Anda di halaman 1dari 9

CONTOH TELAAH JURNAL

TELAAH JURNAL ( Outlet Critical )

NAMA : ANIS NUR AINI


NIM : 1504172
KELAS : C

PENDAHULUAN :
Pengambilan Artikel Jurnal penelitian ini diambil dari database :
http://scholar.google.co.id dengan kata kunci dalam kotak pencarian yaitu “ Jurnal
Hubungan Antara Primigravida Dengan Preeklampsia “ dengan alamat website :
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=300123&val=7288&title=Hubungan
%20Status%20Gravida%20dan%20Usia%20Ibu%20terhadap%20Kejadian
%20Preeklampsia%20di%20RSUP%20Dr.%20M.%20Djamil%20Padang%20Tahun
%202012-2013.

TELAAH :
1. JUDUL ARTIKEL
Judul artikel yang saya telaah yaitu “Hubungan Status Gravida dan Usia Ibu
terhadap Kejadian Preeklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2012-2013

 Dari judul ini penulis mengambil lingkup yang lebih kecil agar lebih mudah saat
meneliti. Sudah baik karena mencantumkan tempat penelitian dan tahun penelitian
agar lebih jelas lingkupnya.
 Variabel yang diambil juga sudah baik, karena status gravida dan usia menurut teori
adalah merupakan faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia.
 Karena ini yang diteliti adalah ibu melahirkan, alangkah baiknya pada judul
berbunyi : “Hubungan Status Gravida dan Usia Ibu Melahirkan terhadap Kejadian
Preeklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2012-2013”.

2. LATAR BELAKANG MASALAH


 Di latar belakang setelah menjelaskan teori mengenai kejadian preeklamsia, dan
memberikan contoh data statistik di Indonesia yang kurang up to date, penulis kurang
memberikan data statistik banyaknya kejadian preeklamsia di studi pendahuluannya
yang seharusnya bisa memperkuat alasan pengambilan tema atau judul tersebut (dari
konsep umum ke konsep spesifik). Misalkan seharusnya menjelaskan pengaruh
kejadian preeklamsia di Indonesia diambil dari data terbaru, kemudian mengerucut
(piramida terbalik) hingga memberikan data jumlah kejadian preeklamsia di RSUP
Dr.M.Djamil Padang di tahun-tahun sebelumnya sebagai hasil dari studi
pendahuluannya.

3. TUJUAN
 Di dalam artikel ini tidak dijelaskan tujuan penelitian secara khusus. Hanya secara
umum penulis menjelaskan bahwa penelitian ini untuk mengetahui hubungan status
gravida dan usia ibu terhadap kejadia preeklampsia di RSUP Dr.M.Djamil Padang
pada tahun 2012-2013.. Seharusnya penulis menambahkan dengan tujuan khusus
misalnya :
- Mengetahui Status gravida ibu melahirkan dengan preeklamsia dan tidak
preeklamsia di RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2012-2013
- Mengetahui Umur ibu melahirkan dengan preeklamsia dan tidak preeklamsia
di RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2012-2013
- Mengetahui nilai preeklamsia pada ibu melahirkan di RSUP Dr.M.Djamil
Padang Tahun 2012-2013
- Mengetahui hubungan status gravida ibu melahirkan dengan kejadian
preeklamsia di RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2012-2013
- Mengetahui hubungan usia ibu melahirkan dengan kejadian preeklamsia di
RSUP Dr.M.Djamil Padang Tahun 2012-2013.

4. VARIABEL PENELITIAN
 Variabel independentnya adalah status gravida dan usia ibu melahirkan, sementara
variabel dependentnya adalah nilai preeklampsia. Hal ini sudah sesuai dengan judul.

5. HIPOTESIS
 Penulis tidak menyertakan hipotesis dalam artikel. Hipotesis yang mungkin bisa
disertakan yaitu :
- Ada hubungan antara status gravida ibu melahirkan dengan kejadian
preeklamsia
- Ada hubungan antara usia ibu melahirkan dengan kejadian preeklamsia.

6. DESAIN PENELITIAN
 Dalam artikel ini menjelaskan bahwa penelitian menggunakan metode cross-
sectional yang artinya mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko
dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus
pada suatu saat. Hal ini sudah sesuai dengan tujuan.

7. DEFINISI OPERASIONAL
 Penulis tidak menyertakan penjelasan mengenai definisi operasional penelitian.
Skala ukur dan kategori langsung muncul dalam pengolahan dan analisis data.

8. PROSEDUR PENELITIAN
 Dijelaskan bahwa populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medis ibu
melahirkan yang menderita preeklamsia dan yang tidak preeklamsia di Bagian
Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2012-2013. Setelah
dilakukan pemilihan subyek penelitian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan,
didapatkan 162 data pasien yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel, dimana
81 data pasien preeklampsia dan 81 data pasien tidak preeklampsia. Pasien yang
telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diminta mengisi kuesioner. Dalam
artikel ini tidak dijelaskan apa saja kriteria inklusi dan eksklusinya. Sistematika yang
mungkin bisa digunakan :
- Penjelasan populasi dan sampel (termasuk didalamnya penjelasan kriteria
inklusi dan eksklusi serta teknik sampling)
- Penjelasan teknik pengumpulan data
- Penjelasan Intrumen penelitian

9. PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA


 Penyajian hasil pengolahan data menggunakan tabel, sudah sesuai kaidah. Uji
statistiknya menggunakan chi square dengan nilai p = 0,036 (p < 0,05) yang artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara status gravida ibu dengan kejadian
preeklamsia di RSUP Dr.M.Djamil Padang pada tahun 2012-2013 dan nilai p = 0,001
(p < 0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan
kejadian preeklamsia di RSUP Dr.M.Djamil Padang pada tahun 2012-2013.

10. KESIMPULAN DAN SARAN


 Kesimpulan yang ada sudah baik, namun penulisan kurang sesuai EYD kamus
bahasa indonesia. Seperti : risiko yang seharusnya resiko.
 Terdapat hubungan yang bermakna antara status gravida dengan kejadian
preeklampsia, dimana primigravida mempunyai kecenderungan untuk menderita
preeklampsia daripada multigravida. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia
ibu dengan kejadian preeklampsia, dimana ibu hamil yang berusia dalam kategori
usia risiko tinggi mempunyai kecenderungan untuk menderita preeklampsia daripada
ibu yang berusia dalam kategori usia risiko rendah.
 Penulis tidak mencantumkan saran didalam artikel. Sistematika saran yang mungkin
bisa digunakan :
- Saran bagi masyarakat
- Saran bagi RSUP Dr.M.Djamil Padang
- Saran bagi institusi pendidikan
- Saran bagi penelitian selanjutnya.

Tips Menelaah Jurnal

Setelah mendapatkan jurnal di tangan, obrak - abrik google dan menemukan jurnal
yang tepat, yang selanjutnya menjadi perkara adalah : Gimana caranya tau ini jurnal
baik atau ngga?

Semua jurnal yang ada di google belum tentu jurnal yang baik, entah itu dari segi
metodenya, hasilnya, diskusinya, dll. Sebaiknya, jangan mudah untuk menelan
mentah - mentah hasil dari sebuah jurnal, kita harus melihat dulu 3 hal : sebut saja
dia VIA (Validity, Importantcy, Applicability). Artinya, kita nilai dulu apakah jurnal ini
valid, hasilnya penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan apakah bisa
diterapkan atau tidak.

Nah, gimana caranya supaya kita bisa tau apakah jurnal itu memenuhi unsur VIA atau
tidak??? Kalau versi rumitnya banyak, cuma yang dijelaskan di postingan ini adalah
versi yang paling mudah, paling sederhana yang penulis pelajari selama kuliah dan
bekerja. Sekali lagi, kalau ada yang tidak sesuai atau ada masukan, mohon di
comment.

Sebelumnya, harus diketahui kalau jurnal itu ada 2 jenis, ada jurnal teori dan ada
jurnal praktek. Jurnal teori itu isinya studi pustaka atau review tentang suatu
masalah. Sedangkan jurnal kasus isinya adalah hasil penelitian yang sebener -
benernya penelitian.

JURNAL TEORI
Kalau menelaah jurnal teori itu ngga perlu, karena sama aja dengan baca artikel,
cuma pastikan kalau apa yang dia tulis referensinya jelas. Yang penting dalam
membaca jurnal teori adalah gimana caranya kalian mendapatkan yang kalian cari
tanpa harus ngartiin kalimat per kalimat. Kalo gw, biasanya baca dulu sekilas, di
stabilo-in mana yang penting dan kira - kira gw butuhkan. Nah kalau udah habis sampe
belakang dibaca, baru di translasikan bagian - bagian yang di stabilo-in doang, karena
kadang kita mengerti ketika membaca tapi ketika menuliskan kembali langsung
bengong dan bingung merangkai kata. Makanya, biar ngga wasting time and energy
lebih baik baca 2 kali dari pada translasiin satu - satu. Kalau susah juga ngartiinnya,
bisa dengan bantuan google translate. Cuma mengartikan dengan google translate itu
ngga efektif kalau kalian mengetikkan terlalu banyak, lebih baik hanya menggunakan
google translate untuk satu atau dua kata saja.

JURNAL KASUS
Menelaah itu diperlukan untuk jurnal - jurnal kasus, terutama yang paling sulit kalau
jurnalnya berupa uji klinis. Untuk telaah jurnal uji klinis, bisa kalian baca cara yang
sangat lengkap dan mudah dimengerti di buku Membaca dan Menelaah Jurnal Uji
Klinis (M. Sopiyudin Dahlan).
Untuk jurnal - jurnal kasus lain, bisa dengan menggunakan cara berikut :

1. Mengenal Komponen Jurnal Kasus


Kalau orang mau menulis di jurnal tertentu, dia harus mengikuti tata cara penulisan
yang ditentukan. Tapi pada umumnya tiap jurnal itu sama urutannya. Urutan jurnal
pada umumnya :
a. Judul (Title)
b. Nama Penulis (Writer)
c. Abstrak (Abstract)
d. Pendahuluan (Introduction)
e. Metodologi Penelitian (Methods)
f. Hasil (Result)
g. Diskusi (Discussion)
h. Kesimpulan dan Saran (Conclusion)
i. Ucapan terimakasih (Acknowledgement)
j. Daftar pustaka (Literature)
Bagian - bagian ini tertulis jelas di jurnal, biasanya di bold.

2. Menelaah Perbagian Jurnal


a. Judul (Title)
Judul jurnal harus memenuhi beberapa komponen yaitu : tidak terlalu panjang atau
terlalu pendek, enggambarkan topik utama penelitian, menarik minat untuk
membaca, menggunakan bahasa baku.

b. Nama Penulis (Writer)


Sebaiknya penulis memberikan penjelasan dimana ia bekerja atau universitas tempat
kuliahnya dan alamat korespondensi, terutama alamat email, karena kalau
penelitinnya menarik dan kalian membutuhkan masukan atau ingin menanyakan
sesuatu akan lebih mudah untuk menghubungi penulis.

c. Abstraksi (Abstract)
Abstrak yang baik adalah abstrak yang mengandung komponen IMRAD (Introduction,
Methods, Result dan Discussion). Dan abtsrak ini harus ditulis sejelas namun sesingkat
mungkin.

d. Pendahuluan (Introduction)
Pendahuluan sebuah jurnal biasanya berisi alasan penelitian (berupa angka - angka
yang menunjukkan besar masalah), teori yang mendasari penelitian (apakah ada
kesenjangan antara teori dengan praktek?), tujuan penelitian (tujuan umum dan
khusus, atau beberapa penelitian hanya menuliskan tujuan umumnya saja). Buat yang
lagi bikin tugas akhir, bagian pendahuluan jurnal ini bisa kita ambil besar masalah
yang dia tuliskan sebagai referensi, atau teori yang mendasari.

e. Methods
Bagian ini berisi metode penelitian apa yang digunakan, lokasi dan waktu penelitian,
populasi, sampel dan besar sampel, variabel - variabel yang diteliti, teknik
pengolahan data, rencana pengolahan dan analisis data. Pada bagian ini kalian harus
bisa menilai apakah metode yang digunakan tepat untuk menjawab tujuan penelitian?
Siapa populasinya? Apakah metode samplingnya tepat, siapa saja yang bisa menjadi
sampel? Pengolahan data yang digunakan apakah sesuai dengan metode penelitian???
Bagian metode ini adalah bagian yang paling susah di mengerti, kadang - kadang
menurut kita cocok semua tapi begitu liat hasilnya jadinya malah ngga sesuai, untuk
bagian ini banyak - banyaklah tanya ke dosen, karena pemahaman di bagian ini
memudahkan kita ketika akan menjalankan penelitian kita sendiri nanti.

f. Hasil
Hasil penelitian memuat tabel dan grafik hasil penelitian, penjelasan hasil berupa
kalimat, dan memuat interval kepercayaan serta semua hasil penting yang bisa
menjawab tujuan penelitian. Pada bagian ini kalau kalian yakin bahwa penelitian ini
baik dan memenuhi komponen VIA hasil penelitian bisa kalian ambil sebagai bahan
referensi baik untuk pendahuluan atau pembahasan dalam tugas akhir.

g. Diskusi, Kesimpulan dan Saran


Pada bagian diskusi biasanya peneliti menyampaikan keterbatasa penelitiannya, baik
secara tersirat atau tersurat, kalau ada keterbatasan (pasti ada sih sebenernya) liat
bagaimana analisis penulis terhadap masalah tersebut dan kalian nilai sendiri, apakah
keterbatasan tersebut memberi pengaruh besar pada hasil penelitian. Dan lihat juga
apakah peneliti sudah menghubungkan hasil penelitiannya dengan teori dan hasil
penelitian sebelumnya.
Pada bagian kesimpulan peneliti menuliskan semua hasil penting penelitian sesuai
dengan tujuan penelitian. Pada bagian saran peneliti menuliskan saran yang relevan
dengan hasil penelitian dan diharapkan saran yang dituliskan adalah saran yang
applicable (dapat diterapkan).

3. Menelaah ke-VIA-an jurnal


Itu kalau kita melihat hanya dari cara penulisan, setelah kalian membaca dan
menemukan bagian - bagian diatas, dan melihat kekurangannya, sekarang saatnya
masuk ke bagian ini dari telaah jurnal. Tentukan ke-VIA-an jurnal dengan :

a. Validity (Validitas)
Ada beberapa hal yang harus dilihat dalam menentukan validitas penelitian :

 Validitas seleksi : artinya subjek yang diteliti harus benar - benar memenuhi
kriteria, contoh : penelitian tentang prematuritas dan kadar elastase serviks,
artinya yang menjadi subjek adalah pasien yang memenuhi kriteria prematur,
masuk kriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria eksklusi, dan liat juga dia
menentukan kriteria inklusi dan eksklusinya bener apa ngga, liat teorinya
seperti apa.

 Validitas informasi : peneliti harus menjelaskan prosedur pengambilan data


yang dilakukan, semakin jelas peneliti mengungkapkan cara pengukurannya
semakin mudah kita menentukan validitas informasinya. Contoh : penelitian
prematuritas dan kadar elastase serviks, liat gimana cara dia ngambil apusan
serviks? siapa yang ngambil apusannya? alat apa yang dipakai untuk mengukur
kadarnya? kalau ada ketidakjelasan disini maka kita pertanyakan lagi, kalau
yang ngambil apusannya bukan orang yg ngerti yg mana serviks pasti hasilnya
salah, kalau yg ngukur pake cara yg salah hasilnya juga salah. Jadi intinya
validitas informasi ini memudahkan kita menentukan ini peneltian datanya
bener apa ngga, hasilnya kira - kira bisa kita percaya apa ngga. Kalau ada
informasi yang tidak dijelaskan secara rinci oleh penulis pembaca harus menilai
sendiri apakah kekurangan itu bisa diterima atau tidak.

 Validitas pengontrolan perancu : berbagai faktor perancu atau confounding


factor kalau tidak dikendalikan bisa mempengaruhi hasil penelitian jadi hasil
penelitiannya bias. Untuk mengontrol variabel perancu ini bisa dilakukan
dengan matching atau dengan statistik. Peneliti harus menyampaikan apa
variabel perancunya, dan gimana cara dia mengendalikannya. Liat lagi teori,
apakah ada variabel perancu yg belum dia kendalikan? kalau ada dia jelaskan
ngga kenapa (biasanya dibahas di diskusi), kalo ternyata memang tidak dia
perhatikan, curigai hasil penelitian ini biasnya tinggi.

 Validitas analisis : pada bagian ini lihat apakah metode analisis yang dipakai
penulis sesuai dengan tujuan penelitian dia, gimana interval kepercayaannya,
nilai P nya. Contoh : kalau dia meneliti perbandingan uji yang dipakai uji T
kalau distribusi datanya normal, kalau ngga normal pake Uji Mann Whitney.
Validitas analisis juga berkaitan dengan bagaimana dia menginterpretasi hasil
analisisnya.

 Validitas eksterna : jumlah sampel penelitian menentukan apakah penelitian


ini dapat di generalisasi atau tidak, semakin besar sampelnya semakin baik
hasilnya. Kalau menurut bukunya pak Sopiyudin suatu penelitian dibulang
validitas eksternanya baik kalau sampelnya cukup dan diambil secara random.
Mengenai berapa jumlah sampel yang baik, bisa cari di literatur, banyak buku
yang menjelaskan tentang ini. Besar sampel minimal itu tergantung dari jenis
penelitiannya.

 Selain validitas - validitas, harus dilihat di bagian pembahasan atau diskusi,


apakah ada penjelasan yang logis (dari referensi yang dipercaya) tentang hasil
penelitian, dan apakah hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian
sebelumnya. Semakin konsisten hasil penelitian maka kita akan semakin
percaya bahwa ada hubungan kausal (sebab akibat) yang kuat antara variabel -
variabel yang diteliti.

b. Importantcy (Kepentingan)
Lihat apakah penelitian ini memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu,
intinya mah apakah penelitian ini penting apa ngga. Buat apa meneliti kalau hasilnya
ngga bisa memberikan "sesuatu".

c. Applicability (Penerapan)
Penelitian yang applicable adalah penelitian yang dapat diterapkan di tempat
pembaca. Semakin applicable penelitian akan semakin baik. Applicability bisa dilihat
dengan mempertimbangkan faktor ketersediaan alat dan bahan, tenaga medis, biaya,
agama, sosial dan budaya yang berlaku.

Yak, demikianlah penjelasan panjang kali lebar sama dengan luas dan 2 kali panjang
tambah lebar sama dengan keliling - keliling. Semoga bisa dimengerti dan
bermanfaat :)

Sumber :
1. Pedoman Telaah Jurnal (Tim Pengajar Mata Kuliah Epidemiologi, Pasca Sarjana
Umitra
Bandar Lampung).
2. Membaca dan Menelaah Jurnal Uji Klinis (M. Sopiyudin Dahlan).
3. Seseorang yang dengan pengalaman bekerja bersamanya berjasa sekali mengisi
otak saya
yang sebelumnya banyak space kosong menjadi sedikit lebih terisi.

CARA TELAAH ARTIKEL ATAU JURNAL YANG BAIK DAN BENAR

Hasil Tela’ah Artikel tentang Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di


Indonesia

A. Judul Artikel
Pada judul artikel terdapat 4 kata, sedangkan dalam teori judul sebaiknya terdiri dari
5 – 10 kata. Artinya pada judul Artikel masih terlalu pendek.
(Ada baiknya jika di cantumkan tahun penelitian agar pembaca mengetahui kapan
dilakukannya penelitian dan mencukupi kata minimal dalam membuat judul yaitu 5 –
10 kata)

B. Penulisan Nama
Dalam penulisan artikel nama tidak disertai dengan gelar akademik. Sudah sesuai
dengan teori.

C. Abstrak dan Kata Kunci


Masalah dalam artikel Insidensi Penyakit Tidak Menular : Hipertensi di Indonesia,
Tujuan nya untuk : memberikan informasi tentang prevalensi Hipertensi di Indonesia,
mengetahui karakteristik dan determinan Hipertensi dan factor resiko yang berkaitan
dengan hipertensi.
Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dan Case Control
Hasil penelitian : prevalensi Hipertensi di Indonesia adalah 32,2 %. Hipootesis tidak
di cantumkan. Dalam penulisannya pun di translate kedalam bahasa Inggris (sudah
sesuai dengan teori)
Panjang abstrak adalah 229 kata ( dalam teori 75 -100 kata )
Key word : hipertensi, prevalensi dan factor resiko

D. Metode
a. Sumber data dari Riskesdas 2007 dengan responden yang berumur 18 tahun
yang berjumlah 567.530 orang.
b. Desain analisis menggunakan Cross Sectional dan case control. Tehnik analisis
data dengan melakukang seleksi variabel Independen dengan analisis bivariat.
E. Hasil
Dalam artikel di cantumkan tabel dan pembahasannya

F. Pembahasan
Dalam pembahasan artikel, masalah, tafsiran hasil dari penelitian dan menyusun
teori atau langkah selanjut nya sudah tercantum.

G. Simpulan dan saran


Kesimpulan dalam artikel juga di jelaskan atau di uraikan hasil dari pembahasan.

H. Daftar rujukan
Daftar rujukan terlampir..