Anda di halaman 1dari 4

HMI CABANG BONE

IDEOPOLITOR STRATAK
Oleh : Muttaqin Suling

Ideologi
 Ideologi berasal dari kata :
Ideo : Pemikiran, Gagasan
Logos : Logika, ilmu, pengetahuan
 Ideologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang gagasan, Ide manusia yang dijadikan sebagai
pedoman hidup
 Ideologi dapat diartikan sebagai pandangan atau sistim nilai yang menyeluruh dan mendalam yang
dipunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat tentang bagaimana cara sebaiknya, yaitu secara moral
dianggal benar dan adil, mengatur tingkah laku mereka bersama dalam berbagai kehidupan dunia
mereka". (Dr. Alfian, Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia)
 Definisi Ideologi adalah ilmu tentang keyakinan, cita-cita.
"Ideologi adalah sebuah kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup diantara manusia,
terutama kaum muda, dan khususnya diantara cendikiawan atau intelektual dalam suatu masyarakat". (Dr.
Ali Syariati, Tugas Cendekiawan Muslim, Shalahuddin Press, Yogyakarta, 1982. Hal. 145).

 Ideologi
- Kumpulan konsep bersistem yang dijadikan azas pendapat (keadilan) yang
memberikan arah untuk kelangsungan.
- Cara berpikir seorang atau suatu kelompok

POLITIK
 Politik merupakan gambaran dari aktifitas yang dilakukan oleh orang perorang dalam mencapai
tujuan

 Politik dibagi menjadi tiga mazhab ;


- Politik Klasik yang meliputi ; Kelompok Keluarga
- Politik Pertengahan yang meliputi : sistem kekerabatan
- Politik Modern yang meliputi ; Negara

ORGANISASI
 Organisasi merupakan kumpulan orang perorang yang mempunyai tujuan yang sama dengan peran
dan fungsi yang berbeda

 Organisasi adalah kesatuan yang memungkinkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat
dicapai melalui tindakan individu secara terpisah.(James L.Gibson,john M. Ivencevich, dan James H.
Donnely Jr)

STRATEGI & TAKTIK


 Strategi adalah acuan untuk mencapai tujuan melalui cara atau taktik tertentu.
 Nilai ada 2 cara :
- Nilai sesuatu yang akan kita perjuangkan
- Nilai sesuatu yang masuk kedalam jiwa yang menjadi pedoman dalam diri.

 Strategi : adalah ilmu yang mempelajari menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk
melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang maupun damai.

 Taktik : adalah Rencana atau tindakan yang bersistem mencapai tujuan

Bagaimana Hubungan antara Strategi dan Taktik ?


 Taktik : adalah kegiatan dari strategi. Taktik karenanya harus tunduk dan mengabdi kepada
strategi. Rencana perjuangan (strategi) meliputi perjuangan secara menyeluruh baik dalam hubungan
nasional, internasional dan daerah/lokal, maupun mengenai semua segi penghidupan dan kehidupan
masyarakat atau negara, ekonomi, hankam, pendidikan, dan lain-lain.

 Jika semua langkah-langkah taktis dalam seluruh strategi berhasil, pastilah strateginya sendiri
berhasil. Jika semua langkah-langkah taktik dalam seluruh strategi gagal pastilah strateginya sendiri
gagal.

Berjuang – Berpikir – Bekerja Secara lima Dimensi


 Mula-mula kita berideologi yang merupakan tujuan perjuangan. Lalu kekuatan disusun dalam
organisasi, organisasi bergerak dalam arena politik, karenanya harus selalu diikuti perkembangan politik.
Karena politik mempunyai hukum-hukum sendiri, maka cara berpikir harus politis, tidak normatif dan
tidak yuridis formal. Setelah secara berpikir politis kita menanggapi setiap persoalan politik, maka
Kau AdalAH aPA YaNG KaU PiKIrkaN “ Bergerak Atau Kafir “ Yakusa..!!!
HMI CABANG BONE

disusunlah garis strategis untuk jangka waktu tertentu dan di tentukanlah langkah-langkah taktis untuk
setiap persoalan politik tertentu pada saat tertentu.

 Berpolitik tanpa idiologi = Opportunisme


 Berpolitik tanpa organisasi = Avonturisme
 Berpolitik tanpa stratak = Ngawur- nekat.
 Oportunisme, Avonturisme, dan sikap ngawur - nekat adalah sikap-sikap yang berbahaya bagi
kepentingan perjuangan.

Untuk Siapakah Stratak ini ?


 Stratak ini hanyalah boleh dipelajari oleh pejuang tulen serta yang sudah mempunyai kesadaran
idiologi dan organisasi serta sanggup berpikir politis realistis.
 Seorang yang penakut dan selalu menghindarkan resiko, yang kepentingan pribadinya selalu di
menangkan atas kepentingan perjuangan. Tidak usah mempelajari STRATAK ini, karena nanti ia akan
menutupi oportunismenya (petualangannya) atau sifat penakutnya dengan dalil-dalil STRATAK
 Setiap sifat penakut tidak pernah dan tidak mungkin membawah hasil.
 Sikap berani yang baik adalah yang membawah hasil.
 Sikap berani yang jelek adalah yang membawah bencana bagi perjuangan dan yang menyebabkan
kekuatan sendiri berantakan dan musnah atau berkurang.

Apa Hubungan Stratak dengan Organisasi ?


 STRATAK : adalah cara mempergunakan organisasi untuk mencapai sasaran perjuangan. Ini
berarti setiap garis strategi atau langkah taktik haruslah disesuaikan dengan kondisi organisasi. Setiap
garis strategi atau langkah taktik yang berada di luar kemampuan organisasi akan gagal
 Setiap STRATAK akan berhasil, jika sesuai dengan kemampuan (daya kekuatan) organisasi, tentu
saja disertai dengan organisasi yang rapih.
 Organisasi yang mempunyai leadership dan disiplin akan membawa STRATAK yang tepat kepada
sukses. .
 Makin tambah kuat organisasi makin tambah mampu untuk melaksanakan stratak yang lebih
bagus dan demikian selanjutnya
 STRATAK yang lebih besar dan berhasil akan lebih memperkuat organisasi.
 STRATAK yang gagal akan mengurangi kekuatan organisasi.
 Makin berkurang kekuatan organisasi, makin tidak mampu melaksanakan STRATAK yang lebih
besar dan makin kecil tingkat STRATAK yang harus dilaksanakan akan makin jaulah organisasi kepada
tujuan (idiologi).
Apa Tugas Strategi dan Taktik ?
 Matcht = Power = kekuatan
 Kracht = force = kekuatan
 Power = force + Positition
 Matcht = kracht + Positition
 Kekuasan = kekuatan + posisi
 Posisi tanpa kekuatan = Posisi mentah
 Kekuatan tanpa posisi = kekuatan mentah
 Posisi tidak dapat dipisahkan dengan kekuatan karena posisi yang baik = separuh kekuatan.
 Posisi strategis adalah menentukan berhasilnya, tidaknya rencana perjuangan (strategi).
 Posisi taktis adalah menentukan berhasil tidaknya langkah-langkah taktik
 Mou tse tung : merumuskan bahwa tugas STRATAK.ialah :
Untuk mempertahankan/menambah kekuatan/atau posisi sendiri serta menghancurkan
/mengurangi kekuatan /atau posisi lawan.
 Baik buruknya suatu stratak adalah ditentukan oleh berhasil tidaknya mempertahankan kekuatan
sendiri atau mengurangi kekuatan lawan.

Dasar – Dasar Menyusun Strategi


 Rencana perjuangan yang merupakan unsur pokok dari strategi adalah menetapkan sasaran yang hendak

dicapai oleh organisasi dalam jangka waktu tertentu. Besar kecilnya sasaran yang hendak dicapai dalam
jangka waktu tertentu disesuaikan dengan kemampuan organisasi.
 Jangka waktu tertentu yang merupakan juga unsur dalam pengertian strategi, jangka waktu ini di

tetapkan antara waktu sekarang dan beberapa tahun kedepan misalnya sampai selesainya pemilu.
Dalam jangka waktu ini strategi biasanya tidak berubah dan merupakan satu tahap dalam perjuangan.
 Politik adalah multi partai affair. Setiap pihak (partai ) mempunyai rencana masing-masing. Rencana

strategi biasanya tidak dirahasiakan karena dalam pelakasanaannya memerlukan penerangan-


penerangan/indoktrinasi kepada para aktivis secara terbuka untuk mencari pengikut. Partai yang satu
biasanya mengetahui pula rencana partai lain dan berusaha untuk menggagalkannya. Kerena itu setiap
rencana haruslah mempunyai sasaran-sasaran alternatif.
 Sasaran yang hendak dicapai dengan rencana strategis adalah selalu dalam rangka macths - vorming.

Jika sesuatu rencana strategis memuat resolusi-resolusi ataupun sikap-sikap yang ditujukan keluar,
Kau AdalAH aPA YaNG KaU PiKIrkaN “ Bergerak Atau Kafir “ Yakusa..!!!
HMI CABANG BONE

kemasyarakat atau pihak pemerintah, hal ini semata-mata adalah untuk mendapatkan backing dari
public- copiniom atau untuk menunjukan adhesi dan asosiasi kepada suatu pihak. Setiap resolusi atau
sikap itu tidaklah berdiri sendiri dan bukan pula demi untuk kepentingan apa yang tercantum dalam
resolusi itu sendiri, melainkan haruslah dikaitkan kepada usaha untuk macths - vorming itu.
 Setiap rencana adalah subjektif untuk kepentingan organisasi sendiri, tapi dengan mempergunakan hal-
hal yang objektif atau yang dibuat : seakan-akan objektif sehingga dapat diterima dan kemudian di
sokong oleh public upiniom.

Dasar – Dasar membentuk Taktik


Fleksibilitas
 Sikap atau langka tidak mutlak menuju pada satu arah saja melainkan dapat berubah-ubah menurut

kondis baik kondisi objetif maupun subyektif.


Orientasi, Evaluasi and Estimasion
 Sebelum menentukan sikap langkah taktis, harus melihat keadaan secara tepat, kemudian menilai

keadaan itu dihubungkan dengan kondisi kita/organisasi, dan melihat kondisi lawan, lalu menentukan
langkah-langkah dan mengira-ngira bagaimana hasilnya nanti. Hasil tidak dapat dipastikan teetapi
dengan orientasi dan evaluasi yang tepat akan terbayang ada tidaknya kans untuk berhasil. Setelah
sasaran taktis ditetapkan sasaran alternatifnya atau dengan bahasa populernya kita memantapkan
program minimum. Antara maksimum dan minimum terdapat alternatif-alternatif. Segala faktor harus
diperhitungkan yaitu faktor kita, faktor lawan dan faktor keadaan dan situasi.
Kerahasiaan
 Biar lawan meraba-raba apa langkah kita ambil, agar mereka tidak dapat menghalangi.

Gerak Tipu Lima S


 Sasaran, Sarana, Sandaran, Sistem dan Saat

Perpaduan Kondisi Subjektif dan Kondisi Objektif


 Kondisi subjektif : ialah mengenai kekuatan atau keadaan organisasi kita sendiri. Kondisi objektif :

ialah mengani keadaan situasi atau iklum politik. Jika kondisi subjektif baik tapi kondisi objektif tidak
baik, taktik tidak akan berhasil. Sebaliknya, walaupun kondisi objektif baik, tapi keadaan subjektif tidak
baik (misalnya sedang lumpuh atau berantakan) taktik juga tidak akan berhasil
 Kondisi objektif yang belum baik dapat dibikin baik dengan jalan apa yang desebut dengn

"Mematangkan Situasi". Dus kondisi objektif dapat diciptakan dan dibikin oleh kondisi subjektif
mematangkan kondisi objektif. Sebaliknya kondisi objektif dapat membuat kondisi subjektif yang
tadinya kurang baik menjadi baik dalam arti bahwa dengan timbulnya kondisi objektif yang mendadak
menjadi matang, maka apa yang tadinya belum dapat melaksanakan, dus disini kondisi objektif
mematangkan kondisi subjektif. Jadi kondisi subjektif dan kondisi objektif masing-masing tidak berdiri
sendiri melainkan antara keduanya terdapat hubungan timbal balik yang saling pengaruh
mempengaruhi.

Hukum – Hukum STRATAK


 Kwantitas
Jumlah yang besar akan mengalahan jumlah yang kecil. Pihak yang kecil tidak boleh menyerang mush
yang lebih besar. Jika musuh yang berjumlah besar meyerang hendaklah menyingkir, musuh yang
berjumlah besar tidak dapat dihancurkan sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit dan terus menerus.
Kehancuran dari sedikit demi sedikit itu disebabkan oleh gangguan-gangguan yang selalu dilakukan
oleh pihak yang berjumlah kecil pada saat musuh besar itu lengah. Pihak yangberjumlah kecil dari
sedikit demi sedikit dan terus menerus dapat besar dengan mengumpulkan setiap hasil yang dicapai
akibat kesalahan dan kelengahan musuh yang berjumlah besar.

 Kwalitas dan Kwantitas.


- Kurang dalam kwantitas harus diimbangi dengan kelebihan dalam kwalitas.
- Kurang dalam kwalitas harus diimbang dengan kelebihan dalam kwantitas.
- Sama dalam kwantitas akan dimenangkan dengan kelebihan dalam kwalitas.
- Sama dalam kwalitas akan dimenangkan dengan kelebihan dalam kwantitas.

 Posisi
Posisi yang baik adalah separoh kekuatan.
Posisi yang tidak baik memerlukan dua (2) kali kekuatan.

 Cadangan
Pihak yang mempunyai cadangan walapun telah mundur dan kalah akan dapat maju kembali. Jika
musuh sedang kalah dan mundur kejarlah dan pukul terus sampai hancurnya cadangan musuh sebelum
musuh maju dan bangkit kembali dengan cadangannya.
Catatan : Cadangan dalam politik adalah potensi materil, potensi tenaga manusia dan kader.
 Kawan, Sekutu Dan Lawan
Kau AdalAH aPA YaNG KaU PiKIrkaN “ Bergerak Atau Kafir “ Yakusa..!!!
HMI CABANG BONE

 Secara ideologi kawan adalah yang seideologi


 Secara strategis sekutu harus selalu diperbanyak dan pihak lawan harus dikurangi.
Musuh nomor satu adalah golongan terbesar yang ideologinya membahayakan kehidupan ideologi
sendiri.
 Lawan dari sekutu nomor satu adalah musuh.
Antara sekutu dengan musuh terdapat golongan yang bukan musuh dan bukan sekutu. Golongan ini
pada saat tertentu menjadi musuh, dan pada saat lain dapat pula menjadi sekutu dan musuh.
 Devide Et Impera
Pecah belahlah lawan dan hancurkan dulu yang besar.
 Menyerang Adalah Pertahanan Yang Terbaik.
Yang menang adalah yang selalu pegang inisiatif, biarkan lawan menuruti inisiatif (rencana) kita pada
saat dan tempat yang kita pilih.

 The And Justifies The means


Tujuan membenarkan setiap cara, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan ideologi
serta tidak membawa akibat yang dapat merugikan diri kita sendiri.
Seorang ahli strategi perang cina Sun Tze yang hidup 2300 tahun silam masih menggema sampai
sekarang, dia pernah berucap bahwa langkah awal yang perlu dilakukan untuk memenangkan
pertempuran adalah dengan memahami dengan sungguh-sungguh kekuatan-kekuatan kita dan
mengetahui dengan pasti kekuatan lawan.
Siapa yang mengetahui dengan pasti kekuatan dirinya dan juga mengetahui kekuatan lawan akan
memenangkan setiap pertempuran.

Siapa yang hanya mengetahui kekuatannya, tetapi tidak mengetahui kekuatan lawan hanya mungkin
menang pada saat-saat tertentu.

Siapa yang tidak mengetahui kemampuannya, dan juga kemampuan lawan akan terbantai dalam
pertempuran.
Dalam pelaksanaan Stratak dalam organisasi yang perlu diketahui mana lawan dan mana kawan dan untuk
mengetahui itu ada 2 cara teguh dalam pendirian tegas dalam tindakan kasih sayang terhadap kawan.
Dan dapat pula diketahui dengan menggunakan
TEORI BERBANDING TERBALIK

Dalam Teori berbanding terbalik mempunyai tiga (3) alat ukur yaitu :
Jiwa
Kata
Perbuatan
1 2 3 4 5 +
5 4 3 2 1 -
Tabel
NO UKURAN + KAWAN - LAWAN
1 JIWA 4 2
2 KATA 4 2
3 PERBUATAN 3 3
Jumlah 11 7
Dari contoh di atas seseorang dapat kawan menunjukkan nilai 11 dan lawan menunjukkan nilai 7
hasil tabel tsb menunjukkan seoran menjadi kawan.

Kau AdalAH aPA YaNG KaU PiKIrkaN “ Bergerak Atau Kafir “ Yakusa..!!!