Anda di halaman 1dari 3

1.

Klasifiaksi
Menurut American Dental Association (ADA) Specification No. 5 logam emas diklasifikasikan
berdasarkan kekuatan dan kandungan emasnya ke dalam 4 tipe:
a. Tipe 1 (lunak)  dental casting logam emas ini merupakan logam campur emas dengan 79-
92,5%
-komposisi emas,perak,tembaga,seng+platinum
-Logam emas tipe I memiliki kekerasan antara 40-75 Brinell Hard Number(BHN)
-titik cair logam emas tipe 1  relatif tinggi sekitar 940oC
- dapat langsung dibentuk dengan tekanan dari instrument KG
* - inlai kecil, mudah diadaptasi (burnish), dan hanya mendapat sedikit tekanan.
b. Tipe 2 (sedang)  dental casting logam emas ini merupakan logam campur emas dengan
kandungan emas 75-78% emas
-kompo  tembaga lebih banyak dri tipe 1
-Titik cair berkisar antara  900 oC
-kemampuan dari aloi tipe ini untuk dibentuk dan dimanipulasi langsung dengan instrument KG
tidak semudah tipe 1
* – inlai yang terkerna tekanan sedang, termasuk mahkota tiga perempat yang tebal , abutmen,
pontik, dan mahkota penuh.
c. Tipe 3 (keras)  Dental casting logam emas tipe III merupakan logam campur emas dengan
kandungan 62-78% emas.
-Komposisi  dari logam emas ini memiliki persentasi yang tinggi dari elemen pengeras seperti
platinum dan palladium, karena logam ini memerlukan kekuatan yang besar. Logam emas tipe III
ini lebih keras dari kedua tipe di atas, sehingga dapat menggantikan penggunaan logam emas tipe
I dan tipe II. --Logam emas tipe III memiliki kekerasan  90-140 BHN.
-Logam emas ini memiliki titik lebur  sama dengan tipe II yaitu berkisar antara 9000C
* – Inlai yang terkena tekanan besar , termasuk mahkota tiga perempat yang tipis, backing logam
cor yang tipis, abutment, pontik, mahkota penuh, basis gigi tiruan , serta gigi tiruan sebagian
cekat yang pendek. Beberapa logam campur emas Tipe III biasanya semakin keras dengan
bertambahnya usia, terutama yang mengandung tembaga sekurangnya 8% Wt.
d. Tipe 4 (sangat keras)  dental casting logam emas tipe ini mrpkn logam campuran emas dengan
kandungan 60-71,5% emas
kompo mengandung jumlah logam murni sedikit sekali
-logam campur emas ini mempunyai sifat yang sangat keras sekali dengan kekerasan diatas 130
BHN.
-Titik cair dari tipe IV ini dibawah dari tipe tipe lainnya 8700 C
* – inlai yang terkena tekanan yang sangat besar, termasuk lempeng basis dan cengkeram gigi
tiruan, gigi tiruan sebagian rangka logam, dan gigi tiruan sebagian cekat yang panjang. Komposisi
logam campur ini biasanya terdiri atas sebagian besar emas atau perak; logam campur emas
dapat mengeras menirit pertambahan usia melelui teknik pemanasan yang sesuai.

2. Komposisi
i. Alloy emas
digunakan untuk crown, inlay, onlay, dan jembatan emas, tembaga,
ii. Alloy logam
digunakan sebagai jembatan atau rangka gigi palsu perak,
iii. Amalgam
digunakan pada daerah gigi yang mengalami abrasi kuat: air raksa, perak, timah, seng, tembaga
Campuran liquid dengan powder
Liquid : logam mercury,
Powder : logam paduan , perak timah dll.
40% mercury 60% powder 25 – 27 timah, 6 % tembaga , 2 % seng , 67 -70 % perak
Klasifikasi amalgam :
1. Konvensional
Komposisi perak minimal 65%. Timah max 29%. Tembaga 6%. Seng max 2%. Air raksa max 3%
2. Modern
kompo Perak 40 – 60 %. Timah 27 – 30 %. Tembaga 13 – 30 %
Jenisnya ada 5 :
i. Dental amalgam untuk tambal gigi, campuran dari perak, timah, tembaga, seng (masing2 perak
68.5%, timah putih 25,50%, emas 5%, seng 1%)
ii. Alloy emas untuk inlay, onlay, crown,jembatan, landasan gigii tiruan sebagai tuangan, digunakan
dalam bentuk kawat.
Komposisi : campuran emas dengan logam yang lain seperti temabag, perak, platinum dan seng
iii. Alloy cobalrt – chromium, alloy silver-paladium, alloy alumunium – bronze, fungsi : digunakan
untuk landasan giigi tiruan. Komposisi : cobalt, chromium, silver, palladium, alumunium, bronze
iv. Staniless steel . Fungsi : sebagai landasan gigi tiruan, digunakan dalam bentuk kawat. Komposisi :
stainless steel
v. Alloy nickel – chromium , nickel – titanium. Fungsi : digunakan dalam bentuk kwat. Komposisi :
nickel, kromium, titanium.
Spesifikasi ADA No. 5 alloy diklasifikasikan menjadi 4 tipe :
a. Tipe I : Soft, untuk restorasi dengan subjek stress yang rendah : inlay
b. Tipe II : Medium , untuk restorasi dengan subjek stress moderate : inlay dan onlay
c. Tipe III : Hard, untuk restorasi dengan subjek stress tinggi : Crown, thick veneer crown, short span
fixed partial denture.
d. Tipe IV : Extra hard, untuk restorasi dengan subjek stress yang sangat tinggi : thick – veneer crown,
long – span fixed partial denture, removeable partial denture.
Klasifikasi menurut Nobilitas (ADA/ANSI)
a. High Noble (Au > 40%, noble 60%)
Au – Pt alloy : Untuk Full Casting, Porcelain Fuse to Metal
Au – Cu – Ag alloy : Full casting
b. Noble ( Noble > 25 %)
Ag – Au – Cu alloy : Full Casting
Pd – Cu alloy : full casting, PFM
Ag – Pd alloy : full casting, PFM
c. Based Metal alloy ( Noble < 25 %)
Ni – based alloy : full casting, PFM, wrought, partial denture
Co – based alloy : sda
Ti – based alloy : sda + implant
Noble metal terdiri dari : Rhutenium (Ru), Rhodium (Rh), Palladium (Pd), Osmium (Os), Indium (In),
Platinum (Pt), Aurum (Au)

3. Maksud sifat creep


4. Maksud sifat thermal expansion
5. Fungsi
1. Inlay,onlay dan overlay
Inlay adalah restorasi yang digunakan pada gigi yang di preparasi pada bagian Oklusal Distal (OD),
Oklusal Mesial (OM) atau Mesio Oklusal Distal (MOD). Inlay sudah jarang digunakan untuk kavitas
sederhana dan umumnya hanya digunakan untuk gigi-gigi yang berkebutuhan khusus, seperti gigi
yang sudah lemah karena karies dan cenderung fraktur bila tidak dilindungi atau bila retensi sulit
dibuat. Berikut ini merupakan macam klas pada inlay (JD Eccles, RM Green, 1994).
A. Inlay Klas I
Merupakan klas sederhana , yang jarang digunakan
B. Inlay Klas II
Misalnya digunakan pada gigi yang daerah MOD terkena, sehingga perlu adanya perlindungan
edengan cara menghilangkan tonjolan-tonjolan lemah untuk kemudian di preparasi dengan
menggunakan veneer .
C. Inlay Klas III dan IV
Misalnya digunakan pada jembatan atau attachnment untuk jembatan semi cekat.
D. Inlay Klas V
Misalnya untuk retensi pada geligi tiruan sebagian ,atau dapat digunakan pasak untuk perawatan
kavitas uang dangkal akibat abrasi atau erosi.
onlay adalah restorasi pada gigi yang morfologi oklusalnya mengalami perubahan karena
restorasi sebeltorasi inumnya, karies, atau penggunaan fisik. Restorasi ini meliputi seluruh yang
meliputi seluruh daerah oklusal yang meliputi cusp-cusp gigi (Baum, Phillips Lund, edisi III, 1997)
2. Protesaa mahkota dan jembatan(crown&bridge)
3.implant
4.gigi tiruan sebagai lepasan logam
5. Untuk membuat inlay , onlay, mahkota, jembatan konvesional yang seluruhnya terdiri atas logam,
jembatan logam keramik, jembatan logam resin.

6. Faktor yang mempengaruhi