Anda di halaman 1dari 9

LAMPIRAN 2

Alur Pelayanan TB di UPK Puskesmas Alianyang

Pasien datang ke Puskesmas

Pasien diperiksa oleh dokter di poli umum

Ditemukan tanda-tanda TB paru Kader melaporkan ke


PJ TB dan menyiapkan
pot dahak serta
Dokter melakukan pemeriksaan BTA di meminta anggota
laboratrium UPK Puskesmas Alianyang keluarga yang dicurigai
TB paru untuk
melakukan
BTA sewaktu
Hasil laboratorium BTA sewaktu pemeriksaann dahak di
dan pagi ( - )
dan pagi ( + ) positif UPK Puskesmas
negatif

Pasien di diagnosa sebagai TB Paru Kader menemukan


anggota keluarga
pasien yang memiliki
Pasien diserahkan pada pada tanda dan gejala TB
pemegang program TB Paru

Pemegan program TB Kader mendatangi


mengintruksikan kader untuk keluarga pasien TB Paru,
mendata keluarga pasien yang dan mendata serta
memiliki keluhan yang sama menemukan tanda dan
gejala TB Paru

54
LAMPIRAN 3
Saran Alur Pelayanan Program Angka Penemuan Penderita TB BTA+

Secara Pasif di UPK Puskesmas Alianyang

Petugas puskesmas Pasien Suspek TB datang ke Puskesmas Aliayang


menjalankan program PIS-
PK menskrining orang
Pasien ke poli umum  Pemeriksaan klinis
yang dicurigai TB dengan
formulir skrining (Lampiran Kader melaporkan ke PJ
2) Suspek TB paru program TB dan menyiapkan
sarana (pot dahak) untuk
Jika memenuhi kriteria  Pasien Suspek TB paru
orang yang dicurigai didata, Pasien di beri pot dahak (Sewaktu dan memeriksa dahak di
dilaporkan ke PJ Program TB Pagi) untuk diperiksa keesokan harinya
dan di minta untuk
Jika memenuhi kriteria
pemeriksaan di Puskesmas
Pasien datang kembali ke Puskesmas TB  kader mendata
Pasien Suspek TB

Pasien menyerahkan pot dahak ke


laboratorium (Pemeriksaan BTA) Kader melakukan
contact tracing dan
Pasien membawa hasil BTA ke poli umum menskrining keluarga
/orang sekitar
lingkungan rumah
Jika hasil pemeriksaan BTA(-) BTA (++)  pasien TB (Lampiran
 kembali ke Poli umum dan Obati dengan 2)
disesuaikan dengan alur OAT sesuai
diagnosa TB berdasarkan kategori
Permenkes (Gambar 2.1) (Gambar 2.1) Pemegang program
TB/kader mendata
Pasien menjalankan keluarga pasien
program penatalaksanaan terdiagnosis TB dan
TB di Puskesmas orang yang beresiko

Keterangan :

1. Alur Penemuan TB secara Aktif

55
LAMPIRAN 4
Formulir Skrining Massal TB Dewasa Usia > 15 Tahun

FORMULIR SKRINING MASSAL TB DEWASA >15 TAHUN

NAMA :
UMUR :
NO TELP/HP :
ALAMAT :
Tanggal :

NO Gejala dan tanda TB YA Tidak Skor

1 Batuk berdahak selama > 2-3 minggu 4 0


2 Rasa nyeri dada 3 0
3 Sesak nafas 3 0
4 Rasa kurang enak badan (malaise) 3 0
5 Keringat malam tanpa aktifitas 2 0
6 Dahak bercampur darah 1 0
7 Demam subfebris lebih dari 1 bulan 1 0
8 Batuk darah 1 0
Total

Keterangan :
Masing-masing gejala dan tanda yang dirasakan oleh pasien dijumlahkan
kemudian jika :
 Skor ≥ 4 = dicurigai TB dan dianjurkan ke Puskesmas Untuk Pemeriksaan
Sputum BTA
 Skor <4 = tidak dicurigai TB

Petugas

(...........................)

56
LAMPIRAN 5
Skoring TB Anak Berdasarkan Permenkes No. 67 Tahun 2016 Tentang
Penanggulangan TB

57
LAMPIRAN 6
Alur Diagnosis TB Anak Berdasarkan Permenkes No. 67 Tahun 2016
Tentang Penanggulangan TB

58
LAMPIRAN 7

LIST WAWANCARA

A. Manusia
(Pewawancara - Petugas Program TB di Puskesmas)
P : Bu kalau boleh tau berapa orang petugas TB di Puskesmas Alianyang
D : Petugas TB di Puskesmas Alianyang berjumlah satu orang, yaitu saya
sendiri, namun dibantu oleh kader TB.
P : Kader TB nya berjumlah berapa orang Bu?
D : Kader TB sekarang hanya berjumlah dua orang.
P : Menurut Ibu apakah jumlah tersebut memungkinkan untuk mendapatkan
penemuan kasus baru TB Paru Bu?
D : Menurut saya dengan jumlah petugas jumlah kader sedikit sulit bagi kami
untuk mencapai target penemuan program Angka PenemuanTB Paru.
P : Menurut Ibu apa saja dampak jika jumlah petugas dan kader sedikit.
D : Dengan petugas dan kader sedikit ini, berdampak pada pemberian
informasi mengenai tanda, gejala dan bahaya kepada masyarakat. Selain
itu kurangnya pula petugas yang memfasiltasi program Angka Penemuan
TB Paru.
P : Baik Bu, terima kasih. Menurut Ibu bagaimana dengan peran masyarakat
Puskesmas Alianyang apakah berpengaruh terhadap pencapaian hasil
program Angka Penemuan TB Paru yang tidak mencapai target.
D : Iya tentu masyarakat berperan besar dalam pencapaian target program
Angka Penemuan TB Paru seperti, kurangnya pengetahuan dan kesadaran
masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Alianyang mengenai gejala yang
dialami orang yang terinfeksi TBParu dan kurangnya kedaran masyarakat
mengenai penyakit TB.

59
B. Material
(Pewawancara - Petugas Program TB di Puskesmas)
P : Bu apakah di Puskesmas terdapat media promosi kesehatan mengenai TB
Paru?
D : Di Puskesmas ini tidak ada media promosi kesehatan
P : Jika tidak ada promosi kesehatan, bagaimana pemberian informasi
mengenai TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Aliayang
D : Pemberian informasi mengenai TB Paru hanya disampaikan oleh dokter
umum di Poli umum kepada masyarakat yang datang berobat kesini.
P : Apakah tidak ada publikasi secara umum mengenai TB Paru kepada
masyarakat di wilayah Puskesmas Aiayang, seperti pamflet, poster, atau
yang lainnya ?
D : Tidak ada

C. Metode
(Pewawancara - Petugas Program TB di Puskesmas)
P : Bagaiman cara Ibu untuk menjalankan program Angka Penemuan TB
Paru?
D : Sejauh ini program Angka PenemuanTB Paru yang kami jalankan berupa
mendata penderita TB atau orang yang dicurigai TB yang datang berobat
di Poli umum atau orang yang datang di Unit Pengobatan Penyakit Paru
Paru (UP4) Pontianak.
P : Bu bagaimana cara mendiagnosis penderita TB Paru tersebut ?
D : Orang yang dicurigai TB Paru oleh dokter umum di Poli umum atau di
UP4 akan kami periksa dahaknya untuk mengecek BTA di laboratorium
Puskesmas Alianyang jika BTA positif maka dokter akan melaporkan ke
saya untuk didata dan akan dilakukan contact tracing oleh saya dan kader
TB.
P : Bagaimana cara contact tracing Bu di Puskesmas Alianyang ?
D : Contact tracing dilakukan oleh petugas dan kader TB dengan mendata
orang disekitar lingkungan rumah pasien, mencari apakah ada tanda dan

60
gejala TB Paru. Jika ada kami akan meminta mareka untuk
memeriksakan dahak di Puskesmas Aliayang.
P : Jadi itu program pasif ya Bu apakah ada program Angka PenemuanTB
Paru secara aktif di Puskesmas Alianyang ?
D : Tidak ada, selama ini hanya contact tracing saja.
P : Baik Bu, terima kasih

(Pewawancara - Kepala Puskesmas)


P : Selamat pagi dokter kami ingin bertanya mengenai program Angka
PenemuanTB Paru di Puskesmas sejauh ini.
K : Program Angka PenemuanTB Paru lebih mengutamakan rogram secara
pasif, berupa mendata denderita TB Paru, memeriksakan dahak BTA,
diobati serta dilakukan contact tracing.
P : Apakah tidak ada program secara aktif pada indikator Angka
PenemuanTB Paru ?
K : Sejauh ini tidak ada.
P : Bagaimana dampak program Angka Penemuan TB secara pasif di
Puskesmas
K : Menurut saya program Angka PenemuanTB secara pasif kurang
menjukan hasil yang memuaskan sehingga perlu dilakukan pula program
angka penenemuan TB secara aktif.

D. Lingkungan
P : Menurut Ibu, faktor apa lagi Bu yang mempengaruhi hasil program
Angka Penemuan TB Paru.
D : Dukungan orang terdekat juga berpengaruh dalam mendukung pasien
untuk memeriksakan pasien ke Puskesmas. Selain itu duku ngan ornag
terdekat juga berpengaruh untuk mengawasi pasien minum obat dengan
teratur.
P : Baik bu, terima kasih

61
E. Money
(Pewawancara-Kepala Puskesmas)
P : Selamat pagi bu, saya ingin menanyakan perihal dana program Angka
Penemuan TB Paru, apakah anggaran dana tersebut ada ?
K : Dana untuk program TB sudah ada, namun pengalokasian dananya belum
terincikan pada masing-masing program.
P : Apakah ada dana yang dikhususkan untuk kader TB ?
K : Setau saya tidak ada dana khusus untuk kader dari puskesmas.
P : Bu, apakah ada dana khusus untuk kader ?
D : Setau saya, dana untuk kader sudah diberikan oleh dinas kesehatan kota
Pontianak, beserta pelatihannya. Sehingga dari puskesmas, tidak ada dana
khusus yang dianggarkan untuk kader TB.

Keterangan:
P: Pewawancara, Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran
Komunitas 2013 di
Puskesmas Alianyang
K: Narasumber, Kepala UPK Puskesmas Alianyang
D: Narasumber, Penanggung jawab program TB Paru

62