Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji dan rasa syukur mendalam penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
berkat limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya maka karya tulis ilmiah ini
dapat diselesaikan dengan baik. Salam dan salawat semoga selalu tercurah
pada baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Karya tulis ilmiah yang berjudul " Uji Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium
Sativum) Sebagai Agen Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri
Propionibacterium acnes" ini saya susun untuk memenuhi persyaratan
memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim
Indonesia
Penulis mengucapkan rasa terimasih yang sebesar-besarnya atas semua
bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung
selama penyusunan karya tulis ilmiah ini hingga selesai. Secara khusus rasa
terimakasih tersebut saya sampaikan kepada:

1. dr. Hj. Anna Sari Dewi, M.Kes, Sp.OG sebagai pembimbing I


2. dr. Mona Nulanda, M.Kes, Sp. OG sebagai pembimbing II
3. Kepala Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Muslim
Indonesia
4. Dr. dr. Sri Vitayani Mochtar, Sp.KK, FINSDV Sebagai Ketua Komisi Etik
Penelitian Universitas Muslim Indonesia
5. dr. Rachmat Faisal Syamsu, M.Kes, sebagai koordinator Karya Tulis
Ilmiah FK-Universitas Muslim Indonesia
6. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim
Indonesia, atas ilmu, bimbingan dan bantuannya hingga penulis selesai
menyusun tugas akhir ini.
7. Rekan-rekan di Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
yang juga telah banyak membantu penulis.

i
Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini belum sempurna, baik dari segi
materi maupun penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun
sangat diharapkan dalam penyempurnaan karya tulis ilmiah ini.
Terakhir penulis berharap, semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan hal
yang bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca dan khususnya bagi
penulis juga.

Makassar, November 2018


Penulis

ii
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI
AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Fitri Lestari1, Anna Sari Dewi2, Mona Nulanda3
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Email : fitrilestaaari@gmail.com

ABSTRAK

Latar Belakang : Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu


tanaman yang sering digunakan masyarakat untuk mengobati berbagai
penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bawang
putih mengandung allicin yang mempunyai efek antibakteri terhadap bakteri
Propionibacterium acnes. Propionibacterium Acnes merupakan bakteri gram
positif berbentuk batang dan merupakan flora normal kulit yang ikut berperan
dalam terjadinya akne vulgaris. Di dunia diperkirakan terdapat lebih dari 60
juta orang menderita akne vulgaris. Peran Propionibacterium acnes dalam
patogenesis AV menjadi dasar pemberian antibiotik sistemik melalui aktivitas
antibakteri maupun efek antiinflamasi. Dengan semakin luasnya penggunaan
antibiotik, maka resistensi Propionibacterium acnes terhadap antibiotik
semakin meningkat. Timbulnya resistensi antibiotik, menyebabkan kegagalan
terapi pada beberapa kasus. Salah satu strategi untuk menanggulangi hal
tersebut ialah menggunakan terapi alternatif, salah satunya dengan
menggunakan tumbuhan herbal, yaitu bawang putih (Allium Sativum) yang
memiliki efek antimikroba.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas antibakteri
ekstrak Bawang putih (Allium Sativum) sebagai agen antibakteri terhadap
pertumbuhan bakteri Propionbacterium acnes
Metode : Penelitian ini adalah penelitian true experimental post test dengan
menggunakan metode disc diffusion untuk melihat efektivitas kulit buah delima
terhadap bakteri Propionibacterium acnes penyebab Akne Vulgaris
Hasil : Didapatkan hasil bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak bawang
putih maka semakin besar hambatan terhadap pertumbuhan
Propionibacterium acnes. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk
pada konsentrasi 25%; 50%; 75%; 100% sebesar 10mm; 12,5mm; 13mm;
16mm. Hal ini menunjukkan bahwa interpretasi dari konsentrasi 25%, 50% dan
70% adalah resisten sedangkan pada konsentrasi 100% adalah intermediet
Kesimpulan : Ekstrak bawang putih (Allium sativum) dengan konsentrasi 25%,
50%, dan 75% memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium
acnes dengan interpretasi resisten sedangkan pada konsentrasi 100%
memiliki interpretasi intermediet.
Kata kunci: Ekstrak bawang putih, Propionibacterium acnes,
Efektivitas, Akne Vulgaris

iii
TEST EFFECTIVENESS OF GARLIC (Allium sativum) EXTRACT AS AN
ANTIBACTERIAL AGENT ON Propionibacterium acnes
Fitri Lestari, Anna Sari Dewi, Mona Nulanda
Faculty of Medicine Universitas Muslim Indonesia
E-mail: fitrilestaaari@gmail.com

ABSTRACT

Background: Garlic (Allium sativum) is one of the plants that is often used by
the community to treat various diseases, especially diseases caused by
bacterial infections. Garlic contains allicin which has an antibacterial effect on
the bacteria Propionibacterium acnes. Propionibacterium Acnes is a gram-
positive rod-shaped bacterium and is a normal flora of the skin that plays a role
in the occurrence of acne vulgaris. In the world there are an estimated more
than 60 million people suffering from acne vulgaris. The role of
Propionibacterium acnes in the pathogenesis of AV is the basis of systemic
antibiotics through antibacterial activity and anti-inflammatory effects. With the
widespread use of antibiotics, Propionibacterium acnes resistance to
antibiotics is increasing. The onset of antibiotic resistance, causes treatment
failure in some cases. One strategy to overcome this problem is to use
alternative therapies, one of which is by using herbal plants, namely garlic
(Allium Sativum) which has an antimicrobial effect.
Objective: This study was conducted to determine the effectiveness of the
antibacterial Garlic (Allium Sativum) extract as an antibacterial agent against
the growth of Propionbacterium acnes
Method: This study is a true experimental post test using the disc diffusion
method to see the effectiveness of garlic extract against Propionibacterium
acnes bacteria that causes acne Vulgaris
Results: It was found that the greater the concentration of garlic extract, the
greater the inhibition zone to the growth of Propionibacterium acnes. The
average diameter of the inhibition zone formed at a concentration of 25%; 50%;
75%; 100% for 10mm; 12.5mm; 13mm; 16mm. This shows that the
interpretation of the concentrations of 25%, 50% and 70% is resistant while at
100% concentration are intermediates
Conclusion: Garlic extract (Allium sativum) with a concentration of 25%, 50%,
and 75% has an antibacterial effect on Propionibacterium acnes bacteria with
resistant interpretation while at a concentration of 100% has an intermediate
interpretation
Keywords : Garlic Extract, Propionibacterium acnes, Effectiveness,
Acne Vulgaris

iv
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................... i

ABSTRAK ............................................................................................ iii

DAFTAR ISI ........................................................................................ v

DAFTAR GAMBAR .............................................................................. ix

DAFTAR TABEL .................................................................................. x

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .............................................................. 4

1.3 Tujuan Penelitian ................................................................ 4

1.3.1 Tujuan Umum ...................................................... 4

1.3.2 Tujuan Khusus .................................................... 4

1.4 Manfaat Penelitian .............................................................. 5

1.4.1 Manfaat Akademik .............................................. 5

1.4.2 Manfaat Klinik ...................................................... 5

1.4.3 Manfaat Bagi Masyarakat ................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................. 6

2.1 Tinjauan Umum Tentang Bawang Putih (Allium sativum) ... 6

2.1.1 Bawang Putih (Allium sativum) ............................ 6

2.1.2 Taksonomi Bawang Putih (Allium sativum) ......... 7

2.1.3 Morfologi Bawang Putih (Allium sativum) ............ 8

v
2.1.4 Kandungan Bawang Putih (Allium sativum) ......... 10

2.2 Tinjauan Umum Propionibacterium Acnes .......................... 12

2.2.1 Pengertian Propionibacterium Acnes .................. 12

2.2.2 Klasifikasi ............................................................ 13

2.2.3 Morfologi .............................................................. 13

2.2.4 Habitat dan Distribusi ........................................... 14

2.2.5 Pertumbuhan Bakteri ............................................ 15

2.3 Tinjauan Umum Acne Vulgaris ............................................ 17

2.3.1 Pengertian ........................................................... 17

2.3.2 Epidemiologi ........................................................ 17

2.3.3 Etiopatogenesis ................................................... 18

2.3.4 Manifestasi Klinis .................................................. 24

2.3.5 Pengobatan ......................................................... 26

2.4 Tinjauan Umum Antibakterial .............................................. 27

2.4.1 Pengertian ........................................................... 27

2.5 Tinjauan Umum Tetrasiklin .................................................. 31

2.5.1 Farmakodinamik .................................................. 31

2.5.2 Farmakokinetik .................................................... 32

2.5.3 Sediaan dan Posologi ......................................... 33

2.6 Kerangka Teori ................................................................... 34

2.7 Kerangka Konsep ............................................................... 35

2.8 Hipotesis.............................................................................. 36

vi
BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian ................................................................ 37

3.2 Tempat dan Waktu .............................................................. 37

3.3 Alat dan Bahan .................................................................... 37

3.3.1 Alat ...................................................................... 37

3.3.2 Bahan .................................................................. 38

3.4 Sampel dan Cara Pengolahan ........................................... 38

3.4.1 Pengambilan Sampel .......................................... 38

3.4.2 Proses Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) .... 39

3.4.3 Pembuatan medium ............................................ 40

3.5 Klasifikasi Variabel Penelitian ............................................. 42

3.5.1 Variabel Bebas .................................................... 42

3.5.2 Variabel Terikat ................................................... 42

3.6 Kriteria Sampel .................................................................... 42

3.6.1 Kriteria Inklusi ...................................................... 42

3.6.2 Kriteria Eksklusi ................................................... 43

3.7 Definisi Operasional ........................................................... 43

3.8 Kriteria Objektif Tetrasiklin ................................................... 44

3.8.1 Zona Hambat Minimal ........................................... 44

3.9 Alur Penelitian .................................................................... 45

3.10 Etika Penelitian ................................................................. 46

BAB IV LOKASI PENELITIAN.............................................................. 47

vii
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................... 49

5.1 Hasil Tabulasi Sensitivitas Penelitian .................................. 49

5.2 Pembahasan ....................................................................... 53

5.2.1 Pembahasan Efek Antimikroba Ekstrak Bawang Putih

Terhadap Propionibacterium acnes ....................... 55

5.2 Keterbatasan Penelitian ...................................................... 61

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 62

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 64

LAMPIRAN........................................................................................... 71

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bawang Putih (Allium sativum) ........................................... 5


Gambar 2.2 Morfologi Propionibacterium acnes ..................................... 6
Gambar 2.3 Gambaran Klinis Akne Vulgaris .......................................... 7
Gambar 2.4 Kerangka Teori ................................................................... 8
Gambar 2.5 Kerangka Konsep.............................................................. 10
Gambar 3.1 Alur Penelitian ................................................................... 10
Gambar 4.1 Laboratorium Penelitian FK UMI ....................................... 22
Gambar 4.2 Ruang Isolasi dan Inkubasi Laboratorium FK UMI ............ 33
Gambar 5.1 Diameter Zona Hambat Ekstrak Bawang Putih Konsentrasi
25%....................................................................................................... 34
Gambar 5.2 Diameter Zona Hambat Ekstrak Bawang Putih Konsentrasi
50%....................................................................................................... 34
Gambar 5.3 Diameter Zona Hambat Ekstrak Bawang Putih Konsentrasi
75%....................................................................................................... 35
Gambar 5.4 Diameter Zona Hambat Ekstrak Bawang Putih Pada Konsentrasi
100%.................................................................................. 36
Gambar 5.5 Diameter Zona Hambat Kontrol Positif dan Kontrol Negatif37

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Klasifikasi Derajat Acnes Berdasarkan Jumlah dan Tipe Lesi14
Tabel 2.2 Gambaran Klinis Akne Vulgaris ........................................... 18
Tabel 3.1 Zona Hambat Minimal Antibiotik Tetrasiklin Terhadap bakteri
Propionibacterium acnes ........................................................ 52
Tabel 5.1 Hasil Tabulasi Sensitivitas Penelitian ................................... 18