Anda di halaman 1dari 15

Aplikasi Teori Ekonomi

Chapter 11
Keputusan Manajerial dalam Pasar Persaingan Sempurna

Disusun oleh:
Kinanthi Dwi (186020202111008)
Diaz Kurnia (186020202111008)

Program Magister Manajemen


Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas Brawijaya
2018
BAB 1

TUJUAN PEMBEJALARAN

1.1. Tujuan Pembelajaran dalam Bab ini adalah sebagai berikut:


1. Memahami tiga karakteristik pasar persaingan sempurna.
2. Memahami mengapa kurva permintaan yang dihadapi perusahaan persaingan sempurna sangat
elastis dan berfungsi sebagai kurva pendapatan marjinal perusahaan.
3. Menentukan output maksimalisasi keuntungan jangka pendek, dapatkan kurva penawaran
perusahaan dan pasar, dan identifikasi jumlah surplus produsen yang dihasilkan.
4. Memahami karakteristik keseimbangan kompetitif jangka panjang untuk perusahaan, dapatkan
kurva penawaran pasar jangka panjang, dan identifikasi rantai ekonomi dan surplus produsen.
5. Menentukan tingkat penggunaan maksimal dari input variabel.
6. Memahami estimasi nilai harga pasar, biaya variabel, dan biaya marjinal secara empiris untuk
menghitung laba dan laba yang memaksimalkan laba perusahaan.

Page 2 of 15
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran
yang ditandai oleh jumlah konsumen dan produsen yang sangat banyak dan tidak terbatas. Pasar
persaingan sempurna merupakan pasar/industri yang dicirikan oleh perusahaan kecil yang banyak
jumlahnya dan membuat produk yang sama. Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai
struktur pasar atau industri dimana setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan
pasar.
Di dalam pasar persaingan sempurna terdapat mobilitas sempurna dari sumber daya serta adanya
pengetahuan yang sempurna baik pembeli maupun penjual, sehingga kekuatan permintaan dan
penawaran dapat bergerak bebas. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain bursa efek atau pasar
modal atau pasar uang.

Pasar disebut bersaing sempurna jika :


1. Terdapat sejumlah besar penjual dan pembeli komoditi, sehingga tindakan seorang individu tidak
dapat mempengaruhi harga komoditi tersebut
2. Produk dari seluruh perusahaan dalam pasar adalah homogen
3. Terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna
4. Konsumen pemilik sumber daya dan perusahaan dalam pasar mempunyai pengetahuan yang
sempurna mengenai harga-harga dan biaya-biaya yang sekarang dan yang akan datang.

Dalam pasar persaingan sempurna, harga komoditi hanya ditentukan oleh perpotongan antara
kurva permintaan pasar dan kurva penawaran. Dengan demikian, perusahaan dalam pasar persaingan
sempurna merupakan “penerima harga” (price taker) dan hanya dapat menjual setiap jumlah komoditi
pada harga yang telah ditetapkan.

Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti yang diuraikan sebagai
berikut :
a. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker).
Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
b. Keleluasaan Masuk – Keluar Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya
yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
c. Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen. Produk yang mampu memberikan
kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
d. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small Relativel Output)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata – rata terendah),
kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative kecil
dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam pasar.
e. Tidak ada hambatan dalam mobilitas sumber ekonomi dari satu usaha ke usaha lain (free mobility
of resources).
f. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga
produk dan input yang dijual.
g. Pemerintah tidak ikut campur tangan tentang harga, baik langsung maupun tidak langsung.
h. Pembeli dan penjual bebas mengadakan perjanjian, tanpa ada campur tangan pemerintah.

Sebagai implikasi dari ciri-ciri tersebut, maka seorang produsen tidak dapat mengubah harga pasar
yang berlaku. Seorang produsen hanya sebagai pengambil harga (price-taker). Dan dalam jangka
pendek hal penting yang harus diperhatikan oleh produsen yang berada pada pasar persaingan

Page 3 of 15
sempurna adalah menentukan jumlah produksi yang dapat mendatangkan keuntungan maksimum. Hal
tersebut dapat tercapai jika pendapatan marjinal (MR) sama dengan biaya marjinal (MC) dan juga
sama dengan harga outputnya.
Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan akan menambah skala produksinya dan tidak
menutup kemungkinan adanya perusahaan-perusahaan baru yang masuk dalam pasar jika ada
keuntungan lebih (harga jual atau P di atas biaya rata-rata atau AC). Akibatnya penawaran output di
pasar akan bertambah dan mendorong harga turun sampai pada posisi di mana harga jual sama dengan
biaya produksi.
Akhirnya keuntungan menjadi normal, dan hal ini akan merangsang adanya perluasan kapasitas
produksi maupun pendirian pabrik baru. Keadaan tersebut dinamakan ekuilibrium jangka panjang
(harga jual atau P sama dengan biaya rata-rata atau AC minimum).

2.2. PERMINTAAN PASAR TERHADAP PERUSAHAAN PENERIMA HARGA

Ciri pertama dari pasar persaingan sempurna adalah setiap perusahaan adalah pengambil harga,
yaitu sesuatu perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga. Interaksi seluruh
produsen dan seluruh pembeli dipasar yang akan menentukan harga pasar, dan seorang produsen hanya
“menerima” saja harga yang sudah ditentukan tersebut. Ini berarti banyak pun barang yang
diproduksikan dan dijual oleh produsen, ia tidak akan dapat mengubah harga yang ditentukan di pasar,
karena jumlah yang diproduksikan itu hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang diperjualbelikan di
pasar.

Gambar di atas (Figure 11.2) menunjukkan permintaan dan penawaran ke atas barang yang
dihasilkan perusahaan-perusahaan dalam suatu pasar persaingan sempurna. Dapat dilihat bahwa harga
pasar yang tercapai adalah P0, dan julmah barang yang diperjualbelikan adalah Q0. Dalam gambar
ditunjukkan permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dalam pasar tersebut. Kurva permintaan
pada Panel B adalah berbentuk satu garis yang sejajar dengan sumbu datar, dan tingkat harga yang
dicapai adalah P0. Kurva Panel B bersifat elastis sempurna karena dua alasan. Yang pertama, hasil
produksi perusahaan tersebut adalah serupa (identical) dengan produksi perusahaan-perusahaan lain
dalam pasar itu, dengan demikian apabila perusahaan tersebut menaikkan harga hasil produksinya,
tidak satu pun hasil produksinya akan terjual. Para konsumen akan membeli dari perusahaan lain.
Alasan kedua, oleh karena produksi perusahaan tersebut adalah sebagian kecil saja dari yang
diperjualbelikan di pasar, perusahaan tersebut dapat menjual seluruh produksinya pada harga P0.
Sumbu datar pada gambar menunjukkan bahwa produksi perusahaan itu adalah jauh lebih kecil dari
jumlah barang yang diperjualbelikan di pasar. Karena perusahaan itu dapat menjual semua hasil
produksinya, tidak ada alasan kepada perusahaan untuk menurunkan harga penjualan barangnya.

Page 4 of 15
2.3. KESEIMBANGAN PERUSAHAAN DALAM JANGKA PENDEK

Ada dua syarat yang harus dipenuhi agar perusahaan berada dalam keseimbangan:
a. Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi, paling tidak bila biaya variabel (VC) adalah sama
dengan penerimaan total (TR), atau biaya variabel rata-rata (AVC) sama dengan harga (P). Dalam
kondisi ini perusahaan hanya menanggung kerugian biaya tetap (FC), dimana biaya ini dengan
atau tanpa produksi tetap harus dikeluarkan. Tetapi jika AFC lebih kecil dari harga maka
perusahaan tidak mampu menutupi lagi beban biaya tetap. Kegiatan produksi hanya menambah
beban, karena itu produksi sebaiknya dihentikan.
b. Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau,
dalam kondisi buruk, kerugiannya minimum (Minimum Loss).

2.3.1. Menghasilkan Profit Ekonomi

Figure 11.3 menunjukkan bahwa kondisi MR=MC (titik A) tercapai pada saat output sejumlah
600. Karena biaya rata-rata lebih kecil dari harga, dari setiap unit output perusahaan memperoleh
laba sebesar AB per unit. Jika output lebih kecil dari 600, misalnya 400, penerimaan marginal
(MR=P) lebih besar dari biaya marginal (MC), sehingga lebih menguntungkan bagi perusahaan
menambah output. Bila output lebih besar dari 600, MC sudah lebih besar dari MR. Penambahan
output (di angka 600) akan mengurangi laba karena itu laba maksimum tercapai hanya bila
MR=MC.

Figure 11.3

2.3.2. Kerugian Tetapi Dapat Membayar Sebagian Biaya Tetap

Beberapa perusahaan yang memilih untuk menghentikan produksi, jelas tidak akan menghasilkan
pendapatan (revenue) dan juga tidak menambah biaya variable lain. Namun, perusahaan akan tetap
mengalami kerugian bahkan di saat tidak memproduksi sama sekali, karena masih harus
menanggung beban biaya tetap (fixed cost). Dapat dirumuskan sebagai berikut:

Figure 11.5 menunjukkan bahwa seorang manager harus memutuskan untuk merugi atau
menghentikan produksi. Manager harus menjual produknya seharga $10.50. perusahaan
mengalami kerugian dikarenakan $10.50 kurang dari average total cost (P < ATC) berapapun
produk yang dihasilkan perusahaan. Jika manager memutuskan untuk tetap memproduksi, maka
manager harus memproduksi sebanyak 300 produk dimana MR (= P) = SMC = $10.50. Maka:
TR (titik E) = P x Q = $10.50 x 300 = $3,150
TC (titik G) = $17 x 300 = $5,100
Jadi perusahaan menanggung kerugian minimum sebesar $5,100 – $3,150 = $1,950

Page 5 of 15
Untuk membandingkan dengan kerugian yang dialami perusahaan saat tidak memproduksi sama
sekali, kita dapat menggunakan rumus TFC = AFC x Q dan juga AFC = ATC – AVC. Dapat kita
lihat saat produksi sebanyak 300, maka:
AFC = ATC – AVC = $17 – $9 = $8
TFC = AFC x Q = $8 x 300 = $2,400
Jadi kerugian yang dialami perusahaan saat tidak memproduksi adalah sebesar $2,400.

Saat harga jatuh dibawah minimum AVC, maka saat itu perusahaan sebaiknya berhenti produksi.
Karena itulah titik S dapat disebut juga dengan shutdown price.

2.3.3. Ketidakrelevanan Biaya Sunk, Biaya Tetap, dan Biaya Rata-rata

Untuk mengilustrasikan bahwa biaya tetap tidak mempengaruhi keputusan untuk memproduksi
atau tidak menghasilkan, kami memilih lima tingkat biaya tetap yang berbeda dan memeriksa
keputusan penutupan untuk perusahaan dengan kurva SMC dan AVC yang ditunjukkan pada
Figure 11.5. Dengan mempertahankan harga pasar $10,50, Tabel 11.1 menunjukkan semua
informasi pendapatan, biaya, dan laba yang relevan untuk masing-masing dari lima tingkat biaya
tetap. Pertama perhatikan bahwa tingkat produksi optimal untuk salah satu dari lima tingkat biaya
tetap adalah 300 unit karena SMC setara dengan $10,50 pada 300 unit, tidak peduli berapa pun
tingkat biaya tetapnya. Dalam semua kasus yang ditunjukkan pada Tabel 11.1, total pendapatan
adalah $3.150, biaya variabel total adalah $2.700, dan, setelah semua biaya variabel dibayar, $450
tetap berlaku untuk biaya tetap.

Ketika biaya tetap hanya $200, laba ekonomi positif karena pendapatan melebihi semua biaya.
Tentunya manager memilih untuk memproduksi dan memperoleh laba, daripada menghasilkan
apa-apa dan kehilangan biaya tetap. Untuk masing-masing dari empat kasus lainnya, pendapatan

Page 6 of 15
yang tersisa setelah membayar biaya variabel tidak cukup untuk membayar semua biaya tetap, dan
laba negatif. Kolom 7 dan 8, masing-masing, menunjukkan kerugian saat perusahaan
menghasilkan 300 unit (di mana P = SMC) dan kerugian saat perusahaan tidak memproduksi dan
tetap menanggung fixed cost.

Perhatikan bahwa dalam semua kasus ketika perusahaan membuat kerugian, kerugian dari
memproduksi 300 unit adalah $450 kurang dari kerugian jika perusahaan berhenti produksi. Tidak
peduli seberapa tinggi total biaya tetap, perusahaan kehilangan $450 lebih sedikit dengan
menghasilkan output yang positif daripada tidak menghasilkan apa-apa (berhenti produksi).
Tingkat biaya tetap tidak berpengaruh pada keputusan perusahaan untuk berproduksi.

Kita dapat meringkas keputusan output jangka pendek untuk perusahaan yang mengambil harga
dengan prinsip:
(1) Biaya variabel rata-rata dapat memberitahu kita apakah perusahaan sebaiknya berproduksi;
jika harga jatuh di bawah minimum AVC maka perusahaan harus berhenti produksi.
(2) Biaya marjinal memberi tahu berapa banyak yang harus diproduksi; jika P ≥ minimum AVC,
perusahaan menghasilkan output dimana SMC = P.
(3) Biaya total rata-rata menunjukkan berapa banyak laba atau rugi yang dibuat jika perusahaan
memutuskan untuk memproduksi; laba sama dengan perbedaan antara P dan ATC (laba rata-
rata atau margin laba) dikalikan dengan kuantitas yang diproduksi dan dijual.

2.3.4. Kurva Penawaran Perusahaan dan Pasar

Di Panel A, poin a, b, dan c adalah titik ekuilibrium yang memaksimalkan laba perusahaan
masing-masing di harga $5, $9, dan $17. Kurva marginal cost (MC) di atas average variable cost
(AVC) menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memproduksi sejumlah unit pada setiap
harga. Panel A menunjukkan 80, 110, dan 170 unit output sebagai jumlah yang disediakan ketika
harga pasar adalah masing-masing $5, $9, dan $17. Untuk harga pasar yang lebih rendah dari
minimum average variable cost (AVC), perusahaan tidak berproduksi atau persediaan adalah 0.

Selama biaya input tetap konstan (dalam hal ini semua perusahaan dalam pasar ini
memvariasikan tingkat produksi mereka), kurva penawaran pasar dapat diperoleh dengan
menjumlahkan (secara horisontal) kurva biaya marjinal dari masing-masing produsen.

Page 7 of 15
Jika, misalnya, pasar memiliki 100 perusahaan identik dengan yang ditunjukkan pada Panel
A, jumlah pasar yang disediakan adalah 8.000 unit dengan harga $5, 11.000 unit dengan harga $9,
dan 17.000 dengan harga $17, seperti yang ditunjukkan di Panel B. Pasokan jangka pendek
perusahaan, S, akan naik ke atas, sehingga pasokan untuk pasar yang kompetitif (supply short run
/ SSR), juga harus naik ke atas.

Perhatikan juga bahwa untuk setiap tingkat tertentu dari output pasar, harga pasokan sepanjang
kurva penawaran pasar jangka pendek SSR sama dengan biaya marjinal yang dialami oleh setiap
perusahaan dalam pasar. Pada titik B, misalnya, $9 adalah biaya marjinal menghasilkan unit ke-
11.000. Unit 11.000 ini adalah produk ke-110 dari salah satu perusahaan di antara 100 perusahaan
di pasar, dan perusahaan mana pun yang menghasilkannya, biaya marjinal unit ke-110 adalah $9.
Untuk alasan ini, kurva penawaran pasar jangka pendek juga dapat dilihat sebagai kurva biaya
marjinal pasar (industry marginal cost curve).

2.3.5. Surplus dan Keuntungan Produsen dalam Ekuilibrium Pasar Persaingan Jangka Pendek

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, surplus produsen sama dengan area di atas pasokan
dan di bawah harga pasar di atas kisaran output yang disediakan untuk kedua periode jangka
pendek dan jangka panjang analisis. Untuk setiap unit yang dipasok, setiap pendapatan lebih besar
dari harga penawaran (yaitu, harga minimum yang diperlukan untuk mendorong produsen untuk
memasok unit) mewakili keuntungan bersih dari perdagangan dengan konsumen.

Seperti yang ditunjukkan dalam derivasi kurva perusahaan dan pasokan pasar jangka pendek,
harga pasokan untuk setiap unit output sama dengan biaya marjinal jangka pendek produksi. Pada
Panel A dari Gambar 11.6, misalnya, biaya marjinal untuk memproduksi unit ke-110 adalah $9,
yang merupakan biaya untuk mendapatkan input variabel tambahan yang dibutuhkan untuk
memproduksi unit ke-110. Jelas, seorang manajer tidak akan menyediakan unit 110 untuk setiap
harga kurang dari biaya $9 dari input variabel yang diperlukan untuk menghasilkan unit ini.

Dengan menjumlahkan perbedaan antara harga pasar dan harga penawaran (= SMC) untuk
setiap unit yang dipasok, total surplus produsen untuk suatu perusahaan dalam jangka pendek sama
dengan perbedaan antara total pendapatan dan biaya variabel total:

Jadi surplus produsen lebih besar daripada keuntungan ekonomi jangka pendek dengan jumlah
total biaya tetap (TR – TVC).

Di Panel A dari Gambar 11.6, misalkan harga pasar adalah $9 sehingga satu perusahaan
memasok 110 unit. Total surplus produsen perusahaan tunggal adalah $380, yang merupakan
selisih antara total pendapatan dan total biaya variabel pada 110 unit output (mengabaikan 50 sen
pembulatan kesalahan).

Atau, $380 juga dapat ditemukan dengan menghitung area di atas pasokan dan di bawah harga
pasar atas 110 unit output. Karena SMC kebetulan berada di atas titik di Gambar 11.6, surplus
produsen dapat dihitung (tanpa menggunakan kalkulus) hanya dengan menghitung luas trapezoid
edba.

Untuk pasar, total surplus produsen adalah area di atas SSR dan di bawah $9 di Panel B. Karena
ada 100 perusahaan di pasar dengan biaya yang identik dengan yang ditunjukkan di Panel A, area
yang diarsir di Panel B, $38.000, hanya 100 kali surplus produsen dari satu perusahaan (= 100 x $
380).

Page 8 of 15
2.4. MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN JANGKA PANJANG

Dalam jangka pendek, keputusan produksi manajer terbatas karena beberapa input yang digunakan
oleh perusahaan ditetapkan untuk jangka waktu produksi jangka pendek. Biasanya, yang dilihat
manajer sebagai biaya tetap dalam jangka pendek adalah jumlah modal yang tersedia untuk perusahaan
dalam bentuk pabrik atau peralatan. Dalam jangka panjang, semua input bersifat variabel, dan seorang
manajer dapat memilih untuk menggunakan ukuran dan jumlah modal — yang diperlukan untuk
menghasilkan tingkat output yang paling efisien yang akan memaksimalkan laba. Pilihan ukuran modal
sering disebut sebagai "skala operasi." Skala operasi dapat diperbaiki dalam jangka pendek, tetapi
dalam jangka panjang dapat diubah seiring dengan kondisi ekonomi yang menjamin.

2.4.1. Memaksimalkan Keuntungan Ekuilibrium Perusahaan dalam Jangka Panjang

Pada Figure 11.7, LAC dan LMC adalah kurva biaya rata-rata dan marjinal jangka panjang.
Permintaan elastis perusahaan secara sempurna D menunjukkan harga ekuilibrium ($17) dan sama
dengan pendapatan marjinal. Selama harga lebih besar dari biaya rata-rata jangka panjang,
perusahaan dapat menghasilkan laba. Dengan demikian, pada Figure 11.7, setiap output antara 20
dan 290 unit menghasilkan beberapa keuntungan ekonomi. Seperti disebutkan sebelumnya, titik-
titik output B dan B’ kadang-kadang disebut Break-event Point. Pada dua titik ini, harga sama
dengan biaya rata-rata jangka panjang dan laba ekonomi adalah 0.

Keuntungan maksimum terjadi pada 240 unit output (titik S), di mana pendapatan marjinal
sama dengan biaya marjinal jangka panjang. Perusahaan ingin memilih ukuran pabrik untuk
menghasilkan 240 unit output. Perhatikan bahwa perusahaan, dalam keadaan ini, tidak ingin
memproduksi 140 unit output pada titik M, titik minimum biaya rata-rata longrun. Pada M,
pendapatan marjinal melebihi biaya marjinal, sehingga perusahaan dapat memperoleh dengan
memproduksi lebih banyak output. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 11.7, pada titik S total
pendapatan (kuantitas waktu harga) pada 240 unit output sama dengan $ 4.080 (= $17 x 240), yang
merupakan area dari persegi panjang 0TSV. Total biaya (kuantitas waktu biaya rata-rata) adalah
sama dengan $2,880 (=$ 12 x 240), yang merupakan luas dari persegi panjang 0URV. Total
keuntungan adalah $1.200 [= ($17 - $12) x 240], yang merupakan luas dari UTSR persegi panjang.

Dengan demikian perusahaan akan merencanakan untuk beroperasi pada skala biaya marjinal
jangka panjang sama dengan harga. Ini akan menjadi situasi yang paling menguntungkan dalam
situasi ini. Tapi, seperti yang akan kita tunjukkan, keadaan ini akan berubah. Jika perusahaan yang
diilustrasikan pada Gambar 11.7 bebas untuk memasuki pasar, begitu pula calon pendatang
lainnya. Dan jika ini terjadi akan menurunkan harga pasar.

Page 9 of 15
2.4.2. Ekuilibrium Pasar Persaingan Jangka Panjang

Keuntungan ekonomi menarik perusahaan baru ke dalam pasar, dan masuknya perusahaan-
perusahaan baru ini meningkatkan pasokan pasar. Peningkatan pasokan ini menurunkan harga.
Ketika harga turun, semua perusahaan di pasar menyesuaikan tingkat output mereka untuk tetap
berada dalam keseimbangan yang memaksimalkan laba. Perusahaan-perusahaan baru terus
memasuki pasar, harga terus turun, dan perusahaan-perusahaan yang ada terus menyesuaikan
output mereka sampai semua keuntungan ekonomi dihilangkan. Tidak ada lagi insentif bagi
perusahaan baru untuk masuk, dan pemilik semua perusahaan di pasar hanya mendapatkan apa
yang dapat mereka lakukan dengan alternatif terbaik mereka.

Sebaliknya, kerugian ekonomi memotivasi beberapa perusahaan yang ada untuk keluar, atau
pergi dari pasar. Keluarnya perusahaan-perusahaan ini mengurangi pasokan pasar. Pengurangan
pasokan mendorong harga pasar. Ketika harga naik, semua perusahaan di pasar harus
menyesuaikan tingkat output mereka untuk terus memaksimalkan laba. Perusahaan terus keluar
sampai kerugian ekonomi dihilangkan, dan laba ekonomi nol.

Ekuilibrium kompetitif jangka panjang, tidak hanya didapatkan dengan laba, tetapi juga saat
profit ekonomi mencapai 0. Kedua kondisi ini dipenuhi ketika harga sama dengan biaya marjinal
(P = LMC), sehingga perusahaan memaksimalkan laba, dan harga juga sama dengan biaya rata-
rata (P = LAC), sehingga tidak ada entri atau keluar yang terjadi. Kedua kondisi untuk
keseimbangan dapat dipenuhi secara bersamaan hanya ketika harga sama dengan minimum LAC,
pada titik LMC = LAC.

Figure 11.8 menunjukkan perusahaan yang khas dalam kesetimbangan kompetitif jangka
panjang. Kurva biaya jangka panjang pada Figure 11.8 serupa dengan yang ada pada Figure 11.7.
Perbedaan antara dua angka tersebut adalah bahwa pada Figure 11.7 perusahaan memaksimalkan
laba, tetapi pasar belum 0-profit equilibrium. Pada Figure 11.8, perusahaan memaksimalkan laba
(P sama dengan LMC), dan pasar juga dalam keseimbangan kompetitif jangka Panjang (long-run
competitive equilibrium) karena keuntungan ekonomi nol (P = LAC).

Figure 11.7 Figure 11.8

Ekuilibrium jangka panjang terjadi pada harga $10 dan output 140, pada titik M. Semua
perusahaan memaksimalkan laba (P = LMC), dan tidak ada insentif bagi perusahaan untuk
memasuki atau keluar dari pasar karena keuntungan ekonomi nol (P = LAC). Saat ada perusahaan
baru yang masuk ke dalam pasar atau keluarnya perusahaan yang ada dari pasar, pasar akan
menyesuaikan sehingga P = LMC = LAC, yang berada pada titik minimum di LAC.

2.4.3. Penawaran Jangka Panjang di Pasar Persaingan Sempurna

Untuk mendapatkan kurva penawaran pasar dalam jangka panjang, kita harus membedakan
antara dua jenis Pasar:
(1) Pasar dengan biaya yang terus meningkat adalah jika saat semua perusahaan dalam pasar
memperluas output dan dengan demikian penggunaan input (harga dari beberapa input yang
digunakan) dalam pasar ikut meningkat. Misalnya, jika pasar komputer pribadi memperluas

Page 10 of 15
produksi hingga 15 persen, harga dari banyak input (seperti chip mikroprosesor, papan RAM,
disk drive, dan sebagainya) akan meningkat, menyebabkan biaya marjinal dan rata-rata untuk
semua perusahaan bergeser ke atas.
(2) Pasar dengan biaya konstan adalah jika saat output pasar dan penggunaan input meningkat,
semua harga input yang digunakan dalam pasar tetap konstan. Misalnya, pasar pertanian
mungkin sangat kecil sehingga penggunaan input seperti pupuk, buruh tani, dan mesin tidak
berpengaruh pada harga input ini. Karena itu mungkin pasar biaya konstan.

Figure 11.9 menunjukkan hubungan antara perusahaan yang khas dalam pasar biaya konstan
(Panel A) dan kurva penawaran pasar jangka panjang, SLR, untuk pasar biaya konstan (Panel B).
Perhatikan bahwa harga pasokan dalam jangka panjang adalah konstan dan sama dengan 10 untuk
semua tingkat output pasar. Hasil ini mengikuti dari kondisi ekuilibrium jangka panjang bahwa
laba ekonomi harus nol. Harga pasokan jangka panjang, $10, sama dengan biaya rata-rata jangka
panjang minimum (LACmin) untuk setiap tingkat output yang dihasilkan oleh pasar karena
masuknya perusahaan baru selalu menawar harga ke titik nol keuntungan ekonomi (titik M pada
Figure 11.9). Karena pasar adalah pasar dengan biaya konstan, perluasan output pasar tidak
menyebabkan minimum LAC (titik M) naik. Oleh karena itu, harga pasokan jangka panjang adalah
konstan dan sama dengan minimum LAC dan LMC. Karena harga pasokan konstan, SLR datar atau
elastis sempurna untuk pasar dengan biaya konstan.

Sebagai contoh, jika output pasar meluas dari 28.000 unit menjadi 105.000 unit melalui
masuknya perusahaan baru, setiap perusahaan (lama dan baru) akhirnya menghasilkan 140 unit
output pada minimum LAC (dan LMC) sebesar $ 10. Tidak ada satu perusahaan yang memperluas
output (q) dalam jangka panjang; output pasar (Q = nq) mengembang karena ada lebih banyak
perusahaan, masing-masing menghasilkan 140 unit. Ketika pasar memproduksi 28.000, 105.000,
dan 140.000 unit, pasar ini berada dalam ekuilibrium jangka panjang dengan 200, 750, dan 1.000
perusahaan, masing-masing. Pada titik A, misalnya, 200 perusahaan (n) masing-masing
menghasilkan 140 unit (q) untuk total output pasar (Q) sebesar 28.000 unit (= nq = 200 x 140).
Akhirnya, perhatikan bahwa pada setiap titik pada SLR (A, B, dan C, misalnya), laba ekonomi
adalah nol.

Dengan demikian, harga pasokan jangka panjang, $10, memberikan biaya rata-rata jangka
panjang minimum dan biaya marjinal untuk setiap tingkat output pasar: P=$10=LACmin=LMC.

Page 11 of 15
Selanjutnya, pasar dengan biaya yang terus meningkat. Figure 11.10 mengilustrasikan
hubungan antara perusahaan tipikal dalam pasar dengan biaya yang meningkat (Panel A) dan kurva
penawaran pasar jangka panjang (Panel B). Karena pasar adalah pasar dengan biaya yang terus
meningkat karena memperluas produksi, harga sumber daya naik, menyebabkan biaya rata-rata
jangka panjang di Panel A bergeser ke atas. LACA, LACB, dan LACC mewakili biaya rata-rata
jangka panjang yang semakin tinggi yang terkait dengan tingkat output pasar masing-masing
28.000, 105.000, dan 140.000 unit. Misalnya, ketika output pasar meningkat dari 28.000 unit,
diproduksi oleh 200 perusahaan, menjadi 105.000 unit, harga input naik, menyebabkan LAC
minimum naik ke M’ (di Panel A). Setiap perusahaan di pasar ini masih menghasilkan 140 unit,
tetapi sekarang ada 750 perusahaan yang memproduksi total output pasar 105.000 unit dengan
biaya rata-rata $ 15. Sama seperti dalam kasus pasar biaya konstan, laba ekonomi nol di semua
titik di sepanjang SLR. Demikian pula, ketika output pasar meningkat dari 105.000 menjadi 140.000
unit, harga input naik lebih jauh, menyebabkan minimum LAC (dan LMC) naik ke M’’. Pada titik
C, 1.000 perusahaan masing-masing menghasilkan 140 unit dengan biaya rata-rata $ 17 per unit
dan menghasilkan keuntungan ekonomi nol. Seperti dalam pasar biaya konstan, SLR juga
memberikan nilai minimum LAC dan LMC untuk setiap tingkat output pasar. Sebagai contoh,
biaya marjinal jangka panjang menghasilkan unit 140.000 adalah $ 17, yang akan dicapai dengan
biaya rata-rata (minimum) $ 17 per unit.

2.4.4. Surplus Ekonomi Produsen di Ekuilibrium Jangka Panjang

Pada Figure 11.11 ditunjukan kurva penawaran jangka panjang industri, SLR. Di setiap titik di
sepanjang SLR, perusahaan-perusahaan di pasar ini menghasilkan laba ekonomi nol. Akibatnya,
area surplus produsen jangka panjang, segitiga vwA, mengukur pembayaran biaya yang dibuat
untuk faktor-faktor produksi yang unggul. Dengan kata lain, semua surplus produsen dalam jangka
panjang berakhir di kantong pemasok sumber daya, dan tidak ada surplus produsen yang masuk
ke perusahaan-perusahaan yang memasok output di pasar ini. Pada Gambar 11.11, pemasok
sumber daya mendapatkan $16.000 sewa ekonomi, sedangkan pemasok hasil persaingan sempurna
tidak mendapatkan keuntungan ekonomi sama sekali. Kita sekarang dapat meringkas diskusi
tentang sewa ekonomi dan surplus produsen jangka panjang dengan prinsip berikut: “Perusahaan
yang menggunakan sumber daya yang sangat produktif memperoleh keuntungan ekonomi nol
dalam ekuilibrium kompetitif jangka panjang karena potensi keuntungan ekonomi dari
penggunaan sumber daya yang unggul dibayarkan kepada pemilik sumber daya sebagai sewa
ekonomi. Dalam industri dengan biaya tinggi, semua surplus produsen jangka panjang dibayarkan
kepada pemasok sumber daya sebagai sewa ekonomi.”

Page 12 of 15
Kita dapat mengilustrasikan konsep sewa ekonomi dengan sebuah contoh. Anggaplah Anda
adalah seorang pengawas konstruksi yang berpengalaman untuk pembangun rumah yang biasa-
biasa saja, dan Anda sangat berbakat dalam mengatur subkontraktor: pekerja beton, tukang kayu,
tukang batu, tukang pipa, pelukis, dan seterusnya. Anda dapat membangun rumah dalam waktu
10% lebih sedikit daripada pengawas konstruksi yang berpengalaman di industri, dan penghematan
waktu ini mengurangi biaya membangun rumah. Bakat atasan Anda secara efektif mengurangi
biaya konstruksi tahunan sebesar $75.000 dibandingkan dengan biaya setiap pembangun lain
dalam industri. Lebih lanjut mengasumsikan bahwa pengawas konstruksi berpengalaman biasanya
dibayar $100.000 setahun, yang merupakan apa yang Anda bayar.

Industri konstruksi rumah di pasar Anda berada dalam ekuilibrium jangka panjang, dan setiap
pembangun lain dalam industri ini memperoleh keuntungan ekonomi nol. Perusahaan Anda,
bagaimanapun, menghasilkan keuntungan ekonomi $75.000 per tahun. Anda sepenuhnya
bertanggung jawab atas keuntungan ekonomi $75.000, karena perusahaan Anda identik dalam
setiap cara untuk setiap perusahaan lain kecuali untuk keterampilan superior Anda. Anda bisa
menjadi pengawas untuk perusahaan lain di pasar dan mendapatkan keuntungan ekonomi $75.000
untuk perusahaan itu. Anda tahu itu dan, mungkin, perusahaan lain juga mengetahuinya, seperti
halnya pemilik perusahaan yang mempekerjakan Anda.

Anda tahu sekarang, dan mungkin akan tahu pula, bahwa Anda harus meminta kenaikan sekitar
$75.000, ke gaji $175.000. Anda bisa mendapatkan kenaikan sekitar $75.000 dari perusahaan lain
di pasar karena, mungkin, Anda dapat menurunkan biaya mereka juga. Bahkan jika Anda tidak
meminta majikan Anda untuk kenaikan gaji, perusahaan lain, yang sadar akan kemampuan Anda
untuk menurunkan biaya, akan mencoba membujuk Anda pergi dengan menawar gaji Anda.

Majikan Anda, dan perusahaan lain di pasar, benar-benar tidak punya pilihan. Sebuah
perusahaan dapat membayar Anda tambahan $75.000 dan kemudian hanya impas karena semua
keuntungan ekonomi akan mengarah ke gaji Anda. Atau perusahaan Anda dapat menolak untuk
membayar tambahan $75.000, menyebabkan Anda pindah ke perusahaan lain atau mungkin
memulai perusahaan Anda sendiri. Majikan Anda yang asli akan mendapati bahwa biayanya telah
meningkat $75.000 setelah Anda pergi dan akan menghasilkan laba nol. Jadi setiap perusahaan di
pasar akan mendapatkan laba nol apakah itu mempekerjakan Anda di $175.000 atau tidak. Tetapi
karena keahlian Anda yang unggul, Anda akan mendapatkan premium sebesar $75.000, yang tentu
saja merupakan sewa ekonomi dalam contoh ini. Perhatikan bahwa pengawas lain, yang dibayar
gaji tipikal sebesar $100.000, menghasilkan nol sewa ekonomi.

Jenis analisis yang sama berlaku untuk sumber daya apa pun yang, jika dikompensasikan
hanya pada biaya peluangnya, akan menghasilkan laba ekonomi perusahaan yang produktif dalam
keseimbangan kompetitif jangka panjang. Pengembalian ke sumber daya itu akan dinaikkan seperti
pada contoh di atas. Oleh karena itu, sekali sewa ekonomi dimasukkan sebagai biaya kepada
perusahaan yang menggunakan sumber daya superior, keuntungan ekonomi mereka akan nol.

Page 13 of 15
Sementara contoh ini memeriksa harga sewa untuk keterampilan yang lebih baik dari seorang
manajer, sumber daya seperti tanah yang lebih tinggi, lokasi yang lebih unggul, keahlian yang lebih
tinggi, atau modal yang lebih tinggi (yang tidak dapat dengan mudah diduplikasi) juga dapat
memperoleh sewa ekonomi bagi pemiliknya.

2.5. MEMAKSIMALKAN LABA DARI PEMANFAATAN SUMBER DAYA

2.5.1. Tenaga Kerja

Pendapatan tambahan yang ditambahkan oleh unit lain dari input disebut Marginal Revenue
Product (MRP) dari input itu dan sama dengan pendapatan marjinal dari penjualan output yang
dihasilkan kali produk marjinal input

di mana I adalah tingkat penggunaan input tertentu.

Untuk perusahaan yang kompetitif, pendapatan marjinal dari produksi tambahan input sama
dengan harga produk, yang merupakan pendapatan marjinal untuk perusahaan persaingan sempurna,
kali produk marjinal input

Misalnya, jika 1 unit tambahan dari input, katakanlah, tenaga kerja, memiliki produk marjinal
sebesar 10 dan harga saat produk dapat dijual adalah $ 5, total pendapatan marjinal produk untuk unit
input tersebut adalah $ 50 (= P x MP = $ 5 x 10). Dengan kata lain, menyewa unit tambahan tenaga
kerja menambah 10 unit tambahan dari output yang dapat dijual seharga $ 5 masing-masing, dan
dengan demikian penambahan total pendapatan yang diatribusikan untuk mempekerjakan unit kerja
tambahan ini adalah $ 50.

Jika MRP dari unit tambahan input variabel lebih besar dari harga input itu, unit itu harus
dipekerjakan. Jika MRP dari unit tambahan menambahkan kurang dari harga, unit itu tidak boleh
disewa. Jika penggunaan input variabel bervariasi terus menerus, manajer harus menggunakan jumlah
input di mana
MRP = Harga input

2.5.2. Keputusan Menghentikan Produksi

Kami sekarang ingin lebih tepat tentang kisaran MRP dimana seorang manajer akan benar-benar
beroperasi. Jelas, seorang manajer tidak pernah mempekerjakan tenaga kerja di luar titik di mana MRP
menjadi negatif: Ketika MRP negatif, mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja menurunkan total
pendapatan. Selanjutnya, kita sekarang akan menunjukkan bahwa seorang manajer menutup operasi
(yaitu, tidak mempekerjakan tenaga kerja) jika tingkat upah naik di atas produk pendapatan rata-rata
tenaga kerja. Average Revenue Product (ARP) tenaga kerja adalah pendapatan rata-rata per pekerja,
ARP = TR / L, dan mudah untuk melihat bahwa ARP dapat dihitung sebagai harga rata-rata harga
produk:

Untuk melihat mengapa seorang manajer menutup ketika w > ARP, misalkan MRP = w yang
diperlukan untuk memaksimalkan laba pada tingkat penggunaan tenaga kerja di mana ARP kurang dari
tingkat upah
W > ARP

Mengganti TR / L untuk ARP ke dalam ketidaksetaraan ini menghasilkan ekspresi berikut

w > TR/L

Page 14 of 15
Sekarang kalikan kedua sisi ketidaksamaan dengan L, dan Anda bisa melihatnya

wL > TR or TVC > TR

Dengan demikian total biaya variabel melebihi total pendapatan ketika w > ARP. Dari analisis
sebelumnya, Anda tahu bahwa manajer harus menutup ketika total pendapatan tidak mencakup biaya
variabel total. Oleh karena itu, tidak ada tenaga kerja yang akan dipekerjakan jika produk pendapatan
rata-rata lebih rendah daripada tingkat upah. Pada Gambar 11.12, perusahaan pesaing menutup jika
tingkat upah naik di atas w0 pada titik A.

Pada Gambar 11.12, permintaan perusahaan untuk tenaga kerja adalah kurva MRP atas kisaran
penggunaan tenaga kerja L0 hingga L3 (antara titik A dan B). Untuk memaksimalkan laba, manajer
memilih tingkat penggunaan tenaga kerja yang mana MRP = w. Ketika upah naik di atas w0 pada
Gambar 11.12 pada tingkat penggunaan tenaga kerja yang mana MRP = w, tingkat upah melebihi
produk pendapatan rata-rata (w > ARP) dan manajer akan menutup perusahaan dan tidak
mempekerjakan tenaga kerja sama sekali. Pada semua tingkat upah di atas titik A, perusahaan ditutup.
Di bawah titik B, MRP negatif, dan manajer tidak akan pernah mempekerjakan lebih dari unit kerja
L3. Kami sekarang meringkas diskusi dalam sebuah prinsip: “Jika harga input variabel tunggal yang
digunakan oleh perusahaan pesaing naik di atas titik ARP maksimum (= P x AP), maka perusahaan
meminimalkan kerugiannya dengan menutup dan tidak mempekerjakan variabel input.”

Page 15 of 15