Anda di halaman 1dari 26

BAB I

BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien
1. No. RM : 0009770
2. Nama Puskesmas : Puskesmas Kec. Tanah Abang
3. Nama Pasien : Ny. K
4. Jenis Kelamin : Perempuan
5. Tempat/ Tanggal Lahir : Jakarta/14 Agustus 1992
6. Suku : Jawa
7. Agama : Islam
8. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
9. Alamat : Jl. Karet Pasar Baru Barat 2 Rt 08 Rw 07 No. 31
10. Jenis Pembayaran : BPJS
11. Tanggal Pemeriksaan : 29 November 2018

B. Anamnesis
Dilakukan autoanamnesis pasien pada tanggal 29 November pada pukul 14.30
di kediaman pasien.
1. Keluhan Utama/Alasan Kedatangan:
Pasien G3P2A0 hamil 37 minggu datang ke Puskesmas Kec. Tanah Abang
untuk kontrol kehamilan.
2. Keluhan Tambahan:
Pasien mengeluhkan badan terasa mudah lelah, pusing dan sesak.
3. Riwayat Penyakit Sekarang:
Ny. K berusia 26 tahun, G3P2A0 hamil 37 minggu datang sendiri ke poli
KIA Puskesmas Kec. Tanah Abang untuk kontrol kehamilan trimester III.
Pasien mengeluhkan badan terasa mudah lelah, pusing dan sesak. Pasien
menyangkal adanya mual, muntah, deman dan berkurangnya nafsu makan.
Pasien tidak pernah mengeluhkan adanya nyeri dada atau bengkak pada kedua
1
kaki. Keluhan mulas-mulas yang sering dan kuat belum dirasakan. Pasien
masih bisa melakukan aktifitas seperti biasa.
Pasien mengaku selama hamil mengkonsumsi sayuran namun jarang
mengkonsumsi buah dan daging terutama daging ikan karena pasien tidak
menyukainya. Sayur dan buah yang bisa dikonsumsi seperti wortel, kol,
kentang, kangkung, dan bayam. Sedangkan buah seperti mangga, jeruk dan
salak. Pasien selalu mengkonsumsi susu setiap hari.
Harapan pasien pada kehamilan saat ini adalah dapat sembuh dari penyakit
yang diderita, dapat melahirkan secara normal dan bayi lahir dengan keadaan
sehat dan selamat. Upaya yang dilakukan pasien agar harapannya terwujud
adalah dengan rutin mengkonsumsi obat yang diberikan puskesmas,
mengkonsumsi buah dan sayur dan juga melakukan senam hamil.
Kekhawatiran pasien saat ini adalah keluhan yang dirasakan semakin berat,
perdarahan saat melahirkan dan anak yang dilahirkan tidak selamat karena
riwayat anak kedua pasien meninggal setelah dua jam pasca dilahirkan.
Persepsi pasien pada penyakit yang dideritanya adalah penyakit ini tidak
berbahaya dan juga dapat sembuh dengan pertolongan Allah SWT dan rutin
mengkonsumsi obat yang didapat dari puskesmas dan makan makanan yang
bergizi seperti buah, sayur dan daging ditambah dengan rutin mengkonsumsi
susu setiap hari. Pasien yakin segala penyakit datang dari Allah SWT dan akan
sembuh dengan dengan seizin Allah SWT. Karena segala penyakit pasti ada
obatnya.
4. Riwayat Penyakit Dahulu:
a. Hipertensi : Disangkal
b. Riwayat DM : Disangkal
c. Riwayat penyakit TBC : Disangkal
d. Riwayat penyakit ginjal : Disangkal
e. Riwayat asma : Disangkal
f. Riwayat penyakit jantung : Disangkal
g. Riwayat alergi obat : Disangkal
2
5. Riwayat Penyakit Keluarga:
a. Hipertensi : Disangkal
b. Riwayat DM : Disangkal
c. Riwayat penyakit TBC : Disangkal
d. Riwayat penyakit ginjal : Disangkal
e. Riwayat asma : Disangkal
f. Riwayat penyakit jantung : Disangkal
g. Riwayat alergi obat : Disangkal
6. Riwayat Sosial Ekonomi:
Pasien berasal dari sosial ekonomi menengah kebawah. Saat ini pasien
tinggal di rumah kontrakan bersama suami dan anaknya. Kontrakan pasien
berada di wilayah padat penduduk dengan harga sewa Rp.1.300.000,-
perbulan. Suami pasien bekerja sebagai ojek online dengan penghasilan ±
Rp.3.500.000,-. Pasien mengatakan penghasilan tersebut kurang untuk
kebutuhan sehari-hari. Untuk berobat pasien menggunakan BPJS dan KJS.
Pasien juga memiliki asuransi kesehatan yang seang dalam proses pembuatan
dan didapatkan dari perusahaan ojek online dengan memotong gaji perbulan
dari penghasilan suami Rp.7.000,- per anggota keluarga.
7. Riwayat Kebiasaan:
Keluarga Ny. K memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan yang
digoreng seperti tahu goreng atau tempe goreng dan sering mengkonsumsi
sayur-sayuran seperti sayur sop, kangkug dan bayam. Namun jarang
mengkonsumi buah-buahan dan hanya mengkonsumsi buah yang disukai
seperti manga, jeruk dan salak. Keluarnya Ny. K terbiasa untuk
mengkonsumsi makanan rumah. Anak dan suami Ny. K selalu membawa
bekal saat berkegiatan di luar rumah. Pasien dan keluarga makan 3x sehari.
Setiap harinya pasien selalu melakukan pekerjaan rumah sendiri. Seperti
merapikan rumah, menyapu, mengepel, memasak, menyetrika, mencuci
peralatan makan dan mencuci pakaian. Pasien juga mengantar anak sekolah
3
dan mengaji dengan berjalan kaki. Pasien memanfaatkan waktu luang dengan
tidur, bercengkrama dengan tetangga, menonton televisi dan mengunjungi
orang tua pasien yang tak jauh dengan rumah.
C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Baik
2. Tanda Vital
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : 15
Tekanan Darah : 110/60 mmHg
Frekuensi Nadi : 92 x/menit
Frekuensi Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,7 °C
3. Status Gizi
Berat Badan : 71 kg
Tinggi Badan : 154 cm
Lingkar Lengan Atas : 34 cm
4. Status Generalis
Kepala : Normocephal
Mata : Konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-), reflex cahaya (+/+)
Telinga : Deformitas (-/-), masa (-/-), sekret (-/-)
Hidung : Deformitas (-), sekret (-)
Leher : Pembesaran KGB dan tiroid (-), deviasi trakea (-)

Paru-Paru
Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri
Palpasi : Fremitus taktil dan vocal simetris kanan dan kiri
Perkusi : Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-hati (+)
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-), wheezing (-/-)

4
Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS V linea midclavicula sinistra
Perkusi : Batas jantung kanan ICS IV linea sternalis dextra
Batas jantung kiri ICS V linea midclavicula sinistra
Batas pinggang jantung ICS III linea parasternalis sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, mur-mur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : Simetris, membuncit, kelainan kulit (-)
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Palpasi : Nyeri tekan perut bawah, nyeri lepas (-), nyeri ketuk (-),
hepatomegaly (-), splenomegaly (-)

Ekstremitas Superior : Sianosis (-/-), Edema (-/-)


Ekstremitas Inferior : Sianosis (-/-), Edema (-/-)

5. Status Lokalis : Status Obstetrik


Pemeriksaan Luar
Kepala/Muka : Chloasma gravidarum (+)
Thorax : Hiperpigmentasi areola mammae dan papilla mammae (+)
Papilla mammae menonjol, colostrum (+)
Abdomen : Membesar, striae gravidarum (+)
Tinggi fundus : 31 cm
Lingkar Perut : 121 cm
DJJ : 140 x/menit
His : (-)
Inspekulo
Tidak dilakukan

5
Pemeriksaan Fornises
Tidak dilakukan
Pemeriksaan Dalam
Vulva : Tidak ada kelainan
Vagina : Tidak ada kelainan
Vaginal Thoucher : Tidak dilakukan
Pemeriksaan Panggul
Tidak dilakukan
D. Pemeriksaan Penunjang
1. Laboratorium
Golongan darah :A
Hemoglobin : 9,4 gr/dl
Hematokrit : 30%
Eritrosit : Tidak diperiksa
Leukosit : 9.000/mm3
Trombosit : 363.000/ul
2. Radiologi : Tidak dilakukan
E. Pola Makan (Food Record)
1. Food Record (3 hari)

2. Analisis Food Record (dibandingkan dengan kebutuhan kalori ideal)


F. Kegiatan Sehari-hari
Pasien adalah seorang ibu rumah tangga yang kegiatan sehari-hari
melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel, memasak,
mencuci pakaian, mencuci piring, membesihkan rumah dan menyetrika pakaian.
Setiap pagi pasien selalu mengantar anaknya ke sekolah dengan berjalan kaki, dan
setelah itu pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan makanan. Setiap harinya
pasien selalu tidur siang untuk beristirahat dan pada sore hari pasien mengantar
anaknya ke mushola untuk mengaji.

6
BAB II
BERKAS KELUARGA
A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Nama Kepala Keluarga : Tn. W
b. Nama Pasangan : Ny. K
c. Struktur Komposisi Pasangan
Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah
No Nama Kedudukan L/P Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan
dan Peran Tambahan
Dalam
Keluarga

Kepala
Ojek
1. Tn. W Keluarga L 31 th SMP
Online
(Ayah)
Sebelum
Ibu hamil
Ny. K Isteri (Ibu) P 26 th SMA Rumah bekerja
2.
Tangga sebagai
karyawan
An. R Anak P 7 th SD Pelajar
3.

2. Bentuk Keluarga
Keluarga Tn. W terdiri dari tiga orang, yaitu Tn. W sebagai kepala
keluarga, Ny. K sebagai isteri dan An. R sebagai anak. Maka dari itu
keluarga ini termasuk dalam the nuclear family.
3. Tahapan Siklus Keluarga
Menurut Duvall (1967), Keluarga Tn. W brada pada tahapan siklus
keluarga yang keempat. Yaitu sebuah keluaga dengan anak usia sekolah
(anak tertua berumur 6-13 tahun). Pada tahap ini biasanya keluarga
mencapai jumlah maksimal sehingga suasana menjadi sangat sibuk.
Selama enam tahun pada tahap keempat, rata-rata keluarga di Indonesia
sudah memiliki lebih dari satu anak. Pada keluarga yang belum mapan
secara ekonomi, maka mengurus dua anak atau lebih di usia sekolah
7
membuat orang tua harus bekerja ekstra untuk biaya sekolah maupun
biaya keperluan hidup keluarga secara layak.
4. Dinamika Keluarga
Keluarga Tn. W terbia untuk saling membantu satu sama lain.
Pasien mengaku dalam keluarga tidak pernah ada masalah yang besar.
Karena jika ada suatu masalah, pengambilan keputusan dilakukan secara
musyawarah sehingga satu sama lain terbiasa untuk menyampaikan
pendapat masing-masing namun kepala keluarga tetap menjadi pembuat
keputusan untuk keluarga. Pasien mengaku Tn. W selalu menyayangi dan
mengasi keluarga. Setiap minggu jika ada penghasilan lebih Tn.W selalu
mengajak keluarga pergi keluar rumah untuk berjalan-jalan atau bermain
di taman kota.
5. Fungsi Keluarga
a. Biologi :
 Untuk meneruskan keturunan
 Memelihara dan membesarkan anak
 Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
 Memelihara dan merawat anggota keluarga
b. Psikologi :
 Memeberikan kasih saying dan rasa aman
 Memberikan perhatian kepada anggota keluarga
 Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
 Memelihara dan merawat anggota keluarga
c. Ekonomi :
 Mencari sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
 Pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga
 Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang
akan datang, misalnya pendidikan anak , jaminan hari tua

8
d. Sosial :
 Membina sosialisasi
 Membina norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat
perkembangan anak
 Meneruskan nilai-nilai keluarga (kasih saying, budi pekerti dan
tolong menolong)
e. Agama
 Menanamkan pendidikan agama Islam kepada kepribadian anak
bersamaan dengan pertumbuhan pribadinya, sejak dalam
kandungan hingga dewasa
 Setiap anggota keluarga mampu mengamalkan syari’at Islam
sesuai dengan pengetahuan menurut agama Islam
 Membimbing dan mengarahkan setiap anggota keluarga agar
berperilaku dan berkepribadian berdasarkan syari’at Islam
6. Genogram

9
B. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup
1. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 2. Pedoman Penilaian Rumah Sehat


KOMPONEN RUMAH
KRITERIA
NO YANG DINILAI NILAI BOBOT

I KOMPONEN RUMAH
31

1 Langit-langit a. Tidak ada 0


b. Ada, kotor, sulit dibersihkan, dan rawan 1
kecelakaan
c. Ada, bersih dan tidak rawan kecelakaan 2 2
2 Dinding a. Bukan tembok (terbuat dari anyaman 1
bambu/ilalang)
b. Semi permanen/setengah tembok/pasangan bata 2
atau
batu yang tidak diplester/papan yang tidak
kedap air.
c. Permanen (Tembok/pasangan batu bata yang 3 3
diplester)
papan kedap air.
3 Lantai a. Tanah 0
b. Papan/anyaman bambu dekat dengan 1
tanah/plesteran
yang retak dan berdebu.
c. Diplester/ubin/keramik/papan (rumah 2 2
panggung).
4 Jendela kamar tidur a. Tidak ada 0 0
b. Ada 1
5 Jendela ruang keluarga a. Tidak ada 0
b. Ada 1 1
6 Ventilasi a. Tidak ada 0 0
b. Ada, lubang ventilasi dapur < 10% dari luas 1
lantai
c. Ada, lubang ventilasi > 10% dari luas lantai 2
7 Lubang asap dapur a. Tidak ada 0
b. Ada, lubang ventilasi dapur < 10% dari luas 1 1
lantai dapur
b. Ada, lubang ventilasi dapur > 10% dari luas 2
lantai dapur
(asap keluar dengan sempurna) atau ada exhaust
fan
atau ada peralatan lain yang sejenis.
8 Pencahayaan a. Tidak terang, tidak dapat dipergunakan untuk 0
membaca
b. Kurang terang, sehingga kurang jelas untuk 1
membaca

10
dengan normal
c. Terang dan tidak silau sehingga dapat 2 2
dipergunakan untuk
membaca dengan normal.

25

II SARANA SANITASI

1 Sarana Air Bersih a. Tidak ada 0


(SGL/SPT/PP/KU/PAH). b. Ada, bukan milik sendiri dan tidak memenuhi 1
syarat kesh.
c. Ada, milik sendiri dan tidak memenuhi syarat 2
kesh.
e. Ada, bukan milik sendiri dan memenuhi syarat 3 3
kesh.
d. Ada, milik sendiri dan memenuhi syarat kesh. 4

11
KOMPONEN
RUMAH YG
NO DINILAI KRITERIA NILAI BOBOT

2 Jamban (saran a. Tidak ada. 0


pembua-
ngan kotoran). b. Ada, bukan leher angsa, tidak ada tutup, disalurkan 1
ke sungai
c. Ada, bukan leher angsa, ada tutup, disalurkan ke 2
sungai
atau kolam
d. Ada, bukan leher angsa, ada tutup, septic tank 3
e. Ada, leher angsa, septic tank. 4 4
3 Sarana Pembuangan a. Tidak ada, sehingga tergenang tidak teratur di 0
halaman
Air Limbah (SPAL) b. Ada, diresapkan tetapi mencemari sumber air (jarak 1
sumber air (jarak dengan sumber air < 10m).
c. Ada, dialirkan ke selokan terbuka 2
d. Ada, diresapkan dan tidak mencemari sumber air 3
(jarak
dengan sumber air > 10m).
e. Ada, dialirkan ke selokan tertutup (saluran kota) 4 4
untuk
diolah lebih lanjut.
4 Sarana Pembuangan a. Tidak ada 0
Sampah/Tempat b. Ada, tetapi tidak kedap air dan tidak ada tutup 1 1
Sampah
c. Ada, kedap air dan tidak bertutup 2
d. Ada, kedap air dan bertutup. 3
PERILAKU
III PENGHUNI 44
1 Membuka Jendela a. Tidak pernah dibuka 0 0
Kamar Tidur b. Kadang-kadang 1
c. Setiap hari dibuka 2

2 Membuka jendela a. Tidak pernah dibuka 0


Ruang Keluarga b. Kadang-kadang 1
c. Setiap hari dibuka 2 2

3 Mebersihkan rumah a. Tidak pernah 0


dan halaman b. Kadang-kadang 1
c. Setiap hari 2 2

4 Membuang tinja bayi a. Dibuang ke sungai/kebun/kolam sembarangan 0


dan balita ke jamban b. Kadang-kadang ke jamban 1
c. Setiap hari dibuang ke jamban 2 2

5 Membuang sampah a. Dibuang ke sungai / kebun / kolam sembarangan 0


pada tempat sampah b. Kadang-kadang dibuang ke tempat sampah 1
c. Setiap hari dibuang ke tempat sampah. 2 2

12
TOTAL HASIL PENILAIAN 993

Pedoman Penilaian Rumah Sehat

Keterangan :

Hasil Penilaian : Nilai x Bobot

Kriteria : 1. Rumah Sehat : (1068-1200)

2. Rumah Tidak Sehat : < 1068

Kesimpulan : Rumah Tn W (total skor 993) termasuk dalam kategori rumah


tidak sehat dengan tidak terpenuhinya 3 faktor yang mendukung rumah sehat yaitu
komponen rumah, sarana sanitasi dan perilaku penghuni.

2. Kepemilikan barang-barang berharga


Keluarga ini memiliki barang-barang berharga seperti 1 buah
kulkas, 1 buah TV, 1 buah mesin cuci, 1 buah kipas angina, 4 bauh
handphone, 1 buah kompor gas, dan 1 buah rice cooker.
C. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga:
1. Perilaku terhadap sakit dan penyakit
a. Bila Sakit Ringan :
Keluarga Tn. W selalu membeli obat warung bila ada anggota keluarga
yang menderita sakit ringan seperti, pusing, batuk dan pilek.
b. Bila Sakit Berat :
Bila sakit berat atau bila sudah minum obat warung namun belum
sembuh, keluagra Tn. W langsung berobat ke klinik atau puskesmas
terdekat.
2. Perilaku terhadap pencarian pengobatan
a. Kepemilikan KMS (Balita):
Saat anak Tn. W usia balita, memiliki KMS. Namun sekarang anak Tn.
W sudah berusia 7 tahun.
b. Kepemilikan Asuransi/Jaminan Kesehatan:

13
Setiap anggota keluarga Tn. W memiliki KJS, BPJS kelas III dan
asuransi kesehatan yang didapatkan dari kantor perusahaan Tn. W
dengan cara memotong gaji Rp. 7.000/orang/bulan.
3. Perilaku terhadap makanan
 Keluarga Tn. W mempunyai kebiasaan makan sebanyak tiga kali
sehari. Namun, karena Ny. K sedang hamil dalam satu hari bisa
makan 4-5x sehari.
 Pasien selalu mengkonsumsi sayur namun jarang mengkonsumsi
buah, daging, ayam dan ikan.
 Pasien banyak mengkonsumsi makanan yang digoreng.
 Makanan yang dimakan oleh keluarga Tn. W dimasak sendiri oleh
Ny. K dan jarang membeli makanan dari luar.
4. Perilaku terhadap lingkungan:
Lingkungan tempat tinggal pasien merupakan lingkungan cukup
padat penduduk dengan letak rumah yang berdekatan satu sama lain.
Kebersihan lingkungan di sekitar rumah cukup bersih dan terjaga. Rumah
selalu di pel dan disapu setiap hari. Peralatan masak dan makan selalu
dibersihkan setelah dipakai. Namun jendela jarang dibuka. Di depan
rumah terdapat tempat pembuangan sampah. Hubungan pasien dengan
tetangga juga dekat tidak pernah ada pertengkaran.
D. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)
Tabel 3. Pelayanan Kesehatan

No. Faktor Keterangan Kesimpulan


1. Cara mencapai Jalan kaki Jarak antara rumah pasien dengan puskesmas
pusat pelayanan tidak jauh, sehingga pasien bisa berjalan kaki
kesehatan
2. Tarif pelayanan Gratis Pasien tidak mengeluarkan biaya jika berobat
kesehatan karena menggunakan BPJS atau KIS

14
3. Kualitas Tidak Pasien mengelukan pelayanan yang lambat
pelayanan memuskan dan kurang tanggapnya petugas pelayanan
kesehatan dalam memberikan pelayanan

E. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan:
Keluarga Tn. W makan sebanyak tiga kali sehari namun Ny. K
makan 4-5x sehari karena sedang hamil. Menu makanan yang dimasak
oleh Ny. K kurang bervariasi seperti nasi, tahu, tempe, telur dan sayur dan
jarang mengkonsumsi daging, ayam, ikan dan buah-buahan. Namun Ny.
K rutin meminum susu.
b. Menerapkan pola gizi seimbang:
Menu makanan keluarga Tn. W setiap harinya seharusnya divariasi
yaitu nasi, daging, ayam, ikan, telur, tahu, tempe, sayuran dan buah.
Adapun 10 pesan gizi seimbang departemen kesehatan adalah:
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan.
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan.
3. Biasakan mengkonsumsi lauk-pauk yang mengandung protein tinggi.
4. Biasakan mengkonsumsi aneka ragam makanan pokok.
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak.
6. Biasakan sarapan.
7. Biasakan minum air putih.
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih yang mengalir.
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan.

Dari 10 pesan gizi seimbang pasien belum memenuhi gizi seimbang.

F. Nilai/Kepercayaan yang Dianut Keluarga Terkait Kesehatan:


Keluarga Tn. W masih menganut beberapa kepercyaan seperti bila masuk
angina oleskan minyak tanah di badan, oleskan minyak telon atau di krik
dengan koin logam dan balsam atau dengan bawang merah. Jika pusing tempel

15
potongan timun di atas kepala. Jika batuk minum perasan jeruk nipis yang
dicampur dengan kecap.
G. Pola Dukungan Keluarga
1. Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan dalam keluarga:
 Pasien mau menjalani pengobatan, didukung oleh keluaraga,
suami dan anak pasien mengingatkan pasien untuk berobat.
 Adanya keinginan pasien untuk sembuh.
 Tempat pelayanan yang tidak jauh dari rumah.
 Keluarga memiliki layanan gratis berobat seperti BPJS, KIS dan
asuransi kesehatan.
2. Faktor penghambat terselesaikannya masalah kesehatan dalam keluarga:
Kurangnya keluarga memperhatikan keadaan kesehatan pasien
terutama dalam mengawasi pola makan gizi yang seimbang dan aktivitas
yang dilakukan sehari-hari. Dalam hal ini diperlukan peran serta aktif dari
seluruh anggota keluarga terutama suami pasien dalam merawat dan
memperhatikan pasien.

16
BAB III
DIAGNOSIS HOLISTIK

A. Aspek Personal
 Alasan Kedatangan:
Pasien datang ke Puskesmas Karena ingin memeriksa
kehamilannya dan keluhan yang dialami pasien seperti mudah letih dan
lelah. Pasien juga ingin mengetahui keadaan janin yang dikandungnya.
 Harapan:
Pasien berharap dengan berobat ke puskesmas dapat sembuh dari penyakit
yang dideritanya sehingga dapat beraktifitas dengan baik. Pasien juga
berharap keadaan janinnya sehat dan tidak ada kekurangan apapun.
 Kekhawatiran:
Pasien khawatir jika sakitnya akan menmpengaruhi kondisi kehamilannya
dan janin yang dikandungnya tidak dalam kondisi sehat. Pasien juga
mengkhawatirkan terjadi pendarahan saat melahirkan nanti.
 Persepsi:
- Klinis : Menurut pasien sakitnya tidak berbahaya dan dapat
disembuhkan dengan obat-obatan yang didapat dari puskesmas. Pasien
juga yakin jika menuruti saran yang diberikan oleh dokter pasien bisa
sehat seperti biasa.
- Agama : Pasien percaya bahwa segala penyakit itu datang dari Allah
SWT dan jika Allah SWT meridhai untuk sembuh maka pasien akan
sembuh.
B. Aspek Klinik
 Diagnosis : Pasien G3P2A0 hamil 37 minggu dengan anemia derajat
ringan.
 Diagnosis Banding : Anemia defisiensi besi.
 Anemia derajat ringan bukan karena penyakit akibat kerja karena pasien
kurang mengkonsumsi makanan dan suplemen yang mengandung zat besi.
C. Aspek Risiko Internal

17
 Pasien kurang menerapkan pola makan dengan fizi seimbang. Pasien
jarang mengkonsumsi buah, daging, ayam dan ikan. Pasien juga kurang
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi.
 Pasien jarang berolahraga.
 Pasien mengaku jarang shalat lima waktu, jarang mengaji dan melakukan
ibadah sunnah lainnya seperti puasa senin kamis. Pasien juga tidak pernah
mengikuti kegiatan pengajian di lingkungan rumah.
D. Aspek Risiko Eksternal (Psikososial Keluarga)

341, 300

18
19
2.5 Rencana Penatalaksanaan

Tabel 7. Rencana Penatalaksanaan

Aspek Masalah Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang di Follow Up


Harapkan

Aspek Pasien datang Menjelaskan kepada Pasien Pada saat Pasien dapat Pasien
Personal mengeluhkan pasien mengenai penyakit (Tn. J) di memahami dengan memahami
kedua mata dry eye yang di deritanya Puskesmas baik mengenai sakit yang
terasa perih dan dapat disembuhkan. Kecamatan penyakit dry eye dialami adalah
memberat sejak Johar Baru. sehingga pasien lebih penyakit dry
± 2 minggu. dapat mencegah eye, pasien
penyakitnya berulang sudah
dan mengetahui memahami
penanganan yang pentingnya
tepat. teratur berobat
dan
menghindari
faktor yang
dapat
memperberat
penyakit.

27
Aspek Masalah Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang di Follow Up
Harapkan

Pasien merasa Menjelaskan kepada Pasien menjadi tidak Pasien tidak


khawatir dengan pasien untuk tidak perlu khawatir dan tidak lagi khawatir
penyakitnya jika khawatir karena dengan menjadikan terhadap
tidak diobati pengobatan dan penyakitnya beban. penyakitnya
akan bertambah menghindari faktor Pasien paham dengan sehingga dapat
lebih buruk bagi pencetus penyakit dapat serta menghindari beraktivitas
penglihatanya. diatasi dan mengingatkan faktor pencetus dengan baik
untuk selalu berdoa penyakit dan berserah
kepada Allah swt. diri memohon
kesembuhan kepada
Allah swt penyakitnya
dapat membaik

Aspek Berdasarkan Menyamakan persepsi Pasien Pada saat Pasien memiliki Pasien menjaga
Klinis hasil anamnesis dengan pasien mengenai (Tn. J) di persepsi yang sama kebersihan dan
dan pemeriksaan hal – hal yang harus Puskesmas mengenai penanganan kesehatan.
fisik yang di dilakukan dalam Kecamatan dry eye yaitu dengan Pasien mulai
temukan pasien mencegah dan menangani Johar Baru menerapkan pola menggunakan
mengalami dry eye, menjelaskan hidup bersih dan kaca helm saat
penyakit dry eye. hidup bersih dan sehat itu sehat, menghindari berkendara.
penting. faktor pencetus.
28
Aspek Masalah Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang di Follow Up
Harapkan

Memberikan obat berupa Pasien Pada saat Pasien mendapat obat Pasien sudah
air mata buatan, yakni: Tn. J di sesuai dengan menggunakan
Puskesmas penyebab penyakit obat yang di
 Cendo xytrol 4x Kecamatan dan untuk mengurangi berikan secara
sehari
Johar Baru keluhannya. teratur, keluhan
Memberikan rujukan berkurang.
kepada pasien untuk
berobat ke RS yang
mempunyai poli mata
untuk mendapatkan
penanganan lebih baik.
Aspek Pasien kurang Menganjurkan kepada Pasien Pada saat Pasien dan keluarga Keluarga pasien
Risiko menerapkan pola pasien mengubah pola (Tn. J) di pasien bisa mulai
Internal hidup sehat, pola makan dan dan Puskesmas membiasakan membiasakan
makan dengan memberitahukan keluarga kecamatan mengkonsumsi mengatur menu
gizi seimbang. makanan apa yang boleh Johar Baru makanan dengan gizi makanan
dimakan sesuai dan home seimbang. dengan gizi
kebutuhan kalori pasien. visit. seimbang dan
Pasien mulai
Pasien jarang olahraga teratur.
Memberi tahu pasien berolahraga.
berolahraga.
tentang olahraga yang
dapat dilakukan oleh 29
Aspek Masalah Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang di Follow Up
Harapkan

pasien. Pasien menggunakan Pasien sudah


Alat Pelindung Diri mulai
Memberitahukan pasien (APD) saat menggunakan
mengenai Alat Pelindung
Pasien jarang berkendara. Alat Pelindung
Diri (APD) untuk
menggunakan Diri (APD)
berkendara menggunakan
APD (Alat berupa kaca
sepeda motor.
Pelindung helm dan
Diri) untuk masker.
pengendara
motor yaitu
helm ber SNI
(Standar
Nasional
Indonesia),
sarung
tangan, rompi,
kacamata
hitam, sepatu
yang tidak
licin, dan sapu
tangan.
30
Aspek Masalah Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang di Follow Up
Harapkan

Memberitahu pasien Pasien sudah


bahaya yang disebabkan jarang merokok.
Pasien Pasien berhenti
oleh kebiasaan merokok.
mempunyai merokok.
kebiasaan
merokok.

Aspek Kurangnya Menjelaskan tentang Pasien Pada saat Pasien dan keluarga Pasien dan
Psikososial pengetahuan penyakit pasien dan (Tn. J) home visit pasien mengerti dan keluarga pasien
Keluarga keluarga menjelaskan pola paham tentang sudah paham
dan
terhadap makanan dengan gizi Keluarga penyakit pasien serta tentang
penyakit pasien. seimbang yang sesuai mengerti akan pola penyakit pasien
dengan kebutuhan kalori makan dengan gizi dan berusaha
Keluarga pasien pasien. seimbang dan sesuai menetapkan
kurang bertindak dengan kalori yang pola makan
tegas terhadap Menjelaskan akan bahaya dibutuhkan. dengan gizi
kebiasan merokok kepada keluarga seimbang.
merokok yang pasien.
masih dilakukan
pasien.

31
Aspek Masalah Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang di Follow Up
Harapkan

Keluarga pasien Menjelaskan akan Pasien rutin Pasien mulai


tidak pentingnya berolahraga berolahraga. melakukan
mengingatkan rutin dan menjelaskan olahraga.
pasien untuk jenis olahraga apa yang
berolahraga. dapat dilakukan pasien. Pasien berhenti Pasien sudah
merokok. jarang merokok.

Aspek Menurut skala Menyarankan pasien Pasien Home Visit Pasien beraktivitas Pasien
Fungsional International untuk membatasi (Tn. J) sesuai beraktivitas
Classification of aktivitas fisik dan hal – dan kemampuannya. sesuai dengan
Primary Care hal yang dapat Keluarga kondisi
(ICPC) pasien memperberat penyakit tubuhnya.
termasuk derajat yang di derita.
2, yaitu mandiri
dalam perawatan
diri dan dapat
bekerja di dalam
dan di luar
rumah.
32
33