Anda di halaman 1dari 11

Perancangan Sistem Transportasi Vertikal ( Lift)

Jenis Lift antara lain ,


a. Lift Traksi b. Lift Hidrolik

Spesikasi Lift;
a. Kapasitas :…1000 kg/ 15 orang
b. Kecepatan :… 60 m/menit, power supply ; 9 kW, 3p, 50 Hz
c. Sistem control-VVVF
d.Jenis Pemakaian(penumpang, hospital,barang)
e. Jumlah lantai dan total travel(m)
f. Ukuran(m) lubang /hoist way , dalam/pit, over head, ruang mesin

Alat transportasi vertikal dalam bangunan bertingkat banyak adalah lift atau
elevator , alat ini akan memakan volume gedung yang akan menentukan
efsiensi gedung . Pemilihan kapasitas lift akan menentukan jumlah lift yang
mempengaruhi pula kwalitas pelayanan gedung terutama gedung bertingkat
tinggi untuk komersial
Instalasi lift yang baik adalah yang menghasilkan waktu menunggu di setiap
lantai yang minimal, kecepatan yang konfortabel, angkutan vertikal yang
cepat, pemuatan dan penurunan yang yang cepat di setiap lantai.
Kriteria kwalitas pelayanan lift adalah;
a. Waktu menunggu ( interval, waiting time )
b. Daya angkut ( Handling capacity)
c. Waktu perjalanan bolak balik (round trip time)

Referensi

- SNI.03-2190-1999 Konstruksi lift Penumpang dengan Motor Traksi


- SNI 03-6247.1-2000 Konstruksi Lift Pasien
- SNI 03-2190.2-2000 Konstrusi Lift Pelayan barang (Dumbwaiter)
- SNI 03-6523-2001, Tata cara Perancangan lift
- SNI-03-7017-2004, Tatalaksana Pemeriksaan dan Pengujian Lift Traksi Listrik
pada bangunan Gedung
Perencanaan Lift;
1. Waktu Menunggu ( Interval, Waiting time )

Waktu menunggu = waktu perjalanan bolak –balik dibagi jumlah lift


Jumlah lift total dapat dihitung atas dasar daya angkut pada beban puncak
saat sibuk, sehingga untuk gedung perkantoran perlu ditambah 20 – 40 %,
sebab sebagian lift didalam zone yang disewa tersebut dipakai untuk lalu-
lintas antar lantai, sehingga waktu menunggu di lantai dasar dapat
memanjang lebih dari satu menit.
Waktu menunggu bervariasi menurut jenis gedung antara lain;
1. Perkantoran 25 – 45 detik
2. Flat 50-120 detik
3. Hotel 40 – 70 detik
4. Asrama 60-80 detik

Waktu menunggu mínimum = waktu pengosongan lift = kapasitas lift x 1.5


detik per penumpang

2. Daya angkut ( Handling capacity)


Daya angkut lift tergantung dari kapasitas dan frekuensi pemuatannya ,
Stándar daya angkut lift diukur untuk jangka waktu 5 menit pada jam sibuk
( rush hour)

Daya angkut( Handling capacity ) untuk satu lift dalam 5 menit

5 x60 xm
M= w
5 x60 xmxN
Untuk sejumlah N lift maka M N= T

Dimana;
m = kapasitas lift, orang
w= waktu menunggu = T/N, detik

3. Waktu perjalanan bolak balik (Round Trip Time)

Waktu perjalanan hanya dapat dihitung secara pendekatan , karena


perjalanan lift antar lantai tidak sama dengan kecepatan lift yang ditentukan
baru tercapai setelah bergerak beberapa lantai dulu karena ada inverter.
Secara pendekatan waktu perjalanan bolak-balik lift terdiri dari;
a. Penumpang memasuki lift di lantai dasar perlu waktu 1.5 detik/orang
dan untuk lift dengan kapasitas m orang perlu waktu 1.5 detik
b. Pintu lift menutup kenbali 2 detik
c. Pintu lift buka setiap lantai tingkat ( n-1) 2 detik
d. Penumpang meninggalkan lift di setiap lantai dalam 1 zone sebanyak
(n-1) lantai , (n-1) x m/(n-1) x 1.5 detik
e. Pintu lift menutup kembali di setiap lantai tingkat, (n-2) 2 detik
f. Perjalanan bolak-balik satu zone , 2(n-1)h/s detik
g. Pintu membuka di lantai dasr, 2 detik
(2h  4 s )( n  1)  s (3m  4)
Jumlah T=
s

detik
Dimana;
T= waktu perjalanan bolak balik lift ( Round trip time)
h = tinggi antara lantai
s= kecepatan rerata lift,m/s
n = jumlah lantai dalam satu zone
m= kapasitas`lift
4. Beban Puncak Lift ( Peak Load )

Beban puncak lift berdasarkan presentasi pendekatan terhadap jumlah


penghuni gedung , yang harus terangkat oleh lift dalam 5 menit pertama
pada jam padat ( rush – hour) yaitu;
a. Perkantoran 4% x jumlah penghuni gedung
b. Flat 3% x jumlah penghuni gedung
c. Hotel 5% x jumlah penghuni gedung

Data untuk penafsiran jumlah penghuni gedung;

a. Perkantoran 4 m2/ orang


b. Flat 3 m2/ orang
c. Hotel 5 m2/ orang

Perhitungan Lift/elevator pada Bangunan Gedung Bertingkat,

1. Waktu perjalanan bolak-balik ( Round trip time)


(2h  4 s )( n  1)  s (3m  4)
T=
s

anTP
2. N =
m(300a ' '2nTP)

3. Waktu menunggu /interval (waiting time ) w = T/N

4. Daya angkut( Handling capacity ) untuk satu lift dalam 5 menit

5 x60 xm
M=
w
5 x60 xmxN
Untuk N lift maka M N=
T
5..Kapasitas Lift pada kondisi beban puncak
Beban puncak Lift
P ( a  k )n
L=
a ''
5. Pada keadaan beban puncak = daya angkut N lift(Handling capacity )

L = MN, dimana k= luas inti gedung, (m2 )= 2 m N=5 N m f=5xNxmx0.4

P ( a  2mN ) n 5 x60 xmxN


'' =
a T
Sehingga jumlah lift.
anTP
N=
m(300a ' '2nTP)

6. Daya angkat lift, Daya Nst = ½ Q V / 75 , Hp


Mesin

Gp
Gs

Bagian lift antara lain,mesin pengangkat , tali baja/rope, rel,sangkar, beban


pengimbang/counter weight dan panel kontrol.
Bobot Sangkar bisa ditentukan;
Gs= 300 + 100 F , unuk Q=500 kg
Gs= 300 + 100 F , unuk Q=1000 kg
Gs= 300 + 100 F , unuk Q=1500 kg
Bobot Pengimbang Gp=Gs+ 0.5 Q

Daya angkat lift = (Q+Gs-Gp)V = (Q+Gs-Gs-0.5Q)V = 0.5QxV ,Hp


75  75  75 
2
Ukuran luas sangkar lift tidak boleh kurang dari satu m , mengingat tekanan
satuan pada lantai q = Q/F
q= 200 – 300 kg/cm2 untuk ukuran kecil, q= 600-800 kg/cm2 utk ukuran besar

Dimana
F= luas lantai sangkar, m2
Q=kapasitas lift, kg
V=kecep lift- m/s,  = efisiensi
L = beban puncak,orang
M = daya angkut( handling capacity), orang
N= jumlah lift
a = luas lantai kotor pertingkat ,m2
m = kapasitas lift, orang
n = jumlah lantai dalam satu zone
a’’= luas lantai netto per orang
= 5m2/orang untuk hotel; 4m2/orang untuk kontor; 3 m2/orang untuk flat
P = persentase jumlah penghuni gedung yang diperhitungkan sebagai beban
puncak lift.
= 5% xjumlah penghuni untuk hotel; 4% untuk flat; 3% untuk perkantoran
h= tinggi antara lantai,m
s= kecepatan rata-rata lift , m/detik
w= waktu menunggu = T/N, detik
= 40-70 untuk hotel;25-45 untuk kantor; 50-120 flat; 60-80 untuk asrama
k= luas inti gedung lift = 5s/d10 luas tabung lift = 5xNx mxf
=5xNxmx0.4=2mN,untuk mencari beban puncak,orang
f= luas lantai sangkar= 0.3s/0.5 m2/orang ...N. Rodenko

Panel Kontrol.
Komponen panel meliputi VVVF, rely magnitik,listrik, eletronik, lampu
indikator,motor ,ARD, inverter dll dirangkai menjadi panel;
a. Simplex, yaitu mesin lift bekerja sebagai lift tunggal dengan panel kontrol
sendiri, mempunyai tombol pemanggil sangkar disetiap lantai disamping
pintu setiap lift
b. Duplex, yaitu lift 1 dan lift 2 mempunyai kontrol sendiri dihubungkan
dengan kontrol duplex atau panel sentral yang mengkoordinir kerja kedua lift
secara lebih efisien
Perjalanan lift bisa Selektif Koliktif Naik Turun yaitu ketika lift sedang naik akan
melayani dulu semua yang akan naik(selektif kolektif naik), setelah tugasnya
selesai baru lift tersebut akan melayani penumpang yang akan turun(selektif
kolektif turun). Demikian juga untuk lift yang sedang turun.

Tugas ;
Rencanakan Lift penumpang untk gedung cityland semarang luas per
lantai 3600 m2 ,tinggi perlantai 4 m jumlah tingkat 18
kecepatan 105 m/menit, termasuk gambar

Perencanaan Lift/elevator pada Bangunan Gedung Bertingkat,


CONTOH
Sistem transportasi vertical pada Rumah Sakit Panti Wiloso menggunakan
lift traksi yang terdiri 2 unit lift hospital untuk pelayanan dari lt 1 sampai
lt 5 .Kapasitas 24 orang/1600 kg, dengan kecepatan 60 mpm

RS-Panti Wiloso
Tingkat n=5, tinngi per lantai h =4 m, kapasitas m= 24 orang/1600 kg , kecepatan V= 60
mpm, luas per lantai a = 854 m2

1. Waktu perjalanan bolak-balik ( Round trip time)


(2h  4 s )( n  1)  s (3m  4) ( 2 x 4  4 x1)(5  1)  1(3 x 24  4)
T= = =124
s 1
detik
2. Jumlah Lift
2anTP 2 x854 x124 x 0.05
N= = = 0.71
3m( 200a ' ' nTP ) 3 x 24( 200 x5  5 x124 x 0.05 P)

3. Waktu menunggu (waiting time ) w = T/N=124/0.71= 173.84 detik > 120 detik

4.. Daya angkut( Handling capacity ) untuk satu lift dalam 5 menit

5 x60 xm
M=
w
5 x60 xmxN 5 x 60 x 24 x 0.71
Untuk N lift maka M N= = =41.41 orang
w 171.84
Jumlah yang dipakai 2 unit
sehingga w = 124/2 = 61 detik <120 detik - Ok
5 x60 x 24 x 2
MN= = 236 orang
61
Dimana
L = beban puncak,orang
M = daya angkut( handling capacity), orang
N= jumlah lift
a = luas lantai kotor pertingkat ,m2
m = kapasitas lift, orang
n = jumlah lantai dalam satu zone
a’’= luas lantai netto per orang
= 5m2/orang untuk hotel; 4m2/orang untuk kontor; 3 m2/orang untuk flat
P = persentase jumlah penghuni gedung yang diperhitungkan sebagai beban
puncak lift.
= 5% xjumlah penghuni untuk hotel; 4% untuk flat; 3% untuk perkantoran
h= tinggi antara lantai,m
s= kecepatan rata-rata lift , m/detik
w= waktu menunggu , detik
= 40-70 untuk hotel;25-45 untuk kantor; 50-120 flat; 60-80 untuk asrama
F. Daya angkat lift
Daya Nst = ½ Q V / 75 ,Hp
dimana Q= beban- kg, V=kecep lift- m/s,  = efisiensi total
A. Perhitungan Lift pada kondisi beban puncak
Beban puncak Lift

Dimana waktu menunggu saat beban puncak 173.84 detik namun jumlah lift sudah
cukup

GAMBAR LIFT /ELEVATOR DAN ESCALATOR


blosur