Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pesatnya peningkatan teknologi bidang pelayanan kesehatan yang

dibarengi dengan semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat modern akan

sistem pelayanan kesehatan, memberikan pengaruh terhadap para praktisi

kesehatan dalam mengimplementasikan sistem pelayanan kesehatan

masyarakat, tidak terkecuali bagi perawat. Pada era globalisasi ini seorang

perawat dituntut untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas

pelayanan kesehatan. Untuk mencapai kualitas pelayanan kesehatan yang

baik maka seorang perawat dituntut untuk menjadi perawat profesional.

Untuk mewujudkannya maka perawat harus mampu memberikan asuhan

keperawatan secara profesional kepada klien. Salah satu bukti asuhan

keperawatan yang profesional kepada klien (Depkes RI, 2008).

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK

02.00/MENKES/148/1/2010, tentang ijin dan penyelengaraan praktik

perawat, seorang yang telah lulus pendidikan perawat baik dalam maupun

luar negeri sesuai dengan peraturan dan peraturan perundang-undangan.

Perawat adalah seorang petugas medis yang profesional yang bertugas

merawat, menjaga keselamatan dan menyembuhkan orang sakit atau terluka

baik akut maupun kronis, melakukan perencanaan perawatan kesehatan dan

melakukan perawatan gawat darurat dalam rangka pemeliharaan kesehatan

dalam lingkup luas. Hal ini menjadikan perawat sebagai tombak pengobatan

pasien selain dokter, sehingga peran perawat sangat diperlukan di suatu

instansi kesehatan (Hutagaol, 2015).

1
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik

didalam maupun luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan yang berlaku (Depkes RI, 2008). Keperawatan merupakan suatu

bentuk pelayanan professional yang merupakan integral dari pelayanan

kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk

pelayanan yang biopsikososial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan

pada individu, keluarga, maupun masyarakat yang mencakup sakit maupun

sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. (Nursalam, 2012).

Kualitas pelayanan keperawatan dipengaruhi oleh keefektifan perawat

dalam memberikan asuhan keperawatan. Asuhan keperawatan bermutu dapat

diberikan oleh tenaga keperawatan yang telah dibekali dengan pengetahuan

dan keterampialan klinik yang menandai serta memiliki kemampuan:

membina hubungan professional dengan klien, berkolaborasi dengan tenaga

kesehatan lain, melaksanakan kegiatan menjamin mutu, kemampuan

memenuhi kebutuhan klien, dan memperlihatkan sikap peduli terhadap

pasien. Asuhan keperawatan sekiranya berorientasi, pada klien sehingga

dapat mencapai tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diterima (Pohan,

2008).

Beban kerja merupakan salah satu unsur yang harus diperhatikan bagi

seseorang tenaga keperawatan keserasian dan kinerja yang tinggi selain unsur

beban tambahan akibat lingkungan kerja dan kapasitas kerja. Hal–hal yang

menjadi pertimbangan dalam beban kerja Perawat Pelaksana yaitu jumlah

klien yang dirawat, kondisi atau tingkat ketergantungan, rata-rata hari

perawatan, aktivitas keperawatan langsung, tidak langsung dan pendidikan

2
kesehatan serta rata-rata waktunya, dan frekuensi tindakan yang dibutuhkan

klien, (Irwandy, 2008).

Menurut Ilyas (2010), beban kerja baik secara kuantitas dimana tugas-

tugas yang harus dikerjakan terlalu banyak/ sedikit maupun secara kualitas

dimana tugas yang harus dikerjakan membutuhkan keahlian. Bila banyaknya

tugas tidak sebanding dengan kemampuan baik fisik maupun keahlian dan

waktu yang tersedia maka akan menjadi sumber stres. Menurut Munandar

(2008), faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat adalah kondisi

pasien yang selalu berubah, jumlah rata-rata jam perawatan yang dibutuhkan

untuk memberikan pelayanan langsung pada pasien melebihi dari

kemampuan seseorang, keinginan untuk berprestasi kerja, tuntutan pekerjaan

tinggi serta dokumentasi asuhan keperawatan (Purwaningsih, 2013).

Akibat negatif dari meningkatnya beban kerja adalah kemungkinan

timbul emosi perawat yang tidak sesuai yang diharapkan pasien. Beban kerja

yang berlebihan ini sangat berpengaruh terhadap produktifitas tenaga

kesehatan dan tentu saja berpengaruh terhadap dan tentu saja berpengaruh

terhadap produktifitas perawat.

Beban kerja berkaitan erat dengan kinerja tenaga kesehatan, dimana

53,2% waktu yang benar-benar produktif yang digunakan pelayanan

kesehatan langsung dan sisanya 39,9% digunakan untuk kegiatan penunjang

(Gani dalam Irwandy, 2008). Tenaga kesehatan khususnya perawat, dimana

analisa kerjanya dapat dilihat dari aspek-aspek seperti tugas-tugas yang

dijalankan berdasarkan fungsi utamanya, begitupun tugas tambahan yang

dikerjakan, jumlah pasien yang harus dirawat, kapasitas kerjanya sesuai

3
dengan pendidikan yang ia peroleh, waktu kerja yang digunakan untuk

mengerjakan tugasnya sesuai dengan jam kerja yang berlangsung setiap hari,

serta kelengkapan fasilitas yang dapat membantu perawat menyelesaikan

kerjanya dengan baik (Irwandy, 2008).

Secara teoitis, kinerja seseorang dipengaruhi oleh tiga kelompok

variabel yaitu: 1) Variabel Individu (kemampuan, keterampilan, latar

belakang dan demografi). 2) Variabel Organisasi (sumber daya,

kepemimpinan, imbalan, srtuktur dan desain pekerjaan). 3) Variabel

Psikologis (persepsi, sikap, kepribadian dan kepuasan kerja). Ketiga variabel

tersebut mempengaruhi perilaku kerja yang pada akhirnya berpengaruh pada

kinerja personel. Perilaku yang berhubungan dengan kinerja adalah yang

berkaitan dengan tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan untuk

mencapai sasaran suatu jabatan atau tugas (Ilyas, 2010).

Hasil penelitian Gusti (2010) juga menunjukkan bahwa (92,5%)

pasien di Intalansi Rawat Inap Non Bedah (penyakit dalam) mengatakan tidak

puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh perawat. Berdasarkan penelitian

Syabana (2011) di RSUD Ambarawa didapatkan terdapat hubungan antara

beban kerja pada perawat terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual pada

pasien preoperasi dimana hasil beban kerja ringan sebanyak 33,3% dan beban

kerja berat sebanyak 66,7%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa

beban kerja perawat di RSUD Ambarawa termasuk tinggi.

Menurut sumber rekam medik RSUD Sijunjung khususnya Di

Bangsal Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung memiliki tenaga keperawatan

sebanyak 14 orang di ruang bedah, 12 orang di Perina, 13 orang di VIP,

4
Ruang anak 13 orang, 17 orang perawat interne, 13 orang perawat HCU.

Berdasarkan survey awal pada pada tanggal 25 November 2018 dapat dilihat

bahwa beban kerja perawat di bangsal penyakit dalam yang mencakup

pelayanan Askep termasuk tinggi, dimana 10 dari 13 perawat di Bangsal

Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung mengatakan beban kerjanya tinggi.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti tentang kinerja perawat

pelaksana di Bangsal Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung, dilihat dari

pendokumentasian asuhan keperawatan dapat dilihat status pasien yang

kosong pada lembar catatan keperawatan yang dilakukan perawat pelaksana.

Berdasarkan data di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang

hubungan beban kerja perawat dengan kinerja perawat di Bangsal Instalasi

Rawat Inap Rsud Sijunjung tahun 2018.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah penelitian ini

adalah apakah ada hubungan beban kerja perawat dengan kinerja perawat di

Bangsal Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung tahun 2018?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kinerja perawat di

Bangsal Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung tahun 2018.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui distribusi frekuensi kinerja perawat di Bangsal Instalasi

Rawat Inap Rsud Sijunjung tahun 2018.

5
b. Mengetahui distribusi frekuensi beban kerja perawat di Bangsal

Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung tahun 2018.

c. Mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kinerja perawat di

Bangsal Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung tahun 2018.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi pelayanan kesehatan

Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi RSUD Sijunjung dalam

menentukan kebijakan peningkatan kesehatan pekerja Rumah Sakit dan

sebagai acuan bagi standar pelayanan.

2. Bagi institusi pendidikan

Meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang beban kerja perawat dan

juga kinerja kerja perawat.

3. Bagi peneliti selanjutnya

Rekomendasi untuk penelitian lain untuk mengkaji variabel lain diluar

model penelitian ini, sehingga dapat dirumuskan berbagai konsep baru

dalam menigkatkan kesehatan dan keselamatan kerja perawat.

E. Ruang Lingkup

Peneliti akan membahas mengenai hubungan beban kerja perawat dengan

kinerja perawat di Bangsal Instalasi Rawat Inap Rsud Sijunjung tahun 2018.

Penelitian ini direncanakan akan dilakukan di Bangsal Instalasi Rawat Inap

Rsud Sijunjung pada bulan November – Maret tahun 2019 dengan jumlah

populasi 82 orang perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik

total populasi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross

6
sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan data di

analisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik

ChiSquare.