Anda di halaman 1dari 3

Penghalang Hidayah

Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji dan
syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan iman lahir dan
batin, serta kekuatan kesehatan kepada kita semua, sehingga kita
dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka menghambakan diri kepada
Allah SWT.

Shalawat serta salam tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi
Allah Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia dari
peradaaban hidup yang jahiliyah menuju pada peradaban hidup yang
modern, yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
seperti yang kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua termasuk
hambanya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir
kelak

Hidayah yang berarti petunjuk Allah adalah rahasia kepatuhan seorang


hamba. Tak ada amal shaleh yang kita kerjakan tanpa hidayah. Ia
merupakan bahan bakar iman kita. Ia adalah sumber kekuatan kita
dalam perjalanan menuju Allah.

fluktuasi iman mengikut pada kadar hidayah. Itulah sebabnya sehingga


Surah Al-Fatihah yang paling sering kita baca mencantumkan do’a
memohon hidayah:

َ ‫ـرا‬
‫ط ا ْهـ ِدنَا‬ ِ ‫ال ُم ْست َ ِقـيم‬
َ ‫الص‬

Hidayah adalah karunia terbesar Allah kepada hambanya, karena hanya


dengannyalah ia mengenal Allah swt dan tunduk patuh kepadaNya.
Namun karunia mulia tersebut haruslah diIktiarkan, harus dicari, dikejar,
dijaga dan dipertahankan.

Itulah maksud tujuan dari kewajiban menuntut ilmu dan itu pula yang
dimaksudkan dengan kewajiban Istiqamah (konsisten) di jalan Allah.

Perjuangan spiritual kita membuktikan bahwa menemukan hidayah


tidaklah mudah, dan mempertahankan hidayah itu jauh lebih berat.

Kita semua jatuh bangun dalam memegang hidayah. Itulah penafsiran


yang sebenarnya dari fluktuasi semangat ibadah kita, fluktuasi gairah
amal shaleh dalam diri kita. Tapi kita terus berjuang, terus
bermujahadah untuk mendapat tambahan hidayah permanen, yang
kokoh dan kuat.

Dalam perjuangan ini kita menemukan sejumlah penghalang hidayah,


kendala Istiqamah yang patut kita cermati dan cari solusinya. Antara
lain:

1. Materialisme: Paham kebendaan. Presepsi pemuliaan harta.


Keyakinan pada kekeyaan sebagai sumber kebahagiaan dan kemuliaan.

2. Ketakburan: Arogansi, menolak kebenaran, tidak mau mendengar


pendapat orang lain, dan merendahkan sesama manusia, memandang
diri lebih mulia dari orang lain.

3. Lingkungan yang jelek: kawan-kawan yang jauh dari Allah swt,


lingkungan dosa dan maksiat.

Upaya untuk menerjang ketiga penghalang hidayah ini ialah dengan


hijrah. Hijrah pemikiran, hijrah akhlaq, hijrah lingkungan.

Langkah ke arah itu ialah komitmen yang tinggi untuk aktif di majelis
Ta’lim rutin yang meyakinkan kita pada kebenaran pemahamannya,
keshalehan pembinanya, dan mampu memberikan, solusi-solusi yang
realistis dan bijak terhadap berbagai persoalan hidup di jalan Allah swt.
Semoga Allah swt memudahkan langkah kita untuk hijrah yang hakiki,
untuk hidayah yang abadi. Amin

Demikian ceramah agama yang dapat saya sampaikan pada


kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat
kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dan kurangnya
mohon dimaafkan, yang benar datangnya dari Allah SWT Yang Maha
Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnya dari saya pribadi
sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan
dosa.

Akhirul kalam,
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta
astaghfiruka wa-atuubu ilaik.

Wallahul muwaffiq ila aqwamithaaryq,,,

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh