Anda di halaman 1dari 1

YOUR WAY IS NOT MY WAY

Pagi itu Erwin terbangun dengan mimpi yang sama di setiap tidurnya, dia mulai gelisah
sekarang dan bertanya dalam hatinya, apa sebenarnya maksud dari mimpi itu. Jam sudah
menunjukkan pukul siang, Erwin bergegas mandi karna dia tahu sebentar lagi adalah jam masuk
kerjanya dan dia tidak mau terlambat. Dengan langkah yang terburu-buru Erwin segera berangkat
kerja.

Erwin tiba di kantornya, dia tidak terlambat, tetapi kantor yang menjadi tempatnya bekerja
kini telah tidak ada, ya kantor tempat dia bekerja sekarang menjadi bangkrut, terpaksa kantornya mem
PHK semua pekerja yang bekerja di kantornya tersebut termasuk Erwin.

Terjawab mimpi selama ini yang menghantui Erwin, selama ini dia memimpikan keadaan
ekonomi pemerintahan yang sedang carut marut, kenaikan bbm, inflasi disana sini, dan dampaknya
pasti kepada masyarakat, itulah isi dari mimpi Erwin. Erwin tak tinggal diam begitu saja, segera dia
bergegas untuk pulang ke rumah dan membuat sebuah lamaran pekerjaan yang baru, dan segera
mencari pekerjaan kembali.

Keesokan harinya Erwin dengan semangat baru bermaksud ingin mencari pekerjaan baru.
Setelah Erwin lelah menaruh lamaran disana disini dia pergi ke sebuah warung makan yang ternyata
itu adalah milik teman lamanya, mereka berbincang, Erwin bercerita tentang kejadian yang menimpa
nya kemarin, temannya memberikan saran agar dia membuka sebuah peluang usaha saja, namun
Erwin belum berani untuk membuka usaha, setelah selesai berbincang Erwin segera pergi untuk
pulang.

Erwin bermaksud untuk menaruh lamaran lagi untuk keesokan harinya, namun tinta printer
yang ada di kost an Erwin habis, terpaksa dia harus pergi ke warnet untuk mencetak lamarannya
tersebut, ternyata pemilik warnetnya pun adalah temannya semasa sma, Erwin pun bercerita kembali
tentang masalah yang menimpanya, dan temannya pun memberikan saran yang sama agar Erwin
membuka sebuah peluang usaha, namun Erwin tetap tidak bisa, lalu temannya membawa Erwin ke
sebuah TPU, dia membawa Erwin ke kuburan temannya. Temannya Erwin bercerita kalau temannya
yang dikubur adalah korban PHK juga, temannya ini gagal untuk mencari pekerjaan yang baru, dan
akhirnya dia menjadi seorang pengemis dan berakhir dengan kematian, Erwin pun tersadar bahwa
tidak selamanya kita harus terus bekerja dengan orang lain, kita bisa membuat suatu lapangan
pekerjaan dimana kita sendiri yang mengelola nya, akhirnya Erwin pun membuka sebuah peluang
usaha nya sendiri, dan dalam beberapa tahun dia sekarang telah menjadi orang yang sukses