Anda di halaman 1dari 3

Budidaya Nanas di Tangkit

Tangkit Baru adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten
Muaro Jambi, Jambi, Indonesia. Desa ini dijuluki desa emas sejuta karena sebagian besar
penduduknya bergantung pada perkebunan nanas dan merupakan sentra produksi nanas. Tangkit
baru merupakan daerah yang dikembangkan dengan swadaya masyarakat, dan 98 % penduduk
Tangkit baru adalah warga keturunan Bugis Wajo yang berasal dari Sulawesi Selatan. Majunya
perkebunan nanas di daerah Tangkit Baru sedikit demi sedikit mampu membangkitkan
perekonomian desa dengan luas lahan yang dikelola masyarakat seluas 1800 hektar. Sebagian
lahan dijadikan sebagai tempat budidaya ikan dan sebagian lahan dikelola masyarakat untuk
budidaya nanas.

Nanas bagi Provinsi Jambi merupakan salah satu komoditi buah-buahan unggulan daerah
yang menjanjikan dengan jumlah populasi nanas antara 11 juta- 13 juta rumpun. Salah satu kendala
dalam budidaya nanas adalah ketersediaan bibit, baik kualitas maupun kuantitas. Nanas dapat
diperbanyak secara vegetatif maupun generatif. Teknik umum untuk perbanyakan tanaman nanas
masyarakat Tangkit Baru menggunakan teknik perbanyakan secara vegetatif seperti menggunakan
tunas anakan, tunas batang, setek mahkota dan slip jarang menggunakan perbanyakan secara
generatif menggunakan biji karena sulit didapatkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama
untuk berbuah. Komoditi nanas merupakan komoditi unggulan desa ini, sejak puluhan tahun yang
lalu telah diusahakan oleh masyarakat. Mata pencaharian masyarakat umumnya dari sektor ini,
hampir seluruh kepala keluarga memiliki kebun nanas. Areal perutukan lahan nanas seluas 800 Ha,
potensi pengembangan masih tersedia. Saat ini areal lahan diperkirakan hanya 500 – 600 Ha yang
produktif dengan produksi rata-rata mencapai 20.000 buah perhari.

Adapun factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan nanas di daerah tangkit yaitu:

Faktor Klimatik

Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap penanaman dan pertumbuhan tanaman nanas. Dalam
hal ini curah hujan, kelembaban, ketinggian, cahaya matahari dan juga suhu sangatlah penting
diperhatikan. Adapun faktor iklim yang perlu diperhatikan ialah:
1. Suhu (temperatur)

Suhu yang tepat untuk budidaya nanas agar proses pembuahannya bagus berada pada tempat yang
kisaran suhu 23-32 0C, tetapi juga dapat hidup di lahan bersuhu rendah sampai 10 0C. Daerah
Tangkit memiliki suhu rata-rata 27 0C cocok untuk membudidayakan nanas.

2. Ketinggian tempat

Nanas masih dapat ditanam pada daerah dengan ketinggian tempat 800-1200 m di atas permukaan
laut. Pertumbuhan optimum tanaman nanas pada ketinggian antara 100-700 m diatas permukaan
laut. Daerah tangkit berada pada ketinggian 100 m diatas permukaan laut, daerah ini cocok untuk
budidaya nanas (Noffiar, 2009).

3. Panjang hari

Tanaman nanas lebih menghendaki daerah yang terbuka, dengan penyinaran 33-71 % dari
kelangsungan maksimumnya dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam. Apabila tanaman nanas
berada ditempat yang terlindungi buah akan kecil dan rasa dari nanas tersebut asam

4.Distribusi curah hujan

Tanaman nanas dapat tumbuh pada iklim basah maupun kering, baik tipe iklim A, B, C maupun
D,E, dan F. Tipe iklim A terdapat pada daerah yang amat basah, B daerah yang beriklim basah, C
daerah yang beriklim agak basah, D daerah yang beriklim sedang, E daerah yang beiklim agak
kering dan F merupakan daerah yang kering. Pada umumnya tanaman ini toleran terhadap
kekeringan serta memiliki kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000- 1500 mm/ tahun.

Faktor Biotik

Pada lahan penanaman nanas di daerah Tangkit Baru Jambi terdapat flora dan fauna yang dapat
menambah kesuburan tanah dan yang dapat merusak. Flora yang terdapat di antaranya adalah
gulma yang berdaun lebar, alang-alang, pakis, teki-tekian dan golongan rumput-rumputan.
Sedangkan fauna yang terdapat pada lahan pertanaman nanas diantaranya adalah tikus, unggas.
Namun juga ditemukan fauna yang menguntungkan seperti cacing
Faktor Edafik

Budidaya tanaman nanas bisa tumbuh pada semua jenis tanah, meskipun demikian lebih cocok
pada tanah yang mengandung pasir, subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik serta
kapur yang rendah seperti lahan gambut yang ada didaerah Tangkit dengan pH 4,5 – 6,5. Tanah
yang mengandung kapur

( pH lebih dari 6,5) menyebabkan menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. Pada pH
dibawah 4,5 akan mengakibatkan terjadinya penurunan unsur fosfor, kalium, belerang , kalsium,
magnesium dan molibdinum dengan cepat.