Anda di halaman 1dari 7

LEMBAR JAWABAN TUGAS ONLINE

TO_01:_PANCASILA
NAMA : MIRANDA APRILIANA
NIM/ANGKATAN : P17331183046/2018-2019
PROGRAM STUDI : PANCASILA
KELAS : TINGKAT I
No. URUT DAFTAR HADIR: 45

JAWABAN TUGAS

1. Profesi bidan perlu mempelajari Pancasila

2. Dewasa ini telah terjadi perubahan-perubahan yang sangat pesat dan luas di seluruh dunia
sebagai akibat adanya kemajuan daya nalar/pikir manusia termasuk era globalisasi ini.
perubahan-perubahan yang dinamis itu dapat dirasakan dalam pembangunan Nasional.
bangsa indonesia bisa mempertahankan nilai-nilai pancasila dengan cara bangsa
indonesia dengan cara memantapkan kesetiannya dengan pancasila dengan cara
menghayati, mengamalkanya dalam segala bidang kehidupan ekonomi, sosial budaya
kehidupan manusia tanpa mengenal nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dapat mengakibatkan
mereka kehilangan nilai-nilai etika,moral dan spiritual. tanpa kemanusian yang adil dan
beradap kemajuan dibidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi justru akan
memperosokkan nilia-nilai kemanusiaan kedalam tempat yang rendah. tanpa nilai
persatuan dan kesatuan bangsa indonesia akan mengalami perpecahan dari dalam
misalkan permusuhan antar suku bangsa, permusuhan antar agama atau ras. tanpa nilai
kedaulatan rakyat, dapat disaksikan timbulnya kekuatan kekuatan pemerintah yang
sewenang-wenang yang akhirnya terjadi pertentangan antara pemerintah dan rakyat.
tanpa nilai keadilan sosial, dapat saksikan kesenjagan sosial dalam masyarakat, akan
terjadi kecemburuan sosial antara sikaya dan simiskin. lebih lanjut hal ini dapat
menimbulkan keresahan dan perpecahan yang selanjutnya dapat membahayakan
kelestarian hidup berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu , nilai-nilai luhur terkandung
dalam pancasila mutlak harus dihayati dan diamalkan oleh masyarakat oleh masyarakat
indonesi, agar kita dapat terhindar dari akibat-akibat buruk yang dibawa oleh zaman
tersebut. Nilai-nilai persatuan tapi universal yang terkandung dalam pancasila dapat
menjadi jati diri bangsa indonesia.
Pengamalan pancasila bagi bidan sangat penting, seorang bidan melaksanakan pancasila
dengan baik dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi warganegara yang baik dan
menjadi tenaga kesehatan yang profesional.

3. Dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat dan harmunis Seorang bidan yang
profesional, perlu mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Pelaksanaan
Pancasila secara subyektif yaitu sesui dengan pengamalan butir-butir pancasila.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


a) Ikut mendoakan kesembuhan pasien meskipun berbeda keyakinan.
b) Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berdoa atau sembahyang sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing sebelum dan sesudah melakukan tindakan
keperawatan.
c) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah masing-
masing jika antara perawat maupun dokter berbeda keyakinan dengan pasien.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
a) Memberikan pelayanan yang adil tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama,
kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya sesuai dengan
penyakit yang diderita pasien.
b) Dalam merawat pasien hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian dengan tidak
memperlakukan pasien dengan semena-mena.
c) Bidan merawat pasien dengan penuh perasaan cinta, serta sikap tenggang rasa dan tepa
selira.
d) Membela pasien (Patien Advocate) pada saat terjadi pelanggaran hak-hak pasien, sehingga
pasien merasa aman dan nyaman.
e) Bidan memberikan informasi dengan jujur dan memperlihatkan sikap empati yaitu turut
merasakan apa yang dialami oleh pasien
f) Meningkatkan dan menerima ekspresi perasan positif dan negatif pasien dengan
memberikan waktu untuk mendengarkan semua keluhan dan perasaan pasien.
3. Persatuan Indonesia
a) Mengembangkan kerjasama sebagai tim dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
b) Mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien daripada kepentingan pribadi.
c) Selalu bersikap ramah terhadap klien dalam memberikan pelayanan
d) Tidak membeda-bedakan status,ras,suku,pangkat,dan golongan setiap individu
manusia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan.
a) Sebelum melakukan tindakan perawatan kepada pasien perawat hendaknya
mengutamakan musyawarah dengan pasien dan keluarga pasien dalam mengambil keputusan.
b) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur serta
dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan
martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan kesatuan
demi kepentingan bersama.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a) Mengembangkan sikap adil dengan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
terhadap semua pasien.
b). Perawatan pasien dilaksanakan dengan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan
antara pasien, keluarga pasien, perawat, dokter serta tim paramedis dan medis lainnya.
c) Seorang bidan memiliki hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang dan
kode etik kebidanan.

4. Jelaskan bagaimana peran profesi bidan dalam turut serta di dalam pemberantasan kemiskinan
masyarakat melalui pelayanan profesinya!!

Peran bidan di masyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia,
memberi semangat, membesarkan hati dan mendampingi, serta menolong ibu melahirkan dapat
merawat bayinya dengan baik.Sebagai seorang bidan janganlah memilih-milih klien miskin atau kaya
karena tugas seorang bidan adalah membantu ibu, bukan mengejar materi. Pasien wajib
memberikan hak kepada ibu bidan yang telah menolong persalinan ibu melahirkan.
Terkait peran dan dan fungsi bidan yang mana dalam pelaksanaan profesinya, bidan memiliki peran
dan tugas. Adapun pelayanan bidan kepada masyarakat dalam pemberantasan kemiskinan yaitu,
5. Dengan cara bagaimanakah profesi bidan dapat berperan serta mendukung kegiatan untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa? Jelaskan !

Pada tahun 1952 mulai diadakan pelatihan bidan secara formal agar dapat meningkatkan
kualitas pertolongan persalinan. Perubahan pengetahuan dan keterampilan tentang
pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh di masyarakat dilakukan melalui
kursus tambahan yang dikenal dengan istilah Kursus Tambahan Bidan (KTB) pada tahun 1953
di Yogyakarta yang akhirnya dilakukan pula dikota-kota besar lain di nusantara. Seiring
dengan pelatihan tersebut didirikanlah Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). Dari BKIA inilah
yang akhirnya menjadi suatu pelayanan terintegrasi kepada masyarakat yang dinamakan
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada tahun 1957. Puskesmas memberikan
pelayanan berorientasi pada wilayah kerja. Bidan yang bertugas di Puskesmas berfungsi
dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk pelayanan keluarga
berencana. Mulai tahun 1990 pelayanan kebidanan diberikan secara merata dan dekat
dengan masyarakat. Kebijakan ini melalui Instruksi Presiden secara lisan pada Sidang Kabinet
Tahun 1992 tentang perlunya mendidik bidan untuk penempatan bidan di desa. Adapun
tugas pokok bidan di desa adalah sebagai pelaksana kesehatan KIA, khususnya dalam
pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas serta pelayanan kesehatan bayi baru lahir,
termasuk. Pembinaan dukun bayi.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya bidan di desa melaksanakan kunjungan rumah
pada ibu dan anak yang memerlukannya, mengadakan pembinaan pada Posyandu di wilayah
kerjanya serta mengembangkan Pondok Bersalin sesuai denga kebutuhan masyarakat
setempat. Hal tersebut di atas adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan di desa.
Pelayanan yang diberikan berorientasi pada kesehatan masyarakat berbeda halnya dengan
bidan yang bekerja di rumah sakit, dimana pelayanan yang diberikan berorientasi pada
individu. Bidan di rumah sakit memberikan pelayanan poliklinik antenatal, gangguan
kesehatan reproduksi di poliklinik keluarga berencana,senam hamil, pendidikan perinatal,
kamar bersalin, kamar operasi kebidanan, ruang nifas dan ruang perinatal.
Bidan dalam melaksanakan peran, fungsi dan tugasnya didasarkan pada kemampuan
dan kewenangan yang diberikan. Kewenangan tersebut diatur melalui Peraturan Menteri
Kesehatan (Permenkes). Permenkes yang menyangkut wewenang bidan selalu mengalami
perubahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

Permenkes tersebut dimulai dari:

1. Permenkes No. 5380/IX/1963, wewenang bidan terbatas pada pertolongan


persalinan normal secara mandiri, didampingi tugas lain.
2. Permenkes No. 363/IX/1980, yang kemudian diubah menjadi Permenkes 623/1989
wewenang bidan dibagi menjadi dua yaitu wewenang umum dan khusus ditetapkan
bila bidan meklaksanakan tindakan khusus di bawah pengawasan dokter. Pelaksanaan
dari Permenkes ini, bidan dalam melaksanakan praktek perorangan di bawah
pengawasan dokter
3. Permenkes No. 572/VI/1996, wewenang ini mengatur tentang registrasi dan
praktek bidan. Bidan dalam melaksanakan prakteknya diberi kewenangan yang
mandiri. Kewenangan tersebut disertai dengan kemampuan dalam melaksanakan
tindakan.
4. Kepmenkes No. 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktek bidan
revisi dari Permenkes No. 572/VI/1996. Dalam melaksanakan tugasnya, bidan
melakukan kolaborasi, konsultasi dan merujuk sesuai dengan kondisi pasien,
kewenangan dan kemampuannya.

6. Deskripsikan peran apa yang dapat dilakukan kampus sebagai “laboratorium demokrasi” dan sekaligus
memberikan tauladan bagi kehidupan demokrasi dalam masyarakat. Deskripsikan dengan disertai
argumnentasinya.