Anda di halaman 1dari 4

TERM OF REFERENCE

SEMINAR PUBLIK

A. Dasar Pemikiran
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Aceh adalah kemiskinan,
kemiskinan dianggap sebagai salah satu permasalahan sosial yang kompleks. Bahkan
dalam setiap pergantian pemimpin kemiskian senantisa menghiasi periode
kepemimpinan tersebut. Padahal setiap mereka yang memimpin Negara Indonesia selalu
membawa isu kemiskinan sebagai misi utama mereka disamping misi-misi yang lain.

Melihat gejala kemiskinan ini, menimbulkan beberapa pertanyaan bahwa apakah


kemiskinan sendiri merupakan sesuatu hal yang sengaja ciptakan ataukah kemiskinan
sejatinya merupakan suatu yang ada dalam masyarakat selama masyarakat ada. atau
dalam bahasa yang lain adalah bahwa kemiskinan adalah sesuatu yang mesti ada dalam
masyarakat, lebih jauh bahwa kemiskinan menunjukan suatu perbedaan status dalam
masyarakat sehingga kemiskinan itu merupakan sesuatu hal yang harus diciptakan
ataukah kemiskinan diciptakan untuk kepentingan produksi seperti yang terjadi pada
jaman “kapitalisme yang membutuhkan orang miskin” sehingga orang miskin
diupayakan untuk tetap miskin demi kepentingan produksi dengan pekerjaan yang kotor.

Secara umum kemiskinan itu timbul bisa dilihat dari perubahan pola pekerjaan
dari sektor agraris ke sektor industri yang mengakibatkan adanya spesialisasi pekerjaan.
Hal inilah menuntut keterampilan hidup (life skill) dari pada setiap orang dalam bersaing
mendapatkan peluang kerja. faktor inilah yang menunjukan bahwa kemiskinan
diakibatkan dari tingkat pendidikan yang rendah yang mempengaruhi keterampilan
hidup (life skill) masyarakat sehingga tersisi dari kesempatan sama pada pekerjaan yang
layak.
Dari data Badan Pusat Statistik disebutkan bahwa:
Pada Maret 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per
kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Aceh mencapai 872 ribu orang (16,89
persen), bertambah sebanyak 31 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin
pada September 2016 yang jumlahnya 841 ribu orang (16,43 persen).

 Selama periode September 2016-Maret 2017, persentase penduduk miskin di


daerah perkotaan dan perdesaan mengalami peningkatan, di perkotaan
mengalami peningkatan sebesar 0,32 persen (dari 10,79 persen menjadi 11,11
persen), dan di daerah perdesaan mengalami peningkatan 0,57 persen (dari 18,80
persen menjadi 19,37 persen).
 Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di
perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok, dan
ikan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang
berpengaruh terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin,
dan listrik.
 Pada periode September 2016-Maret 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1)
mengalami penurunan dari 3,062 pada September 2016 menjadi 2,978 pada
Maret 2017. Sementara itu Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami
penurunan dari 0,867 pada September 2016 menjadi 0,807 pada Maret 2017.
 Pada Maret 2017, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Aceh yang diukur
oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,329. Angka ini menurun sebesar 0,012 poin jika
dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,341.
 Distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar
20,33 persen pada Maret 2017. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan
angkanya tercatat sebesar 19,08 persen,sementara untuk daerah perdesaan
angkanya tercatat sebesar 22,07 persen.

B. Gambaran Umum
Seminar ini merupakan rangkaian acara dari Forum Pemuda Intelektual (FORPI)
Aceh. Dengen tema “Desain keterlibatan pemuda dalam memangkas kemiskinan di Aceh”
yang berisi tentang isu-isu terkini dengan tujuan menumbuhkan semangat pemuda
untuk berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di Aceh.
Kaum muda memiliki peran yang sangat penting sebagai roda penggerak
perekonomian suatu bangsa. Hasil survey menunjukkan bahwa Aceh memiliki potensi
yang luar biasa untuk dapat berkembang pesat apabila anak muda diberdayakan secara
tepat. Lebih dari 87% dari kaum muda di Aceh memiliki tingkat optimisme yang tinggi
terhadap masa depan dan prospek perekonomian mereka. Optimisme in bahkan juga
dimiliki oleh mereka yang berasal dari keluarga berperekonomian rendah .

Harapannya, setelah materi yang disampaikan dalam seminar tersebut dan peserta
dapat mengetahui kondisi kekinian mengenai angka kemiskinan dan peran pemuda
dalam menentukan langkah untuk mengurangi angka kemiskinan kedepan nantinya.

C. Bentuk Acara
Acara ini berupa seminar terbuka dengan perlengkapan yang disediakan panitia,
dan jangka waktu yang sudah ditentukan oleh panitia dan disiarkan Live di Aceh TV
D. Peserta
Peserta terdiri dari mahasiswa, pemuda gampong, dan Organisasi Kepemudaan
(OKP) dengan target 400 peserta

E. Target dan Arahan materi


Beberapa hal yang akan dibahas dalam materi ini adalah:
 Memberikan gambaran kondisi umum tentang kemiskinan di Aceh
 Memberikan pemahaman tentang peran pemuda dalam memangkas angka
kemiskinan di Aceh
 Memberikan gambaran dan perkembangan program-program pemerintah.

F. Tujuan Umum
Mengetahui dan menumbuhkan semangat pemuda agar berkontribusi lansung
dalam membantu pemerintah untuk memangkas angka kemiskinan di Aceh.

G. Waktu dan Tempat


Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah :
Hari, Tanggal : Sabtu, 9 Desember 2017
Jam : 09.00 s.d. 12.30 WIB
Tempat : Aula Flamboyan Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah

H. Pemateri
1. Pemerintah Aceh
(Memberikan gambaran kondisi umum tentang kemiskinan dan program –
program pemerintah Aceh)

2. Pengamat Ekonomi Aceh


(Memberikan pemahaman tentang factor – factor kemiskinan di Aceh)

3. Ketua KNPI Aceh


(Memberikan gambaran tentang peran dan desain keterlibatan pemuda dalam
membentuk kemandirian ekonomi)
I. Rincian Anggaran Biaya
No Uraian Volume Satuan Harga @ Jumlah
1 Sewa Aula 1 Hari Rp5.000.000 Rp5.000.000
2 Jasa Media Live TV Aceh 1 Hari Rp1.500.000 Rp1.500.000
3 Modul Peserta 400 Paket Rp100.000 Rp40.000.000
4 Sertifikat Peserta 400 Eks Rp5.000 Rp2.000.000
5 Honor Pemateri 3 Orang Rp2.000.000 Rp6.000.000
6 Uang Saku Peserta 400 Orang Rp100.000 Rp40.000.000
7 Piagam Penghargaan Pemateri 3 Orang Rp100.000 Rp300.000
8 Honor Moderator 1 Orang Rp500.000 Rp500.000
9 Honor Qari & Doa 1 Orang Rp500.000 Rp500.000
10 Honor Panitia 14 Orang Rp300.000 Rp4.200.000
Total Rp100.000.000

A. Penutup
Term of Reference ini disusun sebagai kerangka acuan dalam seminar publik.

Contact Person: 082234152653

Banda Aceh, 26 Juli 2017


MENGETAHUI
KETUA PANITIA
KETUA PRESIDIUM
FORUM PEMUDA
INTELEKTUAL (FORPI) ACEH
AMIRUL MUKMININ

RASYIDIN RADEN, S.Pd