Anda di halaman 1dari 11

XV.

Rencana Tindakan Keperawatan Jiwa

Perencanaan Keperawatan Isolasi sosial

Perencanaan
Rasional
Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
Pasien mampu : Setelah … pertemuan SP 1 (Tgl …)
 Menyadari pasien dapat : 1. Identifikasi penyebab 1. Mengetahui
penyebab  Membina hubungan  Siapa yang satu rumah penyebab isolasi
isolasi social saling percaya dengan pasien soaial dan
 Berinteraksi  Menyadari penyebab  Siapa yang dekat dengan memudahkan
dengan orang isolasi social, pasien? Apa penyebabnya? dalam intervensi
lain keuntungan dan  Siapa yang tidak dekat selanjutnya.
kerugian tidak dengan pasien apa sebabnya?
berinteraksi dengan 2. Tanyakan keuntungan dan 2. Apersepsi dengan
orang lain kerugian berinteraksi dengan pasien dan
 Melakukan interaksi orang lain menambah
dengan orang lain  Tanyakan pendapat pasien pengetahuan
secara bertahap tentang kebiasaan pasien tentang
berinteraksi dengan orang keuntungan dan
lain kerugian tidak
 Tanyakan apa yang berinteraksi
menyebabkan pasien tidak
ingin berinteraksi dengan
orang lain
 Diskusikan keuntungan bila
pasien memiliki banyak
teman dan bergaul akrab
dengan mereka
 Diskusikan kerugian bila
pasien hanya mengurung diri
dan tidak bergaul dengan
orang lain
 Jelaskan pengaruh isolasi
social terhadap kesehatan
fisik pasien
3. Menambah
3. Latih berkenalan
pengetahuan dan
 Jelaskan kepada pasien cara
keterampilan
berinteraksi dengan orang
pasien dalam
lain
berkenalan
 Berikan contoh cara dengan orang lain.
berinteraksi dengan orang
lain
 Beri kesempatan pasien
mempraktekan cara
berinteraksi dengan orang
lain yang dilakukan
dihadapan perawat
 Mulailah bantu pasien
berinteraksi dengan satu
orang teman / anggota
keluarga
 Bila pasien sudah
menunjukan kemajuan
tingkatkan jumlah interaksi
dengan 2, 3, 4 orang dan
seterusnya
 Beri pujian untuk setiap
kemajuan interaksi yang telah
dilakukan oleh pasien
 Siap mendengarkan ekspresi
perasaan pasien setelah
berinteraksi dengan orang
lain, mungkin pasien akan
mengungkapkan keberhasilan
atau kegagalannya, beri
dorongan terus menerus agar
pasien tetap semangat
mengingatkan interaksinya 4. Mendisiplinkan dan
4. Masukan dalam jadwal kegiatan melatih pasien
pasien untuk terus
berkenalan

SP 2 (Tgl … )
1. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1. Mengetahui
1) perkembangan
2. Latih berhubungan social secara pasien dan data
3. Masukkan dalam jadwal dasar untuk
kegiatan pasien intervensi
selanjutnya
2. Menumbuhkan
keterbiasaan dan
motivasi untuk
berinteraksi
3. Mendisiplinkan
dan melaitih
pasien untuk terus
berkenalan

SP 3 ( Tgl … ) 1. Mengetahui
1. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP perkembangan
1 & 2) pasien dan data
2. Latih cara berkenalan dengan dasar untuk
dua orang atau lebih intervensi
selanjutnya
2. Menumbuhkan
keterbiasaan dan
motivasi untuk
3. Masukkan dalam jadwal
kegiatan pasien berinteraksi dengan
orang yang lebih
banyak
3. Memotivasi pasien
untuk terus
berinteraksi dengan
orang lain
Sumber : RSJ Provinsi Jawa Barat 2007, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa (SAK Khusus

a. Diagnosa II : Gangguan persepsi sensori : Halusinasi

Tabel 2.5
Perencanaan Keperawatan Gangguan sensori persepsi: Halusinasi

Perencanaan
Rasional
Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
Pasien mampu : Setelah … pertemuan SP 1 (Tgl …. )
 Mengenali pasien............... dapat 1. Bantu pasien mengenal 1. Dengan mengenal
halusinasi yang menyebutkan : halusinasi : halusinasinya
di alaminya  Isi, waktu, frekuensi,  Isi perawat dapat
 Mengontrol situasi pencetus,  Waktu terjadinya mengidentifikasi
halusinasinya perasaan  Frekuensi masalah klien
 Mengetahui  Mampu  Situasi pencetus sehingga bisa
program memperagakan cara  Perasaan saat terjadi tentukan cara
pengobatan dalam mengontrol halusinasi dalam proses
secara optimal halusinasi penyembuhan
2. Latih mengontrol halusinasi 2. Dengan
dengan cara menghardik. mengajarkan cara
Tahapan tindakannya meliputi : mengontrol
 Jelaskan cara menghardik halusinasi, klien
halusinasi mampu mengatasi
saat halusinasi
 Peragakan cara menghardi
muncul.
 Minta pasien memperagakan
ulang
 Pantau penerapan cara ini,
beri penguatan perilaku
pasien
3. Masukkan dalam jadwal
3. Memudahkan klien
kegiatan pasien
dalam mengingat
aktivitas yang
dilakukan

Setelah … pertemuan SP 2 (Tgl … )


pasien mampu : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1. Mengetahui
 Menyebutkan 2. Latih berbicara/bercakap perkembangan
kegiatan yang sudah dengan orang lain saat pasien dan data
dilakukan halusinasi muncul dasar untuk
 Memperagakan cara 3. Masukkan dlm jadwal kegiatan intervensi
bercakap – cakap pasien selanjutnya
dengan orang lain 2. Dengan melatih
pasien
mengendalikan
halusinasi dengan
cara bercakap-
cakap dapat
mengalihkan
halusinasinya
3. Memudahkan klien
dalam mengingat
aktivitas yang
dilakukan

Setelah … pertemuan SP 3 ( Tgl … ) 1. Mengetahui


pasien mampu : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP perkembangan
 Menyebutkan 1 & 2) pasien dan data
kegiatan yang sudah 2. Latih kegiatan agar halusinasi dasar untuk
dilakukan. tidak muncul, tahapannya : intervensi
 Membuat jadwal  Jelaskan pentingnya aktivitas selanjutnya
kegiatan sehari-hari yang teratur untuk mengatasi 2. Dengan
yang mampu halusinasi menganjurkan
memperagakannya  Diskusikan aktivitas yang pasien
biasa dilakukan oleh pasien memasukkan dalam
 Latih pasien melakukan jadwal kegiatan
aktivitas sehari-hari agar
 Susun jadwal aktivitas sehari mengalihkan
– hari sesuai dengan aktivitas halusinasinya
yang telah di latih (dari
bangun pagi sampai tidur
malam)
 Pantau pelaksanaan jadwal
kegiatan, berikan penguatan
terhadap perilaku pasien yang
(+)
Setelah … pertemuan SP 4 (Tgl … ) 1. Mengetahui
pasien mampu : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP perkembangan
 Menyebutkan 1,2 & 3) pasien dan data
kegiatan yang sudah 2. Tanyakan program pengobatan dasar untuk
dilakukan  Jelaskan pentingnya intervensi
 Menyebutkan penggunaan obat pada selanjutnya
manfaat dari gangguan jiwa 2. Dengan
program pengobatan  Jelaskan akibat bila tidak memberikan
digunakan sesuai program pendidikan
 Jelaskan akibat bila putus kesehatan agar
obat memandirikan
 elaskan cara mendapatkan pasien dan
obat/berobat mempercepat
 Jelaskan pengobatan (5 B) penyembuhan
 Latih pasien minum obat pasien.
3. Masukkan dalam jadwal 3. Dengan
harian pasien menganjurkan
pasien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan
sehari-hari agar
mengetahui waktu
makan obat
Sumber : RSJ Provinsi Jawa Barat 2007, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa (SAK Khusus)

b. Diagnosa III : Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

Tabel 2.6
Perencanaan Keperawatan Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

Perencanaan
Rasional
Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
Pasien mampu : Setelah … pertemuan SP. 1 (Tgl ….)
 Mengidentifikasi pasien mampu: 1. Identifikasi kemampuan 1. Resportment
kemampuan dan aspek  Mengidentifikasi positif yang dimiliki positif dapat
positif yang dimiliki. aspek positif yang  Diskusikan bahwa memotovasi
 Memiliki kemampuan dimiliki. klien masih memiliki klien dan
yang dapat digunakan.  Memilih sejumlah kemampuan meningkatkan
 Menetapkan/memilih kemampuan yang dan aspek positif harga diri klien.
kegiatan yang sesuai dapat di seperti kegiatan klien
dengan kemampuan. gunakan.memilih di rumah adanya
 Melatih kegitan yang kegiatan sesuai keluarga dan
sudah dipilih sesuai kemampuan yang lingkungan terdekat
dengan kemampian dimiliki. klien.
klien.  Melakukan kegiatan  Beri pujian yang
 Merencanakan kegiatan yang sudah realistis dan hindarkan
yang sudah di latih. dipilih,merencanaka stiap klien betemu
n kegiatan yang dengan klien menilai
sudah dilatih negative.
2. Nilai kemampuan yang 2. Nilai
dilakukan saat ini. kemampuan
 Diskusikan dengan klien dalam
klien membuat
kemampuannyang keputusan dalam
masih dilakukan. memilih kegiatan
 Bantu klien yang dipilihnya
menyebutkan dan
memberi terhadap
kemampuan diri yang
sedang dilakukan.
 Perlihatkan respon
yang kondustif dan
menjadi pendengar
yang aktif.
3. Pilih kemampuan yang
akan dilatih 3. Membantu klien
 Diskusikan dengan untuk menetukan
klien tentang beberapa dan memilih
aktifitas yang dapat kegiatan yang
dilakukan dan dipilih akan dipillih.
sebagai kegitan klien
yang dilakukan sehari-
hari.
 Bantu klien
menetapkan aktivitas
mana yang dapat
dilakukan secara
mandiri.
 Aktivitas memerlukan
bantuan minimal dari
keluarga.
 Aktivitas apa saja yang
perlu bantuanpenuh
dari keluarga atau
lingkunga terdekat
klien.
 Susun bersama klien
atau kegiatan sehari –
hari klien atau kegiatan
sehari – hari klien.
4. Nilai kemampuan petama 4. Memberi
yang telah dipilih. stimulasi kepada
 Diskusikan dengan klien untuk
klien untuk menilai dan
menetapkan urutan menetapkan
kegiatan yang sudah di aktivitas yang
pilih klienyang akan di akan dilakukan.
latih.
 Bersama klien dan
keluarga
memperagakan bebrapa
kegiatan yang aka di
lakukan klien.
 Berikan dukungan dan
pujian ke pada klien.
5. Masukan dalam jadwal 5. Untuk
kegiata klien. memudahkan
klien dalam
 Beri kesempatan pada melakukan
klien untuk mencoba kegiatan
kegiatan.
 Beri pujian atas
aktifitas/kegiatan yang
dapat dilakukan klien
setiap harinya.
 Tingkatkan kegiatan
sesuai toleransi dan
perubahan
 Susun daftar aktifitas
yang sudah di latih
bersama klien dan
keluarga.
 Berikan kesempatan
klien untuk
mengungkapkan
perasaannya setelah
melaksanakan
kegiatannya.

SP. 2 (Tgl … ) 1. Mengetahui


1. Evaluasi hasil perkembangan
kegiatanyang lalu (Sp1) pasien dan data
dasar untuk
intervensi
selanjutnya
2. Pilih kemampuan kedua 2. Memilih cara lain
yang dapat dilakukan yang sesuai
dengan
. kemampuannya
3. Latih kemampuan yang 3. Menumbuhakan
dilatih. semangat dalam
melatih
kemampuan yang
dipilih klien
4. Masukan dalam jadwal 4. Untuk
harian klein. memudahkan
klien dalam
melakukan
kegiatan

SP. 3 (Tgl ….) 1. Mengetahui


1. Evaluasi kegiatan yang perkembangan
lalu(Sp1san 2). pasien dan data
dasar untuk
intervensi
selanjutnya
2. Memilih kemampuan 2. Menumbuhakan
ketiga yang dapat semangat dalam
dilakukan melatih
kemampuan yang
dipilih klien
3. Masukan dalam jadwal 3. Untuk
kegiatan klien memudahkan
klien dalam
melakukan
kegiatan
Sumber : RSJ Provinsi Jawa Barat 2007, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa (SAK Khusus

c. Diagnosa IV : Resiko perilaku kekerasan

Tabel 2.7
Perencanaan Keperawatan Resiko perilaku kekerasan

Perencanaan
Rasional
Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
1. Pasien mampu: 7. Setelah …. pertemuan SP. 1 (Tgl ….. )
2. Mengidentifikasi pasien mampu: 1. Identifikasi penyebab, tanda 1. Mengetahui
penyebab dan 8. Menyebutkan dan gejala serta akibat perilaku penyebab dan tanda
tanda perilaku penyebab, tanda, kekerasan dari perilaku
kekerasan gejala dan akibat kekerasan
3. Menyebutkan perilaku kekerasan 2. Latih cara fisik 1 : tarik nafas 2. Tarik nafas dalam
jenis perilaku 9. Memperagakan dalam dapat
kekerasan yang cara fisik 1 untuk merelaksakikan
pernah mengontrol otot-otot dan
dilakukan perilaku kekerasan pikiran
4. Menyebutkan 3. Masukkan dalam jadwal harian 3. Pasien terbiasa
akibat dari pasien tarik nafas dalam
perilaku
kekerasan yang
dilakukan
5. Menyebutkan
cara mengontrol
perilaku
kekerasan
6. Mengontrol
perilaku
kekerasan
secara: fisik,
social/verbal,
spiritual, terapi
psikofarmaka.

Setelah … pertemuan SP. 2 (Tgl …….. )


pasien mampu: 1. Evaluasi kegiatan yang lalu 1. Mengetahui
 Menyebutkan (SP 1) keberhasilan SP.1
kegiatan yang 2. Latih cara fisik 2: pukul bantal 2. Memukul bantal/
sudah dilakukan / kasur kasur mengurangi
 Memperagakan kerusakan akibat
cara fisik untuk perilaku kekerasan
mengontrol 3. Masukkan dalam jadwal harian 3. Pasien terbiasa da
perilaku kekerasan pasien terlatih
melampiaskan
amarah pada objek
yang tidak keras.
Setelah … pertemuan SP. 3 (Tgl …….) 1. Mengetahui
pasien mampu: 1. Evaluasi Kegiatan yang lalu perkembangan
10. Menyebutkan (SP 1 dan SP 2) pasien dan data
kegiatan yang dasar untuk
sudah dilakukan intervensi
11. Memperagakan selanjutnya
cara social / verbal 2. Latih cara social / verbal: 2. Klien mampu
untuk mengontrol menolak dengan baik, meminta mengontrol emosi
perilaku kekerasan dengan baik, mengungkapkan dengan cara
dengan baik berbicara dengan
baik dan suara yang
pelan
3. Masukkan dalam jadwal harian 3. Untuk
pasien mengingatkan atau
memudahkan klien
dalam melakukan
kegiatan yang telah
dilatih

Setelah … pertemuan SP. 4 (Tgl ……) 1. Mengetahui


pasien mampu : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu perkembangan
12. Menyebutkan (SP 1, 2, dan 3) pasien dan data
kegiatan yang dasar untuk
sudah dilakukan intervensi
13. Memperagakan selanjutnya
cara spiritual 2. Latih secara spiritual: salat, 2. Klien mampu
berdo’a mengontrol emosi
dengan cara berdoa
dan shalat
3. Masukkan dalam jadwal harian 3. Untuk
pasien mengingatkan atau
memudahkan klien
dalam melakukan
kegiatan yang telah
dilatih
Setelah … pertemuan SP.5 (Tgl …..) 1. Mengetahui
pasien mampu : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu perkembangan
 Menyebutkan (SP. 1, 2, 3 dan 4) pasien dan data
kegiatan yang 2. Latih patuh minum obat: dasar untuk
sudah dilakukan  Minum obat secara teratur intervensi
 Memperagakan dengan prinsip 5B selanjutnya
cara patuh obat  Susun jadwal minum obat 2. Menambah
secara teratur pengetahuan dan
3. Masukkan dalam jadwal harian memotivasi pasien
pasien untuk
menggunakan
obat secara teratur
3. Melatih pasien
minum obat secara
teratur
Sumber : RSJ Provinsi Jawa Barat 2007, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa (SAK Khusus

d. Diagnosa IV : Defisit perawatan diri

Tabel 2.8
Perencanaan Keperawatan Defisit perawatan diri

Perencanaan
Rasional
Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
Pasien ammpu : Setelah.......,pertemuan SP. 1 (Tgl .........)
14. Melakukan pasien dapat menjelaskan 1. Identifikasi 1. Dengan
kebersihan diri pentingnya :  Kebersihan diri mengidentifikasi
secara mandiri  Kebersihan diri  Berdandan dapat mengetahui
15. Melakukan  Berdandan / berhias  Makan masalah yang
berhias /  Makan  BAB / BAK timbul pada klien.
berdandan secara  BAB / BAK 2. Jelaskan pentingnya 2. Dengan
baik  Dan mampu kepersihan diri menjelaskan
16. Melakukan melakukan cara 3. Jelaskan alat dan cara pentingnya
makan dengan merawat diri kebersihan diri perawatan diri
baik diharapkan klien
17. Melakukan 4. Masukan dalam jadwal dapat mangatahui
BAB / BAK kegiatan pasien pentingnya
secara mandiri. perawatan diri
3. Dengan
menjelaskan alat
– alat dan cara
pengguanaanya
diharapkan klien
mapu
memperagakanny
a
4. Dapat
mengorganisir
kegiatan klien.

Setelah … pertemuan SP. 2 (Tgl..........)


pasien mampu: 1. Evaluasi kegiatan yang lalu 1. Mengetahui
 Menyebutkan (SP 1) kemajuan klien
kegiatan yang sudah 2. Jelaskan pentingnya 2. Dengan
dilakukan berdandan menjelaskan
 Memperagakan cara 3. Latih cara berdandan pentingnya
fisik untuk Untuk pasien laki-laki berdandan
mengontrol perilaku meliputi cara : diharapkan klien
kekerasan  Berpakaian dapat merawat
 Menyisir rambut penampilannya
 Bercukur 3. Dengan melatih
Untuk pasien perempuan membuat klien
 Berpakain lebihmhir dalam
 Menyisir rambut berdandan
 Berhias
4. Masukan ke dalam jadwal
harian pasien

4. Dapat
mengorganisir
kegiatan klien.
Setelah … pertemuan SP. 3 (Tgl...........)
pasien mampu: 1. Evaluasi Kegiatan yang lalu 1. Mengetahui
 Menyebutkan (SP 1 dan SP 2) perkembangan
kegiatan yang sudah 2. Jelaskan cara dan alat makan pasien dan data
dilakukan yang benar dasar untuk
 Memperagakan cara  Jelaskan cara intervensi
social / verbal untuk mempersiapkan makan selanjutnya
mengontrol perilaku  Jelaskan cara 2. Klien termotivasi
kekerasan merapihkan peralatan untuk melakukan
makan setelah makan perawatan secara
 Praktek makan sesuai mandiri
dengan tahapan makan 3. Klien mampu
yang baik makan dengan
3. Latih kegiatan makan sopan
4. Masukkan ke dalam jadwal 4. Untuk
kegiatan pasien mengingatkan
atau
memudahkan
klien dalam
melakukan
kegiatan yang
telah dilatih

Setelah … pertemuan SP. 4 (Tgl.........) 1. Mengetahui


pasien mampu : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu keberhasilan SP
 Menyebutkan kegiatan (SP 1, 2, dan 3) 1 dan 2
yang sudah dilakukan 2. Latih cara BAB / BAK yang 2. Klien termotivasi
 Memperagakan cara baik untuk
spiritual  Menjelaskan tempat BAB melakuakan
/ BAK yang sesuai perawatan secara
 Menjelaskan cara mandiri
membersihkan diri setelah
BAB / BAK
Sumber : RSJ Provinsi Jawa Barat 2007, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa (SAK Khusus)