Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Pada saat ini penampilan menjadi suatu perhatian utama bagi seluruh kalangan,
seperti tata rias, tata rambut dan pakaian.Setiap orang selalu ingin memiliki penampilan
yang sempurna dan tidak hanya itu saja, sebagai pelengkap penampilan banyak orang
yang menggunakan penunjang penampilan seperti melakukan berbagai perawatan
tubuh. Pada masa ini parfum sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat yang
menggunakan parfum sebagai kebutuhan harian mereka, parfum digunakan sebagai
penunjang penampilan dan meningkatkan nilai percaya diri bagi yang
menggunakannya.Eksistensi parfum sangat besar didunia perdagangan, karena hampir
sebagian masyarakat dunia menggunakan parfum
Parfum adalah produk yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari.
Apalagi saat ini aroma parfum yang ditawarkan sudah semakin beragam, baik yang
dikhususkan untuk pria, wanita, ataupun untuk keduanya. Kata parfum sendiri berasal
dari bahasa latin “per fumum” yang berarti melalui asap. Riwayat parfum telah ada
sejak zaman Mesopotamia kuno sekitar lebih dari 4000 tahun yang lalu. Pada zaman
dahulu, orang-orang menggu nakan tanaman herbal, rempah-rempah dan bunga dan
dicampurkan bersama untuk membuat wewangian. Selanjutnya pada pertengahan abad
ke-15 parfum mulai dicampur minyak dan alkohol. Meskipun demikian, parfum baru
mengalami kemajuan pesat pada abad ke-18 dengan munculnya beragam aroma
wewangian dan botol yang indah. Dalam 20 tahun terakhir ini terdapat peningkatan
yang pesat pada jumlah produksi parfum. Bahkan industri parfum diperkirakan dapat
memperoleh hasil penjualan tahunan sebesar 25-30 juta dollar. Hal tersebut
menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat akan parfum yang semakin hari semakin
meningkat.
Kosmetik pengharum tubuh (fragrance) atau parfum sudah menjadi bagian dari
kehidupan umat manusia. Eau de Cologne atau Eau de toilette adalah sediaan kosmetik
yang digunakan untuk mengharumkan badan atau baju. Merupakan larutan minyak
wangi dalam etanol 75% atau 85 %. Kadar minyak wangi berkisar 1,25% - 5%. Sediaan
ini biasa dalam bentuk cair atau aerosol.

1
Adapun fungsi parfum dalam kehidupan manusia yaitu dapat memberikan
kesenangan hidup, dapat mempengaruhi kejiwaan dan syaraf, memberikan wewangian
kapada bahan yang tidak wangi dan menghilangkan bau yang tidak enak pada berbagai
macam hasil industri textil, kulit, kertas, karet, plastik. Selain itu, parfum juga dapat
melindungi manusia dari penyakit yang disebabkan bakteri, menambah selera makan,
dapat meningkatkan kepercayaan diri dan dapat menarik perhatian lawan jenis.

I.2 Tujuan
1. untuk mengkaji rasio campuran surfaktan untuk menentukan
fungsi solubilizer dan fixative.
2. Untuk mengetahui derivatisasi anetol terhadap asam p-anisat.
3. Untuk mengethui organoleptik tingkat keharuman pada parfum.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Kosmetika
Kosmetik dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-19,
pemakaian kosmetik mulai mendapatkan perhatian, yaitu selain untuk kecantikan juga
untuk kesehatan. Kosmetik berasal dari kata yunani “kosmetikos” yang berarti
keterampilan menghias, mengatur.
Kosmetika merupakan campuran bahan alam untuk perawatan, dekorasi dan
wangi-wangian. Bahan alami yang digunakan berasal dari bahan tumbuhan, bahan dari
binatang atau bahan yang terdapat di alam bebas di sekeliling kehidupan manusia.
Pengalaman para pembuat kosmetika dapat menerangkan tujuan pemakaian campuran
bahan tersebut, dan dari pengalaman turun-temurun pula diketahui cara terbaik
membuat, menyimpan, mengedarkan dan menggunakan kosmetika. Kemudian
ditemukan bahan-bahan baru untuk membuat kosmetika menjadi komoditi yang lebih
sempurna, sampai akhirnya disimpulkan bahwa kosmetika harus terdiri atas bahan-
bahan tertentu dan dalam komposisi tertentu untuk membuat formula kosmetika yang
dikenal sekarang ini.
Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan yang dikenakan pada kulit manusia
untuk membersihakan, memelihara, menambah daya Tarik serta merubah rupa. Karena
terjadi kontak antara kosmetika dengan kulit, maka ada kemungkinan kosmetika diserap
oleh kulit dan masuk ke bagian yang lebih dalam dari tubuh. Jumlah kosmetika yang
diserap kulit bergantung pada beberapa factor, yaitu keadaan kulit pemakai, keadaan
kosmetika yang dipakai, dan kondisi kulit pemakai. Kontak kosmetika dengan kulit
menimbulkan akibat positif berupa manfaat kosmetika, dan akibat negative atau
mungkin merugikan berupa efek samping kosmetika.
Di Indonesia sendiri sejarah tentang kosmetik telah dimulai jauh sebelum zaman
penjajahan Belanda, namun sayangnya tidak ada catatan yang jelas mengenai hal
tersebut yang dapat dijadikan pegangan. Namun dari cerita dan legenda Ken Dedes,
Dewi Ratih, atau Roro Jongrang, dapat diperkirakan adanya usaha dan cara untuk
meningkatkan kecantikan dengan kosmetika.
Pada umumnya kosmetika terdiri atas berbagai macam bahan, yang mempunyai
tugas tertentu didalam pencampuran tersebut. Karena tidak memperoleh penggolangan

3
yang jelas dari kepustakaan yang ada, maka penulis mencoba menyusun pembagian isi
kosmetika berdasarkan tugas bahan kosmetika tersebut yaitu :
a. Bahan dasar (vehikulum)
b. Bahan aktif (active ingredients)
c. Bahan yang menstabilkan campuran (stabilizator)
d. Bahan pelengkap kosmetika
Menurut peraturan mentri kesehatan RI no.445/MenKes/Permenkes/1998
kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian
luar badan (epidermis, rambut, kulit, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi dan
rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya Tarik, mengubah penampilan,
melindungi supaya dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak
dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.
Menurut peraturan Mentri Kesehatan RI, kosmetik dibagi dalam 13 kelompok yaitu :
1. Preparat untuk bayi, misalnya minyak bayi, bedak bayi
2. Preparat untuk mandi, misalya sabun mandi bath capsule
3. Preparat untuk mata, misalnya mascara, eye-shadow
4. Preparat wangi-wangian, misalnya parfum, toilet water
5. Preparat untuk rambut, misalnya cat rambut, hair spray
6. Preparat pewarna rambut, misalnya cat rambut
7. Preparat make-up (kecuali mata), misalya bedak, lipstick
8. Preparat untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mouth washes
9. Preparat untuk kebersihan badan, misalya deodorant
10. Preparat kuku, misalnya cat kuku losion kuku
11. Preparat perawatan kulit, misalnya pembersih, pelembab, pelindung
12. Preparat cukur, misalnya sabun cukur
13. Preparat untuk suntan dan sunscreen, misalnya sunscreen foundation
Penggolongan munurut kegunaannya bagi kulit :
A. Decorative cosmetics (riasan )
 Merias dan menutupi kekurangan kulit
Terdiri dari 2 golongan :
 Kosmetik dekoratif yang hanya menimbulkan efek pada permukaan dan
pemakaian sebentar co/ lipstik, bedak, eye-shadow, dll
Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya tahan lama, co/ cat
rambut, pemutih b. Care cosmetics
4
B. Care cosmetics
 Merawat kebersihan dan kesehatan kulit
Termasuk didalamnya :
 Kosmetik untuk membersihkan kulit ( cleanser): sabun, cleansing cream,
cleansing milk, dan penyegar kulit (freshner).
 Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer) : moisturizer cream, night
cream, anti wrinkle cream.
 Kosmetik pelindung kulit : sunscreen cream, sunscreen foundation, sun block
cream/lotion.
 Kosmetik untuk menipiskan/ mengamplas kulit (peeling)
 scrub cream
Berdasarkan bahan dan penggunaannya serta maksud evaluasi terdiri dari 2
golongan, yaitu
Kosmetik golongan I :
a. Kosmetik yang digunakan oleh bayi,
b. Kosmetik yang digunakan disekitar mata, rongga mulut dan mukosa lainnya,
c. Kosmetik yang mengandung bahan dengan persyaratan kadar dan penandaan.
d. Kosmetik yang mengandung bahan dan fungsinya belum lazim serta belum
diketahui keamanan dan kemanfaatannya.
Kosmetik golongan II yaitu yang tidak termasuk golongan I.
Berdasarkan fungsinya, kosmetik dapat dibedakan atas (Schrader and Domsch,
2005):
- Hair cosmetics
- Skin care products
- Oral care products
- Color cosmetics
- Fragrances
- Make-up
- Nail treatments
- Shaving products

5
Macam-macam kosmetika cair yaitu:
- Lipsetik cair
Liquid lipstick itu bentuknya cair, lebih cair dari kuteks dan kalau dipakai
dibibir lama-lama teksturnya jadi matte. Lipstick ini seperti cat tembok, jadi
bibir kita seperti tertarik-tarik dan terasa berat.

- Parfum
Merupakan campuran minyak esensial dan senyawa aroma, fiksatif dan
pelarut yang digunakan untuk memberikan bau wangi untuk tubuh manusia,
objek atau ruangan. Jumlah dan tipe pelarut yang tercampur dengan minyak
wangi menentukan apakah suatu parfum dianggap sebagai ekstrak parfum, eau
de parfum, eau de toilette, eau de cologene.

6
- Body mist
Dikenal sebagai eau de cologene (EDC), merupakan wewangian yang
paling ringan kandungan konsentrasinya, yaitu sekitar 2 sampai 4 persen saja.
Tetapi kadar alkoholnya paling tinggi dibandingkan jenis wewangian lainnya.

- Toner
Merupakan cairan berbasis air dengan konsistensi seperti cuka yang
mengandung bahan-bahan aktif untuk membantu mengatasi masalah kulit yang
spesifik. Tidak hanya membersihkan residu seperti minyak dan sisi makeup
pada wajah, tetapi juga menenangkan, memperbaiki dan menghaluskan kulit
dengan mengurangi tampilan bintik hitam serta meminimalisir kemerahan dan
peradangan.

Dampak yang akan terjadi akibat pemakaian kosmetika yang dikenakan pada
kulit dapat berupa fotosensitivitas akibat adanya zat yang bersifat fototoksik atau
fotoalergik dalam kosmetika, missal lime dan sandalwood pada parfum.
Salah satu cara untuk menghindari terjadinya efek samping pada pemakaian
kosmetika adalah dengan melakukan uji kulit. Uji kulit ini selain berguna untuk
mencegah terjadinya efek samping (perventif), juga dapat dipakai untuk menentukan

7
kebenaran dari sangkaan adanya efek samping tersebut (diagnosis). Uji kulit untuk
kosmetika terdiri atas berbagai cara, baik yang dapat dilakukan sendiri maupun yang
harus dilakukan oleh dan di bawah pengawasan dokter khusus yang mempunyai
pengetahuan luas tentang uji kulit.
Karena kosmetika adalah bahan yang diaplikasiakan di permukaan kulit, maka
jenis uji kulit yang digunakan adalah uji kulit yang ditunjukan bagi proses yang
terjadi di epidermal atas
a. Preventif: uji kulit yang dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping
terhadap kulit dengan memakai kosmetika tersebut ditempat lain dan dengan cara
yang bisa dipakai sehari-hari. Setelah dibiarkan selama 12-24 jam tidak terjadi
reaksi kulit yang tidak diinginkan maka kosmetik tersebut dapat digunakan
b. Diagnostik: uji kulit dilakukan pada kosmetika yang telah menderita efek
samping. Pada konsumen yang telah memakai kosmetika baik dalam jangka
waktu lama maupun jangka waktu singkat yang kemudian menderita efek
samping atau disangka menderita efek samping terhadap kosmetika dapat
dilakukan uji eliminasi dan uji peka (usage test).
c. Uji eliminasi dan ujipeka (usage test): penderita yang menunjukan gejala efek
samping dianjurkan untuk segera menghentikan pemakaian seluruh kosmetika.
d. Uji temple (patch test) :
1. Tertutup, yaitu dengan menempelkan kosmetika yang dipakai atau dengan
bahan standar, yang dilakukan di punggung dengan bahan penutup tertentu,
lalu dibiarkan selama 48 jam tanpa dibilas atau mandi.
2. Terbuka, yaitu uji temple yang dilakukan tanpa penutup. Agar terhindar dari
gesekan atau usapan, uji temple ini biasanya dilakukan di belakang daun
telinga. Uji temple terbuka biasanya dilakukan untuk bahan kosmetika yang
mudah menguap.
3. Dengan sinar, yaitu uji temple tertutup yang dibuka setelah 24 jam dan disinari
dengan sinar matahari atau ultraviolet selama 15 menit.
4. Uji terbuka (open test), dilakukan bila hasil uji temple memberikan hasil
negative dengan cara mengoleskan kosmetika tersangka 2-3 kali sehari di
lengan bawah bagian dalam selama 2 hari berturut-turut.

8
II.2 Wangi-Wangian (Parfum)
Parfum adalah suatu zat atau campuran zat yang berbau wangi banyak parfum
yang baunya serupa dengan bau bunga segar. Hampir semua parfum diramu dengan
menggunakan zat-zat alamiah dan sintetis. Parfum yang mahal terbuat dari minyak
bunga yang sejati. Bau parfum sering dibagi tiga: ujungnya yang segera tercium (top
notes), induknya yang bagian utama (body notes), dan sisanya masih tercium belasan
jam setelah parfum dioleskan.
Parfum dapat digunakan langsung pada tubuh atau pakaian, dapat pula
dibubuhkan ke dalam berbagai produk kosmetik (lipstik, bedak, dll), sabun dan toiletri
lain (shampo dan benda kecantikan lain yang bisa disimpan dalam kamar mandi).
Wangian industri yang murah juga dibubuhkan ke dalam berbagai produk rumah
tangga, alat tulis dan bahkan benda-benda karet dan plastik. Sedangkan menurut Kamus
Besar Bahas Indonesia, parfum adalah minyak wangi; wangi-wangian yang berupa
cairan, padatan, dsb; zat pewangi.
II.2.1 Sejarah Parfum
Parfum pertama kali digunakan sebagai bagian dari ritual keagamaan.
Orang kuno membakar kemenyan maupun resin, gom, dan kayu wangi lain pada
upacara keagamaan mereka. Kata parfum berasal dari kata Latin per (lewat) dan
fumus (asap). Orang Mesir kuno (3000 SM) merendam kayu dan resin wangi
dalam minyak atau air, dan mengoleskan air itu dalam tubuh. Cairan ini juga
digunakan dalam balzam untuk jenajah. Berabad-abad sesudah itu pembuatan
parfum merupakan seni orang Timur, yang dibawa ke Inggris dan Perancis pada
awal abad ke-13 oleh pejuang Perang Salib. Minyak nilam dengan bau khas
digunakan untuk mengawetkan kain dari wol dari India. Kebiasaan ini ditiru di
Eropa pada abad ke-18. Pada abad ke-19 mulai digunakan bahan kimia sintetis
dalam pembuatan parfum. Dalam abad ke-20 hingga sekarang Paris dan Perancis
tersohor sebagai pusat parfum.
Parfum termasuk jenis kosmetika paling tua yang dikenal umat manusia.
Sejarah penggunaan parfum telah dimulai sejak zaman mesir kuno dalam bentuk
sari bunga sebagai pewangi tubuh atau ruangan. Diperkirakan di belahan bumi
lainnya penggunaan bunga-bungaan sebagai pewangi juga telah dipakai sesuai
dengan insting manusia akan keindahan.
Semua parfum yang diperoleh dari hasil eksudasi bahan-bahan alamiah
yang harum yaitu bunga, daun, atau kulit batang pohon. Ketika kebutuhan akan
9
pewangi semakin meningkat, cara tersebut tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan,
karena untuk memperoleh parfum satu botol, akan menghabiskan bunga dari satu
kebun bunga yang cukup luas. Oleh karena itu dicari usaha lain yang lebih efisien
yaitu dengan cara identifikasi bahan aktif parfum dan membuat parfum sintetis.
Pemisahan bahan baku ilmiah dapat dilakukan dengan metode distilasi, ekspresi,
atau ekstraksi. Metode distilasi dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Distilasi sederhana (simple distillation), yaitu dengan memisahkan minyak
esensial dalam temperature dan tekanan yang berbeda. Temperatur tinggi tidak
digunakan karena akan menimbulkan kerusakan struktur bahan (pirolisis).
2. Penyulingan atau pengukusan (steamed distillation), yaitu penguapan dengan
air panas.
Metode ekspresi, yang dikerjakan pada bahan citrous dengan cara pemerasan atau
penekanan minyak esensial dari kulit atau air buah. Metode ekstraksi, dapat
dilakukan dengan cara :
a. Enffleurage, yaitu menggunakan lemak dingin (cold fat extraction method).
b. Maserasi, pembungkusan dengan lemak hangat yang menyerap bahan esensial.
c. Solvent, yaitu menggunakan cairan pelarut tertentu misal : eter, kloroform
benzene, metil dan etil alcohol, atau karbon disulfide yang bau.
Parfum adalah kosmetika yang kini dipakai secara luas di dunia termasuk
Indonesia. Hampir setiap wanita di negara kita suka memakai parfum, baik yang
tradisional yang terbuat dari melati, pandan atau bunga tanjung, maupun
kosmetika modern yang dijual di pasar bebas. Parfum memang dibutuhkan
banyak orang untuk meningkatkan penampilan, rasa percaya diri, dan mampu
untuk memberikan ekspresi keindahan, kelembutan, kemewahan serta naluri
seksual. Parfum dapat pula dipergunakan untuk menutupi bau tubuh yang kurang
sedap yang tidak atau belum dapat ditanggulangi.
Penilaian terhadap aroma parfum sangat subyektif dan pribadi. Aroma yang
tepat yang dipilih seseorang belum tentu cocok bagi orang lain. Keputusan untuk
memilih aroma parfum tidak dapat diwakilkan kepada orang lain, karena
menyangkut selera, keperibadian, cara hidup, dan tentu kemampuan ekonomi
seseorang.

10
II.2.2 Jenis-Jenis Parfum
Parfum diperlukan untuk menambah penampilan dan menutupi bau badan
yang mungkin kurang sedap untuk orang lain. Seperti juga warna pada rias,
parfum mempunyai tingkat resiko yang tinggi bagi kulit yang mungkin sensitive
terhadap zat kimia yang terdapat dalam salah satu komposisinya. Oleh karena itu
perhatikan dan kenalilah dengan baik jenis parfum yang akan digunakan.
Dalam penjelasannya secara khusus, parfum dibagi dalam 4 macam yaitu:
1. Body Splash yaitu, jenis wewangian ini yang paling ringan. Kadar alkoholnya
paling tinggi dan hanya terdapat sekitar 5 persen campuran essence, sehingga
wanginya cepat menguap namun tahan hingga 2-3 jam.
2. Eau de Colugne (EDC) yaitu, jenis wewangian ini satu tingkat lebih tinggi di
atas Body Splash. Dengan kadar essence-nya sekitar 12 persen, sehingga
wanginya cukup tahan lama. Jenis ini paling banyak dicari karena aromanya
ringan, tidak terlalu tajam, dan awet hingga 6-12 jam. Kita berikan contoh
Alexander, Casablanca, dll.
3. Eau de Toilette (EDT) yaitu, dimana wanginya tahan lama hingga 24 jam.
Jenis wewangian ini memiliki kadar alkohol yang lebih sedikit, sementara
kadar essence-nya berkisar 15-22 persen, sehingga aroma wanginya kuat dan
tahan lama sesuai bila digunakan saat malam hari seperti saat datang ke acara-
acara formal seperti pesta. Kita berikan contoh Sisly Gold, Essy Blue, dll.
4. Eun de Perfume (EDP) yaitu, dari semua jenis wewangian parfum paling
awet dan bisa bertahan hingga 48 jam. Kadar essence-nya mencapai 22 persen
tanpa campuran alkohol.47 Kita berikan contoh Golden, Soft, dll.
Aroma parfum dibentuk dari paduan berbagai bahan pewangi alami : bunga,
akar, kulit batang, daun atau buah. Aroma yang berasal dari bunga menjadi
pilihan utama pemakai karena sejuk, ringan dan cocok dipakai untuk hampir
seluruh tujuan pemakaian. Aroma yang berasal dari buah-buahan menonjolkan
kesan segar, aktif dan dinamis. Sedangkan aroma yang berasal dari kulit rempah
menonjolkan kesan tajam, lincah dan sensual, cocok dipakai pada malam hari.
Waktu yang tepat aplikasi parfum adalah segera setelah mandi, saat kulit
masih bersih dan mampu menyerap aroma parfum. Aplikasi parfum yang
dilakukan pada saat badan yang sedang berkeringat hanya akan membaurkan
semua bau sehingga dapat menghasilkan bau aneh yang memualkan.

11
Tempat aplikasi parfum adalah pada kulit yang exposed namun
tersembunyi, misalnya belakang telinga, samping leher, dada atas, siku bagian
dalam, pergelangan tangan dan kaki, dan lekuk lutut. Jangan memakai parfum
pada busana karena akan merusah warna busana yang dipakai.
Jumlah pemakaian parfum secukupnya, tidak kurang atau tidak lebih.
Pemakaian yang kurang banyak tidak mencapai maksud dan tujuan pemakaian,
sedangkan pemakaian berlebihan akan membuat seseorang sepeti warung parfum.

II.3 Kulit
Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari
lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa sekitar 1,5 m2 dengan berat kira-
kira 15% berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan
cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastis dan sensitive,
serta bervarisai pada keadaan iklim, umur, ras dan lokasi tubuh. Demikian pula dengan
kelembaban kulit bervariasi, tebal, tipis, elastisitasnya. Kulit yang elastis dan longgar
terdapat pada kelopak mata, bibir dan prepusium. Kulit yang tebal dan tegang terdapat
pada telapak kaki. Kulit yang kasar terdapat pada skrotum (kantong buah zakar) dan
labia mayor (bibir kemaluan besar), sedangkan kulit yang halus terdapat di sekitar mata
dan leher.
Secara histopatologis kulit tersusun atas 3 lapisan utama yaitu:
1. Lapisan epidermis atau kutikel
2. Lapisan dermis (korium, kutis vera, true skin) dan
3. Lapisan subkutis (hypodermis)
Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis. Subkutis ditandai
dengan adanya jaringan kulit longgar dan sel-sel membentuk jaringan lemak. Lapis
epidermis dan dermis ditandai oleh taut dermoepidermal (dermo epidermal junction)
yang berbeda, irregular, dengan cones, ridges, dan cord.
Kulit dapat dengan mudah dilihat dan diraba, hidup dan menjamin kelangsungan
hidup. Kulit menyokong penampilan dan keperibadian seseorang dan menjadi ciri
berbagai tanda kehidupan yaitu ras, genetik, estetik, budaya, bangsa, dan agama. Kulit
juga dapat menjadi indicator kesehatan, kemakmuran, kemiskinan, dan kebiasaan, di
samping sarana komunikasi nonverbal antara individu yang satu dengan yang lainnya.
Kulit juga dapat menjadi sarana kontak seksual, cinta, persahabatan, atau kebencian.
Kerusakan lebih dari 30% luas kulit, misalnya akibat luka bakar, dapat segera
12
menyebebkan kematian, karena kulit mempunyai faal yang vital bagi tubuh manusia.
Faal kulit sangat kompleks dan berkaitan satu dengan lainnya di dalam tubuh manusia.
Kulit melindungi bagian dalam tubuh manusia terhadap gangguan fisik maupun
mekanik, misalnya tekanan, gesekan, tarikan, gangguan kimiawi, seperti zat-zat kimia
iritan (lisol, karbol, asam atau basa kuat lainnya), gangguan panas atau dingin,
gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet, gangguan kuman, jamur, bakteri atau
virus.
Kulit adalah organ tubuh yang pertama kali terkena polusi oleh zat-zat yang
terdapat di dalam lingkungan hidup kita, termasuk jasad renik (mikroba) yang tumbuh
dan hidup di alam dunia ini. Oleh sebab itu setelah manusia dilahirkan kulitnya akan
segera terkontaminasi oleh jasad renik, mula-mula yang berasal dari alat pembantu
waktu melahirkan misalnya kain, handuk, seprei, bantal atau kasur tempat tidur,
kemudian oleh baju, tangan-tangan, air, meja dan alat lainnya yang pasti kemudian
berhubungan dengan kulitnya.rupanya banyak jasad renik yang betah tinggal di
permukaan kulit manusia karena suasana hidup yang cocok, baik suhu, kelembaban
atau keasaman (pH) atau makanan yang dibutuhkan jasad renik untuk berkembang biak
yang berasal dari sel keratin yang lepas (berisi protein), lemak di permukaan kulit yang
diproduksi oleh kelenjar palit kulit (berisi lipid-lipid) atau air, garam, dan gula yang
berasal dari kelenjar keringat ekrin atau apokrin. Tidak semua jenis jasad renik yang
yang dapat hidup di permukaan kulit berbahaya bagi tubuh manusia (pathogen dan
parasite), pada umumnya tidak menumbulkan masalah kesehatan dan hidup
berdampingan secara damai dengan pihak tuan rumah (saprofit) atau saling
menguntungkan (simbiosis mutualistik).
Selain itu ada mekansme tubuh untuk mempertahankan diri dengan membunuh,
mengisolasi, melumpuhkan atau mengusir jasad renik yang berbahaya tadi dan kalau itu
tidak cukup, maka usaha manusia masih tetap diperlukan.

13
BAB III
PEMBAHASAN

III.1 Jurnal I
Studi Campuran Surfactant Untuk Menentukan Fungsi Solubilizer Dan Fixative
Pada Industry Parfum

Kualitas parfum ditentukan oleh kejernihan dan longlasting parfum. Campuran


surfaktan dapat meningkatkan kualitas parfum dengan biaya produksi yang murah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasio campuran surfaktan untuk menentukan
fungsi solubilizer dan fixative. Bibit parfum yang digunakan dalam penelitian ini adalah
eugenol, surfaktan dengan fungsi solubilizer adalah portasol 40 dan tween 80
sedangkan surfaktan dengan fungsi fixative adalah glucam P20 dan patchouli alkohol.

Rasio yang digunakan pada penelitian ini antara lain rasio glucam p20 : portasol
(r G/P), rasio portasol 40 : tween 80 (r P/T) dan rasio glucam P20 : patchouli alkohol (r
G/PA). Hasil penelitian menunjukkan campuran surfaktan dapat meningkatkan
kejernihan dan longlasting parfum lebih baik daripada surfaktan tunggal. Optimasi
menggunakan RSM didapatkan rasio campuran yang paling berpengaruh terhadap
kejernihan adalah r P/T sedangkan rasio yang paling berpengaruh

14
terhadap longlasting parfum adalah r G/PA. Hasil optimum dengan respon turbiditas r
G/P = 3,59; r P/T = 0,48; r G/PA = 0,41 dan respon longlasting r G/P = 4,51; r P/T =
0,40; r G/PA = 0,42 menghasilkan turbiditas 0,0489 NTU serta longlasting 3,68 jam.

III.1 Jurnal II
Pemanfaatan Minyak Dryobalanops Aromatica Sebagai Bahan Pewangi Alami

Dryobalanops aromatica merupakan tumbuhan berkayu penghasil minyak dan


kristal yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Saat ini minyak dan kristal menjadi
komoditas eksport untuk keperluan kosmetik dan obat-obatan. Di masyarakat, minyak
ini hanya dimanfaatkan secara terbatas pada pengobatan sederhana pada berbagai
penyakit ringan. Pemanfaatan sebagai bahan pewangi/parfum, diharapkan dapat
meningkatkan nilai tambahnya.
formula parfum minyak Dryobalanops yang disukai berdasarkan uji organoleptik
adalah minyak (25%), dengan etanol (75%) dan campuran bahan aditif berupa , PG dan
minyak nilam (0,8%). Formula ini memiliki karakteristik tingkat keharuman yang
lembut (harum), dengan ketajaman aroma pada tingkat agak tajam. Dari analisis kimia
minyak diketahui bahwa minyak memiliki senyawa penanda borneol dan senyawa
lainnya yaitu Caryophyllene; 3-Cyclohexene-1-methanol, .alpha.,.alpha., 4-trimethyl-,
(S)-(CAS) p-Menth-1-en-8- ol,(S)-(-)-; 1,4,7, -Cycloundecatriene, 1,5,9,9-tetramethyl-,
Z,Z,Z- dan 3-Cyclohexen-1-ol, 4-methyl-1- (1-methylethyl)- (CAS) 4-Terpineol.

III.1 Jurnal III


Sintesis senyawa komponen parfum etil p.anisat dari anetol

Sintesis etil p.anisat dari anetol telah dapat diselesaikan. Etil p.anisat adalah ester
senyawa yang bisa digunakan sebagai komponen parfum asam p.anisat disintesis dari
anetol (1 mol), yang dioksidasi oleh KMnO4 (3 mols) pada 400C untuk 2 jam,
esterifikasi dengan etanol pembawa pada 78,50C untuk 6 jam, identifikasi dan
penentuan struktur senyawa dari produk sintesis digunakan metode spektrofotometri
(GC, GC-MS, dan IR). Atetol telah diisolasi dari minyak adas sebesar 90,3 %, asam
p.anisik dan produk etil p.anisat disintesis untuk diperoleh masing-masing 45% dan
79,9% metode spektrofotometri.

15
- kromatografi gas (GC) diperoleh kromatogram seperti pada Gambar 2. Kromatogram
minyak adas pada Gambar 2 tersebut menunjukkan bahwa minyak adas perdagangan
Schimmel Rect-DAB mengandung lima komponen senyawa.

- kromatograpi gas- spektrofotometri masa (GC-MS) menghasilkan spektra massa


untuk komponen ke-5 sebagaimana tertera pada Gambar 3. Spektra massa pada
Gambar 3 mempunyai nilai SI=90 terhadap spektra massa untuk anetol dan memiliki
bobot molekul 148 sebagaimana bobot molekul dari anetol.

- Spektrofotometri inframerah (IR) anetol menunjukkan adanya pita serapan di atas


3000 cm-1 dan serapan pada 1608 cm-1, 1577,7 cm-1, 1510,2 cm-1 dan 1460 cm-1
yang serapan-serapan tersebut merupakan serapan karakteristik untuk senyawa
aromatis.

16
BAB IV
PENUTUP

IV. Kesimpulan

1. Jurnal 1
Jadi sifat longlasting parfum didapatkan dengan menambahkan fixative
(pengikat) parfum. Dengan menambahkan bahan fixative dapat menahan laju
volatilitas dari parfum tersebut. Penambahan bahan solubilizer menyebabkan parfum
lebih stabil dan jernih.

2. Jurnal 2
Formula parfum minyak Dryobalanops yang disukai berdasarkan uji
organoleptik adalah minyak Dryobalanops (25%) dengan etanol (75%) dan
campuran bahan aditif berupa Dryobalanops, PG dan minyak nilam (0,8%). Formula
ini memiliki karakteristik tingkat keharuman yang lembut (harum), dengan
ketajaman aroma pada tingkat agak tajam. Dari analisis kimia minyak Dryobalanops
aromatic diketahui bahwa minyak memiliki senyawa penanda borneol dan senyawa
lainnya yaitu Caryophyllene; 3-Cyclohexene-1-methanol.

3. Jurnal 3
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan sebelumnya,
dapat disimpulkan bahwa sintesis etil panisat melalui esterifikasi asam panisat
diperoleh produk sintesis dengan rendemen 79,86%. Perlu dilakukan kajian lebih
lanjut terhadap reaksi esterifikasi asam p-anisat dengan senyawa alcohol yang lain
agar diperoleh produk ester yang lebih bermanfaat.

17
DAFTAR PUSTAKA

1. Adli, K.N, 2015, Studi Campuran Surfactant Untuk Menentukan Fungsi Solubilizer
Dan Fixative Pada Industri Parfum, Universitas Negeri Semarang, Semarang
2. Pasaribu, G, dkk, 2014, Pemanfaatan Minyak Dryobalanops Aromatica Gaertn
3. Sebagai Bahan Pewangi Alami, Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan Dan
Pengolahan Hasil Hutan, Bogor
4. Kusumaningsih, T, dkk, 2004, Sintesis Senyawa Komponen Parfum Etil P-Anisat
Dari Anetol, UNS, Surakarta
5. Wasitaatmadja, S.M, 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, Universitas Indonesia,
6. Schrader. K, Domsch. A, 2005, "Cosmetology - Theory And Practice", Vol. 3,
Verlag Fur Chemische Industrie, Pages: 31, Depok, Cetakan 1

18
PERTANYAAN-PERTANYAAN

1. PERBEDAAN JENIS PARFUM?


 Eau de Colugne (EDC) yaitu, jenis wewangian ini satu tingkat lebih tinggi di atas
Body Splash. Dengan kadar essence-nya sekitar 12 persen, sehingga wanginya cukup
tahan lama. Jenis ini paling banyak dicari karena aromanya ringan, tidak terlalu
tajam, dan awet hingga 6-12 jam. Kita berikan contoh Alexander, Casablanca, dll.
 Eau de Toilette (EDT) yaitu, dimana wanginya tahan lama hingga 24 jam. Jenis
wewangian ini memiliki kadar alkohol yang lebih sedikit, sementara kadar essence-
nya berkisar 15-22 persen, sehingga aroma wanginya kuat dan tahan lama sesuai bila
digunakan saat malam hari seperti saat datang ke acara-acara formal seperti pesta.
Kita berikan contoh Sisly Gold, Essy Blue, dll.
 Eun de Perfume (EDP) yaitu, dari semua jenis wewangian parfum paling awet dan
bisa bertahan hingga 48 jam. Kadar essence-nya mencapai 22 persen tanpa campuran
alkohol.47 Kita berikan contoh Golden, Soft, dll
2. MENGAPA AROMA PARFUM ADA YANG TAHAN LAMA DAN ADA YANG
CEPAT MENGHILANG?
 aktifitas sehari-hari
 tipe aroma parfum yang dipakai
 banyak sedikitnya pemakaian parfum
 jenis kulit (kering = cepat hilang, berminyak = lebih bertahan lama)
 parfum sintetis dan organik
 kadar parfum
 fixative dan solubilizer
parfum umumnya mengandung campuran mnyak air konsentrasi ini mempengaruhi
ketahanan aromanya. Parfum umumnya merupakan tipe dengan konsentrasi tertinggi
yaitu dari 15-25 persen minyak parfum yang dilarutkan dengan alcohol. Setiap
campuran dengan proporsi yang lebih rendah dari minyak untuk alcohol adalah air
(eau). Dari situlah muncul kata-kata dengan wewangian seperti eau de cologene yang
konsentrasinya 2-5 persen (seperti yang disebutkan sebeumnya) eau de toilette, eau de
parfum hingga parfum atau perfume.

19
3. PERBEDAAN FORMULA MENYEBABKAN AROMANYA BERUBAH?
Tidak, tapi akan berpengaruh pada lama cepatnya wangi parfum akan mengilang
atau bertahan/menempel
4. APAKAH MOUTH SPRAI TERMASUK SEDIAAN KOSMETIKA CAIR?
Ia, karena terdapat kandungan air dalam sediaan tersebut dan berpungsi untuk
menghilangkan bau mulut yang kurang sedap/ memperbaiki penampilan. Ini sesuai
dengan pengertian kosmetika
APAKAH PARFUM HARUS MENGGUNAKAN ALKOHOL ?
Tidak, tergantung dari pesanan dan keinginan pasien.
5. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN 3 TIPE PARFUM?
 Eau de Colugne (EDC) yaitu,
Kelebihan: wanginya tidak tahan lama
Kekurangan: terlalu banyak kandungan alkoholnya
 Eau de Toilette (EDT)
Kelebihan: alkohol yang lebih sedikit
Kekurangan: aroma wanginya kuat dan tahan lama sesuai bila digunakan saat
malam hari
 Eun de Perfume (EDP)
Kelebihan : wewangian parfum paling awet
Kekurangan: harganya mahal karena tidak menggunakan alkohol
6. PENAMBAHAN FIXATIV ADA PERBEDAAN ATAU TIDAK?
Ada, fixsativ adalah penguat atau pengikat wangi dalam parfum. Sehingga akan
berpengaruh pada lama tidaknya wangi yang dihasilkan.
7. SOLUSI JIKA SESEORANG YANG TIDAK TAHAN AROMA PARFUM, APA
SOLUSINYA?
Bila tidak tahan memakai parfum, pilih wanginya tergolong ringan seperti eau de
cologene (dengan konsentrasi minyak dan air yang terendah yaitu 4 persen) eau
detoilette (7-9 persen), atau eau de parfum (12-16 persen). Lagipula untuk mendpatkan
wangi tidak harus selalu menggunakan parfum, tapi dapat menggunakan lotion dengan
bau yang tidak berbau menyengat, sabun mandi.

20
DAN MENGAPA ADA PARFUM YANG HARGANYA MAHAL DAN MURAH?
Semua itu tergantung dari fixative dan solubiliser yang terdapat dalam parfum
yang membuat parfum dapat bertahan lebih lama.
8. CARA PENGOLAHAN MUNTAHAN IKAN LAUT (ambergris) MENJADI
FIXSATIF?
 Muntahan ikan laut (ambergris) diparut lalu ditimbang
 Sediakan esensial oil sesuai selera seperlunya
 Jar yang kedap udara
 Alcohol
caranya: larutkan esensial oil dengan alcohol dalam jar, selanjutnya masukkan parutan
ambergris dalam jar dan tutup dengan rapat sampai kurun waktu tertentu. Selanjutnya
saring dan diperolehlah fixsative parfum
9. PENYEBAB PERUBAHAN WARNA PADA BAJU PADA PENGGUNAAN
KOSMETIKA APA? DAN
Secara umum perubahan warna baju pada pemakaian kosmetika terutama parfum
dapat mempengaruhi timbilnya bercak-bercak pada baju, hal ini dikarenakan adanya
kandungan alcohol yang terdapat dalam parfum, sehingga penggunakan parfum
memerlukan tehnik tersendiri seperti saat penggunaan tidak boleh terlalu dekat dengan
baju saat proses sprai agar tidak menimbulkan bercak.
KENAPA BISA MENYEBABKAN IRITAS?
 faktor manusia :
a. kurangnya pengetahuan manusia tentang seluk-beluk kulit dan seluk-beluk
kosmetika yang dapat menimbulkan masalah dalam pemakaian kosmetika.
b. orang-orang berkulit sensitive sehingga kosmetik bagi orang lain tidak
berpengaruh apa-apa, baginya dapat menimbulkan iritasi
 factor kosmetika :
a. Bahan baku tidak berkualitas tinggi,iritan, alergenik, toksik
b. Formula tidak secanggih dan sehigenis dengan jenis kulit dan keadaan lingkungan
c. Prosedur pembuatan tidak benar
10. CONTOH KOSMEDIK CAIR?
a. Mouth spray
b. Parfum
c. Lipstick cair

21
d. Body mist
e. Hair pray

22