Anda di halaman 1dari 12

Penantian...

Tema: mengapa harus ada penantian yang panjang?

Ini ceritaku 4tahun yang lalu tentang kisah penantianku... dan


kesabaranku dalam menunggu...

Siapa sangka kalau aku akan terjebak dalam imajinasi yang aku bangun
sendiri? cerita ini dimulai 4tahun yang lalu tepatnya ketika aku
memasuki dunia putih abu-abu yaitu Sekolah Menengah Atas.

Di kursi koridor sekolah, ketika istirahat ujian penerimaan murid baru

Natariesha : *terpaku memandang lelaki berkulit hitam manis


bertubuh tinggi*

Talitha : *menghampiri nata yang pandanganya sudah mulai sadar


karna lelaki itu mulai pergi dari pandangannya*

“Nataaaaaaaa, aku tadi ngeliat cowo ganteng banget


sumpah. Kayaknya aku suka deh sama dia hehe”

aku hanya bisa menjadi pendengar ceritanya litha saja, ya maklumin saja
dia memang terkenal sebagai wanita yang gampang sekali jatuh
cinta. Aku sudah kenal dia dari aku duduk di bangku SMP tapi aku
tidak pernah dekat seperti ini sama dia sebelumnya.

Natariesha : sambil tersenyum aku berkata “siapa lagi sih litha yang
kamu suka? Hehe”

Talitha : dengan semangat yang membara litha menjelaskan ciri-ciri


lelaki yang dimaksud “tinggi, hitam manis. Aduh nata aku
seperti dibius ketika pertama kali melihatnya, dan
sepertinya dia seruangan sama aku deh. Nanti deh aku
tunjukin sama kamu”

Natariesha : sebentar dulu deh, dalama hatiku berkata. Mengapa ciri-


ciri yang litha sebutkan tadi itu seperti lelaki yang menjadi
pusat perhatianku tadi? “woww litha sepertinya kamu
memperhatikan dia dengan teliti sekali yah, baiklah
tunjukan padaku yah lelaki mana yang kamu ceritakan
tadi” rasa penasaran yg cukup besar muncul dalam
pikiranku.

Talitha : dengan mata yg terbuka lebar, dan tiba-tiba litha


melayangkan pukulan kecil ketanganku tanda kalau ada
sesuatu yg dia ingin tunjukan kepadaku “nataaaaaaa itu
dia lelaki yg aku maksud, kamu lihat tidak? Dia baru saja
masuk keruanganku”

ya pasti saja lelaki itu masuk ruangannya karna ujian seleksi


kedua akan segera dimulai, dan tiba-tiba saja litha menarik
tanganku ke ambang pintu ruangannya untuk melihat lelaki
yg dia maksud.

Talitha : litha menunjuk lelaki itu dengan jari telunjuknya tapi


dengan cara diam-diam agar lelaki itu tidak sadar. “nata,
itu dia orangnya. Yang duduk dibangku ketiga dari barisan
sebelah kiri. Kamu lihat kan nata?

Natariesha : dan tentu saja mataku terbuka lebar untuk memastikan


apakah sama lelaki yg litha maksud dengan lelaki yg aku
sukai pada pandangan pertama tadi. Dan ternyata
jawabannya... adalah sama. Tapi aku biasa saja, karna aku
tahu kalau litha adalah tipikal cewek yg gampang
melupakan lelaki yg katanya dia sukai ketika dia
menemukan lelaki yg baru. “iya litha aku melihatnya”

Keesokan harinya adalah pengumaman lulus atau tidaknya aku


disekolah tersebut. Dan alhamdulillah aku dan litha lulus. Dan
jujur saja aku penasaran lelaki itu lulus atau tidak. Dan
sebenarnya tidak penting juga sih dia lulus atau tidak.

Talitha : “nata, kamu lulus kan?”

Natariesha : sambil tersenyum aku berkata “iya nata aku lulus, kamu
lulus juga kan? Semoga kita bisa sekelas yah”

Talitha :”iya aku lulus juga kok, iya amin semoga kita sekelas” dan
dengan nada yg tegas litha melanjutkan omongannya. “oh
ya nata aku sudah tahu dong nama lelaki yang aku sukain”
sambil tersenyum lebar

Natariesha : litha tahu nama lelaki itu? Berarti bagus dong dengan
begitu aku juga akan tahu nama dia. “oh ya litha? Siapa
namanya?” aku sambil tersenyum.

Talitha : “namanya Alfesh, nat. Hebat kan aku bisa tahu namanya”
dengan rasa bangga dia berkata seperti itu

Natariesha : yaiyalah litha tahu nama lelaki itu, kan dia satu ruangan.
“ya litha kamu akui memang terhebat kalau mencari
biodata lengkap laki-laki”

Setelah 3 hari menjalan Mos dan tibalah saatnya penentuan pembagian


kelas. Jujur aku ingin sekali bisa sekelas dengan Alfesh dengan tujuan
biar aku bisa memandang dengan jelas hehe. Dan selama 3hari aku
menjalan Mos aku mencari alfesh terus, entalah hanya dia yg bisa
bikin aku gak berenti berkedip, agak sedikit berlebihan sih tapi ya..
memang itu faktanya. Dan tiba saatnya pembacaan pembagian
kelas.... dan ternyata aku sekelas dengan Alfesh!!!! Wawwww rasa
senang, gembira, haru bercampur aduk. Doa yg hanya terlintas
ternyata bisa menjadi kenyataan hanya dalam itungan menit saja.

Talitha : “nataaaaa kita sekelas sama Alfesh” sambil tersenyum bangga.

Natariesha : “haha iya litha” sampai hari ini litha tidak tahu kalau aku
diam-diam sering memandangi Alfesh.

Tidak terasa sudah seminggu aku menjalani hari-hari sekolah sekelah


dengan Alfesh, dan sudah seminggu itu pula aku diam-diam
memperhatikan keseharian Alfesh disekolah. Dan jawabannya
adalah,,, dia lelaki yg sangat pendiam dan akan berbicara ketika itu
sangat penting. Dan dia punya kebiasaan yg aneh, yaitu suka tidur
dibawah mejanya sambil menutup mata pake jaket parasut hitam yg
suka dipakai kesekolah.

Dan ketika aku pulang sekolah bareng dengan litha, dengan tiba-tiba litha
bicara

Talitha :”nat, aku mau ngomong nih. Sebenarnya aku udah gak suka lagi
sama Alfesh, aku lagi suka sama kakak kelas kita. Dia kelas 11
hehhe”

Natariesha : yaa sudah aku duga pasti dia akan menyukai orang lain, dan
dengan perasaan yang lega akhirnya aku bisa cerita juga ke
litha kalau aku sebenarnya suka sama Alfesh “ya ampun litha
cepet banget sih kamu suka sama orang lainnya. Baru
2minggu yg lalu loh kamu bilang ke aku kalau kamu suka
sama Alfesh”

Talitha : sambil tertawa “ya seperti itulah aku nat,”


Natariesha : dengan keberanian aku bilang ke litha “litha, sebenarnya
aku tuh suka sama Alfesh dari sebelum kamu cerita ke aku
tentang dia, aku mau ngomong tapi aku gaenak”

Talitha : sambil nahan tawa dia berkata “hahahha nataaa, jadi selama
ini kecurigaan aku benar ya, pantes saja pas waktu itu aku
sebutin ciri-ciri Alfesh kamu tuh kayak muka menunjukan
kalau kamu tahu orangnya tapi kamu pendam dalam hati.
Dan tingkah kamu kalau ada Alfesh tuh beda banget kayak
bukan nata yang aku kenal kesehariannya” masih tertawa

Natariesha : “jadi selama ini kamu merhatiin aku? Apa terlalu kelihatan
yah litha kalau aku suka sama dianya? Aduhhh aku gamau
kalau temen-temen kelas kita sampai tahu, apalagi kalau
Alfeshnya tahu, pasti jadi janggung banget”

Talitha :”kalau aku sih sadar, tapi gatau deh dengan teman-teman kelas
kita. Tenang saja nata aku bisa kok menjaga rahasia ini”

Aku punya teman kelas namanya Jahasya, dia punya jabatan sebagai
ketua kelas dikelas ku. Dia cukup dekat denganku ketika awal-
awal aku masuk dikelas ku yang sekarang ini, dan klimaksnya
adalah... dia tahu kalau aku punya rasa sama Alfesh. Dan dia
selalu saja punya cara untuk bikin kelas selalu gaduh. Ketika
itu dia ngajak teman-teman sekelas aku main truth or dare,
dan tidak ada yg boleh yg keluar kelas sampai semua orang
terlibat dalam permainan. Dan tibalah saatnya aku yg kena,
dan aku sudah punya perasaan yg tidak enak. Dan aku lebih
memlih truth dibandingkan dare karna aku takut kalau
jahasya menyuruh aku untuk berbuat yang tidak-tidak... dan
ternyata kejadian lah apa yg aku takuti, dia membuat
pertanyaan seperti ini
Jahasya : “nata, siapa lelaki dikelas ini yang kamu sukai?” sambil
tersenyum meledek

Natariesha : aku tercengang dengan pertanyaan jahasya “tidak ada yang


aku sukai disini” dengan terbatah-batah aku mengatakan itu.

Dan kelas ketika gaduh dengan suara-suara yg bikin punggungku


memanas “bohong kamu nata, sudahlah berkata jujur saja. Ada kan
disini lelaki yg kamu sukai disini? Apa perlu kita sebutin” teman-
teman ku berkata seperti itu secara kompak seakan-akan mereka
sudah berlatih sebelumnya.

Natariesha : aku berfikir keras, apa yang harus aku lakukan? Dan yang
lebih bikin aku deg-deg kan adalah, bahwa Alfesh duduk
disamping kiri ku hanya selang 2 orang. Dan akhirnya aku
bicara “ya memang ada, udalah Jahasya kan kamu sudah
tau orangnya, jadi untuk apa aku kasih tau lagi”

Jahasya :”tidak adil bila seperti itu, sudah katakan saja. Biar orang yang
kamu maksudkan itu juga akan tahu apa yg kamu rasakan”

Natariesha : dengan hati yg berdebar semakin kencang, akhirnya aku


buka mulut “orangnya itu adalah Alfesh” oh tuhan seakan-
akan dunia ku runtuh ketika selesai berkata seperti itu.

Jahasya : ”pertanyaan terakhir nih nat, apa yg gak kamu suka dari
Alfesh?” tertawa lebar layaknya jin habis merayu manusia
untuk berbuat jahat.

Natariesha : “dia orangya sangat cuek” oohhh tuhan rasanya aku ingin
keluar kelas dan enyah dari Alfesh, karna aku malu sekali.

Jahasya : “tuh Alfesh dengerin sih nata ngomong apa” dengan lincahnya
lidah jahasya berkata seperti itu
Aku sangat terkejut dan bahkan bukan hanya aku saja tapi seisi kelas,
tiba-tiba Alfesh mengeluarkan suaranya sambil berkata.

Alfesh : “tenang aja, aku orangnya gak cuek kak. Aku baik hati hehe”
sambil tersenyum.

Sekelas hening mendengarkan suara dan omongan Alfesh yang tiba-tiba


nyeletuk, dan setelah dia berhenti bicara kelas seketika gaduh dan
serempak bilang “aseeekk, cie cie”

1bulan.... 2bulan... setelah permainan truth or dare itu aku sama Alfesh
benar-benar tidak pernah bicara, pernah sih tapi itu hanya sepatah
dua patah, pidato lurah yang katanya sepatah dua patah saja
panjang banget, tapi tidak dengan pembicaraan aku dengan Alfesh
yang memang benar-benar sepatah dua patah. Dan aku membuat
panggilan untuk Alfesh yang hanya diketahui teman-teman dekat ku
saja. Aku punya teman dekat dikelas ku 3 orang yaitu Hafitmy,ariet
& Nisrah, mereka semua cewek. Mereka lah tempat aku cerita
tentang ‘abang’ itulah sebutan untuk Alfesh, alasan aku membuat
panggilan itu karna biar tidak semua orang tau kalau aku lagi
ngomongin Alfesh. Dan jreng jreng semua temen sekelas aku tau
dan termasuk Alfesh!!!

Pernah waktu itu teman-teman ku yang 3 itu mencoba nyebut ‘abang’


dan dengan kagetnya Alfesh seketika langsung nengok kesumber
suara

Tidak terasa 1tahun sudah aku sekelas sama Alfesh, dan rasa aku untuk
Alfesh semakin besar bahkan parahnya aku udah ngasih ruang
dihatiku ini. Dan ini untuk pertama kalinya aku suka sama laki-laki
samipa sanggup menunggu 1tahun dan tidak menyukai orang lain
selain dia. Dalam setahun aku menunggu Alfesh tidak seindah
cerita-cerita yang ada di ftv, dia pernah jadian sama sama kakak
kelas 12, jujur aja aku sedih ngeliat dia jadian, tapi ya apa mau
dikata memang sudah seperti itu takdirnya. Aku bukan seperti
cewek yg terlalu genit sama dia, yang harus deketin dia duluan. Dan
hubungan mereka hanya bertahan sekitar 3bulan. Dan mungkin aku
salah satu wanita yg sangat bahagia ketiaka melihat dia putus
dengan kakak kelas itu.

Ketika kenaikan kelas 11 aku harus pisah kelas dengan Alfesh, karna aku
milih jurusan Ipa dan dia Ips. Tapi aku tidak merasa khawatir karna
aku akhirnya bisa bebas karna ketika aku tidak sekelas sama dia
akhirnya aku bisa menunjukan sifat aku yang gila dan gak bisa diem.
Dan aku akhirnya berteman sangat dekat banget sama jahasya, dan
dia juga sekelas lagi sama Alfesh, dengan begitu aku bisa tanya-
tanya tentang Alfesh ke jahasya.

Kelas 11 ada kegiatan yang namanya lifeskill, nah itu kami satu angkatan
pergi ke desa penting sari di daerah yogyakarta, dan kami tinggalnya
bukan di hotel atau vila tapi homestay, kami tinggal bersama
penghuni rumah yang kami tempatin.

2 hari sebelum pergi aku sama teman-temanku yg 3 itu bikin perjanjian

Hafitmy :”nat, aku punya tantangan nih, pas lifeskill nanti bisa gak kamu
foto berdua sama Alfesh, kalau kamu bisa berarti kamu hebat”

Ariet&Nisrah : “iya kamu bisa gak? Kalau gabisa berarti kamu harus
traktir kami ber3”

Natariesha : “oke, aku pasti bisa” entalah kenapa aku jadi sok berani
gini, padahal aku pemalu bngt kalau disitu ada Alfesh.

Tibalah saatnya, ketika Alfesh baru selesai main futsal melawan anak-
anak desa penting sari yang seumuran dengan kami. Aku langsung
mengajak dia foto dengan deg-degkan yang sangat dahsyat aku
bilang
Natariesha : “eh eh Alfesh mau gak foto berdua? Sebentar aja. Soalnya
aku lagi taruhan” yaa tuhaan kenapa aku harus bilang
taruhan sih? Yasudalah namanya juga gugup.

Alfesh : “yaudah ayok” senyum kecil

Dan akhirnya aku foto bareng.... yatuhan aku senang sekali. Itu adalah
foto pertama aku berdua sama dia. Dan aku bangga sekali.

Natariesha :“Ariet,Nisrah,Hafitmy lihat iniiiii, aku bisa kan foto sama


abang” dengan bangganya sambil menunjukan foto itu

Ariet,Nisrah,Hafitmy : “mana coba? Halaahhh paling ini editan” dengan


mimik muka yg gak percaya.

Natariesha : “ya ampun rajin banget kalau aku yg harus ngedit dulu, ini
real”

Ariet,Nisrah,Hafitmy : “yayaya kami percaya, gagal deh di traktirnya, tapi


kok senyum kalian berdua mirip yah?”

Natariesha : senyum malu-malu “masa sih? Kalian bisa ajadeh. Jadi


seneng aku hehhe”

Keesokan harinya adalah acara angkatan dan sekaligus acara penutupan


lifeskill dan waktu itu duduk aku dengan Alfesh gak terlalu jauh jadi aku
puas sekali melihatnya dan aku menyuruh Hafitmy untuk memfoto dia
secara diam-diam.

Hafitmy : “nat, liaat deh masa si abang kayak sadar kamera gitu kalau aku
lagi foto dia, mata dan muka dia benar-benar kearah kamera dan
sambil tersenyum” sambil menyodorkan kamera yg berisi mukanya
Alfesh

Natariesha : “ya ampun Fitmy kenapa manis sekali muka dia? Yatuhan
gimana aku mau move on kalau kayak gini caranya”
Semenjak acara lifeskill tersebut hubungan aku sama Alfesh makin mencair,
udah bisa saling memandangkan, bahkan aku sering merasa kalau dia
sering memperhatikan aku. Dan lebih kagetnya lagi ketika jahasya
mendatangi aku ketika aku lagi di Mcd dan jahasya lagi sama teman-
teman kelasnya termasuk disitu ada Alfesh

Jahasya : “nat!!!! Kamu harus liat sms ini, tapi kamu jangan teriak yah.
Karna ini tempat umum” sambil menyodorkan hape

Natariesha : “iya oke” aku sangat penasaran. Dan seketika aku teriak karna
aku kaget denga isi sms itu. Karna sms itu atas nama Alfesh yang
smsnya bertuliskan.

-jahasya, nata ikut gak?

-jahasya...

-jahasya, ajakin nata dong....

Jahasya : “pasti kamu senangkan nat?”

Natariesha : “senang banget jahasya, ini tuh kayak mimpi” masih dalam
keadaan kegirangan.

Ya semenjak itu juga rasa ini makin besar besar dan membesar. Dan tidak
terasa kalau aku sudah 3tahun hanya menunggu dia tanpa menyukai
orang lain. Perasaan ini kasih sayang ini hanya untuk Alfesh. Jujur saja
banyak temanku yg sering marah karna aku masih berharap sama
Alfesh sedangkan dia orangnya sangat cuek dan sangat dingin sama
cewek.

2016, 4tahun sudah aku menunggu dia. Dengan dirasa yg sama ketika aku
melihat dia pada pandangan pertama. Banyak faktor yang bikin aku
bisa bertahan sayang sama dia. Aku percaya tidak ada yang sia-sia
ketika aku sudah menunggu dia selama 4tahun ini. Alfesh tetap sama,
yaitu lelaki yang cuek, penuh rahasia dan dia bukan tipikal cowok yang
suka tebar pesona dengan cewek. Itu lah yang bikin aku sangat
mencintainya. Ada kutipan yang sangat aku sukai dan bisa dibilang
itulah yang menguatkan aku bisa bertahan dalam penantian panjang
dan sabarnya menunggu Alfesh

“Bila bukan jodoh, Tuhan tidak akan membiarkanmu selamanya berada


dalam rasa yang sama pada seseorang. Ingat dan percaya itu”

“Jangan pernah menyesal menunggu seseorang, meski yang kau dapatkan


tak pernah datang. Setidaknya, kau telah belajar berjuang”

“kalau setiap harapan kita selalu berjalan sesuai rencana, kita tak pernah
belajar bahwa kecewa itu menguatkan”

Putri Ramadhanti

Ekonomi 2015

Cinematography’2015