Anda di halaman 1dari 13

RENCANA KERJA TAHUNAN

TIM MUTU

PUSKESMAS SUMBERGEMPOL
KABUPATEN TULUNGAGUNG

Page 0
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanallah ta’alah, atas segala rahmat dan hidaya

yang telah diberikan kepada semuanya, sehingga Dokumen Rencana Kerja Tim Mutu di

Puskesmas sumbergempol ini dapat diselesaikan dan disusun dengan baik.

Buku panduan ini sebagai buku panduan yang dapat dipergunakan sebagai pegangan

dalam melaksanakan tugas di puskesmas khususnya terhadap peningkatan mutu dan

penanganan keselamatan pasien.

Kami berharap, dengan buku panduan ini dapat menjadikan peningkatan dalam

proses mengendalikan dokumen yang secara maksimal dan tetap memperhatikan

kaidah-kaidah hukum yang telah ada.

Sumbergempol, januari 2017


Kepala UPTD Puskesmas sumbergempol

SUPRAPTI,SKM.MM
NIP: 197203111992032002

Page 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I PENDAHULUAN 3
1.1. Latar Belakang 3
1.2. Tujuan 4
1.2.1 Tujuan Umum 4
1.2.2 Tujuan Kegiatan 4

BAB II KONSEP DASAR MUTU PELAYANAN KESEHATAN 5

BAB III PENGORGANISASIAN MUTU 7


3.1. Struktur Organisasi Tim Mutu 7
3.2 Uraian Tugas Tim Mutu 8
3.3. Rencana Kerja Tim Mutu 11

BAB IV PENUTUP 12

BAB I

Page 2
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah langkah terpenting


untuk meningkatkan daya saing usaha Indonesia di sektor kesehatan. Hal ini tidak
ringan karena peningkatan mutu tersebut bukan hanya untuk rumah sakit saja tetapi
berlaku untuk semua tingkatan pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas
Pembantu dan Puskesmas, baik di fasilitas pemerintahan maupun swasta.

Peningkatan kualitas pelayanan adalah salah satu isu yang sangat krusial
dalam manajemen, baik dalam sektor pemerintah maupun sektor swasta. Hal ini
terjadi karena di satu sisi tuntunan masyarakat terhadap perbaikan kualitas
pelayanan dari tahun ke tahun menjadi semakin besar, sedangkan disisi lain,
praktek penyelenggaraan pelayanan tidak mengalami perbaikan yang berarti.

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia diamanatkan bahwa


Kesehatan merupakan salah satu aspek dari hak asasi manusia, yaitu sebagaimana
yang tercantum dalam pasal 28 H ayat (1) : “ setiap orang berhak hidup sejahtera
lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan
sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan


kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan
kesejahteraan umum sebagai yang dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945. Pembangunan Kesehatan tersebut diselenggarakan dengan
berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatu tatanan yang
menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling
mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai
pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah masyarakat,
pemerintah ( pusat, provinsi, kabupaten/kota ), badan legeslatif serta badan
yudikatif. Dengan demikian dalam lingkungan pemerintah baik Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah harus saling bahu membahu secara sinergis melaksanakan
pembangunan kesehatan yang terencana, terpadu dan berkesinambungan dalam
upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Keberhasilan pembangunan Kesehatan berperan penting dalam


meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk
mencapai keberhasilan dalam pembangunan bidang kesehatan tersebut
diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan
terpadu. Dalam hal ini Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan

Page 3
merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang
pertama di wilayah kerjanya masing-masing. Puskesmas sesuai dengan fungsinya (
sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat dan keluarga serta pusat pelayanan kesehatan dasar) berkewajiban
mengupayakan, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan yang bermutu
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang
berkwalitas dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan Nasional yaitu
terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang.

Berbicara masalah mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas,


terkandung makna bahwa Puskesmas berkewajiban menjaga bahkan meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas.

Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang
berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan kebutuhan kepuasan. Mutu
adalah kesesuaian terhadap permintaan persyaratan ( Dr. Ridwan Amirrudin, SKM.,
M.Kes., 2007). Mutu pelayanan kesehatan dasar adalah kesesuaian antara
pelayanan kesehatan dasar yang disediakan / diberikan dengan kebutuhan yang
memuaskan pasien atau kesesuaian dengan ketentuan standar pelayanan.

1.2 Tujuan
Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan memuaskan di
Puskesmas dalam rangka terwujudnya peningkatan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya.

BAB II

Page 4
KONSEP DASAR MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Banyak pengertian tentang mutu antara lain:

1. Mutu adalah tingkat kesempurnaan dan penampilan sesuatu yang sudah diamati
( Wnston Dictionary, 1956 )
2. Mutu adalah sifat ang dimiliki oleh suatu progam ( Donabedian,1980 )

3. Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri suatu barang atau jasa yang
didalamnya terkandung pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para
pengguna ( DIN ISO 8402, 1986 )

Jadi , Mutu ( quality ) dapat didefinisikan sebagai keseluruhan karakteristik


barang atau jasa yang menunjukkan kemampuan dalam memuaskan kebutuhan
konsumen, baik kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat.

Beberapa pengertian tentang mutu pelayanan kesehatan:

1. Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan


setiap jasa pemakai pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasan
rata- rata penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode
etik profesi ( Azhrul Aswar,1996 )
2. Mutu pelayanan kesehatan adalah Memenuhi dan melebihi kebutuhan serta
harapan pelanggan melalui peningkatan yang berkelanjutan atas seluruh proses.
Pelanggan meliputi pasien, keluarga, dan lainnya yang datang untuk
mendapatkan pelayanan dokter, karyawan ( Mary R. Zimmerman )

Secara umum pengertian mutu pelayanan kesehatan adalah derajat


kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan
standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di
rumah sakit atau puskesmas secara wajar, effisien, dan efektif serta diberikan secara
aman dan menuaskan secara norma , etika, hukum dan sosial budaya dengan
memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah , serta masyarakat
konsumen.

Selain itu mutu pelayanan kesehatan diartikan berbeda sebagai berikut :

1. Menurut pasien/ masyarakat empati , menghargai, dan tanggap sesuai dengan


kebutuhan dan ramah.

2. Menurut petugas kesehatan adalah bebas melakukan segala sesuatu secara


profesional sesuai dengan ilmu pengetahuan, keterampilan , dan peralatan yang
memenuhi standar.

Page 5
3. Menurut manajer / administrator adalah mendorong manager untuk mengatur
staf dan pasien/ masyarakat yang baik.

4. Menurut yayasan atau pemilik adalah menuntut pemilik agar memiliki tenaga
profesional yang bermutu dan cukup.

Untuk mengatasi adanya perbedaan dimensi tentang masalah peayanan


kesehatan seharusnya pedoman yang dipakai adalah hakekat dasar dari
diselenggaranya pelayanan kesehatan tersebut. Yang dimaksud hakekat dasar
tersebut adalah memenuhi kebutuhan dan tuntunan para pemakai jasa pelayanan
kesehatan yang apabila berhasil dipenuhi akan menimbulkan rasa puas (client
satisfaction) terhadap pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.

Jadi yang dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah menunjuk pada
ringkat pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien.
Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan.
Sekalipun pengertian mutu yang terkait dengan keputusan ini telah diterima secara
luas , namun penerapannya tidaklah semudah yang diperkirakan. Masalah pokok
yang ditemukan ialah karena kepuasan tersebut bersifat subjektif. Tiap orang,
tergantung dari kepuasan yang dimiliki, dapat saja memiliki tingkat kepuasan yang
berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan yang sama. Disamping itu sering
pula ditemukan pelayanan kesehatan yang sekalipun dinilai telah memuaskan
pasien, namun ketika ditinjau dari kode etik serta standar pelayanan profesi,
kinerjanya tetap tidak terpenuhi.

Kesimpulan, Jadi mutu pelayanan kesehatan menunjuk pada tingkat


kesempurnaan pelayanan kesehatan, di mana di satu pihak dapat menimbulkan
kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata- rata penduduk,
akan tetapi di pihak lain dalam tatacara penyelenggaraannya juga sesuai dengan
kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.

Page 6
BAB III
PENGORGANISASIAN MUTU

3.1 Struktur Organisasi Tim Mutu

Kepala Puskesmas
suprapti

Ketua Tim Manajemen Mutu


Drg.awanto

Koordinator Audit Internal Sekretaris


Dr.marisa sahara indriani
Anggota :
Elok dwi oskar 6. yuliah
Siti muyasaroh
Sriyanto
Meirma
Ayu yulian

Koordinator PMKP Koordinator Mutu UKP Koordinator Mutu UKM Koordinator Mutu
Rosa permata dr. Vemy mujiati winarti Administrasi
Drg. awanto

drd
Manajemen resiko Manajemen Menej survey Novi Dwi Cahayanti, SKM
Sri hariyati komplain Eny yuliana
Sri sulastri
utami

3.2 Uraian Tugas Tim Mutu


Uraian tugas merupakan penjelasan terkait tugas dan wewenang yang harus
dijalankan oleh tim mutu di Puskesmas sumbergempol. Adapun uraian tugas dari setiap
bagian dalam struktur organisasi di atas, adalah sebagai berikut :

1. Uraian Tugas Ketua Tim Mutu Puskesmas/ wakil manajemen mutu


1.1. Wewenang
Memiliki wewenang penuh untuk menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya sebagai wakil manajemen
1.2. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas
implementasi sistem manajemen mutu
1.3. Tugas

Page 7
1.3.1.1. Menjamin sistem dilaksanakan secara efektif pada semua
fungsi.
1.3.1.2. Menjamin sistem manajemen mutu diperbaiki terus menerus.
1.3.1.3. Melaporkan hasil/ kinerja sistem manajemen mutu kepada Top
Manajer
1.3.1.4. Mengupayakan peningkatkan kesadaran/ pemahaman
karyawan dalam sistem manajemen mutu
1.3.1.5. Mengkoordinasikan kegiatan internal audit
1.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan semua tugas tambahan yang diberikan oleh pimpinan

2. Uraian Tugas Sekretaris Akreditasi


2.1. Wewenang
Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung
jawab kesekretariatan Akreditasi

2.2. Tanggung Jawab


Bertanggung jawab untuk menyiapkan seluruh dokumen internal dan
eksternal akreditasi Puskesmas sumbergempol

2.3. Tugas
2.3.1. Menyiapkan semua dokumen internal dan dokumen eksternal
2.3.2. Mengajukan semua dokumen yang sudah siap untuk diperiksa oleh
Wakil
Manajemen dan disahkan oleh Kepala Puskesmas

2.3.3. Menyusun dan mencatat semua dokumen yang ada di sekretariat


secara rapi
2.3.4. Memastikan seluruh dokumen untuk poli /unit terkait terdistribusi
secara teratur dan tercatat
2.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan semua tugas tambahan yang diberikan oleh Kepala
puskesmas dan ketua tim akreditasi/wakil manajemen

3. Uraian Tugas Tim Auditor Internal


3.1. Wewenang
Memiliki wewenang dalam proses pengukuran dan penilaian secara
sistematik, objektif dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa kegiatan
manajemen mutu telah sesuai dengan pengaturan
3.2. Tanggung Jawab

Page 8
Bertanggung jawab kepada kepala puskesmas atas hasil audit internalnya
untuk menyelesaikan permasalahan organisasi, terutama ditinjau dari
perspektif mutu dan kepuasan pelanggan dalam rangka meningkatkan
kinerja organisasi secara umum
3.3. Tugas
3.3.1. Merencanakan pelaksanaan audit internal puskesmas, meliputi :
pembagian auditee dan auditor, jadwal pelaksanaan, pembuatan
surat kepada wakil manajemen,
manajemen, menyiapkan semua sarana untuk
melakukan audit internal.
3.3.2. Melakukan tugas audit internal terhadap seluruh poli/ unit yang ada
di Puskesmas meliputi: mengamati proses, meminta penjelasan,
meminta peragaan, menelaah dokumen, memeriksa dengan daftar
periksa, mencari bukti-bukti, memeriksa silang, mewawancarai
auditee, melakukan survei, mencari informasi dari sumberluar,
menganalisis data dan informasi dan menyimpulkan hasil temuan.
3.3.3. Melaporkan semua hasil temuan audit kepada ketua tim
akreditasi/wakil manajemen
3.3.4. Merencanakan audit internal yang akan dilakukan periode
selanjutnya.
3.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan perintah lain yang diberikan oleh kepala puskesmas

4. Uraian Tugas Tim Survey Kepuasan Pelanggan


4.1. Wewenang
Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung
jawab sebagai surveyor di Puskesmas sumbergempol

4.2. Tanggung Jawab


Bertanggung jawab penuh terhadap kepala puskesmas atas
pelaksanaan dan hasil survey yang telah dilakukannya

4.3. Tugas
4.3.1. Merencanakan pelaksanaan survey Puskesmas
4.3.2. Melaksanakan seluruh kegiatan survey Puskesmas
4.3.3. Mengolah, menganalisa, dan melaporkan hasil survey kepada
ketua tim akreditasi.
4.3.4. Merencanakan pelaksanaan survey selanjutnya
4.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan perintah lain yang diberikan oleh kepala puskesmas

5. Uraian Tugas Tim Peningkatan Mutu Klinis / Keselamatan Pasien


5.1. Wewenang

Page 9
Memiliki wewenang untuk menjaga peningkatan mutu klinis dan
keselamatan pasien yang mendapat pelayanan kesehatan di
puskesmas

5.2. Tanggung Jawab


Bertanggung jawab penuh terhadap kepala puskesmas atas
peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien dalam mendapatkan
pelayanan kesehatan yang dilakukan di puskesmas

5.3. Tugas
5.3.1. Mensosialisasikan indikator mutu pelayanan klinis dan sasaran
keselamatan pasien kepada seluruh tenaga klinis di Puskesmas
sumbergempol
5.3.2. Mengumpulkan data hasil pengukuran indikator mutu pelayanan
klilnis dan sasaran keselamatan pasien sesuai periode waktu yang
telah ditentukan yang dilaksanakan oleh Penanggung Jawab unit
pelayanan dan tim survei.
5.3.3. Mendokumentasikan hasil pengukuran, melakukan pencatatan dan
pelaporan terkait dengan KTD, KNC dan KPC .
5.3.4. Melakukan analisis terhadap hasil pengukuran.
5.3.5. Menyusun rencana tindak lanjut dan perbaikan hasil analisis
pengukuran.
5.3.6. Melaporkan hasil analisis dan rencana tindak lanjut dan perbaikan
kepada Kepala Puskesmas.
5.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan perintah lain yang diberikan oleh kepala puskesmas

3.3 Rencana Kerja Tim Mutu


Setiap tim yang disusun wajib memiliki rencana kerja yang akan dilakukan
selama 1 tahun ke depan. Tim mutu di Puksesmas sumbergempol telah memiliki
rincian pelaksanaan kerja selama 1 tahun. Adapun pola perencanaan kerjanya
selama 1 tahun, sebagai berikut :
a. Tim Managemen Komplain, melakukan rapat rutin setiap 1 bulan sekali. Namun
apabila ada keluhan akan ditindaklanjuti dalam waktu 2x24 jam sesuai dengan
prosedur standar yang telah ditetapkan.
b. Tim Managemen Resiko, melakukan rapat rutin setiap 1 bulan sekali. Akan tetapi
apabila ada KTD (Kejadian Tidak Diinginkan), KNC (Kejadian Nyaris Celaka),
KPC (Kejadian Potensi Cidera) dan KTC (Kejadian Tidak Cidera) akan
ditindaklanjuti saat itu juga.
c. Tim Audit Interna, mekanisme audit internal di Puskesmas sumbergempol
dilaksanakan setiap 2 kali dalan 1 tahun yaitu pada semester 1 (Bulan Mei) dan
semester 2 (Bulan Desember)

Page 10
d. Tim Survey, dalam hal ini akan melaksanakan kegiatannya sesuai dengan
panduan yang ada selanjutnya dalam dokumen panduan survey di Puskesmas
sumbergempol.

Adapun matriks rencana kerja tim mutu selama 1 tahun telah dilampirkan.

BAB IV

PENUTUP

Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Tim Mutu Tahun 2018 diharapkan

digunakan sebagai dasar acuan pelaksanaan kerja tim mutu di Puskesmas

sumbergempol.

Page 11
Semoga dengan adanya rencana kerja tahunan tim mutu dapat

bermanfaat untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien di wilayah kerja

Puskesmas sumbergempol.

Page 12