Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN HASIL OBSERVASI

PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI I

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan
hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan observasi
perkembangan anak usia 0-2 tahun tepat pada waktunya.
Laporan ini disusun sebagai tugas mata kuliah Psikologi Perkembangan I. Penulis
berusaha menyusun laporan ini dengan segala kemampuan , namun penulis menyadari bahwa
laporan ini masih banyak memiliki kekurangan baik dari segi penulisan maupun segi
penyusunan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima
dengan senang hati demi perbaikan tugas selanjutnya.
Semoga laporan ini bisa memberikan inormasi dan menambah wawasan mengenai
perkembangan anak usia 0-2 tahun. Atas perhatian dan kesempatannya penulis ucapkan terima
kasih.
Padang, 04 desember 2018
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................................2
Daftar Isi..........................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang..........................................................................................................................4
1.2. Tujuan.......................................................................................................................................4
BAB II CATATAN OBSERVASI
2.1.Identitas Anak..........................................................................................................................5
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Landasan Teori.............................................................................................................6
3.2. Perkembangan Fisik.....................................................................................................7
3.3. Perkembangan Emosi..................................................................................................8
3.4. Perkembangan Bahasa................................................................................................9
3.5. Perkembangan Sosial..................................................................................................9
3.6. Perkembangan Motorik...............................................................................................10
3.7. Perkembangan Kognitif..............................................................................................13
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan.................................................................................................................15
4.2. Saran...........................................................................................................................15
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Proses perkembangan manusia dimulai dengan perkembangan prakelahiran, perkembangan fase


bayi, perkembangan fase awal kanak-kanak, perkembangan fase akhir kanak-kanak,
perkembangan fase remaja, perkembangan tahap dewasa, dan perkembangan lanjut usia.
Pembahasan di sini difokuskan pada perkembangan anak usia 2 tahun. periode ini berlangsung
proses pertumbuhan yang cepat sekali.
Bayi yang baru lahir dan sehat, dengan cepat akan belajar menyesuaikan diri dengan alam
lingkungannya, dan melakukan tugas-tugas perkembangan tertentu. Ada tugas-tugas melakukan
kegiatan yang harus diatihnya setiap waktu, agar bayi atau anak mampu melakukan adaptasi
sosial (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) dan mampu mempertahankan kelangsungan
hidupnya.
Macam-macam perkembangan yang dialami oleh bayi yakni perkembangan fisik, emosi, social,
bahasa, motorik dan lain-lain. Perkembangan itu dilalui oleh bayi sesuai dengan umurnya. Ada
yang cepat perkembangannya dan ada yang lambat.

1.2.TUJUAN

1. Untuk Mengetahui Perkembangan Fisik Bayi Usia 0-2 tahun.


2. Untuk Mengetahui Perkembangan Emosi Bayi Usia 0-2 tahun.
3. Untuk Mengetahui Perkembangan Bahasa Bayi Usia 0-2 tahun.
4. Untuk Mengetahui Perkembangan Sosial Bayi Usia 0-2 tahun.
5. Untuk Mengetahui Perkembangan Motorik Bayi Usia 0-2 tahun.
6. Untuk Mengetahui Perkembangan Kognitif Bayi Usia 0-2 tahun.

BAB II
CATATAN OBSERVASI

2.1. Identitas Anak

Nama Panggilan : Ayra


Tempat, Tanggal lahir : Padang , 25 Desember 2016
Umur : 2 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Perumahan Anak Air Permai Blok A No 13
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Landasan Teori


Pada dasarnya ketika seorang anak menginjak usia 2 tahun, maka ia sedang gencar ingin meneliti
dan mengetahui segala macam benda yang ada di sekitarnya. Anak usia 2 tahun biasanya juga
mulai bisa menggambarkan suatu kejadian atau mengimajinasikan suatu hal tanpa harus ia
mengalaminya terlebih dahulu. Misalnya jika sebuah roda di dorong maka akan menggelinding.
Dia bisa membayangkan hal tersebut terjadi walaupun tidak melakukannya. Fenomena tersebut
bisa saja terjadi karena pada dasarnya anak seusia itu sudah mulai bisa membuat sebuah simbol
tersendiri untuk sebuah benda.
Pada umur 2 tahun otak anak berkembang dengan pesat. Otak sangat aktif membentuk hubungan
antar-sel-saraf (sinapsis) hingga 2 juta per detik. Otak anak usia 2 tahun dua kali lebih aktif
daripada otak orang dewasa. Anak butuh nutrisi yang cukup, lingkungan yang aman dan
stimulasi yang tepat supaya tercapai target perkembangan yang baik. Lingkungan dengan relasi
yang dilandasi cinta dan kasih sayang akan memberikan anak rasa aman, nyaman, kepercayaan
diri serta keberanian. Lingkungan ini akan mengajarkan pada anak tentang cara menjalin
persahabatan, mengkomunikasikan perasaan emosi dan mengatasi tantangan yang muncul.
Hubungan baik yang kuat juga akan mengajarkan anak tentang kepercayaan, empati, rasa welas
asih serta tentang baik-buruk.
Anak umur 2 tahun sudah memiliki keinginan yang kuat untuk terlibat dalam dunia sosial yang
lebih luas. Anak umur 2 tahun mulai gemar terlibat bermain interaktif bersama anak/orang lain.
Mereka juga memiliki kegemaran bermain peran “pura-pura seolah-olah” mengeksplorasi daya
khayalnya yang sangat penting bagi perkembangan. Aksi permainan “seolah-olah menjadi” ini
akan membantu anak mengembangkan ketrampilan bahasa, berpikir dan sosial. Anak akan
mampu mengembangkan ide dan kisahnya sendiri.

3.2. Perkembangan Fisik (0-2 Tahun)


· Kenaikan berat badan
Pada usia tiga bulan pertama, berat bayi mengalami kenaikan mencapai 30 gram sehari. Pada
usia lima bulan berat badan anak meningkat seberat dua kali lipat dari berat anak pada saat lahir.
Usia enam bulan, berat badan anak akan meningkat 0,5 kg per bulan. Usia duabelas bulan, berat
badan anak meningkat 0,35-0,5 kg per bulan. Pada usia diatas satu tahun berat badan meningkat
0,25 kg per bulan. Pada usia dua tahun rata-rata berat bayi adalah 9,9 kg sampai 12,4 kg.
· Tinggi
Pada usia empat bulan, ukuran bayi antara 23 dan 24 inci, pada usia satu tahun, antara 28 dan 30
inci, dan usia dua tahun antara 32 dan 34.
· Proporsi Fisik
Pertumbuhan kepala berkurang dalam masa bayi, sedangkan pertumbuhan badan dan tungkai
meningkat. Jadi bayi berangsur–angsur menjadi kurang berat di atas dan tampak lebih ramping
dan tidak gempal pada masa akhir bayi.
· Tulang
Jumlah tulang meningkat selama masa bayi. Pengerasan tulang dimulai pada awal tahun pertama,
tetapi belum selesai sampai masa puber. Ubun–ubun atau daerah otak yang lunak 50% bayi yang
lahir telah tertutup pada usia delapan belas bulan, dan pada hampir semua bayi telah tertutup
pada dua tahun.
· Otot dan lemak
Urat-otot sudah ada pada waktu lahir tetapi dalam bentuk yang belum berkembang. Urat-otot itu
berkembang lambat selama masa bayi dan lemah. Seba;iknya, jaringan lemak berkembang pesat,
sebagian karena tingginya kadar lemak didalam susu yang merupakan bahan makanan pokok
bagi bayi.
· Bangun tubuh
Selama tahun kedua, ketika proporsi tubuh berubah, bayi mulai memperlihatkan kecenderungan
bangun tubuh yang karaktesistik. Tiga bentuk bangun tubuh yang paling lazim adalah
ektomorfik, yang cenderung panjang dan langsing, endomorfik, yang cenderung bulat dan
gemuk, dan mesomorfik yang cenderung berat, keras, dan empat persegi panjang.
· Gigi
Rata-rata bayi mempunyai empat hingga enam gigi susu pada usia satu tahun da 16 pada usia dua
tahun. Gigi yang pertama muncul adalah gigi depan, sedangkan yang terakhir adalah geraham.
Empat gigi susu yang terakhir biasanya baru muncul pada tahun pertama masa kanak-kanak.
· Susunan Saraf
Pada waktu lahir, berat otok adalah seperdelapan berat total bayi. Pertambahan berat otat paling
pesat pada usia dua tahun. Otak kecil yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan
pengendalian tubuh, bertambah beratnya tiga kali lipat satu tahun sesudah kelahiran. Ini berlaku
juga untuk otak besar.
· Perkembangan Organ Perasa
Pada usia tiga bulan, otot mata sudah cukup. Terkoordinasi untuk memungkinkan mereka
melihat sesuatu secara jelas dan nyata dan sel-sel kerucut sudah berkembang baik untuk
memungkinkan mereka melihat warna. Pendengaran berkembang pesat selama waktu ini.
Penciuman dan pengecapan yang berkembang baik pada waktu kelehiran, terus membaik selama
masa bayi. Bayi sangat tanggap terhadap semua perangsang kulit karena tekstur kulit mereka
yang tipis dan karena semua organ perasa yang berhubungan dengan peraba, tekanan, rasa, sakit
dan suhu berkembang dengan baik.

3.3. Perkembangan Emosi (0-2 Tahun)

· Kemarahan, perangsang yang lazim membangkitkan kemarahan bayi adalah campur


tangan terhadap gerakan-gerakan mencoba-cobanya, menghalangi keinginannya, tidak
mengizinkan mengerti sendiri dan tidak memperkenankannya melakukan apa yang dia inginkan.
· Ketakutan, perangsang yang paling mungkin membangkitkan ketakutan bayi adalah suara
keras, orang, barang, dan situasi asing, ruangan gelap, tempat tinggi dan binatang.
· Rasa ingin tahu, setiap mainan atau barang baru dan tidak biasa adalah perangsang untuk
keingintahuan, kecuali jika sesuatu yang baru itu begitu tegas sehingga menimbulkan ketakutan.
· Kegembiraan, hal ini dirangsang oleh kesenangan fisik. Pada bulan kedua atau ketiga, bayi
bereaksi pada orang yang mengajaknya bercanda, menggelitik, mengamati dan
memperhatikannya. Afeksi, setiap orang yang mengajaknya bermain, mengurus kebutuhan
jasmaninya atau memperlihatkan afeksi akan merupakan perangsang untuk afeksi mereka.
3.4. Perkembangan Bahasa (0-2 Tahun)

• Usia nol sampai dua bulan, anak sudah memiliki kemampuan menggunakan bahasa tubuhnya
untuk mengungkapkan atau menerima hubungan dengan orang lain.
• Usia tiga bulan, anak sudah menunjukkan kemampuan vocalnya. Anak mulai tersenyum dan
mampu mengeluarkan suara. Biasanya bunyi yang keluar dari mulut anak adalah ‘eee’.
• Usia empat bulan, anak dapat berbicara menggunakan suara tenggorokan yang berbunyi ‘rrr’.
• Usia lima bulan, anak sudah bisa tertawa dan bergumam.
• Usia enam bulan, anak sudah dapat merangkai kata.
• Usia tujuh sampai delapan bulan, anak sudah dapat mengeluarkan kata-kata sederhana, seperti
mama, papa, mam-mam, dan anak suka mengoceh.
• Usia sembilan bulan, anak sudah dapat mengenal kata dan pengetahuan bahasa yang dimiliki
mulai beraneka ragam. Anak mulai mengenal kata-kata sederhana dan perintah.
• Usia sepuluh bulan, anak sudah dapat menghubungkan kata-kata dengan gerakan dan
mengulangi kata-kata tersebut.
• Usia sebelas sampai duabelas bulan, anak sudah dapat berbicara tetapi hanya menggunakan
bahasanya sendiri.
• Usia tigabelas sampai delapanbelas bulan, biasanya anak hanya meniru suara-suara yang
didengarnya. Anak hanya dapat mencakup tigapuluh kata saja.
• Usia dua tahun, anak sudah banyak memiliki pembendaharaan kata. Anak juga sering bertanya
kepada orang tu dengan hal-hal yang baru ia temui.

3.5. Perkembangan Sosial (0-2 Tahun)


• Pada usia satu bulan, anak mulai melihat wajah orang-orang yang ada disekitarnya, seperti
wajah ibu, bapak, dan keluarga lainnya.
• Pada usia dua sampai tiga bulan, anak dapat membedakan manusia dari benda-benda mati dan
anak tau bahwa manusialah yang memenuhi kebutuhann-kebutuhannya. Anak juga tampak tidak
senang atau kadang-kadang menangis apabila ditinggal sendirian dan nampak senang apabila
didekati orang lain.
• Pada usia empat sampai lima bulan, anak ingin digendong oleh siapa saja yang mendekatinya.
Anak akan memberikan reaksi yang berbeda pada wajah-wajah yang tersenyum, suara-suara
yang ramah dan suara-suara yang kencang. Anak juga mencoba menarik perhatian bayi lain
dengan cara melambungkan badan ke atas dan ke bawah, menendang, tertawa, bermain-main
dengan ludah, dan tersenyum dengan bayi lain
• Pada usia enam sampai tujuh bulan, anak dapat membedakan teman dan orang asing dengan
tersenyum padanya.. Pada usia ini anak juga memperlihatkan reaksi terhadap orang dewasa, yang
mana anak hanya tertarik pada orang tertentu.
• Pada usia delapan sampai sembilan bulan, anak mencoba meniru kata-kata, isyarat, dan
gerakan- gerakan sederhana dari orang lain. Anak juga merasa ketakutan bila didekati oleh orang
yang belum dikenalinya.
• Pada usia sepuluh sampai tiga belas bulan, anak mencoba meremas pakaian dan rambut anak
lain, meniru perilaku dan suara-suara mereka, dan bekerja sama dalam menggunakan mainan,
meskipun kadang mereka bingung bila anak lain mengambil mainannya
• Pada usia tigabelas sampai delapanbelas bulan, berebut mainan dengan anak lain sudah
berkurang, malahan anak lebih suka berbagi dan bekerja sama dengan anak lainnya. Pada usia ini
anak memiliki sifat yang keras kepala, tidak mau mengikuti permintaan atu perintah dari orang
dewasa.
• Pada usia delapanbelas sampai duapuluhempat bulan, anak lebih berminat bermain dengan
anak lain dan menggunakan bahan-bahan permainan untuk membentuk hubungan sosial dengan
anak yang lain. Anak juga bekerja sama dengan kegiatan rutinitas seperti berpakaian, makan, dan
mandi.

3.6. Perkembangan Motorik (0-2 Tahun)


• Pengendalian mata
Reaksi mata terhadap rangkaian benda-benda bergerak dimulai kira-kira duabelas jam setelah
lahir. Gerakan mata seolah-olah mencari-cari sesuatu terjadi antara umur minggu ketiga dan
keempat. Gerakan mata horizontal terjadi antara bulan kedua dan ketiga. Sedangkan gerakan
mata vertical terjadi antara bulan ketiga dan keempat, dan gerakan mata berputar terjadi beberapa
bulan kemudian.
• Tersenyum
Gerak refleks tersenyum atau senyum sebagai reaksi terhadap rangsangan perabaan muncul
dalam minggu pertama. Sedangkan antara bulan ketiga dan keempat, anak sudah bias membalas
reaksi senyuman dari orang lain.
• Menahan kepala
Pada usia satu bulan, anak sudah dalam posisi tengkurap dan dapat menahan kepala secara tegak.
• Memegang
Pada umumnya sekitar enambelas minggu anak belum kontak dengan obyek. Anak melihat
obyek tertentu tetapi belum memegangnya. Pada umur sekitar duapuluhminggu, anak menyentuh
obyek dan berusaha memegangnya tetapi meskipun belum dapat. Sekitar duapuluhdelapan
minggu, anak berusaha memegang benda dan telapak tangan turut aktif. Sekitar tigapuluhenam
minggu, jari-jari telunjuk mulai memainkan peranan. Sekitar limapuluhdua minggu, koordinasi
antara ibu jari dan telunjuk sudah dapat memegang benda walau masih belum ada bantuan dari
jari-jari yang lain.
Anak waktu suatu benda, selama bulan-bulan pertama menggunakan kedua tangannya sama
baiknya. Hal ini disebut ambidextrous. Pada saat itu anak menggunakan tangan kanan dan tangan
kirinya secara berganti-ganti tergantung letak benda yang diraihnya. Kalau letak benda lebih
dekat dengan tangan kanan, maka ia mengambil dengan tangan kanannya, begitu sebaliknya.
Dengan ini maka perlu bimbingan agar anak lebih senang menggunakan tangan kanannya. Bagi
individu yang mempunyai pusat Broca (pusat motorik bicara) diotak kanan, pada umumnya
kidal. Mereka lebih senang menggunakan tangan kirinya karena tangan kanan lebih kuat dari
pada tangan kanannya. Kalau anak dipakasa menggunakan tangan kanannya dapat menghambat
perkembanga dan mengakibatkan stres pada anak. Tetapi anak dapat dilatih menggunakan tangan
kanannya untuk kegiatan ringan, misalnya berjabat tangan dan makan.
• Merangkak
Seorang anak pada umur sekitar delapan bulan dalam keadaan tengkurap, sudah dapat menarik
lututnya ke muka melalui badanya. Kira-kira setengah bulan kemudian, anak dapat bergerak
maju dengan menarik badannya diatas lantai dengan bantuan gerakan tangan dan kakinya. Perut
bekum diangkat, kepala berpaling ke arah bagian tangan tangan dan kaki yang ditekuk.
Merangkak seperti ini disebut homolateral. Sekitar umur sepuluh bulan anak merangkak dengan
tangan dan lututnya, selanjutnya lima hari kemudian anak merangkak dengan tangan dan
kakinya. Merangkak ini disebut bilateral.
• Berjalan
Pada waktu anak pertama kali berjalan dengan bantuan (titah jiwa), tumit belum menyentuh
lantai, langkah pendek dan tidak teratur. Panjang langkah meningkat sampai anak berumur
limabelas bulan, dan setelah itu baru langkah anak teratur.
Pada saat anak berjalan tanpa bantuan, sampai dengan akhir tahun kedua, lebar langkah
meningkat. Pada permulaan anak berjalan sendiri, badan ditegakkan, kepala tegak, penglihatan
lebih lebih diarahkan kedepan dari pada ke lantai. Gaya berjalan seperti ini untuk membantu
mempertahankan keseimbangan badan walaupun kenyataannya anak masih sering jatuh. Hal ini
karena koordinasi umum msih kurang baik, dan anak mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga
anak kehilangan keseimbangan.
Sebelum masa bayi berakhir, anak sudah memperolehbeberapa keterampilan yang berguna untuk
kehidupan sehari-hari. Dengan masa bayi yang sangat pendek, menyebabkan keterampilan-
keterampilan tersebut belum sempurna tetapi dapat merupakankan dasar untuk mengembangkan
keterampilan nasa-masa berikutnya. Keterampilan tersebut antara lain ialah:
• Anak pada umur delapan bulan sudah dapat memegang botol susu, setelah botol tersebut
dimasukan ibunya ke dalam mulutnya. Pada umur sembilan bulan, anak sudah dapat
memasukkan botol susu kedalam mulut, maupaun mengeluarkannya tanpa bantuan. Anak pada
umur duabelas bulan sudah dapat minum dengan cangkir yang dipegang dengan kedua belah
tangannya, dan beberapa bulan kemudian dapat memegang dengan satu tangan.
• Untuk kegiatan makan, anak pada umur tigabelas bulan sudah dapat makan sendiri dengan
bantuan sendok. Dan sebulan atau dua bulan berikutnya sudah dapat makan menggunakan garpu
walaupun banyak jatuh di lantai. Pada umur dua tahun, anak sudah dapat makan dengan sendok
tanpa menumpahkan makanan.
• Pada sekitar umur dua tahun, anak sudah dapat mengenakan dan melepaskan pakaiannya,
walaupaun kalau memakai celana masih dengan duduk. Anak juga sudah dapat menyeka muka,
sikat gigi, menyisir rambut, dengan caranya sendiri.
• Untuk keterampilan kaki, anak belajar melompat dari tempt tinai denagn gerakan menyerupai
berjalan. Sebelum anak berumur dua taun. Banyak yang sudah dapat berjalan menyamping dan
mundur dengan bantuan, anak dapat berdiri denagn satu kaki, dan dapat berjalan berjinjit.
• Sebelum anak dapat berjalan, sudah dapat naik tangga dengan merangkak. Waktu menuruni
tangga, anak merangkak mundur. Setelah dapat berjalan, anak naik turun tangga dengan
memegang anak tangga dan mulanya kaki yang satu melangkah pada tangga diatasnya, diikuti
kaki yang satu lagi, di letakkan disamping kaki yang sudah melangkah sebelumnya. Cara yang
sama digunakan untuk turun tangga.

3.7. Perkembangan Kognitif (0-2 Tahun)

Pada usia 1 – 2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Pada usia ini, anak
mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa hal berikut ini :
1. Belajar melalui pengamatan/ mengamati.
Mulai usia 13 bulan, anak sudah mulai mengamati hal-hal di sekitarnya. Banyak “keajaiban” di
sekitarnya mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering
dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi kemudian setelah
anak melakukan suatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya. Pada usia 19 bulan, anak sudah
dapat mengamati lingkungannya lebih detail dan menyadari hal-hal yang tidak semestinya terjadi
berdasarkan pengalamannya.
2. Meniru orang tua.
Anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai
mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah hal-hal
yang umumnya dilakukan orang tua. Pada usia 19 bulan, anak sudah banyak dapat meniru
perilaku orangtua.
3. Belajar konsentrasi.
Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini dapat
dilihat pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk
berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di sekelilingnya.
Kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar 10 menit.
4. Mengenal anggota badan.
Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat diajarkan untuk mengucapkan kata-kata. Anak-anak
akan merasa sangat senang jika orangtua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota
tubuhnya sambil menunjukkan anggota tubuhnya.
5. Memahami bentuk, kedalaman, ruang dan waktu.
Pada tahun kedua, anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui
pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi atau rendah benda (kedalaman) dan
membedakan kesempatan berdasarkan tempat (ruang ) dan waktu. Pemahaman ini mulai tampak
pada usia 18 – 24 bulan.
6. Mulai mampu berimajinasi.
Kemampuan berimajinasi atau membentuk citra abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak
sudah mulai menampakkan kemampuan untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.
7. Mampu berpikir antisipatif.
Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21 – 23 bulan. Anak tidak sekedar
mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat
mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya.
8. Memahami kalimat yang terdiri dari beberapa kata.
Pada usia 12 – 17 bulan, anak sudah dapat memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian
beberapa kata. Selain itu, anak juga sudah dapat mengembangkan komunikasi dengan
menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah. Pada usia 13 bulan, anak sudah mulai
dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Pada usia 17 bulan,
umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti diri dan merangkainya dengan beberapa
kata sederhana dan mengutarakan pesan-pesan seperti: “ Adik mau susu.”
9. Cepat menangkap kata-kata baru.
Pada usia 18 – 23 bulan, anak mengalami perkembangan yang pesat dalam mengucapkan kata-
kata. Perbendaharaan kata anak-anak pada usia ini mencapai 50 kata. Selain itu, anak sudah
mulai sadar bahwa setiap benda memiliki nama sehingga hal ini mendorongnya untuk
melancarkan kemampuan bahasanya dan belajar kata-kata baru lebih cepat

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Berdasarkan analisa diatas penulis menyimpulkan bahwa Ayra sudah berada pada tahap
perkembangan yang normal, dimana Ayra sudah dapat berbicara sesuai dengan apa yang ingin ia
lakukan, jadi dia sudah bisa berpikir untuk melakukan sesuatu atau berbicara sesuatu.
Anak ini juga makin sering bertanya sebagai ungkapan rasa keingintahuannya, seperti "kenapa?",
"sedang apa?", "mau ke mana?"
Ini Membuktikan bahwa perkembangan bahasa yaitu dalam hal ini pemerolehan bahasa pada
Ayra sudah termasuk normal sesuai dengan tahapan perkembangan berbicaranya.
Pada usia ini, Ayra sudah mulai bisa mengerti penjelasan sederhana. Dapat dilihat respon dan
reaksinya disaat ibu atau orang terdekatnya berkomunikasi kepadanya; jika ia melakukan apa
yang kita inginkan, dari itu dapat diartikan dia cukup mengerti kalimat orang lain. Ayra sangat
menyukai permainan peran karena hal itu permainan mengasikkan buat dia sebagai salah satu
cara mengekspresikan perasaan, dan keingintahuan.

4.2. SARAN

· Sebaiknya orang tua memperhatikan karakteristik anaknya seperti apa dan dilakukan
pendekatan secara lebih. Karena anak membutuhkan tempat atau sandaran untuk merasakan
kenyamanan, keamanan, dan kedamaian.
· Berilah anak ruang untuk bergerak dan kebebasan untuk bermain, berfantasi,
bereksplorasi, karena hal ini dapat melatih daya motorik dan kreasi anak dan hindarkan dari
benda-benda atau tempat yang berbahaya.
· Ajaklah mereka berkomunikasi dan berbicara serta meluruskan apabila mereka terjadi
kesalahan dalam pelafalan kata.