Anda di halaman 1dari 12

Konsep pemasaran dan penjualan

0
0

Rate This

Konsep Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok
mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan
bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Philip Kotler, 1995). Sedangkan menurut
Wiliam J. Stanton (1978) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-
kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan
konsumen.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari
kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, sehingga konsumen mendapatkan kebutuhan
dan keinginan serta kepuasan.
Dalam melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggung
jawab serta dapat berpedoman pada salah satu filosofi pemasaran. Ada lima filosofi
pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan-kegiatan pemasarannya
(Philip Kotler, 2000), yaitu:
a) Konsep Berwawasan Produksi.
Konsep berwawasan produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang
mudah didapat dan murah harganya.
b) Konsep Berwawasan Produk.
Konsep berwawasan produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang
menawarkan mutu, kinerja terbaik, atau hal-hal inovatif lainnya.
c) Konsep Berwawasan Menjual.
Konsep berwawasan menjual berpendapat bahwa konsumen dibiarkan saja, konsumen
tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah cukup, artinya konsumen enggan
membeli dan harus didorong supaya membeli, serta perusahaan mempunyai banyak cara
promosi dan penjualan yang efektif untuk merangsang pembeli.
d) Konsep Berwawasan Pemasaran.
Konsep berwawasan pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan
organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta
memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada
saingannya.

William J. Stanton, menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis
yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan
sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah
perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Sebagai falsafah bisnis,
konsep pemasaran tersebut disusun dengan memasukkan tiga elemen pokok, yaitu:
1. Orientasi konsumen/pasar/pembeli.
2. Volume penjualan yang menguntungkan.
3. Koordinasi dan integrasi seluruhan kegiatan pemasaran.

Philip Kotler (1995) mengemukakan konsep berwawasan pemasaran, berpendapat


bahwa untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentu kebutuhan dan keinginan
pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien
dari para sainganya. Konsep berwawasan pemasaran bersandar pada empat pilar utama,
yaitu: pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinir serta
keuntungan.

Konsep berwawasan menjual memandang mulai dari dalam ke luar, mulai dengan pabrik,
memutuskan perhatian pada produk yang ada dan membutuhkan penjualan serta promosi
untuk menghasilkan penjualan yang menguntungkan.

Pengertian Penjualan
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana
strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli,
guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan
merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba
serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik
mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi
(1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut
dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang
bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil
pemasaran.

Hubungan Promosi Dengan Penjualan


Dalam kegiatan pemasaran yang sangat kompleks dan saling berkaitan yang satu dengan
yang lainnya, seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola dengan baik untuk
mencapai tujuan perusahaan, yaitu laba. Promosi berfungsi untuk meningkatkan volume
penjualan juga sebagai strategi untuk menjangkau pembeli untuk melakukan pertukaran.
Sedangkan penjualan adalah pemindahan barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual.
Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan volume
penjualan akan melakukan untuk mengadakan kegiatan promosi melalui iklan, personal
selling, dan publisitas.

Apabila volume penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta
cukup mantap, maka umumnya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar
mempertahankannya. Meskipun demikian seringkali perusahaan dalam menurunkan
kegiatan promosi diikuti pula oleh penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh karena
beberapa kemungkinan, misalnya penurunan promosi tersebut perlu ditinjau kembali.
Peninjauan tentang keputusan promosi tersebut hendaknya dilakukan dalam skop yang
luas, dengan demikian penyajian penetapan kebijakan promosi yang kurang tepat dapat
dihindarkan.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan
Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
(Swastha dan Irawan, 1990).
1. Kondisi dan Kemampuan Penjual.
Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu
pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli
sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar
dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut
penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni:
a. Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan.
b. Harga produk.
c. Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan,
garansi dan sebagainya.

2. Kondisi Pasar.
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan,
dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar
yang perlu di perhatikan adalah:
a. Jems pasarnya
b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya
c. Daya belinya
d. Frekuensi pembelian
e. Keinginan dan kebutuhan

3. Modal.
Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum
dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam
keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat
pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha,
seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar
perusahaan, usaha promosi, dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila
penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.

4. Kondisi Organisasi Perusahaan.


Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri
(bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan.

5. Faktor lain.
Faktor-faktor lain, seperti: periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, sering
mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakannya, diperlukan sejumlah dana
yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat
dilakukan. Sedangkan bagi perusahaan kecil yang mempunyai modal relatif kecil,
kegiatan ini lebih jarang dilakukan.
Ada pengusaha yang berpegangan pada suatu prinsip bahwa “paling penting membuat
barang yang baik”. Bilamana prinsip tersebut dilaksanakan, maka diharapkan pembeli
akan kembali membeli lagi barang yang sama. Namun, sebelum pembelian dilakukan,
sering pembeli harus dirangsang daya tariknya, misalnya dengan memberikan bungkus
yang menarik atau dengan cara promosi lainnya.

Promosi Penjualan
Menurut Basu Swastha. (1999) Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim
dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. Penjualan hanya meliputi
kegiatan pemindahan barang/jasa atau penggunaan penjual saja, dan tidak terdapat
kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan.
Jadi, penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi.
Sedangkan menurut Indriyo G. (1994) promosi penjualan adalah merupakan kegiatan
perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga
konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan
pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
Menurut Lamb, Hair dan McDaniel (2001) promosi penjualan adalah kegiatan
komunikasi pemasaran, selain dari pada periklanan, penjualan pribadi, dan hubungan
masyarakat, dimana insentif jangka pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran
distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera, baik dengan harga yang
rendah atau dengan menaikkan nilai tambah.

Sasaran promosi penjualan biasanya lebih mempengaruhi perilaku dibandingkan dengan


sikap. Pembelian segera adalah tujuan dari promosi penjualan, terlepas bentuk apapun
yang diambil. Karena itulah, kelihatannya lebih masuk akal ketika merencanakan suatu
kampanye promosi penjualan untuk target pelanggan sehubungan dengan perilaku umum.
Misalnya, apakah konsumen loyal terhadap produk anda atau terahadap produk pesaing
anda? Apakah konsumen akan berpindah merek guna mencari kesepakatan yang lebih
baik? Apakah konsumen hanya akan membeli produk paling kurang mahal saja, tidak
peduli apapun? Apakah konsumen membeli setiap produk ketegori produk sama sekali?
(Lam, Hair dan McDaniel, 2001).

Promosi penjualan terdiri dari kumpulan kiat insentif yang berbeda-beda, kebanyakan
berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian yang lebih cepat dan/atau
lebih besar dari suatu produk/jasa tertentu oleh konsumen atau pelanggan tersebut
(Kotler, 2000).
Menurut Teguh Budianto dan Fandy C. (1997) promosi penjualan alat promosi yang
merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian, umumnya
bersifat jangka pendek. Promosi penjualan dapat bersifat individu maupun non individu.

Berdasarkan sasarannya, promosi penjualan dapat diklasifikasi menjadi:


1. Promosi konsumen, misalnya produk sampel, kopun berhadiah, hadiah langsung,
potongan harga, jaminan, garansi, pelayanan purnajual, demostrasi, dan sebagainya.
2. Promosi dagang, misalnya kredit pembelian, hadiah pembelian, periklanan bersama,
pajangan bersama, kontes penjual, dan sebagainya.
3. Promosi bisnis, misahiya sponsor pertunjukkan, demostrasi dan peragaan dalam
pertunjukkan dagang, kontes penjualan, hadiah penjualan dalam tebakan dan permainan
dan sebagainya.
Tujuan Promosi Penjualan
1. Tujuan promosi penjualan intern.
Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik
pada produk dan promosi perusahaan. Adapun tujuan internalnya adalah untuk
meningkatkan atau mempertahankan moral karyawan, melatih karyawan, kerjasama,
serta semangat bagi usaha promosinya. Promosi penjualan juga menambah dan
melengkapi kegiatan-kegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan
materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. Sebagai contoh:
slide, filim, brosur, dan selebaran.

2. Tujuan promosi penjualan perantara.


Usaha-usaha promosi penjualan dengan perantara (pedagang besar, pengecer, lembaga
perkreditan, dan lembaga jasa) dapat dipakai untuk memperlancar atau mengatasi
perubahan-perubahan musiman dalam pesanan, untuk mendorong jumlah pembelian yang
lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha
promosi, atau untuk memperoleh tempat serta ruang gerak yang lebih baik.
Untuk mengatasi fluktuasi yang bersifat musiman dalam pesanan, misalnya ditawarkan
kepada perantara dua unit gratis apabila ia membeli 10 unit, atau memberika potongan
musiman 25%. Teknik promosi semacam ini dapat mendorong jumlah pembeh’an yang
lebih besar.

3. Tujuan promosi penjualan konsumen.


Promosi penjualan konsumen dapat dilakukan untuk mendapatkan orang yang bersedia
mencoba produk baru, untuk meningkatkan volume per penjualan (seperti, mendapat
potongan 20% apabila membeli satu produk), untuk mendorong penggunaan baru dari
produk yang ada, untuk menyaingi promosi yang dilakukan oleh pesaing dan untuk
mempertahankan penjualan. Jadi, promosi penjualan perusahaan yang ditujukan pada
konsumen dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu:
a. Kegiatan yang ditujukan untuk mendidik atau memberitahukan konsumen,
b. Kegiatan yang ditujukan untuk medorong para konsumen.

Untuk memberitahukan konsumen, perusahaan dapat menyediakan buku kecil,


mengadakan demonstrasi, menawarkan jasa konsultasi. Sedangkan untuk mendorong
konsumen, perusahaan dapat memberikan contoh barang atau hadiah. Sering publisitas
juga dilakukan untuk membangkitkan daya tank promosi seperti ini (Basu, 1999).

Tingkat Penjualan
Volume penjualan dapat dijabarkan sebagai umpan balik dari kegiatan pemasaran yang
dilaksanakan oleh perusahaan. Penjualan mempunyai pengertian yang bermacam-macam
tergantung pada lingkup permasalahan yang sedang dibahas. Menurut Kotler dan
Amstrong (1998), penjualan dalam lingkup kegiatan, sering disalah artikan dengan
pengertian pemasaran. Penjualan dalam lingkup ini lebih berarti tindakan menjual barang
atau jasa. Kegiatan pemasaran adalah penjualan dalam lingkup hasil atau pendapatan
berarti penilaian atas penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode.
Menurut Swastha dan Irawan (2000), permintaan pasar dapat diukur dengan
menggunakan volume fisik maupun volume rupiah. Berdasarkan pendapat Swastha dan
Irawan tersebut, pengukuran volume penjualan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
didasarkan jumlah unit produk yang terjual dan didasarkan pada nilai produk yang terjual
(omzet penjualan). Volume penjualan yang diukur berdasarkan unit produk yang terjual,
yaitu jumlah unit penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu, sedangkan
nilai produk yang terjual (omzet penjualan), yaitu jumlah nilai penjualan nyata
perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam penelitian ini pengukuran volume
penjualan didasarkan pada jumlah unit produk yang terjual.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Volume Penjualan


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan antara lain:
1. Kualitas barang.
Turunnya mutu barang dapat mempengaruhi volume penjualan, jika barang yang
diperdagangkan mutunya menurun dapat menyebabkan pembelinya yang sudah menjadi
pelanggan dapat merasakan kecewa sehingga mereka bisa berpaling kepada barang lain
yang mutunya lebih baik.

2. Selera konsumen.
Selera konsumen tidaklah tetap dan dia dapat berubah setiap saat, bilamana selera
konsumen terhadap barang-barang yang kita perjualkan berubah maka volume penjualan
akan menurun.

3. Servis terhadap pelanggan merupakan faktor penting dalam usaha memperlancar


penjualan terhadap usaha dimana tingkat persaingan semakin tajam. Dengan adanya
servis yang baik terhadap para pelanggan sehingga dapat meningkatkan volume
penjualan.

4. Persaingan menurunkan harga jual.


Potongan harga dapat diberikan dengan tujuan agar penjualan dan keuntungan perasahaan
dapat ditingkatkan dari sebelumnya. Potongan harga tersebut dapat diberikan kepada
pihak tertentu dengan syarat-syarat tertentu pula.

tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-

kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik

yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

Macam-Macam Konsep Pemasaran


Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari

penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan

secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan

pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep

pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.

1. Konsep produksi

Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-

mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap

upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen

adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk

yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.

2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang
menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen
disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai
produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik
3. Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu
saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep pemasaran

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari

penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara

lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

5. Konsep pemasaran sosial


Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan,

keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara

yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan

kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

6. Konsep Pemasaran Global

Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor

lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan

akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

Sistem Pemasaran
Pengertian Sistem Pemasaran

Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling

berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran

adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan

faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi

hubungan perusahaan dengan pasarnya..

Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling

berkaitan itu mencakup :

1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.

2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.

3. Target pasar.
4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).

5. Kendala lingkungan (environmental constraints).

Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu

organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa

dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu

dipertemukan secara tepat.

Macam – Macam Sistem Pemasaran


a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu
keterpaduan.
Tujuan :
Mengendalikan perilaku saluran

Mencegah perselisihan antara anggota saluran

b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal

Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung

untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.

c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda

Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan
manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.
STRATEGI PEMASARAN
Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran,

bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan

dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan

terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :


1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan,
tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan di pasar

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin,

menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.

3. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan
kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.
B. Macam-Macam Strategi Pemasaran

macam strategi pemasaran diantaranya:

1. Strategi kebutuhan primer

Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu:

1. Menambah jumlah pemakai dan


2. Meningkatkan jumlah pembeli.
2. Strategi Kebutuhan Selektif
Yaitu dengan cara :

a. Mempertahankan pelanggan misalnya:

1. Memelihara kepuasan pelanggan;

2. Menyederhanakan proses pembelian;

3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk;

b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier)


1. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning)

2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin)

Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:

1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.


2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.

3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.

4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.

C. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok- kelompok

pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang

mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa

diartikan segmentasi pasar adalah proses

pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia


perbedaan antara pembeli di pasar.
1. Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar
Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
1. Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
a. Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan
kepadatan iklim.
b. Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan,
pendidikan, dll
c. Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
d. Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai,
tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
2. Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri
a. Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi
geografis, dan banyaknya langganan.
b. Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan
pelanggan.
2. Syarat segmentasi Pasar

Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :

a. Dapat diukur

b.Dapat dicapai

c. Cukup besar atau cukup menguntungkan


d.Dapat dibedakan

e. Dapat dilaksanakan

3. Tingkat Segmentasi Pasar


No Thanks

Submit