Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

HUKUM BISNIS CV DAN PT

DISUSUN OLEH

YETY NINGSY

BICI 14 060

UNIVERSITAS HALUOLEO

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

JURUSAN AKUNTANSI

2015
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dalam dunia bisnis telah dikenal bentuk-bentuk badan usaha, baik itu yang
perseorangan maupun yang bekerjasama (corporation). Badan usaha yang
bekerjasama (corporation) juga dikelompok-kelompokan sesuai jenis dan macamnya
seperti PT, CV, Firma dan lain sebagainya.

Terkadang masih banyak orang yang bingung untuk membedakan masing-masing


jenis bentuk badan usaha corporation, diantaranya PT dan CV. Masih banyak yang
bingung mengenai pemegang kekuasaan, modal, pembagian keuntungan, peran dan
tanggung jawab, dasar hukum dan lain sebagainya.

Secara umum perusahaan artinya tempat terjadinya kegiatan produksi dan


berkumpulnya semua faktor produksi untuk digunakan dan dikoordinir demi
memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. Berdasarka definisi diatas
maka dapat dilihat adanya lima unsur penting dalam sebuah perusahaan, yaitu
organisasi, produksi, sumber ekonomi, kebtuhan dan cara yang menguntungkan. Setiap
perusahaan ada yang terdaftardipemerintah da nada pula yang tidak Bagi perusahaan
yang terdaftar di pemerintah , mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya.
Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah
secara resmi.

Banyak bentuk-bentuk perusahaan seperti perusaahaan perseorangan, pt, cv, firma dll.
Namun saat ni penulis akan mmbahas mengenai Perskutuan Komanditer (CV) dan
Perseroan Terbatas (PT). Di Indonesia sendiri banyak perusahaan yang menggunakan
bentuk CV dan PT, Oleh sebab itu penting bagi kita untuk mengetahui lebih dalam lagi
apa itu CV dan PT sehingga kita dapat mempertimbangkan bentuk usaha apa yang
ingin kita gunakan jika kita ingin membuka suatu usaha.

1. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka secara umum rumusan
masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Pengertian persekutuan komanditer (CV) dan (PT)


2. Apa jenis-jenis persekutuan komanditer (CV) dan (PT)
3. Bagaimana prosedur pendirian persekutuan komanditer (CV) dan (PT)
4. Perbedaan persekutuan komanditer (CV) dan (PT)
5. Kelebihan dan kelemahan persekutuan komanditer (CV) dan (PT)

2. Tujuan

Adapun tujuan yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Hukum Bisnis.


2. Untuk mengetahui pengertian CV dan PT
3. Untuk mengetahui jenis-jenis CV dan PT
4. Untuk mengetahui proses pendirian dan pembubaran CV dan PT
5. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan CV dan PT

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian persekutuan komanditer (CV) dan (PT)

1.) Pengertian CV

CV atau Commanditaire Vennontschap yang biasa disebut Persekutuan


Komanditer adalah suatu Perusahaan yang didirikan oleh satu atau beberapa orang
secara tanggung menanggung, bertanggung jawab secara seluruhnya atau secara
solider, dengan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang (Geldschieter), dan diatur
dalam KUHD.

CV pada konsepnya merupakan permitraan yang terdiri dari satu atau lebih mitra biasa
dan satu atau lebih mitra diam (Komanditer), yang secara pribadi bertanggung jawab
untuk semua utang permitraan, dan bertanggung jawab hanya sebesar kontribusinya.
Kehadiran mitra diam adalah ciri utama dari CV atau permitraan terbatas.

Dalam soal pengurusan Persekutuan, sekutu komanditer dilarang melakukan


pengurusan meskipun dengan surat kuasa. Ia hanya boleh mengawasi pengurusan jika
memang ditentukan demikian di dalam Anggaran Dasar persekutuan. Bila ketentuan ini
dilanggar, Pasal 21 KUHD memberi sanksi dimana sekutu komplementer bertanggung
jawab secara pribadi untuk keseluruhan.

Dalam CV hanya sekutu komplementer yang boleh mengadakan hubungan


terhadap pihak ketiga. Jadi yang bertanggung jawab kepada pihak ketiga hanya sekutu
komplementer. Persekutuan komanditer mempunyai dua macam sekutu, yaitu:

1) Sekutu Aktif

Sekutu komplementer adalah sekutu aktif yang menjadi pengurus persekutuan.

2) Sekutu Pasif

Sekutu komanditer adalah sekutu pasif yang tidak ikut mengurus persekutuan.
Kedua macam sekutu ini menyerahkan pemasukan pada persekutuan secara bersama
untuk memperoleh keuntungan bersama dan kerugian juga dipikul bersama secara
berimbang dengan pemasukan masing-masing. Apabila dikaji, ketentuan Pasal 19 –
Pasal 21 KUHD yang mengatur tentang firma, jelas bahwa persekutuan komanditer
adalah firma dalam bentuk khusus . kekhususan itu terletak pada eksistensi sekutu
komanditer yang tidak ada pada firma. Firma hanya mempunyai sekutu aktif yang
disebut firmant.

2.) Pengertian PT
Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah
suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-
saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena
modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan
kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan


tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi
pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat
memiliki lebih dari satu saham yang m enjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik
saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki.
Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang
tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan
mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang
disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang
diperoleh perseroan terbatas.

Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang
diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa
menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut

PT mensyaratkan minimal modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas
Perseroan minimal 25%nya, untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. Jadi,
misalnya seorang pengusaha ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro
jasa, perdagangan, catering, dll dengan modal awal yang tidak terlalu besar, dapat
memilih CV sebagai alternatif Badan Usaha yang memadai.

Perbedaan yang mendasar antara PT dan CV adalah, PT merupakan Badan Hukum,


yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang
terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Jadi, PT dapat bertindak keluar baik di
dalam maupun di muka pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat
memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, dia merupakan Badan Usaha yang
tidak berbadan hukum, dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan
CV.

B.) Jenis-jenis CV dan PT

Dilihat dari segi hubungan hukum dengan pihak ketiga, persekutuan komanditer
dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu persekutuan komanditer diam-diam, persekutuan
komanditer terang-terangan, dan persekutuan komanditer atas saham.

v Persekutuan komanditer diam-diam

Pihak ketiga mengetahui persekutuan ini sebagai firma, tetapi mempunyai sekutu
komanditer. Hubungan ke luar menggunakan nama firma, sedangkan hubungan ke
dalam antar sekutu berlaku hubungan sekutu komplementer dan sekutu komanditer.
Persekutuan komanditer diam-diam dapat disimpulkan dari ketentuan Pasal 19-Pasal
21 KUHD. Dengan demikian, KUHD tidak melarang adanya persekutuan komanditer
diam-diam.

v Persekutuan komanditer terang-terangan

Pihak ketiga mengetahui secara terang-terangan bahwa persekutuan ini adalah


persekutuan komanditer. Hal ini dapat diketahui dari penggunaan nama kantor,
misalnya, CV Musi Jaya, surat keluar dan masuk menggunakan bentuk hukum CV
bukan firma. Persekutuan komanditer terang-terangan tidak diatur secara khusus dalam
KUHD sebab persekutuan komanditer pada hakikatnya adalah firma dengan
kekhususan mempunyai sekutu komanditer. Jadi,ketentuan-ketentuan yang berlaku
bagi firma dapat diikuti. Sedangkan ketentuan mengenai sekutu komanditer diatur
dalam anggaran dasar.

v Persekutuan komanditer atas saham

Modal persekutuan komanditer dibagi atas saham-saham. Persekutuan semacam ini


tidak diatur dalam KUHD, tetapi tidak dilarang oleh undang-undang. Pembentukan
modal dengan menerbitkan saham diperbolehkan (Pasal 1337 KUHPer). Sifat
kepribadian kekeluargaan pada persekutuan komanditer atas saham mulai mengendor
jika dibandingkan dengan persekutuan komanditer terang-terangan yang pada
hakikatnya adalah firma. Hal ini terbukti dari saham yang dapat dialihkan kepada pihak
lain yang bukan keluarga, bukan kerabat dekat, ataupun bukan teman karib.

Contoh CV yang terkenal di indonesia adalah

1. CV. GRAHA CIPTA MANDIRI

CV. GRAHA CIPTA MANDIRI berkedudukan di Medan dan mempunyai cabang atau
perwakilan di tempat lain yang ditentukan oleh direksi. Adapun Maksud dan tujuan
perseroan ini adalah :

Ø Menjalankan usaha dalam bidang pembangunan dan konstruksi baik sebagai


pemborong bangunan/kontraktor maupun sebagai pemborong bangunan rumah-rumah
(real estate), perencanaan, pelaksanaan, maupun pembuatan gedung-gedung,
jembatan-jembatan, jalan-jalan, pengairan, irigasi, Pengadaan Barang dan Jasa,
Survey dan Pemetaan, baik dengan langsung maupun dengan tidak langsung yang
berhubungan dengan itu dan dalam arti kata yang seluas-luasnya.

Ø Menjalankan usaha-usaha dalam bidang perdagangan penyedia barang dan jasa


padabidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan baik instansi pemerintah
maupun swasta juga termasuk import, eksport, interinsuler, lokal dan eceran, grosir,
distributor dan agen/perwakilan dan segala macam barang dagangan.
Ø Mendirikan dan menjalankan perusahaan dalam jasa pengadan bidang Teknologi
Mutimedia, Pembuatan Program dan Design Digital Multimedia termasuk membuat
video digital, Video Dokumenter, foto digital, design dan cetak Spanduk, Banner, Baliho,
neon box dan buku, dll.

1. CV Mitra Informatika

CV Mitra Informatika berdiri pada tahun 2010, yaitu sebuah perusahaaan yang bergerak
di bidang teknologi informasi yang berfokus pada pengembangan sistem informasi,
teknologi internet dan telekomunikasi.Motto kami “IT Specialist “ merupakan potret
penyedian jasa solusi atas kebutuhan mitra kami dalam pengembangan, paket
pendidikan dan pelatihan di bidang teknologi informasi

Tim Mitra Informatika memiliki spesialisasi di bidang Teknologi Informasi dan Industri
Telekomunikasi, sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif dan aktual
mengenai pemanfaatan IT bagi para mitra.

2.) Jenis-Jenis PT

Ada 6 macam perseroan terbatas yang umum, Yaitu :

 PT Tertutup

PT Tertutup adalah Perseroan Terbatas yang saham-sahamnya hanya dimiliki oleh


orang-orang tertentu tetapi setiap orang dapat ikut serta dalam modalnya. berdasarkan
UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas

Biasanya pemegang saham berasal dari famili sendiri atau sahabat karib. Surat
sahamnya dituliskan “atas nama”.

Ini dimaksudkan agar saham-saham tersebut tidak mudah dipindah-tangankan atau


dijual kepada orang lain. Tujuan mendirikan PT semacam ini mempunyai maksud-
maksud tertentu. Apabila pemegang saham berasal dari satu keluarga, pendirian PT
dimaksudkan untuk memelihara harta benda yang digunakan untuk usaha-usaha
tersebut.

 PT Terbuka

PT Terbuka adalah Perseroan Terbatas yang saham-sahamnya boleh dimiliki oleh


setiap orang. berdasarkan UU No. 40/2007 dan UU No. 8/1995 tentang Pasar
Modal Jadi setiap orang dapat ikut ambil bagian dalam modal perusahaan. Biasanya
saham-saham dari PT Terbuka bukan “atas nama” melainkan saham “atas tunjuk”,
sehingga mudah untuk dipindah-tangankan dengan menjualnya kepada orang lain.

 PT Kosong
PT Kosong adalah Perseroan Terbatas yang sudah tidak menjalankan usahanya lagi,
tinggal namanya saja. Karena masih terdaftar, PT ini dapat dijual untuk diusahakan lagi.
Biasanya PT Kosong menanggung utang yang sulit untuk dibayar tanpa menjual
seluruh saham-sahamnya.

 PT Asing

PT Asing adalah Perseroan Terbatas yang didirikan di luar negeri menurut hukum yang
berlaku di sana, dan mempunyai tempat kedudukan di luar negeri juga. Menurut pasal 3
Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UUPMA) dinyatakan bahwa perusahaan
asing yang akan melakukan investasi di Indonesia harus berbentuk PT yang didirikan
dan berlokasi di Indonesia, sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

 PT Domestik

PT Domestik adalah Perseroan Terbatas yang menjalankan kegiatan usahanya dan


berada di dalam negeri, juga mengikuti peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh
pemerintah setempat.

Contoh PT yang terkenal di Indonesia

PT HM Sampoerna Tbk. / PT Hanjaya Mandala Sampoerna.

adalah perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Surabaya,


Jawa Timur. Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga
Sampoerna, namun sejak Mei 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke
Philip Morris International, perusahaan rokok terbesar di dunia dari Amerika Serikat,
mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun. Beberapamerek rokok terkenal dari
Sampoerna adalah Dji Sam Soe dan A Mild. Dji Sam Soe adalah merek lama yang
telah bertahan sejak masa awal perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan ini juga
terkenal karena iklannya yang kreatif di media massa. Perusahaan ini meraih
kesuksessan dengan merek Dji Sam Soe pada tahun 1930-an hingga kedatangan
Jepang pada tahun 1942 yang memporak-porandakan bisnis tersebut. Setelah masa
tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan
membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern.
Nama perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat
kepopuleran rokok cengkeh di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi
rokok kretek saja.

PT Adira Quantum Multifinance atau yang lebih dikenal dengan nama Adira Kredit,
adalah salah satu perusahaan multifinance terdepan di Indonesia yang menguasai
bisnis dalam bidang pembiayaan barang – barang konsumen seperti elektronik,
komputer, furnitur dan peralatan rumah tangga. Berbagai terobosan maupun inisiatif
untuk memperkenalkan nama Adira Kredit terus menerus dilakukan guna
menempatkan Adira Kredit sebagai perusahaan pembiayaan konsumen yang terdepan
dan terkemuka. Pada tahun 2004, PT Adira Quantum Multifinance bergabung dengan
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Hal ini semakin menguatkan posisi perusahaan
sebagai perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia.

Sejak tahun 2008, merek dagang Adira Kredit mulai diperkenalkan untuk pertama kali
di pasar. Hinnga sampai sekarang Adira Kredit mampu bekerjasama dengan hampir
9.000 rekanan toko, yang tersebar luas di 250 kota di seluruh wilayah Indonesia.
Menjadi rekanan toko Adira Kreditmerupakan salah satu cara untuk mengembangkan
bisnis yaitu dengan cara memberikan solusi fasilitas pembiayaan berupa cicilan tetap
kepada konsumen guna memiliki barang – barang berkualitas dengan harga yang
terjangkau. Program promosi akan dilakukan dalam skala lokal sampai dengan skala
nasional, baik yang diadakan oleh Adira Kredit sendiri maupun promosi bersama
dengan merek – merek terkenal yang menjadi rekanan kami. Adira Kredit secara aktif
memberikan dukungan berupa media komunikasi dan juga program promosi. Media
komunikasi termasuk didalamnya spanduk, flyer, pricetag, poster, flag chain, dipercaya
dapat membantu mempromosikan fitur pembiayaan kredit di toko para pelanggan.

C.) Prosedur Pendirian CV dan PT

1. Prosedur Pendirian CV

Berikut ini adalah syarat-syarat yang perlu dipenuhi untuk mendirikan Persekutuan
Komanditer (CV).

1. Minimal 2 (dua) orang sebagai Pendiri Perseroan yang juga sekaligus bertindak
sebagai pemilik perseroan yang terdiri dari Pesero Aktif dan Pesero Pasif.
*minimal 2 artinya bisa lebih dari 2 orang..
2. Akta Notaris yang berbahasa Indonesia
3. Para pendiri CV haruslah Warga Negara Indonesia (WNI).
4. Kepemilikan perseroan 100% dimiliki oleh pengusaha lokal artinya tidak
diperbolehkan adanya keikutsertaan Warga Negara Asing (WNA).

Berikut ini panduan / prosedur mendirikan CV yaitu :


Hal yang harus dipersiapkan sebelum datang ke Notaris adalah adanya persiapan
mengenai :

1. Calon nama yang akan digunakan oleh CV tersebut


2. tempat kedudukan dari CV
3. Siapa yang akan bertindak selaku Persero aktif, dan siapa yang akan bertindak
selaku persero diam.
4. Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut (walaupun tentu saja dapat
mencantumkan maksud dan tujuan yang seluas-luasnya).

Untuk menyatakan telah berdirinya suatu CV, sebenarnya cukup hanya dengan akta
Notaris tersebut, namun untuk memperkokoh posisi CV tersebut, sebaiknya CV
tersebut di daftarkan pada Pengadilan Negeri setempat dengan membawa kelengkapan
berupa Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan NPWP atas nama CV yang
bersangkutan.

Sebenarnya semua itu tergantung pada kebutuhannya. Dalam menjalankan suatu


usaha yang tidak memerlukan tender pada instansi pemerintahan, dan hanya
digunakan sebagai wadah berusaha, maka dengan surat-surat tersebut saja sudah
cukup untuk pendirian suatu CV.

Namun, apabila menginginkan ijin yang lebih lengkap dan akan digunakan untuk
keperluan tender, biasanya dilengkapi dengan surat-surat lainnya yaitu:

1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP)


2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
3. Tanda Daftar Perseroan (khusus CV)
4. Keanggotaan pada KADIN Jakarta.

Pengurusan ijin-ijin tersebut dapat dilakukan bersamaan sebagai satu rangkaian


dengan pendirian CV dimaksud, dengan melampirkan berkas tambahan berupa:

1. Copy kartu keluarga Persero Pengurus (Direktur) CV


2. Copy NPWP Persero Pengurus (Direktur) CV
3. Copy bukti pemilikan atau penggunaan tempat usaha, dimana
4. Pas photo ukuran 3X4 sebanyak 4 lembar dengan latar belakang warna merah.
Jangka waktu pengurusan semua ijin-ijin tersebut dari pendirian sampai dengan
selesai lebih kurang selama 2 bulan.

o apabila milik sendiri, harus dibuktikan dengan copy sertifikat dan copy
bukti pelunasan PBB tahun terakhir.
o apabila sewa kepada orang lain, maka harus dibuktikan dengan adanya
perjanjian sewa menyewa, yang dilengkapi dengan pembayaran pajak
sewa (Pph) oleh pemilik tempat.
*sebagai catatan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta, untuk wilayah
Jakarta, yang dapat digunakan sebagai tempat usaha hanyalah Rumah
toko, pasar atau perkantoran. Namun ada daerah-daerah tertentu yang
dapat digunakan sebagai tempat usaha yang tidak membayakan
lingkungan, asalkan mendapat persetujuan dari RT/RW setempat

2. Prosedur Pendirian PT
Ada lima langkah utama dalam mendirikan PT, yaitu :

 Membuat akte perusahaan

Karena perusahaan berbadan hukum maka sangat mutlak perlu membuat akte
perusahaan Anda. Biasanya akte ini berisi informasi tentang nama perusahaan,
bergerak di bidang apa, nama para pemilik modal, modal dasar, modal disetor,
pengurus perusahaan seperti siapa direktur utama, direktur, dan para komisaris.

 Mendapatkan Surat Keterangan Domisili Usaha.

Ini Anda dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana perusahaan
Anda berdomisili. Berdasarkan surat ini, Camat mengeluarkan surat keterangan yang
sama.Untuk mendapatkan surat keterangan domisili, Anda memerlukan salinan akte
perusahaan Anda. Selain itu, petugas kelurahan kadang atau sering juga menanya
apakah tempat usaha disewa atau milik sendiri. Bila disewa, mereka menanya copy
perjanjian sewa menyewa. Bila milik sendiri, mereka meminta copy sertifikat tanah dan
IMB. Kadang, ada juga yang minta copy bukti bayar PBB- apakah sudah lunas atau
tidak.Biasanya, mengurus sk domisili dipungut biaya administrasi. Biaya administrasi ini
bervariasi dari satu kelurahan ke kelurahan lain.

 Mengurus NPWP perusahaan.

Untuk mendirikan perusahaan, NPWP perusahaan adalah mutlak. Untuk mendapatkan


NPWP, Anda memerlukan salinan akte perusahaan dan surat keterangan domisili.

Ada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah tertentu meminta copy SK Menteri
tentang Pengesahan Akte Pendirian Perusahaan. Ada juga yang hanya meminta akte
dan sk domisili.

Biasanya pembuatan NPWP hanya butuh 1/2 jam. Bila Anda memasukkan berkas di
pagi hari ke kantor pajak, pagi itu juga Anda bisa mendapat NPWP.

 Mendapatkan Surat Keputusan Pengesahan Akte Pendirian Perusahaan


dari Departemen Hukum dan HAM.

Untuk mendapatkan ini, diperlukan salinan akte perusahaan dan Surat Keterangan
Domisili.

 Mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

SIUP merupakan bagian dari proses mendirikan PT agar perusahaan Anda bisa
beroperasi.Mengurus SIUP relatif sama di berbagai tempat.

Secara umum, persyaratan untuk mendapatkan SIUP adalah sebagai berikut:


1. Mengisi Formulir pengajuan SIUP dengan materai dan cap perusahaan
2. Fotocopy Akte Pendirian
3. SK Menteri Hukum dan HAM tentang Pengesahan Akte Perusahaan
4. Surat Keterangan Domisili Usaha
5. Fotocopy KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
6. Fotocopy NPWP Direktur Utama/Direktur
7. Fotocopy Izin Gangguan (HO) untuk usaha-usaha tertentu
8. Pas Photo Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2
lembar)
9. Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6000) dan KTP
yang diberi kuasa

 Mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

TDP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan. Persyaratannya relatif


sama untuk berbagai daerah.

 Persyaratan untuk mendapatkan TDP adalah sebagai berikut:

1. Mengisi Formulir pengajuan TDP dengan materai dan cap perusahaan


2. Copy Akte Pendirian
3. Copy SK Menteri Hukum dan HAM tentang Pengesahan Akte Perusahaan
4. Copy Surat Keterangan Domisili Usaha
5. Copy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
6. Fotocopy KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
7. Fotocopy NPWP Direktur Utama/Direktur
8. Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6000) dan KTP
yang diberi kuasa

Itulah langkah-langkah utama untuk mendirikan perusahaan di republik ini secara


umum.

D.) Perbedaan persekutuan komanditer (CV) dan (PT)

1. Dilihat dari Bentuk Perusahaan :

 Perseroan Terbatas ( PT )

1. Bentuk Perusahaan Nomor 1 yang paling populer di Indonesia


2. Banyak digunakan untuk kegiatan usaha Kecil, Menengah atau Besar
3. PT adalah bentuk perusahaan yang berbadan hokum

 Perseroan Komanditer ( CV )

1. Bentuk perusahaan Nomor 2 yang banyak digunakan olel UKM “usaha kecil dan
menengah”
2. CV adalah badan usaha bukan badan hukum

2. Dilihat dari Dasar Hukum Pendirian Perusahaan :

 Perseroan Terbatas ( PT )

Pendirian PT harus sesuai dengan Undang-Undang PT Nomor 40 Tahun 2007 tentang


Perseroan Terbatas

 Perseroan Komanditer ( CV )

Tidak ada Undang-Undang atau peraturan yang secara khusus mengatur tentang
Pendirian Perseroan Komanditer atau CV

3. Dilihat dari Pendiri Perseroan :

 Perseroan Terbatas ( PT )

1. Jumlah pendiri perseroan minimal 2 (dua) orang


2. Para pendiri Perseroan adalah Warga Negara Indonesia
3. Warga negara asing dapat menjadi pendiri untuk Perseroan yang didirikan dalam
rangka Penanaman Modal Asing (PMA)

 Perseroan Komanditer ( CV )

1. Jumlah pendiri perseroan minimal 2 (dua) orang


2. Para pendiri Perseroan harus warga Negara Indonesia
3. Dilihat dari Nama Perseroan :

 Perseroan Terbatas (PT)

Pemakaian Nama PT diatur dalam pasal 16 Undang-Undang PT nomor 40 tahun 2007

1. Nama Perseroan harus didahulukan dengan frase “PERSEROAN TERBATAS”


atau disingkat “PT”
2. Nama Perseroan tidak boleh sama atau mirip dengan nama “PT” yang sudah
ada dan berdiri di wilayah Republik Indonesia seperti yang diatur oleh peraturan
Pemerintah No.26 Tahun 1998

 Perseroan Komanditer (CV)


Tidak ada Undang-undang atau peraturan yang secara khusus mengatur tentang
Pemakaian Nama Perseroan Komanditer atau CVArtinya : Kesamaan atau kemiripan
nama Perseroan diperbolehkan.

5. Dilihat dari Modal Perusahaan :

 Perseroan Terbatas (PT)

Berdasarkan Undang-undang No.40 Tahun 2007 modal dasar perseroan ditentukan


sebagai berikut ;

1. Modal dasar minimal Rp.50.000.000 (lima puluh juta) kecuali ditentukan lain oleh
Undang-undang atau Peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan
usaha tersebut di Indonesia
2. Dari modal tersebut minimal 25% atau sebesar Rp.12.500.000 harus sudah
ditempatkan dan disetor oleh para pendiri Perseroan selaku Pemegang Saham
Perseroan

 Perseroan Komanditer (CV)

Di dalam Akta CV tidak disebutkan besarnya Modal Dasar, Modal titempatkan atau
Modal disetor. Artinya:

1. Tidak ada kepemilikan saham di dalam anggaran dasar cv


2. Besarnya penyetoran modal ditentukan dan dicatat sendiri secara terpisah oleh
para pendiri.
3. Bukti penyetoran modal oleh para pendiri yang terdiri dari Persero Aktif dan
Persero Pasif dapat dibuat perjanjian sendiri yang disepakati oleh masing-
masing pihak
4. Dilihat dari Maksud dan Tujuan serta Kegiatan usaha :

 Perseroan Terbatas (PT)

PT dapat melakukan semua kegiatan usaha sesuai dengan maksud dan tujuan sesuai
jenis perseroan, seperti :

1. PT non Fasilitas meliputi kegiatan usaha : Perdagangan, Pembangunan


(Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian,
Percetakan, Perbengkelan dan Jasa
2. PT Fasilitas PMA
3. PT Fasilitas PMDN
4. PT Persero BUMN
5. PT Perbankan
6. PT Lembaga keuangan non Perbankan
7. PT Usaha Khusus meliputi kegiatan usaha, antara lain : Forwarding, Perusahaan
Pers, Perfilman dan Perekaman Video, Radio Siaran Swasta, Pariwisata,
Perusahaan Bongkar Muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut, Ekspedisi Muatan
Kapal Udara dan Pelayaran, dsb.

 Perseroan Komanditer (CV)

CV hanya dapat melakukan kegiatan usaha yang terbatas pada bidang : Perdagangan,
Pembangunan (Kontraktor) s/d Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian,
Percetakan dan Jasa.

CV memiliki keterbatasan dalam melaksanakan kegiatan usaha, karena beberapa


bidang usaha ditetapkan dalam peraturan harus berbentuk Perseroan Terbatas.

7. Dilihat dari Pengurus Perseroan :

 Perseroan Terbatas (PT)

Pengurus Perseroan Terbatas minimal 2 (dua) orang yang terdiri dari seorang Direksi
dan seorang Komisaris, kecuali untuk Perseroan Terbuka wajib memiliki paling sedikit 2
(dua) orang anggota Direksi.

Apabila Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang maka salah satu bisa diangkat
menjadi Direktur Utama dan Komisaris Utama.

Pengurus dapat juga sebagai Pemegang Saham Perseroan, kecuali ditentukan


Pengurus perseroan diangkat dan diberhentikan berdasarkan RUPS.

 Perseroan Komanditer (CV)

Pengurus Perseroan Komanditer minimal 2 (dua) orang yang terdiri dari Persero Aktif
dan Persero Pasif.

Persero Aktif adalah orang yang bertanggung jawab penuh melaksanakan kegiatan
perusahaan, termasuk kerugian yang harus ditanggung oleh harta pribadinya.

Persero Pasif adalah orang yang bertanggung jawab sebatas pada besarnya modal
yang diberikan kepada perusahaan.

8. Dilihat dari Proses Pendirian Perusahaan :

 Perseroan Terbatas (PT)

1. Relatif lebih lama dari CV


2. Pemakaian Nama PT harus mendapatkan persetujuan dari Menteri terlebih
dahulu untuk bisa digunakan
3. Anggaran Dasar PT harus mendapatkan Pengesahan Menteri Hukum & Hak
Asaso Manusia RI
4. Biaya yang dibutuhkan jauh lebuh besar

 Perseroan Komanditer (CV)


1. Relatif lebih cepat dari PT
2. Nama boleh sama dan tidak perlu mendapatkan persetujuan
3. Tidak perlu mendapatkan pengesahan Menteri dan cukup didaftarkan ke
Pengadilan Negeri setempat.

E.) Kelebihan dan kekurangan persekutuan komanditer (CV) dan (PT)

1. Kelebihan dan kelemahan CV :

v Kelebihan Persekutuan Komanditer :

1. Modal yang dikumpulkan lebih besar.


2. Anda lebih mudah menerima suntikan dana dikarenakan badan usaha
persekutuan komanditer sudah cukup populer di Indonesia.
3. Kemampuan manajemennya lebih besar.
4. Pendiriannya relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan perseroan terbatas
(P T).

v Kelemahan Persekutuan Komanditer :

1. Seperti yang telah saya terangkan diatas, sebagian anggota atau sekutu di
persekutuan
2. komanditer mempunyai tanggung jawab tidak terbatas.
3. Kelangsungan hidupnya tidak menentu.
4. Sulit untuk menarik kembali modal yang telah ditanam, terutama bagi sekutu
pimpinan.

Banyak sekali pemborong yang menggunakan badan usaha ini. Selain biayanya murah,
pendirian persekutuan komanditer juga tidak ribet. Tapi anda jangan kaget kalau tiba-
tiba kenalan anda yang seorang pemborong harus menjual harta benda pribadinya
karena misal, harga semen dan material lainnya naik.

Biasanya karena perusahaan pemborong tersebut berhutang kepada supplier atau toko
material. Dan hal itu bisa terjadi karena mereka, dalam hal ini sekutu pimpinan
mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas. Sudah jelas? Kalau sudah, silahkan
anda timbang baik buruknya anda menggunakan badan usaha CV ini.

2. Kelebihan dan kelemahan PT

v Kelebihan Perseroan Terbatas :


1. Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-
utang perusahaan. Maksudnya adalah jika anda termasuk pemegang sahamdan
kebetulan perusahaan punya utang, anda hanya bertanggung jawabsebesar
modal yang anda setorkan dan tidak lebih.
2. Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebabtidak
tergantung pada beberapa pemilik. Pemilik dapat berganti-ganti.
3. Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepadaorang lain.
4. Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volumeusahanya,
misalnya dengan mengeluarkan saham baru.
5. Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber-sumber
modal untuk itu secara efisien. Jadi jika anda mempunyai manajer tidak cakap,
anda bisa ganti dengan yang lebih cakap.

v Kelemahan Perseroan Terbatas :

1. PT merupakan subyek pajak tersendiri. Jadi tidak hanya perusahaan


yangterkena pajak. Dividen atau laba bersih yang dibagikan kepada para
pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai pajak pendapatan.Tentunya dari
pemegang saham yang bersangkutan.
2. Jika anda akan mendirikan perseroan terbatas, pendiriannya jauh lebihsulit dari
bentuk kepemilikan usaha lainnya. Dalam pendiriannya, PTmemerlukan akte
notaris dan ijin khusus untuk usaha tertentu.
3. Biaya pembentukannya relatif tinggi.
4. Bagi sebagian besar orang, PT dianggap kurang “secret” dalam hal dapur
perusahaan. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas perusahaan
harusdilaporkan kepada pemegang saham. Apalagi yang menyangkut laba
perusahaan.

F.) Berakhirnya CV dan PT

1. Berakhirnya CV

Berakhirnya persekutuan komanditer boleh dikatakan sama dengan berakhirnya


persekutuan Firma, yaitu dianggap bubar apabila :

1. Waktu yang ditentukan untuk bekerja telah lampau


2. Barang musnah atau usaha yang menjadi tugas pokok selesai
3. Seorang atau lebih anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia

Dalam prakteknya, pengunduran diri seorang anggota tidak selalu membuat


persekutuan komanditer menjadi bubar. Sering kita lihat bahwa seorang anggota
persekutuan komanditer yang mundur digantikan oleh orang lain dengan tetap
mempertahankan persekutuan yang ada.

Pasal 31 KUHD mengatur bahwa pembubaran persekutuan (firma ataupun komanditer)


sebelum waktu yang ditentukan (karena pengunduran diri atau pemberhentian) harus
dilakukan dengan suatu akta otentik, didaftarkan pada Pengadilan Negeri, dan
diumumkan dalam Berita Negara. Apabila hal ini tidak dilakukan maka persekutuan
tetap dianggap ada terhadap pihak ketiga.

Pasal 32 KUHD mengatur cara penyelesaian pembubaran, yaitu dilakukan atas nama
perseroan oleh anggota-anggota yang telah mengurus perseroan, kecuali apabila
ditunjuk orang lain dalam akte pendirian atau persetujuan kemudian, atau semua
pesero (berdasarkan suara terbanyak) mengangkat seseorang untuk menyelesaikan
pembubaran. KUHD tidak mengatur tugas-tugas mereka, hal itu diserahkan kepada
para pesero. Pasal 1802 KUH Perdata mengatur bahwa orang yang ditunjuk untuk
menyelesaikan pembubaran harus mempertanggungjawabkan segala usaha dan hasil-
hasilnya kepada para pesero dan berkewajiban mengganti kerugian apabila perseroan
menderita kerugian karena perbuatannya. Setelah urusan dengan orang yang
ditugaskan ini selesai, maka pembagian kepada para pesero dapat dilakukan.

2. Berakhirnya PT

Menurut Pasal 142 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas (“UUPT”), berakhirnya perseroan karena:

1. berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”);


2. karena jangka waktu berdirinya yang ditetapkan dalam anggaran dasar telah
berakhir;
3. berdasarkan penetapan pengadilan;
4. dengan dicabutnya kepailitan berdasarkan putusan pengadilan niaga yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap, harta pailit perseroan tidak cukup untuk
membayar biaya kepailitan;
5. karena harta pailit perseroan yang telah dinyatakan pailit berada dalam keadaan
insolvensi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Kepailitan dan
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang; atau
6. karena dicabutnya izin usaha perseroan sehingga mewajibkan Perseroan
melakukan likuidasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pembubaran perseroan berdasarkan keputusan RUPS diajukan oleh Direksi,


Dewan Komisaris atau 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang mewakili paling
sedikit 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara.
Keputusan RUPS tentang pembubaran perseroan adalah sah apabila diambil
berdasarkan musyawarah untuk mufakat dan/atau paling sedikit dihadiri oleh ¾ (tiga
perempat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara hadir atau diwakili
dalam RUPS dan disetujui paling sedikit ¾ (tiga perempat) bagian dari jumlah suara
yang dikeluarkan.

BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN

PT atau Perseroan Terbatas adalah perusahaan yang didirikan besama-sama dengan


cara menanamkan modal yang biasanya di sebut dengan saham, dan dalam PT (
Perseroan Terbatas ) tersebut, dalam menanamkan modal atau saham memiliki
peraturan yang jelas serta memiliki badan hukum yang jelas. Sedangkan, CV
merupakan perusahaan perorangan yang biasanya dimiliki oleh seorang atau beberapa
orang yang berkerja sama dalam mendirikan perusahaan. Dalam menanamkan modal
CV tidak memiliki aturan yg jelas, baik besarnya modal atau hasil bagi untuk penanam
modal.

CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu
alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha
dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal
modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas Perseroan minimal 25%nya,
untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. Jadi, misalnya seorang pengusaha
ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro jasa, perdagangan, catering,
dll dengan modal awal yang tidak terlalu besar, dapat memilih CV sebagai alternatif
Badan Usaha yang memadai.

1. SARAN

Dari penjelasan mengenai PT dan CV dalam makalah ini, kami dapat memberikan
beberapa saran bagi para pembaca, yaitu:

1. Bagi pengusaha baru yang ingin mendirikan usaha dan bekerjasama dengan
para koleganya perlu dipahami dulu macam-macam jenis bentuk usahanya.
2. Perlu diperhatikan pula mengenai modal, dasar hukum dan pembagian
kekuasaan bagi para stokeholder baik dalam PT maupun CV.
3. Patuhi Prosedur dan aturan yang berlaku dalam mendirikan usaha.
DAFTAR PUSTAKA

http://duniaombayu.blogspot.com/2013/02/pengertian-dan-cara-pendirian-cv-pt.html

http://ianprofessio.wordpress.com/2012/05/17/kelemahan-dan-kelebihan-cv-pt-firma/

http://ijinusaha.net/perbedaan-pt-dan-cv.html

http://irmadevita.com/2007/prosedur-cara-dan-syarat-pendirian-cv/

http://pengetahuanoke.blogspot.com/2013/04/persekutuan-komanditer-cv.html