Anda di halaman 1dari 34

ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS

PT. FASTFOOD INDONESIA (KFC)


Dosen Pengampu: Rahmah Farahdita Soeyatno, S.P, M,Si

Disusun Oleh:
Siha Istaina (11160920000002)
Khairunnisa (11160920000009)
Annisa Prisillia (11160920000011)
Maudina Ajeng Pratiwi (11160920000017)
Prayoga Putra Gemilang (11160920000096)
Aditya Indra Setiawan (11160920000130)

PROGRAM STUDI AGRIBISBIS


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2018
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2 Tujuan Penulisan................................................................................................ 1
1.3 Profil PT. Fastfood Indonesia ............................................................................. 2
1.4 Visi dan Misi PT.Fastfood Indonesia .................................................................. 3
1.5 Nilai Perusahaan PT. Fastfood Indonesia .......................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................4
2.1 Skema/Model Bisnis dan Kemitraan PT.Fastfood Indonesia ........................... 4
2.1.1 Kemitraan PT.Fastfood Indonesia dengan Wonokoyo Group................ 5
2.1.2 Kemitraan PT.Fastfood Indonesia dengan PT.Finindo Food .................. 7
2.1.3 Kemitraan PT.Fastfood Indonesia dengan PT.Pepsi-Cola ...................... 9
2.1.4 Kemitraan PT.Fastfood Indonesia dengan Franchiser............................ 10
2.1.5 Kemitraan PT.Fastfood Indonesia dengan PT.Telkomsel Indonesia ...... 11
2.2 Analisis Business Model Canvas (BMC) PT.Fastfood Indonesia ....................... 13
2.3 Analisis SWOT Business Model Canvas (BMC) PT.Fastfood Indonesia ............ 21
2.4 Analisis Biaya .................................................................................................... 29
BAB III PENUTUP.......................................................................................................31
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 31
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................32

i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia usaha secara sadar atau tidak kini tengah bergerak menjadi pasar dunia,
suatu pasar yang efisien yang mencakup pula daerah-daerah tidak terbatas. Adanya
perubahan informasi dan globalisasi persaingan saat ini menjadi sengit karena tidak lagi
terbatas pada persaingan antara sesama organisasi. Dalam situasi yang penuh dinamika
ini suatu usaha harus dapat menciptakan organisasi yang dapat memberikan pelayanan
yang memuaskan dan dalam soal yang bersamaan dapat pula bersaing secara efektif dan
efisien dalam konteks lokal, regional bahkan dalam konteks global. Pastinya organisasi
tersebut dituntut untuk maju dan berkembang dari tahun ke tahun.
Kentucky Fried Chicken atau yang biasa disebut KFC sudah dikenal masyarakat di
dunia. Hampir semua orang di Indonesia pernah mampir di gerai ayam goreng asal
Amerika tersebut, bahkan mungkin sudah hafal rasanya bagi mereka yang sangat gemar
dan hobi menyantap sajian tersebut. Ternyata ayam goreng produk Amerika ini memiliki
sejarah panjang sehingga menajdi salah satu resep kesukaan masyarakat dunia. Selain itu
unit restaurant kentucky fried chicken menjadi salah satu penguasa pangsa pasar dengan
menguasai 40% pangsa untuk kategori junk food restaurant. Brand KFC memang sangat
familiar di telinga orang Indonesia, karena kecenderungan orang Indonesia yang sangat
hobi mengkonsumsi salah satu junk food ini.
Bisnis Model Kanvas atau yang lebih dikenal dengan BMC merupakan konsep
model bisnis yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. BMC
mendeskripsikan dasar pemikiran bagaimana organisasi diciptakan, disampaikan dan
ditangkap nilainya. Konsep BMC berhasil mengubah konsep model bisnis yang rumit
menjadi sederhana. Karena kesederhanaanya, metode kanvas dapat mendorong
sebanyak mungkin karyawan terlibat dalam pengembangan model bisnis organisasinya.
BMC memberikan step-step yang memfasilitasikan tentang membuat bisnis secara detail
yang ditampikan dalam satu lembar kanvas, berisi sembilan elemen (kotak). Sembilan
elemen dalam BMC tersebut mencakup Customer Segment, Value Proposition, Channel,
Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resourcess, Key Activities, Key Partnership
dan Cost Structure.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan-tujuan tersebut :
1. Skema/model bisnis awal yang di terapkan pada PT. Fastfood Indonesia Kentucky
Fried Chicken (KFC)
2. Skema/model bisnis awal yang di rekomendasikan pada PT. Fastfood Indonesia
Kentucky Fried Chicken (KFC)
3. Analisis business model canvas (BMC) PT. Fastfood Indonesia Kentucky Fried
Chicken (KFC)
4. Analisis SWOT business model canvas (BMC) PT. Fastfood Indonesia Kentucky
Fried Chicken (KFC)
5. Analisis biaya yang terdapat pada PT. Fastfood Indonesia Kentucky Fried Chicken
dengan pendekatan business model canvas.

1
1.3 Profil PT. Fastfood Indonesia
Pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia adalah PT. Fastfood Indonesia Tbk.
Yang didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang
memperoleh waralaba KFC untuk Indonesia. Perseroan mengawali operasi pertamanya
pada bulan Oktober 1979 dijalan Melawai, Jakarta. Outlet pertama ini mengalami
kesuksesan, kemudian diikuti dengan pembukaan outlet-outlet berikutnya di Jakarta dan
perluasan area cakupan hingga kekota-kota besar lain di Indonesia, antara lain Bandung,
Semarang, Surabaya, Medan, Makasar dan Manado. Keberhasilan yang terus diraih
dalam pengembangan merk menjadikan KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang
dikenal luas dan dominan di Indonesia.
Bergabungnya Salim Group sebagai pemegang saham utama telah
meningkatkan pengembangan perseroan pada tahun 1990, dan pada tahun 1993
terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebagai langkah untuk semakin mendorong
pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas pada saat ini adalah 79,6% dengan
pendistribusian 43,8% kepada Gelael Pratama dari Gelael Group, dan 35,8% kepada
PT. Megah Eraraharja dari Salim Group. Sementara saham minoritas sebesar 20,4%
didistribusikan kepada public dan koperasi karyawan.
Perusahaan memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Restaurants
International (YRI) yaitu sebuah badan usaha milik Yum! Brands Inc., yaitu sebuah
perusahaan public di Amerika Serikat yang juga pemilik waralaba dari empat merek
ternama lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Lima merek
yang bernanung dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan
Yum! Group sebagai fast food chain terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan
berbagai pilihan restoran ternama, sehingga memastikan kepemimpinannya dalam
bisnis multi- branding. Untuk kategori produk daging ayam cepat saji, KFC tak
terkalahkan.
Memasuki 28 tahun keberhasilan perseroan dalam membangun
pertumbuhannya, posisi KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji tidak
diragukan lagi. Untuk mempertahankan kepemimpinan, perseroan terus memperluas
area cakupan restorannya dan hadir di berbagai kota kabupaten tanpa mengabaikan
persaingan ketat di kota-kota metropolitan. Perseroan mengakhiri tahun 2007
dengan total 307 outlet termasuk mobile catering yang tersebar di 78 kota di seluruh
Indonesia dan memperkerjakan karyawan sebanyak 11.835 dengan hasil penjualan
tahunan diatas Rp. 1,509 triliun.
Perseroan senantiasa memonitor posisi pasar dan nilai KFC secara keseluruhan,
mengevaluasi berbagai masukan dari konsumen untuk meningkatkan kualitas
produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC. Semua informasi ini diperoleh
melalui survey rutin yang disebut Brand Image Tracking Study (BITS) dan CHAMPS
Management System (CMS) yang dilakukan oleh perusahaan survey independen.
BITS adalah survey untuk mengetahui persepsi konsumen dan brand image KFC
sebagai acuan dari merek utama lainnya di bisnis restoran cepat saji. Hasil dari BITS
menunjukkan bahwa KFC secara konsisten masih menempati posisi tertinggi di benak
konsumen untuk ‘Top of Mind Awareness’ dibandingkan dengan merek utama
lainnya. CMS adalah survey untuk menilai langsung kualitas produk, layanan, dan
fasilitas yang tersedia di KFC dibandingkan dengan yang diharapkan.
Kinerja perseroan dalam pertumbuhan penjualan store menjadikannya salah
satu KFC franchise market terbaik di Asia dengan pertumbuhan rata- rata 8,5% pada
tahun 2007 dan akan terus mempertahankan posisi ini. Pengembangan merek yang
kontinu melalui strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional, dan
2
pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan
restoran, telah menganugrahi perseroan berbagai penghargaan dari Asia Franchise
Business Unit dari Yum! Restaurants International.

1.4 Visi dan Misi PT. Fastfood Indonesia


Visi PT. Fastfood Indonesia, Kentucky Fried Chicken (KFC)
“Mempertahankan KFC sebagai merek restaurant cepat saji nomor satu, termodern
dan terfavorit dalam setiap aspek di Indonesia”

Misi PT. Fastfood Indonesia, Kentucky Fried Chicken (KFC)


“Melanjutkan strategi-strategi dan ide-ide yang inovatif dalam mempromosikan citra
merek, meningkatkan suasana makanan yang tak terlupakan, memberikan produk
dan layanan serta fasilitas restaurant yang selalu berkualitas, sesuai dengan
kebutuhan dan selera konsumen yang terus berubah”

1.5 Nilai Perusahaan


A. Budaya Perseroan “We are the Owners of KFC” ditanamkan dalam pemikiran setiap
karyawan untuk menciptakan rasa memiliki, yang bertujuan untuk memberikan
performa terbaik dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabnya, khususnya
dalam menyiapkan produk berkualitas dengan layanan yang cepat dan ramah.
B. Menjaga hubungan baik dan memberikan kepuasan melebihi yang diharapkan dengan
menjalankan CHAMPS di setiap restoran untuk memastikan kebersihan restoran
(Cleanliness), keramahtamahan dalam melayani konsumen (Hospitality), ketepatan
dalam menerima dan menyiapkan pesanan (Accuracy), memastikan perawatan restoran
yang terbaik (Maintenance), konsistensi dalam menyajikan produk bermutu tinggi setiap
saat (Product), dan kecepatan layanan selalu dijalankan (Speed of Service).
C. Inovasi tidak berhenti hanya pada mengembangkan ide-ide, terobosan-terobosan, dan
strategi-strategi baru untuk mencapai obyektif seseorang, namun juga meliputi
perubahan pola pikir yang dimulai dari diri sendiri agar bisa sukses menghasilkan
perubahan.

3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Skema/Model Bisnis dan Kemitraan PT. Fastfood Indonesia
Menurut undang-undang republik Indonesia no.9 tahun 1995 kemitraan adalah
kerjasama usaha antara usaha kecil dan usaha menengah atau usaha besar disertai
pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan
memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memerlukan, saling memperkuat dan
saling menguntungkan.
Franchising (pewaralabaan) adalah pemberian sebuah lisensi oleh seseorang
(franchisor) kepada pihak lain (franchise). Lisensi tersebut dapat memberikan hak kepada
franchise untuk menggunakan merek dagang franchisor dan seluruh elemen yang diperlukan
untuk menjalankan bisnisnya dengan dasar-dasar yang telah ditentukan.
Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa definisi Franchising berasal dari kata wara
yang berarti istimewa dan laba yang berarti keuntungan, Yang berarti suatu usaha
akan memberikan keuntungan yang istimewa. Franchising merupakan suatu konsep
pemasaran untuk memperluas jaringan usaha secara cepat. Jadi, franchising bukan suatu
alternatif melainkan suatu cara yang sama kuat, sama strategsi dengan cara konvensional
untuk pengembangan usaha. Sistem franchise memiliki banyak kelebihan terutama
dalam pendanaan, SDM dan managemen, kecuali kerelaan pemilik merek untuk berbagi
dengan pihak lain. Franchising juga dapat di artikan sebagai hak-hak untuk menjual suatu
produk atau jasa maupun layananFranchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang
sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan
franchisee.
KFC Indonesia merupakan salah satu contoh keberhasilan brand internasional yang
dikembangkan lewat pola kerja sama franchise. Brand ini memulai kiprahnya di Indonesia
sejak 1979. Eksistensinya hingga kini masih mendominasi bidang bisnis yang digelutinya.
Sepanjang perjalanannya hingga kini, KFC Indonesia yang dipimpin oleh Gelael Group, lewat
PT Fastfood Indonesia Tbk. sebagai master franchise KFC di Indonesia, tidak pernah
dipindahtangankan. Hal itu merupakan bukti dari terjalinnya hubungan harmonis antara
franchisee-franchisor. Gelael Grup membawa masuk KFC ke Indonesia dan membangunnya
dari mulai outlet pertama hingga sekarang berjumlah sekitar 610 outlet tersebar di seluruh
Indonesia. Jadi ini adalah usaha frenchise yang dikelola dan dimiliki oleh Gelael Grup secara
pribadi. sampai saat ini KFC tidak melakukan kerjasama dalam bentuk sub-waralaba untuk
merek KFC, kecuali kerjasama dalam bentuk lain, yaitu :
1) Kerjasama sewa lokasi.
2) Kerjasama investasi (tidak termasuk gedung/bangunan)
3) Kerjasama investasi (termasuk gedung/bangunan)
Alasan KFC Indonesia tidak mensubfranchisekan outletnya adalah sulitnya kontrol
yang harus dilakukan. Perbedaan lokasi, kondisi leverage education yang sudah begitu
tinggi, akan terdapat perbedaan standar antara satu outlet dengan outlet lainnya. Service
yang berbeda, kepemilikannya berbeda, sehingga passionnya berbeda.

4
2.1.1 Kemitraan PT. Fastfood Indonesia (KFC) dengan Wonokoyo Group

PT. Fastfood PT. Wonokoyo Group

Larangan :
Produk yang
Hak Pihak 1 sudah dikirim
tidak dapat Hak Pihak 2
dikembalikan
dan produk yang
diterima seusai
Yang didapatkan dari pihak 2 Yang didapatkan dari pihak 1
kesepakatan
1. Mendapatkan produk 1. Mendapatkan keuntungan
sesuai yang diinginkan atas pembayaran dengan
2. Mendapatkan Pasokan: harga dan waktu
ketersediaan produk pembayaran yang telah
1. Karkas
disepakati
ayam
2. Ketersedi
aan
produk
3. Kontinuit
as suplai

Kewajiban pihak I
Kewajiban pihak II
1. Membayar
sesuai ketetapan 1. Memasok karkas
harga ayam sesuai
2. Membayar pemesanan
sesuai ketetapan 2. Memasok karkas
Produk: tepat waktu
waktu
Karkas ayam beku 3. Menjamin
kontinuitas
pasokan

kesepakatan

Kemitraan yang terjalin di atas antara PT Fastfood dengan PT Wonokoyo Group adalah
pola kemitraan dagang umum. Pada kemitraan diatas PT Fastfood sebagai pihak 1 yang
menerima pasokan dan PT Wonokoyo pihak 2 sebagai pemasok.

5
Masing-masing pihak memiliki kewajiban yang harus dipenuhi dan hak yang telah disepakati
bersama. Kewajiban pihak 1 sebagai penerima pasokan yaitu membayar sesuai ketetapan harga
dan dalam jamgka waktu yang telah disepakati dengan pemasok. Pihak 1 memiliki hak sebagai
berikut, yaitu mendapatkan produk sesuai pesanan yang diinginkan, kontinuitas pasokan
produk yang dapat menjaga persediaan produk. Begitu juga dengan pihak 2 memiliki kewajiban
atas pasokan produk sesuai pesanan, ketepatan waktu dan kontinuitas pasokan produk. Pihak 2
juga memiliki hak yaitu mendapatkan keuntungan dari penjualan produk dengan harga dan
waktu pembayaran yang telah disepakati kedua pihak. Terdapat juga larangan yang harus
dijauhi oleh kedua pihak. Pada kemitraan diatas produk yang dipasok dan diminta kedua pihak
adalah karkas ayam beku.
Skema kemitraan yang direkomendasikan

PIHAK 1 PIHAK 2
PT. Fastfood Indonesia Wonokoyo Group

Ketentuan Persayaratan & Keinginan Ketentuan Persayaratan & Keinginan

DISEPAKATI KEDUA PIHAK

Hak & Kewajiban Hak & Kewajiban

PIHAK 1 PIHAK 2

PERJANJIAN KONTRAK

6
2.1.2 Kemitraan dengan PT. Finindo Foods Indonesia

PT. Finindo Foods Indonesia Kentucky Fried Chicken

Hak Pihak 1
Hak Pihak 2

1. Mendapatkan bayaran
tepat waktu
2. Sesuai harga yang telah
disepakati
Saus Cabai 1. Mendapatkan saus
cabai dengan
kualitas terbaik

Kewajiban pihak I

1. Mengirim saus
dengan
Kewajiban pihak II
packaging yang
rapih 1. Membayar
sesuai harga
yang disepakati
2. Membayar tepat
waktu

Perjanjian Sepakat

Kemitraan diatas adalah kemitraan dengan pola sub kontrak, yang dilakukan oleh pihak
pertama yaitu PT. Finindo Foods Indonesia dan pihak kedua Kentucky Fried Chicken. Masing-
masing pihak memiliki kewajiban dan haknya. Hak pertama adalah mendapatkan bayaran tepat
waktu, sesuai harga yang telah disepakati. Kewajiban dari pihak pertama seperti mengirim saus
dengan packaging yang rapih. Sementara pada hak pihak kedua adalah mendapatkan saus
cabai dengan kualitas terbaik. Kemudiaan kewajiaban dari pihak kedua adalah Membayar
sesuai harga yang disepakati membayar tepat waktu . Produk yang dipasok dan diminta oleh
kedua pihak yang disepakati yaitu Saus Cabai.

7
Skema kemitraan yang direkomendasikan

PIHAK 1 PIHAK 2
PT. Fastfood Indonesia PT. Finindo Foods

Ketentuan Persayaratan & Keinginan Ketentuan Persayaratan & Keinginan

DISEPAKATI KEDUA PIHAK

Hak & Kewajiban Hak & Kewajiban

PIHAK 1 PIHAK 2

PERJANJIAN KONTRAK

8
2.1.3 Kemitraan dengan Perusahaan PT.Pepsi Cola Indobeverages

PT. Pepsi Cola Kentucky Fried


Indobeverages Chicken

Hak Pihak 1
Hak Pihak 2

1. Mendapatkan bayaran
tepat waktu
1. Mendapatkan produk
2. Sesuai harga yang telah
pepsi dan coca cola
disepakati
Minuman Pepsi sesuai yang telah
disepakati
dan Coca Cola

Kewajiban pihak I
Kewajiban pihak II
1. Mengirimkan produk pepsi
dan coca colasesuai pesanan 1. Membayar
2. Memasok produk tepat waktu sesuai
harga
yang
disepakati
2. Membayar
Perjanjian Sepakat tepat
waktu
3.
Kemitraan diatas adalah kemitraan dengan pola dagang umum, yang dilakukan oleh pihak
pertama yaitu PT. Asahi Indofood Beverage Makmur dan pihak kedua Kentucky Fried Chicken.
Pemegang utama lisensi waralaba berhak untuk mengoperasikan waralaba tersebut di suatu
cakupan yang luas. Masing-masing pihak memiliki kewajiban dan haknya. Hak pertama adalah
mendapatkan bayaran tepat waktu, sesuai harga yang telah disepakati. Kewajiban dari pihak
pertama seperti mengirimkan produk ichi ocha sesuai pesanan, memasok produk tepat waktu.
Sementara pada hak pihak kedua adalah mendapatkan produk ichi ocha sesuai yang telah
disepakati. Kemudiaan kewajiaban dari pihak kedua adalah membayar sesuai harga yang
disepakati, membayar tepat waktu. Produk yang dipasok dan diminta oleh kedua pihak yang
disepakati yaitu minuman teh ichi ocha.

9
2.1.4 Kemitraan PT. Fastfood Indonesia (KFC) dengan Franchiser

Brand, Sistem Usaha, Resep, Modul, SOP, Pelatihan, Pembinaan

PEMBERI PENERIMA
WARALABA/ WARALABA/
FRANCHISOR FRANCHISER
JANGKA WAKTU KERJASAMA

5 TAHUN

Franchise fee, Royalty fee

Hubungan antara franchisor dengan franchiser diatur dan dilindungi secara hukum
dalam:
a) Surat Hak Atas Kekayaan Intelektual
b) Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1997 tentang Waralaba
c) Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1997 tentang Kemitraan
d) Keputusan Memperindag RI No. 259 tahun 1997 Tentang Tata Cara Pelaksanaan
Pendaftaran Usaha Waralaba
e) PP Peraturan Mendag RI No. 12 Tahun 2006 tentang Surat Tanda Usaha Waralaba
f) PP Peraturan Mendag RI No. 42 tahun 2007 tentang Waralaba Indonesia
Persyaratan penerima waralaba dari pemberi waralaba adalah:
a) Menyediakan tempat untuk usaha dengan luas minimal 1.500 meter persegi sampai
2.500 meter persegi dengan lebar muka minimal 50 meter.
b) Lokasi tempat usaha harus terletak di jalan utama atau jalan raya diutamakan di
perempatan atau pertigaan yang berpotensi bisnis menjanjikan dengan area parkir yang
luas.
c) Status kepemilikan lokasi adalah milik sendiri
d) Calon mitra menyediakan struktur bangunan, IMB, dan fasilitas pendukung sesuai dengan
kriteria KFC.

10
2.1.5 Kemitraan PT. Fastfood Indonesia (KFC) dengan PT. Telkomsel

PT. Fastfood Indonesia, PT. Telekomunikasi


Kentucky Fried Chicken Selular Indonesia
(Telkomsel)

Larangan :
Hak Pihak 1 Apabila tidak sesuai
Hak Pihak 2
kesepakatan maka dikenakan
sanksi

Jasa yang diberikan oleh pihak I

1. Memberikan pengalaman Jasa yang diberikan oleh pihak II


bertransaksi baru yang
1. Mengembangkan layanan uang
lebih mudah bagi Pembayaran
elektronik (tcash) untuk
konsumen KFC dan menggunakan tcash
menciptakan gaya hidup baru
membuat konsumen lebih
dalam bertransaksi non tunai
memilih menggunakan
2. Promo tcash, promo ini berlaku
pembayaran melalui tcash
bagi pelanggan yang memiliki
saldo tcash minimal 20.000 dan
pelanggan hanya bisa menikmati
satu kali menu gratis setiap
harinya

Kewajiban pihak I

3. Menjalankan Kewajiban pihak II


perjanjian yang
Mendorong
telah dibuat
pertumbuhan
bisnis melalui
layanan uang
elektronik berupa
tcash

Perjanjian Sepakat

Kemitraan diatas adalah kemitraan dengan pola Sub-Kontrak, yang dilakukan


oleh dua pihak PT. Fastfood Indonesia, Kentucky Fried Chicken sebagai pihak pertama
dan PT. Telekomunikasi Selular Indonesia (Telkomsel) sebagai pihak kedua. Pola Sub-
Kontrak ini merupakan hubungan kemitraan antara kelompok mitra dengan perusahaan
mitra memproduksi komponen yang diperlukan perusahaan mitra sebagai bagian dari
produksinya. Kemitraan pola Sub-Kontrak mempunyai keuntungan yang dapat
mendorong terciptanya alih teknologi seperti pada layanan digital money di Indonesia
yang dapat digunakan pelanggan Telkomsel untuk melakukan transaksi pembelian dan
pembayaran secara digital dengan menggunakan ponsel. Masing-masing pihak memiliki
11
kewajiban dan haknya. Sementara hak pihak pertama adalah Memberikan pengalaman
bertransaksi baru yang lebih mudah bagi konsumen KFC dan membuat konsumen lebih
memilih menggunakan pembayaran melalui tcash. Kewajiban pihak pertama adalah
menjalankan perjanjian yang telah dibuat atau disepakati. Sedangkan hak pihak kedua
adalah yang pertama mengembangkan layanan uang elektronik (tcash) untuk
menciptakan gaya hidup baru dalam bertransaksi non tunai, yang kedua (promo tcash)
promo ini berlaku bagi pelanggan yang memiliki saldo tcash minimal 20.000 dan
pelanggan hanya bisa menikmati satu kali menu gratis setiap harinya dan kewajiban
dari pihak kedua Mendorong pertumbuhan bisnis melalui layanan uang elektronik
berupa tcash.

Skema kemitraan yang direkomendasikan

PIHAK 1 PIHAK 2
Pengguna Jasa Penyedia Jasa

Ketentuan Persayaratan & Keinginan Ketentuan Persayaratan & Keinginan

DISEPAKATI KEDUA PIHAK

PERJANJIAN KONTRAK

12
2.2 Analisis Business Model Canvas
Business Model Canvas (BMC) salah satu alat strategi yang digunakan untuk
mendeskripsikan sebuah model bisnis dan menggambarkan dasar pemikiran tentang
bagaimana organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. Business Model
Generation lebih populer dengan sebutan Business Model Canvas adalah suatu alat untuk
membantu kita melihat lebih akurat rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani.
Mengubah konsep bisnis yang rumit menjadi sederhana yang ditampilkan pada satu lembar
kanvas berisi rencana bisnis dengan sembilan elemen kunci yang terintegrasi dengan baik
didalamnya mencangkup analisis strategi secara internal maupun ekternal perusahaan.
Dengan menggunakan Business Model Canvas, bisnis model dapat dijelaskan
dengan baik melalui sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berfikir
bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Kesembilan blok tersebut menyangkut
empat bidang utama dalam suatu bisnis yaitu, pelanggan, penawaran infraastruktur, dan
kelangsungan finansial. Model bisnis ibarat cetak biru sebuah strategi yang diterapkan
melalui struktur organisasi, proses, dan sistem. Adapun bagian dalam Business Model
Canvas tersebut meliputi, Value Proposition, Customer Segment, Customer Relationship,
Channel, Key Partnership, Key Activities, Key Resources, Cost Structure dan Revenue Stream.
a. Value Proposition
Value Proposition adalah manfaat yang ditawarkan perusahaan kepada
konsumen dalam bentuk nilai tambah dan segala bentuk unggulan yang dimiliki
produk atau perusahaan.
b. Customer Segment
Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, pertama-tama organisasi harus
menetapkan siapa target pasar. Customer segments digolongkan menjadi 4 bagian
yaitu:
1) Tingkat ekonomi
2) Usia
3) Komunitas tertentu
4) Perilaku khusus dari target konsumen
c. Customer Relationship
Customer Relationship adalah cara untuk mendapatkan, menambah jumlah,
dan mempertahankan loyalitas konsumen kepada perusahaan.
d. Channel
Channel merupakan sarana bagi organisasi untuk menyampaikan value
propositions kepada customer segment yang dilayani. Channel berfungsi dalam
beberapa tahapan mulai dari kesadaran pelanggan sampai ke pelayanan purna jual.
Dua elemen lain yang harus diperhitungkan secara cermat dalam membaut model
Channel adalah Value Proposition dan Customer Segment.
e. Key Partnership
Key Partnership merupakan sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk
mewujudkan proposisi nilai, tetapi tidak dimiliki oleh organisasi tersebut.
Pemanfaatan Key Partnership oleh perusahaan dapat berbentuk outsourcing, joint
venture, joint operation, atau aliansi strategis.

13
f. Key Activities
Key Activities adalah kegiatan utama organisasi untuk dapat menciptakan
proposisi nilai
g. Key Resources
Key Resources adalah sumber daya milik organisasi yang digunakan untuk
mewujudkan proposisi nilai. Sumber daya umumnya berwujud manusia, teknologi,
peralatan, channel maupun brand.
h. Cost Structure
Cost Structure adalah komposisi biaya untuk mengoperasikan organisasi mewujudkan
proposisi nilai yang diberikan kepada pelanggan. Struktur biaya yang efisien, menjadi
kunci besarnya laba yang diperoleh organisasi.
i. Revenue Stream
Revenue Stream merupakan komponen yang dianggap paling vital. Umumnya
organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan. Meskipun demikian banyak
organisasi bias membuka aliran masuk pendapatan dari kantong bukan dari
pelanggan langsung.

Key Partners Key Activities Value Proposition Customer Customer


Relationship Segments
1) Wonokoyo 1) Distribusi 1) Brand image 1) Website 1) Konsumen
Group pasokan yang sudah 2) Layanan dengan
2) Importir bahan baku ke terkenal baik pengaduan umur 5
3) Pasar setiap outlet dikalangan (customer sampai 65
Regional restaurant masyarakat service) tahun
4) PT. Pepsi- 2) Melakukan 2) Perusahaan 3) Mengadakan 2) Konsumen
Cola pengecekan sudah berdiri promo dengan
Indobeverag dan mengatur sejak tahun tingkat
es terhadap 1970an ekonomi
5) PT. Marjan barang 3) Produk sudah menengah
Lasellefood pasokan yang terjamin atas hingga atas
6) PT. Unilever telah kualitasnya 3) Konsumen
7) PT. Finindo terdistirbusi 4) Produk diolah pecinta
Foods ke setiap menggunakan fastfood
8) PT. outlet sistem dapur yang gemar
Telkomsel 3) Membuat modern jajan dan
makanan 5) Produk berkumpul
&minuman disajikan 4) Franchiser
meliputi langsung
penggorengan (fresh from
dll the oven)
4) Melayani
transaksi dan
pemesanan
pengunjung
5) Mejaga
kebersihan
fasilitas
14
restaurant
6) Kegiatan
delivery yang
berhubungan
dengan
pemesanan
online

Key Resources Channels


1) Memiliki 1) Restaurant
sistem dapur dilengkapi
yang diatur dengan
dalam informasi
Standard produk
Operasional 2) Website
Procedure 3) Kerjasama
(SOP) dengan layanan
2) Memiliki 610 transportasi
gerai yang online yang
sudah memiliki
tersebar ke layanan
seluruh tambahan
Indonesia delivery
3) Memiliki 4) Tawaran dalam
restaurant penjualan
dengan langsung ke
fasilitas yang konsumen
nyaman dan akhir
modern 5) Sponshoring
4) Memiliki
karyawan
yang sudah
terorganisir
sistem
manajemen

Cost Structure Revenue Stream


1) Biaya operasional perusahaan 1) Sumber pendapatan utama yang didapat
2) Biaya iklan dan promosi dari penjualan produk
3) Biaya pendistribusian bahan baku 2) Sumber pendapatan yang di dapat dari
4) Biaya penggajian atau kompensasi franchiser
karyawan 3) Hasil penjualan CD

15
Dari tabel analisis business model canvas diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Value Proposition
A. Brand image yang sudah terkenal baik dikalangan masyarakat
Brang KFC yang sudah terlintas di pikiran masyarakat adalah perusahaan
ayam goreng dengan cita rasa yang sudah terjamin kualitasnya. KFC kini
merupakan market leader dari restoran fastfood di Indonesia. Salah satu kunci
sukses KFC berasal dari strategi pemasaran dimana mereka memanfaatkan
elemen musik dalam memperkuat brand di mata target pasarnya.

B. Perusahaan sudah berdiri sejak tahun 1970an


PT.Fastfood Indonesia pertama kali menerima waralaba dari KFC USA sejak
tahun 1970an dengan sistem manajemen yang sudah diatur dan sebagai pioner
farnchise pertama yang berkembang di Indoesia.

C. Produk sudah terjamin atas kualitasnya


Cita rasa yang sudah terjamin dan kualitasnya didukung oleh seberapa
lama perusahaan berdiri. Hingga saat ini loyalitas konsumen terhadap produk KFC
masih sangatlah tinggi karena cita rasa dengan tagline “Jagonya Ayam”

D. Produk diolah menggunakan sistem dapur modern


Produk disajikan dengan manajemen dapur yang teroganisir, terdapat
beberapa sub di dapur bagian pembumbuan ayam, bagian penggorengan, bagian
pengolahan makanan pelengkap.

E. Produk disajikan langsung (fresh from the oven)


Sistem dapur yang terus bekerja selama jam operasional memastikan
bahwa produk disajikan langsung setelah selesai proses produksi. Ketika para
konsumen memesan, pada saat itu pesanan konsumen diolah. Produk yang sudah
diolah dan tidak habis terjual dapat dibawa pulang oleh karyawan atau dibuang
untuk menjaga kualitas produk kepada konsumen.

2) Customer Segments
A. Konsumen dengan umur 5 sampai 65 tahun
Produk KFC dapat dikonsumsi oleh konsumen yang berumur 5 sampai 65
tahun sesuai kebutuhan.

B. Konsumen dengan tingkat ekonomi menengah hingga atas


Target konsumen perusahaan adalah masyarakat dengan tingkat ekonomi
menengah hingga atas.

C. Konsumen pecinta fastfood yang gemar jajan dan berkumpul


Gaya hidup masyarakat indonesia yang gemar berkumpul bersama teman
dan keluarga juga pola hidup masyarakat yang semakin hari semakin instant
menjadi target konsumen perusahaan.
16
D. Franchiser
Sistem kemitraan KFC adalah franchise terbuka untuk seluruh masyarakat
dengan menjalankan sistem peraturan yang berlaku.

3) Costumer Relationship
A. Website
KFC memiliki website sebagai media informasi produk beserta harga dan
informasi lainnya.

B. Layanan pengaduan (customer service)


KFC memiliki layanan pengaduan kepada customer untuk mengevaluasi
dan mebangun kinerja perusahaan juga mengontrol terhadap outlet yang tersebar
di seluruh Indonesia.

C. Mengadakan promo
Dalam menjaga hubungan dengan konsumen serta menarik minat
konsumen untuk terus menjaga loyalitas kepada produk KFC, perusahaan
mengadakan promo harga produk. Promo terdiri dari promo paket atau promosi
terhadap varian baru.

4) Channels
A. Restaurant dilengkapi dengan informasi produk
Didalam restaurant dan sudutnya pun dilengkapi dengan informasi produk
dari harga hingga komposisi makanan.

B. Website
KFC memiliki website sebagai media informasi produk beserta harga dan
informasi lainnya selain itu, konsumen juga dapat memesan produk langsung di
website
C. Kerjasama dengan layanan transportasi online yang memiliki layanan tambahan
delivery

D. Tawaran dalam penjualan langsung ke konsumen akhir


Pada proses transaksi di kasir, konsumen biasanya juga diberi informasi
tawaran produk oleh karyawan.

E. Sponshoring

17
5) Key Partners
A. Wonokoyo Group dll
Suppliers resmi untuk pasokan ayam yaitu PT. Charoen Pokphand
Indonesia,PT. Wonokoyo Corp dan PT. Ciomas Adisatwa yang sudah berbentuk
potongan sesuai dengan yang dipesan, misalkan khusus dada, paha
maupun sayap. Dalam hal jangka waktu supply untuk outlet dalam kota
dilakukan tiap hari, sedangkan untuk outlet yang berada di luar kota
dilakukan setiap minggu

B. Importir
Upaya menjaga kualitas cita rasa produk KFC , maka bumbu-bumbu di
supply langsung dari KFC USA yangg berada di Kentucky,USA

C. Pasar Regional
Untuk sayuran berasal dari suppliers lokal pada setiap wilay ah outletKFC
dan biasanya dibeli dari pasar daerah sekitar.

D. PT. Pepsi-Cola Indobeverages


Bekerja sama dengan perusahaan PT. Pepsi-Cola Indobeverages untuk
memasok produknya kepada KFC dalam bentuk minuman softdrink yang
dibutuhkan oleh konsumen sebagai pelengkap

E. PT. Marjan Lasellefood


Bekerja sama dengan perusahaan PT. Marjan Lasellefood untuk memasok
produknya berupa sirup sebagai bahan baku tambahan untuk variasi minuman
yang tersedia di restaurant KFC

F. PT. Unilever
Bekerja sama dengan perusahaan PT. Unilever dalam memasok produk
berupa air mineral.

G. PT. Finindo Foods


Bekerja sama dengan PT. Finindo foods sebagai pemasok saos sambal dan
saos tomat untuk menjadi pelengkap sajian utama KFC yaitu ayam goreng
tepung.

6) Key Activities
A. Distribusi pasokan bahan baku ke setiap outlet restaurant
Pendistribusian bahan baku ke setiap outlet dilakukan setiap hari, setiap
minggu atau setiap bulan oleh supplier menurut ketahanan jenis produk yang di
supply.

B. Melakukan pengecekan dan mengatur terhadap barang pasokan yang telah


terdistirbusi ke setiap outlet

18
Ketika pasokan bahan baku sudah datang, terdapat karyawan yang
bertugas melakukan pengecekan dan mengatur tempat bahan pasokan ke dalam
dapur.

C. Membuat makanan &minuman meliputi penggorengan dll


Aktivitas utama perusahaan yaitu dengan memproduksi makanan sebagai
produk utama yang dilakukan oleh chef atau dining dengan pembagian tugas
masing-masing.

D. Melayani transaksi dan pemesanan pengunjung


Bagian aktivitas terdepan yang terlihat oleh konsumen yaitu cashier.
Untuk melayani pemesanan konsumen dan mengatur transaksi pembelian.

E. Mejaga kebersihan fasilitas restaurant


Setiap pengunjung yang telah selesai makan di restaurant terdapat
karyawan dengan tugas menjaga kebersihan kursi dan meja untuk ditempati
oleh pengunjung berikutnya. Selain bangku dan meja karyawan seluruh
karyawan harus menjaga kebersihan restaurant termasuk di dalam dapur.

F. Kegiatan delivery yang berhubungan dengan pemesanan online


Pemesanan via online yang produknya diantar langsung ke tempat tujuan
tetap harus menjaga kualitas hingga tujuan.

7) Key Resources
A. Memiliki sistem dapur yang diatur dalam Standard Operasional Procedure (SOP)
Sistem dapur dan perusahaan yang sudah diatur dalam SOP harus diikuti
dan dipatuhi oleh seluruh karyawan

B. Memiliki 610 gerai yang sudah tersebar ke seluruh Indonesia


Gerai yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia adalah sebagai
bentuk aset KFC yang dapat mendistribusikan produk nya ke seluruh wilayah
Indonesia. Keunggulan lain yang dimiliki oleh KFC adalah saluran distribusi dan
gerai KFC yang sangat mudah ditemui. Tidak hanya di kota besar ataupun
kawasan elit, KFC berusaha untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen
dengan membuat gerai KFC sampai ke kabupaten atau tempat lain selain di mall
atau pusat perbelanjaan. KFC yang mudah ditemukan ini menjadikan KFC
menjadi sebuah brand yang mudah dikenal orang dan mudah dinikmati oleh
siapa saja di dunia. Berbeda dengan brand fastfood lain yang memilih mall atau
tempat perbelanjaan sebagai tempat pemasarannya, KFC memilih untuk dapat
mendekati konsumen.

C. Memiliki restaurant dengan fasilitas yang nyaman dan modern


Sesuai dengan misi KFC yaitu “meningkatkan suasana makanan yang tak
terlupakan, memberikan produk dan layanan serta fasilitas restaurant yang

19
selalu berkualitas” maka perusahaan terus meningkatkan fasilitas yang
dibutuhkan oleh konsumen.

D. Memiliki karyawan yang sudah terorganisir sistem manajemennya


Terdapat struktur karyawan dan jobdesk karyawan yang sudah diatur
dalam manajemen sumber daya manusia agar jelas dan terorganisir pembagian
tugas untuk menjalankan operasional perusahaan

8) Cost Structure
A. Biaya operasional perusahaan
Biaya terdiri dari biaya pembelian bahan baku, biaya produksi dan biaya
perawatan sarana dan prasarana perusahaan

B. Biaya iklan dan promosi


C. Biaya pendistribusian bahan baku
D. Biaya penggajian atau kompensasi karyawan

9) Revenue Stream
A. Sumber pendapatan utama yang didapat dari penjualan produk
Pendapatan utama bersumber dari penjualan produk berupa pembelian,
penerimaan acara/event, dan lain lain.

B. Sumber pendapatan yang di dapat dari franchiser


Pendapatan utama bersumber dari franchiser/penerima waralaba yaitu
berupa royalty fee dan franchising fee.

C. Hasil penjualan CD
Pendapatan tambahan didapat dari penjualan CD pada cashier yang
ditawarkan oleh karyawan kepada konsumen.

20
2.3 Analisis SWOT Business Model Canvas (BMC) PT. Fastfood Indonesia
Aspek Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman Strategi

Value 1. Brand image yang 1. Produk unggulan 1. Berupa makanan 1. Terdapat Strategi SO
Proposition sudah terkenal perusahaan hanya fastfood yang disukai perusahaan Menjaga nama baik
baik dikalangan ayam goreng oleh mayoritas dengan brand perusahaan dengan
masyarakat tepung siap saji masyarakat image sejenis menjaga kualitas
2. Produk disajikan 2. Beberapa produk 2. Harga produk lebih 2. Sistem dapur produk.
langsung kepada sudah dalam bentuk murah dibandingkan yang terus
konsumen setengah jadi produk perusahaan menerus bekerja Strategi WO
setelah melalui 3. Beberapa produk pesaing akan menambah Melakukan inovasi
proses tidak habis terjual 3. Dapat biaya operasional produk yang dapat
pemasakan mengembangkan jenis 3. Terdapat menjadikan produk
3. Produk sudah varian yang lain, perusahaan inovasi baru produk
terjamin akan seperti rasa yang baru fastfood serupa unggulan.
kualitas atau penyajian yang dengan mutu dan
baru kualitas yang juga Strategi ST
terjamin Memberlakukan jam
kerja sistem dapur
dengan data
penjualan agar
produk tetap fresh
dan habis terjual.

Strategi WT
Tetap menjaga
kualitas produk
kepada konsumen
untuk loyalitas
konsumen terhadap
perusahaan

21
Customer 1. Produk dapat 1. Tidak medapat 1. Pecinta makanan siap 1. Konsumen Strategi SO
Segments dikonsumsi dikonsumsi bayi saji/ fastfood dengan pola gaya Dengan adanya
dengan tingkatan 2. Mayoritas perayaan 2. Konsumen dengan hidup sehat konsumen yang
usia 5 – 65 tahun ulang tahun hanya gaya hidup yang 2. Pelanggan gemar
2. Berkebutuhan untuk usia dini gemar jajan dan berpindah ke mengkonsumsi
khusus seperti 3. Produk hanya berkumpul restaurant lain makanan siap saji
perayaan ulang menjangkau 3. Franchiser 3. Konsumen maka perlu
tahun konsumen dengan diperhatikan mutu
3. Berdasarkan menengah hingga penghasilan kualitas dari produk
penghasilan atas. tinggi makanan KFC

Strategi WO
Membuat variasi
makanan yang aman
dikonsumsi oleh
usiag bawag lima
tahun

Strategi ST
Tetap menjaga
stabilitas harga agar
dapat terjangkau
oleh seluruh
kalangan konsumen

Strategi W-T
Membuat menu
baru yang lebih
sehat dan
memperhatikan
kandungan gizi,
kehalalan ayam serta
22
menimalisir bahan
baku kimia

Customer 1. Memiliki website 1. Pemanfaatan 1. Koneksi signal Strategi SO


Relationships dan aplikasi teknologi yang yang tidak Memberikan diskon
sebagai media semakin canggih merata di seluruh melalui yang
informasi produk 2. Bekerja sama dengan wilayah diinformasikan
2. Mengadakan perusahaan lain untuk 2. Perusahaan kepada media online
diskon yang menarik minat sejenis yang
menarik konsumen mengadakan Strategi ST
3. Layanan service 3. Peningkatan layanan diskon lebih Pemberian diskon
24 jam pesan antar besar yang menarik untuk
3. Terdapat fastfood meningkatkan daya
lain dengan beli konsumen
layanan service
24 jam
Channels 1. Saluran 1. Biaya yang 1. Dengan adanya Strategi S-O
distribusi yang digunakan untuk kemudahan bagi 1. Kenaikan harga Terus meningkatkan
sudah efektif distribusi tinggi konsumen dalam bahan bakar kualitas pelayanan
karena sudah 2. Kerjasama dengan memesan secara minyak dapat online
memiliki alat ojek online delivery akan berpengaruh
transportasi (delivery) barang meningkatkan terhadap Strategi W-O
sendiri untuk yang diterima penjualan kenaikan biaya Terus melakukan
mengantarkan konsumen produk 2. Pengadaan sistem 2. Pemesanan promosi dengan
pesanan kepada tidak menjamin promo dari secara delivery perusahaan
konsumen dalam kondisi yang perusahaan lain perlu dievaluasi kerjasama agar
2. Bekerja sama baik dapat setiap saat agar menarik minat
dengan 3. Pengadaan event meningkatkan meningkatkan konsumen
perusahaan jarang dilakukan penjualan pelayanan
transportasi 3. Pengaadaan event konsumen Strategi ST
dengan layanan di wilayah yang merasa puas Menjaga hubungan
23
delivery jauh dengan outlet 3. Sulitnya baik terhadap
3. Pengadaan KFC distribusi barang perusahaan
event di jika dilakukan di transportasi online
berbagai kota wilayah pelosok agar konsumen tetap
dapat menikmati
fasilitas belanja
online produk KFC

Strategi WT
Membuat peraturan
baru jika barang
yang rusak
ditetapkan gratis
kepada konsumen

Key Activity 1. Ayam diolah 1. Rasa ayam 1. Menciptakan inovasi 1. Saat ini mulai Strategi S-O
dengan resep cenderung sama produk. berkembang Menciptakan inovasi
bumbu rahasia dengan perusahaan 2. Mesin pengoperasian kompetitor yang produk
2. Proses dapur fastfood lainnya yang lebih canggih menawarkan
terus berjalan 2. Pelayanan pada kasir 3. Potensi peningkatan berbagai produk Strategi WO
sehingga dapat terjadi antrian efisiensi secara umum seperti ayam Melakukan
konsumen yang panjang melalui implementasi krispy, sehingga pengefesien waktu
mendapatkan 3. Terdapat makanan pelaksanaan Standard perusahaan perlu pengolahan produk
makanan fresh yang cepat basi Operational Procedure untuk tetap menggunakan mesin
3. Menjalankan ketika dibawa (SOP) bagi seluruh kreatif dalam yang semakin
kegiatan produksi pulang aktivitas lingkungan mengembangkan canggih
sesuai dengan perusahaan. produk
SOP sehingga 2. Biaya produksi Strategi S-T
menjamin terus meningkat Terus melakukan
kualitas produk Fluktuasi harga inovasi produk agar
yang dihasilkan bahan baku konsumen tidak
sangat merasa bosan
24
berpengaruh
terhadap Strategi WT
produksi Menjaga kualitas
3. Terdapat makanan agar dapat
perusahaan dikonsumsu dengan
fastfood serupa waktu yang lebih
yang juga lama
memiliki Standard
Operational
Procedure (SOP)
untuk
menjalankan
aktivitas produksi.
Key Resources 1. Sulit mencari 1. Ketersediaan 1. Fluktuasi dollar Strategi S-O
1. Bahan baku penggganti pasokan bahan baku yang terhadap rupiah Pelakukan
dipasok setiap bahan baku impor cukup dapat pengecekan bahan
hari dari lokal 2. Fasilitas ibadah yang 2. Penambahan berpengaruh baku dan
maupun impor dibutuhkan fasilitas charging terhadap biaya penyimpanan bahan
2. Memiliki konsumen belum di restaurant impor baku cadangan
restaurant terpenuhi di seluruh 3. Peluang karir 2. Terdapat contoh ke dalam
dengan fasilitas gerai. karyawan yang perusahaan chiller
dan suasana yang 3. Tidak semua besar fastfood lain Strategi WO
modern. karyawan memiliki yang memiliki Mendirikan fasilitas
3. Terdapat skill dalam memasak fasilitas ibadah yang
program restaurant yang dibutuhkan oleh
pelatihan lengkap pengunjung
karyawan KFC 3. Berpindahya
karyawan ke Strategi W-T
perusahaan lain. memberikan peluang
atau lapangan
pekerjaan dengan
banyaknya gerai KFC
25
saat ini.

Strategi ST
Selain menjaga
loyalitas terhadap
konsumen,
perusahaan juga
harus menjaga
loyalitas kepada
karyawan agar terus
semangat dalam
bekerja
Key 1. Perusahaan 1. Ayam potong segar 1. Wabah flu Strategi ST
Partnership Wonokoyo Group harus diolah dan burung Perusahaan
memasok ayam dikonsumsi di hari 2. Terdapat produk membuat
potong secara yang sama agar yang rusak persyaratan strandar
konsisten menjaga kualitas kemasan dalam kualits kepada
2. Perusahaan 2. Penyajian pendistribusian suplier untuk
Pepsi-Cola banyaknya 3. Stock saos menjaga kualitas
Indobeverages, minuman berbeda tomat yang produk
Marjan, beda tiap karyawan belum
Lasallefood 3. Konsumsi saos terpenuhi Strategi WT
Indonesia sebagai yang berlebihan Memasang
pemasok rasa hingga tersisa di peringatan kepada
minuman piring konsumen untuk
3. Perusahaan menggunakan saos
Unilever secukupnya
pemasok saos
sebagai
pelengkap
makanan

26
Cost Structure 1. Promosi kurang 1. Pertumbuhan pasar 1. Kenaikan bahan Strategi S-O
1. Biaya iklan dan menarik bagi dengan kemampuan bakar Melakukan promosi
promosi konsumen perusahaan untuk mempengaruhi yang menarik
2. Biaya 2. Kenaikan inflasi tumbuh di pasar peningkatan
operasioanal berpengaruh 2. Kemungkinan meraih pengeluaran Strategi WO
3. Biaya keuangan terhadap keuntungan dalam perusahaan Gencar melakukan
peningkatan biaya kombinasi pasar- 2. Biaya untuk promosi produk
operasional produk pengembangan untuk peningkatan
3. Harga produk 3. Memungkinkan perusahaan pendapatan
disesuaikan perusahaan untuk memerlukan
dengan harga beroperasi dengan biaya yang besar
fluktuasi bahan sukses dalam jangka seperti Strategi ST
baku panjang pembelian mesin, Melakukan efisiensi
4. Biaya untuk alat produksi, biaya untuk prioritas
pengembangan biaya perawatan kebutuhan
perusahaan gedung, dll perusahaan
memerlukan biaya 3. Bertambah tahun
yang besar seperti setiap biaya Strategi WT
pembelian mesin, mengalami Melakukan efisiensi
alat produksi, biaya kenaikan biaya untuk prioritas
perawatan gedung, kebutuhan
dll perusahaan

27
Revenue 1. Sumber 1. Terdapat sisa 1. Menambah item Strategi SO
Stream pendapatan produk utama yang untuk menjadi sumber Menambah item
tertinggi berasal tidak habis terjual pendapatan utama produk yang menjadi
dari penjualan 2. Pematuhan kontrak 2. Manajemen bisnis sumber pendapatan
produk utama yang terjadi antara yang sudah dibangun utama.
2. Sumber kedua franchising dan 3. Mengeluarkan CD
terbesar franchiser dengan penyanyi
pendapatan yang 3. Tidak semua terbaru atau yang Strategi WO
berasal dari konsumen tertarik menjadi incaran Mengeluarkan CD
franchising menggunakan CD masyarakat dengan penyanyi
(royalty fee) terbaru atau yang
3. Hasil penjualan menjadi incaran
CD masyarakat untuk
menambah sumber
pendapatan dan
menarik konsumen.

28
2.4 Analisis Biaya

1. Pendapatan
Perseroan mencatat pendapatan tahun 2018 sebesar Rp. 1.333 miliar, meningkat
Rp.128 miliar atau 11% dari pendapatan, tahun 2017 sebesar Rp. 1.204 miliar. Rincian
pendapatan seperti yang dilakukan pada pihak ketiga, seperti : Makanan dan minuman,
penjualan konsinyasi CD, jasa layanan pesan antar. Selama periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017, tidak ada pendapatan dari pelanggan
secara individual yang melebihi 10% dari total pendapatan.
2. Beban pokok penjualan
Beban pokok penjualan tahun 2018 tercatat sebesar Rp.509 juta, meningkat Rp. 53,1
juta atau 12% dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 456 juta. Beban pokok penjualan
meliputi pemakaian persediaan bahan baku, makanan dan minuman, dan bahan
pembungkus. Selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret
2018 dan 2017, tidak ada pembelian dari pemasok secara individual yang melebihi 10%
dari total pendapatan.
29
3. Laba Bruto
Perseroan membukukan laba bruto (laba kotor) tahun 2018 mencapai Rp.825 juta
meningkat sebesar Rp. 757 juta dari laba kotor konsolidasian tahun 2017 sebesar Rp. 749
juta dengan proporsi laba kotor konsolidasian terhadap pendapatan konsolidasian.
4. Laba Usaha
Pada tahun 2018, perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp. 19 juta, sementara
pada tahun 2017, Perseroan mencatat kerugian sebesar Rp. 12 juta.
5. Penghasilan Komprehensif Lain
Pada tahun 2018, perseroan membukukan beban komprehensif lain sebesar Rp 22 juta,
sementara pada tahun sebelumnya perseroan memperoleh penghasilan komprehensih
lain sebesar Rp 29 juta naik Rp 51 juta. Hal ini disebabkan karena pengukuran kembali
atas program imbalan pasti dikurangi dengan pajak penghasilan terkait.
6. Total Laba (Rugi) Komprehensif
Pada tahun 2018, perseroan membukukan laba komprehensif sebesar Rp 9 juta,
sementara pada tahun 2017, perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta.

7. Asset
Aset perseroan tahun 2018 adalah sebesar Rp 2.795 juta, meningkat Rp 46 juta atau
1,67% dari tahun 2017 sebesar Rp 2.749 juta. Kenaikan ini terutama berasal dari
penambahan aset tidak lancar sebesar Rp 64 juta yang terutama dikontribusikan dari
biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto yang meningkat sangat signifikan
sebesar 4%. Meningkatnya biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto ini
dikarenakan di tahun 2018 membukukan dana sebesar 524 juta. Sementara itu, aset
lancar menurun dari Rp 1.256 juta menjadi Rp 1.239 juta di 2018 yang disebabkan oleh
penjualan aset kas dan setara kas .
30
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ada tiga pola kemitraan dalam PT. Fast Food Indonesia Kentucky Fried Chicken
(KFC) yaitu waralaba, dagang umum, dan sub kontrak. Keuntungan tidak diperoleh dari
produk KFC saja, tetapi juga mendapatkan keuntungan dari penjualan CD, dan pendapatan
yang berasal dari franchising (royalty fee).
Setelah di analisis dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) ternyata
Key Partners PT. Fastfood Terdiri dari perusahaan frienchiese. Dengan key activities yaitu
mengolah makanan dan minuman meliputi penggorengan aktivitas utama perusahaan
dengan memproduksi makanan sebagai produk utama yang dilakukan oleh chef dengan
pembagian tugas masing-masing. selain itu PT. Fastfood memiliki value propotion yaitu
brand image yang sudah terkenal baik dikalangan masyarakat perusahaan ayam goreng
dengan cita rasa yang sudah terjamin kualitasnya, PT. Fastfood memiliki custumor
relationship dengan adanya website, layanan pengaduan dan pengadaan promo sebagai
media penarik konsumen. Di sisi segmen pelanggan, PT. Fastfood dengan konsumen
tingkat ekonomi menengah hingga atas serta usia 5 sampai 65 tahun, PT. Fastfood
mempunyai channel untuk memasuki pasar dengan bekerjasama dengan layanan
transportasi online yang memiliki layanan tambahan delivery, PT. Fastfood didukung oleh
SDM yang sudah terorganisir sistem manajemennya, Cost Structure yg dimiliki PT. Fastfood
terdiri dari biaya oprasional perusahaan biaya iklan, biaya pendistribusian, bahan baku dan
biaya penggajian karyawan.
Perseroan mencatat pendapatan tahun 2018 sebesar Rp 1.333 miliar, meningkat
Rp 128 miliar atau 11% dari pendapatan tahun 2017 sebesar Rp 1.204 miliar. Beban pokok
penjualan tahun 2018 tercatat sebesar Rp 509 juta, meningkat Rp 53,1 juta atau 12% dari
tahun sebelumnya sebesar Rp 456 juta. Pada tahun 2018, Perseroan membukukan Laba
Komprehensif sebesar Rp 9 juta, sementara pada tahun 2017, Perseroan mengalami
kerugian sebesar Rp 7 juta.

31
DAFTAR PUSTAKA

Darmawan, Walid (2013). Analisis Sistem Penerapan Franchise Fee dan Royalty Fee pada Franchise BRC.
STIES Bina Guna Lombok.

Wulansari, Melianda (2015). Analisis Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk ,Pengalaman Pemasaran dan
Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Siregar, H E. (2014). Pengaruh Kualitas Layanan dan Produk terhadap Kepuasan serta Loyalitas
Pelanggan KFC Tangerang Selatan. Departemen Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Manajemen.
IPB. Bogor.

Mufidah, Lina. (2016). Manajemen Kemitraan Waralaba Sektor Industri Makanan. Fakultas Ekonomi
Bisnis Islam. UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta

Gunawan, M.F. (2016). Rancangan Business Model Canvas sebagai Alternatif Strategi Bisnis Budidaya
Ikan Gurame. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik. Universitas Lampung. Bandar Lampung

32