Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS PERANCANGAN

1.1 ANALISIS TAPAK

Analisis tapak merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi semua


faktor-faktor yang mempengaruhi bangunan dalam suatu tapak, yang kemudian faktor-
faktor tersebut dievaluasi dampak positif dan negatifnya. Melalui identifikasi dan evaluasi
tersebut akan menghasilkan alternatif-alternatif solusi dalam merencanakan tapak.
Pada analisis ini, terdapat dua alternative perancangan yang diperoleh dari prinsip-
prinsip pada tema yang telah dikerucutkan menjadi lima prinsip, yaitu structure as
aesthetic, structure as articulating circulation, structure as light, structure as high-tech
expression, dan structure as room flexibility.
1.2 ANALISIS PENENTUAN LOKASI

1.2.1 Kondisi Eksisting Tapak

Gambar 1.2.1 bentuk, ukuran, dan batas tapak


(sumber : data arsitek dan google map)
a. Batas, Bentuk, dan Kontur Tapak.

Gambar dari dokumen pribadi


Tapak dalam luasan 20000 m2 ini berada ditengah area persawahan,
sehingga dikelilingi oleh area persawahan dan perkebunan kopi disekitarnya.
Dengan posisi kontur yang tidak merata dan tidak beraturan menjadikan tapak
dan bangunan yang akan di didirikan diatasnya menciptakan estetika yang
dipadukan dengan kondisi alam.
b. Aksesbilitas dan Sirkulasi.

Gambar dari dokumen pribadi


Sirkulasi kendaraan di sekitar tapak merupakan sirkulasi kendaraan yang
tidak jenuh dan tidak produktif, ini dikarenakan lokasi tapak berada ditengah
persawahan dan perkebunan kopi. Sedangkan untuk sirkulasi udara dan orientasi
matahari sangat maksimal karena tidak terhalang oleh bangunan yang lain,
kemungkinan dalam kondisi tapak yang sangat bagus akan sirkulasi baik udara
ataupun suhu cuaca bisa dimanfaatkan dalam menjaga kestabilan sirkulasi
melalui area hijau diperbanyak baik berbentuk taman ataupun green building.
c. Vegetasi.

Gambar dari dokumen pribadi


Vegetasi yang ada pada tapak rata-rata tanaman palawija, pohon bambu
liar dan pohon pinus, sehingga membuat sejuk pada tapak, ada beberapa tanaman
yang bisa dimanfaatkan sebagai resapan air seperti bambu karena bisa menyerap
air dan mengurangi pengeringan pada lahan sekitar.
d. Matahari.

Gambar dari dokumen pribadi


Posisi tapak tidak lurus menghadap utara dan selatan tetapi agak miring
sehingga hampir keseluruhan bangunan tersinari oleh matahari secara merata.
e. Angin dan suhu.

Gambar dari dokumen pribadi


Angin dominan berhembur dari utara ke selatan. Angin dari utara lebih
kencang dikarenakan ada pegunungan dan behembus kea rah yang landau di arah
selatan, dan tidak adanya penghalang menjadikan hembusan angin lumayan
kencang disaat musim kemarau. Sedangkan suhu di daerah tapak tersebut
terbilang dingin ini juga di karenakan lokasi tapak berada di daerah pegunungan.
f. Hujan.

Gambar dari dokumen pribadi


Berdasarkan kontur kawasan, kemiringan tapak mengarah ke selatan.
Apabila air turun air hujan maka aliran air hujan akan mengalir ke selatan,
sehingga aliran air hujan bisa diarahkan keselatan .