Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN INVENTARISASI

PENGUASAAN PEMILIKAN
PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN
TANAH (IP4T)
DESA KOMALA
TAHUN 2018

KANTOR PERTANAHAN
KABUPATEN WAKATOBI
PROVINSI SULAWESI TENGGARA

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan ridha-Nya sehingga Laporan Kegiatan IP4T Non Kawasan Hutan Tahun
Anggaran 2018 Kantor Pertanahan Kabupaten Wakatobi dapat diselesaikan .
Laporan Akhir ini dibuat dalam rangka pelaporan kegiatan IP4T Non
Kawasan Hutan yang telah dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten
Wakatobi sebagaimana Petunjuk Operasional Kerja yang kami pedomani.
Tahapan kegiatan IP4T yang telah kami laksanakan merujuk pada
Petunjuk Pelaksanaan, namun tidak lepas dari kekurangan dan untuk itu kami
senantiasa memohon saran dan kritikan untuk perbaikan di kemudian hari.
Demikian Laporan ini kami sampaikan. SemogaTuhan Yang Maha Esa
senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua.

Wangi-wangi, Oktober 2018

Kepala Kantor Pertanahan


Kabupaten Wakatobi

MUHAMAD RAHMAN, S.SiT, M.M.


NIP. 19760727 199703 1 001

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar isi ii
Daftar Tabel iii
Daftar Lampiran iv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Maksud dan Tujuan ........................................................................... 2
C. Hasil dan Manfaat .............................................................................. 2
D. Landasan Hukum ................................................................................ 2

BAB II KEADAAN UMUM DESA KOMALA


A. Kependudukan ................................................................................... 3
B. Mata Pencaharian Penduduk ............................................................. 3
C. Penguasaan dan Pemilikan Tanah ...................................................... 3
D. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah .............................................. 3
E. Infrastruktur, Sarana dan Prasarana .................................................. 3

BAB III DESKRIPSI DAN ANALISIS P4T DESA KOMALA


A, Struktur Penguasaan Tanah ............................................................... 4
B. Pemilikan Tanah .................................................................................. 5
C. Penggunaan Tanah .............................................................................. 6
D. Pemanfaatan Tanah ........................................................................... 7
E. Indikasi Tanah Terlantar ..................................................................... 7
F. Sengketa, Konflik, dan Perkara Pertanahan ....................................... 7
G. Potensi Tanah Obyek Landreform ...................................................... 8
H. Potensi Pelaksanaan Kegiatan Pertanahan ........................................ 8
1. Potensi Kegiatan Redistribusi Tanah
2. Potensi Kegiatan Konsolidasi Tanah
3. Potensi Kegiatan Sertipikasi melalui Program PTSL, UMK dan lainnya
4. Potensi Kegiatan Larasita
5. Potensi Kegiatan Pertanahan Lainnya
I. Permasalahan P4T ................................................................................. 9

BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN ...................................................................................... 10
B. SARAN ............................................................................................... 10
Lampiran-lampiran

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Struktur Penguasaan Tanah

Tabel 2. Jenis Pemilikan Tanah

Tabel 3. Jenis Pengunaan Tanah

Tabel 4. Jenis Pemanfaatan Tanah

iv
DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar Tabulasi Data IP4T


2. Peta Penguasaan Tanah
3. Peta Pemilikan Tanah
4. Peta Penggunaaan Tanah
5. Peta Pemanfaatan Tanah

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan IP4T merupakan amanat TAP MPR IX/2001 khususnya pasal 5


ayat (1.c) yang menyatakan bahwa untuk merumuskan Arah Kebijakan
Pembaruan Agraria perlu diselenggarakan pendataan pertanahan melalui
inventarisasi dan registrasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan
pemanfaatan tanah secara komprehensif dan sistematis dalam rangka
pelaksanaan landreform.

Kegiatan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan


Pemanfaatan Tanah (IP4T) Non Kawasan Hutan Tahun Anggaran 2018 termasuk
kedalam kegiatan Prioritas Nasional sehingga kegiatan IP4T wajib disukseskan
pelaksanaannya. Kegiatan IP4T merupakan salah satu kegiatan dalam rangka
mencapai Cita V dari Nawa Cita Visi Misi Pemerintahan Jokowi-JK, yaitu
melaksanakan reforma agraria 9 juta hektar untuk rakyat tani/buruh tani.

Pelaksanaan kegiatan IP4T Tahun Anggaran 2018 di daerah dilaksanakan


oleh Seksi Penataan Pertanahan Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun
2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan
Nasional dan Kantor Pertanahan.

Kegiatan IP4T Non Kawasan Hutan merupakan inventarisasi P4T secara


sistematis pada satu desa, hasil Kegiatan IP4T merupakan output yang dapat
ditindaklanjuti dengan kegiatan pertanahan lainnya (sertipikasi hak atas tanah),
sehingga koordinator kegiatan IP4T akan menginformasikan hasil kegiatan IP4T
di lingkungan kerjanya. Untuk itu, maka pelaksanaan kegiatan IP4T Non Kawasan
Hutan di daerah dilaporkan kepada Sistem Kendali Mutu dan Progam Pertanahan
(SKMPP) BPN RI.

1
Berdasarkan SOP Pengklasifikasian, Penilaian dan Pencatatan/Pelaporan Peta
pada SIMAK BMN BPN, Hasil Kegiatan IP4T Non Kawasan Hutan berupa peta
yang masuk dalam aset, maka peta IP4T harus dicatatkan pada SIMAK BMN.

B. Maksud dan Tujuan

Kegiatan IP4T merupakan inventarisasi P4T secara sistematis pada satu


desa. Hasil Kegiatan IP4T merupakan output yang dapat ditindaklanjuti dengan
kegiatan pensertipikatan Hak atas Tanah. Dengan Tujuan agar output kegiatan ini
bisa menjadi dasar dalam membentuk Desa Komala Kecamatan Wangi-wangi
Selatan Kabupaten Wakatobi sebagai percontohan untuk dilaksanakannnya desa
lengkap sertipikat.

C. Hasil dan Manfaat

Sasaran terlaksananya kegiatan IP4T Non Kawasan Hutan sesuai dengan


target yang telah ditetapkan dalam DIPA Kementerian ATR/BPN Tahun 2018,
mengacu pada tahapan yang telah ditentukan sehingga menghasilkan output
yang bisa ditindaklanjuti dengan kegiatan selanjutnya, terutama di Desa Komala
Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.

D. Landasan Hukum

Landasan hukum dari pelaksanaan kegiatan IP4T sebagai berikut:


1. Ketetapan Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan
Pengelolaan Sumber Daya Alam;
2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-
pokok Agraria (UUPA);
3. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2015 tentang Kementerian Agraria
dan Tata Ruang;

2
4. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 tentang Badan Pertanahan
Nasional;
5. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
6. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 8 Tahun 2009
tentang Tata Naskah Dinas dan Tata Kearsipan di Lingkungan Badan
Pertanahan Nasional Republik Indonesia;
7. DIPA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
Tahun Anggaran 2018.

3
BAB II
KEADAAN UMUM DAN POTENSI
DESA KOMALA

A. Kependudukan

Desa Komala adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wangi-
Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa ini
sebagian besar penduduknya bersuku Wakatobi. Penduduk di desa ini memeluk
agama Islam, Desa Komala memiliki jumlah penduduk 790 Jiwa dengan rincian
398 Jiwa Laki-laki dan 392 Jiwa Perempuan serta jumlah Kepala Keluarga
sebanyak 302 KK.

B. Mata Pencarian Penduduk

Masyarakat Desa Komala berprofesi dominan sebagai petani 239 orang,


Pegawai Negeri/TNI/POLRI 9 Orang, Pegawai Swasta 54 Orang dan sebagian
bekerja di sektor jasa lainnya.

C. Penguasaan dan Pemilikan Tanah

Luas Desa Komala sekitar 1.038 Ha. Jumlah rumah tangga yang memiliki
tanah untuk rumah dan pekarangan 302 KK, Jumlah rumah tangga yang memiliki
tanah pertanian 302 KK, jumlah rumah tangga yang penguasaan tanah bersama
sebanyak 1 KK.

D. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah

Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah di Desa Komala yaitu bidang tanah


yang paling luas masih berupa tanah kosong, sebagian lagi dimanfaatkan untuk
pertanian sebagian besar berjenis kebun campuran, dan sebagian kecil
dimanfaatkan untuk permukiman penduduk

4
E. Infrastruktur, Sarana dan Prasarana

Kondisi jalan desa di Desa Komala dalam kondisi Baik sepanjang 12 Km.
Ada sarana pendidikan yaitu 2 Taman Kanak-Kanak, 1 Sekolah Dasar dan 1
Sekolah Menengah Pertama.Sarana olahraga yang ada berupa 1 lapangan
Sepakbola, satu lapangan Voleyball. Ada juga 18 buah Toko Kelontong(Warung
sembako).

5
BAB III
DESKRIPSI DAN ANALISIS P4T
DESA KOMALA

A. Struktur Penguasaan Tanah

Berikut ini adalah struktur Penguasaan Tanah berdasarkan luas


penguasaan yang ada di Desa Komala :
Tabel 1. Struktur Penguasaan Tanah

Kelompok Luas
No. Penguasaan Sendiri Orang Lain Bersama
Tanah ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas
1 1 - 1000 319 133,194 1 584
2 1001 - 2000 78 107675
3 2001 - 3000 37 89115
4 3001 - 4000 26 90125
5 4001 - 5000 8 36672
6 5001 - 6000 18 95813
7 6001 - 7000 3 19526
8 7001 - 8000 3 21772
9 8001 - 9000 1 8810
10 9001 - 10000 1 9902
11 10001 - 11000 0 0
12 11001 - 12000 1 11364
13 12001 - 13000 2 24875
14 13001 - 14000 1 13912
15 14001 - 15000 0 0
16 15001 - 16000 1 15715
17 16001 - 17000 1 16109
18 17001 - 18000 0 0
19 18001 - 19000 1 18152
20 19001 - 20000 0 0
21 >20000 1 20177
Jumlah 502 732,908 1 584

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa penguasaan tanah di Desa


Komala Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kebupatan Wakatobi hampir semua
penguasaan sendiri hanya terdapat 1 (satu) bidang penguasaan bersama.

6
Penguasaan tanah paling banyak pada kelompok luas penguasaan tanah
1 - 1000 menunjukkan bahwa penguasaan tanah lebih dominan pada bidang-
bidang tanah yang luasan kecil yang digunakan untuk pemukiman atau
direncanakan untuk pemukiman.

B. Pemilikan Tanah

Berikut ini adalah struktur Pemilikan Tanah berdasarkan luas pemilikan


yang ada di Desa Komala :

Tabel 2. Jenis Pemilikan Tanah

Terdaftar
Kelompok Luas Hak Guna Tidak Terdaftar
No. Hak Milik Bangunan Hak Guna Usaha Hak Pakai
Pemilikan Tanah
∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas
1 1 - 1000 12 5,138 307 128,056
2 1001 - 2000 3 3,519 75 104,156
3 2001 - 3000 1 2,049 36 87,066
4 3001 - 4000 26 90,125
5 4001 - 5000 8 36,672
6 5001 - 6000 2 10,115 16 85,698
7 6001 - 7000 3 19,526
8 7001 - 8000 3 21,772
9 8001 - 9000 1 8,810
10 9001 - 10000 1 9,902
11 10001 - 11000 0 0
12 11001 - 12000 1 11,364
13 12001 - 13000 2 24,875
14 13001 - 14000 1 13,912
15 14001 - 15000 0 0
16 15001 - 16000 1 15,715
17 16001 - 17000 1 16,109
18 17001 - 18000 0 0
19 18001 - 19000 1 18,152
20 19001 - 20000 0 0
21 >20000 1 20,177
Jumlah 18 20,821 484 712,087

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar bidang


tanah di Desa Komala belum terdaftar sebanyak 484 bidang yang di inventarisasi
belum terdaftar pada Kantor Pertanahan.

7
Bidang tanah dengan luasan sampai 1.000 m2 adalah yang paling banyak
belum terdaftar, sehingga bidang tanah memiliki potensi untuk dimasukkan pada
kegiatan pendaftaran tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Wakatobi.

C. Penggunaan Tanah

Berikut adalah struktur Penggunaan tanah berdasarkan luas di Desa


Komala :
Tabel 3. Jenis Penggunaan Tanah
Permukiman Kebun Campuran Kebun Tanah Kosong
No. Kelompok Luas
Pengunaan Tanah ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas
1 1 - 1000 304 44,104 21 14,801 4 1,836 148 72,750
2 1001 - 2000 4 5,234 13 18,176 3 4,250 56 80,015
3 2001 - 3000 3 6,432 14 33,397 1 2,283 19 47,043
4 3001 - 4000 4 17,844 2 7,494 11 37,429
5 4001 - 5000 3 16,275 4 18,828
6 5001 - 6000 1 5,721 2 14,538 1 5,002 13 68,815
7 6001 - 7000 3 19,526
8 7001 - 8000 1 7,234
9 8001 - 9000 1 8,810
10 9001 - 10000 1 9,902
11 10001 - 11000
12 11001 - 12000 1 11,364
13 12001 - 13000 2 24,875
14 13001 - 14000 1 13,192
15 14001 - 15000
16 15001 - 16000 1 15,715
17 16001 - 17000 1 16,109
18 17001 - 18000
19 18001 - 19000 1 18,152
20 19001 - 20000
21 >20000 1 20,177
Jumlah 312 61,491 63 198,892 11 20,865 259 406,075

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar bidang


tanah di Desa Komala penggunaannya untuk permukiman sebanyak 312 bidang
dan tanah kosong sebanyak 259 bidang.
Bidang tanah yang paling luas masih berupa tanah kosong, dengan luas
406.075 m2, hal ini disebabkan kondisi tanah yang didominasi bebatuan sehingga
sulit untuk dimanfaatkan lebih lanjut.

8
D. Pemanfaatan Tanah

Berikut adalah struktur Pemanfaatan tanah berdasarkan luas di Desa


Komala :
Tabel 3. Jenis Pemanfaatan Tanah

Kelompok Luas Pertanian Tempat Tinggal Kegiatan Ekonomi Tidak Ada


No. Pemanfaatan
Tanah ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas ∑Bidang ∑Luas
1 1 - 1000 25 16,637 305 44,784 1 297 147 72,070
2 1001 - 2000 16 22,426 4 5,234 56 80,015
3 2001 - 3000 15 35,680 3 6,432 19 47,043
4 3001 - 4000 15 52,696 11 37,429
5 4001 - 5000 4 17,844 4 18,828
6 5001 - 6000 4 21,277 1 5,721 13 68,815
7 6001 - 7000 2 14,538 3 19,526
8 7001 - 8000 1 7,234
9 8001 - 9000 1 8,810
10 9001 - 10000 1 9,902
11 10001 - 11000
12 11001 - 12000 1 11,364
13 12001 - 13000 2 24,875
14 13001 - 14000 1 13,912
15 14001 - 15000
16 15001 - 16000 1 15,715
17 16001 - 17000 1 16,109
18 17001 - 18000
19 18001 - 19000 1 18,152
20 19001 - 20000
21 >20000 86 245,502 313 62,171 1 297 258 405,395

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar bidang


tanah di Desa Komala dimanfaatkan untuk permukiman sebanyak 313 bidang
dan tanah kosong sebanyak 258 bidang.
Bidang tanah yang paling luas masih berupa tanah kosong, dengan luas
405.395 m2, hal ini disebabkan kondisi tanah yang didominasi bebatuan sehingga
sulit untuk dimanfaatkan lebih lanjut dan hanya 245.502 m2 yang dimanfaatkan
untuk pertanian.

9
E. Indikasi Tanah Terlantar

Untuk tanah yang terindikasi terlantar di Desa Komala belum ada karena
bidang tanah yang telah diberi hak semuanya dimanfaatkan sedangkan tanah
yang belum diolah karena kondisi tanah yang berbatu.

F. Sengketa, Konflik dan Perkara Pertanahan

Potensi terjadinya sengketa konflik dan perkara pertanahan di Desa


Komala belum ada. Desa Komala termasuk dalam wilayah tanah adat Sara
sehingga setiap ada masalah pertanahan harus melalui penyelesaian di tingkat
lembaga adat.

G. Potensi Tanah Obyek Landreform

Potensi tanah obyek landreform dibatasi oleh luas wilayah yang sempit
dan sebagian besar sudah dikuasai. Untuk wilayah Kabupaten Wakatobi juga
memiliki kawasan hutan dan masuk ke dalam wilayah taman nasional.

H. Potensi Pelaksanaan Kegiatan Pertanahan

1. Potensi Kegiatan Redistribusi Tanah

Untuk pelaksanaan reditribusi dimungkinkan untuk tanah-tanah produksi


pertanian masyarakat yang sesungguhnya masih berstatus tanah negara, untuk
dikukuhkan menjadi hak milik perseorangan, namun di Desa Komala hal ini agak
sulit dilaksanakan karena wilayah yang relatif sempit dan terkendala kondisi
tanah.
2. Potensi Kegiatan Konsolidasi Tanah

Konsolidasi tanah untuk bidang tanah di pemukiman perdesaan masih


belum terlalu urgent untuk dilaksanakan, namun untuk konsolidasi tanah

10
pertanian masih memungkinkan dengan catatan dilakukan tahap sosialisasi yang
matang di masyarakat.

3. Potensi Kegiatan Sertipikasi melalui Program PTSL, UMK dan lainnya

Untuk PRONA, UMK masih sangat mungkin untuk dilaksanakan di Desa


Komala dikarenakan masih sebagian kecil tanah di Desa ini yang sudah
bersertipikat.

4. Potensi Kegiatan Larasita

Kegiatan Larasita di Desa Komala bisa diagendakan untuk sosialisasi


terhadap masyarakat akan pentingnya sertipikat dan manfaatnya untuk
masyarakat, disertai dengan tahapan guna manfaat pada pasca sertipikasi.

I. Permasalahan P4T

Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan inventarisasi P4T


khususnya pada saat pengumpulan data yaitu kurangnya antusias dari
masyarakat sehingga lebih banyak informasi diperoleh dari aparat pemerintah
desa setempat. Kondisi dimana pemilik lahan tidak berada di tempat karena
bekerja di luar wilayah lokasi kegiatan juga menjadi hambatan bagi petugas
untuk memperoleh data yang lengkap sesuai daftar isian yang disiapkan.
Namun dengan berbagai masalah dan hambatan yang ditemui, petugas
berusaha dengan segenap kemampuan untuk memperoleh data yang selengkap-
lengkapnya guna suksesnya kegiatan IP4T.

11
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kegiatan IP4T telah mengidentifikasi 500 Bidang tanah yang ada di desa
Komala. Hasil identifikasi menunjukkan penguasaan tanah hampir semua
dikuasai sendiri oleh masyarakat di Desa Komala. Bidang tanah yang sudah
terdaftar masih sangat sedikit dibanding yang belum didaftarkan. Sedangkan
untuk penggunaan dan pemanfaatannya sebagian besar belum dimanfaatkan,
bidang tanah belum dimanfaatkan secara maksimal terkendala kondisi tanah dan
juga beberapa faktor sosial lainnya.

B. SARAN
Demikian Kegiatan IP4T ini telah dilaksanakan dengan harapan bahwa
data output yang dihasilkan bisa menjadi landasan data dalam penyusunan
program pensertipikatan tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Wakatobi,
dan bisa menjadi sumber data bagi pihak-pihak lainnya yang terkait, termasuk di
dalamnya pihak pemerintahan Desa Komala Kecamatan Wangi-wangi Selatan.
Diharapkan kegiatan serupa juga dapat dilakukan pada desa lain di Kabupaten
Wakatobi.
Peningkatan kualitas juga dapat dilakukan dengan kerja sama yang baik
dengan pemerintah setempat sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan
diperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

12
13

Anda mungkin juga menyukai