Anda di halaman 1dari 6

CATLYN YOHANA PARDOSI

GASPOL

Lembar Kerja Praktikum Fotosintesis

I. Judul : Percobaan Ingenhousz dan Uji Sach


II. Tujuan : Untuk menguji oksigen sebagai hasil ddari proses
fotosintesis(Ingenhousz test)

-Untuk menguji amilum sebagai hasil proses fotosintesis (Sach test)

III. Hari/Tanggal Percobaan : Kamis / 02 Agustus 2018


IV. Tinjauan Teori (sumber wikipedia dan buku campbell)
Fotosintesis (dari bahasa Yunani φώτο- [fó̱ to-], "cahaya," dan σύνθεσις [sýnthesis],
"menggabungkan", "penggabungan") adalah suatu proses biokimia pembentukan zat
makanan seperti karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang
mengandung zat hijau daun atau klorofil. Selain tumbuhan berkalori tinggi, makhluk hidup
non-klorofil lain yang berfotosintesis adalah alga dan beberapa jenis bakteri. Organisme ini
berfotosintesis dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta bantuan energi
cahaya matahari.Adapun reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut :

6CO2 + 6H2O C6H12O6 + O2


Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami, persamaan
umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an.
Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia, Jan van Helmont,
seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia), melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa
yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu.
Dari penelitiannya, Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena
pemberian air.Namun, pada tahun 1727, ahli botani Inggris, Stephen Halesberhipotesis bahwa pasti
ada faktor lain selain air yang berperan. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan
berasal dari atmosfer dan cahaya yang terlibat dalam proses tertentu.Pada saat itu belum diketahui
bahwa udara mengandung unsur gas yang berlainan.
Pada tahun 1771, Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta berkebangsaan Inggris,
menemukan bahwa ketika ia menutupi sebuah lilin menyala dengan sebuah toplesterbalik, nyalanya
akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam
toples terbalik bersama lilin, tikus itu akan mati lemas. Dari kedua percobaan itu, Priestley
menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya
tikus. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat
“dipulihkan” oleh tumbuhan. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples
tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan.
Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan Austria, mengulangi eksperimen Priestley. Ia
memperlihatkan bahwa cahaya Matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat
"memulihkan" udara yang "rusak".Ia juga menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara'
pada keadaan gelap sehingga ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada
malam hari untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya.
Akhirnya pada tahun 1782, Jean Senebier, seorang pastor Perancis, menunjukkan bahwa udara yang
"dipulihkan" dan "merusak" itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam
fotosintesis. Tidak lama kemudian, Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara
hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara. Ia menemukan bahwa
CATLYN YOHANA PARDOSI
GASPOL

peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida, tetapi juga oleh
pemberian air. Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan
persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa).
Cornelis Van Niel menghasilkan penemuan penting yang menjelaskan proses kimia fotosintesis.
Dengan mempelajari bakteri sulfur ungu dan bakteri hijau, dia menjadi ilmuwan pertama yang
menunukkan bahwa fotosintesis merupakan reaksi redoks yang bergantung pada cahaya, yang mana
hidrogen mengurangi karbondioksida.
Robert Emerson menemukan dua reaksi cahaya dengan menguji produktivitas Tumbuhan
menggunakan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Dengan hanya cahaya merah,
reaksi cahayanya dapat ditekan. Ketika cahaya biru dan merah digabungkan, hasilnya menjadi lebih
banyak. Dengan demikian, ada dua protosistem, yang satu menyerap sampai panjang gelombang
600 nm, yang lainnya sampai 700 nm. Yang pertama dikenal sebagai PSII, yang kedua PSI. PSI hanya
mengandung klorofil a, PAII mengandung terutama klorofil a dan klorofil b, di antara pigmen lainnya.
Ini meliputi fikobilin, yang merupakan pigmen merah dan biru pada alga merah dan biru,
serta fukoksantol untuk alga coklat dan diatom. Proses ini paling produktif ketika penyerapan
kuantanya seimbang untuk PSII dan PSI, menjamin bahwa masukan energi dari kompleks antena
terbagi antara sistem PSI dan PSII, yang pada gilirannya menggerakan fotosintesis.
Robert Hill berpikir bahwa suatu kompleks reaksi terdiri atas perantara ke kitokrom b6 (kini
plastokinon), yang lainnya dari kitokrom f ke satu tahap dalam mekanisme penghasilan karbohidrat.
Semua itu dihubungkan oleh plastokinon, yang memerlukan energi untuk mengurangi kitokrom f
karena itu merupakan reduktan yang baik.
Percobaan lebih lanjut yang membuktikan bahwa oksigen berkembang pada fotosintesis Tumbuhan
hijau dilakukan oleh Hill pada tahun 1937 dan 1939. Dia menunjukkan bahwa kloroplas terisolasi
melepaskan oksigen ketika memperleh agen pengurang tak alami
seperti besi oksalat, ferisianida atau benzokinon setelah sebelumnya diterangi oleh cahaya. Reaksi
Hill adalah sebagai berikut:
6 H2O + 6 CO2 + (cahaya, kloroplas) → C6H12O6 + 6O2
yang mana A adalah penerima elektron. Dengan demikian, dalam penerangan, penerima
elektron terkurangi dan oksigen berkembang.
Samuel Ruben dan Martin Kamen menggunakan isotop radioaktif untuk menunjukkan bahwa
oksigen yang dilepaskan dalam fotosintesis berasal dari air.
Melvin Calvin dan Andrew Benson, bersama dengan James Bassham, menjelaskan jalur asimilasi
karbon (siklus reduksi karbon fotosintesis) pada Tumbuhan. Siklus reduksi karbon kini dikenal
sebagai siklus Calvin, yang mengabaikan kontribusi oleh Bassham dan Benson. Banyak ilmuwan
menyebut siklus ini sebagai Siklus Calvin-Benson, Benson-Calvin, dan beberapa bahkan
menyebutnya Siklus Calvin-Benson-Bassham (atau CBB).
Ilmuwan pemenang Hadiah Nobel, Rudolph A. Marcus, berhasil menemukan fungsi dan manfaat
dari rantai pengangkutan elektron.
Otto Heinrich Warburg dan Dean Burk menemukan reaksi fotosintesis I-kuantum yang membagi
CO2, diaktifkan oleh respirasi.
Louis N.M. Duysens dan Jan Amesz menemukan bahwa klorofil a menyerap satu cahaya,
mengoksidasi kitokrom f, klorofil a (dan pigmen lainnya) akan menyerap cahaya lainnya, namun
akan mengurangi kitokrom sama yang telah teroksidasi, menunjukkan bahwa dua reaksi cahaya
itu ada dalam satu rangkaian.
CATLYN YOHANA PARDOSI
GASPOL

V. Alat dan Bahan

Percobaan Ingenhousz

Alat :
Bahan :
1. Gelas Kimia 500 ml 4 1. Hydrilla
pcs 2. NaHCO3
2. Corong 4 pcs 3. Es batu
3. Kawat penyangga 16
pcs
4. Tabung reaksi 4 pcs
5. Baskom lebar 4 pcs
6. Termometer 4 pcs
7. Kasa pembakar 2 pcs
8. Korek api
9. Cawan petri 4 pcs

VI. Prosedur Kerja

Percobaan Ingenhousz (kelompok 1-4)

1. Alat dan bahan yang diperlukan disiapkan


2. 2 potongan tanaman hydrilla dimasukkan ke dalam corong. Diusahakan
agar tanaman hydrilla tidak keluar dari corong.
3. Masukkan 4 kawat penyangga pada gelas kimia
4. Corong berisi hydrilla dimasukkan kedalam gelas kimia
5. Kemudian, isi penuh dengan air di dalam baskom
6. Sambil mengisi air di dalam baskom, isi juga tabung reaksi dengan air
penuh, (pastikan tidak ada gelembung udara) dan tutup corong dengan
tabung raksi yang berisi air tersebut.
7. Ukur suhu air awal pada tiap gelas kimia
8. Untuk kelompok 1, letakkan gelas kimia tersebut di tempat gelap.
Kelompok 2-4 di tempat terkena cahaya matahari langsung
9. Tunggu selama 15 menit, catat reaksi yang terjadi
10. Kemudian, khusus kelompok 3 : isi NaHCO3 pada gelas kimia
Kelompok 4 : isi dengan bongkahan es batu, catat reaksi yang terjadi 15
menit
11. Catat suhu akhir masing-masing tabung
12. Setelah banyak rongga udara yangterbentuk di tabung reaksi, lalu angkat
tabung reaksi perlahan dan tutup rapat agar gas di dalamnya tidak keluar.
CATLYN YOHANA PARDOSI
GASPOL

13. Memasukkan bara api dari korek api ke atas mulut masing-masing tabung
reaksi dan melihat apa yang terjadi. Ini dilakukan untuk membuktikan ada
atau tidaknya oksigen.

Percobaan Sach (kelompok 5-6)

1. Sehari sebelum praktikum, daun yang akan diuji ditutupi oleh kertas
aluminium foil (sebagian tertutup, sebagian tidak)
2. Pada saat praktikum, buka aluminium foil pada daun, tandai daun yang
ditutupi aluminium foil atau tidak, rebus seluruh daun pada air hingga layu
pada beaker glass 500 ml
3. Tiriskan pada cawan petri, kemudian masukkan kedalam beaker glass 250
ml yang berisi alkohol 70%
4. Masukkan kembali (bersamaan dengan beaker glass 250 ml) kedalam
rebusan pada beaker glass sebelumnya (500 ml) hingga daun memucat
5. Tiriskan kembali, pada cawan petri kemudian tetesi iodin secara perlahan
pada permukaan daun. Amati perubahan yang terjadi.

VII. Hasil Percobaan [30 poin]


1. Percobaan Ingenhousz
Pengamatan sebelum Pengamatan setelah diberi Nyala api yang
diberi perlakuan perlakuan dihasilkan
1. suhu tetap, tidak ada 1. suhu tetap, tidak ada 1. tidak menyala
perubahan perubahan
2. suhu 28oC, tidak ada 2. suhu 32oC, gelembung 2. tidak menyala
gelembung banyak 3. tidak menyala
3. suhu 24,5oC, belum 3. suhu 28oC, gelembung
ada O2, ada gelembung makin banyak
4. suhu 23oC, terdapat 4. suhu 12oC, gelembungnya 4. tidak menyala
gelembung berkurang

2. Percobaan Sach
Pengamatan pada daun yang ditutupi Pengamatan padadaun yang tidak
aluminium foil ditutupi aluminium foil
Sebelum perlakuan: warna daun: Sebelum perlakuan : warna daun
hijau tua hijau tua
Setelah perlakuan : warna daun hijau Setelah perlakuan : warna daun hijau
pucat dan ada bintik hitam setelah pucat dan tidak ada bintik hitam
ditetesi iodin. setelah ditetesi iodin.

VIII. Pembahasan [40 poin]

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini :


CATLYN YOHANA PARDOSI
GASPOL

1) Kenapa muncul gelembung gas setelah diberi sinar matahari?


Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas
oksigen/O2. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air
diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa gelembung-
gelembung.
2) Apa fungsi pemberian NaHCO3?
Fungsi pemberian NaHCO3 adalah sebagai sumber CO2 atau sebagai
katalis atau Penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkan untuk
menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air.
3) Jelaskan mengapa terjadi perbedaan nyala api yang dihasilkan pada saat
pembuktian oksigen pada bahan di tempat gelap, di sinari matahari,
disinari matahari + NaHCO3, di sinari matahari + es batu?
Proses fotosintesis yang terjadi lebih lambat ketika berada di tempat yang
gelap, sehingga jumlah oksigen yang ada juga lebih sedikit dan
menghasilkan nyala api yang kecil. Pada tanaman yang disinari matahari,
proses fotosintesis terjadi lebih cepat dari pada di tempat yang gelap,
sehingga oksigen yang dihasilkan lebih banyak jumlahnya. Sementara
pada tanaman yang disinari matahari + NaHCO3 oksigen yang dihasilkan
jauh lebih banyak jumlahnya daripada yang sebelumnya dan nyala apinya
juga jauh lebih besar. Sementara pada tanaman yang di sinari matahari +
es batu, oksigen yang dihasilkan akan jauh kebih sedikit jumlahnya
daripada yang sebelum-sebelumnya dan es batu juga menyebabkan
perubahan suhu yang ekstrim dan es batu akan menghambat proses
fotosintesis dan hanya sedikit nyala api bahkan tidak ada nyala api.
4) Jelaskan mengapa di beri perlakuan pemberian alkohol pada percobaan
Sach?
Sebagai pelarut klorofil yang terkandung pada daun.
5) Kenapa diperlukan iodin pada Percobaan Sach?
Untuk mengetahui adanya perubahan yang terjadi pada daun, yang
menandakan keberadaan kandungan amilum.

IX. Kesimpulan [10 poin]


Adapun kesimpulan yang didapat baik dari percobaan ingenhousz dan percobaan
sach adalah pada percobaan Sach, fotosintesis menghasilkan zat pati
(karbohidrat). Sedangkan pada percobaan Ingenhousz, fotosintesis menghasilkan
gas oksigen. Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam
percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan
kertas timah kemudian daun tersebut direbus, lalu dimasukkan kedalam alkohol dan
ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang
tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990). Percobaan
Ingenhousz membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen,
membuktikan bahwa faktor suhu yang rendah akan mempengaruhi proses
fotosintesis
CATLYN YOHANA PARDOSI
GASPOL

.membuktikan bahwa cahaya yang terang mempercepat proses fotosintesis


dan kadar co2 yang melimpah mengakibatkan proses fotosintesis menjadi cepat.

Daftar Pustaka [5 poin]


https://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis
Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/29811#readmore
https://rizkicintafisika.wordpress.com/2012/04/18/percobaan-sachs/
http://ayosinauonline.blogspot.com/2010/05/laporan-praktikum-fotosintesis-
sachs.html