Anda di halaman 1dari 3

PENJAJAKAN KEPUSTAAN

Nama : Siti Soffah

Stambuk : A 221 15 103

Kelas :A

Nama
No. Judul Masalah Tujuan
Penulis
1. Halifah Laju Pertumbuhan Perombakan senyawa kompleks Untuk mengetahui laju pertumbuhan
Pagarra Jamur Rhizopus sp. protein menjadi senyawa- jamur Rhizopus Sp pada tempe
pada Tempe senyawa lebih sederhana kacang hijau
Kacang Hijau merupakan faktor penentu
(Phaseolus radiatus kualitas tempe.
L.)
(The Rate of Growth
of Fungus Rhizopus
sp. at Green Bean
Tempe (Phaseolus
radiatus L.))
2. Mien AKTIVITAS Pada proses fermentasi terjadi Untuk mengetahui aktivitas enzim-
karmini, ENZIM perubahan kimia pada tempe. enzim ekstra seluler α-amilase, lipase
Djoko HIDROLITIK dan protease pada proses fermentasi
sutopo, dan KAPANG Rhizopus kedelai menjadi tempe dengan
Hermana Sp PADA PROSES menggunakan biakan murni kapang
FERMENTASI Rhizopus oligoporus, Rhizoprrs
TEMPE oryzae dan biakan campuran
berupa laru bubuk.
3. Putu Ari ISOLASI DAN Kualitas tempe amat Untuk mendapatkan isolat Rhizopus
Sandhi IDENTIFIKASI dipengaruhi oleh kualitas starter oligosporus hasil isolasi dari
Wipradnyade RHIZOPUS yang digunakan untuk beberapa inokulum tempe.
wi OLIGOSPORUS inokulasi.
PADA BEBERAPA
INOKULUM
TEMPE
4. Nurrahman, PERTUMBUHAN Pengaruh bahan baku, proses Untuk mengetahui pengaruh jenis
Mary Astuti, JAMUR, SIFAT pengolahan dan jenis inokulum inokulum dan lama inkubasi terhadap
Suparmo, ORGANOLEPTIK yang digunakan pada kualitas pertumbuhan jamu, sifat organoleptik
dan DAN AKTIVITAS tempe. dan aktivitas antioksidan tempe
Marsetyawan ANTIOKSIDAN kedelai hitam.
HNE TEMPE KEDELAI
Soesatyo HITAM YANG
DIPRODUKSI
DENGAN
BERBAGAI JENIS
INOKULUM
5. Reni STUDI Penambahan atau pengurangan Untuk meneliti jumlah penambahan
Sofiyatin, PEMBUATAN jumlah inokulum akan ragi dalam berbagai konsentrasi dan
Ketut Swirya TEMPE GUDE mempersingkat atau variasi waktu fermentasi sehingga
Jaya, dan DENGAN memperpanjang waktu diperoleh tempe kacang gude dengan
Lidya Ratna BERBAGAI fermentasi. sifat organoleptik dan sifat kimia
Handayani KONSERTASI yang terbaik.
RAGI
DAN LAMA
FERMENTASI
TERHADAP
SIFAT
ORGANOLEPTIK
DAN SIFAT
KIMIA

No. Metode Hasil Simpulan


1. Sterlilisasi alat, Pertumbuhan jamur Laju pertumbuhan jamur Rhizopus sp pada tempe
menentukan dosis optimum pada fermentasi 36 jam kacang hijau sangat bagus terlihat pada
ragi, pembuatan untuk pengenceran 10-2 dimana waktu optimum
tempe kacang hijau, pengenceran 10-1 dan 10-2 yaitu pertumbuhan berada pada fermentasi 36 jam yaitu
pembuatan medium 6,9 x 103 sel/mL 6,9 x 104 koloni/g atau 69 koloni.
PDA, pembuatan dan 2,7 x 103 sel/mL dengan suhu
inokulum, inkubasi 35 -
penanaman/pemupuk 37oC.
an, menghitung
jumlah koloni jamur,
dan teknik analisis
data.
2. Metode Bernfeld, Aktivitas enzim protease naik Hasil analisis sidik ragam dwifaktor memberikan
metode titrimetri, terus sejalan dengan masa kesimpulan bahwa jenis inokulum dan waktu
dan metode kunit. fermentasi yang menyebabkan fermentasi mempengaruhi aktivitas enzim protease
jika makin lama tempe dibiarkan secara sangat bermakna
aroma amoniak makin tajam. (p<0,01). Disimpulkan pula bahwa terdapat
Berdasarkan aktivitas enzim interaksi antara waktu fermentasi dengan
protease, tempe yang dibuat jenis inokulum dalam produksi enzim protease.
dengan inokulum
Rhizopus oligosporus akan lebih
cepat memberikan aroma amoniak
dibandingkan tempe
dengan Rhizopus oryzae dan
tempe dengan inokulum laru.
3. Isolasi, purifikasi, Hasil isolasi dalam penelitian ini Diperoleh sebanyak 7 isolat dari 70 isolat jamur
penyimpanan dan ternyata jamur dengan warna berkonidia abu-abu kecoklatan telah diidentifikasi
pemeliharaan isolat. konidia abu-abu termasuk dalam R.oligosporus yang berhasil
kecoklatan merupakan jamur yang diisolasi dari 7 sampel inokulum tempe.
selalu dijumpai dari setiap merk
tempe dan inokulum
tempe yang digunakan. Hal ini
menunjukkan adanya keterkaitan
erat antara jamur berkonidia
abu-abu kecoklatan dengan
tempe.
4. Metode DPPH (1,1- Perlakuan jenis inokulum dan Rhizopus stolonifer mempunyai karakteristik
diphenyl-1- lama inkubasi berpengaruh relatif lebih tinggi pertumbuhan jamur, sifat
picrylhydrazyl) (Xu terhadap pertumbuhan jamur, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan
dan Chang (2007)) organoleptik dan aktivtas dibandingkan jenis jamur yang lain
antioksidan. Pertumbuhan jamur pada lama inkubasi 30 jam.
meningkat sampai lama inkubasi
36 jam, kemudian turun.
Panelis memberikan nilai tertinggi
pada tempe yang diinkubasi
selama 36 jam. Ada
kecenderungan lama inkubasi
tempe meningkat aktivitas
antioksidannya.
5. Metode penelitian Hasil uji lanjut menunjukkan nilai  Variasi konsentrasi ragi dan lama fermentasi
eksperiment rata-rata kesukaan terhadap dalam pembuatan tempe gude berpengaruh
menggunakan tekstur tempe gude yang paling secara signifikan terhadap tekstur, warna,
Rancangan Acak tinggi adalah perlakuan aroma, rasa,kadar air dan kadar protein tempe
Lengkap Faktorial fermentasi 36 jam dengan gude yang dihasilkan pada tingkat kepercayaaan
dengan dua faktorial konsentrasi ragi 2 % dengan skor 95 % sedangkan kadar abu tidak berpengaruh
yaitu : Lama 3,6 (suka). Nilai rata-rata secara signifikan.
fermentasi ( 36;30;24 kesukaan terhadap warna tempe  Skor tertinggi berdasarkan tingkat kesukaan
jam) dan konsentrasi gude yang paling tinggi adalah terhadap tekstur,aroma dan rasa tempe gude
ragi (2,5% ; 2%; 1,5 perlakuan fermentasi 36 jam pada perlakuan lama fermentasi 36 jam dengn
%) dengan ulangan 3 dengan konsentrasi ragi 2 % konsentrasi ragi 2 %.
kali dengan 27 unit dengan skor 3,37 (agak suka).  Skor tertinggi berdasarkan tingkat kesukaan
percobaan. uji Kadar Nilai rata-rata kesukaan terhadap terhadap warna tempe gude pada perlakuan
air melalui analisis aroma tempe gude yang paling lama fermentasi 36 jam dengn konsentrasi ragi 2
laboratorium dengan tinggi pada perlakuan fermentasi ,5% dan 2 %.
metode 36 jam pada konsentrasi ragi 2,5  Kadar air tempe gude yang paling rendah pada
Thermogravimetri. % dan 2 % dengan skor 3,16 perlakuan fermentasi 36 jam dengan konsentrasi
Kadar protein kasar (agak suka). Nilai rata-rata ragi 1,5 % dengan nila rata-rata kadar air 58,33
kacang gude melalui kesukaan terhadap rasa tempe % sedangkan kadar air tempe gude yang
analisis laboratorium gude yang paling tinggi adalah tertinggi pada perlakuan lama fermentasi 30 jam
dengan metode pada perlakuan fermentasi 36 jam dengan konsentrasi ragi 2,5 % dengan nilai rata-
Kjeldhal. Analisa pada konsentrasi ragi 2 % dengan rata kadar air 66,33 %
melalui uji ANOVA. skor 3,42 (agak suka). Kadar air
tempe gude yang paling rendah
pada perlakuan fermentasi 36 jam
dengan konsentrasi ragi 1,5 %
dengan nila rata-rata kadar air
58,33 % sedangkan kadar air
tempe gude yang tertinggi pada
perlakuan lama fermentasi 30 jam
dengan konsentrasi ragi 2,5 %
dengan nilai rata-rata kadar air
66,33 %. Kadar abu tempe gude
yang paling rendah pada
perlakuan fermentasi 36 jam
dengan konsentrasi ragi 2,5 %
dengan nila ratarata kadar abu
1,33 % sedangkan kadar abu
tempe gude yang tertinggi pada
perlakuan lama fermentasi 30 jam
dengan konsentrasi ragi 2 %
dengan nilai rata-rata kadar abu 3
,00%. Kadar protein tempe gude
yang paling tinggi pada perlakuan
fermentasi 36 jam dengan
konsentrasi ragi 1,5 % dengan nila
rata-rata kadar protein 13,67 %
sedangkan kadar protein tempe
gude yang rendah pada perlakuan
lama fermentasi 30 jam dengan
konsentrasi ragi 2,5 % dengan
nilai rata-rata kadar protein 9,33
%.