Anda di halaman 1dari 9

LABORATORIUM SISTEM TRANSMISI

NOMOR PERCOBAAN : 12

JUDUL PERCOBAAN : FIBER OPTIK SINYAL ANALOG

KELAS / GROUP :TT5A / 2

NAMA PRAKTIKAN : DEVIA FERBRINA (1316030065)

NAMA KELOMPOK :1. ANNISSA N.K (1316030023)

2. M.MIQDAD H.D (1316030083)

3. SOLICHANA YUSUF (1316030050)

TANGGAL PERCOBAAN : 23 OKTOBER 2018

TGL. PENYERAHAN LAP : 6 NOVEMBER 2018

NILAI :

DOSEN : YENNIWARTI RAFSYAM, SST., M.T.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2018
FIBER OPTIC SINYAL ANALOG

1. TUJUAN
1. Mengamati dan menguji pengiriman sinyal analog melalui fiber optic.
2. Mengukur pengaruh panjang saluran terhadap redaman pada transmisi
fiber optic.
3. Membandingkan input dan output sinyal analog melalui fiber optic.
4. Menguji pengiriman suara dari handphone melalui fiber optic.

2. DASAR TEORI
2.1 Rugi-rugi Fiber Optik
Dalam pentransmisian sinyal pada teknologi komunikasi, fiber optic
makin banyak menggantikan saluran transmisi kawat. Hal ini
disebabkan saluran fiber optic memberikan beberapa keuntungan
dibandingkan dengan saluran kawat. Pertama, karena cahaya secara
efektif adalah sama seperti radiasi radio frekuensi yang jauh lebih tinggi,
maka dalam teori kapasitas pembawaan informasi dari suatu fiber
adalah jauh lebih besar dari pada sistem-sistem radio gelombang mikro.
Berikutnya, bahan yang digunakan dalam fiber adalah gelas silika atau
dioksida silicon, yang adalah salah satu dari bahan-bahan yang paling
banyak terdapat di bumi kita, sehingga nantinya biaya saluran-saluran
semacam ini pastikan jauh lebih rendah, baik dari saluran-saluran kawat
maupun sistem-sistem gelombang mikro. Lagi pula fiber-fiber tidak
bersifat menghancurkan listrik, sehingga mereka dapat digunakan di
daerah-daerah dimana isolasi listrik dan interferensi merupakan masalah
berat, dan karena kapasitas informasinya yang tinggi, rute-rute saluran
majemuk dapat diringkas menjadi kabel-kabel yang jauh lebih kecil
sehingga dengan demikian dapat mengurangi kemacetan pada chanel
yang sudah sangat padat, dengan teknologi yang telah dikuasai pada saat
ini, system komunikasi fiber optic masih sedikit lebih mahal dari pada
system kawat atau radio yang setara, tetapi keadaan ini sedang berubah
dengan cepat. Sistera fiber optic dengan cepat akan mampu bersaing
dengan sistem-sistem lain dalam harga, dan dengan kelebihan-
kelebihannya yang lain, makin lama akan makin banyak system lain
yang menggantikannya.
Rugi-rugi dalam fiber:
a. Rugi-rugi penyebaran Rayleigh
Gelas dalam fiber optic adalah suatu benda pada amophoas (tidak,
berbentuk kristal atau noncrystallie), yang dibentuk dengan cara
membiarkan gelas itu mendingin dari keadaan cairnya pada suhu
tinggi hingga dia membeku, sementara masih dalam keadaan plastic,
gelas itu ditarik dengan menggunakan tegangan kedalam bentuk fiber
yang panjang. Selama dalam proses pembentukan ini, variasi-variasi
submikropis dalam kerapatan gelas, dan kemudian menjadi facet-facet
yang memantulkan dan membiaskan serta menyebarkan sebagian
kecil cahaya yang lewat melalui gelas tersebut. Meskipun Teknik
pembuatan yang teliti dapat mengurangi anomal-anomal ini hingga
minimum, hal tersebut tidak dapat sepenuhnya dihlangkan.
b. Rugi-rugi penyerapan
Terdapat tiga macam, yaitu penyarapan ultraviolet, penyerapan infra
merah, dan penyerapan resonansi ion.
c. Rugi-rugi penggandengan
Cacat-cacat kecil pada inti atau pada interface inti pelapis, seperti
misalnya variasi kecil pada diameter inti, bentuk penampang atau
gelembung-gelembung dalam gelas dapat menyebabkan
penggandengan yang tidak sempurna.
d. Rugi-rugi pembengkokan
Terdapat dua macam, yaitu pembengkokan mikro dan pembengkokan
radius konstan.
2.2 Komunikasi dan Transmisi data Fiber Optik

Gambar 1 adalah contoh pengaplikasian fiber optic dalam sistem


komunikasi.

Gambar 1. Diagram blok komunikasi data menggunakan fiber optik

Prinsip-prinsip dasar dari komunikasi fiber optik. Sinyal melewati


dari fase seperti pada bentuk gelombang analog. Kemudian melalui
pengubahan analog menjadi digital yang mengubah gelombang analog
menjadi rangkaian pulsa digital. Kemudian sinyal digital melewati
sumber sinyal berupa laser atau LED, yang mengubah pulsa digital
elektronik menjadi pulsa sinar yang ekuivalen. Pada akhir penerimaan
suatu detektor menerima pulsa sinar dan menterjemahkannya dalam
pulsa digital, yang kemudian diubah melalui pengubah analog
dihubungkan dengan fiber optic yang mengeluarkan sinar digital,
seperti misalnya komputer, konversi analog menjadi digital tidak perlu
diperlukan, dalam banyak sirkuit fiber optic terestrial, repeater yang
digunakan untuk membuat sinyal ditempati kira - kira setiap 40 km. Hal
ini dilakukan, agar pulsa sinar pertama diubah lagi menjadi pulsa
elektrik. Kemudian sinyal dibuat dan diubah lagi dalam bentuk pulsa
sinar.

Berlainan dengan telekomunikasi yang menggunakan gelombang


elektromagnetik maka pada fiber optic gelombang cahaya yang bertugas
membawa sinyal informasi. Pertama microphone merubah sinyal suara
menjadi sinyal listrik. Kemudian sinyal listrik dibawa oleh gelombang
pembawa cahaya melalui fiber dari pengirim (transmitter) menuju alat
penerima (receiver) yang terletak pada ujung fiber lainnya. Modulasi
gelombang cahaya ini dapat dilakukan dengan merubah sinyal listrik
termodulasi menjadi gelombang cahaya pada transmitter dan kemudian
merubahnya kembali menjadi gelombang listrik pada receiver. Pada
receiver sinyal listrik dapat diubah kembali menjadi gelombang suara.
Tugas untuk merubah sinyal listrik ke gelombang cahaya atau
kebalikannya dapat dilakukan oleh komponen elektronik yang dikenal
dengan nama komponen optoelectronic pada setiap ujung fiber optic.

2.3 Media Transmisi


Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara
pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data
terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan
dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi
data.
2.4 Kegunaan media transmisi
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika
untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat
melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon,
komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat
menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang
digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap
peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam
pengiriman datanya. Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:
· Jenis alat elektronika
· Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
· Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
· Ukuran data yang dikirimkan
Coaxial Cable

Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah
konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi
tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi
tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial
memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial,
yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable
(mempunyai diameter lebih kecil).

Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan


informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga
biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil
kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain.

Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar


sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel
dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat
berakibat putusnya hubungan.

Fiber Optic Kabel Kaca

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang
digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.
Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step
Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index.

Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping,


kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi
sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak
mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk
peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang
rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan
pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang
ahli di bidang ini.
3. ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN
 1 buah Driver OMI99A
 1 buah Optical Fiber 1 m, 4 m, 7 m
 1 buah Osiloskop
 1 buah Function Generator
 1 buah Power Supply
 1 buah Power Meter
 Kabel konektor secukupnya

4. PROSEDUR MELAKUKAN PERCOBAAN

4.1 Mengukur Daya Output dan Rugi-Rugi Serat Optik


1. Menyiapkan peralatan sesuai dengan alat-alat yang digunakan.
2. Menghubungkan kabel BNC to BNC dari Function Generator ke osiloskop dan
mengatur frekuensi sebesar 10 kHz dengan tegangan 2 Vpp.
3. Menghubungkan ujung fiber optic yang memiliki redaman rendah dengan keluaran
modul transmitter dan ujung lainnya dengan power meter, seperti Gambar 11 pada
lampiran.
4. Menghubungkan keluaran Function Generator dengan input Transmitter dan
menampilkan hasil catatan pengukuran pada power meter kedalam Data Hasil
Percobaan 1.
5. Mengubah frekuensi input sesuai Tabel 1 dan mencatat hasil pengukuran kedalam
Tabel 1 tersebut, dan mengulangi langkah 2 s.d 4.
6. Mencatat hasil berupa panjang kabel optic berikutnya redamannya pada Tabel 1.

4.2 Membandingkan Sinyal Analog Input dan Output Serat Optik


1. Merangkai rangkaian seperti Gambar 12 pada lampiran.
2. Mengatur Function Generator Sebesar 5 kHz dengan tegangan sebesar 28 mVpp.
3. Mengamati hasil output pada osiloskop, dengan menghubungkan port jack 3,5 mm
ke input High Z lalu menghubungkan ke input osiloskop.
4. Menggambar sinyal input dan output fiber optic pada osiloskop ke kertas milimeter
block dan memasukkan data pada Tabel 2. Lalu membandingkan dari hasil kedua
output tersebut.
5. Mengulangi langkah 1 s.d 4 untuk tegangan 40 mVpp, 60 mVpp, 80 mVpp dan 100
mVpp.

4.3 Menguji Transmisi Data Pada Kabel Fiber Optik


1. Merangkai rangkaian seperti Gambar 13 pada lampiran.
2. Menghubungkan port jack receiver analog pada posisi Low Z, ke osiloskop.
3. Menghubungkan device (Handphone/alat pemutar musik) melalui jack 3.5 mm ke
osiloskop.
4. Memutar sebuah lagu (file .mp3) dari device tersebut lalu mendengarkan outputnya
pada Speaker Receiver Fiber Optic.
5. Mengamati kejernihan output sebuah lagu yang diputar.
6. Mencatat hasilnya pada Tabel 3.

4.4 Menguji Rugi-Rugi Fiber Optic Pada Kabel yang dibengkokan


1. Menginstalasi rangkaian pengukuran seperti Gambar 14 dengan frekuensi 1 MHz
dan tegangan input sebesar 4 Vpp.
2. Membengkokkan kabel untuk mengukur redaman kabel sesuai dengan ukuran
diameter pembengkokkan yang ada.
3. Melengkapi Tabel 4.
DAFTAR PUSTAKA

Jobsheet praktikum 12. Fiber optic analog


Adjiparker. 2016.
https://adjieparker.blogspot.com/2016/10/pengertian-transmisi-data-media.html. Dikses pada 5
November 2018 17.00 WIB
NONAME. https://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi. Diakses pada 5 November 2018 17.00
WIB