Anda di halaman 1dari 6

BAB 3

ASUHAN KEPERAWATAN UMUM

A. Pengkajian
a. Identitas Klien: untuk mengkaji status klien
1. Nama: untuk menghindari kesalahan klien dan prosedur
2. Umur: Puncak insiden dari batu urin dengan gejala adalah pada decade
ketiga dan keempat.
3. Jenis kelamin: Penyakit batu diketahui lebih sering terjadi pada pria
dewasa dibanding wanita, hal ini terkait dengan kondisi anatomi saluran
urinaria pria yang lebih panjang dan sempit.
4. Agama: agama tidak mempengaruhi terjadinya COB.
5. Pekerjaan: untuk mengetahui resiko terjadinya batu saluran kemih dari
riwayat pekerjaan yang dilakukan.
b. Riwayat kesehatan: diagnosa medis, keluhan utama, riwayat penyakit
sekarang, riwayat kesehatan terdahulu terdiri dari penyakit yang pernah
dialami, alergi, imunisasi, kebiasaan/pola hidup, obat-obatan yang
digunakan, riwayat penyakit keluarga.
c. Genogram
B. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum, tanda vital.
b. Pengkajian Fisik (inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi): kepala, mata, telinga,
hidung, mulut, leher, dada, abdomen, urogenital, ekstremitas, kulit dan kuku,
dan keadaan lokal.
1. B1 (Breathing) : Tidak ada gangguan dalam sistem pernapasan.
2. B2 (Blood) : Frekuensi denyut nadi meningkat, akral hangat, CRT < 3 detik,
perfusi perifer baik.

3. B3 (Brain) : Kesadaran : Composmentis GCS: E= 4, V = 5, M = 6 MK:


Tidak ada masalah keperawatan sistem persarafan pada klien batu kandung
kemih, melainkan ada factor pemicu terjadinya gangguan pada sistem
persarafan
4. B4 (Bladder) : Frekuensi berkemih yang meningkat, urine yang
masih menetes setelah berkemih, merasa tidak puas setelah berkemih, sering
berkemih pada malam hari, penurunan kekuatan, dan ukuran pancaran urine,
mengedan saat berkemih, tidak dapat berkemih sama sekali, nyeri saat
berkemih, hematuria.
5. B5 (Bowel) : Keluhan gastrointestinal seperti nafsu makan menurun,
mual,muntah dan konstipasi.

6. B6 (Bone) : Klien mengalami kelemahan fisik

C. Diagnosa Keperawatan

1. Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan disfungsi ginjal

2. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan stimulasi kandung kemih oleh


batu, obstrukai mekanik dan peradangan.

3. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan frekuensi kontraksi uretral,


trauma jaringan.

4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


mual, muntah, anorexia.

5. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual, muntah.

6. Resiko infeksi berhubungan dengan prosedur pembedahan, prosedur invasif.

7. Deprivasi tidur berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik: nyeri

8. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan


D. Intervensi Keperawatan

E.
No F. Diagnosa G. Tujuan dan Kriteria Hasil (NOC) H. Intervensi (NIC)
I. J. Resiko K. Fluid Balance M. Electrolyte monitoring
1 ketidakseimban a. Turgor kulit elastic a. Identifikasi kemungkinan penyebab
g an elektrolit b. Intake dan output cairan seimbang ketidakseimbangan elektrolit
berhubungan c. Membrane mucus lembab b. Monitor adanya kehilangan cairan dan elektrolit
dengan d. Vital signs klien dalam rentang c. Monitor adanya mual,muntah dan diare
disfungsi ginjal normal N. Fluid management
L. a. Monitor status hidrasi ( membran mukus, tekanan
ortostatik, keadekuatan denyut nadi )
b. Monitor keakuratan intake dan output cairan
c. Monitor vital signs
d. Monitor pemberian terapi IV
O. Vital sign monitoring
P. Monitor vital sign klien
Q. R. Gangguan T. Setelah diakukan tindakan keperawatan
2 eliminasi urine pola eliminasi urine klien normal.
b.d stimulasi ,. TTV dalam batas normal i.Tidak ada
a keluhan dalam melakukan BAK .Produksi
kandung kemih urine 500cc/jam I.Tidak ada distensi kandung 1. Observasi pola berkemih klien dan produksi urine
b oleh batu, ( kemih . Tidak terjadi hematuri Urine tidak setiap jam
obstrukai ( keruh. 2. Observasi input dan output cairan klien.
mekanik dan e 3. Palpasi kemungkinan adanya distensi kandung kemih.
peradangan. f 4. Anjurkan untuk BAK setiap 3-4jam.
S. 5. Anjurkan untuk minum minimal 2000cc/hari.
6. Kolaborasi dengan tim medis dengan pemberian
antimikroba.
U. V. Nyeri akut b.d W. Setelah diberikan tindakan keperawatan X. NIC:
3 peningkatan klien mengatakan nyerinya berkurang. Y. Pain Management
E.
No F. Diagnosa G. Tujuan dan Kriteria Hasil (NOC) H. Intervensi (NIC)
frekuensi a. Secara subyektif pernyataan nyeri berkurangZ. 1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk
kontraksi atau teradaptasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor
b.
uretral, trauma Skala nyeri menurun presipitasi
jaringan c. TTV dalam batas normal dan klien terlihat AA. 2.Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
tenang. AB. 3. Ajarkan tentang teknik non farmakologi: napas
dalam, relaksasi, distraksi, kompres hangat/ dingin
AC. 4. Tingkatkan istirahat
AD. 5.Monitor vital sign sebelum dan sesudah
pemberian analgesik pertama kali
AE. AF. AH. Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi status nutrien klien, turgor kulit, BB, riwayat
4 Ketidakseimbang keperawatan klien dapat mempertahankan mual/muntah dan intregitas mukosa.
an nutrisi kurang dari kebutuhan nutrisi yang adekuat. 2. Pertahankan kebersihan mulut.
kebutuhan a.b.dMenunjukkan peningkatan nafsu makan 3.danBerikan makanan selagi hangat.
anoreksia , muntah menunjukkan peningkatan BB 4. Kolaborasi dengan ahli gizi dengan memberikan diet
dan b. Klien tidak merasa mual muntah makanan rendah kalsium.
gangguan c. Klien tidak terlihat lemas dan pucat
pencernaan. d. Mengalami peningkatan BB.
AG. e. Lab :
AI. Protein : (N : 6,1-8,2 gr), Albumin (N :
3,8-5,0 gr), gula darah PP (100-120 mg/dl)
dalam batas normal.
AJ. AK. Resiko AL.Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada 1. Observasi TTV klien
5 infeksi b.d klien tidak terjadi infeksi, terjadi perbaikan 2. Observasi luka pasca operasi klien
prosedur invasif, pada integritas jaringan lunak. 3. Lakukan tindakan rawat luka setiap hari 1. Berikan
prosedur ; ,. TTV dalam batas normal i.Tidak ada nutrisi tinggi protein
pembedahan b tanda-tanda infeksi (kalor, dolor, rubor, 5. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian
tumor, dan fungsio laesa) antibiotik.
c .Luka psaca operasi menunjukkan integritas
yang baik.
E.
No F. Diagnosa G. Tujuan dan Kriteria Hasil (NOC) H. Intervensi (NIC)
AM. AN. Deprivasi AO. AP. Manajemen lingkungan: kenyamanan (6482)
6 tidur Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan 1. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif, batasi
berhubungan klien tidak terganggu saat tidur dengan jumlah pengunjung dan waktu berkunjung
dengan kriteria hasil: 2. Sesuaikan suhu ruangan yang paling menyamankan
ketidaknyamana n i. Suhu ruangan dalam batas normal (250C) individu
fisik: nyeri (200903) AQ.
b Efek terapeutik yang diharapkan dapat AR. Terapi Relaksasi (6040)
tercapai 1. Ciptakan lingkungan yang tenang dan tanpa distraksi
c. Intoleransi pengobatan tidak terjadi i. dengan lampu yang redup suhu lingkungan yang nyaman
Respon terhadap nyeri dapat diatasi 2. Latih untuk relaksasi bernapas dalam, pernapasan perut
AS.
AT. Pemberian Obat (2300)
1. Resepkan atau rekomendasikan obat yang sesuai
berdasarkan kewenangan untuk meresepkan: obat
penenang, penghilang nyeri
2. Beritahukan klien dan keluarga mengenai jenis obat, alasan
pemberian obat, hasil yang diharapkan dan efek yang akan
terjadi sebelum pemberian obat

Daftar Pustaka

Bulecheck, et all. 2013. Nursing Interventions Classification (NIC) Sixth Edition. Mosby: Elsevier.

Doenges, M., Moorhouse, M., & Murr, A. 2010. Nursing Care Plans. USA: Mosby.

Moorhead., Johnson., Maas., & Swanson. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC). fifth Edition. USA: Mosby.

NANDA International . 2015. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi. Jakarta: EGC
Moorhead, et all. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC) Fifth Edition. Mosby: Elsevier.

Morton, P.G., Fontaine, D., Hudak, C.M., Gallo, B.M. 2011. Keperawatan Kritis: Pendekatakan Asuhan Holistik. Jakarta: EGC

Nanda International. 2015. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2015-2017 Edisi 10. Jakarta: EGC.