Anda di halaman 1dari 20

Analisa Data

Pra medikasi

No Data Etiologi Masalah Keperawatan


1 DS : Ca Serviks
- Pasien mengatakan merasa Disfungsi Seksual
sakit ketika hubungan suami-
istri Eksolitik
- terjadi perdarahan setelah
hubungan yang kemudian
berlanjut menjadi perdarahan Dari SCJ kearah
yang abnormal lumen vagina

DO:
- Terlihat adanya banyak Massa proliferasi
darah di pemalut pasien.
- Pasien tampak sering
menyendiri. Nekrosis Jaringan

2 DS : Ca Serviks
- Pasien mengatakan dirinya Keletihan
sering pusingdan lemas
Penipisan endotel
DO : pembuluh darah area
- Pasien tampak sering serviks
berbaring di tempat tidur -
Pasien tampak lesu
Perdarah : flek
Anemia

Keletihan
3 DS : Ca serviks
- Pasien mengatakan tidak Gangguam Eleminasi
bisa BAK. Urine
- BAK pada malam hari Mengenai organ lain
DO :
- Kandung kemih tampak
tegang Menekan kandung
kemih dan uretra

Pasca Medikasi

No Data Etilogi Masalah keperawatan


1. DS : Ca serviks
- Pengungkapan rasa malu/ Gangguan Citra Tubuh
bersalah
- Pengungkapan rasa negative Kemoradiasi
diri
DO:
- Menyangkal permasalahan Perubahan penampilan
- Membesar-besarkan
permasalahan
- Merasionalisasi kegagalan diri Harga diri rendah
2 DS: Ca Serviks Ansietas
- Pasien mengatakan takut mati Kemoradiasi
dan tidak mau mati
DO: Tingkat kesembuhan
- Pasien tampak gelisah
- Bingung
- TTV : N : 115 x/menit
RR : 17 x/ menit
S : 36,5 o C
TD : 70/60 mmHg

3 DS: Ca Serviks Ketidakseimangann


- Klien mengatakan mual dan nutrisi kurang dari
ingin muntah kebutuhan tubuh
- tidak nafsu makan Kemoradiasi
DO:
- BB turun mual muntah
- Porsi makan tidak habis
- Tampak kurus nafsu makan menurun

3.3 Diagnosa Keperawatan

a) Pre-medikasi

1. Keletihan berhubungan dengan anemia


2. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan obstruksi anatomik
3. Disfungsi seksual berhubungan dengan deficit pengetahuan tentang respon alternative
terhadap perubahan kondisi kesehatan

b) Pasca Medikasi

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual


dan muntah akibat dari efek samping kemoradiasi
2. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam gaya hidup dan
penampilan akibat efek samping kemoradiasi
3. Ansietas berhubungan dengan ancaman kematian
3.4 Intervensi Keperawatan

Pre medikasi
No Diagnosa Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Rasional
keperawatan
1 Keletihan Tujuan : 1. Observasi adanya pembatasan klien 1. Membantu dalam evaluasi batasan
berhubungan menghilangkan/mengurangi dalam melakukam aktivitas aktivitas yang mampu dilakukan klien
dengan anemia keletihan yang dirasakan 2. Kaji faktor yang menyebabkan 2. Untuk mengetahui faktor penyebab
klien dalam 3x24 jam kelelahan timbulnya kelelahan
Kriteria hasil: 3. Kolaborasi Pemberian asupan 3. Meningkatkan nutrisi yang adekuat
- Memverbalisasi makanan yang berenergi tinggi 4. Meningkatkan Hb yang dapat menjadi
peningkatan energi dengan ahli gizi salah satu penyebab keletihan
dan merasa lebih 4. Pemberian medikasi untuk 5. Untuk mengetahui perkembangan
baik meningkatkan Hb seperti transfusi tanda-tanda vital pasien
- Menjelaskan darah
penggunaan energi 5. Observasi TTV
untuk mengatasi
kelelahan
- Kualitas hidup
meningkat
- TTV dalam batas
normal
2 Gangguan Tujuan : ganguan eliminasi 1. Lakukan penilaian kemih yang 1. Pengkajian yang komprehensif dapat
eliminasi urin urin bekurang atau hilang komprehensif berfokus pada membantu dalam penatalaksanaan
berhubungan dalam 5x24 jam. inkontinensia (misal : output urin, yang tepat
dengan obstruksi Kriteria hasil: pola berkemih, fungsi kognitif) 2. Balance cairan dapat dijadikan sebagai
anatomik -Kandung kemih kosong 2. Memantau balance cairan indikasi terganggunya eliminasi urin
secara penuh 3. Pemasangan selang kateter sesuai klien
-Intake cairan dalam batas indikasi 3. Untuk memudahkan klien saat
normal Kolaborasi mengalami gangguan eliminasi urin
-bebas dari ISK 4. Pemberian medikasi untuk namun harus disesuaikan dengan
-Balance Cairan seimbang mengontrol urin indikasi
5. Observasi TTV 4. Membantu menurunkan gangguan
eliminasi urine
5. Untuk mengetahui pekembangan
tanda-tanda vital klien
3 Disfungsi Tujuan : 1. Ciptakan hubungan terapeutik 1. Mempermudah asuhan keperawatan
seksual setelah dilakukan tindakan atas dasar saling percaya dan untuk pasien
berhubungan keperawatan 5x24 jam klien saling menghargai, berikan 2. Menggali masalah yang dihadapi klien
dengan deficit dan pasangan dapat privasi dan kepercayaan diri klien 3. Menyesuaikan rencana tindakan
pengetahuan memahami bahwa 2. Anjurkan klien untuk dengan kebutuhan klien
tentang respon seksualitas tidak hanya mengungkapkan ketakutan dan 4. Akan meningkatkan motivasi klien
alternative terbatas pada aktivitas fisik menanyakan masalah dalam proses penyembuhan
terhadap Kriteria hasil 3. Diskusikan bentuk alternatif
perubahan -suami memberikan ekspresi seksual yang dapat
kondisi dukungan psikologis diterima pada klien sesuai
kesehatan terhadap pengobatan istri kebutuhan
-suami sering menjaga 4. Libatkan pasangan dalam diskusi
istrinya di rumah sakit
Pasca medikasi
No. Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intrvensi Rasional
Hasil
1. Ketidakseimbangan Tujuan : Manajemen Nutrisi (1100) 1. Memonitor kalari dan asupan makanan
nutrisi kurang dari Setelah dilakukan 1. Monitor kalori dan asupan makan pasien dapat menentukan tercukupinya
kebutuhan tubuh tindakan 3 x 24 jam pasien. nutrisi pasien.
berhubungan pasien dapat terpenuhi 2. Ciptakan lingkungan yang optimal 2. Meningkatkan kenyamanan pasien
dengan mual dan kebutuhan nutrisinya pada saat mengonsumsi makanan. sewaktu makan.
muntah akibat dari Kriteria Hasil : 3. Anjurkan keluarga untuk membawa 3. Menganjurkan keluarga untuk
efek samping 1. Tidak mengalami makanan favorit pasien sementara pada membawa makanan favorit pasien
kemoradiasi penurunan BB secara saat berada di RS. dapat meningkatkan nafsu makan
drasris (>20%). 4. Tawarkan makanan ringan yang padat pasien.
2. Tercukupinya asupan gizi. 4. Makanan ringan dapat menghindaran
nutrisi sesuai dengan 5. Berikan obat antiemetic sebelum pasien dari kebosanan mengonsumsi
keutuhan kalori makan. makanan berat.
pasien. 6. Anjurkan pasien untuk duduk dengan 5. Pemerian oat antoemetik dapat
3. Pasien tidak merasa posisi tegak jika memungkinkan. mencegah pasien muntah sewaktu
haus. makan.
4. Frekuensi muntah 6. Pemerian posisi duduk dapat
tidak ada. mengurangi rasa mual pasien.
5. Intensitas muntah
tidak ada.
2. Gangguan citra Tujuan : Peningkatan citra tubuh (5220) 1. Dengan mengetahui persepsi pasien
tubuh berhubungan Setelah dilakukan 1. Tentukan persepsi pasien dan keluarga dan keluarga terkait perubahan citra
dengan perubahan tindakan 5 x 24 jam citra terkait dengan perubahan citra diri dan diri pasien membantu perawat dalam
dalam gaya hidup tubuh pasien meningkat. realitas. merencanakan tindakan keperawatan
dan penampilan Kriteria Hasil : 2. Bantu pasien untuk mendiskusikan yang sesuai untuk pasien.
akibat efek 1. Pasien dapat perubahan-perubahan bagian tubuhnya 2. Pasien memahami terkait apa yang
samping menyesuaikan yag disebabkan adanya penyakit. terjadi pada dirinya, sehingga
kemoradiasi terhadap peruahan 3. Identifikasi kelompok pendukung yang mengurangi beban perasaan pasien.
tampilan fisik. tersedia bagi pasien. 3. Memerikan semangat dan motivasi
2. Pasien dapat 4. Identifikasi cara untuk menurunkan pada pasien.
menyesuaikan dampak dari adanya perubahan bentuk 4. Pasien memiliki rasa percaya diri lagi.
5. Meningkatkan citra tubuh pasien.
terhadap perubahan melalui pakain, rambut palsu,
status kesehatannya. kosmetik, dll.
3. Pasien memahami 5. Bantu pasien untuk melakukan
strategi cara tindakan-tindakan yang akan
meningkatkan meningkatkan penampilan.
penampilannya.
3. Ansietas Tujuan : Pengurangan Kecemasan (5820) 1. Dengan kita dekat dengan pasien,
berhubungan Setelah dilakukan 1. Gunakan pendekatan yang tenang dan pasien akan lebih nyaman
dengan ancaman tindakan 5 x 24 jam meyakinkan. mengukapkan kecemasanya.
kematian ansietas pasien berkurang 2. Pahami situasi kritis yang terjadi dari 2. Membantu perawat dalam memahami
Kriteria Hasil : perspektif pasien. perasaan pasien.
1. Pasien mampu 3. Dorong keluarga untuk mendampingi 3. Memberikan dukungan dan motivasi
berinteraksi dengan pasien dengan cara yang tepat. untuk pasien.
oranglain untuk 4. Dengarkan pasien. 4. Memahami masalah pasien.
berbagi perasaan, ide, 5. Intruksikan pasien untuk menggunakan 5. Memerikan kenyamanan bagi pasien.
dan keyakinan. teknik relaksasi.
2. Pasien mampu
berdoa.
3. Pasien mampu
mengungkapkan
harapan.
4. Pasien mampu
berpartisipasi dalam
keputusan terkait
dengan
perawatannya.
5. Pasien mampu beragi
perasaan mengenai
kematian.
3.5 Implementasi

Pre medikasi

Tanggal/ Jam/ Diagnosa Tindakan Nama/ Tanda Tangan


Keperawatan Perawat
15 Novemer 2018 1. Mengkaji klien apakah
dapat beraktivitas atau
Keletihan
berhubungan dengan tidak.
anemia
2. Mengkaji faktor yang
menyebabkan kelelahan
3. Berkolaborasi pemberian
asupan makanan yang
berenergi tinggi dengan
ahli gizi
4. Pemberian medikasi
untuk meningkatkan Hb
seperti transfusi darah,
dan obat sangobion.
5. Mengukur TTV pasien
yang terdiri dari nadi,
pernafasan, susu, dan
tekanan darah.
Kriteria Haasil :
N : 115 x/menit
RR : 17 x/ menit
S : 36,5 o C
TD : 70/60 mmHg
15 Novemer 2018 1. Mengkaji perkemihan
pasien, seperti jumlah
Gangguan eliminasi
urin berhubungan urine, pola berkemih,
dengan obstruksi
anatomik dan fungsi kognitif.
2. Mengkaji balance
cairan pasien dengan
cara mengaukur output
dan input pasien
3. Memasangan selang
kateter sesuai indikasi
4. Berkolaborasi dengan
dokter dalam
pemberian medikasi
untuk mengontrol urin
5. Mengukur TTV pasien
yang terdiri dari nadi,
pernafasan, susu, dan
tekanan darah.
Haasil :
N : 115 x/menit
RR : 17 x/ menit
S : 36,5 o C
TD : 70/60 mmHg
15 Novemer 2018 1. Menciptakan hubungan
terapeutik atas dasar
Disfungsi seksual
berhubungan dengan saling percaya dan
deficit pengetahuan
saling menghargai,
tentang respon
alternative terhadap berikan privasi dan
kepercayaan diri klien
2. menganjurkan pasien
untuk mengungkapkan
ketakutan dan
menanyakan
masalahnya.
3. Mendiskusikan bentuk
alternatif ekspresi
seksual yang dapat
diterima pada klien
sesuai kebutuhan
4. Melibatkan pasangan
dalam diskusi

Pasca medikasi

Tanggal/ Jam/ Diagnosa Tindakan Nama/ Tanda Tangan


Keperawatan Perawat
17 Novemer 2018 1. Mengkaji masukan kalori
dan makan pada pasien
Ketidakseimbangan dengan cara menanyai
nutrisi kurang dari pasien, terhadap posi
kebutuhan tubuh makan yang ia habiskan.
berhubungan dengan 2. menciptakan lingkungan
mual dan muntah yang bersih, terang, dan
akibat dari efek tidak tenang pada saat
samping kemoradiasi pasien mengonsumsi
makanan.
3. Menganjurkan keluarga
untuk membawa makanan
favorit pasien sementara
pada saat berada di RS.
4. Menawarkan makanan
ringan yang padat gizi,
seperti pudding.
5. Memberikan obat
antiemetic sebelum makan.
6. menganjurkan pasien
untuk duduk dengan posisi
tegak jika memungkinkan.
17 Novemer 2018 1. mengkaji persepsi pasien
dan keluarga terkait
Gangguan citra tubuh dengan perubahan citra diri
berhubungan dengan dan realitas pasien.
perubahan dalam gaya 2. Jelaskan terkait perubahan
hidup dan penampilan yang terjadi pada fisik
akibat efek samping pasien akibat dampak dari
kemoradiasi pengoatan.
3. Mengidentifikasi orang
bisa mendukung pasien.
4. mengidentifikasi cara
untuk menurunkan dampak
dari adanya perubahan
bentuk melalui pakain,
rambut palsu, kosmetik,
dll.
5. membantu pasien untuk
melakukan tindakan-
tindakan yang akan
meningkatkan penampilan,
seperti pengolesan sari
sledri yang bisa membuat
rambut pasien tumbuh
kembali.
17 Novemer 2018 1. Melakukan BHSP bersama
pasien dengan tenang, dan
Ansietas berhubungan sabar.
dengan ancaman
2. Memahami situasi kritis
kematian
yang terjadi dari perspektif
pasien.
3. Mendorong keluarga untuk
mendampingi pasien
dengan cara memberikan
motivasi dan semangat
pada pasien.
4. mendengarkan keluhan
dan cerita dari pasien.
5. Mengintruksikan pasien
untuk menggunakan teknik
relaksasi, seperti
mendengarkan music dan
beribadah
3.6 Evaluasi

Pre medikasi

No. Diagnosa Tgl Tgl Tgl Tgl Tgl paraf


Keperawatan 15/11/2018 16/11/2018 17/11/2018 18/11/2018 17/11/2018
1. S: S: S:
- Pasien - Pasien
- Pasien mengatakan mengatakan
mengatakan bahwa bahwa
dirinya masih adanya
dirinya leamas dan masih
sering pusingnya sedikit
sudah tidak lemas.
pusing dan terasa lagi. O:
lemas O: - Pasien
- Pasien masih tetap
tampak eraring di
O: erbaring tempat
ditempat tidur, tetapi
- Pasien tidur. leih terlihat
- Pasien tidak lesu.
tampak
tampak lesu A : masalah
sering dan tidak teratasi
bersemangat. sebagian.
berbaring
A: masalah P : Lanjutkan
di tempat teratasi sebagian. Intervensi 3, 4,
P : lanjutkan dan 5
tidur Intervensi 1, 3, 4,
- Pasien 5

tampak lesu
A : masalah
belum teratasi
P : lanjutkan
intervensi 1, 2,
3, 4, 5

2. S: S: S: S: S:
- Pasien - Pasien - Pasien - Setelah
- Pasien mengatakan mengatakan mengatakan kateter
mengatakan masih tidak bahwa perut again dilepas
bisa BAK perut bawahnya pasien
O: bagian mengatakan
tidak bisa - Kandung bawahnya sudah tidak sudah bisa
kemih pasien sudah sakit lagi. BAK sendiri
BAK terlihat tindak sakit O: tanpa
- BAK pada tegang lagi. - Kantung bantuan
A : masalah O: urine pasien kateter.
malam hari belum teratasi - Kandung terlihat O:
O: P : lanjutkan kemih penuh - Pasien
intervensi 1, 2, 3, pasien A : masalah terlihat
- Kandung 5 sudah tidak sedikit teratasi. kekamar
kemih tegang lagi. P : lanjutkan mandi
tampak - Kantung Intervensi 1, 2, untuk BAK
tegang urine pasien 5 A : masalah
A : masalah terlihat teratasi
belum teratasi penuh. P : hentikan
P : Lanjutkan A : masalah intervensi
Intervensi 1, 2, sedikit teratasi
4, 5 P : lanjutkan
intervensi 1, 2, 5

3. S: S: S: S: S:
- Pasien - Rasa sakit - pasien - pasien
- Pasien mengatakan diperut mengatakan mengatakan
mengatakan rasa sakit di again perutnya sudah tidak
daerah perut bawah sudah tidak terasa sakit
merasa sakit bagian sudah sakit lagi pada perut
ketika bawah masih sedikit O: bagian
terasa. menghilang. - masih bawah.
hubungan O: O: terdapat O:
suami-istri - Masih ada - darah pada sedikit - sudah tidak
darah pada pemalut darah pada terdapat
- terjadi pemalut pasien pemalut darah di
perdarahan pasien sedikit pasien. pemalut
A : masalah A : masalah A : masalah pasien
setelah belum teratasi. teratasi sedikit teratasi. A : masalah
P : lanjutkan sebagian P : lanjutkan teratasi
hubungan yang
Intervensi 2, 3, 4, P : lanjutkan intervensi 3, P : hentikan
kemudian Intervnsi 3, dan dan 4 intervensi.
4
berlanjut
menjadi
perdarahan
yang abnormal

O:
- Terlihat
adanya
banyak
darah di
pembalut
pasien.
- Pasien
tampak
sering
menyendiri.

A : Masalah
belum teratasi
P :lanjutkan
intervebsi 1, 2,
3, 4,

Pasca medikasi

No. Tgl Tgl Tgl Tgl Tgl paraf


Diagnosa 17/11/2018 18/11/2018 19/11/2018 20/11/2018 21/11/2018
Keperawa
tan
1. S: S: S:
- Pasien - Pasien
- pasien mengatakan mengatakan
mengatakan mual masih mual masih tetap
dan muntah. mual tetapi
dan ingin muntah - Pasien tidak
- tidak nafsu mengatakan sampai
sudah mau muntah
makan makan - Pasien
O: sedikit- sudah mau
sedikit. makan ¾
- BB turun O: porsi
- Porsi makan - BB pasien makananny
masih belum a
tidak habis terjadi O:
peningkatan. - Pasien
- Tampak kurus
pasien
A : masalah belum - Pasien terlihat
teratasi menghabiska menghaiska
P : Lanjutkan n ½ porsi n ¾ porsi
Intervensi 1, 2, 3, 4, makanan makanan
5, 6 yang sudah yang sudah
diberikan. diberikan
A : masalah A : masalah
sedikit teratasi sedikit teratasi
P : lanjukan P : lanjutkan
intervensi 1, 3, 4, intervensi 4,
5 dan 5

2. S: S: S: S: S:
- Pasien - Pasien - Pasien - Pasien
- Pengungkapan mengungkapk mengungka mengatakan mengatakan
rasa malu/ an bahwa pkan bahwa sudah tidak sudah
dirinya tidak dinya tidak malu pada percaya diri
bersalah malu lagi malu lagi peruahan kembali
- Pengungkapan pada pada fisiknya - Pasien
perubahan perubahan - Pasien mengatakan
rasa negative diri fisiknya fisiknya. mengungka yakin
O: - Pasien - Pasien pkan bahwa dengan
mengungkapk sudah tidak dirinya pengoatan
- Menyangkal an rasa mengungka harus tindakan
permasalahan negative diri pkan rasa memperbai yang sudah
O: negative diri ki diberikan
- Membesar- - Pasien tetap lagi. penampilan O:
menyangkal O: nya - Pasien
besarkan
permasalahan - Pasien O: terlihat
permasalahan - Pasien terlihat - Pasien berantusias
terlihat sudah mulai terlihat mengikuti
- Merasionalisasi
membesar- menerima bersemanga apa yang
kegagalan diri besarkan permasalah t disarankan
A : masalah belum
masakah. an - Pasien oleh
teratasi
- Pasien - Pasien sedikit lebih perawat.
P : lanjutkan
merasionalisa terlihat tenang - Pasien
intervensi 1, 2, 3, 4,
si kegagalan sedikit lebih A : masalah terlihat
dan 5
diri tenang. sedikit teratasi tenang.
A : masalah - Pasien P : lanjutkan A : masalah
belum teratasi sudah tidak intervensi 4, teratasi
P : lanjutkan merasional dan 5 P : hentikan
intervensi 2, 3, 4, kegagalan intervensi
5 diri
A : masalah
sedikit teratasi
P : lanjutkan
intervensi 4,
dan 5
3. S: S: S: S: S:
- Pasien - Pasien - Pasien - Pasien
- Pasien mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan
mengatakan takut terus masih takut tidak mau sudah
terbayang- mati. mati menyerahka
mati dan tidak bayang O: O: n hidupnya
mau mati mengenai - Pasien - Pasien pada Tuhan.
kematian. masih sedikit O:
O: tampak tampak - Pasien
- Pasien tampak O: gelisah gelisah. tampak
- Pasien masih - TTV pasien : - TTV hasil: tenang.
gelisah tampak N : 100 N : 98 - TTV hasil :
- Bingung gelisah x/menit x/menit N : 80
- TTV pasien : RR : 18 RR : 17 x/menit
- TTV : N : 105 x/menit x/menit RR : 17
X/menit S : 36,5 oC S : 36,7oC x/menit
N : 115 x/menit
RR : 18 TD : 95/75 TD : 98/75 S : 36,5oC
RR : 17 x/ menit x/menit mmHg mmHg TD : 110/80
S : 37 oC A : masalah A: mmHg
S : 36,5 o C
TD : belum teratasi Masalah sedikit A:
TD : 70/60 80/60mmHg P : lanjutkan teratasi Masalah
mmHg A : masalah intervensi 3, 4 P: teratasi
A : masalah belum belum teratasi dan 5 lanjutkan P : hentikan
teratasi P : lanjutkan intervensi 4, intervensi
P : lanjutkan intervensi 2, 3, 4, dan 5
intervensi 1, 2, 3, 4, dan 5
5
3.7 evaluasi sumatif

Nn. X dating kerumah sakit dengan keluhan lemas, tidak bisa BAK dan pusing. Pasien juga
mengeluh terjadi pendarahan setelah ia melakukan huungan suami istri, pasien juga mengatakan
bahwa setelah melakukan hubungan suami istri ia merasa sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan
pasien didiagnosa Ca Servik . pada tanggal 15 November 2018 perawat melakukan pengkajian
dan, ditemukan 3 diagnosa keperawatan , yaitu Keletihan berhubungan dengan anemia,
Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan obstruksi anatomik, Disfungsi seksual
berhubungan dengan deficit pengetahuan tentang respon alternative terhadap perubahan
kondisi kesehatan. Kemudian pasien diberikan tindakan keperawatan yang sesuai dengan
ketiga diagnose tersebut, dan didapatkan hasi pada diagnose yang pertama masalahnya
hanya teratasi sebaian, sedangkan untuk diagnose yang kedua dan ketiga permasalahanya
teratasi. Kemudian pada tanggal 17 November pasien harus menjalankan kemoradiasi
untuk memperkecil jaringan kangkernya. Setelah dilakukan kemoradiasi mucul 3 diagnose
baru yaitu ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
mual dan muntah akibat dari efek samping kemoradiasi, gangguan citra tubuh berhubungan
dengan perubahan dalam gaya hidup dan penampilan akibat efek samping kemoradiasi ,
ansietas berhubungan dengan ancaman kematian, karena pasien mengeluh mual, muntah
merasa malu pada perubahan penampilannya, mengungkapkan rasa negative diri, dan
pasien mengatakan takut mati, dan tidak mau mati. Kemudian dilakukan tindakan yang
sesuai dengan diagnose tersebut. Dan didapatkan hasil teratasinya sebagian permasalahan
pada diagnose yang pertama, sedangkan untuk diagnose dua dan tiga masalah teratasi.
Perawatan dilakukan sampai tanggal 21 November 2018, dan pasien diperbolehkan untuk
pulang. Tetapi untuk selanjutnya pasien diminta untuk kontrol dan melakukan kemoradiasi
secara rutin sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter