Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS

DISUSUN OLEH :

Kelompok : 8

Felly cahyana 1501072

Fitra annisa 1501073

Sri wulandari 1501101

Syarifah lindra 1601054

Sri raudhoh rezki 1601121

Kelas : S1 B

Dosen Pembimbing: ERNIZA PRATIWI, M. Farm., Apt

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

YAYASAN UNIVERSITAS RIAU

2018

1
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan yang maha kuasa karena atas
berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang sederhana
ini tanpa hambatan yang berarti. Dimana dalam makalah kewirausahaan ini saya
membahas tentang Studi Kelayakan Bisnis.

Makalah ini disusun agar pembaca mengetahui bagaimana studi kelayakan suatu
bisnis. Makalah ini kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber
informasi, referensi dan berita. Makalah ini di susun oleh saya dengan berbagai
rintangan. Baik itu yang datang dari saya maupun yang datang dari luar. Namun
dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini
dapat terselesaikan.

Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah
kewirausahaan yaitu ibu ERNIZA PRATIWI, M. Farm., Apt atas bimbingannya
sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca. kami sadar bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya
meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah saya di masa yang akan
datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Pekanbaru, 30 maret 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................2

DAFTAR ISI ...........................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .............................................................................................4


1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................5
1.3 Tujuan dan Manfaat .....................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Studi kelayakan bisnis ..................................................................................6


2.2 Manfaat studi kelayakan bisnis ....................................................................8
2.3 Tujuan studi kelayakan bisnis ......................................................................9
2.4 Pihak- pihak yang berkepentingan ............................................................10
2.5 Aspek-aspek studi kelayakan bisnis ...........................................................11
2.6 Tahap studi kelayakan bisnis .....................................................................13
2.7 Hasil studi kelayakan bisnis .......................................................................15
2.8 Etika dalam studi kelayakan bisnis ...........................................................16

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN .........................................................................................18


3.2 SARAN ......................................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pembahasan mengenai studi kelayakan bisnis tidak terlepas dari
pemahaman manajemen ditambah dengan melihat beberapa aspek yang terkait
disana seperti aspek ekonomi, teknologi, politik-hukum dan sosial-budaya.
Dimana kesemua aspek ini saling memiliki keterkaitan satu sama lainnya untuk
mendukung kelayakan suatu bisnis baik dilihat dari segi mikro dan makro.
Aspek-aspek ini didalam manajemen dilihat sebagai bagian yang mampu
mempengaruhi keputusan bisnis, terutama sebagaimana dikatakan oleh Iman
Soeharto (1999: 76) bahwa pengkajian yang bersifat menyeluruh dan mencoba
menyoroti segala aspek kelayakan proyek atau investasi dikenal sebagai studi
kelayakan. Sedangkan Yakob Ibrahim (1996: 92) mendefinisikan studi kelayakan
bisnis merupakan gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai dengan
kondisi, potensi, serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Untuk menghindari adanya kesimpang siuran dalam makalah ini, maka kami
membatasi masalah-masalah yang akan dibahas diantaranya :
1.2.1 Bagaimana definisi dari studi kelayakan bisnis ?
1.2.2 Apa tujuan dan manfaat studi kelayakan bisnis ?
1.2.3 Apa saja aspek-aspek dari studi kelayakan bisnis ?
1.2.4 Siapa saja yang terlibat didalam studi kelayakan bisnis ?
1.2.5 Bagaimana tahapan studi kelayakan bisnis dan hasilnya ?
1.2.6 Bagaimana etika studi kelayakan bisnis ?

1.3 TUJUAN DAN MANFAAT


Dalam penyusunan makalah ini saya memiliki beberapa tujuan dan manfaat :
1.3.1 Agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui bagaimana definisi dari
studi kelayakan bisnis.

4
1.3.2 Agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui apa tujuan dan manfaat
studi kelayakan bisnis.
1.3.3 Agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui apa saja aspek-aspek dari
studi kelayakan bisnis.
1.3.4 Agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui siapa saja yang terlibat
didalam studi kelayakan bisnis ?
1.3.5 Agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui bagaimana tahapan studi
kelayakan bisnis dan hasilnya ?
1.3.6 Agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui bagaimana etika studi
kelayakan bisnis ?

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 STUDI KELAYAKAN BISNIS


Sebelum kita mengerti secara mendalam apa yang dimaksud dengan studi
kelayakan bisnis, maka ada baiknya terlebih dahulu kita memahami pengertian
bisnis dan proyek serta perbedaannya. Kemudian mengetahui pengertian kelayakan
serta mengaitkan nya dengan Studi Kelayakan Bisnis.
A. Pengertian Bisnis
Bisnis adalah kegiatan usaha yang dilakukan untuk memperoleh
keuntungan sesuai dengan tujuan dan target yang di inginkan dalam berbagai
bidang, baik jumlah maupun waktunya ( Kasmir, 2010).
Sedangkan menurut Husein Umar dalam bukunya Studi Kelayakan Bisnis,
pengertian bisnis diartikan sebagai seluruh kegiatan yang di organisasikan oleh
orang-orang yang berkecimpung di dalam bidang perniagaan ( produsen, pedagang,
konsumen, dan industry dimana perusahaan berada) dalam rangka memperbaiki
standar serta kualitas hidup mereka (Umar, 1997).
B. Pengertian Proyek
Proyek adalah kegiatan yang melibatkan berbagai sumber daya yang
terhimpun dalam suatu wadah (organisasi) tertentu dalam jangka waktu tertentu
untuk melakukan kegiatan yang telah di tetapkan sebelumnya atau untuk mencapai
sasaran tertentu (Kasmir, 2010).
Selain itu kegiatan proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara
yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya
tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah
digariskan dengan jelas. Misalnya : membangun pabrik membuat produk baru
(Umar, 1997).
C. Pengetian Kelayakan
Studi kelayakan juga sering di sebut dengan feasibility study merupakan
bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau

6
menolak dari suatu gagasan usaha/proyek yang di rencanakan. Pengetian layak
dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari gagasan usaha/proyek yang akan
dilaksanakan memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial benefit
maupun dalam arti social benefit. Layaknya suatu gagasan usaha/proyek dalam arti
social benefit tidak selalu menggambarkan layak dalam arti financial benefit, hal
ini tergantung dari segi penilaian yang dilakukan (Ibrahim, 1998)
Kelayakan juga memiliki arti penelitian yang dilakukan secara mendalam
tersebut dilakukan untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan
memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan
dikeluarkan. Dengan kata lain, kelayakan dapat diartikan bahwa usaha yang
dijalankan akan memberikan keuntungan finansial dan nonfinansial sesuai dengan
tujuan yang mereka inginkan. Layak disini, diartikan juga akan memberikan
keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga bagi
investor, kreditor, pemerintah dan masyarakat luas (Kasmir, 2010).
D. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis dan Studi Kelayakan Proyek
Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat di simpulkan bahwa
pengertian Studi Kelayakan Bisnis adalah “ Suatu kegiatan yang mempelajari
secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam
rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan” (Kasmir,2010).
Menurut husein umar, Studi Kelayakan Bisnis merupakan penelitian
terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak layak bisnis
dibangun, tetapi juga saat di operasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian
keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan, misalnya rencana
peluncuran produk baru. Sedangkan pengertian Studi Kelayakan Proyek
merupakan penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek di bangun untuk
jangka waktu tertentu ( Kasmir,2010).
2.2 MANFAAT STUDI KELAYAKAN BISNIS
Dengan membuat suatu penilaian terlebih dahulu sebelum membuka bisnis
yang kemudian dituangkan secara tertulis, manfaat yang diperoleh dari hasil
laporan study kelayakan bisnis ini bias digunakan sebagai pedoman/alat untuk

7
mengetahui samapi sejauh mana kegiatan bisnis telah dilakukan. Pada intinya
laporan SKB ini bias untuk pengawasan. Manfaat studi kelayakan dapat dibedakan
karena dua pihak yang berkepentingan atas studi kelayakan itu sendiri :
1. Pihak Pertama (Bagi Analisis)
a. Memberikan pengetahuan tentang cara berpikir yabg sistematis dalam
menghadapi suatu masalah dan mencari jawabannya.
b. Menerapkan berbagai disiplin ilmu yang telah dipelajari sebelumnya dan
menjadikannya sebagai alat bantu dalam perhitungan datau pengukuran,
penilaian dan pengambilan keputusan.
c. Mengerjakan studi kelayakan berarti mempelajari suatu objek bisnis secara
komprehensif sehingga penyusunannya akan mendapatkan pembelajaran dan
pengalaman yang sangat berharga (Harahap, 2013).
2. Pihak Kedua
a. Pihak Investor.
Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak
direalisasikan, pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai dicari.
Misalnya dengan mencari investor atau penanam modal yang mau turut serta
dalam penanaman modalnya pada proyek yang akan dikerjakan itu. Sudah tentu
calon investor ini akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah
dibuat karena calon investor mempunyai kepentingan langsung tentang
keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang
akan di tanamkannya.
b. Pihak Kreditor.
Pendanaan proyek dapat juga dipinjam dari bank. Pihak bank, sebelum
memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak, perlu mengkaji ulang studi
kelayakan bisnis yang telah di buat, termasuk pertimbangan sisi-sisi lain
termasuk adanya agunan yang dimiliki perusahaan.
c. Pihak Manajemen Perusahaan
Sebagai pihak project leader, sudah tentu pihak manajemen perlu
mempelajari studi kelayakan itu, misalnya dalam pendanaan, berapa yang

8
dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dan dari
kreditor.
d. Pihak Pemerintah dan masyarakat
Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu memperhatikan kebijakan-
kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun
pemerintah dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi
kebijakan perusahaan.
e. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi
Dalam menyusun studi kelayakan bisnis perlu juga dianalisis manfaat
yang akan didapat dan biaya yg akan ditimbulkan oleh proyek terhadap
perekonomian nasional. Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetahui
biaya dan manfaat tersebut antara lain ditinjau dari aspek rencana pembangunan
nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai investasi per
tenaga kerja, pengaruh social, serta analisis kemanfaatan dan beban social
(Umar, 1997).
2.3 TUJUAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
Ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha dilakukan perlu dilakukan
studi kelayakan, yaitu (Harahap,2013):
1. Menghindari resiko kerugian
Resiko kerugian dimasa yang akan dating yang penuh dengan
ketidakpastian, dalam hal ini studi kelayakan untuk meminimalkan resiko yang
baik yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.
2. Memudahkan perencanaan
Perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha
akan dijalankan, dimana, dan bagaimana pelaksanaannya, berapa besar
keuntungan yang akan di peroleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi
penyimpangan.
3. Memudahkan pelaksanaan perkerjaan
Dengan rencana yang telah tersusun maka sangat memudahkan
pelaksanaan bisnis, perngerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik.

9
4. Memudahkan pengawasan
Dengan melaksanan proyek sesuai rencana maka memudahkan untuk
melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha.
5. Jika dapat diawasi maka jika terjadi penyimpangan akan mudah terdeteksi,
sehingga mudah untuk mengendalikan penyimpangan tersebut.
2.4 PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN
Adapun pihak yang memerlukan dan berkepentingan dengan studi
kelayakan usaha di antaranya:
1. Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan)
Memulai bisnis atau mengembangkan bisnis yang sudah ada sudah barang
tentu memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada
ketidakpastian. Dalam kewirausahaan, studi kelayakan usaha sangat penting
dilakukan agar kegiatan usaha tidak mengalami kegagalan dan memberi
keuntungan sepanjang waktu. Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan, pedoman,
dan bahan pertimbangan untuk merintis dan mengembangkan usaha atau
melakukan investasi baru, sehingga bisnis yang akan dilakukan meyakinkan
wirausaha itu sendiri maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.
2. Investor dan Penyandang Dana
Bagi investor dan penyandang dana, studi kelayakan usaha sangat penting
untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagai jaminan
atas modal yang ditanamkan atau dipinjamkan, apakah investasi yang dilakukannya
memberikan jaminan pengembalian investasi yang memadai atau tidak. Oleh
investor, studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak atau
tidaknya investasi dilakukan.
3. Masyarakat dan Pemerintah
Bagi masyarakat, studi kelayakan sangat diperlukan terutama sebagai bahan
kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi
masyarakat sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan, seperti bagaimana
dampak lingkungan, apakah positif atau negatif. Bagi pemerintah, studi kelayakan

10
sangat penting untuk mempertimbangkan izin usaha atau penyediaan fasilitas
lainnya (Suryana,2006).
2.5 ASPEK – ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS
Menurut umar (1997) Aspek-aspek studi kelayakan bisnis terdiri dari :
2.5.1 Aspek Pasar
Pada dasarnya, analisi aspek pasar bertujuan antara lain untuk mengetahui
berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan, dan market share dari produk
bersangkutan. Bagaimana kondisi persaingan antar produsen dan siklus hidup
produk juga penting untuk dianalisis.
2.5.2 Aspek Internal Perusahaan
a. Aspek Pemasaran
Pemasaran adalah kegiatan perusahaan yang bertujuan menjual barang/jasa
yang di produksi perusahaan ke pasar. Oleh karena itu, aspek ini bertanggung jawab
dalam menentukan ciri-ciri pasar yang akan di pilih. Analisis kelayakan dari aspek
ini yang utama adalah dalam hal :
 Penentuan segmen, target,d an posisi produk pada pasarnya.
 Kajian untuk mengetahui konsumen potensial, seperti perihal sikap, perilaku,
serta kepuasan mereka atas produk.
 Menentukan strategi, kebijakan, dan program pemasaran yang akan
dilaksanakan.
b. Aspek Teknis dan Teknologi
Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan apa yang
diperlukan dan bagaimana secara teknis proses produksi akan dilaksanakan. Dari
kajian teknologi hendaknya perlu dipahami bahwa perkembangan teknologi adalah
sesiatu yang tidak dapat dihindari. Hendaknya, antisipasi perkembangan teknologi
perlu dikaji agar teknologi yang akan digunakan nantinya dapat meningkatkan
efektivitas, efisiensi, dan ekonomi, sehingga akhirnya produk yang dihasilkan
mampu bersaing dipasar.
c. Aspek Sumber Daya Manusia

11
Aspek sumber daya manusia merupakan aspek penting yang perlu
dianalisis. Aspek SDM dibagi kedalam 2 bagian. Pertama, peran SDM dalam
pembangunan proyek bisnis. Kedua, peran merekan dalam operasional rutin bisnis
setelah selesai dibangun. Dalam hal pembangunan proyek, tenaga SDM dibutuhkan
akan dibatasi hanya sampai pada proyek bisnis setelah selesai dibangun.
Sedangkan, dalam hal operasional rutin bisnis, tenaga SDM yang dibutuhkan akan
disesuaikan dengan keahlian mereka dalam menjalankan roda perusahaan.
d. Aspek Manajemen
Studi aspek manajemen dilaksanakan 2 macam. Pertama, manajemen saat
pembangunan proyek bisnis. Kedua, manajemen saat bisnis di operasionalkan
secara rutin.
e. Aspek Keuangan
Kegiatan pada aspek keuangan ini antara lain adalah perhitungan perkiraan
jumlah dana yang diperlukan untuk keperluan modal kerja awal, dan untuk
pengadaan harta tetap proyek. Juga dipelajari mengenai struktur pembiayaan
bagaimana yang paling menguntungkan dengan menentukan berapa dana yang
harus disiapkan lewat pinjaman dari pihak lain dan berapa dana dari modal sendiri.
2.5.3 Aspek Persaingan dan Lingkungan Eksternal Lainnya
Aspek persaingan dan lingkungan eksternal lainnya yang akan di singkat
menjadi aspek eksternal saja, merupakan kondisi-kondisi diluar perusahaan yang
bersifat dinamis dan tidak dapat dikendalikan. Situasi social, politik dan
perekonomian, apalagi jika kondisinya tidak stabil hendaknya dianalisis lebih
tajam. Aspek lingkungan yang lain adalah lingkungan hidup. Hendaknya suatu
bisnis memperhatikan lingkungan hidup, baik untuk kehidupan manusia, hewan
dan tumbuh-tumbuhan serta lingkungan alam lain.
Menurut Kasmir dan Jakfar, aspek-aspek studi kelayakan bisnis ada 7, yaitu
(Kasmir,2010)1 :
1. Aspek Hukum.
2. Aspek Pasar dan Pemasaran.
3. Aspek Keuangan.

12
4. Aspek Teknis/Operasi.
5. Aspek Manajemen
6. Aspek Ekonomi Sosial
7. Aspek Dampak Lingkungan
2.6 TAHAPAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
Agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai, maka sebelum suatu studi
dijalankan dperlu dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku, yaitu mulai dari
tahap-tahap yang telah ditentukan. Tahap-tahap dalam studi ini hendaknya
dilakukan secara benar agar jangan sampai terjadi penyimpangan dan untuk
kesempurnaan hasil studi itu sendiri.
Tahapan dalam studi kelayakan dilakukan untuk mempermudah
pelaksanaan studi kelayakan dan keakuratan dalam penilaian. Adapun tahap tahap
dalam melakukan studi kelayakan yang umum dilakukan adalah sebagai berikut
(Kasmir,2010)1 :
1. Pegumpulan data dan informasi
Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan selengkap mungkin,
baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Pengumpulan data dan informasi
dapat diperoleh dari berbagai sumber-sumber yang dapat dipercaya, misalnya dari
lembaga-lembaga yang memang berwenang untuk mengeluarkannya.
2. Melakukan pengolahan data
Setelah data dan informasi yang dibutuhkan terkumpul maka langkah
selanjutnya adalah melakukan pengolahan data dan informasi tersebut. Pengolahan
data dilakukan secara benar dan akurat dengan metode-metode dan ukuran-ukuran
yang telah lazim digunakan untuk bisnis. Pengolahan ini dilakukan hendaknya
secara teliti untuk masing masing aspek yang ada. Kemudian dalam hal perhitungan
ini hendaknya diperiksa ulang untuk memastikan kebenaran hitungan yang telah
dibuat sebelumnya.
3. Analisis Data
Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data rangka menentukan
kriteria kelayakan dari seluruh aspek. Kelayakan bisnis ditentukan dari kriteria-

13
kriteria yang telah memenuhi syarat sesuai kriteria-kriteria yang layak digunakan.
Setiap jenis usaha memiliki kriteria tersendiri untuk dikatakan layak atau tidak
layak untuk dilakukan. Kriteria kelayakan diukur dari setiap aspek untuk seluruh
aspek yang dilakukan.
4. Mengambil keputusan
Apabila telah diukur dengan kriteria tertentu dan telah diperoleh hasil dari
pengukuran, maka langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan terhadap hasil
tersebut. Mengambil keputusan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah
ditetapkan apakah layak atau tidak dengan ukuran yang telah ditentukan
berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya. Jika tidak layak sebaiknya dibatalkan
dengan menyebutkan alasannya.
5. Memberikan rekomendasi
Langkah terakhir adalah memberikan rekomendasi kepada pihak pihak
tertentu terhadap laporan studi yang telah disusun. Dalam memberikan
rekomendasi di berikan juga saran-saran serta perbaikan yang perlu, jika memang
masih dibutuhkan, baik kelengkapan dokumen-dokumen maupun persyaratan-
persyaratan lainnya.Apabila suatu hasil studi kelayakan dinyatakan layak untuk
dijalankan. Untuk menambah kejelasan tahap-tahap dalam penilaian studi
kelayakan bisnis dapat dilihat dalam diagram dibawah ini.

14
Diagram 1. Tahapan dalam Studi Kelayakan Bisnis
Menurut Husein Umar, tahapan studi kelayakan bisnis ada 6, yaitu
(Umar,1997) :
1. Penemuan Ide.
2. Tahapan Penelitian.
3. Tahap Evaluasi.
4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak.
5. Tahap Rencana Pelaksanaan.
6. Tahap Pelaksanaan.
2.7 HASIL STUDI KELAYAKAN BISNIS
Hasil Studi kelayakan bisnis adalah berupa dokumentasi lengkap dalam
bentuk tertulis. Dokumentasi ini memperlihatkan bagaimana rencana bisnis
memiliki nilai nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan
sebagai proyek bisnis yang layak, atau justru sebaliknya. Mengenai struktur
penulisan laporan, hingga saat ini belum ada bentuk atau jenis penulisan tertentu

15
yang dianggap baku. Namun demikian, kecenderungan standar penulisan tetaplah
ada (Umar,1997).
2.8 ETIKA DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS
Aspek moral dan etika dalam berbisnis khususnya lagi pada studi kelayakan
bisnis telah menjadi suatu hal yang paling penting. Sama seperti aspek lain dalam
bisnis, studi kelayakan bisnis pun mengharapkan perilaku etis dari para pelakunya.
Perilaku etis yang dimaksudkan merupakan perilaku yang mengacu pada norma-
norma atau standar-standar moral pribadi dan hubungannya dengan orang lain agar
dapat terjamin bahwa tidak seorangpun yang dirugikan (Umar,1997).
1. Etika peneliti terhadap responden
Dalam melakukan pengumpulan data, lindungi hak hak responden,
misalnya responden tidak akan merasa dirugikan baik secara fisik maupun mental.
Jika peneliti berhubungan langsung dengan responden, jelaskanlah secara langsung
tujuan dan manfaat-manafaat yang akan didapat dari studi ini sehingga responden
maklum. Didalam pengumpulan data dari responden, perlu diingat ha katas
kebebasan pribadi, misalnya orang yang mempunyai hak menolak untuk
diwawancarai sehingga peneliti harus meminta izin terlebihdahulu.
2. Etika peneliti terhadap klien
Dalam suatu studi kelayakan bisnis, pertimbangan-pertimbangan etis
terhadap klien juga perlu diperhatikan karena klien mempunyai ha katas penelitian
yang dilaksanakan secara etis. Klien ingin identitas nya tidak diketahui, misalnya
dalam melakukan riset pasar suatu produk baru atau klien, yang akan masuk pada
pasar yang baru sehingga identitasnya tidak mau diketahui oleh pesaing. Peneliti
harus menghargai keinginan itu dan membuat rencana yang menjaga identitas
kliennya. Klien mempunyai hak untuk mendapatkan hasil studi yang berkualitas.
Tetapi kadang-kadang klien berpersepsi lain tentang apa yang dimaksud berkualitas
itu, sehingga peneliti harus mengarahkan dan menjelaskannya.
3. Etika peneliri terhadap asisten
Peneliti biasanya dibantu oleh para asisten peneliti. Tidak etis jika
menugaskan seorang asisten untuk melakukan sesuatu, misalnya melakukan

16
wawancara langsung disuatu tempat yang kurang aman sehingga bias terjadi
terancam secara fisik maupun mental. Akibatnya dapat saja asisten memalsukan
instrument penelitian. Seharusnya peneliti lah yang menyediakan fasilitas lain yang
membuat asisten tadi merasa aman. Peneliti harus menuntut perilaku etis dari pada
asistennya. Perilaku asisten berada dibawah pengawasan langsung peneliti,
sehingga jika, asisten berbuat curang maka yang bertanggungjawab adalah peneliti,
sehingga semua asissten selain diberi pelatihan dan supervise yang baik juga diberi
bekal mental yang kuat untuk tidak melakukan tindakan penyelewengan.
4. Etika Klien
Bisa jadi terjadi atau bahkan sering terjadi dimana peneliti suatu kelayakan
bisnis diminta oleh kliennya untuk mengubah data, mengartikan data dari segi yang
menguntungkan, menghilangkan bagian-bagian dari hasil analisis data yang
dianggap merugikannya dan sebagainya. Hal seperti ini merupakan contoh perilaku
yang tidak etis dari klien. Kalau peneliti menuruti kehendak mereka maka hal ini
merupakan pelanggaran terhadap standar-standar etika.

17
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
 Bisnis adalah kegiatan usaha yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan
sesuai dengan tujuan dan target yang di inginkan dalam berbagai bidang, baik
jumlah maupun waktunya.
 Proyek adalah kegiatan yang melibatkan berbagai sumber daya yang terhimpun
dalam suatu wadah (organisasi) tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk
melakukan kegiatan yang telah di tetapkan sebelumnya atau untuk mencapai
sasaran tertentu
 Pengetian layak adalah kemungkinan dari gagasan usaha/proyek yang akan
dilaksanakan memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial benefit
maupun dalam arti social benefit. Layaknya suatu gagasan usaha/proyek dalam
arti social benefit tidak selalu menggambarkan layak dalam arti financial benefit,
hal ini tergantung dari segi penilaian yang dilakukan.
 Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat di simpulkan bahwa
pengertian Studi Kelayakan Bisnis adalah “ Suatu kegiatan yang mempelajari
secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam
rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan”.
 Ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha dilakukan perlu dilakukan studi
kelayakan, yaitu Menghindari resiko kerugian, Memudahkan perencanaan,
Memudahkan pelaksanaan perkerjaan, Memudahkan pengawasan dan Jika dapat
diawasi maka jika terjadi penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga mudah
untuk mengendalikan penyimpangan tersebut.
 Tahapan dalam studi kelayakan dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan studi
kelayakan dan keakuratan dalam penilaian. Adapun tahap tahap dalam melakukan
studi kelayakan yang umum dilakukan adalah Pegumpulan data dan informasi,
Melakukan pengolahan data, Analisis Data, Mengambil keputusan dan
Memberikan rekomendasi.

18
3.1 SARAN

Dari makalah ini kami mengharapkan agar para pembaca bisa membacanya,
memahami dan membuat makalah ini menjadi referensi untuk mengetahui bagaimana
Studi kelayakan suatu bisnis. Demi sempurnanya makalah ini kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar makalah ini bisa menjadi
lebih baik untuk selanjutnya

19
DAFTAR PUSTAKA

Kasmir, Jakfar. 2010. Studi Kelayakan Bisnis. Kencana : Jakarta.

Umar, Husein. 1997. Studi Kelayakan Bisnis. PT. GRAMEDIA : Jakarta

Ibrahim, Yacob. 1998. Studi Kelayakan Bisnis. PT.RINEKA CIPTA :Jakarta.

Harahap, Azhar. 2013. Modul Kuliah Study Kelayakan Bisnis. CV.LIA PHOTO:
Padangsidimpuan

Suryana. 2006. Kewirausahaan. Salemba Empat : Jakarta

20