Anda di halaman 1dari 1

Sel bakteri dapat dibuat menjadi kompeten dengan perlakuan TFB (transformation buffer)

yang mengandung CaCl2 atau MnCl2 yang merupakan garam. Mekanisme pembuatan sel
kompeten belum diketahui secara pasti tetapi pelakuan dengan garam tersebut diduga
meningkatkan permeabilitas membran sel dan meningkatkan porositas membran. Hal ini
memungkinkan DNA bebas dapat masuk ke dalam sel (Brown 1997).
Transformasi DNA ke dalam sel bakteri dilakukan dengan metode kejut panas. Perlakuan ini
dimaksudkan untuk membuka pori membran sel dan mengaktifkan protein Hsp (heat shock
protein). heat shock yaitu perubahan permeabilitas dinding sel secara cepat untuk ‘memaksa’
plasmid masuk ke dalam sel baru dan terekspresikan (Singh et al. 2010).
Singh M, Yadav A, Ma X, Amoah E. 2010. Plasmid DNA transformation in escherichia coli:
effect of heat shock temperature, duration, and cold incubation of CaCl2 treated cells. J
Biotech and Biochem. 6(4): 561-568.

Brown TA. 1986. Gene Cloning : an introduction. Chichester (US): Chapman & Hall.
Antibiotik ampisilin merupakan jenis antibiotik golongan Beta Laktam (β Lactam) yang
mempunyai mekanisme kerja yaitu dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan
cara mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilin protein (Protein Binding Penisilin),
sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis
peptidoglikan dalam dinding sel bakteri yang mengakibatkan biosintesis dinding sel terhambat
dan sel bakteri menjadi pecah (lisis). Sintesis dinding sel yang terganggu mengakibatkan
bakteri tersebut tidak mampu mengatasi perbedaan tekanan osmosa di luar dan di dalam sel
yang mengakibatkan bakteri mati (Suheri et al. 2015).

Suheri FL, Agus Z, Fitria I. 2015. Perbandingan uji resistensi bakteri Staphylococcus aureus
terhadap obat antibiotik ampisilin dan tetrasiklin. Andalas Dental Journal. 3(1): 26-34.