Anda di halaman 1dari 3

KETUBAN PECAH DINI

BAGAIMANAKAH GEJALA DAN PENANGANANNYA?

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput sebelum terdapat tanda-tanda
persalinan mulai dan ditunggu satu jam belum terjadi inpartu dan pembukaan kurang
dari 4 cm yang dapat terjadi pada usia kehamilan cukup waktu atau kurang waktu. Hal ini
dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melehirkan. KPD
preterm adalah KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu. KPD yang memanjang adalah
KPD yang terjadi lebih dari 12 jam sebelum waktunya melahirkan.
Penyebab KPD masih belum diketahui dan tidak dapat ditentukan secara pasti. Beberapa
laporan menyebutkan faktor-faktor yang berhubungan erat dengan KPD, namun faktor-faktor
mana yang lebih berperan sulit diketahui. Kemungkinan yang menjadi faktor predisposisinya
adalah: Infeksi, Servik yang inkompetensia, Tekanan intra uterin yang meninggi atau meningkat
secara berlebihan, Trauma yang didapat misalnya hubungan seksual, kelaianan letak, dll.
Apakah tanda dan gejala KPD?
Tanda-tanda khasnya adalah keluarnya cairan mendadak disertai bau yang khas, yang
berbeda dengan bau air seni (pesing) serta tidak disertai rasa mulas atau sakit perut. Keluarnya
air ketuban juga tidak bisa ditahan. Namun adakalanya hanya terjadi kebocoran kantong ketuban.
Tanpa disadari oleh ibu cairan ketuban merembes sedikit demi sedikit hingga cairan makin
berkurang.
Secara medis cairan ketuban dapat di identifikasi dengan mengukur PH-nya ( dengan
kertas lakmus atau test strip pengukur PH). PH vagina 4.5-5.5, PH air ketuban 7-7,5 dan
gabungan keduanya terukur dengan PH sekitar 6-6.2. Dengan kertas lakmus warna merahnya
akan berubah menjadi warna biru.
Apa yang harus dilakukakan?
Segera periksakan diri ke dokter jika ibu mendapati ada tetesan atau cairan yang mengalir
keluar dari vagina. Sebab pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter akan menentukan apakah
janin masih bisa tetap tinggal didalam rahim atau sebaliknya. Umumnya setelah ketuban pecah,
dokter akan memantau kondisi ibu dan janin.
Bagaimana Penanganannya?
Ketuban pecah dini memerlukan penanganan yang serius dikarenakan mengancam
kesehatan Ibu dan janin. Penanganan medis akan menentukan kesehatan janin di dalam rahim.
Setelah mengalami ketuban pecah, kesehatan janin dilihat ketersediaan air ketuban yang
dimilikinya apakah masih jernih dan keadaan janin baik sehingga kehamilan masih bisa
dipertahankan sampai masa persalinan. Adapun langkah lanjut yang diambil ketika kehamilan
kurang dari 38 minggu maka ibu hamil harus melakukan perawatan medis dengan obat dan
penanganan yang mendukung untuk keberlangsungan kesehatan janin. Pada ibu hamil yang telah
memasuki usia kandungan lebih dari 38 minggu akan dilakukan tindakan pemeriksaan kesehatan
janin untuk segera memasuki persalinan, begitupula dengan ibu hamil akan diberikan
penanganan untuk mencegah infeksi yang terjadi dari kondisi ketuban pecah dini. Apabila
ketuban pecah dini kurang mendapat perhatian maka akan menyebabkan komplikasi lain seperti
kompresi tali pusat, kelahiran cesar, dan infeksi setelah melahirkan.

Dr Pande Made Suwanpramana, S.Ked


Gambar Ibu hamil yang mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD). Keluar air yang medadak dari
vagina yang tanpa bisa ditahan, berbeda dengan bau air seni (pesing) serta tidak disertai rasa
mulas atau sakit perut