Anda di halaman 1dari 208

Fasilitator :

1. ………………
2. ………………
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
2
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
Training content
3. Sepuluh (10) potensi bahaya (hazard)di area kerja
No Modul
3.1 Mechanical ( Mekanis )
3.2 Electrical (Listrik)
3.3 Pressure (Tekanan)

3.4 Temperature (Suhu)


3.5 Chemical (Kimia)
3.6 Biological (Biologis)
3.7 Radiation (Radiasi)
3.8 Sound (Suara)
3.9 Gravity (Gaya berat)
3.10 Motion (Gerak)

3
Training objective
• Memahami potensi bahaya dari pekerjaan yang dilakukan
• Mampu mengidentifikasi bahaya dari pekerjaan yang
dilakukan
• Membuat usaha mitigasi/pengendalian/intervensi yang
tepat
• Membuat ijin-ijin sebagai persyaratan SIKA
• Memahami persyaratan dan definisi-definisi
• Mampu memberikan training serupa

4
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
5
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas
Pada kondisi apa kerja panas berpotensi menimbulkan bahaya?
• Sumber api terbuka berjarak 15 meter dari zat/material yang mudah
terbakar/meledak atau yang berpotensi bahaya.

• Acetylene
• Welding, brazing, cutting, grinding atau chipping
• Soldering
• Blasting
• Pemakaian peralatan yang menghasilkan api terbuka atau elemen panas
6
Penting : Pertimbangkan seluruh alternatif kerja dingin sebelum melakukan kerja panas
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas
Sumber potensi bahaya lainnya pada kerja panas :
• Sumber api tertutup digunakan pada area berbahaya terlarang
Contoh :

• Peralatan listrik non-explosion-proof atau peralatan elektronik dengan


daya baterai jika tanpa sertifikasi aman
• Mengoperasikan kendaraan bermotor (tenaga baterai atau
pembakaran dalam) pada area berbahaya terlarang atau area terdapat
uap/gas mudah terbakar
• Menggunakan peralatan dengan tenaga listrik atau angin yang bisa 7
menimbulkan percikan api serta memicu kebakaran
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas
Usaha pencegahan ( 1 of 2)
– Contoh usaha yang bisa dilakukan adalah tetapi tidak terbatas kepada
hal-hal dibawah ini :

Pindahkan
Tutup atau basahkan Kipas

o Tutup/plugging saluran pembuangan yang berada pada jarak 15


meter dari area kerja panas
o Beri tanda atau batasi area kerja panas
8
o Usahakan ventilasi terus menerus selama kerja panas
o Lengkapi dengan sarana pemadam api
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas
Usaha pencegahan ( 2 of 2)
• Usaha yang juga bisa dilakukan adalah :
o Informasikan petugas fasilitas
o Pastikan ada fire watcher di tempat pekerjaan berlangsung
o Inspeksi seluruh peralatan kerja panas dan pastikan aman
untuk digunakan
o Lakukan gas test di area kerja dalam radius 15 meter
(horizontal dan vertikal) oleh gas tester yang berkualifikasi
o Komunikasikan pada semua pihak yang terlibat
o Pastikan positive isolation
o Depressurizing
o Purging, flushing, draining atau venting

9
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas
Tugas dan tanggung jawab
• Jika terdapat potensi gas mudah terbakar, maka gas tester yang
berkualifikasi harus melakukan pengetesan 30 menit sebelum
pekerjaan panas dilakukan
• Fire Watcher
o Fire watcher diperlukan pada semua pekerjaan panas
o Fire watcher harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran
dan terlatih menggunakannya
o Harus mengetahui/mengenal fasilitas untuk mengaktifkan alarm
dalam kejadian kebakaran
o Harus mengawasi kebakaran pada area terpapar, mencoba
memadamkan dengan alat yang ada atau mengaktifkan alarm
o Fire watcher memastikan area aman minimum 30 menit setelah
pekerjaan panas selesai
10
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas, Intervensi dilakukan jika terjadi hal-hal berikut ini ( 1 of 2)
Deskripsi Mitigasi
• Perubahan kondisi area kerja Pastikan perubahan kondisi area kerja
tidak menimbulkan bahaya
• Perubahan scope kerja (spt: Pastikan perubahan scope kerja tidak
Tambahan pekerjaan yang tidak menimbulkan bahaya
diantisipasi sebelumnya)
• Gas terdeteksi > 0% Cari sumber eksposure gas, lakukan
rekayasa engineering atau perbaikan.
• Peralatan gas test rusak (spt: Habis Gunakan peralatan yang terkalibrasi
baterai, sensor rusak, dll)
• Pertimbangan keselamatan Hentikan pekerjaan dan lakukan
dimunculkan oleh pekerja atau perbaikan
wakil perusahaan 11
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas, Intervensi dilakukan jika terjadi hal-hal berikut ini ( 2 of 2)

Deskripsi Mitigasi
• Terjadi kecelakaan kecil atau nearmiss Hentikan pekerjaan lakukan
pada pekerjaan investigasi penyebab nearmiss
• Perubahan kondisi cuaca Hentikan pekerjaan, validasi situasi
kerja setelah cuaca kembali normal
• Fire watcher meninggalkan area kerja Dapatkan fire watcher pengganti
yang berkualifikasi
• SIKA tidak berlaku lagi Hentikan pekerjaan, perbaharui SIKA

12
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas
Latihan pengisian formulir ijin kerja panas (latihan 1)

Nama kegiatan : Perbaikan pipa gas kompressor A (Kompresor


B, C & D beroperasi)
Akan dilakukan pekerjaan pengelasan pipa outlet gas
kompresor A pada jarak 25 meter dari area operasi gas
kompresor. Sekitar 20 meter dari area tersebut juga akan
dilakukan pemotongan pipa inlet gas kompresor A yang sudah
korosif dan akan diganti dengan yang baru.

Tugas : Siapkan SIKA dan ijin kerja panas.


13
14
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas
Latihan pengisian formulir ijin kerja panas (latihan 1)

15
STOP HERE FOR GROUP DISCUSSION

16
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.1 Kerja panas - Latihan pengisian formulir kerja panas

LEMBAR KERJA PANAS


Tanggal MONITORING GAS TEST
Waktu ……….. s/d ………… JAM O2 H2S CH4 CO
Lokasi
No. SIKA

Jenis kerja panas


Welding Cutting Depan
Burning Blasting
Lainnya (sebutkan)

Belakang
Gas test Yes No NA

Oxygen % APAR
Parit ditutup
H2S ppm Fire watch
CH4 % Bersih/purging
Blanket
CO ppm Percikan

Pengetesan ulang harus dilakukan jika


Ada perubahan kondisi atau area kerja
tidak diawasi selama 30 menit atau lebih

Diserahkan oleh
17
Diterima oleh
KERJA PANAS

Supervisor Pengawas Kerja Fire Watch Gas Tester Pemberi Ijin

START

Menyerahkan
rencana kerja (RK)
dan JHA
NO
Perlu kerja
Lakukan kerja
panas?

YES
Review formulir kerja Review formulir kerja
Lengkapi formulir
panas, RK dan SIKA, panas, RK dan SIKA,
kerja panas (1)
JSA JSA

Memastikan APAR Lakukan pengetesan


tersedia di tempat awal
NO
Lakukan mitigasi Kerja panas
aman?

YES
Lakukan
Approve ijin kerja
pekerjaan
Lanjutkan
monitoring gas
YES

Scope kerja
NO
berubah?

Kondisi kerja Kondisi kerja Kondisi kerja


berubah? berubah? berubah?
NO NO NO
YES
Kondisi kerja
berubah?
YES YES YES
Intervensi
Kembali ke 1
NO Intervensi Intervensi Intervensi
Kembali ke 1 Kembali ke 1 Kembali ke 1

Teruskan dan
selesaikan tugas

Tutup SIKA

END
QUIZ :
1. Yang boleh menyatakan bahwa area kerja sudah aman dan
pekerjaan bisa untuk dimulai adalah :
a. Gas Tester dan Asman
b. Gas Tester dan fire watcher
c. Gas Tester dan pengawas lapangan
d. Gas Tester dan Manager
e. Semua benar

2. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran


gas adalah :
a. Kadar Oksigen berbeda
b. Low bat
c. Sampling line basah
d. b dan c benar
19
e. a, b dan c benar
QUIZ :
1. Yang boleh menyatakan bahwa area kerja sudah aman dan
pekerjaan bisa untuk dimulai adalah :
a. Gas Tester dan Asman
b. Gas Tester dan fire watcher
c. Gas Tester dan pengawas lapangan
d. Gas Tester dan Manager
e. Semua benar

2. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran


gas adalah :
a. Kadar Oksigen berbeda
b. Low bat
c. Sampling line basah
d. b dan c benar
20
e. a, b dan c benar
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
21
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1. 2. Gas testing
1.2.1 Maksud dan tujuan :
Mampu dan mengerti melaksanakan gas testing berikut hal-
hal penting seperti :
• Pencegahan bahaya pada saat gas testing
• Identifikasi bahaya
• Perencanaan gas testing
• Pemeriksaan peralatan testing
• Pelaksanaan gas testing
• Menterjemahkan dan mencatat hasil pengetesan 22
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1. 2. Gas testing. Mengapa gas testing diperlukan ?
Kebakaran di pipa gas lift Prabumulih 10 Juli 2015

23
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1. 2. Gas testing
1.2.3 Istilah-istilah

LEL Lower Explosive Limit – Konsentrasi terendah dari gas yang mudah
terbakar pada udara. Diukur dengan % LEL
UEL Upper Explosive Limit – Konsentrasi tertinggi dari material yang bisa
terbakar pada udara
PPM Parts Per Million - Ukuran konsentrasi gas beracun
TWA Time Weighted Average – Nilai rata-rata dari paparan yang melebihi
8 jam kerja
PEL Permissible Exposure Limit – adalah nilai maximum atau konsentrasi
tertinggi dari zat kimia dimana pekerja akan terpapar tidak sesuai dengan
regulasi OSHA
STEL Short Term Exposure Limit – adalah konsentrasi maksimum yang
diijinkan dari material, biasanya menggunakan ppm di udara, pada periode
tertentu (15 menit)
24
Lower Exploisive Limit (LEL)
• Konsentrasi terendah (persen) dari gas atau uap di udara yang bisa
menimbulkan kebakaran dari adanya percikan api (arc, flame, heat)
• Konsentrasi udara dibawah LEL maka tidak cukup bahan bakar untuk
memicu ledakan. Konsentrasi dibawah LEL kecil untuk memicu ledakan
tetapi masih ada kemungkinannya.
• Pada 20 deg C LEL gas methane adalah 5.1 % dari volume. Jika di
atmosphere methane < 5.1% maka hal ini tidak memicu ledakan walaupun
ada sumber api.
• Tetapi jika konsentrasi methane (CH4) mencapai 5.1% maka ledakan akan
terjadi jika ada sumber api. LEL konsentrasi berbeda untuk setiap gas.
Hazardous Atmosphere – Atmosphere yang bisa menyebabkan kematian, tidak mampu
menyelamatkan diri atau cedera parah. Disebabkan oleh :
• Permissible exposure limit (PEL) tinggi. Benzene atau hydrogen sulfide.
• Lower explosive limit (LEL) > 10 persen.
• Konsentrasi oxygen kurang dari 19.5 persen atau diatas 23 persen
• Kondisi atmospher yang berdampak langsung terhadap kehidupan atau kesehatan
25 -
immediately dangerous to life or health (IDLH).
Hydrogen Sulfide (H2S)
• Tidak berwarna, gas mudah terbakar yang berbau seperti telur busuk
• Lebih berat dari udara
• Bau baru bisa tercium pada konsentrasi 1 ppm
• Pada konsentrasi rendah (10 – 20 ppm) H2S bisa dideteksi dari baunya yang tajam. Tetapi,
paparan yang terus menerus akan menyebabkan kebal penciuman sehingga menduga
bahaya sudah berlalu
• Terpapar konsentrasi rendah H2S akan menyebabkan :
o Luka pada tenggorokan
o Batuk
o Sesak napas
o Iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan
• Terpapar secara singkat pada H2S dengan konsentrasi tinggi akan menyebabkan : pingsan
atau kematian
• LEL Lower (LEL): 4.0%
26
• Upper (UEL): 44.0%
Carbon Monoxide (CO)

• Beracun, tidak berwarna, tidak berbau


• Beracun pada level 0.1% ( 1000 ppm)
• Tanda-tanda keracunan adalah pusing dan sakit kepala
dan bisa dikenali korban akan memiliki warna merah
pada bibir yang tidak wajar
• Terpapar cukup lama terhadap carbon monoxide akan
menyebabkan kematian
• Lower (LEL): 12.5%
• Upper (UEL): 74.2%

27
Benzene (C6H6):
Tidak berwarna, jernih, cairan mudah terbakar dengan bau yang lembut.
Terdapat secara alami pada Crude oil, gas alam dan beberapa air tanah.
Benzene yang bersumber dari crude oil juga terdapat pada uapnya. Benzene
menguap secara cepat di udara dan sebagian larut di air.
• Terpapar pada Level rendah, menyebabkan seseorang secara cepat
memberi kesan :
o Mengantuk dan pusing
o Detak jantung kencang
o Sakit kepala dan tremor
o Bingung
o Pingsan
• Terpapar pada level tinggi, akan menyebabkan kematian jika terhirup dalam
jumlah besar
• LEL: 1.3% 28

• UEL: 7.1%
Oksigen: O2
• Kandungan oksigen normal adalah 19.5 – 23 %, akan menjadi bahaya jika
konsentrasinya meningkat atau menurun
• Oksigen tidak memberi tanda peringatan apapun. Manusia tidak bisa
mendeteksi peningkatan kadar oksigen
• Pakaian dan rambut sangat mudah terbakar pada atmosphere yang kaya
oksigen. Pakaian, kulit dan peralatan harus bersih dari minyak dan
pelumas
• Oksigen yang terkonsentrasi akan menghasilkan pembakaran yang cepat
dan kuat.
• Dilarang merokok atau membuat api terbuka di area yang kaya oksigen,
nyala api akan muncul seketika
Ingat : Minyak mudah terbakar dan pada oksigen murni sangat mudah
menyala

29
Karakter Gas

METHANE (lebih ringan dari udara)


CARBON MONOXIDE (sedikit lebih ringan dari udara)
HYDROGEN SULFIDE (lebih berat dari udara) 30
Menentukan konsentrasi gas dan uap
• Apakah tujuan pengetesan gas ??
 Untuk menentukan keberadaan uap gas atau gas dan
konsentrasinya
 Untuk memastikan tidak ada ancaman bahaya gas atau
uap gas pada saat pekerjaan berlangsung
• Ancaman terhadap keselamatan manusia:
• Mudah terbakar – Risiko ledakan
• Beracun – Risiko kesehatan

31
Situasi-situasi yang memerlukan Gas Testing
• Pengetesan sebelum :
 Pekerjaan pada area yang diduga
terdapat bahaya gas
 Pekerjaan panas pada area
tertentu
 Memasuki area terbatas (Confined
space entry)
• Tindaklanjuti hasil pengetesan
• Teruskan pengetesan jika ditentukan
pada SIKA
• Situasi lainnya dimana pengetesan gas
diperlukan sebagaimana ditentukan
pada JSA (Job Safety Analysis)
32
Informasi pabrikan dan peringatan
• Sebelum menggunakan peralatan gas detector maka pengguna harus :
 Memahami informasi & peringatan dari pabrikan
 Review panduan dan petunjuk pengoperasian
Jika tidak memiliki maka usahakan untuk memperolehnya !!

33
Menginterpretasikan hasil pengetesan gas
• Peralatan deteksi gas dapat dibaca dalam skala tertentu.
Contoh :
 H2S dalam ppm - parts per million
 CO dalam ppm
 Flammable atmosphere dalam % LEL –
persentasi LEL
 Oxygen dalam % v/v – persentasi volume
per volume
• Penting untuk memahami skala pengukuran yang digunakan
pada peralatan dan pastikan sesuai dengan batasan yang
dapat diterima

34
Kalibrasi
• Seluruh peralatan gas deteksi harus dikalibrasi sesuai petunjuk
pabrikan
• Dokumentasikan hasil kalibrasi hingga kalibrasi berikutnya
• Bump test harus dilakukan menggunakan prosedur dan peralatan
yang direkomendasikan pabrikan. Untuk penggunaan rutin
dilaksanakan setiap hari

35
Lakukan ’Clean Air’
• Peralatan harus dinetralkan sebelum digunakan. Beberapa
istilah : Clean air set up atau the Zero
• Clean up kalibrasi oksigen adalah 20.9%
• Harus dilakukan di udara yang bersih
• Sensor CO dan H2S disetel ke Nol
• Sensor oksigen bergantung juga pada ketinggian (tekanan
berbeda)

36
Beberapa Peringatan

Perhatikan hal-hal berikut ini:


Pembacaan LEL bisa salah dikarenakan :
• Pengisian daya batere tidak cukup
• Dilarang “mengecas” atau menukar batere di area
yang berbahaya
• Dilarang memasukan cairan ke “sampling line”
• Lakukan “Zero” di lingkungan dengan udara yang
bersih
• Lingkungan pengetesan yang melebihi 100% LEL akan
menyebabkan kesalahan dalam pembacaan LEL
• Pastikan peralatan dikalibrasi sesuai petunjuk pabrikan

37
Perencanaan pengetesan gas
• Sebelum memulai pengetesan di area yang diduga mengandung
bahaya gas atau uap gas, maka :
o Pengawas kerja harus mengidentifikasi zat-zat berbahaya atau
kondisi yang memerlukan gas test, seperti :
 Oxygen
 Gas atau vapor mudah terbakar
 Hydrogen sulfide (H2S)
 Carbon monoxide (CO)

• Rencana gas testing harus mencakup :


 Gas-gas yang akan di test
 Batasan atau limit
 Frekwensi pengetesan
38
Persiapan lapangan
• Pengetesan awal harus :
o Dilakukan setelah area
kerja terisolasi dan siap
o Dilakukan oleh tenaga
terlatih dan berhak
• LEL gas test harus dilakukan
dalam radius 15 meter
• Pada Confined space,
pengetesan gas dilakukan
pada saat sistem ventilasi
sudah dimatikan 30 menit
sebelumnya.
39
Pekerjaan yang memerlukan gas testing
• Sebelum melakukan kerja panas pada area tertentu

• Sebelum memasuki area terbatas (confined space area) =>


diperlukan monitor terus menerus

• Pada saat penanganan tumpahan material berbahaya

• Memasuki, membersihkan atau memperbaiki separator yang


mengandung air berminyak

• Memasuki tangki timbun ataupun bejana lainnya

• Pengelasan dan kerja panas dalam tangki berbahan campuran


40
Penggalian
Pelaksanaan gas test ( 1 of 2)
• Hanya boleh dilakukan oleh petugas gas tester yang
berwenang
• Jangan meminjamkan peralatan kepada petugas yang tidak
terlatih
• Test atmosphere pada area kerja untuk identifikasi bahaya
• Pengetesan harus dimulai dari area aman kemudian
bergerak ke area kerja yang akan di test
• Pengetesan harus berurutan sbb :
● Oxygen

● Flammable gases

● Toxic vapors
● Untuk single gas monitor
41
Pelaksanaan gas test ( 2 of 2)
• Test pada area dimana kemungkinan terjadi akumulasi gas
atau uap gas (JSA dan rencana pengetesan harus
mengantisipasi hal ini)
• Pengetesan dengan indikasi melewati batas aman maka
area harus dikosongkan hingga kondisi aman kembali
• Gunakan APD pada saat pengetesan sesuai hasil JSA
• Jika alarm berbunyi pada alat test maka harus dilakukan
evakuasi hingga penyebab diketahui dan perbaikan
dilakukan

42
Evakuasi
Perhatian :
• Jika alarm berbunyi pada alat
gas tester maka harus dilakukan
evakuasi hingga penyebab
diketahui dan perbaikan
dilakukan
• Evakuasi dilakukan “crosswind”
dari sumber gas
• Perhatikan arah “windsock”

43
QUIZ :
1: Toxic Gases
Ada kemungkinan bahwa gas berbahaya terdapat pada confined space. Salah satu gas
tersebut menyebabkan sesak napas dengan mencegah penyerapan oksigen ke dalam
aliran darah. Gas intersebut adalah :
A) Carbon Monoxide B) Nitrous Oxide C) Benzene D) Oxygen

2: Toxic Gases
Benzene adalah zat mudah terbakar, beracun jika terhirup, penyerapan melalui kulit dan
jika tertelan. Ini juga merupakan karsinogen.
Pernyataan ini benar atau salah ?

3: Relative density of gases


Dari daftar di bawah pilih lokasi pada sistem pemipaan yang akan menjelaskan di mana
gas rendah kepadatan relatif (Carbon Monoksida, Metana) dapat menumpuk.
A) Di elbow
B) Simpangan pipa
C) Di road crossing 44
D) Sekitar flensa dan katup
QUIZ :
4 : Effects of H2S on Personnel
Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?
Hidrogen sulfida sangat berbahaya bagi kesehatan dan pada konsentrasi tinggi
dapat menyebabkan pingsan atau bahkan kematian.
A) Benar B) Salah

5: Measurement of H2S
Konsentrasi gas sering disebut sebagai ppm. Ppm singkatan dari?
A) Parts per million B) Percentage per molecule
C) Parts per cubic metre D) Parts per micron

6: Characteristics of H2s
Hidrogen sulfida pada konsentrasi rendah memiliki bau sangat terasa. Seperti
apakah baunya ?
A) Amonia B) Bleach C) Telur busuk D) Asam sulfat 45
QUIZ :
1: Toxic Gases
Ada kemungkinan bahwa gas berbahaya terdapat pada confined space. Salah satu gas
tersebut menyebabkan sesak napas dengan mencegah penyerapan oksigen ke dalam
aliran darah. Gas intersebut adalah :
A) Carbon Monoxide B) Nitrous Oxide C) Benzene D) Oxygen

2: Toxic Gases
Benzene adalah zat mudah terbakar, beracun jika terhirup, penyerapan melalui kulit dan
jika tertelan. Ini juga merupakan karsinogen.
Pernyataan ini benar atau salah ?
BENAR
3: Relative density of gases
Dari daftar di bawah pilih lokasi pada sistem pemipaan yang akan menjelaskan di mana
gas rendah kepadatan relatif (Carbon Monoksida, Metana) dapat menumpuk.
A) Di elbow
B) Simpangan pipa
C) Di road crossing 46
D) Sekitar flensa dan katup
QUIZ :
4 : Effects of H2S on Personnel
Apakah pernyataan ini Benar atau Salah?
Hidrogen sulfida sangat berbahaya bagi kesehatan dan pada konsentrasi tinggi
dapat menyebabkan pingsan atau bahkan kematian.
A) Benar B) Salah

5: Measurement of H2S
Konsentrasi gas sering disebut sebagai ppm. Ppm singkatan dari?
A) Parts per million B) Percentage per molecule
C) Parts per cubic metre D) Parts per micron

6: Characteristics of H2S
Hidrogen sulfida pada konsentrasi rendah memiliki bau sangat terasa. Seperti
apakah baunya ?
A) Amonia B) Bleach C) Telur busuk D) Asam sulfat 47
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
48
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.3. Confined Space
1.3.1 Maksud dan tujuan :
Mampu dan mengerti melaksanakan aktifitas di ruang
terbatas berikut hal-hal penting seperti :
• Pencegahan bahaya pada saat pelaksanaan
• Identifikasi bahaya
• Perencanaan
• Pemeriksaan peralatan
• Pelaksanaan
49
Apakah ruang terbatas (Confined Space)

• Ruang yang cukup besar dan


sedemikian rupa sehingga
manusia bisa masuk
kedalamnya dan melakukan
aktifitas
• Memiliki akses terbatas untuk
masuk ataupun keluar
• Tidak dirancang untuk dihuni
secara terus menerus

50
Fatality pada Confined Space dikarenakan bahaya
atmosphere
Hasil kajian National Institute for Occupational Safety and
Health selama 10 tahun tentang kejadian fatality pada confined
space
21
43 Toxic
7 Other
Combustible
29

Dari 70 kejadian, 109 meninggal : Type pekerjaan :


• 76% korban tunggal • 1/3 Penyelamatan
• 24% korban lebih dari satu • 1/3 Pekerjaan maintenance
• 1/3 lain-lain
Fatality pada Confined Space berdasarkan Type
ruang (seluruh industri)
Hasil kajian National Institute for Occupational Safety and
Health selama 10 tahun tentang kejadian fatality pada
confined space
2.3 4.6
4.6
13.6 Pipeline
Digesters
Tank
18.1 38.6
Utility Vault
Sewer
Pit, Bin, Silo
18.1 Water, sump, well
Batasan pengukuran pada confined space
Perlindungan dibutuhkan Dilarang
masuk
Kondisi atmosphere
atau kandungan Batas Filter SCBA atau
aman Respirator Aliran udara

19.5 – < 16.5


Kandungan Oxygen (%) Tidak perlu ≤ 19.5
23 atau > 23

Gas/Vapor mudah
≤0 < 0.5 ≤ 10 > 10
terbakar (% LEL)

Hydrogen Sulfide (ppm) ≤1 Tidak perlu 5 – 100 > 100

Carbon Monoxide (ppm) ≤ 25 Tidak perlu > 26 NA

Monitor Heat Stress


Temperature dalam > 27C
≤ 27 > 50
ruang terbatas (ºC) Monitor Klinik
> 32C

53
Definisi dan tanggung jawab (1 of 2)
• Confined space entry ( memasuki ruang terbatas) adalah
memasukkan sebagian anggota tubuh kedalam ruang
terbatas. Entry (masuk) diyakini akan segera terjadi setelah
anggota tubuh melewati bagian terbuka dari ruang terbatas
• Ijin Confined Space Entry adalah perijinan yang digunakan
untuk mengijinkan pekerja memasuki ruang terbatas. Ijin ini
hanya berlaku untuk memasuki ruang terbatas.
– Kegiatan didalam ruang terbatas memerlukan SIKA
• Pengawas masuk (Entry Supervisor) adalah seseorang yang
bertanggung jawab untuk memastikan apakah kondisi masuk
sudah sesuai dengan rencana, mengijinkan masuk dan
mengawasi kegiatan masuk dan menghentikan kegiatan
masuk bila perlu.

54
Definisi dan tanggung jawab (2 of 2)
• Petugas diijinkan (Authorized Entrant) adalah seseorang yang
memiliki kompetensi tertentu dan diijinkan oleh perusahaan
dan tercantum dalam ijin untuk memasuki ruang terbatas.
• Pengamat masuk (Entry Watcher) adalah petugas yang
standby di titik masuk ruang terbatas yang hanya bertugas
mengontrol keluar masuk pekerja, memonitor kondisi di
dalam dan di luar ruang terbatas, menjaga komunikasi dengan
petugas yang akan masuk dan mengaktifkan alarm jika ada
masalah.
• Petugas penyelamat adalah petugas yang memiliki
kompetensi tertentu dan siap bertugas untuk penyelamatan
orang-orang yang memasuki ruang terbatas.

55
Syarat Confined Space Entry ( 1 of 2)
1. Gunakan definisi ruang terbatas untuk mengidentifikasi
ruang terbatas pada setiap lokasi
2. Pertimbangkan seluruh alternatif lain sebelum masuk ruang
terbatas, seperti penggunaan peralatan mekanis untuk
melakukan pembersihan tangki dari luar.
3. Bahaya-bahaya yang berhubungan dengan ruang terbatas
harus diidentifikasi dan mitigasi sebelum memulai pekerjaan
4. Lakukan pengetesan gas oleh petugas gas tester yang
berkualifikasi dan peralatan gas detektor yang dikalibrasi
5. Rencana penyelamatan harus tersedia ditempat sebelum
kegiatan memasuki ruang terbatas
Penting : Dilarang memasuki ruang terbatas walau dalam
kondisi emergency hingga pertolongan tiba. Dilarang
mengangkat seseorang dari lubang tanpa pertolongan
56
Syarat Confined Space Entry ( 2 of 2)
6. Petugas penyelamat harus terlatih dan kompeten serta
memiliki kemampuan melaksanakan tugasnya. Petugas
penyelamat harus dilengkapi dengan peralatan penyelamatan
di lokasi kerja.
7. Petugas pengamat masuk (entry watcher) harus selalu berada
di lokasi setiap saat ketika pekerja berada didalam ruang
terbatas. Entry watcher harus memastikan daftar masuk
(entry log) dilengkapi dengan nama serta waktu masuk dan
keluar. Entry watcher tidak boleh meninggalkan tempat
kecuali digantikan oleh entry watcher yang berkualifikasi.
8. Area disekitar confined space harus aman dan sumber gas
mudah terbakar harus di pindahkan pada saat confined space
ditinggalkan pada periode tertentu

57
Confined Space
No Best Practice
Jika ada perubahan pada situasi kerja atau pekerjaan terhenti pada
jangka waktu lebih dari 30 menit tanpa ada pengawasan, maka ijin
1
confined space entry harus divalidasi ulang sebelum pekerjaan dimulai
kembali

2 Pengawas masuk dan pengamat masuk sebagai kebutuhan standard

Penggalian lebih dari 1.2 meter dikategorikan sebagai confined space


3
entry
Rencana mitigasi untuk kondisi darurat dan rencana penyelamatan
4
harus tersedia

Standardisasi batasan gas berbahaya :


5
H2S < 1 ppm, benzene = zero ppm, dll

58
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.3 Confined Space
Latihan pengisian formulir ijin Confined space (latihan 2)

Nama kegiatan : Perbaikan tangki timbun utama


Akan dilakukan pekerjaan perbaikan lantai tangki timbun
dengan diameter 90 meter. Untuk efektifitas kerja akan di buat
3 buah akses keluar masuk pekerja. Pekerjaan akan dilakukan
hanya pada siang hari.

Tugas : Siapkan SIKA dan ijin confined space.

59
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.3 Confined Space
Latihan pengisian formulir ijin Confined space (latihan 2)

60
STOP HERE FOR GROUP DISCUSSION

61
LEMBAR CONFINED PENGUKURAN GAS AWAL

SPACE ENTRY JAM O2 H2S CH4 CO


Letakkan ijin ini di dekat ruang yang akan dimasuki tetapi
bukan dalam kategori bisa dihuni manusia. Peralatan
keselamatan tidak boleh dipindahkan pada saat pekerjaan
sedang berlangsung. Pengamat Masuk : ………………………….
TANGGAL
NAMA PERALATAN Nama yang masuk :
LOKASI PERALATAN
WAKTU ………… s/d …………. 1.
NO SIKA 2.
PEKERJAAN YANG AKAN DILAKUKAN
3.
4.
APPROVAL CONFINED SPACE ENTRY 5.
PENGAWAS MASUK 6.
7.
PENGAWAS PEKERJAAN
8.
PEMILIK ASSET
62 9.
10.
Pengawas masuk Pengawas area Pengamat masuk Gas Tester Pemberi ijin
Menyerahkan
rencana kerja & JSA
Perlu
Confined
space entry
(CSE)

Review ijin CSE,


Melengkapi ijin CSE & Periksa CSE, rencana
kerja, JSA & SIKA rencana kerja, JSA &
area kerja aman (*)
approve SIKA

Pastikan peralatan CSE


Buat JSA
Pastikan peralatan CSE
tersedia dan berfungsi
Gas testing awal
tersedia & berfungsi

Aman utk
masuk ?

Lakukan pekerjaan Approve ijin CSE


Gas monitoring
berkelanjutan
Ganti
Kembali
Lingkupan
ke Start
kerja

Berubah Berubah Berubah


kondisi kerja kondisi kerja kondisi kerja
Intervensi Berubah
kembali (*) kondisi kerja

Intervensi Intervensi Intervensi


kembali (*) kembali (*) kembali (*)
Lanjutkan dan
selesaikan pekerjaan

Tutup ijin
63
QUIZ :
1. Pelaksanaan gas testing pada confined space yang benar adalah
dalam kondisi :
a. Seluruh peralatan ventilasi aktif supaya atmosphere bersih
b. Dalam keadaan gelap gulita
c. Aktifkan seluruh lampu sorot
d. Seluruh peralatan ventilasi dalam keadaan tidak aktif
e. Semua salah
2. Suasana yang mengekspos personil untuk risiko kematian,
menderita cacat, gangguan kemampuan untuk self-rescue,
cedera, atau penyakit akut atau kronis, disebut :
a. Atmosphere
b. Poor atmosphere
c. Hazardous atmosphere
d. Fine atmosphere 64

e. Semua salah
QUIZ :
1. Pelaksanaan gas testing pada confined space yang benar adalah
dalam kondisi :
a. Seluruh peralatan ventilasi aktif supaya atmosphere bersih
b. Dalam keadaan gelap gulita
c. Aktifkan seluruh lampu sorot
d. Seluruh peralatan ventilasi dalam keadaan tidak aktif
e. Semua salah
2. Suasana yang mengekspos personil untuk risiko kematian,
menderita cacat, gangguan kemampuan untuk self-rescue,
cedera, atau penyakit akut atau kronis, disebut :
a. Atmosphere
b. Poor atmosphere
c. Hazardous atmosphere
d. Fine atmosphere 65

e. Semua salah
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
66
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.4 Isolasi energi berbahaya

• Energi berbahaya
– Listrik
– Energi mekanik (Energi kinetik dari benda yang bergerak )
– Energi tersimpan (Objek yang ada potensi melepas energi)
– Cairan bertekanan, uap gas atau gas, udara
– Energi kimia
– Energi panas

67
Persyaratan isolasi energi berbahaya ( 1 of 2)
1) Orang yang melaksanakan isolasi energi berbahaya harus
terlatih dan mengerti tentang tugas dan tanggung jawabnya.
2) Seluruh bahaya yang berkaitan dengan isolasi energi
berbahaya harus diidentifikasi dan dimitigasi sebelum
pekerjaan dimulai.
3) Titik isolasi harus dikunci, label dan didokumentasikan pada
checklist (LOTO checklist)
4) Peralatan yang digunakan untuk isolasi energi berbahaya harus
sesuai dengan persyaratan, standard industri dan kaidah good
engineering practices.

68
Persyaratan isolasi energi berbahaya ( 2 of 2)
5) Tidak memakai kunci master.
6) Jika seseorang mengidentifikasi atau menemukan kondisi yang
tidak selamat maka harus dilakukan intervensi.
7) Proses komunikasi harus tersedia untuk memberitahukan regu
kerja yang berbeda tentang peralatan yang sedang diperbaiki
dan potensi bahaya yang ada.
8) Harus dilakukan audit secara berkala untuk memastikan
standard isolasi energi berbahaya dilaksanakan.

69
Isolasi Energi Berbahaya

No Best Practice
Aturan 30 menit – Pekerjaan yang ditinggalkan tanpa pengawasan
1
selama 30 menit atau lebih, maka ijin harus divalidasi ulang.
Pemakaian kunci secara kelompok tidak dianjurkan, tetapi jika harus
digunakan juga maka ketentuannya sbb :
(a) Seseorang yang bertanggung jawab dan bertugas untuk kunci harus
2
tercantum dalam ijin
(b) Metode harus tersedia untuk memastikan seluruh orang terdata
pada saat penguncian maupun pelepasan
3 Hindari pengisolasian menggunakan satu block valve

70
Diagram alir Isolasi Energi Berbahaya
1 2 3 4
Identifikasi sumber Persiapan lokasi kerja Matikan equipment Isolasi seluruh sumber
START energi energi
Periksa prosedur kerja,
barikade area, pengumuman
kepada pekerja terkait, gas
testing, SIKA, dll

8 7 6 5
Lakukan test zero Buang energi yang
Lakukan pekerjaan LOTO
energi masih terperangkap

9 10 11 12
Periksa equipment & Lepas kunci dan label Pindahkan peralatan Test equipment
bersihkan area kerja isolasi

13
Equipment kembali
End beroperasi

71
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
72
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.5 Excavation (Penggalian)
Persyaratan :
1. Bahaya yang berhubungan dengan penggalian harus diidentifikasi dan
dimitigasi sebelum pekerjaan dimulai.
2. Lengkapi langkah-langkah yang diperlukan agar lokasi kerja dan peralatan
benar-benar siap dan selamat untuk memulai pekerjaan.
3. Lindungan personal yang memasuki lokasi penggalian dengan system
pendukung yang sesuai, seperti : shoring, bracing, sloping, benching dan
shield. Rancangan dan konstruksi sistem pendukung harus dilakukan oleh
personal yang berkompeten dan terlatih.
4. Petugas yang melakukan pekerjaan harus kompeten dan terlatih sesuai
dengan tugas dan tanggung jawabnya.
5. Inspeksi sistem shoring dan bracing setiap hari dan sesudah hujan lebat,
gempa bumi atau meningkatnya bahaya lainnya.
6. Hentikan seluruh pekerjaan pada lokasi penggalian hingga pencegahan
kecelakaan sudah tersedia untuk keselamatan petugas.
73
Definisi-definisi
 Excavation – Pemotongan (cut), pembuatan lubang (cavity),
pembuatan parit (trench) atau menekan (depressing) permukaan
bumi yang dilakukan manusia dengan menggunakan peralatan.
 Trench – Penggalian terbatas/sempit dimana kedalaman galian
lebih besar dari lebar galian.
 Benching – Terracing atau stepping bagian sisi dari excavation untuk
mencegah longsoran. Berbentuk satu atau lebih level mendatar
atau tangga-tangga.
 Day-lighting – Dalam konteks excavation, adalah proses penggalian
dimana fasilitas/ sarana/utilitas dibawah tanah bisa terlindungi
secara aman, teridentifikasi dan terlokalisir. Day-lighting dilakukan
dengan peralatan tangan dengan tujuan tidak akan merusak sarana.

74
Persyaratan keselamatan lokasi kerja ( 1 of 2)
 Petugas excavation yang berkompeten harus
berada dilokasi kerja dan mengawasi
excavation jika petugas memasuki excavation
yang dikategorikan sebagai confined space
(area terbatas).
 Excavation lebih dari 1.5 meter memerlukan
sloping/benching atau support system berupa
shoring/bracing sebelum petugas diijinkan
masuk.
 Seluruh bahaya yang ada di permukaan dan
bisa membahayakan harus dipindahkan untuk
melindungi pekerja.
 Walkway atau jembatan dengan pengaman
harus tersedia untuk keperluan pekerja
menyeberangi trench.

75
75
Persyaratan keselamatan lokasi kerja ( 2 of 2)
 Excavation dengan kedalaman lebih dari 1.2 meter harus disediakan
perlintasan pada jarak setiap 7.5 meter.
 Jika excavation dekat dengan jalur kendaraan, walkway atau kendaraan
lainnya maka harus dipasang pengaman untuk melindungi pekerja dan
orang umum.
 Jika excavation dalam keadaan terbuka pada malam hari dan ada orang
berjalan atau berkendara maka peringatan tambahan harus disediakan.
Seperti : lampu peringatan, pembatas, excavation dan equipment yang
mudah terlihat.
 Rencana penanggulangan keadaan darurat harus dibuat sebelum
memasuki area excavation/trench.
 Jika terdapat genangan air dan dianggap berbahaya harus dibuang keluar
dari excavation.
 Untuk melindungi para pekerja dari material galian, maka penumpukan
material harus dilakukan pada jarak 1 meter dari tepi penggalian.
 Jika ada alat berat beroperasi didekat excavation maka harus dipasang
rambu atau tanda peringatan.
76
76
Komponen kritikal
 Perencanaan kerja dan analisa bahaya (Hazard analysis)
 Lingkupan kerja dan ancaman bahaya yang mungkin muncul
harus tercantum dalam rencana kerja.
 Mengumpulkan data lapangan
 Analisa tanah (soil test) penting untuk mengetahui secara tepat
sloping, benching dan shoring yang diperlukan.
Tipe tanah (Soil) :
Civil engineer atau petugas yang berkualifikasi harus menentukan
kondisi tanah serta tipe tanah (soil). Soil biasanya diklasifikasikan
sebagai berikut :
Tipe A – Sangat stabil, terdiri dari : Clay, silty clay dan hardpan (tahan
penetrasi).
Tipe B – Cukup stabil, terdiri dari : Silt, sandy loam, medium clay, dan
batuan tidak stabil.
77
Komponen kritikal
Tipe C – kurang stabil: berbatuan, loamy sand, soft clay,
submerged soil, air mudah terserap.
•Persiapan dan inspeksi
 Sebelum melakukan penggalian (excavation), maka harus
dilakukan inspeksi secara mendalam oleh pengawas kerja
(supervisor) untuk memastikan apakah diperlukan kriteria
keselamatan khusus.
 Fasilitas-fasilitas bawah tanah seperti : pipa air, jaringan telepon,
minyak, listrik dll, harus ditentukan terlebih dahulu dan diberi
tanda sebelum penggalian (excavation) menggunakan mesin
dilakukan.

78
Sistem proteksi
Shoring dan bracing systems untuk excavation

79
Sistem proteksi
Benching

Trench shields

80
Sistem proteksi
Materials dan beban diatas Excavations

Case 2 : Design shoring


untuk beban tanah dan
Case 1 : Design shoring permukaan
untuk beban tanah saja

81
Excavation
No Best Practice
Aturan 30 menit – Pekerjaan yang ditinggalkan tanpa pengawasan
1
selama 30 menit atau lebih, maka ijin harus divalidasi ulang.

2 Ijin penggalian (excavation) diperlukan jika penggalian ≥ 30 cm

Excavation di kategorikan sebagai Confined Space Entry jika melebihi


3
kedalaman 1.2 meter (OSHA 29 CFR 1926.651)

82
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.5 Excavation
Latihan pengisian formulir ijin excavation (latihan 3)

Nama kegiatan : Penggalian jalur pipa di dalam PPP


Panjang galian 50 meter, kedalaman 1.4 meter.

Tugas : Siapkan SIKA dan ijin excavation serta ijin-ijin lainnya


yang diperlukan.

83
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.5 Excavation
Latihan pengisian formulir ijin excavation (latihan 3)

84
STOP HERE FOR GROUP DISCUSSION

85
Ijin Penggalian

86
Diagram alir Excavation
Persiapan excavation

1. Periksa prasarana bawah tanah


Menentukan type 2. Pindahkan seluruh rintangan dipermukaan Yes Apakah kedalaman No
tanah 3. Apakah tanah terkontaminasi dengan minyak ? excavation melebihi
1.5 m ?
4. Lakukan HI

Untuk menentukan
Menentukan system sistem pengaman
pengaman gunakan panduan Apakah Dinding
berikut ini excavation Yes excavation Apakah ada
dilakukan potensi
dibatuan yang
boleh
vertikal longsor ?
stabil ?

SIKA & Ijin excavation No Yes

Excavation
dengan slope,
shore atau
pelindung
Review ijin dng
seluruh pekerja

Dapatkan
saran ahli

Mulai pekerjaan

87
QUIZ :
1. Yang termasuk “underground utilities” dalam excavation adalah :
a. Terowongan bawah tanah, goa besar
b. Lokasi parkir basement
c. Saluran air, saluran minyak, jaringan fibre optic/telepon
d. Sungai bawah tanah
e. Semua benar

2. Terracing atau stepping merupakan bagian aktifitas :


a. Day-lighting
b. Benching
c. Penggalian
d. Branding
e. Trench
88
QUIZ :
1. Yang termasuk “underground utilities” dalam excavation adalah :
a. Terowongan bawah tanah, goa besar
b. Lokasi parkir basement
c. Saluran air, saluran minyak, jaringan fibre optic/telepon
d. Sungai bawah tanah
e. Semua benar

2. Terracing atau stepping merupakan bagian aktifitas :


a. Day-lighting
b. Benching
c. Penggalian
d. Branding
e. Trench
89
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
90
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.6 Bekerja di ketinggian (Working at height)

Persyaratan ( 1 of 2):
1. Pertimbangkan seluruh alternatif sebelum memulai bekerja
diketinggian.
2. Bahaya yang berhubungan dengan bekerja di ketinggian harus
diidentifikasi dan dimitigasi sebelum pekerjaan dimulai.
3. Bahaya jatuh harus diidentifikasi dan pekerja harus dilindungi
dengan pelindung jatuh atau sistem pelindung jatuh.
4. Pekerja yang melakukan pekerjaan di ketinggian harus kompeten
sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, terlatih dan
memahami cara menggunakan, merawat dan menginspeksi
peralatan yang akan digunakan.

91
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.6 Bekerja di ketinggian (Working at height)

Persyaratan ( 2 of 2):
5. Scaffolding harus dirancang, didirikan, diinspeksi, dilabel dan
dibongkar oleh petugas yang terlatih dan kompeten.
6. Peralatan bekerja di ketinggian harus diinspeksi secara periodik
untuk memastikan peralatan aman digunakan.
7. Petugas yang menggunakan sistem pengaman jatuh dilarang
bekerja sendirian dan harus 100 persen tie off.
8. Petugas penyelamat harus kompeten dan terlatih dan memiliki
kemampuan menjalankan tugasnya. Petugas penyelamat juga
harus dilengkapi dengan peralatan penyelamat yang sesuai
dilokasi kerja.

92
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.6 Bekerja di ketinggian (Working at height)
Scaffolding :
 SIKA pada saat mendirikan.
 Material sebaiknya anti karat, aman terhadap listrik,
struktur yang terintegritas.
 Berdiri diatas tanah padat atau alas plat.
 Didirikan, dimodifikasi dan dibongkar hanya oleh orang
yang kompeten dan diawasi oleh orang yang berkompeten
 Harus diberi tagging (Merah : sedang dipasang belum
diinspeksi, Kuning: masih dalam perbaikan/konstruksi dan
Hijau : terpasang dan sudah diinspeksi)

93
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.6 Bekerja di ketinggian (Working at height)
Scaffolding :
 Scaffolding yang belum lengkap harus diberi tanda dan barrier
serta tidak boleh digunakan
 Scaffolding tidak menghalangi jalur evakuasi
 Diinspeksi setiap 7 hari oleh orang yang berkompeten
 Diinspeksi setiap hari sebelum digunakan
 Hanya digunakan sebagai work platform sementara
 Pada udara terbuka dilarang bekerja pada saat hujan dan angin
kencang
 Ketinggian melebihi 38 meter harus dengan scaffolding tubes
dan couplers serta dirancang oleh structure engineer
94
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.6 Bekerja di ketinggian (Working at height)

Risiko pada scaffolding :


 Scaffolding runtuh dikarenakan konstruksi tidak tepat
dan pemasangan pin tidak benar.

 Scaffolding tidak terkunci atau terikat dengan baik


pada bangunan atau struktur pendukung lainnya.

 Jatuh disebabkan papan scaffolding, pagar pengaman,


pengaman tengah dan toe board tidak ada.
95
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.6 Bekerja di ketinggian (Working at height)

Risiko pada scaffolding :


 Benda jatuh dari scaffolding ke orang atau peralatan
di bawahnya
 Runtuhnya scaffold disebabkan oleh benturan dari
kendaraan atau derek.
 Tersengat listrik bertegangan pada saat di scaffolding
 Disambar petir saat hujan lebat
 Beban berlebih pada platform melebihi desain yang
diperbolehkan

96
Definisi-definisi ( 1 of 2)
 Fall Prevention –
Adalah suatu sistem yang dirancang untuk mencegah
seseorang jatuh. Fall prevention berupa kontrol
engineering seperti pagar (rail guard)
 Fall Protection –
Adalah suatu metode untuk memitigasi dampak dari
seseorang yang jatuh. Fall protection berupa penggunaan
sistem fall-arrest. Metode lain bisa berupa safety nets
dan kantong udara (air bags)
 100 persen tie off –
Adalah metode kontrol untuk seseorang yang bekerja di
ketinggian selalu terkait sehingga selalu terproteksi
terhadap sistem fall-arrest, baik pada waktu naik, turun,
97 berpindah ataupun pada saat melakukan pekerjaan.
97
Definisi-definisi ( 2 of 2)
 Fall-Arrest System –
Adalah sistem yang dirancang untuk mendukung dan
melindungi seseorang pada saat jatuh. Sistem fall-arrest
biasanya terdiri dari full-body hardness, lanyard
berperedam kejut atau lanyard penahan atau lifeline self-
retracting, self-locking snap hooks (atau carabineer-type
rings) dan sejumlah secure anchorage points.
 Rescue Personnel –
Petugas yang memenuhi beberapa persyaratan kompetensi
dan dalam kondisi on-call untuk penyelamatan orang yang
jatuh dari ketinggian.

98
98
Instruksi standard
 Persyaratan bekerja diketinggian
 Fall protection perseorangan
 Procedur dan peralatan khusus
 Hanya boleh dilakukan oleh petugas terlatih, dilengkapi
dan memahami pengetahuan tentang bekerja
diketinggian.
 Jika memungkinkan, hindari kebutuhan untuk bekerja
diketinggian melalui rancangan atau modifikasi fasilitas atau
memasang platform secara permanen yang dilengkapi dengan
system fall protection (handrail, toe board, drop bar, dll).
Gunakan petunjuk safety in design sebagai referensi.

99
99
Work at Height

No Best Practice

Aturan 30 menit – Pekerjaan yang ditinggalkan tanpa


1 pengawasan selama 30 menit atau lebih, maka ijin harus di
validasi ulang.
Work at Height – Pekerjaan yang berpotensi mengakibatkan
2 seseorang mengalami cidera karena jatuh dari ketinggian
tertentu.

3 Scaffolder bersertifikat sebagai persyaratan

100
Diagram alir bekerja diketinggian (Work at Height)
1
Jangan naikroof
Stay off hingga
diverifikasi
until verified

No
IsApakah
the workpekerjaan
at height of
bersifat sementara
a temporary nature anddan
something
selain dariother
pada than on
atap Yes
a building roof, a tank Apakah
Has thedaya
roof sokong
load-
bangunan, atap tangki,
roof, on top of a tank Is work on the Yes atap
bearing sudahbeen
capacity
diatas tangki
truck, rail car, ortruk,
near Apakah pekerjaan
roof of a diverifikasi untuk di
verified as sufficient
kereta api atau dekat
an excavation? di atap bangunan
building? for access by a
akses oleh petugas
excavation ? ? competent person??
Apakah
Is workpekerjaan
of short Yes yang kompeten
duration, dan
and does Pertimbangan untuk
Consider using
sebentar hanya menggunakan
it require the use of a ladder tangga
memerlukan
only one hand?
satu No
tangan? Yes
No
No
No Does the
Apakah adaroof
atap
Apakah have skylights?
Is workpekerjaan
of short Yes kaca?
sebentar dan
duration memerlukan
, requiring Pertimbangkan
Consider using
usedua
of both hands?
tangan? memakai
a MEWP MEWP
Yes

No Yes
Is the permukaan
Apakah surface of Yes
the ground firm Yes Apakah atap kaca
Do the skylights No Diperlukan
Fall preventionfall
tanah stabil dan have
adaedge
tepi prevention atau
or fall protection
Yes and level?
rata? protection?
pengaman? required
fall protection

Will the work Pertimbangkan


Consider using
Apakah lokasi kerja Does the roof No
location move? memakai
mobile mobile Apakah atap ada
berpindah ? scaffolding have edge
scaffolding tepiprotection?
pengaman?

No No
Yes
END
Apakah
Will the work Yes Pertimbangkan
Consider using
pekerjaan
require 3perlu
or memakai scaffolding
scaffolding Apakah daya sokong
3more
orang atau
persons? Has the roof load-bearing
lebih ? Is work
Apakah on the
pekerjaan Yes atap sudah
capacity been verified as No Jangan
Stay offnaik
roofhingga
roof of a tank? diverifikasi untukby
dia untildiverifikasi
verified
di atap tangki ? sufficient for access
akses oleh person?
competent petugas
No
yang kompeten ?

No
Apakah pekerjaan
Is work of Yes
Yes
longer
dalam duration?
waktu lama ?
1
Does the
Apakah ataproofada Yes
have edge END
tepiprotection?
pengaman?

2
No Diperlukan
Fall protectionfall
protection
required

101
Diagram alir bekerja diketinggian (Work at Height)
2

Apakah pekerja
Will the worker be
Is the work
Apakah on
pekerjaan Yes terlindungi dengan Yes
enclosed by an
top of
di atas a tank
tangki truk pengaman
adequate safety END
truck or railapi
atau kereta car?? keselamatan yang
barrier?
memadai ?

No

No
Diperlukan
Fall fall
protection
protection
required

Is the work near Yes Does


Apakahthepekerja
worker Yes
Apakah pekerjaan need
akan access
mengakses
an excavation? Determine
dekat excavation around
area the
sekitar Tentukan
additional
excavation?
excavation ? pengamanan
precautions
tambahan yang
required through
diperlukan
hazard analysis
No No melalui HA

Apakah
Will pekerja
the worker be
terlindungi
protected bydengan
an No Diperlukan
Barricading
pengaman
adequate safety barikade
required
keselamatan
barrier? yang
memadai ?

Yes
END

Apakah pekerjaan
Is the work at
diketinggian
height something Yes Refer to Health,
merupakan sesuatu Mengacu kepada
Environment
that is not discussed petunjuk dari HSSE
yang tidak dibahas Safety (HES)
in this standard? setempat
pada proses ini ? Specialist for
guidance

No

END
102
100 persen tie off

103
QUIZ :
1. Proses turun dengan menggunakan tali permanen (fixed rope),
disebut juga :
a. Clearing
b. Abseiling
c. Bending
d. Shieling
e. Fieling
2. Komponen yang berfungsi untuk mengunci (attaching) safety
line, scaffold terhadap bangunan, disebut :
a. Edge protection
b. Fall protection
c. Lanyard
d. Anchorage
104
e. Outrigger
QUIZ :
1. Proses turun dengan menggunakan tali permanen (fixed rope),
disebut juga :
a. Clearing
b. Abseiling
c. Bending
d. Shieling
e. Fieling

2. Komponen yang berfungsi untuk mengunci (attaching) safety


line, scaffold terhadap bangunan, disebut :
a. Edge protection
b. Fall protection
c. Lanyard
d. Anchorage 105

e. Outrigger
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
106
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.7 Bypass Critical Protection (BCP)
 Berhubungan dengan peralatan pengaman kritikal (critical protective
devices) atau sistem pada plant/platform dimana peralatan tersebut bisa
diterapkan pada perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak
(software).
 Tidak berhubungan dengan hal-hal :
 Tujuan untuk LOTO
 “Startup overrides” yang dirancang beroperasi secara otomatis dan diaktifkan timer.
 Bypass permanen, aplikasi bypass berubah dari rancangan dikarenakan sudah diisolasi
dengan benar.

NOTE: Sistem tidak bertujuan mengganti LOTO, tetapi bisa berhubungan


dengan proses LOTO.

107
Bypassing Critical Protections
 Proteksi kritikal (Critical protection) –
 Peralatan atau sistem yang dirancang untuk melindungi
orang, lingkungan, proses, peralatan dan properti dari
peristiwa yang tidak diharapkan.
 Kritikal proteksi merupakan komponen penting untuk
sistem safety.
 Dirancang dan dipasang untuk memastikan keselamatan,
kehandalan dan operasi ramah lingkungan.
 Bisa berupa perangkat keras (hardware) atau perangkat
lunak (software)
 Apakah contoh Critical Protections ?

108
Contoh-contoh Critical Protections
 Burner Safety Low  Sump Pump
 Combustible Gas Detectors  Surface Controlled Subsurface Safety Valves
 Containment System  Surface Safety Valves
 ESD system  Temperature Safety High / Low
 H2S Detectors  Thermal Detector
 Level Safety High / Low  Toxic Gas Detector
 Pressure Safety High / Low  SO2 Detectors
 Shutdown Valves  SCADA
 Pressure Safety Valves WARNING: NEVER FOR START-UP

Bypass –
Untuk sementara memblokir, mengisolasi, override, menghambat,
memberi daya, jumper, atau menonaktifkan perangkat atau sistem
sehingga tidak akan melakukan fungsinya sesuai rancangan dengan
tujuan pengujian, pemeliharaan (dalam waktu singkat) dan startup.
109
Contoh-contoh Critical Protections

Toxic Gas Detector


110
Combustible gas detector Emergency shut down valve

Scrubber high liquid level


H2S detector protection
Pressure safety valve
Pressure control & alarm pada outlet gas vessel

Modul Plant ESD Sump pump


Surface controlled sub-surface Surface safety valve
safety valve
114
Bypass Critical Protection (BCP)
Instruksi standard
1.Langkah-langkah bypassing
 Identifikasi peralatan pengaman kritikal yang akan di bypass
 Dapatkan persetujuan
 Beri tanda (label) peralatan yang akan di bypass
 Lakukan bypass oleh orang berkualifikasi yang ditunjuk
 Monitor bypass atau kondisi yang di blok
 Lakukan startup, shutdown, operation, maintenance atau
testing
 Kembalikan peralatan pengaman kritikal atau sistem ke normal
operasi
 Periksa dan info sebelum melepas tanda (label)

115
Bypass Critical Protection (BCP)
Instruksi standard
2.Assess dan mengelola hazard
 Analisa hazard harus dilakukan untuk mengasses dampak
utama dari bypass, overrides, daya atau kegagalan.
 Bisa digunakan analisa sebelumnya sebagai referensi
 Jika analisa hazard menunjukan ada potensi bahaya perlu
dilakukan analisa hazard yang lebih detail dengan melibatkan
tenaga ahli.
3.Kontrol administrasi
4.Monitoring dan audit
Lapisan perlindungan harus dipertimbangkan sebelum mem-bypass perangkat
perlindungan kritis atau sistem. Jumlah minimum lapisan perlindungan untuk
setiap kejadian awal setiap saat harus dipertahankan ketika mem-bypass
perangkat perlindungan kritis atau sistem.
116
Bypass Critical Protection (BCP)

PERINGATAN CAUTION
SEDANG DI BY-PASSED BY-PASSED
Letakkan label ini di dekat peralatan Temporarily out of service
yang sedang di by-passed.
TUJUAN PEKERJAAN

TANGGAL

JAM

PELAKSANA
!

! ! !

117 117

117
Bypass Critical Protection (BCP)

No Best Practice
Aturan 30 menit – Pekerjaan yang ditinggalkan tanpa
pengawasan selama 30 menit atau lebih, maka ijin harus di
1
validasi ulang. Hindari bypass pada saat menjelang jam
istirahat, pertukaran shift.
2 Belum ada TKO

118
QUIZ :
1. Peralatan atau system yang dirancang untuk melindungi orang,
lingkungan, proses atau properti dari kejadian yang tidak
diharapkan disebut :
a. Critical situation
b. Critical moment
c. Critical action
d. Critical protection
e. Critical acception

2. Pada pelaksanaan critical protection maka harus :


a. Dipasang gembok
b. Dipasang rantai
c. Dipasang label
d. Dipasang pelindung
119
e. Semua salah
QUIZ :
1. Peralatan atau system yang dirancang untuk melindungi orang,
lingkungan, proses atau properti dari kejadian yang tidak
diharapkan disebut :
a. Critical situation
b. Critical moment
c. Critical action
d. Critical protection
e. Critical acception

2. Pada pelaksanaan critical protection maka harus :


a. Dipasang gembok
b. Dipasang rantai
c. Dipasang label
d. Dipasang pelindung
120
e. Semua salah
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
121
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

Apakah anda mengetahui arti SIMOPS ?

122
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)
Tujuan – Lingkupan dan objektif
Tujuan
Memastikan operasi yang dilakukan secara simultan
(simultaneous operation) dilaksanakan dengan selamat dan
terkontrol.

Objektif
• Memastikan potensi konflik
• Identifikasi risiko atau ancaman bahaya
• Assessmen sebelum melakukan dua atau lebih aktifitas pada
lokasi kerja yang sama atau berdekatan

123
Tujuan – Lingkupan dan objektif
Lingkupan

Berlaku untuk seluruh pegawai, pekerja, pekarya dan mitra


yang beroperasi dan dibawah kontrol PT Pertamina EP
Simultaneous Operations (SimOps) dapat didefinisikan
sebagai tetapi tidak terbatas kepada melakukan dua atau
lebih operasi yang bersamaan pada jarak yang berdekatan :
 Operasi produksi dan maintenance  Operasi Rig
 Konstruksi, Electrical dan  Rig Move
Instrumentation (I&E)  Mobilisasi dan Demobilisasi peralatan
 Anchoring of Vessels  Used of Shared Road Networks
 Operasi derek  Operasi Seismic atau Geotechnical
 Lifting beban besar  Aircraft Landing/Takeoff
 Operasi penyelaman  Emergency dan/atau Spill Response

124
Apakah ini “SimOps”? - Mengapa?

125
Apakah ini “SimOps”? - Mengapa?

126
Apakah ini “SimOps”? - Mengapa?

127
Apakah ini “SimOps”? - Mengapa?

128
Simultaneous operation (SIMOPS)
1. Komunikasi harus dibangun pada awal Simops dan maintenance setiap
hari, baik pada kondisi normal ataupun tidak dan didokumentasikan.
2. Simops juga harus dibahas pada waktu pertukaran shift.
3. Rencana Simultaneous Operations harus digunakan untuk menentukan :
• Menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk berbagai
kegiatan yang akan dilakukan.
• Pemahaman tanggap darurat dan PIC
• Identifikasi hazard dan mitigasinya
• Komunikasi yang jelas antar berbagai kegiatan
4. Log book Simultaneous Operations harus digunakan pada saat kegiatan,
dan dilengkapi oleh Simops controller setiap hari sebelum memulai
kegiatan Simops.
5. Checklist Rencana Simultaneous Operations harus digunakan agar sesuai
dengan rencana Simops. Checklist dibuat oleh Simops controller.

129
Definisi-definisi
 SimOps Controller – Seseorang yang ditunjuk dan
bertanggung jawab untuk mengkoordinir pelaksanaan
beberapa aktifitas Simops di fasilitas.

 SimOps Representative- Seseorang yang ditunjuk dan


bertanggung jawab untuk mengkoordinir salah satu kegiatan
Simops

130
Formulir Rencana SimOps (dilengkapi oleh SimOps controller )
Tanggal Rencana : Field/Asset :
Lokasi : Project :
SimOps Controller : No telp :
Deskripsi dan lama pekerjaan :

Identifikasi Hazard dan Mitigasi :


Hazard Mitigasi Hazard

Gunakan lembar tambahan

Nama Perusahaan Alamat & Telepon Jenis Jasa


1.
2.
131
Simultaneous Operation (SIMOPS)
1.8 Simultaneous Operation (SimOps)
Latihan pengisian formulir rencana SimOps (latihan 4)

Tugas : Lengkapi formulir rencana SimOps


132
STOP HERE FOR GROUP DISCUSSION

133
Simultaneous Operation (SIMOPS)
No Best Practice

Aturan 30 menit – Pekerjaan yang ditinggalkan tanpa pengawasan


1
selama 30 menit atau lebih, maka ijin harus divalidasi ulang.
Penunjukan :
2 SimOps Controller
SimOps Representative

3 TKO belum ada

134
QUIZ :
1. Contoh kegiatan yang bukan merupakan SimOps:
a. Drilling rig operation
b. Piping installation
c. Lifting activities
d. Mob de-mob
e. Tricky jobs

2. Pada SimOps pemasangan pipa, maka potensi bahaya yang


mungkin timbul adalah :
a. Tertimpa
b. Terpeleset
c. Tertimbun
d. Terpana
e. a,b dan c 135
QUIZ :
1. Contoh kegiatan yang bukan merupakan SimOps:
a. Drilling rig operation
b. Piping installation
c. Lifting activities
d. Mob de-mob
e. Tricky jobs

2. Pada SimOps pemasangan pipa, maka potensi bahaya yang


mungkin timbul adalah :
a. Tertimpa
b. Terpeleset
c. Tertimbun
d. Terpana
e. a,b dan c 136
END OF DAY 1

137
Advance HSE Training

Tempat, Tanggal/ Bulan 2015


DAY 2

• Apa yang telah kita pelajari di hari 1 ?


• Apa yang sangat diingat ? Mengapa ?
• Topik apa yang berhubungan dengan aktifitas operasi?

139
Training content
1. Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
No Modul
1.1 Kerja panas
1.2 Gas testing
1.3 Confined space

1.4 Isolasi energi berbahaya


1.5 Excavation
1.6 Bekerja di ketinggian
1.7 Bypass critical protection
1.8 Simultaneous operation (SIMOPS)

2. Lifting and Rigging


No Modul
140
2.1 Rencana pengangkatan dan persetujuannya
2. Lifting and Rigging
Rencana pengangkatan dan persetujuannya

 Sebelum derek melakukan operasi pengangkatan, diperlukan


suatu rencana pengangkatan.

 Suatu pengangkatan yang tidak begitu baik, dengan berat satu


ton dapat lebih berbahaya daripada pengangkatan sebesar
400 ton bejana tekan dengan perencanaan yang baik.

 Rencana dapat menjadi sederhana atau menjadi sangat


komplek tergantung jenis pengangkatan

141
Definisi

• Rencana Pengangkatan (Lifting Plan): adalah


sebuah rencana teknis operasi pengikatan dan
pengangkatan yang telah disetujui, yang
menjadi bukti bahwa segala hal terkait dengan
aktivitas pengikatan dan pengangkatan telah
dipersiapkan dan Job Safety Analysis (JSA)
telah dilakukan serta menjadi acuan utama
dari aktivitas
142
Definisi
• Multi/tandem lift: operasi pengikatan dan pengangkatan
beban yang menggunakan 2 (dua) atau lebih crane/alat
angkat. Multi lift adalah operasi pengikatan dan pengangkatan
tingkat lanjut dan kompleks, serta harus dikategorikan sebagai
operasi pengikatan dan pengangkatan non-rutin.
• Heavy lift: sebuah operasi pengikatan dan pengangkatan yang
melibatkan penggunaan alat angkat yang sangat besar, baik
ukuran maupun kapasitasnya. Contoh: pengikatan dan
pengangkatan struktur raksasa dalam proses instalasi
konstruksi. Heavy lift dikategorikan sebagai operasi
pengikatan dan pengangkatan non-rutin.
143
Definisi
• Blind lift: sebuah operasi pengikatan dan
pengangkatan dengan kondisi dimana operator crane
tidak dapat melihat dengan jelas atau terbatasi
pandangannya terhadap beban, lintasan dan lokasi
pengikatan dan pengangkatan. Blind lift
dikategorikan sebagai operasi pengikatan dan
pengangkatan non-rutin

144
Definisi
• Color coding: adalah aktivitas pemeriksaan kondisi
peralatan (inspeksi) dan pewarnaan terhadap alat
bantu angkat sebagai tanda kondisi valid dan aman
digunakan dalam periode tertentu

145
Colour Coding Yang Berlaku Di PEP (Tmt Juli 2015)

Merah : Aplikasi terhadap peralatan tidak layak digunakan/reject


Biru : Aplikasi terhadap peralatan layak digunakan/acceptable untuk periode
1 Januari s/d 30 Juni
Hijau : Aplikasi terhadap peralatan layak digunakan/acceptable untuk periode
1 Juli s/d 31 Desember
Kuning : Aplikasi terhadap peralatan layak digunakan untuk periode 1 Januari
s/d 30 Juni (Tahun berikutnya)

Selanjutnya : kembali ke Biru, Hijau, kuning , dst

146
PERALATAN LIFTING GEARS YG AKAN DIPERIKSA &
COLOUR CODING
1. WIRE ROPE SLING 12. PLATE CLAMPS
2. SYNTHETIC WEBBING SLING 13. WINCH
3. MESH SLING 14. PERSONAL BASKET
4. CHAIN SLING 15. TURN BUCKLES
5. MASTER LINK 16. SNATCH BLOCK
6. SHACKLE 17. CLEVISES
7. HOOK 18. COME ALONG
8. SPREADER BAR 19. LIFTING CLAMPS
9. EYE BOLT 20. LOAD BINDER
10. PAD EYE / LIFTING LUG 21. PALET BAR
147
11. CHAIN BLOCK
WIRE ROPE SLINGS

148
WEBBING SLINGS

149
MESH SLINGS

150
CHAIN SLING

151
MASTER LINK

152
SHACKLE

153
HOOK

154
SPREADER BAR

155
EYE BOLT

156
PAD EYE

157
CHAIN BLOCK

158
PLATE CLAMP

159
WINCH

160
PERSONAL BASKET

161
TURN BUCKLE

162
SNATCH BLOCK 163
CLEVIS

164
COME A LONG

165
LIFTING CLAMPS

166
LOAD BINDER

167
PALLET BAR

168
Kategori Operasi Pengangkatan

• Rutin
• Non Rutin (Kritis/Kompleks)

169
Kriteria Pengangkatan Rutin

– Pengangkatan telah terjadi secara repetitif (berulang) atau


harian dan secara familiar dilakukan oleh tim
Pengangkatan dengan personil yang tetap (sama)
– Pengangkatan dengan kondisi kecepatan angin < 25 knot
dan tinggi gelombang < 2 meter untuk area offshore
– Memenuhi semua persyaratan pada Daftar Periksa
Kategori Pengangkatan Rutin. Apabila ditemukan hal yang
menyimpang atau tidak memenuhi salah satu kondisi di
atas, maka kategori Pengangkatan akan masuk kepada
Pengangkatan Non-Rutin

170
DAFTAR PERIKSA – KATEGORI PENGANGKATAN RUTIN
Pekerjaan :
Lokasi :
JSA No. :
Tgl & Jam Pengangkatan :

No. Pertanyaan Ya Tidak

1 Apakah tersedia JSA yang telah disetujui?

Apakah operator alat angkat terbiasa dan berpengalaman dengan alat angkat yang akan
2
digunakan?

3 Apakah beban yang diangkat memiliki lifting point yang standar dan memiliki informasi SWL?

Apakah berat beban yang diangkat lebih ringan 20% dari kapasitas (SWL) alat angkat dan alat
4
bantu angkat yang digunakan?
Apakah operator alat angkat dapat melihat dengan jelas (pandangan tidak terhalang) ke benda
5
yang diangkat selama proses pengangkatan?
Apakah kondisi kecepatan angin di bawah 25 knot atau tinggi ombak di bawah 2 m? (Khusus
6
pengangkatan di Offshore)
Apakah lokasi awal pengangkatan beban dan lokasi akhir penempatannya termasuk kondisi/
7
lokasi statis? (*)
8 Apakah beban yang diangkat atau isi kandungannya tidak mudah meledak atau terbakar?

9 Apakah kegiatan pengangkatan cukup dilakukan dengan 1 (satu) unit alat angkat?

Apakah lintasan pengangkatan tidak terhalang instalasi atau peralatan yang sedang aktif
10
beroperasi?

11 Apakah kegiatan pengangkatan dapat dilakukan tanpa menggunakan webbing sling?

Apabila terdapat 1 (satu) jawaban “Tidak”, maka kegiatan pengangkatan masuk ke dalam Kategori Non-Rutin dan
memerlukan persetujuan dari Field Manager sebelum kegiatan dilanjutkan.

Diperiksa Oleh: Diverifikasi & disetujui Oleh:

171
Operator Pesawat Angkat Pengawas Pekerjaan

(*) Tidak berlaku untuk pengangkatan rutin kebutuhan supply dan personel di offshore platform yang telah dilengkapi prosedur
Kriteria Operasi Pengangkatan Non Rutin

• Kategori pengangkatan Non-Rutin adalah kategori


yang secara otomatis berlaku apabila kondisi
persyaratan Kategori Pengangkatan Rutin tidak
terpenuhi (sebagian ataupun secara keseluruhan)

172
Kriteria Operasi Pengangkatan Non Rutin

– Operasi Pengangkatan atau pemindahan personil untuk


area offshore
– Pengangkatan terjadi pada area/lokasi yang sulit atau
dengan kondisi yang tidak normal
– Pengangkatan pada kegiatan project atau operasi yang
melibatkan lintas divisi atau bagian
– Pengangkatan beban yang tidak memiliki lifting point atau
tidak menggunakan cargo
– Carrying unit (CCU, seperti: steel basket, steel pallet)

173
Kriteria Operasi Pengangkatan Non Rutin

– Pengikatan dan pengangkatan melibatkan lebih


dari 1 (satu) alat angkat, seperti: tandem lift, tail
lift
– Pengikatan dan pengangkatan terjadi pada iklim
cuaca yang ekstrem (di atas parameter yang
ditentukan).
– Rencana pengangkatan Non-Rutin harus disiapkan
oleh seorang Competent Person

174
Rencana Pengangkatan (Lifting Plan) Dan Persetujuannya

 Sebelum Pesawat Angkat melakukan operasi


pengangkatan Non Rutin/Kritis/Kompleks, diperlukan
suatu rencana pengangkatan (Lifting Plan).

175
Rencana Pengangkatan (Lifting Plan)
Rencana pengangkatan (Lifting Plan) mengidentifikasi :
 Ukuran, bentuk, dan berat beban yang akan diangkat.
 Dari mana beban itu akan diangkat
 Dimana beban itu akan ditempatkan
 Dimana Pesawat Angkat akan ditempatkan.
 Jenis, Kapasitas, SWL Pesawat Angkat (atau jenis alat angkat lain)
 Titik angkat beban (Lifting Point)
 Metode pemasangan/Pengikatan Lifting Gears
 Rigging Hardware/Lifting Gears yang akan digunakan.
 Gerakan Pesawat Angkat yang diperlukan
 Kondisi lingkungan pengangkatan.
 Nama-nama yang mempersiapkan rencana Pengangkatan (Lifting Plan)
 Operator , juru ikat beban (rigger/Signalman), beserta kualifikasi.
 Pegawas Pekerjaan (Otoritas yang ditunjuk)

176
LIFTING PLAN

177
3. Sepuluh (10) potensi bahaya (hazard) di area kerja
No Modul
3.1 Mechanical ( Mekanis )
3.2 Electrical (Listrik)
3.3 Pressure (Tekanan)

3.4 Temperature (Suhu)


3.5 Chemical (Kimia)
3.6 Biological (Biologis)
3.7 Radiation (Radiasi)
3.8 Sound (Suara)
3.9 Gravity (Gaya berat)
3.10 Motion (Gerak)

178
Tujuan
 Sebuah metoda / cara mengidentifikasi potensi
bahaya di lingkungan kerja
 Membantu untuk mampu mengidentifikasi potensi
bahaya yang berhubungan dengan sumber energi
 Meningkatkan keterampilan dalam menilai bahaya
serta mitigasinya

Diperlukan suatu alat untuk identifikasi

179
Alat Identifikasi Bahaya
 Alat bantu visual untuk membantu fokus dalam
mengenali bahaya.
 Alat yang membantu dalam mengidentifikasi bahaya
berdasarkan jenis sumber energinya.
 Metoda sederhana yang membantu dalam
menyelesaikan aktifitas dan tugas keseharian secara
aman dan handal.
 Alat yang relatif mudah diintegrasikan dengan
metoda pengenalan bahaya yang saat ini sudah ada,
seperti JSA, SPSA, JHA, THA, TIF, JLA, dll.

180
Apa itu Bahaya ?
Suatu kondisi atau tindakan yang memiliki potensi untuk lepasnya
(tidak direncanakan) atau kontaknya (tidak dikehendaki) kita
dengan sumber energi yang dapat menimbulkan kerusakan atau
kecelakaan pada manusia, peralatan, atau lingkungan.

181
Sepuluh (10) potensi bahaya (hazard) di area kerja

Sumber : Energi
???
 Gaya berat (gravity)
 Gerakan
 Mekanikal (mekanis)
 Elektrikal (listrik)
 Tekanan
 Temperatur (suhu)
 Zat Kimia
 Biologi
 Radiasi
 Suara (bunyi)
182
Gaya berat (Gravity)
Kekuatan/ daya akibat gaya tarik bumi
terhadap benda.
Contoh: benda jatuh, atap runtuh,
dan orang tersandung atau terjatuh

183
Gerakan
Perubahan posisi / gerakan dari
suatu benda atau zat.
Contoh: kendaraan, pemindahan bejana
atau peralatan; aliran air; angin; gerakan
badan: mengangkat, keseleo, atau
membungkuk.

184
Mekanikal
Energi yang terdapat pada komponen
dalam sebuah sistem mekanis, contoh:
rotasi, vibrasi, gerak, dll, termasuk bagian
statis dari peralatan/mesin.

Contoh: alat berputar, per / pegas, tali


kipas, conveyor, dan mesin

185
Elektrikal
Keberadaan dan
aliran arus listrik.
Contoh: power line, transformer /
gardu, listrik statik, halilintar,
peralatan beraliran listrik, kabel,
dan batere

186
Tekanan
Energi yang dihasilkan dari cairan
atau gas yang telah dimampatkan
atau divakum.
Contoh: pipa bertekanan, tabung bertekanan, bejana,
tangki, hose, dan peralatan pnuematik / hidrolik.

187
Quiz

188
Mengidentifikasi Sumber energi

Elektrikal
Gerakan

Mekanikal

Tekanan

Gravity

189
Latihan
Kenali 5 sumber energi :
 Gravity
 Gerakan
 Mekanikal
 Elektrikal
 Tekanan

190
Diskusi Kelompok
Sebutkan beberapa insiden yang pernah terjadi yang berhubungan
dengan ke lima sumber energi ini ?

191
Temperature
Perbedaan ukuran energi panas dari
sebuah benda atau lingkungan, dimana
badan manusia merasakannya sebagai
panas atau dingin.
Contoh: api; percikan api; permukaan panas atau dingin; uap;
gesekan; dan kondisi umum lingkungan dan cuaca

192
Zat Kimia
Energi yang terdapat dalam zat kimia, yang secara
inheren atau melalui reaksi, memiliki potensi
menimbulkan luka fisik atau gangguan kesehatan,
lingkungan atau peralatan.
Contoh: uap flammable, bahaya dari reaksi kimia, karsinogen
atau senyawa beracun, korosif, gas combustible, udara rendah-
oksigen, asap las, debu .

193
Biologi
Organisme hidup yang dapat menimbulkan bahaya.
Contoh: binatang, bakteri, virus, serangga, pathogen,
menangani bahan makanan dengan tidak bersih, air
tercemar.

194
Radiasi
Energi yang diemisikan dari zat radioaktif
atau sumber alami yang mengandung radio
aktif (NORM - Naturally Occurring
Radioactive Materials).
Contoh: sinar las, radiasi matahari,
microwaves, laser, sinar-X, alat ukur NORM

195
Suara
Bunyi dihasilkan bila ada gaya yang
mengakibatkan benda atau zat
bervibrasi– energi ditransfer dalam
bentuk gelombang suara.
Contoh: suara dari peralatan, suara akibat
benturan, vibrasi, lepasan aliran tekanan-tinggi,
gangguan bising terhadap komunikasi.

196
Quiz

197
Mengidentifikasi Sumber energi
Kimia (confined space: asap las)
Suhu
Radiasi

Biologi Bunyi (komunikasi, pancaran api las)


198
Latihan
Kenali 5 sumber energi :
 Temperatur
 Zat Kimia
 Biologi
 Radiasi
 Suara

199
Diskusi Kelompok
Sebutkan beberapa insiden yang pernah terjadi yang berhubungan
dengan ke lima sumber energi ini ?

200
Mengidentifikasi Sumber energi
Gravity Mekanikal Radiasi

Gerakan
Temperature

Elektrikal

Suara

Kimia
Biologi
Tekanan
201
Mengidentifikasi Sumber energi
Gravity (Kerja di Ketinggian)

Kimia (H2S)
Kemungkinan energi berinteraksi
dapat mengakibatkan fatality (jatuh)

202
Mengidentifikasi Sumber energi

Kimia (LNG)

Kemungkinan energi berinteraksi dapat


menimbulkan kebakaran dan/atau ledakan

Temperature
(sumber pengapian)

203
Pengendalian Bahaya / Barriers dan
Interaksi Sumber energi
Pengendalian/Barrier
 Hilangkan sumber energi
 Cegah lepasnya energi
 Lindungi dari lepasan energi
 Hentikan pekerjaan - Intervensi

Interaksi
 Kimia & Gravitasi
 Suhu & Kimia
 Bising & Gerakan
204
205
Post Test

206
Final quiz

207