Anda di halaman 1dari 5

Hak dan Kewajiban

Klien Pemasyarakatan
Oleh :
I Wayan Puspa, S.H.,M.H.
Penyuluh Hukum Madya
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat
Disampaikan di Balai Pemasyarakatan Mataram, Selasa, 9 Oktober 2018
Kewajiban Klien Pemasyarakatan
Tidak melakukan pelanggaran hukum

Tidak melakukan perbuatan yang terindikasi melakukan tindak pidana.

Tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan keresahan dalam masyarakat

Melaksanakan kewajiban melapor diri kepada Bapas yang membimbing

Melaporkan perubahan alamat atau tempat tinggal kepada Bapas yang membimbing

Mengikuti dan mematuhi program bimbingan yang ditetapkan oleh Bapas (Dasar hukum : Pasal 85 ayat (3)
Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 2 1 Tahun 2013).

Klien berkewajiban melaksanakan Kontrak bimbingan/perjanjian yang telah dibuat dengan pihak Bapas selama
menjalani pembimbingan

Bagi klien yang melakukan tindak pidana terorisme, narkotika dan precursor narkotika , psikotropika, korupsi,
kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia berat dan kejahatan trannasional terorganisir
lainnya berkewajiban untuk membantu membongkar tindak pidana yang dilakukannya yang ditetapkan oleh instansi
penegak hukum, berkewajiban untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan telah mengikuti
program Deradikalisasi dari Kalapas dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( Dasar Hukum : Pasal
10 Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : 21 Tahun 2013)>
Larangan
Bagi klien PB, CMB dan CB dilarang bepergian ke luar negeri, kecuali mendapat
izin dari Menteri.

Bagi klien WNA atau warga negara Indonesia yang dijatuhi hukuman pidana
penjara lebih dari lima tahun dilarang bepergian ke luar negeri (Pasal 78 ayat 3
Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 21 Tahun 2013).

Melakukan pelanggaran hukum

Terindikasi melakukan pengulangan tindak pidana.

Menimbulkan keresahan dalam masyarakat

Terpengaruh dengan teman-teman lama yang membawa pengaruh buruk

Tidak lapor ke Bapas sesuai dengan ketentuan yang berlaku


Hak-hak Klien Pemasyarakatan
Klien berhak mendapatkan pelayanan pembimbingan yang bertujuan dapat berintegrasi secara
sehat dengan masyarakat yang meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : ketaqwaan kepada Tuhan
YME; Kesadaran berbangsa dan bernegara; Intelektual; Sikap dan perilaku; Kesehatan jasmani
dan rohani; Kesadaran hukum; Relasi yang sehat dengan masyarakat; Keterampilan kerja; Latihan
kerja dan produksi (Dasar hukum : Pasal 3 PP Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999).

Klien berhak untuk mendapatkan program pembimbingan secara bertahap mulai tahap awal, tahap
lanjutan dan tahap akhir sesuai dengan perkembangan proses pembimbingan ( Pasal 33 PP
Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999).

Klien berhak mendapatkan informasi dan konseling mengenai kebutuhan pembimbingan dan
kepastian hukum selama menjalani pembimbingan di Bapas.

Klien berhak mendapatkan pengawasan bagi klien asimilasi, CB, PB, CMB, Cuti Mengunjungi
Keluarga, dan AKOT selama menjalani pembimbingan di Bapas.

Bagi klien anak yang berhadapan dengan hukum berhak mendapatkan pendampingan dan
perlindungan hukum di setiap tahap proses peradilan

Klien berhak mengadukan pelanggaran atau pelayanan yang kurang baik kepada Tim Pengaduan.
Hak-hak Klien Pemasyarakatan
Klien berhak mendapatkan fasilitas dari pembimbing untuk
menjalin kerjasama dengan tokoh agama, masyrarakat,
pemerintah, dan tenaga ahli lainnya demi keberhasilan program
pembimbingan. (Pasal 9 PP Republik Indonesia Nomor 57 Tahun
1999).

Klien berhak menjalani pengobatan dan perawatan serta


menjalankan syariat agama bagi klien PB, CMB, dan CB yang
dijatuhi hukuman pidana di bawah 5 tahun. (Pasal 78 ayat (2)
Permenkumham RI Nomor 21 Tahun 2013).

Klien berhak bepergian ke luar negeri dengan syarat


mendapatkan izin dari Menteri Hukum dan HAM.(Pasal 78 ayat (1)
Permenkumham RI Nomor 21 Tahun 2013.