 2-3 jam
Hasil pengamatan setelah 24 jam
C. PEMBAHASAN
Setiap makhluk hidup di dunia ini tidak dapat hidup sendiri, mereka
bergantung pada makhluk hidup lainya dan juga lingkungannya. Contohnya,
manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanan, hewan
juga membutuhkan hewan lain dan tumbuhan untuk sumber makanan, dan
tumbuhan juga membutuhkan hewan. Itu adalah salah satu contoh
ketergantungan antar sesama makhluk hidup. Selain antar sesamanya,
makhluk hidup juga membutuhkan lingkungan abiotik (lingkungan tak hidup),
makhluk hidup memiliki hubungan ketergantungan terhadap alam
ini. Komponen lingkungan abiotik yaitu air, udara dan tanah. Komponen
lingkungan abiotik juga dipengaruhi oleh keberadaan makhluk hidup
didalamnya kandungan oksigen dan karbondioksida dalam udara dipengaruhi
oleh aktivitas tumbuhan dan manusia/hewan disekitarnya, atau kandungan
unsur hara dalam tanah dipengaruhi oleh kerja organisme pengurai. Tetapi ada
juga komponen abiotik yang tidak dipengaruhi oleh keberadaan makhluk
hidup yaitu pancaran matahari dan tekanan udara.
Dalam hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya ada yang
disebut dengan ekosistem. Ekosistem menurut Odum (1993), ialah unit
fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercangkup organisme dan
lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) yang di antara keduanya saling
memengaruhi. Untuk dapat membuktikan pengaruh antara keduanya maka
dilakukan praktikum ini.
Praktikum saling ketergantungan antar makhluk hidup menggunakan
organisme Poecilia reticulata (ikan gupy) dan tumbuhan air Hydrilla sp..
Poecilia reticulata dan Hydrilla digunakan sebagai bahan praktikum karena
ukurannya yang kecil, Praktikum ini dilakukan dengan tujuan untuk
membuktkan bahwa adanya ketergantungan antara ikan gupy dengan Hydrilla.
Praktikum diawali dengan mengisi 4 buah tabung reaksi dengan air kolam.
Setelah diisi, keempat tabung diteteskan dengan indikator BTB. BTB
berfungsi sebagai indikator apakah terjadi hubungan antara ikan gupy dan
Hydrilla. Setelah itu barulah ditambahkan dengan memasukkan kedua
organisme tersebut. Tabung 1 dimasukkan ikan gupy saja, tabung 2
dimasukkan Hydrilla saja, tabung 3 dimasukkan ikan gupy dan Hydrilla, dan
tabung 4 tidak ditambahkan apa-apa. Tabung 4 hanya berupa air yang telah
ditetesi BTB, ini berfungsi sebagai pembanding dari ketiga tabung reaksi lain.
Setelah semua tabung reaksi diisi, mulut tabung reaksi dilapisi dengan
vaselin dan ditutup dengan alumunium foil. Hal ini dimaksudkan agar tidak
ada udara yang dapat masuk ke dalam tabung reaksi. Setelah ditutup dengan
alumunium foil, keempat tabung reaksi di taruh ke rak tabung reaksi dan
diletakkan di deket cahaya lampu. Perlakuan ini dimaksudkan agar Hydrilla
dapat berfotosintesis sehingga dapat dilihat apakah fotosintesis yang dilakukan
Hydrilla berpengaruh kepada kelangsungan hidup ikan gupy.
Pengamatan dilakukan ketika 2-3 jam dan 24 jam setelah diletakkan. Pada
pengamatan 2-3 jam pada tabung 1 ikan masih hidup dan terjadi perubahan
warna pada air kolam yaitu menjadi hijau yang sebelumnya berwarna biru.
Pada tabung 2, tidak terjadi perubahan pada Hydrilla namun, terjadi perubahan
juga pada airnya, sama sama menjadi hijau. Pada tabung 3, juga terjadi
perubahan warna air yaitu menjadi hijau, sedangkan pada Hydrilla tidak
terjadi perubahan, pada ikan juga tidak terjadi perubahan masih tetap hidup.
Pada tabung 4, tidak terjadi perubahan apa apa, air yang sudah ditetesi BTB
masih tetap berwarna biru.
Perubahan warna pada air yang sebelumnya biru menjadi hijau
menunjukkan bahwa air telah berubah sifat menjadi asam. Hal menyebabkan
air menjadi bersifat asam dan berubah warna adalah karena adanya CO2. Pada
tabung 1, ikan gupy yang berada di dalamnya melakukan proses respirasi
sehingga menghasilkan CO2. Karbon dioksida yang dihasilkan ikan gupy ini
akan bereaksi dengan H2O di dalam air sehingga menghasilkan H2CO3 yang
merupakan senyawa asam. Hal ini juga berlaku pada tabung 2 yang berisi
Hydrilla, Hydrilla akan melakukan fotosintesis bersamaan dengan respirasi.
Sedangkan pada tabung 3 yang berisi Hydrilla dan ikan gupy terjadi 2 proses
respirasi yaitu respirasi Hydrilla dan ikan gupy. Ikan gupy akan menghirup
oksigen hasil fotosintesis Hydrilla, dan Hydrilla akan memakai CO2 hasil
respirasi ikan gupy untuk fotosintesis. Hydrilla sendiri juga akan berespirasi,
kemungkinan yang menyebabkan air menjadi hijau adalah CO2 hasil respirasi
Hydrilla.
Pada saat pengamatan 24 jam, ikan pada tabung 1 mati namun, airnya
masih tetap berwarna hijau. Pada tabung 2, Hydrilla tidak menunjukkan
perubahan signifikan dan air didalamnya masih tetap hijau. Pada tabung
ketiga, ikan mati dan air masih tetap berwarna hijau. Sedangkan, pada tabung
4 tidak menunjukkan adanya perubahan.
Ikan pada tabung 1 mati karena tidak adanya O2 yang bisa dihirup untuk
proses respirasinya dan air didalamnya juga sudah berisi H2CO3 yang tidak
dapat dipakai untuk berespirasi. Sedangkan, ikan pada tabung 3 juga mati
setelah 24 jam. Hal ini tidak sesuai teori, seharusnya ikan tidak mati karena ia
masih bias berespirasi menggunakan O2 hasil fotosintesis Hydrilla. Namun,
karena kesalahan dari praktikan sehingga hasil percobaan tidak sesuai.
Kesalahan yang terjadi seperti, Hydrilla yang dimasukkan ke tabung reaksi
ukurannya terlalu besar sehingga menghambat pergerakan ikan.
Setelah dilakukan pengamatan pada kedua waktu, dapat diambil
kesimpulan bahwa hubungan antara Hydrilla dan ikan gupy terletak pada
proses respirasi dan fotosintesisnya. Tumbuhan air akan membantu proses
respirasi hewan air dengan menghasilkan O2 dari proses fotosintesis,
sedangkan hewan air akan membantu proses fotosintesis dengan menghasilkan
CO2 yang merupakan hasil dari proses repirasi.

D. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:
1. Setiap makhluk hidup tidak dapat hidup sendiri
2. Semua organisme memiliki pengaruh terhadap satu sama lain
3. Makhluk hidup memiliki nisia masing masing untuk saling melengkapi
komponen ekosistem
4. Dalam biota air, tumbuhan air mempunyai nisia sebagai penyedia
oksigen untuk hewan-hewan air
5. Pada biota air, hewan-hewan air memiliki nisia sebagai penyedia
karbondioksida bagi tumbuhan air untuk berfotosintesis
6. Ketergantungan pada makhluk hidup dipengaruhi oleh semua makhluk
hidup yang terlibat di dalamnya, jika salah satunya tidak berjalan
dengan baik maka akan mengganggu proses selanjutnya yang
berdampak pada kelangsungan hidup organisme
7. Sinar matahari, CO2, dan O2 sangat diperlukan untuk menjaga
kestabilan hubugan antar makhluk hidup.

E. DISKUSI/PERTANYAAN
1. Apa gunanya larutan BTB?
Larutan BTB berfungsi sebagai indikator adanya CO2, adanya karbon
dioksida ditandai dengan perubahan warna pada air. Hal ini karena terjadi
reaksi antara H2O dengan CO2 yang akan menghasilkan senyawa asam
H2CO3, yang membuat warna air berubah.

2. Apa gunanya tabung reaksi IV sebagai control?


Tabung reaksi IV berguna sebagai pembanding, hal apa saja yang berubah
dari tabung reaksi I, II, dan III
3. Mengapa hewan air dalam tabung reaksi III lebih dapat bertahan hidup
dibanding hewan air dalam tabung II?
Karena dalam tabung reaksi III terdapat tanaman air Hydrilla sp.sehingga
ikan didalamnya dapat bertahan hidup. Hydrilla sp. ini akan berfotosintesis
menghasilkan O2 yang akan digunakan ikan untuk berespirasi

4. Mengapa keempat tabung reaksi di atas ditempatkan di tempat yang


terang?
Agar terkena sinar dan terjadi peristiwa fotosintesis, respirasi, dan
dekomposisi

5. Mengapa digunakan air kolam sebagai media? Bagaimana jika media


diganti dengan aquades?
Air kolam digunakan karena merupakan media yang cocok untuk
kehidupan si hewan
F. DAFTAR PUSTAKA
Amir, A. 1981. Biologi umum. Jakarta: Gramedia
Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan Tjahjono Samingan.
Edisi ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sumardi, Yosephat, dkk. 2007. Konsep Dasar IPA. Jakarta: Universitas
Terbuka.
http://repository.ut.ac.id/4305/1/BIOL4215-M1.pdf

Anda mungkin juga menyukai