Anda di halaman 1dari 10

BAB V

HASIL PENELITIAN

V.1 GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN

UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng berdiri pada tahun 1976, saat ini

terbagi menjadi 2 wilayah kerja yakni UPT Puskesmas Ciseeng dan UPF

Puskesmas Cibeuteung Udik.

UPT Puskesmas Ciseeng membawahi 7 desa yakni Desa Putat Nutug, Desa

Cibeuteung Muara, Desa Cibentang, Desa Parigi Mekar, Desa Ciseeng, Desa

Cihowe dan Desa Kuripan. Sedangkan UPF Puskesmas Cibeuteung Udik

membawahi 3 desa yakni Desa Karihkil, Desa Cibeuteung Udik dan Desa

Babakan.

UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng berada dalam wilayah Kecamatan

Ciseeng yang secara geografis terletak antara 6.19o – 6.47o LS dan 106.21o –

107.13o BT dengan sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Gunung Sindur,

sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kemang, sebelah timur berbatasan

dengan Kecamatan

Visi UPT Puskesmas Ciseeng adalah “Terwujudnya Masyarakat Kecamatan

Ciseeng yang Mandiri untuk Hidup Sehat”.

Misi UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng yaitu :

- Meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan dasar

- Meningkatkan daya dukung pelayanan kesehatan dasar

- Mendorong kemandirian keluarga dan masyarakat untuk hidup sehat.

Strategi UPT Puskesmas Ciseeng dalam kaitan misinya, antara lain :

50
51

- Meningkatkan akses pelayanan prima melalui kesiapan sarana dan prasarana

serta sumber daya kesehatan

- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan.

Kebijakan merupakan pedoman dalam melaksanakan kegiatan dan juga

mengarahkan pencapaian tujuan dan sasaran misi yang ditetapkan. Adapun

kebijakan tersebut adalah :

- Peningkatan kualitas upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya

kesehatan masyarakat (UKM)

- Peningkatan kualitas SDM/tenaga kesehatan

- Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan

- Penggunaan sarana, pembekalan kesehatan dan pembiayaan kesehatan yang

tepat sasaran

- Peningkatan manajemen puskesmas secara efektif dan berkesinambungan.

Sedangkan program-program yang ada di UPT Puskesmas Ciseeng adalah :

- Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan KB

- Program Pelayanan Kesehatan Lansia

- Program Gizi Masyarakat

- Program Kesehatan Lingkungan

- Program Promosi Kesehatan (Promkes)

- Program Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

- Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2M)

- Program Kesehatan Gigi dan Mulut

- Program Pelayanan Kesehatan Keluarga Miskin (Gakin)

- Program Laboratorium puskesmas dan pengadaan obat puskesmas.


52

V.2 ANALISIS UNIVARIAT

Berdasarkan hasil pengumpulan data pada 83 responden diperoleh data

sebagai berikut :

A. Distibusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Dengan Imunisasi


HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng
Kabupaten Bogor Tahun 2015.

Tabel 5.1
Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Dengan Imunisasi
HB0 pada neonatus 0-7 hari Di UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng
Kabupaten Bogor Tahun 2015

Pemberian Imunisasi HB0 Jumlah (N) Persentase (%)


Ya 47 56.6
Tidak 36 43.4
Jumlah 83 100.0

Dari tabel 5.1. menunjukkan bahwa sebagian besar neonatus usia 0-7 hari

yang diberikan imunisasi HB0 sebanyak 47 neonatus (56,6%), dan neonatus 0-7

hari yang tidak diberikan imunisasi HB0 sebanyak 36 neonatus (43,4%).

B. Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Usia


Dengan Imunisasi HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Berdasarkan Usia Di UPT
Puskesmas Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015
53

Tabel 5.2
Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Usia
Dengan Imunisasi HB0 pada Neonatus 0-7 hari Di UPT Puskesmas
Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015

Usia Jumlah (N) Persentase (%)


<20 tahun dan >35 tahun 30 36.1
20-35 tahun 53 63.9
Jumlah 83 100.0

Tabel 5.2 menunjukkan bahwa dari 83 responden usia ibu yang berusia <20

tahun dan >35 tahun dan sebanyak 30 orang (36,1%), usia ibu yang 20-35 tahun

sebanyak 53 orang (63.9%).

C. Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan


Pendidikan Dengan Imunisasi HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT
Puskesmas Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015
Tabel 5.3
Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan
Pendidikan Dengan Imunisasi HB0 pada Neonatus 0-7 hari
Di UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015

Pendidikan Jumlah (N) Persentase (%)


Rendah 55 66.3
Tinggi 28 33.7
Jumlah 83 100.0

Dari tabel 5.3 dapat di jelaskan, dari 83 yang berpendidikan rendah

sebanyak 55 orang (66,3%), sedangkan yang berpendidikan tinggi sebanyak 28

orang (33,7%).
54

D. Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan


Pekerjaan Dengan Imunisasi HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT
Puskesmas Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015
Tabel 5.4
Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi berdasarkan
Pekerjaan Dengan Imunisasi HB0 pada Neonatus 0-7 hari
Di UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015

Pekerjaan Jumlah (N) Persentase (%)


Bekerja 31 37.3
Tidak Bekerja 52 62.7
Jumlah 83 100.0

Dari tabel 5.4 dapat di jelaskan, dari 83 responden ibu bekerja sebanyak 31

orang (37,3%), sedangkan pada ibu yang tidak bekerja sebanyak 52 orang

(62,7%).

E. Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Paritas


Dengan Imunisasi HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT Puskesmas
Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015
Tabel 5.5
Distribusi Frekuensi Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Paritas
Dengan Imunisasi HB0 pada Neonatus 0-7 hari Di UPT Puskesmas
Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015

Paritas Jumlah (N) Persentase (%)


Primipara 56 67.5
Multipara/Grandemultipara 27 32.5
Jumlah 83 100.0
55

Dari tabel 5.5 dapat di jelaskan, dari 83 responden paritas primipara

sebanyak 56 orang (67,5%), sedangkan paritas pada multipara/grandemultipara

sebanyak 27orang (32,5%).

V.3 ANALISIS BIVARIAT

Analisa Bivariat bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Hubungan

Karakteristik yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen.

A. Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Usia Dengan Imunisasi HB0


Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng
Kabupaten Bogor Tahun 2015
Tabel 5.6
Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Usia dengan Imunisasi HB0
pada Neonatus 0-7 hari Di UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng Kabupaten
Bogor Tahun 2015

Imunisasi HB0 P OR
No Usia  %
YA TIDAK
Value 95%
 %  %
<20 tahun dan
1 11 36,7 19 63,3 30 100
>35 tahun
0.273
2 20 – 35 tahun 36 67,9 7 32,1` 53 100 0.011
(0.107-0.700)
Total 47 56,6 36 43,4 83 100

Berdasarkan tabel 5.6 dapat dijelaskan bahwa dari 30 responden dengan usia

<20 tahun dan >35 tahun yang memberikan imunisasi HB0 pada neonatus 0-7

hari sebanyak 11 yaitu (36,7%) dan yang tidak memberikan imunisasi HB0

sebanyak 19 (63,3%), dari 53 responden dengan usia 20-35 tahun lebih banyak

yang memberikan imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari sebanyak 36 yaitu
56

(67,9%) dan yang tidak memberikan imunisasi HB0 pada neonatus usia 0-7 hari

sebanyak 7 (32,1%).

Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai Pvalue (0.011) < α (0.05)

menunjukkan ada Hubungan Karakteristik yang bermakna antara usia ibu dengan

pemberian imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari..

Dengan nilai OR = 0,273 (0.107-0.700 ) artinya ibu yang berusia 20-35

tahun mempunyai peluang 0,273 kali dalam memberikan imunisasi HB0 pada

neonatus dibandingkan dengan usia < 20 tahun dan > 35 tahun.

B. Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Pendidikan Dengan


Imunisasi HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT Puskesmas Kecamatan
Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015
Tabel 5.7
Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Pendidikan Dengan
Imunisasi HB0 pada Neonatus 0-7 hari Di UPT Puskesmas Kecamatan
Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015

Imunisasi HB0 P OR
No Pendidikan  %
YA TIDAK 95%
value
 %  %
1 Rendah 27 49,1 28 50,9 55 100
0,386
2 Tinggi 20 71,4 8 28,6 28 100 0.064
(0,145-1,023)
Total 47 56,6 36 43,4 83 100

Berdasarkan tabel 5.7 dapat dijelaskan bahwa dari 55 responden dengan

pendidikan rendah yang tidak memberikan imunisasi HB0 pada neonatus 0-7

hari sebanyak 28 yaitu (50,9%) , dan yang memberikan imunisasi HB0 sebanyak

27 yaitu (49,1%). sedangkan dari 28 responden dengan pendidikan tinggi lebih


57

banyak yang memberikan imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari sebanyak 20

yaitu (71,4%) dan yang tidak memberikan imunisai HB0 sebanyak 8 yaitu

(28,6%).

Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai Pvalue (0.064) > α (0.05)

menunjukkan tidak ada Hubungan Karakteristik yang bermakna antara pendidikan

ibu dengan pemberian imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari.

C. Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Pekerjaan Dengan


Imunisasi HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT Puskesmas Kecamatan
Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015
Tabel 5.8
Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Pekerjaan Dengan

Imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari Di UPT Puskesmas Kecamatan

Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015

Imunisasi HB0 P OR
No Pekerjaan  %
YA TIDAK
Value 95%
 %  %
1 Bekerja 20 64,5 11 35,5 31 100
1,684
2 Tidak bekerja 27 51,9 25 48,1 52 100 0.360 (0,674-
4,203)
Total 47 56,6 36 43,4 83 100

Berdasarkan tabel 5.8 dapat dijelaskan bahwa dari 31 responden yang

bekerja yang memberikan imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari sebanyak 20

yaitu (64,5%) dan yang tidak memberikan imunisai HB0 sebanyak 11 yaitu

(35,5%). sedangkan dari 52 responden dengan yang tidak bekerja lebih banyak
58

yang memberikan imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari sebanyak 27 yaitu

(51,9%) dan yang tidak memberikan imunisai HB0 sebanyak 25 yaitu (48,1%).

Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai Pvalue (0.360) > α (0.05)

menunjukkan tidak ada Hubungan Karakteristik yang bermakna antara pekerjaan

dengan pemberian imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari.

D. Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Paritas Dengan Imunisasi


HB0 Pada Neonatus 0-7 Hari Di UPT Puskesmas Kecamatan Ciseeng
Kabupaten Bogor Tahun 2015
Tabel 5.9
Hubungan Karakteristik Ibu Bayi Berdasarkan Paritas dengan
Imunisasi HB0 pada Neonatus 0-7 hari Di UPT Puskesmas Kecamatan
Ciseeng Kabupaten Bogor Tahun 2015

Imunisasi HB0 P OR
Paritas  %
No YA TIDAK
value 95%
 %  %
1 Primipara 23 41,1 33 58,9 56 100
Multipara/ 0,087
2 Grande 24 88,9 3 11,1 27 100 0.000
(0.023-0.324)
multipara
Total 47 56,6 36 43,4 83 100

Berdasarkan tabel 5.9 dapat dijelaskan bahwa dari 56 responden dengan

paritas primipara yang tidak memberikan imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari

lebih banyak sebanyak 33 yaitu (58,9%) dan yang memberikan imunisai HB0

sebanyak 23 yaitu (41,1%). sedangkan responden dengan paritas pada

multipara/grandemultipara dari 27 responden lebih banyak yang memberikan

imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari sebanyak 24 yaitu (88,9%) dan yang tidak

memberikan imunisai HB0 sebanyak 3 yaitu (11,1%).


59

Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai Pvalue (0.000) < α (0.05)

menunjukkan ada Hubungan Karakteristik yang bermakna antara paritas dengan

pemberian imunisasi HB0 pada neonatus 0-7 hari.

Dengan nilai OR =0,087 (0.023-0.324) artinya ibu dengan paritas primipara

mempunyai peluang 0,087 dalam memberikan imuniasasi HB0 pada neonatus 0-7

hari dibandingkan dengan paritas multipara/grandemultipara.