Anda di halaman 1dari 3

“Catu Daya”

A. Pengertian
Catu daya (power supply) merupakan suatu rangkaian elektronik yang
mengubah arus listrik bolak-balik menjadi arus listrik searah. Secara umum istilah
catu daya berarti suatu sistem penyearah-filter yang mengubah AC menjadi DC
murni. Sumber DC seringkali dapat menjalankan peralatan-peralatan elektronika
secara langsung, meskipun mungkin diperlukan beberapa cara untuk meregulasi dan
menjaga suatu ggl agar tetap meskipun beban berubah-ubah. (digilib.unila.ac.id)

B. Spesifikasi
Deskripsi KAL 60 KAL 60/5A
Catu daya Didesain untuk FP dan FU Didesain untuk P series
Kit dan Optik Panel Type
(POK 410)
Keluaran AC/ DC 0 – 3 – 6 – 9 – 12 V 0 – 2 – 4 – 6 – 8 -10 -12 V
Daya Maksimum 3 A, 36 W 5 A, 60 W
(http://www.pudak-scientific.com/)

C. Bagian Bagian Alat

1. Tombol Power untuk menyalakan dan mematikan catu daya


2. Fuse berfungsi sebagai pemutus arus listrik jika terjadi konsleting
3. Tombol reset untuk mengatur tegangan yang sudah dikeluarkan catu daya kembali
dari awal.
4. Terminal AC + dan –
5. Terminal DC + dan –
6. Saklar pengatur tegangan
D. Kegunaan, Fungsi, dan Manfaat
1. Sebagai penyearah filter yang mengubah arus AC menjadi DC

E. Prinsip Kerja Alat


Sebuah DC Power Supply atau Adaptor pada dasarnya memiliki 4 bagian
utama agar dapat menghasilkan arus DC yang stabil. Keempat bagian utama
tersebut diantaranya adalah Transformer, Rectifier, Filter dan Voltage Regulator.
1. Transformator (Transformer / Trafo)
Transformator (Transformer) atau disingkat dengan Trafo yang digunakan
untuk DC Power supply adalah Transformer jenis Step-down yang berfungsi
untuk menurunkan tegangan listrik sesuai dengan kebutuhan komponen
Elektronika yang terdapat pada rangkaian adaptor (DC Power Supply).
Transformator bekerja berdasarkan prinsip Induksi elektromagnetik yang terdiri
dari 2 bagian utama yang berbentuk lilitan yaitu lilitan Primer dan lilitan
Sekunder. Lilitan Primer merupakan Input dari pada Transformator sedangkan
Output-nya adalah pada lilitan sekunder. Meskipun tegangan telah diturunkan,
Output dari Transformator masih berbentuk arus bolak-balik (arus AC) yang harus
diproses selanjutnya.

2. Penyearah gelombang (Rectifier)


Rectifier atau penyearah gelombang adalah rangkaian Elektronika dalam
Power Supply (catu daya) yang berfungsi untuk mengubah gelombang AC
menjadi gelombang DC setelah tegangannya diturunkan oleh Transformator
Step down. Rangkaian Rectifier biasanya terdiri dari komponen Dioda.
Terdapat 2 jenis rangkaian Rectifier dalam Power Supply yaitu “Half Wave
Rectifier” yang hanya terdiri dari 1 komponen Dioda dan “Full Wave
Rectifier” yang terdiri dari 2 atau 4 komponen dioda.
Transformator diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala
listrik pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada
kumparan sekundernya. Dioda berperan untuk hanya meneruskan tegangan
positif ke beban RL. Ini yang disebut dengan penyearah setengah gelombang (half
wave). Untuk mendapatkan penyearah gelombang penuh (full wave)
diperlukan transformator dengan center tap (CT).

3. Penyaring (filter)
Dalam rangkaian DC Power supply, filter digunakan untuk meratakan sinyal
arus yang keluar dari Rectifier. Filter ini biasanya terdiri dari komponen
Kapasitor (Kondensator) yang berjenis Elektrolit atau ELCO (Electrolyte
Capacitor).

4. Pengatur tegangan
Untuk menghasilkan Tegangan dan Arus DC (arus searah) yang tetap
dan stabil, diperlukan Voltage Regulator yang berfungsi untuk mengatur
tegangan sehingga tegangan Output tidak dipengaruhi oleh suhu, arus beban dan
juga tegangan input yang berasal Output Filter. Voltage Regulator pada
umumnya terdiri dari Dioda Zener, Transistor atau IC (Integrated Circuit).Pada
DC Power Supply yang canggih, biasanya Voltage Regulator juga dilengkapi
dengan Short Circuit Protection (perlindungan atas hubung singkat), Current
Limiting (Pembatas Arus) ataupun Over Voltage Protection (perlindungan atas
kelebihan tegangan).
(eprints.uny.ac.id)

F. Cara Menggunakan
1. Pastikan kabel power pada panel bagian belakang terhubung dengan arus AC.
2. Memasang ujung kabel probe hitam dipasang ke teminal yang ditandai – dan
ujung kabel probe merah dipasang ke terminal yang ditandai dengan +.
3. Atur tegangan yang akan dikeluarkan catu daya dengan memutar saklar pengatur
tegangan.
4. Tekan tombol power ke posisi ON.
5. Setelah selesai, putar saklar kembali ke posisi tegangan nol.
6. Tekan tombol power ke posisi OFF.
7. Cabut ujung kabel probe dari terminal dan lepaskan kabel power yang terhubung
kearus AC.
(eprints.polsri.ac.id)

G. Jenis dan Macam-macam Alat


1. Catu daya linier
2. Switching power supply
(eprints.uny.ac.id)

H. K3
1. Berhati-hati saat menggunakan alat ini karena bertegangan listrik
2. Letakan ditempat yang tertutup
3. Saat menggunakan catu daya jangan ada air disekitarnya.
4. Tangan selalu dalam keadaan kering
5. Selalu periksa setiap saat catu daya agar tidak ada kerusakan

I. Praktikum
Catu daya digunakan dalam praktikum yang berkaitan dengan materi elektronika dan
yang memakai listrik. Catu daya dipergunakan untuk melakukan praktikum
elektronika antara lain : common emitter, operational amplifier, penyearah setengah
gelombang, rangkaian integrator dan differensiator.

Anda mungkin juga menyukai