Anda di halaman 1dari 27

MTQ MAHASISWA FMIPA II TAHUN 2018 MUSABAQAH KARYA TULIS

ILMIAH KANDUNGAN AL-QUR’AN

RANCANG BANGUN TEKNOLOGI GCU (GARBAGE CONTROLLER


UNIT) DALAM MENGATASI PENUMPAKKAN SAMPAH

Oleh:

Trio Erik Setyawan 160322605248/Angkatan 2016

Ishmah Lutfiyah 160322605202/Angkatan 2016

Vidia Anggelismalam 160322605255/Angkatan 2016

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

MALANG

2018
HALAMAN PENGESAHAN
MUSABAQAH KARYA TULIS ILMIAH KANDUNGAN AL-QUR’AN
MTQ MAHASISWA FMIPA 2 TAHUN 2018

1. Judul Kegiatan : RANCANG BANGUN TEKNOLOGI


GCU (GARBAGE CONTROLLER UNIT)
DALAM MENGATASI PENUMPAKKAN
SAMPAH
2. Bidang Musabaqah : Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Trio Erik Setyawan
b. NIM : 160322605248
c. Jurusan : Fisika
d. Universitas : Universitas Negeri Malang
e. Alamat dan Telp./HP : Desa Turi RT 3/RW 2 Jetis Ponorogo
f. Email : trio.erik06@gmail.com
4. Anggota Pelaksana : 3 orang
5. Dosen Pembimbing
a. Nama dan Gelar : Nurul Hidayat, M.Si.
b. NIDN : 002808901
c. Alamat dan Telp./HP : Arumba Utama Residence C1 Malang/
085649799244

Malang, 11 April 2018


Dosen Pembimbing Ketua Pelaksana

Nurul Hidayat,M.Si Trio Erik Setyawan


NIDN 0028088901 NIM 160322605248

Menyetujui
Kepala Jurusan

Dr.Sentot Kusairi, M.Si.


NIP 196710281992031001
KATA PENGANTAR

Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an dengan judul “RANCANG BANGUN


TEKNOLOGI GCU (GARBAGE CONTROLLER UNIT) DALAM MENGATASI
PENUMPAKKAN SAMPAH BERDASARKAN UNIVERSAL VALUE AL-QASHASH
AYAT 77” ini merupakan gagasan yang hadir atas dasar fenomena kondisi lingkungan di
sekitar masyarakat pada umumnya. Sampah hampir selalu dapat ditemukan di dalam
lingkungan masyarakat, khususnya di daerah perkotaan. Persoalan tentang penumpukkan
sampah dinilai sangat serius dan terjadi dalam skala luas. Dari sudut pandang normatif
agama, Al-Qur’an memiliki pandangan yang distingtif dalam menyikapi sikap manusia
terhadap lingkungannya. Dalam Q.S. Al-Qashash [28]: 77, Dijelaskan bahwa Allah SWT
tidak menyukai sesorang yang berbuat kerusakan di bumi dan menganjurkan umat manusia
untuk lebih peduli terhadap lingkungan disekitarnya. Dan dalam hadits riwayat tirmidzi
menganjurkan tentang bagaimana menjadi manusia yang dicintai oleh Allah SWT dengan
menjaga kebersihan lingkungan karena sebaik-baiknya umat adalah dia yang mampu
merawat dan membersihkan lingkungan disekitarnya. Berangkat dari permasalahan di atas,
penulis tergugah untuk melakukan identifikasi penumpukkan sampah berdasarkan kajian
forensik Al-Qur’an dan hadits dengan maksud agar masyarakat lebih arif dan bijak dalam
menyikapi sampah di lingkungan sekitarnya.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu


terselesaikannya karya ini:
a. Kedua orang tua kami yang senantiasa memberikan dukungan dan doa restunya dalam
menyelesaikan karya ini;
b. Ketua Jurusan Dr. Sentot Kusairi.M.Si dan seluruh jajaran dosen Jurusan Fisika Fakultas
MIPA Universitas Negeri Malang yang memberikan kesempatan dan dukungan penuh pada
kafilah MTQ Mahasiswa FMIPA II Tahun 2018;
c. Nurul Hidayat, S.Si. M.Si selaku dosen pembimbing yang menyediakan waktu dan pikiran
untuk mendiskusikan issue dan content yang kami angkat;
Kami menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna. Karenanya, kritik dan saran
konstruktif sangat penulis harapkan.
Malang, 11 April 2018

Tim Penulis

Ishmah Luthfiyah
Trio Erik Setyawan
Vidia Anggelismalam
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ..................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iv
RINGKASAN ................................................................................................... v

PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
Latar Belakang ........................................................................................ 1
Tujuan..................................................................................................... 3
Manfaat.................................................................................................... 3

GAGASAN ...................................................................................................... 4
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan....................................................... 4
Solusi yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya.......................................... 7
Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Gagasan dapat Diperbaiki melalui
Gagasan yang Diajukan ........................................................................... 8
Pihak-pihak yang Dipertimbangkan dapat Membantu
Mengimplementasikan Gagasan dan Uraian Peran masing-masing ....... 10
Langkah Strategis agar Tujuan Tercapai melalui Gagasan yang Diajukan
.................................................................................................. 10

SIMPULAN ..................................................................................................... 11
Gagasan yang Diajukan ........................................................................... 11
Teknik Implementasi yang Akan Diterapkan.......................................... 11
Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh ....................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 11

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana
Lampiran 2. Biodata Dosen Pembimbing
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Penulis
Lampiran 4. Struktur Organisasi Kelompok dan Uraian Tugas
RINGKASAN
Sampah hampir selalu dapat ditemukan di dalam lingkungan masyarakat,
khususnya di daerah perkotaan dan lokasi-lokasi keramaian lainnya, secara
internasional persoalan sampah dinilai sangat serius dan terjadi dalam skala luas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah merupakan barang yang dibuang
oleh pemiliknya karena tidak terpakai lagi atau tidak dinginkan lagi, misalnya
kotoran, kaleng minuman, daun-daunan, kertas, dan lain-lain. Dalam kehidupan
manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri dan
konsumsi. Sampah menurut sumbernya dapat berasal dari sampah alam, sampah
manusia, sampah konsumsi, atau sumber lainnya. Sedangkan berdasarkan sifatnya
sampah dibagi menjadi dua yaitu 1) sampah organik atau sampah yang dapat diurai
(degradable) contohnya daun-daunan, sayuran, sampah dapur dan lain-lain, 2)
sampah anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable) contohnya plastik,
botol, kaleng dan lain-lain.

Masalah sampah mempengaruhi berbagai bidang dalam kehidupan


manusia. terutama di daerah perkotaan. Sebagian besar sampah di kota dibuang ke
Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Seiring dengan bertambahnya penduduk kota,
timbunan sampah ini menimbulkan berbagai masalah, mulai dari masalah kesehatan,
pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Di sisi lain, tidak semua
sampah yang dibuang akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada
yang puluhan tahun baru bisa hancur. Akibatnya jika volume sampah yang dihasilkan
warga kota banyak dan lama hancur, maka akan dibutuhkan lahan yang luas untuk
TPA. Sementara itu tidak sedikit warga yang membuang sampah di sembarang
tempat, misalnya sungai, saluran drainase atau rawa-rawa. Akibatnya sampah akan
menyumbat saluran sehingga menyebabkan banjir pada saat musim hujan. Selain
itu ada juga yang menangani sampah dengan cara dibakar. Masalah yang ditimbulkan
pun tidak kalah serius, karena sampah yang dibakar akan menghasilkan zat atau gas
polutan yang tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga berbahaya langsung
terhadap manusia. Polutan yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat
menyebabkan gangguan kesehatan, pemicu kanker (karsinogenik), bahkan kematian.
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Sampah hampir selalu dapat ditemukan di dalam lingkungan masyarakat,


khususnya di daerah perkotaan dan lokasi-lokasi keramaian lainnya, secara
internasional persoalan sampah dinilai sangat serius dan terjadi dalam skala luas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah merupakan barang yang dibuang
oleh pemiliknya karena tidak terpakai lagi atau tidak dinginkan lagi, misalnya
kotoran, kaleng minuman, daun-daunan, kertas, dan lain-lain. Dalam kehidupan
manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri dan
konsumsi. Sampah menurut sumbernya dapat berasal dari sampah alam, sampah
manusia, sampah konsumsi, atau sumber lainnya. Sedangkan berdasarkan sifatnya
sampah dibagi menjadi dua yaitu 1) sampah organik atau sampah yang dapat diurai
(degradable) contohnya daun-daunan, sayuran, sampah dapur dan lain-lain, 2)
sampah anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable) contohnya plastik,
botol, kaleng dan lain-lain.

Masalah sampah mempengaruhi berbagai bidang dalam kehidupan


manusia. terutama di daerah perkotaan. Sebagian besar sampah di kota dibuang ke
Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Seiring dengan bertambahnya penduduk kota,
timbunan sampah ini menimbulkan berbagai masalah, mulai dari masalah kesehatan,
pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Di sisi lain, tidak semua
sampah yang dibuang akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada
yang puluhan tahun baru bisa hancur. Akibatnya jika volume sampah yang dihasilkan
warga kota banyak dan lama hancur, maka akan dibutuhkan lahan yang luas untuk
TPA. Sementara itu tidak sedikit warga yang membuang sampah di sembarang
tempat, misalnya sungai, saluran drainase atau rawa-rawa. Akibatnya sampah akan
menyumbat saluran sehingga menyebabkan banjir pada saat musim hujan. Selain
itu ada juga yang menangani sampah dengan cara dibakar. Masalah yang ditimbulkan
pun tidak kalah serius, karena sampah yang dibakar akan menghasilkan zat atau gas
polutan yang tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga berbahaya langsung
terhadap manusia. Polutan yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat
menyebabkan gangguan kesehatan, pemicu kanker (karsinogenik), bahkan kematian.

Alam semesta beserta isinya merupakan ciptaan Allah SWT yang sudah
selayaknya harus dijaga dengan baik, agar terhindar dari kerusakan alam yang dapat
merugikan kita semua.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat:


   
    
   
   
    
      
 
Artinya :

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat
baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Surat Al
Qashash ayat 77)”.

Ayat al-Qur’an di atas menjelaskan tentang larangan Allah SWT terhadap orang-
orang yang berbuat kerusakan yang terjadi di muka bumi. Kerusakan di muka bumi
merupakan dampak dari perbuatan orang-orang yang melakukan pekerjaan demi
memenuhi kepentingan finansial, yang tidak bertanggung jawab terhadap dampak
yang ditimbulkan..

Agama dan ajaran Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik
lahiriah fisik maupun batiniyah psikis. Kebersihan lahiriyah itu tidak dapat
dipisahkan dengan kebersihan batiniyah. Menjaga kebersihan dan bersuci juga
merupakan ibadah, karenanya ALLAH SWT sangat mencintai hamba hambanya yang
bersih dan memelihara kebersihan.

Artinya :
“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. :
Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih
yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha
Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR.
Tirmizi)”

Berdasarakan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui cara pengelolaan


sampah organik dan anorganik sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai melalui Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an ini adalah sebagai
berikut:
1. Mendeskripsikan konsepsi dampak sampah dalam perspektif Al-Qur’an
2. Untuk mengetahui cara pengelolaan sampah organik dan anorganik sebagai upaya
pelestarian lingkungan hidup.
3. Merancang Teknologi GCU (Garbage Controller Unit) yang nantinya
direkomendasikan kepada pemerintah dan swasta guna penanganan masalah
penumpukkan sampah secara makro.

Manfaat

Manfaat yang ingin diperoleh melalui Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an ini adalah
sebagai berikut:
1. Bagi penulis
Sebagai sarana mengembangkan kemampuan diri dalam menganalisis
permasalahan-permasalahan lingkungan terutama yang terjadi di masyarakat melalui
inspirasi nilai-nilai universal (universal values) yang ditemukan dalam Al-Qur’an.
2. Bagi peneliti lain
Kajian forensik Al-Qur’an tentang pengelolaan sampah ini dapat menjadi
pijakan awal untuk melakukan penelitian pengembangan lanjutan seputar sains Al-
Qur’an yang tepat guna dan kontributif bagi kehidupan nyata.
3. Bagi masyarakat
Diharapkan dapat menyadarkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi
kebersihan lingkungan dan problem tentang penumpukkan sampah.
4. Bagi pemerintah
Rencana membangun teknologi GCU (Garbage Controller Unit) yang
direkomendasikan oleh riset ini kepada pemerintah diharapkan mampu berkontribusi
dalam menyelesaikan persoalan penumpukkan sampah secara komprehensif. Jika
masalah penumpukkan sampah ini dapat ditangani secara tepat dan baik, maka bisa
mewujudkan lingkungan di Indonesia yang bersih, nyaman dan masyarakat jauh dari
hal yang berhubungan dengan masalah kesehatan.

GAGASAN
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan
Kondisi Lingkungan Berdasarkan Pendapat Pemerintah dan Dalil Al Qur’an
Kondisi parahnya pengelolaan sampah di Indonesia diungkapkan Direktur Eksekutif
Dana Mitra Lingkungan Sri Bebasari dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU)
Pansus RUU Pengelolaan Sampah, di gedung DPR, Rabu (13/06). “Ibarat kanker,
sampah di Indonesia sudah memasuki stadium IV, harus diamputasi. Secara teknis,
sampah di Indonesia harus dikelola dengan mesin pengelola sampah, “ kata Sri
Bebasari. Menurut Sri Bebasari, permasalahan pengelolaan sampah di Bantar Gebang
sebenarnya sudah dia ramalkan sepuluh tahun sebelumnya. “Namun masukan saya
dianggap sepi. Ibarat dokter, resep saya diabaikan, justru saran dari dukun – yang
murah tapi belum terbukti justru dipakai. Sekarang setelah saran dari dukun gagal,
mereka kebinggungan dan minta saya memecahkan masalahnya, “ kata Sri. Sri
menjelaskan harga mesin pengolah sampah tersebut berkisar 1,3 Triliun, dengan
biaya operasi yang dibutuhkan sekitar 500 ribu. Aspek teknologinya misalnya harus
dilakukan dengan pendekatan 3 R, reduce, reuse, recycle, sementara pendekatan
sosial budaya harus memperhatikan adanya langkah-langkah pemberdayaan
masyarakat, “ kata Sri. Pendekatan kurang dapat dilakukan disebabkab masyarakat
masih sulit membiasakan diri membuang sampah sesuai jenis. Padahal, memilah
sampah penting agar sampah dapat kembali dimanfaatkan menjadi barang yang
bernilai guna.Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat saat
ini jumlah sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan sebanyak 64
persen berakhir di TPA. Menurut data BPS, tingkat perilaku tidak memilah sampah
sebelum dibuang masih sangat tinggi yaitu 81,16 persen.
Sampah menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah (“UU 18/2008”) adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses
alam yang berbentuk padat. Sedangkan pengelolaan sampah adalah kegiatan yang
sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan
penanganan sampah.Pemerintah menegaskan kembali betapa pentingnya menjaga
kebersihan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010
Tentang Pedoman pengolahan sampah :
a. bahwa dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari sampah,
perlu dilakukan penanganan sampah secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke
hilir;
b. bahwa dalam rangka penanganan sampah secara komprehensif dan terpadu, perlu
melibatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha secara proporsional, efektif, dan
efisien.
Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu masalah pokok dimana kesadaran
masyarakat atas pentingnya menjaga lingkungan sangat rendah. Dalam Alquran
terdapat banyak ayat-ayat yang membahas mengenai lingkungan, pengelolaan
lingkungan, dampak kerusakan lingkungan yang bisa menjadi petunjuk bagi manusia
untuk menjalankan tugas dan perannya bagi lingkungan. Pembangunan yang
berwawasan lingkungan telah menjadi isu terkini. Pemerintah Indonesia melalui
Kementerian Lingkungan Hidup memiliki kebijakan pembangunan yang strategis
yaitu bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi masyarakat
keagamaan seperti Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk memberikan
pemahaman yang lebih mendalam kepada umat Islam di Indonesia mengenai
pengelolaan lingkungan berdasarkan kajian komprehensif terhadap perintah-perintah
Tuhan di dalam Alquran. Salah satunya yakni :

Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah
telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka)
bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.(
Surat Al Qashash ayat 77)
Dari pengertian ayat Alquran tersebut diatas menunjukkan bahwa Islam sangat
memperhatikan lingkungan, konsep islam sangat jelas dalam hal memelihara
lingkungan adalah kewajiban yang bernilai ibadah, dan sudah banyak konsep yang
menerangkan tentang hal tersebut, kini saatnya umat islam mengamalkan atau
mempraktekkan konsep-konsep tersebut. Penegasan pada kalimat Allah tidak
menyukai orang – orang yang berbuat kerusakan. Allah berfirman, “Dan di antara
manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan
dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah
penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di
bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan
binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan (QS. Al-Baqarah [2]:204-
205).
Dari pengertian ayat Alquran tersebut diatas menunjukkan bahwa Allah mengulang-
ulang perintah untuk memelihara lingkungan. Kini saatnya umat islam mengamalkan
atau mempraktekkan konsep-konsep tersebut. Selain menjadikan sikap diatas menjadi
bagian ibadah. Islam juga memberikan kecaman terhadap para perusak lingkungan
seperti termaktub pada ayat berikut ini, “Telah nampak kerusakan di darat dan di
laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar)” (QS: ar-Rum [30]:41).
Ayat tersebut diatas menjelaskan bahwa kerusakan yang kita rasakan saat ini baik di
darat maupun dilaut merupakan akibat dari kegiatan, aktivitas atau kebijakan manusia
yang tidak mengindahkan pada keberlangsungan kehidupan. Makna ayd pada ayat
tersebut diatas jamak/plural dari dari yad yang berarti: tangan, kemampuan dan juga
kekuasaan. Jika kita maknai dengan tangan berarti kerusakan yang terjadi akibat dari
perbuatan manusia melakukan kerusakan dengan menggunakan tangannya hal ini bisa
dikategorikan oleh rakyat atau masyarakat. Jika kita maknai dengan kemampuan
berarti kerusakan yang terjadi akibat dari perbuatan seorang atau sekelompok orang
yang memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi kekayaan alam tanpa
memperhatikan keseimbangan ekosistem dan hanya bertujuan pada keuntungan
materi semata, ini bisa dikategorikan sebagai koorporasi.
Pemahaman masalah lingkungan hidup (fiqh al-bi’ah) dan penanganannya
(penyelamatan dan pelestarian) perlu diletakkan diatas suatu fondasi moral untuk
mendukung segala upaya yang sudah dilakukan dan dibina. Karena menjaga,
melestarikan alam dan lingkungan merupakan sebuah kewajiban dan bernilai ibadah,
karena itu semua bertujuan untuk kelangsungan hidup dan untuk kemakmuran
manusia itu sendiri. Dengan adanya Inovasi Teknologi Garbage Controlling Unit
dapat menjaga, mengurangi dan memanfaatkan sampah sehingga sampah tidak
mencemari lingkungan pengurangan sampah ini berkesinambungan dengan
pembiasaan masyarakat dalam pemisahan sampah organik dengan sampah anorganik
dengan adanya sensor carbon pada sampah organik.

Solusi yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya


Ketidakefektifan Pengolahan sampah dengan pemisahan
Pada level nasional, Pemerintah telah menggalakkan perintah pemisahan sampah
Organik dan Anorganik dengan pemberian tempat sampah dengan dua tempat yakni
untuk limbah organik dan limbah anorganik. Perilaku memilah sampah di Indonesia
ternyata masih buruk, pengolahan sampah pada saat dipindahkan ke tempat
pembuangan akhir realitanya masih dicampur adukkan tanpa dilakukan pemisahan.
Masyarakat masih sulit membiasakan diri membuang sampah sesuai jenis. Padahal,
memilah sampah penting agar sampah dapat kembali dimanfaatkan menjadi barang
yang bernilai guna.Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
mencatat saat ini jumlah sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan
sebanyak 64 persen berakhir di TPA. Menurut data BPS, tingkat perilaku tidak
memilah sampah sebelum dibuang masih sangat tinggi yaitu 81,16 persen.
Beberapa gerobak sampah mengangkut sampah dari rumah kerumah dengan
mencampur adukkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Profesi
pemulung memang membantu dalam pemisahan sampah organik dan sampah
anorganik tetapi, kebanyakan sampah organik didiamkan saja berhari-hari hingga
menimbulkan bau busuk dia area pembuangan akhir sedangkan sampah anorganik
masih dapat ditukarkan untuk didaur ulang. Kebiasaan yang mencampur sampah
organik dan anorganik membuat sampah tersebut tidak bisa didaur ulang karena nilai
dan kualitasnya sudah berkurang.
Meskipun telah beberapa peraturan hukum yang menegaskan perintah menjaga
kebersihan dan beberapa upaya pemerintah dalam ajakan pemisahan sampah, namun
kenyataannya belum mampu menyelesaikan masalah perilakumasyarakay yang
membuang sampah tanpa memisahkan dan pencemaran lingkungan yang disebabkan
oleh kurangnya kesadaran atas pengolahan sampah. Aturan tersebut hanya berupa
ajakan tanpa adanya kesadaran pribadi pada masyarakat. Dalam konteks inilah, karya
ini hadir untuk memformulasikan rancang bangun Garbage Controlling Unit (GCU)
menjaga, mengurangi dan memanfaatkan sampah sehingga sampah tidak mencemari
lingkungan pengurangan sampah ini berkesinambungan dengan pembiasaan
masyarakat dalam pemisahan sampah organik dengan sampah anorganik dengan
adanya sensor carbon pada sampah organik sehingga sampah anorganik tidak akan
dapat masuk pada sampah organik.
Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Gagasan Dapat Diperbaiki melalui Gagasan
yang Diajukan
Inovasi Teknologi dalam Penanganan Masalah Penumpukan sampah
Penanganan penumpukan sampah dapat dilakukan secara komprehensif. Upaya
penanganan penumpukan sampah dapat dilakukan dalam skala luas, baik oleh pihak
pemerintah (government) maupun swasta (non goverment organization [NGO]). Jika
perlu, Inovasi Teknologi Garbage Controlling Unit dapat diseragamkan oleh
pemerintah sehingga mengurangi penimbunan sampah yang tidak dapat didaur ulang,
meringankan tugas petugas sampah dan pendistribusian hasil pengolahan sampah
dapat dimanfaatkan. Keunggulan dengan adanya Grabage Controlling Unit yakni
membiasakan masyarakat dalam pemisahan sampah organik dan sampah anorganik
dengan adanya sensor carbon pada sampah organik sehingga meminimalisir
tercampurnya sampah organik dan anorganik. Sampah yang telah dipisahkan akan
diproses pada penggilingan dengan besi sehingga setelah sampah terurai akan
langsung dialirkan pada tempat pengolahan sampah melalui pipa besi Aliran sampah
dapat digambarkan dalam formula seperti dibawah ini.
Gambar 1. Desain Garbage Controlling Unit pada sampah Organik

Gambar 2. Desain Garbage Controlling Unit pada sampah Anorganik

Inovasi teknologi di atas sangat diperlukan, karena penanganan masalah sampah ini
harus dilakukan secara sinergis. Aliran sampah menggunakan Garbage Controlling
Unit dapat digambarkan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang dapat seperti dibawah ini. Jika perlu, dapat dibuat skala
yang lebih besar dari ini.
Gambar 3. Skema Alur Sampah dengan Garbage Controlling Unit pada lingkup
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.
Gambar 4. Logo Garbage Controlling Unit.

Pihak-pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu Mengimplementasikan


Gagasan dan Uraian Peran Masingmasing
Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat menjadi pendukung terwujudnya gagasan
ini adalah:
1. Pemerintah
Pemerintah dalam hal ini berperan memberikan pendaan secara menyeluruh sehingga
Garbage Controlling Unit dapat tersebar merata dan permasalahan mengenai banjir,
penumpukan sampah, pencemaran lingkungan dapat teratasi.
2. Kementrian Kesehatan
Kementrian Kesehatan ini berperan dalam sosialisasi dan mengingatkan betapa
pentingnya pemisahan sampah, membuang sampah pada tempatnya dan pengolahan
sampah.
3. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berperan membangun infrastruktur
Garbage Controlling Unit sehingga mampu mengatasi adanya penumpukan sampah
tanpa pengolahan.
4. Dosen
Dosen dalam hal ini berperan membantu merealisasikan ide GCU (Garbage
Controlling Unit) dilingkungan kampus khusunya Universitas Negeri Malang.
5. Teknis
Teknisi dalam hal ini berperan dalam perancangan dan pembuatan GCU (Garbage
Controlling Unit).
6. Petugas Sampah
Petugas sampah berperan besar dalam upaya distrbusi pengolahan sampah baik
diedarkan untuk menjadi pupuk kompos maupun pendistribusian pada pihak yang
biasa mengolah sampah anorganik
7. Masyarakat
Masyarakat merupakan faktor penting dan berperan besar dalam
upaya minimalisir penumpukan sampah di Indonesia. Kesadaran serta perilaku
selektif masyarakat dalam menyikapi permasalahan ini sangat dibutuhkan.

Langkah Strategis agar Tujuan Tercapai melalui Gagasan yang Diajukan


Rencana Operasional Gagasan
Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan menggalakkan pentingnya pemisahan
sampah dan pengolahan sampah dalam menjaga lingkungan agar tidak tercemar.
Selanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun
infrastruktur Garbage Controlling Unit pada skala besar utama pada daerah perkotaan
dimana jumlah penduduk yang tinggi menyebabkan volume sampah juga semakin
tinggi sehingga pengolahan sampah sangat diperlukan.

KESIMPULAN
Gagasan yang Diajukan
Rancang Bangun Garbage Controlling Unit (GCU) merupakan Inovasi yang
digunakan untuk mengurangi, mengolah dan mendistribusikan sampah sehingga tidak
terjadi penumpukkan sampah yang menyebakan pencemaran lingkungan, banjir dan
penyakit. Garbage Controlling Unit merupakan desain alir sampah dimana sampah
tidak hanya digunakan untuk tempat pembuangan namun mampu menjadi tempat
penguraian sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Garbage Controlling Unit
merupakan salah satu inovasi pengaliran sampah pada tempat pengolahan akhir
sampah sehingga sampah Organik dan sampah Anorganik tetap terpisah. Sampah
organik dilengkapi dengan sensor karbon sehingga apabila sampah yang tidak
memiliki kandungan karbon tidak akan dapat masuk dalam sampah organik hal ini
mempengaruhi terbuka ataupun tidaknya pada tutup tempat sampah.

Teknik Implementasi yang Akan Diterapkan


Prosedur Penerapan Gagasan
Implementasi gagasan ini dilakukan dengan beberapa tahapan berikut: (1)
Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan menggalakkkan pentingnya melakukan
pemisahan sampah dan pengolahan sampah menjadi sesuatu yang dapat
dimanfaatkan. (2) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berperan
membangun infrastruktur Garbage Controlling Unit sehingga mampu mengatasi
adanya penumpukan sampah tanpa pengolahan (3) Teknisi merealisasikan desain
Garbage Controling Unit (4) Masyarakat lebh selektif dalam memilah sampah
organik maupun sampah anorganik.

Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh


Hipotesa Garbage Controlling Unit di Masyarakat

Garbage Controlling Unit mampu diaplikasikan dalam ranah luas sehingga


kesejahteraan masyarakat akan tercapai. Dalam implementasi Garbage Controlling
Unit akan memberikan manfaat yang besar bagi dunia kesehatan yakni meminimalisir
terjadinya pencemaran lingkungan, mengurangi penumpukan sampah dengan
pengolahan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mmembiasakan
masyarakat dalam pemisahan sampah organik dan sampah anorganik, Prediksi hasil
yang akan diperoleh dalam menggunakan konsep ini adalah pengurangan
penumpukan sampah dan masyarakat lebih selektif dalam memilih sampah organik
dan sampah anorganik.

Daftar Pustaka
Abdullah. 1994. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7. Terjemahan Ghoffar E. M, M.A. & Al
Atsari, A. I. 2004. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Al-Maraghi, Ahmad Musthafa. 1365 H. Tafsir al-Maraghi. Kairo: penerbit Musthafa


al-Babi al-Halabi.

Depag RI. 2014. Alquran dan Tafsirnya Jilid 4. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.
Depag. 2012. Al-Qur’an al Karim dan Terjemahnya. Jakarta: Depag

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa


Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa


Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana

Biodata Ketua Pelaksana

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Trio Erik Setyawan


2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi Fisika
4 NIM/NIDN 160322605248
5 Tempat dan Tanggal Lahir Ponorogo, 6 November 1996
6 E-mail Trio.erik06@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 081217351190
B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama SDN TURI MTsN Jetis SMK PGRI 2
Institusi PONOROGO
Jurusan TKR
Tahun 2003 – 2009 2009 - 2012 2012 – 2015
Masuk-Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan


Seminar Ilmiah Tempat

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an MTQ Mahasiswa
FMIPA 2 Tahun 2018
Malang, 11 April 2018
Pengusul

Trio Erik Setyawan


Biodata Anggota Pelaksana
A. Anggota Pelaksana
1 Nama Lengkap Ishmah Luthfiyah
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi S1 Fisika
4 NIM 160322605202
5 Tempat dan Tanggal Lahir Malang, 9 Juli 1998
6 E-mail Fiyaishmah99@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085812525219

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama MI WALI SONGO MTsN MAN Wlingi
Institusi Jambewangi
Jurusan IPA
Tahun 2004 – 2010 2010 - 2013 2013 – 2016
Masuk-Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan Tempat
Seminar Ilmiah

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1. Semi Final Gelegar Statistika STIS (Sekolah Tinggi 2014
Nasional 2014 Ilmu Statistika)

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an MTQ Mahasiswa
FMIPA 2 Tahun 2018

Malang, 11 April 2018


Pengusul

Ishmah Luthfiyah
A. Identitas Anggota

1 Nama Lengkap Vidia Anggelismalam


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi S1 Fisika
4 NIM 160322605255
5 Tempat dan Tanggal Lahir Mojokerto, 21 Juni 1997
6 E-mail vanggelismalam@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082244349292

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama SDN MOJOSARI SMPN 1 NGORO SMKN 1
Institusi PUNGGING
Jurusan Multimedia
Tahun 2004 – 2010 2010 - 2013 2013 – 2016
Masuk-Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Waktu dan Tempat
Seminar Ilmiah
1
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an MTQ Mahasiswa
FMIPA 2 Tahun 2018

Malang, 11 April 2018


Pengusul

Vidia Anggelismalam
Lampiran 2. Biodata Dosen Pembimbing

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap dan Gelar Nurul Hidayat, S.Si., M.Si.

2 Jenis Kelamin Pria

3 Agama Islam

4 Golongan/Pangkat/NIP IIIb/Tenaga
Dosen/198908282015041001

5 Jabatan Fungsional -

6 Fakultas/Jurusan MIPA/Fisika

7 Alamat Instansi Jl. Semarang 5 Malang

8 No.Telp/Fax 0341-551312

9 Alamat Rumah Perum Arumba Utama C1 Malang

10 No.Telp/HP +6285649799244

A. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama Institusi Universitas Negeri Institut Teknologi


Malang (UM) Sepuluh Nopember
(ITS)

Jurusan Fisika Fisika

Tahun Lulus 2010 2013

B. Pengalaman Bidang Penelitian dan Karya Ilmiah

No Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Waktu dan


Ilmiah/Seminar Tempat

1 Seminar Nasional Sintesis Partikel Nano 2010


Fisika II Spinel Zn1-xCoxMn2O4
(0 ≤ x ≤ 0,1) dengan Surabaya
Metode Sonokimia dan
Karakterisasi Struktur
serta Dielektrisitasnya
2 Seminar Nasional Aplikasi Kavitasi 2010
Pendidikan dan MIPA Akustik untuk Sintesis
Nanomaterial Malang
Hetaerolite (ZnMn2O4)
serta Karakteristik
Geometri Kristalnya

3 International Synthesis of Mn3- 2011


Conference on Natural xCoxO4 (0 ≤ x ≤ 0.3)
Sciences Nanoparticles and Malang
Their Crystal Structure
and Dielectric
Properties
Investigations

4 International Analysis of Crystal 2011


Conference on Natural Structure and Dielectric
Malang
Sciences of Zn2+ Ion Doped
Nanoparticle Magnetite
Based on Iron Sand
Synthesized by
Coprecipitation Method

5 American Institute of Thermal Expansion 2013


Physics Coefficient Prediction
of Fuel-Cell Seal
Materials from Silica
Sand

6 The 2nd International Compositional Phase 2012


Conference on Analysis of Natural Palangkaraya
Theoretical dan Applied Silica Sand as a
Physics dan Simposium Potential Component
Fisika Nasional XXV for Fuel-Cell Seal
Materials

7 Seminar Nasional Gradualisme Struktur 2015


Fisika dan Kristal dan Sifat
Pembelajarannya Mekanik Material Malang
Fungsional Kalsit-
Mg/Al Hasil Fabrikasi
dengan Metode
Infiltrasi

8 Seminar Nasional Dependensi Sudut 2015


Fisika dan Putar pada Konsentrasi
Pembelajarannya Larutan Gula dalam Malang
Sistem Polarimeter
Berbasis Komputer

9 Seminar Nasional Analisis Struktur Nano 2015


Fisika dan Bertingkat Partikel
Pembelajarannya Magnetite Malang

10 The 9th Seminar on Effect of Particle 2015


Magnetic Materials Concentration on the
Fractal Structures of Palembang
Fe3O4 Ferrofluid and
Its Nanostructural
Ordering Induced by
Magnetic Field: A
Small Angle Neutron
Scattering Study

11 Seminar Nasional Komparasi Analisis 2016


Fisika dan Ukuran Kristal Partikel
Pembelajarannya Nano Magnetit Malang
Berbasis Data Difraksi
Sinar-X dengan
Beragam Metode

12 Seminar Nasional Karakteristik 2016


Fisika dan Hidroksiapatit Doping
Pembelajarannya Silikon Si0,5HA Hasil Malang
Reaksi Keadaan Padat
dan Potensinya sebagai
Material Biomedis.

13 Seminar Nasional Sintesis dan 2016


Fisika dan Karakterisasi Struktur
Pembelajarannya Kristal Berbasis XRD Malang
Superkonduktor
BSCCO 2212 Doping
Timbal

14 Seminar Nasional Analisis Ketebalan 2016


Fisika dan Lapisan ZnO terhadap
Pembelajarannya Fasa Kristal, Morfologi Malang
dan Rapat Arus Sel
Surya Perovskite
CH3NH3PbI3/ZnO

15 Seminar Nasional Diode Zener Tester 2016


Fisika dan 45V dengan Resolusi
Pembelajarannya 0,05V. Malang

16 Seminar Nasional Efek Aggregasi Filler 2016


Fisika dan Magnetit terhadap Pola
Pembelajarannya Struktur Nano Ferogel Malang
dengan Pendekatan
Analisis Model
Beaucage.

17 Seminar Nasional Pengaruh Konsentrasi 2016


Fisika dan Partikel Nano Fe3O4
Pembelajarannya terhadap Struktur Malang
Kristal dan Rapat Arus
Sel Surya
Perovskite/TiO2.

18 The 4th International Noninvasive and 2016


Conference on Painless Urine Glucose
Advanced Materials Detection Using Malang
Science and Computer-based
Technology Polarimeter

19 The 4th International Natural Silica- 2016


Conference on Sand/Alumina Ceramic
Advanced Materials Composites: Promising Malang
Science and Candidates for Fuel-
Technology Cell Sealants

20 The 4th International Distribution Analysis 2016


Conference on of Nano Crystallites on
Advanced Materials Poly(vinyl Alcohol) Malang
Science and Hydrogels Investigated
Technology by A Synchrotron

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an MTQ Mahasiswa
FMIPA 2 Tahun 2018
Malang, 11 April 2018
Dosen Pembimbing

Nurul Hidayat,M.Si

NIDN 0028088901
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Penulis

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Jalan Semarang, 5 Malang 65145 Telp. (0341) 551312
Laman: www.um.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PENULISAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Trio Erik Setyawan

NIM : 160322605248

Program Studi : S1 Fisika

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dengan ini menyatakan bahwa Proposal Karya Tulis Ilmiah dengan judul :

RANCANG BANGUN TEKNOLOGI GCU (GARBAGE CONTROLLER


UNIT) DALAM MENGATASI PENUMPAKKAN SAMPAH

Adalah bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana
lain. Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka kami siap menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Malang, 11 April 2018

Mengetahui,
Ketua Jurusan Ketua Pelaksana

Dr.Sentot Kusairi, M.Si. (Trio Erik Setyawan)


NIP 196710281992031001 NIM: 160322605248
Lampiran 4. Struktur Organisasi Kelompok dan Uraian Tugas

No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


studi/Fakultas Ilmu Waktu
1 Trio Erik S1 FISIKA Sains dan 10 jam/ 1.Menyusun konsep
Setyawan FMIPA Teknologi minggu Teknologi GCU
160322605248 (Garbage Controller
Unit)
2. Merancang
Teknologi GCU
(Garbage Controller
Unit)
3. Bertanggung Jawab
atas semua yang
dikerjakan
4. Membahas atau
menelaah Teknologi
GCU dalam prespektif
sains dan pendidikan
2 Ishmah S1 FISIKA Sains dan 10 jam/ 1. MengKaji
Luthfiyah FMIPA Teknologi minggu efektifitas dan
160322605202 efisiensi kegunaan
GCU (Garbage
Controller Unit)
2. Membahas dan
menelaah GCU
(Garbage Controller
Unit) dalam prespektif
Alquran dan
pengetahuan agama

3 Vidia S1 FISIKA Sains dan 10 jam/ 1.Mendesain Konsep


Anggelismala FMIPA Teknologi minggu dari Teknologi GCU
m (Garbage Controller
160322605255 Unit)
2. Menyusun
Karkteristik Teknologi
GCU (Garbage
Controller Unit)