Anda di halaman 1dari 15

PERBANDINGAN KE 2005 DAN 2015 (PERUBAHAN)

No Substansi KE Notaris 2005 Perubahan KE Notaris 2015


1. Pengertian INI INI
Pasal 1 Perkumpulan/organisasi bgi para notaris, bediri sejak tgl Perkumpulan/organisasi bgi para notaris, bediri sejak tgl
1/7/1908 diakui sebagai BH brdasarkn Penetapan 1/7/1908 diakui sebagai BH brdasarkn Penetapan
Pemerintah tgl 5/9/1908 No 9, merupakan satu-satunya Pemerintah tgl 5/9/1908 No 9, merupakan satu-satunya
wadah pemersatu bagi semua dan stp org yg memangku wadah pemersatu bagi semua dan stp org yg memangku
dan menjalankan tgs jabatan sbg pejb umum di INA, dan menjalankan tgs jabatan sbg pejb umum di INA,
sbgmn hal itu telah diakui dan mendapatkan pengesahan sbgmn hal itu telah diakui dan mendapatkan pengesahan
dari Pem brdarkn Kep.Men Kehakiman RI pd tgl 23/9/95 dari Pem brdarkn Kep.Men Kehakiman RI pd tgl 23/9/95
Nomor C2-1022.HT.01.06 Thn 1995 dan tlah diumumkn Nomor C2-1022.HT.01.06 Thn 1995 dan tlah diumumkn
dlm BN RI tgl 7/4/1995 No 28 Tamb No 1/P-1995, oleh dlm BN RI tgl 7/4/1995 No 28 Tamb No 1/P-1995, oleh
karena itu sbg dan mrupakan organisasi Notaris sbgmn karena itu sbg dan mrupakan organisasi Notaris sbgmn yg
yg dimaksud dlm UU No 30 Th 2004 tng Jabatan Notaris dimaksud dlm UU No 30 Th 2004 tng Jabatan Notaris yg
yg diundangkan dlm LN RI th 2004 No. 117. diundangkan dlm LN RI th 2004 No. 117, Tmb LN RI No.
4432 serta mulai berlaku pd tgl 6/10/2004 sbgmn tlh
diubah dg UU No. 02 Th 2014 yg tlh diundangkan dlm LN
Th. 2014 No. 3 Tamb LN No 5491 (selanjutnya disebut
UU Jabatan Notaris)
KEN KEN
Kaidah moral yg ditentukan oleh perkump INI Kaidah moral yg ditentukan oleh perkump INI berdasarkan
berdasarkan keputusan kongres perkum d/a perUUan yg keputusan kongres perkum d/a yg ditentukan oleh dan
mengatur tentg hal itu dan yg berlaku bagi serta wajib diatur dlm perUUan yg mengatur tentg hal itu dan yg
ditaati oleh semua angg perkumpulan dan semua org yg berlaku bagi serta wajib ditaati oleh stp dan semua angg
menjalankan tugas jabatan sbg notaris, termasuk PSN. perkump dan semua org yg menjalankan tugas jabatan sbg
NP, dan NPK. notaris, termasuk PSN, NP pada saat menjalankan jabatan
Disiplin Organisasi Disiplin Organisasi
Kepatuhan anggota perkum dlm rangka memenuhi Kepatuhan anggt thd peraturan” dan keputusan” perkump
kewajiban2 terutama kewajiban admin dan finansial yg
telah diatur oleh perkum
Notaris Notaris
Stp org yg memangku dn menjalankan tugas jabatan sbg Stp org yg memangku dn menjalankan tugas jabatan sbg
pejabat umum sbgmn dimaksud dlm Ps 1 ang 1 jo. Ps 15 pejabat umum sbgmn dimaksud dlm UUJN
UUJN
Pengurus Pusat Pengurus Pusat
Pengurs perkum pd tingk nasional yg mempunyai tugas, Pengurs perkum pd tingk nasional yg mempunyai tugas,
kewajiban, dan kewenangan untuk mewakili dan kewajiban, serta kewenangan untuk mewakili dan
bertindak a/n perkumpulan, baik di luar maupun di muka bertindak a/n perkum, baik di luar maupun di muka
pengadilan pengadilan
Pengurus Wilayah Pengurus Wilayah
Pengurus perkum pada tingkat provinsi atau setingkat Pengurus perkum pd ting provinsi atau yg setingkat dg itu
Pengurus Daerah Pengurus Daerah
Pengurus perkumpulan pada ting kat kabuparen / kota Pengurus perkump pd ting kab/kota atau yg setingkt dg itu
DKP Dewan Kehormatan
DK pd ting nasional dan yg bertugas untk : Alat perlengkapan perkumpulan yg dibentuk dan berfungsi
1. Melakukan pembinaan, bimbingan, pengawasan, mengakkan KE, harkat, dan martabat notaris yg bersifat
pembenahan anggt dlm menjunjung tinggi KE,; amndiri dan bebas dari keberpihakan, dlm menjalankan
2. Memeriksa dan mengambil keputusan atas tugas dan kewenangannya dlm perkumpulan. DK terdiri
dugaan pelanggaran ket KE d/a disiplin orgn yg atas:
bersifat internal atau tidak mempunyai ikatan dg 1. DKP pd ting Nas;
kepentingan masy secara lgsg pd ting akhir dan 2. DKW pd ting Prov;
bersifat final ; 3. DKD pd ting Kab/Kota.
3. Memberikan saran dan pendapat kpd MPP atas
dugaan pelanggaran KE dan jabatan Not
DKW
DK pd ting propinsi atau yg setingat yg bertugas untk:
1. Melakukan pembinaan, bimbingan, pengawasan,
pembenahan anggt dlm menjunjung tinggi KE,;
2. Memeriksa dan mengambil keputusan atas
dugaan pelanggaran ket. KE d/a disiplin orgn yg
bersifat internal atau tidak memp iktan dg
kepentingan masy secara lgsg pd ting banding
dan dlm keadaan ttt pd ting pertama;
3. Memberikan saran dan pendapat kpd MPW d/a
MPD atas dugaan pelanggaran KE dan JN.

DKD
Dk dlm ting kab/kota yg bertugas untuk :
1. Melakukan pembinaan, bimbingan, pengawasan,
pembenahan anggt dlm menjunjung tinggi KE,;
2. Memeriksa dan mengambil keputusan atas
dugaan pelanggaran ket KE d/a disiplin orgn yg
bersifat internal atua tidak memp iktan dg
kepentingn masy secara lgsg pd ting akhir pertm;
3. Memberikan saran dan pendapat kpd MPD atas
dugaan pelanggaran KE dan jabatan Not
Pelanggaran Pelanggaran
Perbuatan atau tind yg dilakukan oleh angg perkum Perbuatan atau tindakan yg dilakukan oleh :
maupun org lain yg memangku dan menjalankan JN yg  Anggt perkum yg bertentangan dg KE d/ DO
melanggar ket. KE d/a disiplin orgn.  Orang lain yg memangku dan menjalankan JN yg
bertentangan dg ket KE.
Kewajiban Kewajiban
Sikap, perilaku, perbuatan, atau tindakan yg harus Sikap. Perilaku, perbuatan, atau tindakan yg harus atau
dilakukan anggt perkum maupun org lain yg memangku wajib dilakukan oleh anggt perkum maupun orlin yg
JN, dlm rangka menjaga dan memelihara citra serta memangku dan menjlankan JB dlm rangka menjaga dan
wibawa lemb notaris dan menjunjung tinggi keluhuran memelihara citra serta wibawa lembg kenotariatan dan
harkat dan martabat JN. menjunjung tinggi keluhuran harkat dan martabat JN.
Larangan Larangan
Sikap, perilaku, perbuatan, atau tindakan yg tdk boleh Sikap, perilaku, perbuatan, atau tindakan yg tdk boleh
dilakukan anggt perkum maupun org lain yg memangku dilakukan anggt perkum maupun org lain yg memangku
JN, yg dapat menurunkan citra serta wibawa lemb notaris JN, yg dapat menurunkan citra serta wibawa kelembg
ataupun keluhuran harkat dan martabat JN notaris ataupun keluhuran harkat dan martabat JN
Sanksi Sanksi
Suatu hukuman yg dimaksud sbg sarana, upaya, dan alat Suatu hukuman yg dijatuhkan oleh DK yg dimaksudkan
pemaksa ketaatan dan disiplin anggt perkump maupn org sbg sarana, upaya, dan alat pemaksa ketaatan dan disiplin
lain yg memangku dan menjalankan JB, dalam anggt perkump maupun orlin yg memangku dan
menegakkan KE dan disiplin organ. menjalankan JN.
Eksekusi Eksekusi
Pelaksanaan sanski yg dijatuhkan oleh dan berdasarkan Pelaksanaan kputusan DK yg telah BHT.
putusan DK yg telah memp kekuatan tetap dan pasti
untuk dijalankan.
Klien Tidak ada
Stp org atau BH yg secara sendri” atau bersama” datang
kpd notaris untuk membuat akta, berkonsultasi dlm
rangka pembuatan akta serta minta jasa Not lainnya.
2. Ruang Lingkup KE Pasal 2 Pasal 2
Pasal 2 Berlaku bgi seluruh anggt perkum maupun orlin yg Berlaku bgi seluruh anggt perkum maupun orlin (slama ybs
memangku dan menjalankan JN baik dlm pelaksanaan menjalankan JN) baik dlm pelaksanaan jabatan maupun
jabatan maupun dlm kehidupan sehari” dlm kehidupan sehari”
3. Kewajiban Notaris dan orlin yg memangku & menjalankn JN: Notaris dan orlin yg memangku & menjalankn JN:
Pasal 3 1) Memiliki moral, akhlak serta kepribadian yg baik. 1. Memiliki moral, akhlak serta kepribadian yg baik.
2) Menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan 2. Menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan
martabat Jabatan Notaris. martabat Jabatan Notaris.
3) Menjaga dan membela kehormatan Perkumpulan. 3. Menjaga dan membela Kehormatan Perkumpulan.
4) Bertindak jujur, mandiri, tidak berpihak, penuh rasa 4. Bertindak jujur, mandiri, tidak berpihak, amanah,
tanggung jawab, berdasarkan perUUan dan isi seksama, penuh rasa tanggung jawab, berdasarkan
sumpah jabatan Notaris. PerUUan dan isi sumpah jabatan Notaris.
5) Meningkatkan ilmu pengetahuan yg telah dimiliki 5. Meningkatkan ilmu pengetahuan yg telah dimiliki tidak
tidak terbatas pada ilmu pengetahuan hukum dan terbatas pada ilmu pengetahuan hukum dan
kenotariatan. kenotariatan.
6) Mengutamakan pengabdian kepada kepentingan 6. Mengutamakan pengabdian kepada kepentingan
masyarakat dan Negara; masyarakat dan Negara;
7) Memberikan jasa pembuatan akta dan jasa 7. Memberikan jasa pembuatan akta dan jasa keNotarisan
keNotarisan lainnya untuk masyarakat yg tidak lainnya untuk masyarakat yg tidak mampu tanpa
mampu tanpa memungut honorarium. memungut honorarium.
8) Menetapkan satu kantor di tempat kedudukan dan 8. Menetapkan satu kantor di tempat kedudukan dan
kantor tsb merupakan satu-satunya kantor bagi kantor tsb merupakan satu-satunya kantor bagi Notaris
Notaris ybs dalam melaksanakan tugas jabatan sehari- yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas jabatan
hari. sehari-hari.
9) Memasang 1 buah papan nama di depan / di 9. Memasang 1 buah papan nama di depan / di lingkungan
lingkungan kantornya dgn pilihan ukuran yaitu 100 kantornya dgn pilihan ukuran yaitu 100 cm x 40 cm,
cm x 40 cm, 150 cm x 60 cm atau 200 cm x 80 cm, 150 cm x 60 cm, atau 200 cm x 80 cm, yg memuat:
yg memuat: a. Nama lengkap dan gelar yg sah;
a) Nama lengkap dan gelar yg sah; b. Tanggal dan No SK pengangkatan yg terakhir
b) Tanggal dan nomor Surat Keputusan sebagai Notaris;
pengangkatan yg terakhir sebagai Notaris; c. Tempat kedudukan;
c) Tempat kedudukan; d. Alamat kantor dan nomor telepon/fax.
d) Alamat kantor dan nomor telepon/fax. Dasar papan nama berwarna putih dgn huruf berwarna
Dasar papan nama berwarna putih dgn huruf hitam dan tulisan di atas papan nama harus jelas dan
berwarna hitam dan tulisan di atas papan nama harus mudah dibaca. Kecuali di lingkungan kantor tersebut
jelas dan mudah dibaca. Kecuali di lingkungan tidak dimungkinkan untuk pemasangan papa nama
kantor tsb tidak dimungkinkan untuk pemasangan dimaksud.
papa nama dimaksud. 10. Hadir, mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam setiap
10) Hadir, mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yg diselenggarakan oleh Perkumpulan;.
kegiatan yg diselenggarakan oleh Perkumpulan; 11. Menghormati, mematuhi, melaksanakan peraturan” dan
menghormati, mematuhi, melaksanakan setiap dan keputusan” perkumpulan;
seluruh keputusan Perkumpulan. 12. Membayar uang iuran Perkumpulan secara tertib.
11) Membayar uang iuran Perkumpulan secara tertib. 13. Membayar uang duka untuk membantu ahli waris
12) Membayar uang duka untuk membantu ahli waris teman sejawat yg meninggal dunia.
teman sejawat yg meninggal dunia. 14. Melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan tentang
13) Melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan honorarium ditetapkan Perkumpulan.
tentang honorarium ditetapkan Perkumpulan. 15. Menjalankan jabatan Notaris terutama dalam
14) Menjalankan jabatan Notaris terutama dalam perbuatan, pembacaan, dan penandatanganan akta
perbuatan, pembacaan, dan penandatanganan akta dilakukn di kntornya, kecuali karena alasan- alasan
dilakukan di kantornya, kec. karena alasan” yg sah. yang sah.
15) Menciptakan suasana yg kekeluargaan dan 16. Menciptakan suasana yg kkeluargaan dan kebersamaan
kebersamaan dalam melaksanakan tugas jabatan dan dalam melaksanakan tugas jabatan dan kegiatan sehari-
kegiatan sehari-hari serta saling memperlakukan hari serta saling memperlakukan teman
teman sejawat secara baik, saling menghormati, sejawat secara baik, saling menghormati, saling
saling menghargai, saling membantu serta selalu menghargai, saling membantu serta selalu berusaha
berusaha menjalin komunikasi dan tali silaturahim. menjalin komunikasi dan tali silaturahim.
16) Memperlakukan setiap klien yg datang dgn baik, 17. Memperlakukan setiap klien yg datang dgn baik, tidak
tidak membedakan status ekonomi dan/atau status membedakan status ekonomi dan/atau status sosialnya.
sosialnya. 18. Membuat akta dalam jumlah batas kewajaran untuk
17) Melakukan perbuatan-perbuatan yg secara umum menjalankan perUUan, khususnya UUJN dan KE.
disebut sebagai kewajiban untuk ditaati dan
dilaksanakan antara lain namun tidak terbatas pada
ketentuan yg tercantum dalam:
a) UUJN jo. UUJNP;
b) Penjelasan Pasal 19 ayat (2) UUJN;
c) Isi Sumpah Jabatan Notaris;
d) AD ART INI.
4. Larangan 1) Mempunyai lebih dari 1 (satu) kantor, baik kantor 1. Mempunyai lebih dari 1 (satu) kantor, baik kantor
Pasal 4 cabang ataupun kantor perwakilan. cabang ataupun kantor perwakilan.
2) Memasang papan nama dan/atau tulisan yg berbunyi 2. Memasang papan nama dan/atau tulisan yg berbunyi
“Notaris/Kantor Notaris” diluar lingkungan kantor. “Notaris/Kantor Notaris” diluar lingkungan kantor.
3) Melakukan publikasi atau promosi diri, baik sendiri 3. Melakukan publikasi atau promosi diri, baik sendiri
maupun secara bersama-sama, dgn mencantumkan maupun secara bersama-sama, dgn mencantumkan
nama dan jabatannya, menggunakan sarana media nama dan jabatannya, menggunakan sarana media cetak
cetak dan/atau elektronik, dalam bentuk: dan/atau elektronik, dalam bentuk:
a) Iklan; a. Iklan;
b) Ucapan selamat; b. Ucapan selamat;
c) Ucapan belasungkawa; c. Ucapan belasungkawa;
d) Ucapan terima kasih; d. Ucapan terima kasih;
e) Kegiatan pemasaran; e. Kegiatan pemasaran;
f) Kegiatan sponsor, baik dalam bidang sosial, f. Kegiatan sponsor, baik dalam bdg sosial,
keagamaan, maupun olah raga. keagamaan, maupun olah raga.
4) Bekerja sama dgn Biro jasa/orang/Badan Hukum yg 4. Bekerja sama dgn Biro jasa/orang/Badan Hukum yg
pada hakekatnya bertindak sebagai perantara untuk pada hakekatnya bertindak sebagai perantara untuk
mencari atau mendapatkan klien. mencari atau mendapatkan klien.
5) Menandatangani akta yg proses pembuatan 5. Menandatangani akta yg proses pembuatan minutanya
minutanya telah dipersiapkan oleh pihak lain. telah dipersiapkan oleh pihak lain.
6) Mengirimkan minuta kepada klien untuk 6. Mengirimkan minuta kepada klien untuk
ditandatangani. ditandatangani.
7) Berusaha atau berupaya dgn jalan apapun, agar 7. Berusaha atau berupaya dgn jalan apapun, agar
seseorang berpindah dari notaris lain kepadanya, baik seseorang berpindah dari notaris lain kepadanya, baik
upaya itu ditujukan langsung kepada klien ybs upaya itu ditujukan langsung kepada klien ybs maupun
maupun melalui perantara orang lain. melalui perantara orang lain.
8) Melakukan pemaksaan kepada klien dgn cara 8. Melakukan pemaksaan kepada klien dgn cara menahan
menahan dokumen-dokumen yg telah diserahkan dokumen-dokumen yg telah diserahkan dan/atau
dan/atau melakukan tekanan psikologis dgn maksud melakukan tekanan psikologis dgn maksud agar klien
agar klien tesebut tetap membuat akta padanya. tesebut tetap membuat akta padanya.
9) Melakukan usaha-usaha baik langsung maupun tidak 9. Melakukan usaha-usaha baik langsung maupun tidak
langsung dan menjurus kearah timbulnya persaingan langsung dan menjurus kearah timbulnya persaingan yg
yg tidak sehat sesama rekan Notaris. tidak sehat sesama rekan Notaris.
10) Menetapkan honorarium yg harus dibayar oleh klien 10. Menetapkan honorarium yg harus dibayar oleh klien
dalam jumlah yg lebih rendah dari honorarium yg dalam jumlah yg lebih rendah dari honorarium yg telah
telah ditetapkan Perkumpulan. ditetapkan Perkumpulan.
11) Mempekerjakan dgn sengaja orang yg masih 11. Mempekerjakan dgn sengaja orang yg masih berstatus
berstatus karyawan kantor Notaris lain tanpa karyawan kantor Notaris lain tanpa persetujuan terlebih
persetujuan terlebih dahulu dari Notaris ybs. dahulu dari Notaris ybs.
12) Menjelekkan dan/atau mempersalahkan rekan Notaris 12. Menjelekkan dan/atau mempersalahkan rekan Notaris
atau akta yg dibuat olehnya. Dalam hal seorang atau akta yg dibuat olehnya. Dalam hal seorang Notaris
Notaris menghadapi dan/atau menemukan suatu akta menghadapi dan/atau menemukan suatu akta yg dibuat
yg dibuat rekan sejawat yg ternyata di dalamnya rekan sejawat yg ternyata di dalamnya terdapat
terdapat kesalahan-kesalahan yg serius dan/atau kesalahan-kesalahan yg serius dan/atau membahayakan
membahayakan klien, maka Notaris tsb wajib klien, maka Notaris tsb wajib memberitahukan kepada
memberitahukan kepada rekan sejawat ybs atas rekan sejawat ybs atas kesalahan yg dibuatnya dgn cara
kesalahan yg dibuatnya dgn cara yg tidak bersifat yg tidak bersifat menggurui, melainkan untuk
menggurui, melainkan untuk mencegah timbulnya mencegah timbulnya hal-hal yg tidak diinginkan
hal-hal yg tidak diinginkan terhadap klien ybs terhadap klien ybs ataupun rekan sejawat tsb.
ataupun rekan sejawat tsb.
13) Membentuk kelompok sesama rekan sejawat yg 13. Tidak melakukan kewjiban dan melakukan pelanggaran
bersifat eksklusif dgn tujuan untuk melayani thd larangan sebagaimana dimaksd dlm KE dgn
kepentingan suatu instansi atau lembaga, apalagi menggunakan media elektronik, tmsk namun tidak
menutup kemungkinan bagi Notaris lain untuk terbatas dgn menggunakan internet dan media sosial.
berpartisipasi. 14. Membentuk kelompok sesama rekan sejawat yg
14) Menggunakan dan mencantumkan gelar yg tidak bersifat eksklusif dgn tujuan untuk melayani
sesuai dgn peraturan perundang-undangan yg berlaku. kepentingan suatu instansi atau lembaga, apalagi
15) Melakukan perbuatan-perbuatan lain yg secara umum menutup kemungkinan bagi Notaris lain untuk
disebut sebagai pelanggaran terhadap KE Notaris, berpartisipasi.
antara lain namun tidak terbatas pada pelanggaran- 15. Menggunakan dan mencantumkan gelar yg tidak sesuai
pelanggaran terhadap: dgn peraturan perundang-undangan yg berlaku
a) Ketentuan-ketentuan dalamUUJN jo. UUJNP; 16. Membuat akta melebihi batas kewajaran yg batas
b) Penjelasan Pasal 19 ayat (2) UUJN jo. UUJNP; jumlahnya ditentukan oleh DK.
c) Isi sumpah jabatan Notaris; 17. Mengikuti pelelangan untuk mendapatkan pekerjaan/
d) Hal-hal yg menurut ketentuan AD ART dan/atau pembuatan akta.
Keputusan-keputusan lain yg telah ditetapkan
oleh organ. INI tdk boleh dilakukan oleh anggota.
5. Pengecualian Tidak termasuk pelanggaran Tidak termasuk pelanggaran
Pasal 5 1) Memberikan ucapan selamat, ucapan berdukacita dgn 1. Memberikan ucapan selamat, ucapan berdukacita dgn
mempergunakan kartu ucapan, surat, karangan bunga mempergunakan kartu ucapan, surat, karangan bunga
ataupun media lainnya dgn tidak mencantumkan ataupun media lainnya dgn tidak mencantumkan
Notaris, tetapi hanya nama saja. Notaris, tetapi hanya nama saja.
2) Pemuatan nama dan alamat Notaris dalam buku 2. Pemuatan nama dan alamat Notaris dalam buku
panduan nomor telepon, fax dan telex, yg diterbitkan panduan nomor telepon, fax dan telex, yg diterbitkan
secara resmi oleh PT. Telkom dan/atau instansi- secara resmi oleh PT. Telkom dan/atau instansi-instansi
instansi dan/atau lembaga” resmi lainnya. dan/atau lembaga” resmi lainnya.
3) Memasang 1tanda petunjuk jalan dgn ukuran tidak 3. Memasang 1tanda petunjuk jalan dgn ukuran tidak
melebihi 20 cm x 50 cm, dasar berwarna putih, huruf melebihi 20 cm x 50 cm, dasar berwarna putih, huruf
berwarna hitam, tanpa mencantumkan nama Notaris berwarna hitam, tnp mencantumkn nama Notaris serta
serta dipasang dalam radius maksimum 100 meter dipasang dlm radius maks. 100M dari kantor Notaris.
dari kantor Notaris. 4. Memperkenalkan diri tetapi tidak melakukan promosi
diri selaku notaris.
6. Sanksi 1) Sanksi yg dikenakan terhadap anggota yg melakukan 1. Sanksi yg dikenakan terhadap anggota yg melakukan
Pasal 6 pelanggaran KE dapat berupa: pelanggaran KE dapat berupa:
a) Teguran; b) Teguran;
b) Peringatan; c) Peringatan;
c) Schorsing (pemecatan sementara) dari d) Pemberhentian sementara dari keanggotaan
keanggotaan Perkumpulan; Perkumpulan;
d) Onzetting (pemecatan) dari keanggotaan e) Pemberhentian dengan hormat dari keanggotaan
Perkumpulan; Perkumpulan;
e) Pemberhentian dgn tidak hormat dari f) Pemberhentian dgn tidak hormat dari keanggotaan
keanggotaan Perkumpulan. Perkumpulan.
2) Penjatuhan sanksi-sanksi sebagaimana terurai di atas 2. Penjatuhan sanksi-sanksi sebagaimana terurai di atas
terhadap anggota yg melanggar KE disesuaikan dgn terhadap anggota yg melanggar KE disesuaikan dgn
kwantitas dan kwalitas pelanggaran yg dilakukan kwantitas dan kwalitas pelanggaran yg dilakukan
anggota tsb. anggota tsb.
3. DKP berwenang untuk memutuskan dan menjatuhkan
sanski thd pelanggaran yg dilakukan oleh anggt biasa
(dri Notaris aktif) perkumpulan, thdp pelanggaran
norma susila atau perilaku yg merendahkan harkat dan
martabat notaris atau perbuatan yg dpt mengurangi
kepercayaan masy thd notaris.
4. Pelanggaran KE yg dilakukan oleh orlun (yg sdg dlm
menjalankan JN) dpt dijatuhkan sanski teguran d/a
peringatan.
5. Keputusan DKD/DKW berupa pemberhentian smentara
atau dg hormat atau dg tdk hormat dari keanggotaan
perkump dpt diajukan banding ke DKP.
6. Keputusan DKP ying pertama berupa pemb sementara
atau dh hormat atau tdk hormat dari keanggoataan
perkum dpt diajulan banding ke kongres.
7. DKP berwenang pula untuk memberikan rekom disertai
usulan pemecatan sbg Notaris kpd Menkumham RI.
7. Pengawasan Pengawasan atas pelaksanaan KE itu dilakukan dgn cara Pengawasan atas pelaksanaan KE dilakukan oleh:
Pasal 7 sebagai berikut : a. Pada ting Kab/Kota oleh PD dan DKD;
a) Pada tingkat pertama oleh PD INI dan DKD; b. Pada ting Provinsi oleh PW dan DKW; dan
b) Pada tingkat banding oleh PW INI dan DKW; c. Pada ting Nas oleh PP dan DKP.
c) Pada tingkat terakhir oleh PP INI dan DKP
8. Alat Perlengakapan DK merupakan alat perlengkapan perkump yg 1. DKD/DKW/DKP dapat mencari fakta atas dugaan
atau berwenang melakukan pemeriksaan atas pelanggaran thd pelanggaran KE oleh anggota perkump atas prakarsa
Fakta Dugaan KE dan menjatuhkan sanski pd pelanggarnya sesuai dg sendiri atau stlah menerima pengaduan secara tertulis
Pelanggaran kewenangan masing” dari anggota perkump atau orlin disertai bukti” yg
meyakinkan bhw tlh terjadi dugaan pelanggaran KE
oleh anggt perkump
2. Pelanggaran apapun penerimaan pengaduan yg terlebih
dahulu diperiksa oleh DK, tdk boleh lagi diperiksa oleh
DK lainnya
9. Pemeriksaan dan 1) Apabila ada anggota yg diduga melakukan 1. DKD/DKW/DKP setelah menemukan fakta dugaan
Penjatuhan Sanksi pd Pelanggaran KE, baik dugaan tsb berasal dari pelanggaran KE sbgmn dimaksud dlm Ps 8, maks. 14
Ting. Pertama pengetahuan DKD sendiri maupun karena laporan HK DK yg memeriksa wajib memanggil scr tertulis
Pasal 9 dari Pengurus Daerah ataupun pihak lain kepada anggota ybs untuk memastikan terjadinya pelanggaran
DKD, maka selambat-lambatnya dalam waktu 7 hari KE oleh anggota perkump dan memberi kesempatan
kerja DK wajib segera mengambil tindakan dgn kpd ybs untuk memberikan penjelasan dan pembelaan.
mengadakan sidang DKD untuk membicarakan Pemanggilan tsb dikirim maks. 14 HK sblm tgl
dugaan terhadap pelanggaran tsb. pemeriksaan.
2) Apabila men hasil sidang DKD sbgmn yg tercantum 2. Dlm hal anggt yg dipanggil tdk hadir pd tgl yg tlh
dalam ayat (1), ternyata ada dugaan kuat terhadap ditentukan, maka DK yg memeriksa akan memanggil
pelanggaran KE, maka dalam waktu 7 hari kerja kembali untk yg kedua kli maks. 14 HK stl
setelah tanggal sidang tsb, DKD berkewajiban pemanggilan pertama.
memanggil anggota yg diduga melanggar tsb dgn 3. Dlm hal anggita yg dipanggil tdk hadir pd pemanggilan
surat tercatat atau ekspedisi, untuk didengar ket.nya k2 maka DKD yg memeriksa akan memanggil kembali
dan diberi kesempatan untuk membela diri. untuk yg k3 kali maks 14 HK stlh pemanggilan ke2.
3) DKD baru akan menentukan putusannya mengenai 4. Apabila stl pemanggilan ke3ternyata msh jg tdk hadir
terbukti atau tidaknya pelanggaran KE serta maka DK ybs ttp bersidang dan menetukan keputusan
penjatuhan sanksi terhadap pelanggarnya (apabila d/a penjatuhan sanksi sbmn diatur dlm Ps. 6 KE
terbukti), setelah mendengar keterangan dan 5. Berdsarkn hasil pemeriksaan tsb dibuat BAP yg
pembelaan diri dari anggota ybs dalam sidang DKD ditandatangani oleh anggt ybs dan DK yg memeriksa.
yg diadakan untuk keperluan itu, dgn pengecualian Dlm hal anggota ybs tidak bersedia, maka BAP ckup
sebagaimana yg diatur dlm ayat (6) dan (7) pasal ini. dittd oleh DK yg memeriksa.
4) Penentuan putusan tsb dalam ayat (3) diatas dapat 6. DK yg memeriksa maks 30 HK stl tgl sidang terakhir
dilakukan oleh DKD, baik dalam sidang itu maupun diwajibkan untuk mengambil keputusan atas hasil
dalam sidang lainnya, sepanjang penentuan keputusan pemeriksaan tsb sekaligus menentukan sanksi thd
melanggar atau tidak melanggar tsb, dilakukan pelanggarnya apbl terbukti ada pelanggaran sbgmn
selambat-lambatnya dalam waktu 15 hari kerja, diatur dlm ket Ps.6 Ke yg dituangkn dlm SK
setelah tanggal sidang DKD dimana Notaris tsb telah 7. Apbila anggt ybs tidak terbukti melakukan
didengar ket.nya dan/atau pembelaannya. pelanggaran, maka anggt tsb dipulihkan namanya dgn
5) Bila dalam putusan sidang DKD dinyatakan terbukti SK DK yg memeriksa.
ada pelanggaran terhadap KE, maka sidang sekaligus 8. DK yg memeriksa wajib mengirimkan SK tsb kpd
menentukan sanksi terhadap pelanggarannya. anggt ybs dgn surat tercatat dan tembusannya kpd PP,
6) Dalam hal anggota yg dipanggil tidak datang atau DKP, PW, DKW, PD, dan DKD.
tidak memberi kabar apapun dalam waktu 7 hari kerja 9. Dlm hal keputusan sanksi diputuskan oleh dan dlm
setelah dipanggil, maka DKD akan mengulangi kongres wajib diberitahukan olh kongres kpd anggt ybs
panggilannya sebanyak 2X dgn jarak waktu 7 hari dg surat tercatat dan tembusannya kpd PP, DKP, PW,
kerja, untuk setiap panggilan. DKW, PD, dan DKD.
7) Dlm waktu 7 HK, stl panggilan ke3 ternyata masih 10. Peeriksaan dan pengambilan keputusan sidang, DK yg
juga tidak datang atau tidak memberi kabar dgn memeriksa harus:
alasan apapun, maka DKD akan tetap bersidang untk a. Tetap menghormati dan menjunjung tinggi
membicarakan pelanggaran yg diduga dilakukan oleh martabat anggt ybs;
angg yg dipanggil itu & menentukan putusannya, b. Selalu menjaga suasana kekeluargaan;
selanjutnya scara mutatis mutandis berlaku ketentuan c. Merahasiakn sgl hal yg ditemukannya.
dalam ayat (5) dan ayat (6) di atas serta ayat (9). 11. Sidang pemeriksaan tertutup sdgkn pembacaan putusan
8) Terhadap sanksi pemberhentian sementara terbuka.
(schorsing) atau pemecatan (onzetting) dari
keanggotaan Perkumpulan diputuskan, DKD wajib 12. Sidang DK yg memeriksa sah jika dihadiri > ½ jumlah
berkonsultasi terlebih dahulu dgn Pengurus anggota. Apabila pd pembukaan sidang jumlah korum
Daerahnya. tidak tercapai maka sidang diundur 30 menit. Apbil stlh
9) Putusan sidang DKD wajib dikirim oleh DKD kepada pengunduran waktu tsb blm juga tercapai maka sidang
anggota yg melanggar dgn surat tercatat atau dgn dianggap sah dan dapat mengambil keputusan yg sah.
ekspedisi dan tembusannya kepada Pengurus Cabang, 13. Stp anggota Dk yg memeriksa memp hak untuk
Pengurus Daerah, Pengurus Pusat dan DKP, mengeluarkan 1 suara
semuanya itu dalam waktu 7 HK, setelah dijatuhkan 14. Apabila pd ting kpngurusn Daerah blm dibentuk DKD.
putusan oleh sidang Dewan Kehormatan Daerah. Maka tugas & keweng. DKD dilimpahkan ke DKW.
10) Apabila pada tingkat kepengurusan Daerah belum
dibentuk Dewan Kehormatan Daerah, maka DKW
berkewajiban dan mempunyai wewenang untuk
menjalankan kewajiban serta kewenangan DKD
dalam rangka penegakan KE atau melimpahkan tugas
kewajiban dan kewenangan DKD kepada
kewenangan DKD terdekat dari tempat kedudukan
atau tempat tinggal anggota yg melanggar KE tsb.
Hal tsb berlaku pula apabila DKD tidak sanggup
menyelesaikan atau memutuskan permasalahan yg
dihadapinya.
10. Pemeriksaan dan 1) Putusan yg berisi penjatuhan sanksi pemecatan 1. Permohonan banding dilakukan oleh anggota ybs dlm
Penjatuhan Sanksi pd sementara (schorsing) atau pemecatan (onzetting) dari wkatu 30 HK stlh tgl oenerimaan Sk penjatuhan sanksi
Tingkat Kedua keanggotaan Perkumpulan dapat diajukan/dimohonkan dari DKD/DKW;
Pasal 10 banding kepada DKW. 2. Permohonan banding dikirim dgn surat tercatat atau
2) Permohonan untuk naik banding wajib dilakukan oleh dikirim lgsg oleh anggota ybs kpd DKP dan
anggota ybs dalam waktu 30 HK, setelah tanggal tembusannya kpd PP, PW, DKW, PD, dan DKD.
penerimaan surat putusan penjatuhan sanksi dari 3. DK yg memutus sanksi maks. 14 HK stlh menerima
DKD. surat tembusan permohonan banding wajib mengirim
3) Permohonan naik banding dikirim dgn surat tercatat semua salinan/fotocopy berkas pemeriksaan kpd DKP.
atau dikirim langsung oleh anggota ybs kepada DKW 4. Stlh menerima permohonan banding, DKP wajib
dan tembusannya kepada DKP, PP, PW, dan PD. memanggil anggota yg mengajukan banding maks. 14
4) DKD dalam waktu 7 hari setelah menerima surat HK stlh menerima permohonan tsb untuk didengar ket.
tembusan permohonan banding wajib mengirim semua Nya dan diberi kesempatan untuk membela diri dlm
salinan/foto copy berkas pemeriksaan kepada DKP. sidang DKP.
5) Setelah menerima permohonan banding, DKW wajib 5. DKP wajib memutuskan permhonan banding maks. 30
memanggil anggota yg naik banding, selambat- HK stlh anggota ybs diperiksa pd sidang terakhir.
lambatnya dalam waktu 7 HK, setelah menerima 6. Apabila anggota yg dipanggil tdk hadir maka DKP tetp
permohonan tsb. Anggota yg mengajukan banding akan memutuskan dlm waktu yg ditentukan diatas.
dipanggil untuk didengar keterangannya dan diberi 7. DKP wajib mengirimkan SK tsb kpd anggota yg
kesempatan untuk membela diri dalam sidang DKW. diperiksa dgn surat tercatat dan tembusannya kpd PP,
6) DKW wajib memberi putusan dalam tingkat banding PW, DKW, PD, dan DKDm maks. 14 Hk stlh tgl SK
melalui sidangnya, dlm waktu 30 HK, setelah anggota 8. Dlm hal permohonan banding diajukan kpd kongres
ybs dipanggil, didengar keterangannya dan diberi maka permohonan banding dilakukan oleh anggota ybs
kesempatan untuk membela diri. dlm waktu 30 HK sbelum kongres diselenggarakan.
7) Apabila anggota yg dipanggil tidak datang clan tidak 9. Permohonan banding dikirim dgn surat tercatat atau
memberi kabar dgn alasan yg sah melalui surat dikirim langsung oleh anggota ybs kpd presidium
tercatat, maka sidang DKW tetap akan memberi kongres melalui sekretariat PP dan tembusannya kpd
putusan dlm waktu yg ditentukan pada ayat (5) di atas. PP, DKP, PW, DKW, PD, dan DKD.
8) DKW wajib mengirim putusannya kepada anggota yg 10. DK yg memutus sanksi maks. 14 HK stelah menerima
minta banding dgn surat tercatat dgn ekspedisi dan surat tembusan permohonan banding wjaib mengrim
tembusannya kepada DKD, PW, PD dan PP INI Pusat semua salinan/fc berkas pemeriksaan kpd Presidium
semuanya itu dalam waktu 7 HK setelah sidang DKW Kongres melalui secretariat PP.
menjatuhkan keputusannya atas banding tsb. 11. Kongres wajib mengagendakan pemeriksaan thd
9) Apabila pemeriksaan dan penjatuhan sanksi dalam anggota yg mengajukan banding untuk didengar
tingkat pertama telah dilakukan oleh DKW, berhubung ket.nya dan diberi kesempatan untuk membela diri dlm
pada tingkat kepengurusan daerah ybs belum dibentuk kongres.
DKD; maka keputusan DKW tsb merupakan 12. Kongres wajib memutuskan permohonan banding dlm
keputusan tingkat banding kongres tsb.
13. Apabila anggota yg mengajukan banding tdk hadir dlm
kongres maka kongres ttp akn memutuskan prmohonan
banding tsb.
15. Kongres melalui DKP wajib mengirimkan SK tsb kpd
anggota yg diperiksa dgn surat tercatat dan tembusanny
kpd dan tembusannya kpd PP, DKP, PW, DKW, PD,
dan DKD.
14. Keputusan sanksi sbgmn dimaksd dlm Ps. 6 (1) memp
KHT dlm hal:
a. Anggota dikenakan sanksi berupa teguran dan
peringatan;
b. Anggota dikenakan sanski berupa pmberhentian
sementara, dg hormat, atau dg tdk hormat dari
keanggoataan perkumpulan, menerima putusan
tsb dan tidak mengajukan banding dlm waktu
yg tlh ditentukan;
c. DKP/Kongres tlh mengeluarkan keputusan
sanksi ting. banding.
11. Pemeriksaan dan 1) Putusan yg berisi penjatuhan sanksi pemecatan 1. Ket. Dan tata cara pemeriksaan atas dugaan
Penjatuhan Sanksi pd sementara (schorsing) atau pemecatan (onzetting) pelanggaran yg dilakukan oleh anggota dan org lain (yg
Tingkat Akhir dari keanggotaan Perkumpulan yg dilakukan oleh sdg dlm menjalankan jabatan notaris)akan diatur lbh
DKW dapat diajukan/dimohonkan pemeriksaan pada lanjut dlm Perat. DKP
Pasal 11
tingkat terakhir kepada DKP. 2. Pengenaan sanksi thd pelanggaran KE pd Ps. 3 dan Ps.
2) Permohonan untuk pemeriksaan tingkat akhir wajib 4akan diatur dlm Per. DKP.
dilakukan oleh anggota ybs dalam waktu 30 HK,
setelah tanggal penerimaan surat putusan penjatuhan
sanksi dari DKW.
3) Permohonan pemeriksaan tingkat akhir dikirim dgn
surat tercatat atau melalui ekspedisi atau oleh anggota
ybs kepada DKP dan tembusannya kpd DKD, PP,
PW dan PD.
4) DKW dalam waktu 7 hari setelah menerima surat
tembusan permohonan pemeriksaan tingkat terakhir
wajib mengirim semua salinan/foto copy berkas
pemeriksaan kepada DKP.
5) Setelah menerima permohonan pemeriksaan tingkat
terakhir, DKP wajib memanggil anggota yg meminta
pemeriksaan tsb, maks dalam waktu 30 HK, setelah
menerima permohonan pemeriksaan tsb, dipanggil,
didengar keterangannya dan diberi kesempatan untuk
membela diri dalam sidang DKP.
6) DKP wajib memberi putusan dalam pemeriksaan
tingkat terakhir melalui sidangnya, dalam waktu 30
HK, setelah anggota ybs dipanggil, didengar ket.nya
dan diberi kesempatan untuk membela diri.
7) Apabila anggota yg dipanggil tidak datang dan tidak
memberi kabar dgn alasan yg sah melalui surat
tercatat, maka sidang DKP ttp akan memberi putusan
dalam waktu yg ditentukan pads ayat (5) di atas.
8) DKW Pusat wajib mengirim putusannya kepada
anggota yg minta pemeriksaan tingkat terakhir dgn
surat tercatat atau dgn ekspedisi dan tembusannya
kepada DKD, Pengurus Cabang, PD dan PP,
semuanya itu dalam waktu 7 HK, setelah sidang DKP
menjatuhkan keputusannya atas pemeriksaan tingkat
terakhir tsb.
12. Pencatatan atas Sanksi Putusan yg ditetapkan oleh DKD, DKW, maupun oleh PP wajib mencatat dlm buku daftar anggota perkump atas
dlm Pelanggaran KE DKP dilaksanakan oleh PD. PD wajib mencatat dlm stp keputusan DKD/DKW/DKP/Kongres yg telah memp
Pasal 12 buku anggota perkump yg ada pd PD atas stp keputusan KHT
yg telah ditetapkan oleh DKD, DKW, d/a DKP mengenai
KE berikut nama anggota ybs.
13. Pelanggaran thd UUJN Tnp mengurangi ket yg mengatur tntg prosedur atau tata Tnp mengurangi ket yg mengatur tntg prosedur atau tata
Pasal 13 cara maupun penjatuhan sanksi, maka thd anggota cara maupun penjatuhan sanksi, maka thd anggota
perkump yg telah melanggar UU No. 30 Th 2014 tntg JN perkump yg telah melanggar UUJN dan dikenakan sanksi
dan ybs dinyatakan bersalah, serta dipidana berdasarkan pemberhentian dgn hormat atau pemb dgn tidak hormat
putusan pengadilan yg telah memp KHT, PP wajib sbg Notaris oleh instansi yg berwenang maka anggt ybs
memecat sementara sbg anggota perkum disertai usul berakhir keanggotaannya dlm perkump
kpd Kongres agar anggota perkum tsb dipecat dari
perkump
14. Pelanggaran thd KE Pengenaan sanski pemecatan sementara (schorsing) Pengenaan sanksi pemberhentian sementara atau dg hormat
Pasal 14 demikian juga sanksi (onzetting) maupun pemberhentian atau dg tdk hormat dari keanggotaan perkump thd
dgn tidak hormat sbg anggota perkump thd pelanggaran Pelanggaran sbgmn dimaksud dlm Ps. 6 diatas wajib
sbgmn dimaksud dlm Psl. 13 diatas wajib diberitahukan oleh PP kpd MPD dan tembusannya
memberitahukan oleh PP kpd MPD dan tembusannya disampaikan kpd Menkumham RI.
disampaikan kpd Mnkumham RI.