Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)

DI PT JEIL FAJAR INDONESIA


BIDANG K3 PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKAN, K3
MEKANIK (PESAWAT TENAGA PRODUKSI, PESAWAT
ANGKAT ANGKUT) KELOMPOK 3

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM ANGKATAN


KE – 99 (SEMBILAN PULUH SEMBILAN)

KELOMPOK 3
1. ARYADI SUBAGYO
2. DENY
3. FRANSISCUS SAGALA
4. IMAM PRASETYO
5. JOY RAMOS RUMASONDI
6. KIKI INDRIANTI
7. KRESNA WIBAWA
8. SUPRIYANTO

PENYELENGGARA

PT. DUTA SELARAS SOLUSINDO

JAKARTA, 30 APRIL-12 MEI 2018

1
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................................................ 3

B. Maksud dan Tujuan ......................................................................................... 4

C. Ruang Lingkup .................................................................................................4

D. Dasar Hukum .................................................................................................... 4

BAB II KONDISI PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Tempat Kerja ................................................................ 6

B. Temuan Positif dan Negatif...........................................................................7

BAB III ANALISA TEMUAN

A. Analisa Temuan .............................................................................................. 10

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ...................................................................................................... 19

B. Saran ............................................................................................... ....................19

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Laporan Kunjungan Praktek Kerja Lapangan ini merupakan salah satu rangkaian
dalam program pelatihan AK3 Umum yang diselenggarakan oleh PT. Duta Selaras Solusindo
yang bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan. Kunjungan Praktek Kerja Lapangan
diadakan pada tanggal 9 Mei 2018 di PT. Jeil Fajar Indonesia yang merupakan salah satu
industri manufaktur yang memproduksi gasket metalik, semi metalik dan produk
fluoroplastic lining yang dalam setiap kegiatannya selalu mengutamakan sistem keselamatan
dan kesehatan kerja meliputi tempat kerja, metode kerja, mesin dan peralatan, serta sarana
dan fasilitas untuk melindungi keselamatan dan kesehatan kerja pekerjanya. Keselamatan dan
Kesehatan Kerja pada dasarnya adalah menjadi tanggung jawab semua pekerja dala m suatu
perusahaan atau industri.

Pada dasarnya PT Jeil Fajar Indonesia menyadari bahwa tempat kerja mulai dari
gedung beserta sarana dan prasarananya haruslah diperhatikan keamanan, keselamatan dan
kemungkinan terjadinya bencana pada lingkungan kerja yang ada pada perusahaan khususnya
keselamatan dan kesehatan dari tenaga kerjanya. Selain itu, pencegahan pencemaran
lingkungan sekitar, terjadinya penyakit dan kecelakaan akibat kerja harus selalu diperhatikan
dalam setiap kegiatannya karena dengan memperhatikan aspek tersebut dapat
menguntungkan perusahaan dengan produktivitas yang meningkat, delivery on time dan
lainnya.

Sebagai komitmen yang harus direalisasikan, kesehatan dan keselamatan kerja di PT


Jeil Fajar Indonesia pada dasarnya adalah menjadi tanggung jawab semua pekerja disetiap
masing-masing pekerjaan yang dilakukannya. Setiap pekerja secara personal bertanggung
jawab terhadap jalannya pekerjaan mereka, memberikan perhatian utama untuk keselamatan
pekerja, keselamatan rekan kerja, prasarana dan sarana, untuk itu perlu adanya pembinaan
atau peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang ada, di bidang
keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 yang
mengatur tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja harus
memperhatikan semua aspek di dalamnya yaitu seperti ruang lingkup, pengawasan, pembinaan,
P2K3, ketentuan-ketentuan, kewajiban dan hak tenaga kerja.

3
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah:
1) Maksud dari Laporan Kunjungan Praktek Kerja Lapangan yaitu untuk
mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di lapangan
khusunya di bidang K3 Pesawat Uap Bejana Tekan, Pesawat Angkat Angkut,
dan Pesawat Tenaga Produksi.
2) Untuk mempraktekkan teori yang telah diterima selama kegiatan pembinaan.
3) Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi pesertas Calon Ahli K3
Umum agar dapat mengidentifikasi, menganalisa, dan memberikan saran dan
rekomendasi.

C. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup Kerja Praktek Lapangan ini:
1. Pelaksanaan K3 di Pesawat Uap
2. Pelaksanaan K3 di Bejana Tekan
3. Pelaksanaan K3 Pesawat Angkat Angkut
4. Pengelolaan K3 Pesawat Tenaga produksi

D. DASAR HUKUM
Dasar Hukum Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

1. Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


2. Undang – Undang No.13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan
3. Undang – Undang Uap 1930
4. Peraturan uap 1930
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja, No. Per-01/MEN/1982 tentang Bejana Tekan
6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 2 tahun 1982 (Kualifikasi Juru Las)
7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.01/MEN/1988 tentang Kualifikasi dan Syarat –
Syarat Operator pesawat Uap
8. Peraturan Menteri No. 09/MEN/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat
Angkat Angkut
9. Peraturan menteri Ketenagakerjaan No.37 tahun 2016 tentang keselamatan dan
kesehatan kerja bejana tekanan dan tangki timbun

4
10. Peraturan menteri Ketenagakerjaan No.38 tahun 2016 tentang keselamatan dan
kesehatan kerja pesawat tenaga dan produksi
11. Surat Edaran Dirjen Pembinaam Pengawasan Ketenagaankerjaan
No.1/DJPPK/VI/2009 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembinaan dan
Pengujian Lisensi K3 Bagi Petuigas dan Operator Pesawat Uap, Pesawat Tenaga
dan Produksi, Pesawat Angkat dan Angkut.

5
BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Tempat Kerja

PT. Jeil Fajar Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan gasket. PT.
Jeil Fajar Indonesia berdiri pada tanggal 24 Oktober 1991 memproduksi gasket dan insulating dengan
luas area 3 Ha dan berlokasi di Cibinong Jawa Barat Indonesia. Dalam proses produksi yang
menyangkut teknis dan spesifikasi produk PT. Jeil Fajar Indonesia mendapat dukungan dari Jeil
Engineering & Sealing .CO.LTD Korea yang berstandar internasional.
Hasil produksi PT. Jeil Fajar indonesia 80% diekspor ke kawasan Asia terutama Jepang,
Korea, Singapura dan Amerika, dan selebihnya dijual di dalam negeri. Dengan diterapkannya ISO
9001:2000 pada perusahaan PT. Jeil Fajar Indonesia akan menghasilkan produk dan pelayanan yang
lebih bermutu untuk meningkatkan kepuasan pelanggan serta terus berkembang menjadi industri yang
terbaik dalam produk Gasket dan insulating.
Sebagai penghasil gasket salah satu produk unggulan PT. Jeil Fajar Indonesia Spiral Wound
Gasket (SWG), yang merupakan bagian terpenting dalam penyambungan pipa yang memproduksi oli
dan gas. SWG lebih banyak digunakan pada aliran fluida yang mempunyai tekanan dan temperatur yang
tinggi seperti pada boiler.
Proses yang terjadi di PT Jeil Fajar Indonesia antara lain proses pemilia material, design,
pemotongan, cover, molding, tutupan proses fibro dan pengukuran dengan menggnakan jangka sorong
diameter dan diameter luar khususnya pada SWG dengan pengukuran ketebalannya. Proses rainbow
adalah proses pewarnaan pada SWG yang berbahan baku karbon, proses ini merupakan proses akhir
yang bertujuan agar bahan yang digunakan dalam pembuatan SWG tidak korosif.

6
2.1.1 Visi
Menjadikan Produk kami merek yang ternama di seluruh dunia.

2.1.2 Misi
Secara berkelanjutan membuat produk kami berkualitas tinggi dengan memanffaatkan
sumber daya manusia secara cerdas dan proses kerja yang efisien , kerjasama yang kuat serta
penyelenggaraan perusahaan yang kuat.

B. Temuan-temuan yang Ditemukan di Lapangan

1. Hidraulic Lift 1 Ton dan 1,5 Ton


Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai Hidraulic
Lift di PT Jeil Fajar Indonesia :
Temuan Positif :
a. Penggunaan hidraulic sudah sesuai dengan peruntukannya.
b. Terdapat form checklist maintenance hidraulic.

Temuan negatif :
a. Tidak adanya APD di hidraulic lift.
b. Jalur hidraulic dan jalur orang belum terpisah.
c. Tidak ada SOP untuk pemakaian hidraulic lift.
d. Tidak ada operator khusus untuk hidraulic lift.

2. Pesawat Tenaga (Genset)


Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai Genset di
PT. Jeil Fajar Indonesia :

Temuan Positif:

2 Ada izin Operasional Genset

3 Sudah dilaksanakan pengawasan dan pemeliharaan genset oleh


petugas maintenance

4 Bangunan genset terpisah dengan bangunan tempat kerja

5 Genset sudah dilengkapi dengan alat pengatur

7
6 Terdapat SOP penggunaan Genset.

7 Terdapat cerobong asap (ps 36 permenaker 38 th 2016)

Temuan Negatif :

a. Belum terdapat tanda peringatan bahaya

b. Belum dilaksanakan pemeriksaan secara berkala.

c. Ruangan genset tidak terkunci.

3. Pesawat Produksi (Mesin Powerpress, Mesin Potong, Mesin Penghalus, Mesin


Pengelas)
Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai
Pesawat Tenaga Produksi di PT. Jeil Fajar Indonesia:
Temuan Positif :
a. Memiliki sertifikat bahan yang diterbitkan oleh lembaga yang
berwenang (Ps 6 permenaker 38 th 2016)
b. memiliki instruksi kerja penggunaan alat (SOP)
c. Perlengkapan sudah dilengkapi alat pengaman
d. Perlengkapan telah dilengkapi dengan tombol penggerak dan
penghenti
e. Tanda untuk tombol telah seragam
f. Pesawat telah diletakkan diatas pondasi yang sesuai
g. Telah dilakukan warming up dan pemeriksaan sebelum mesin
digunakan
h. Terdapat operator atau teknisi yang sedang melakukan pengawasan
saat mesin sedang beroperasi (ps 21 ayat 2 permenaker 38 th 2016)
i. Terdapat alat pengendali mudah dicapai dan nyaman
j. Adanya tempat operator yang luas dan nyaman

Temuan Negatif :
a. Sebagian operator tidak memakai APD berupa kacamata dan masker
pada area produksi (ps 4 ayat 1 point a permenaker 8 th 2010)
b. Belum ada SIO (Ps 116 Permenaker 38 th 2016)

8
c. Beberapa bagian mesin seperti mesin bubut belum ada cover
pelindung (ps 8 ayat 4 permenaker 38 th 2016

5. Welding Machine
Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai
Welding Machine di PT Jeil Fajar Indonesia :
Temuan Positif :
a. Pemakaian APD lengkap
b. Terdapat pengendalian udara
c. Operator memiliki SIO

Temuan Negatif :
a. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 2 tahun 1982
(Kualifikasi Juru Las)
b. Penggunaan APD sarung tangan belum sesuai. (Permenaker
No.8 tahun 2010 pasal 7 ayat 2 butir b )
c. Tidak terdapat penyangga tabung gas. (Permenaker 37 tahun
2016 pasal 18 ayat 1)
d. Tidak terdapat tanda pengenal pada tabung gas. ( Permenker 37
tahun 2016 pasal 9)

6. Kompresor (Pesawat Bejana Tekan)


Maka dari hasil di lapangan di temukan berikut analisa mengenai
kompresor di PT Jeil Fajar Indonesia :
Temuan Positif :
a. Terdapat anti guling pada mesin kompresor
b. Terdapat check sheet
c. Terdapat pagar pengaman pada mesin kompresor (permenaker
no 1 th 1982)
d. Terdapat emergency stop pada setiap mesin

Temuan Negatif :
a. Tidak terdapat operator pengawas
b. Tidak terdapat tanda pengenal (Permenaker 37 tahun 2016
pasal 9)

9
BAB III

ANALISA TEMUAN
POSITIF

No. Data Temuan Temuan Saran Dasar Hukum


1. Hidraulic Lift Temuan Positif : Agar dimonitoring sesuai Permenaker No Per 09/MEN/2010
a. Penggunaan hidraulic standar prosedur yang ada pasal 5 ayat (1) “Pesawat angkat
sudah sesuai dengan dan angkut harus dioperasikan oleh
peruntukannya. operator pesawat angkat angkut
b. Terdapat form checklist yang mempunyai lisensi K3 dan
maintenance hidraulic. buku kerja sesuai jenis dan
kualifikasinya.
Permenaker No Per 05/MEN/1985
Pasal 115 “Dilarang menggunakan
forklift untuk tujuan lain selain
untuk mengangkat, mengangkut
dan menumpuk barang.”

10
2 Pesawat Tenaga (Genset) Temuan Positif :
• UU No.23 Tahun 2014
a. Ada izin Operasional
tentang pesawat tenaga
Genset produksi (Penggerak
Pemula)
b. Sudah dilaksanakan
pengawasan dan
pemeliharaan genset oleh
petugas maintenance
c. Bangunan genset terpisah
dengan bangunan tempat
kerja
d. Genset sudah dilengkapi
dengan alat pengatur
e. Terdapat SOP
penggunaan genset
f. Terdapat cerobong asap

11
Temuan Positif :
Pesawat Produksi (Mesin
3
Powerpress, Mesin Potong,
a. Memiliki sertifikat bahan • Permenaker nomor 38
Mesin Penghalus, Mesin yang diterbitkan oleh tahun 2016 tentang
Pengelas) lembaga yang berwenang keselamatan dan kesehatan
b. Memiliki instruksi kerja tenaga kerja pesawat tenaga
penggunaan alat (SOP) dan produksi pasal 6
c. Perlengkapan sudah “Pembuatan Pesawat
dilengkapi alat pengaman Tenaga dan Produksi harus
d. Perlengkapan telah menggunakan bagian,
dilengkapi dengan komponen, atau bahan
tombol penggerak dan yang mempunyai sertifikat
penghenti bahan yang diterbitkan oleh
e. Tanda untuk tombol telah lembaga yang berwenang”
seragam • Permenaker nomor 38
f. Pesawat telah diletakkan tahun 2016 tentang
diatas pondasi yang keselamatan dan kesehatan
sesuai tenaga kerja pesawat tenaga
g. Telah dilakukan warming dan produksi pasal
up dan pemeriksaan
21 ayat 1 dan 2 “(1) Sebelum
sebelum mesin digunakan
mesin dioperasikan, harus
h. Terdapat operator atau
dilakukan pemeriksaan
teknisi yang sedang
oleh operator untuk
melakukan pengawasan
menjamin keselamatan. (2)
saat mesin sedang
Mesin yang sedang
beroperasi
beroperasi harus selalu
i. Terdapat alat pengendali
dalam pengawasan
mudah dicapai dan

nyaman
operator.” 12
Adanya tempat
operator yang luas dan
nyaman
4 Welding Machine Temuan Positif : • Permenaker nomor 8 tahun
a. Pemakaian APD lengkap 2010 tentang Alat
b. Terdapat pengendalian Pelindung Diri Pasal 6 ayat
udara 1 “Pekerja atau buruh dan
c. Operator memiliki SIO orang ain yang memasuki
tempat kerja wajib
memakai atau
menggunakan APD sesuai
dengan potensi bahaya dan
risiko”
• Permenaker nomor 38
tahun 2016 pasal 14
“tempat kerja yang
mengandung uap, gas, asap
yang mengganggu atau
berbahaya harus dilengkapi
dengan alat penghisap”

13
5 Kompresor (Pesawat Bejana Temuan Positif : • Permenaker nomor 37
Tekan)
a. Terdapat anti guling pada tahun 2016 pasal 54 ayat 4
mesin kompresor “Khusus bejana tekanan
b. Terdapat check sheet berisi gas atau campuran
c. Terdapat pagar pengaman gas berbahaya dan tekanan
pada mesin kompresor melebihi atmosfer harus
(permenaker no 1 th dilengkapi dengan pagar
1982) pengaman dan dibuatkan
d. Terdapat emergency stop tanda larangan masuk
pada setiap mesin kecuali bagi yang
berwenang”

14
ANALISA TEMUAN

NEGATIF

No. Data Temuan Temuan Saran Dasar Hukum


1. Hidraulic Lift Temuan negatif : Diperlukan kesadaran Permenaker No. Per 05/MEN/1985
a. Jalur hidraulic dan jalur orang dari Top Management Tentang Pesawat Angkat dan Angkut
belum terpisah. maupun seluruh operator pasal 138 ayat 4 “pemeriksaan dan
b. Tidak ada SOP untuk untuk melaksanakan pengujian ulang pesawat angkat
pemakaian hidraulic lift. pekerjaan sesuai dengan angkut dilaksanakan selambat
c. Tidak ada operator khusus SOP maupun petunjuk lambatnya dua tahun setelah
untuk hidraulic lift. keselamatan pekerjaan. pengujian pertama dan pemeriksaan
pengujian ulang, selanjutnya
dilaksanakan satu tahun sekali.
Permenaker No Per 09/MEN/2010
Pasal 34 ayat (1) huruf b “Operator
pesawat angkat dan angkut
berkewajiban untuk bertanggung
jawab atas kegiatam pengoperasian
pesawat angkat dan angkut dalam
keadaan aman.”

15
• UU No.23 Tahun 2014 tentang
2 Pesawat Tenaga (Genset) Temuan Negatif :
pesawat tenaga produksi
a. Belum terdapat tanda (Penggerak Pemula)
peringatan bahaya
b. Belum dilaksanakan
pemeriksaan secara berkala.
c. Ruangan genset tidak
terkunci.

16
3 Pesawat Produksi (Mesin Temuan Negatif : • Permenaker nomor 8 tahun
Powerpress, Mesin Potong,
a. Sebagian operator tidak 2010 tentang Alat Pelindung
Mesin Penghalus, Mesin
Pengelas) memakai APD berupa Diri Pasal 6 ayat 1 “Pekerja
kacamata dan masker atau buruh dan orang ain yang
pada area produksi (ps 4 memasuki tempat kerja wajib
ayat 1 point a permenaker memakai atau menggunakan
8 th 2010) APD sesuai dengan potensi
b. Belum ada SIO bahaya dan risiko”
c. Beberapa bagian mesin • Pasal 7 ayat 2 point b tentang
seperti mesin bubut manajemen APD “pemilihan
belum ada cover APD ytang sesuai dengan jenis
pelindung (ps 8 ayat 4 bahaya dan kebutuhan atau

permenaker 38 th 2016 kenyamanan buruh”


• Permenaker nomor 38 tahun
2016 tentang keselamatan dan
kesehatan kerja pesawat
tenaga dan produksi pasal 110,
116 dan 117
• Pasal 8 ayat 2 “semua bagian
yang bergerak dan berbahaya
harus dilengkapi dengan alat
perlingungan”

17
4 Welding Machine • Permenaker nomor 8 tahun
2010 tentang Alat Pelindung
Diri Pasal 6 ayat 1 “Pekerja atau
buruh dan orang ain yang
memasuki tempat kerja wajib
memakai atau menggunakan
APD sesuai dengan potensi
bahaya dan risiko”
• Permenaker nomor 38 tahun
2016 pasal 14 “tempat kerja
yang mengandung uap, gas,
asap yang mengganggu atau
berbahaya harus dilengkapi
dengan alat penghisap”
Temuan Negatif • Permenaker nomor 8 tahun
a. Penggunaan APD sarung 2010 tentang Alat Pelindung
tangan belum sesuai. Diri Pasal 7 ayat 2 point b
b. Tidak terdapat “Pemilihan APD yang sesuai
penyangga tabung gas. dengan jenis bahaya dan
(Permenaker 37 tahun kebutuhan atau kenyamanan
2016 pasal 18 ayat 1) pekerja atau buruh”
c. Tidak terdapat tanda • Permenaker nomor 37 tahun

18
pengenal pada tabung 2016 tentang keselamatan dan
gas. kesehatan kerja bejana tekanan
dan tangki timbun pasal 18
“bejana penyimpanan gas dan
bejana transport harus diberi
alat anti guling”
• Pasal 9 tentang kewajiban
tanda pengenal untuk bejana
tekanan

19
5 Kompresor (Pesawat Bejana Temuan Negatif : • Permenaker nomor 37 tahun
Tekan) 1. Untuk melakukan
a. Tidak terdapat operator 2016 tentang keselamatan dan
pengawasan
pengawas kesehatan kerja bejana tekanan
b. Tidak terdapat tanda diperlukan operator
dan tangki timbun pasal 9 butir
pengenal spesialis bejana tekan. 4 " tanda pengenal
2. Menyediakan tanda sebagaimana dimaksud pada
pengenal di mesin ayat 1 dan ayat 2 harus jelas,
kompresor sesuai mudah dilihat, dibaca, tidak
dengan peraturan dapat dihapus, tidak mudah
dilepas, dan dicap pada bagian
kepala yang tebal dari pelat
dinding bejana tekan ".
• Pasal 59 butir 1 "
pengangkutan bejana tekan
dan tangki timbun dilakukan
oleh operator k3 ", butir 2 "
pemasangan, pemeliharaan,
perbaikan, modifikasi, dan
pengisian bejana tekan dan
tangki timbun dilakukan oleh
teknisi k3 dibidang bejana
tekanan dan tangki timbun” 20
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. PT Jiel Fajar Indonesia secara garis besar sudah memenuhi peraturan dan persyaratan
K3 mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat Angkut), dan
Pesawat Uap dan Bejana Tekan.
2. Beberapa data terkait K3 Mekanik, Bejana Tekan, Pesawat Tenaga dan pesawat
Produksi :
a. SOP maupun petunjuk K3 pelaksanaan pekerjaan sudah ada, tetapi kurang adanya
beberapa karyawan dan operator yang tidak melaksanakan SOP serta tidak
menggunakan APD yang disediakan, sehingga ada potensi bahaya bagi karyawan
tersebut dalam bekerja.
b. Adanya beberapa operator yang belum bersertifikat Kemenaker walaupun sudah
berpengalaman, sehingga perlu adanya kesadaran dari Top Management atas hal
tersebut.

B. SARAN

1. Top Management maupun seluruh operator untuk melaksanakan pekerjaan sesuai


dengan SOP maupun petunjuk keselamatan pekerjaan perlu ditingkatkan.
2. Untuk melakukan pengawasan diperlukan operator spesialis bejana tekan.
3. Menyediakan tanda pengenal di mesin kompresor sesuai dengan peraturan
4. Melengkapi persyaratan keselamatan kerja khusus Bejana Tekan sesuai Permenaker
No. Per 37/MEN/2016, dan khusus khusus Pesawat Tenaga Produksi sesuai Permenaker
No. Per 38/MEN/2016
5. Meningkatkan pengawasan kepada setiap pekerja dalam penggunaan APD yang telah
disediakan.

21