Anda di halaman 1dari 9

DIALISER

Pelatihan Perawat Mahir Hemodialisis


Instalasi Hemodialisis – RSU Dr. Soetomo, Surabaya
(Dr. Artaria)

DIALISER
Dialiser: adalah tempat dimana darah dan cairan dialisis berinteraksi dan tempat dimana
pergerakan antara molekul diantara cairan dialisis dan darah melewati membran
semi permeabel

MEMBRAN SEMIPERMEABEL
 Membran semipermeabel bekerja sebagai suatu saringan
 Saringan tersebut dianggap memiliki pori-pori sangat kecil
 Partikel solut lebih besar dari ukuran pori-pori tidak akan dapat menembus membran
dan akan tertahan
 Partikel-partikel yang lebih kecil dapat menembus dengan kecepatan yang berbanding
terbalik dengan ukurannya
 Partikel yang kecil akan menembus lebih cepat dari partikel yang lebih besar
FUNGSI MEMBRAN PERMEABEL PADA HEMODIALISIS
 Darah pasien dilewatkan suaru ruangan yang dibentuk oleh membran
 Cairan dialisat mengelilingi membran ini
 Eritrosit, lekosit, trombosit dan sebagian besar protein plasma berukuran terlalu besar
untuk melewati pori-pori membran
 Air & partikel kecil (misalnya : elektrolit), urea (60 Dalton), kreatinin (113 Dalton)
serta glukosa (184 Dalton) akan melewati membran melalui difusi
Dialiser (dialyzer) Hollow Fiber
PRINSIP DASAR TRANSPORT MOLEKUL MELALUI MEMBRAN SEMI
PERMEABEL
a. Difusi
 Terjadi translokasi solut akibat adanya perbedaan konsentrasi antara kompartemen
darah dan kompartemen dialisat (gradien konsentrasi)
 Solut dgn konsentrasi tinggi dalam darah seperti kalium, urea akan berpindah dari
kompartemen darah ke kompartemen dialisat
b. Konveksi
 Pada konveksi terjadi translokasi solut, bersamaan dengan (mengikuti) translokasi air
yang terjadi dalam proses ultrafiltrasi.
 Pada mekanisme ultrafiltrasi terjadi translokasi molekul air (zat pelarut) melalui
membran semipermeabel akibat perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan
kompartemen dialisat. Tekanan hidrostatik akan mendorong air keluar dari suatu
kompartemen, sedangkan tekanan onkotik akan menahannya
 Selisih perbedaan tekanan yang hidrostatik mendorong dan tekanan onkotik yang
akan menahan disebut sebagai TransMembran Pressure (TMP)

KARAKTERISTIK DIALISER
 luas permukaan (SA – surface area – m2)
 ketebalan membran (MT – membrane thickness – )
 klirens kreatinin
 klirens fosfat
 klirens vitamin B12
 koefisien ultrafiltrasi (KUF – ultrafiltration coefficient – ml/jam/mmHg)
 volume darah (PV – Priming / Blood Volume – ml)
 kemampuan solut melalui pori dialiser (KoA – mass transfer coefficient – cm3/menit)
 cara sterilisasi (SM – sterilization method)
 standar :
• kecepatan aliran dialisat 500 ml/menit
• TMP 0 mmHg
• suhu 37 °C
ULTRAFILTRASI (UF)
 Jumlah cairan yang diultrafiltrasi tergantung pda perbedaan tekanan di antara
kompartemen daran dan kompartemen dialisat
 TransMembrane Pressure (TMP) dapat diatur dengan mengatur agar tekanan di
kompartemen dialisat dan kompartemen darah berbeda
 Membuat tekanan dialisat negatif akan meningkatkan ultrafiltrasi
 Tekanan onkotik plasma akan melawan ultrafiltrasi
 Cairan bergerak hanya jika TMP melebihi tejkanan onkotik
 Koefisien ultrafiltrasi (Kuf) adalah jumlah ml (cc) cairan yang dipindahkan melalui
membran per-jam dengan TMP sebesar 1 mmHg
KLIRENS DIALISER
 klirens dialiser ~ klirens ginjal
 menunjukkan jumlah darah yang dapat “dibersihkan” dari bahan terlarut (solute)
tertentu dalam suatu satuan waktu
 jika saat melalui dialiser 200 ml darah tiap menitnya dapat dibersihkan dari urea,
klirens urea dialiser tersebut adalah 200 ml/menit
 Secara klinis, klirens dapat dihitung dengan rumus :

KoA DIALISER
 KoA = in vitro urea mass transfer coefficient
 Menunjukkan kemampuan suatu zat terlarut menembus pori – porio membran dialiser
 Makin tinggi nilai KoA, makin permeabel membran dialiser tsb
 KoA = merupakan nilai teoritis dari klirens urea dalam kondisi aliran darah dan
dialiset tertentu
 Kombinasi KoA yang tinggi dan aliran darah yang tinggi akan meningkatkan klirens
dari molekul besar dan kecil

DIALISER HIGH – EFFICIENCY & HIGH – FLUX


 Definisi : tidak sama !
 High – efficiency dialysis : didefinisikan sebagi dialisis yang menggunakan dialiser
dengan KoA tinggi (KoA > 600) dengan aliran darah mencapai atau lebih 300
ml/menit dan aliran dialisat mencapai atau lebih dari 500 ml/menit  klirens urea
melebihi 200 ml/menit
 High – efficiency dialysis ; masalah pada pasien dengan kemampuan kardiovaskuler
yang rendah dan akses vaskuler yang tidak memadai
 High – flux : didefinisikan berdasar permeabilitas hidraulisnya dan bukan berdasar
profil klirensnya – permeabilitas terhadap air dengan Kuf > 20 ml/jam/mmHg  =
permeabilitas tinggi
 High – flux ; menggunakan membran sintetis / selulosa dengan permeabilitas tinggi 
meningkatkan pembuangan solut ukuran besar
 High – flux ; permeabilitas tinggi  bisa menimbulkan ultrafiltrasi balik dari dialisat
hingga bisa menimbulkan endotoksemia pada pasien, dihindari dengan mengatur
TMP yang tinggi, laju UF tinggi serta memakai air yang sangat murni

JENIS DAN SIFAT MEMBRAN DIALIZER


1. Konvensional
 Luas permukaan (surface area) kecil
 Transport molekul keci
 KUF < 10 mL/mmHg/jam
 Biokompalitas rendah
2. High efficiency
 Luas permukaan sedang sampai besar
 transport molekul kecil dan sedang
 KoA > 600 mL/mmHg/jam
3. High Flux
 Luas permukaan sedang sampai besar
 Transport molekul kecil, sedang, dan besar
 Kuf > 20 mL/mmHg/ jam
 Biokompbilitas tinggi

MEMBRAN SEMIPERMEABLE UNTUK MOLEKUL UKURAN SEDANG DAN


BESAR
 Ada beberapa bahan sintetis yang digunakan untuk dialisis high flux
 Polyacrylonitrile (PAN), polycarbonate, polysulfone, polyamide, polymethacrylate
(PMMA) dll

MEMBRAN DIALISER
Bahan Nama Lain
Cellulose Cuprammonium rayom Cuprophan

Cuprammoonium cellulose
Regenerated cellulose
Modified atau Cellulosynthetic Hemphan
Substitute cellulose
Cellulose acetate
Cellulose diacetate Dicea, Diaphan

Cellulose triacetate
Cellulose hydrate
Synthetic Polysulfone Biosulfane, PS, Helixone
Polyacrylnitrile PAN, AN69, SPAN
Polymethylmethacrylate PMMA
Polyamide Polyflux
Polycabonate Gambrane

JENIS MEMBRAN
Terdapat tiga jenis membran utama yang sering digunakan :
a. Regernerated Cellulose atau Selulosa Mentah (Raw Cellulose
 mengandung kelompok hidroksil bebas yang dapat meningkatkan reaksi
komponen darah, terutama komplemen
 Jenis Cuprammomium – treated cellulose (Cuprophan) permukaan fibernya
lebih halus, dan lebih kuat
 Jenis Cellophan memiliki kualitas yang lebih baik
b. Modified Cellulose
 tetap berdasar selulosa dengan substitusi dari kelompok hidroksil
 jenis Hemophan kelompok hidroksilnya dilapisi oleh senyawa amino tersier
 jenis Cellulose Acetate radikal hidoksilnya berikatan dengan asetat
c. Synthetic
 jenis :
o Plycarbonate
o Polyacrylonitrile
o Polysulfone
o Polymethylmethacrylate
 membran tidak sekuat selulosa  dinding fiber dibuat lebih tebal

PEMILIHAN MEMBRAN
d. klirens
e. permeabilitas air
f. luas permukaan
g. susunan fiber
h. ukuran fiber
i. priming
j. sterilisasi
k. antikoagulasi
l. reUse
m. wettability
n. biaya

MEMBRAN BIOKOMPATIBEL
Membran yang paling sedikit menimbulkan reaksi keradangan pada pasien
 Menurunkan penimbunan amiloid
 Reaksi hipersensitivitas lebih sedikit
 Hipotensi intradialitik lebih sedikit
 Hilangnya fungsi ginjal sisa (residual renal function) pada awal dialisis lebih sedikit
 Infeksi lebih sedikit
 Status nutrisi membaik
 Katabolisme protein menurun
 Profil lemak membaik
 Kemungkinan morbiditas dan mortalitas lebih sedikit
SPESIFIKASI TEHNIS DIALISER
 Volume priming : 40 – 150 ml (tidak termasuk blood line + 150 ml)
 Luas permukaan : 0,5 – 2,2 m2
 KUf : 2,5 – 85 ml/mmg
 (membran selulosa (dan sebagian besar membran selulosa yang dimodifikasi) memiliki
KUf < 10 (KUf < 4 permeabilitas sedang, > 8 permeabilitas tinggi)
 KoA A urea bervariasi abtara 200 sampai 1200 (dialiser efisiensi rendah KoA < 300,
efisiensi tibggi / high efficiency KoA > 600)
 Sterilisasi : irradiasi gamma, ethylene oxide, uap (steam).

DIALISER IDEAL
 klirens tinggi untuk toksin-toksin dengan berat molekul kecil dan sedang
 UF mencukupi
 tidak ada / sangat sedikit kehilangan protein / asam amino
 komposisi non-toksik
 sangat sedikit / tidak mengaktifkan sel-sel dalam darah atau jalur-jalur trombosis pasien
 volume darah minimal
 dapat diandalkan
 dapat digunakan ulang
 murah

REFERENSI
Gurtch, Principles of Hemodialysis. In : Hemodialysis for Nurses and Dialysis Personnel.
Eds: Gutch, Stoner, Corea, 1999
Mujais SK. Technical and Functional Considerations in Choosing Dialyzers. In : Dialysis
Therapy 3rd ed. Eds : Nissenson AR, Fine RN. 2002