Anda di halaman 1dari 13

PERENCANAAN PADANG SCIENCE CENTER

DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA


Muklas Ikhwanda Yubarda, Elfida Agus, Desy Aryanti
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta
Jl. Sumatra, Ulak Karang, Padang, 25133, Indonesia
E-mail : ntazpotgieter@gmail.com, syntac.pratama@gmail.com, desy73aryanti@gmail.com

Abstrak

Perancanaan Padang Science Center ini merupakan sebuah sarana rekreasi wisata edukasi yang dirancang
untuk mengembangkan motivasi masyarakat, khususnya para pelajar dalam memahami prinsip-prinsip
iptek dan memvisualisasikan ilmu sains dalam bentuk visual. Materi yang dihadirkan dalam
perwujudanya berupa alat peraga sains yang variatif dan dapat dimainkan oleh pengunjung. Lokasi
perencanaan berada di Jalan Samudera, Kec Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat. Lokasi
perencanaan merupakan pengembangan kawasan wisata terpadu sepanjang pantai kota Padang.
Pendekatan asitektur metafora dengan mengambil bentuk masa dinosaurus dan gubahan masa pesawat
luar angkasa dalam film fiksi ilmiah membuat bangunan memiliki ciri khas yang berhubungan dengan
sains. Tranformasi bentuk dengan menggunakan konsep arsitektur metafora menjadikan bangunan
mempunyai ciri khas yang berbeda dan menjadi simbol sepanjang pantai kota Padang.

Kata Kunci : edukasi rekreasi, sains, pelajar, arsitektur metafora, dinosaurus

Abstract

Padang Science Center is an educational recreation facilities that are designed to develop the motivation
of people, especially students to understanding the principles of science and visualize science in visual
form. The material indeed presented are variety of model science and can be played by visitors. Location
planning are in Samudera Streets, West Padang district, Padang City, West Sumatra. Location planning
located in the development of integrated tourism areas along the coast of Padang city. Metaphor
architecture approach to take shape of dinosaurs and form of space ship in science fiction movies that
are made the building has a characteristic related to science. Transformation of the form by using the
concept of metaphor architecture makes the building has a different character and became a symbol along
the coast of Padang city.

Keywords : edutainment recreation, science, students, metaphor architecture, dinosaurs

0
Pendahuluan sehingga terciptalah fun learning. Tema yang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan ditawarkan dalam masing-masing fasilitas

teknologi yang makin pesat telah membawa beragam, tetapi fokus terhadap peranan sains

perubahan di segala sektor kehidupan pada perkembangan anak. Rumusan masalah

manusia. Karenanya penguasaan iptek yang menjadi acuan pada perencanaan ini

merupakan suatu keharusan bagi bangsa yaitu :

Indonesia dalam mewujudkan manusia yang a. Bagaimana membuat Science Center


berkualitas. yang menyenangkan bagi anak-anak

Dewasa ini telah muncul berbagai metode dan dapat dinikmati juga oleh

pembelajaran untuk pendidikan sains pada masyarakat umum ?

anak-anak. Salah satu metode yang dianggap b. Bagaimana menghadirkan suasana

efektif dan mulai banyak diadopsi dalam yang berbeda dengan suasana

pendidikan anak pra-sekolah dan sekolah pembelajaran sains di sekolah,

dasar adalah metode Montessori, yang mengingat Science center ini adalah

menekankan pada pendidikan motorik dan sarana belajar informal ?

sensorik melalui pengembangan kelima c. Bagaimana memberikan kesan

indera (Lopata, 2005). Metode ini berusaha menyenangkan dan rasa aman dalam

mengembangkan pendidikan yang menggunakan alat peraga agar tercipta

partisipatif, menerapkan langsung praktek mood yang baik dalam melakukan

ilmu pengetahuan dalam berexperimen. pembelajaraan Sains di Science Center


ini ?
Indonesia sendiri masih tertinggal dengan d. Bagaimana mengintegrasikan bangunan
negara-negara tetangganya dalam hal wisata pendidikan dengan wisata alam
memberikan perantara IPTEK kepada dan budaya yang terdapat di kawasan
masyarakat. Salah satu bentuk pembelajaran sekitar site ?
sains di luar sekolah adalah science center.
Science Center adalah fasilitas eduwisata Metodologi
sains anak yang telah diakui dan diterapkan
Metode pembahasan dilakukan dengan
di berbagai Negara. Kelebihan science center
metode deskriptif, yaitu menguraikan dan
adalah anak lebih banyak praktek,
menjelaskan data kualitatif, kemudian
bereksplorasi, dan learning by doing

1
dianalisa untuk memperoleh suatu Mengumpulkan seluruh data untuk
kesimpulan. Pengumpulan data diperoleh kemudian dapat dianalisis. Data yang
dengan cara : diambil diperoleh dari survey
instansional ke kantor Pemerintah kota
a. Studi literature
Padang, seperti : Dinas Tata Ruang dan
Melakukan studi literature dan pustaka
Bangunan, Dinas Pendidikan, dan
baik melalui media buku, majalah,
Dinas Pariwisata. Pengumpulan standar
maupun internet tentang perancangan
data melalui internnet tentang fasilitas
Science Center maupun Pusat Peraga
Science Center. Melakukan wawancara
IPTEK sesuai dengan standar-
ke beberapa pelajar tentang
standarnya.
tanggapanya bagaimana proses
b. Studi Kasus
pembelajaran sains yang menurut
Melakukan perbandingan beberapa
mereka efektif dilakuakan.
Science Center yang berstandar
f. Analisis Data
Nasional dan Internasional untuk
Menganalisis data yang diperoleh dan
mencari masalah masalah yang ada.
mengaplikasikan data lapangan ke studi
c. Studi Preseden
literature atau studi banding.
Mengambil beberapa sampel Science
g. Analisis Site
Center untuk dapat diambil
Menganalisis site sesuai dengan analisi
kesimpulanya dari analisa perancangan
data yang telah dilakukan di atas.
dan poin-poin arsitektural Science
Analisis site dilakukan terhadap bentuk
Center
tapak dan lokasi site yang ada sekarang.
d. Survey Site
h. Penemuan Konsep Perancangan
Melakukan survey terhadap site yang
Konsep perancangan didapat
dipilih, baik secara fisik maupun non
berdasarkan olahan analisis site dan
fisik serta kebutuhan ruang di
analisis data, konsep perancangan juga
dalamnya. Survey dilakukan terhadap
diperoleh berdasakan teori dan kondisi
kondisi yang ada sekarang dan
lingkungan yang ada.
pengembangannya.
e. Pengumpulan Data

2
Hasil Dan Pembahasan Berdasarkan data diatas dapat
disimpulkan :
Data dan Analisa Tapak
1. Luas Site : 20.650 m²
2. Fungsi bangunan : Science center
1. Lokasi Tapak
3. KLB : 1.8 - 2.4
Lokasi site berada di jalan Samudera,
4. KDB : 45% - 60%
kecamatan Padang Barat. Site terletak
5. Lantai Maksimal : 4 lantai
di tepi pantai Padang, tepatnya berada
6. Kawasan : Pusat Kota
di Jalan Samudera, Kec Padang Barat,
7. Jalur Evakuasi : Sektor 5
Kota Padang, Sumatra Barat.
Site berada di kawasan wisata terpadu
Pemilihan tepi pantai padang sebagai
pantai Padang
lokasi perencanaan Padang Science
1. Batasan Site:
Center ini dikarenakan letaknya yang
Utara : Rusunawa Purus
berada di dekat pengembangan kawasan
Selatan : Pemukiman Warga
wisata terpadu kota Padang, terutama di
Barat : Pantai Padang &
bagian tepi pantai. Site berada di hock
Taman Muaro Lasak
dimana jalan utamanya adalah jalan Timur : Jln. Ir. H. Juanda dan
Samudera dengan jalur 2 arah dan jalan Sekolah
disampingnya adalah jalan sekunder
yaitu Jalan Purus IV.

Gambar 2 : Neighboorhood Site


Sumber : Observasi Lapangan, 2015

2. Potensi dan Permasalahan Site


Gambar 1 : Lokasi Site
Sumber : Observasi lapangan, 2015
Permasalahan Site
a. Site masih berupa lahan yang berisi
pemukiman warga yang sifat
tanahnya masih bersengketa

3
b. Intensitas angin laut yang cukup g. Site terletak di kawasan rekreasi
tinggi rentan menyebabkan keluarga
timbunya korosi pada bangunan. h. Dekat dengan tempat - tempat
c. Site berada di zona merah (Zona keramaian lainnya dan dekat dengan
Tsunami) pasar raya, dan pusat perbelanjaan.
d. Efek trauma masyarakat kota
Padang akan wilayah tepi pantai
e. Banyaknya PKL yang 3. Konsep Desain
menggunakan trotoar jalan sebagai Keberadaan sebuah Science center
tempat berjualan sebagai wadah berwisata sambil belajar
f. Lalu lintas pada site cukup padat semestinya menjembatani masyarakat
g. Masih banyak café-café yang untuk mendukung perkembangan ilmu
berdiri di bibir pantai yang merusak sains bagi negara dan provinsinya, juga
pemandangan kawasan tepi pantai untuk dirinya sendiri. Dengan
menjadikan sains sebagai hal yang
Potensi Site diapresiasi sedari kecil, maka
perkembangan kota, pelajar dan
a. Site diproyeksikan sebagai kawasan
masyarakat akan meningkat.
wisata terpadu (KWT) kota Padang
Berada pada kawasan yang menjadi
khususnya bagi daerah tepi pantai
target perkembangan pariwisata
hingga ke Gunung Padang
perkotaan Kota Padang, berkaitan
b. Sudah tersedianya infrastruktur
dengan bahasan da fungsi dari
seperti air, listrik dan jaringan
bangunan sebagai pemeraga sains dan
telepon
Iptek, maka perencanaan bangunan ini
c. Site dekat dengan pusat kota
akan menggunakan pendekatan
d. Kawasan sekitar site adalah
Metafora, dimana segala aspek
kawasan pariwisata
perancangan bisa dilihat dalam
e. Banyaknya hotel yang lokasinya
pengandaian bentuk yang lebih
cukup terjangkau terhadap site
mengarah kea rah sains . Pemanfaatan
f. Site memiliki view pantai yang
utama pada perancanagan ini yaitu
sangat bagus

4
intesitas matahari yang diubah menjadi kendaraan maupun entrance bagi
nergi dengan menggunakan solar panel. keadaan darurat.
Jembatan
Jalan

Sungai
Perumahan
warga

Gambar 3 : Pola Pembentuk Masa


Bangunnan Pantai
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015 Padang Pantai
Pantai padang Padang

Orientasi bangunan menghadap ke barat Gambar 4 : Orientasi bangunan


Sumber : Analisa penulis, Thn 2015
dan timur site. Orientasi ke arah barat
lebih diperuntukan bagi ruang terbuka,
Masing-masing entrance untuk
sedangkan orientasi kea rah timur
kendaraan menggunakn dua lajur jalan.
sebagai entrance utama masuk kedalam
Sedangkan untuk entrance pejalan kaki
bangunan. Bentuk bangunan dengan
diarahkan langsung menuju ke
pola simetris dan dengan 2 buah masa
bangunan dengan lebar jalan ± 8 m.
membuat bangunan berorientasi ke
segala sisi sehingga lebih flexible dalam
memanfaatkan maupun mengatasi
permasalahan view, menunjang view di
sekitar site , permasalahan matahari dan
lainya.
Untuk pencapaian ke dalam site terdapat
dua entrance untuk kendaraan dan 1 Gambar 5: Konsep sirkulasi didalam site
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015
entrance untuk pejalan kaki pada arah
4. Kriteria Desain
barat site (Jalan Samudera), dan 1
entrance yang ditempatkan pada timur a. Bentuk Massa Bangunan
site mengarah ke jalan lingkungan Bangunan akan memilik 2 masa dimana
sebagai entrance alternatif penumpukan diantara masa tersebut akan difungsikan

5
sebagai penghubung 2 sisi site pada
entrance timur dan barat sebagai public
space. Bentuk masa diambil dari
transformasi dari bentuk huruf 2 buah
masa persegi.

Gambar 7: Konsep arsitektur metafora


Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

Penggunaan garis zig zag atau garis tak


beraturan untuk memberikan rasa antusia
kepada anak-anak maupun pengunjung
Padang Science center ini. Sesuai
Gambar 6: Konsep Transformasi Masa dengan filosofi garis yang memberikan
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015
raasa semangat, antusias, dan gairah
hingga memberikan kesan dinamis
b. Fasade Bangunan
terhadap bentuk dan alur bangunan. Hal
Bentuk fasade bangunan mengambil
ini mengikuti fungsi dari penyajian
konsep struktur bentuk dari dinosaurus,
pergaan sains yang memerlukan rasa
yaitu jenis steregosaurus. Bentuk ini
antusiame bagi pengunjung.
ditambah dengan penambahan aksen
tulang rangka dinosaurus didalam
pameran sbagai secondary skin, bentuk
ini menunjang fungsi bangunan dimana
didalamnya juga terdapat wahana
purbakala yang mempelajari tentang
dinosaurus dan hewan pra sejarah lainya.
Gambar 8: Filosofi Garis
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

6
dibuat dengan sudut yang tak terlalu
tajam.

Gambar 9: Penerapan Filosofi Garis


Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

c. Konsep Tapak
Konsep bentuk bangunan yakni
mengambil pola-pola simetris . bentuk Gambar 10: Konsep Tapak
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015
simetris mengekspresikan kebebasan,
explorasi dan tak terbatas. Pada site
bentuk bangunan didesain berbentuk
simetris dengan sudut simetri yang
dibuat sedikit tajam agar pandangan
ruang didepan tidak langsung mati.
Konsep kriteria Fun Exploration yang
adalah anak hanya dapat melihat
sebagian ruangan yang berada di
depannya sehingga merangsang rasa
ingin tahu anak terhadap ruang
selanjutnya. Hal ini untuk mencegah
anak merasa bosan saat berada di dalam
galeri, diwujudkan dengan denah yang

7
Gambar 11: Block Plan
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

Gambar 12: Tampak


Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

8
Gambar 13: Tampak
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

Gambar 14: Perspektif


Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

9
Gambar 15: Perspektif
Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

Gambar 16: Interior


Sumber : Analisa penulis, Thn 2015

10
Kesimpulan bangunan dan tempat parkir pada
kedua sisi bangunan. Sedangkan
Setelah melakukan sejumlah evaluasi sirkulasi berputar digunakan untuk
dari konsep hingga hasil desain yang masuk dan keluar kendaraan dari 2
dikaitkan dengan skripsi dan gambar pra entrance timur menuju barat atau
rencana, maka dapat disimpulkan bahwa sebaliknya.
: e. Bangunan akan memilik 2 masa
a. Konsep bentuk bangunan yakni dimana diantara masa tersebut akan
mengambil pola-pola simetris . difungsikan sebagai penghubung 2
bentuk simetris mengekspresikan sisi site pada entrance timur dan
kebebasan, explorasi dan tak barat sebagai public space.
terbatas. f. Bentuk fasade bangunan mengambil
b. Orientasi bangunan menghadap ke konsep struktur bentuk dari
barat dan timur site. Orientasi ke dinosaurus, yaitu jenis steregosaurus.
arah barat lebih diperuntukan bagi Bentuk ini ditambah dengan
ruang terbuka, sedangkan orientasi penambahan aksen tulang rangka
kea arah timur sebagai entrance dinosaurus didalam pameran sbagai
utama masuk kedalam bangunan. secondary skin, bentuk ini
c. Untuk pencapaian ke dalam site menunjang fungsi bangunan dimana
terdapat dua entrance untuk didalamnya juga terdapat wahana
kendaraan dan 1 entrance untuk purbakala yang mempelajari tentang
pejalan kaki pada arah barat site dinosaurus dan hewan pra sejarah
(Jalan Samudera), dan 1 entrance lainya.
yang ditempatkan pada timur site g. Penggunaan garis zig zag atau garis
mengarah ke jalan lingkungan tak beraturan untuk memberikan rasa
sebagai entrance alternatif antusia kepada anak-anak maupun
d. Sirkulasi didalam site memiliki 2 pengunjung Padang Science center
tipe yakni sirkulasi langsung dan ini. Sesuai dengan filosofi garis
sirkulasi memutar. Sirkulasi yang memberikan raasa semangat,
langsung ditempatkan dari entrance antusias, dan gairah hingga
utama langsung diarahkan ke memberikan kesan dinamis terhadap

11
bentuk dan alur bangunan. Hal ini www.wikipedia.org/wiki/GeografiKota
mengikuti fungsi dari penyajian Padang, 2015

pergaan sains yang memerlukan rasa www.ppiptek-tmii.blogspot.com, 2015

antusiame bagi pengunjung.

Daftar Pustaka
Dunn, Rita. Teaching Young
Children through Their
Individual Learning Style:
Practical Approach for Grade
K-2” . Portland, OR:Pearson,
1993.
Lopata, Christopher. “Comparison of
Academic Achievement
Between Montessori and
Traditional Education
Programs”. Journal of
Resaearch in Childhood
Education 2005, Vol 20, No.1.
Neufert, Ernst. (2002),” Data Arsitek,
Jilid 2 “, Erlangga, Jakarta
Pujowati, Jatu. (2010), “Solo Sci-
Tech Exhibition Centre
Dengan Penekanan Arsitektur
Metafora”, Laporan Tugas
Akhir Riset dan Seminar
Jurusan Teknik Arsitektur
Universitas Sebelas Maret,
Surakarta.
Ristek-PP Iptek. 2014. Profil PP
Iptek Taman Mini Indonesia
Indah.

12