Anda di halaman 1dari 6

SENI MUSIK

A. Pengertian Seni Musik


Konon kata seni berasal dari kata "sani" yang artinya "Jiwa Yang Luhur/
Ketulusan jiwa". Dalam bahasa Inggris dengan istilah "ART" (artivisial) yang
artinya adalah barang/atau karya dari sebuah kegiatan. Konsep seni terus
berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan
masyarakat yang dinamis.
Musik adalah salah satu media ungkapan kesenian, musik mencerminkan
kebudayaan masyarakat pendukungnya. Di dalam musik terkandung nilai dan
norma-norma yang menjadi bagian dari proses enkulturasi budaya, baik dalam
bentuk formal maupun informal. Musik itu sendiri memiliki bentuk yang khas,
baik dari sudut struktual maupun jenisnya dalam kebudayaan. Demikian juga
yang terjadi pada musik dalam kebudayaan masyarakat melayu.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 602)
Sehingga Seni musik adalah cetusan ekspresi perasaan atau pikiran yang
dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi. Bisa dikatakan, bunyi (suara)
adalah elemen musik paling dasar. Suara musik yang baik adalah hasil interaksi
dari tiga elemen, yaitu: irama, melodi, dan harmoni. Irama adalah pengaturan
suara dalam suatu waktu, panjang, pendek dan temponya, dan ini memberikan
karakter tersendiri pada setiap musik. Kombinasi beberapa tinggi nada dan irama
akan menghasilkan melodi tertentu.
Selanjutnya, kombinasi yang baik antara irama dan melodi melahirkan
bunyi yang harmoni.Musik termasuk seni manusia yang paling tua. Bahkan bisa
dikatakan, tidak ada sejarah peradaban manusia dilalui tanpa musik, termasuk
sejarah peradaban Melayu. Dalam masyarakat Melayu, seni musik ini terbagi
menjadi musik vokal, instrument dan gabungan keduanya. Dalam musik
gabungan, suara alat musik berfungsi sebagai pengiring suara vokal atau tarian.
Alat-alat musik yang berkembang di kalangan masyarakat Melayu di antaranya:
canang, tetawak, nobat, nafiri, lengkara, kompang, gambus, marwas, gendang,
rebana, serunai, rebab, beduk, gong, seruling, kecapi, biola dan akordeon.

B. Musik Modern
Musik Modern adalah musik yang sudah mendapat sentuhan-sentuhan
teknologi baik dari segi instrumen maupun penyajian, musik modern selalu
berkembang dan ada pembaharuan seiring berkembangnya zaman, musik
modern bersifat universal serta menyeluruh sehingga semua orang bisa saja
mengerti, memahami, dan menikmati musik modern tersebut.

1. Musik Hip Hop


Hip-Hop adalah sebuah gerakan kebudayaan yang mulai tumbuh sekitar
tahun 1970’an yang dikembangkan oleh masyarakat Afro-Amerika dan Latin-
Amerika. Hip Hop merupakan perpaduan yang sangat dinamis antara elemen-
elemen yang terdiri dari MCing (lebih dikenal rapping), DJing,Breakdance, dan
Graffiti. Belakangan ini elemen Hip Hop juga diwarnai oleh beatboxing, fashion,
bahasa slang, dan gaya hidup lainnya.
Awalnya pertumbuhan Hip Hop dimulai dari The Bronx di kota New York
dan terus berkembang dengan pesat hingga keseluruh dunia. Hip hop pertama
kali diperkenalkan oleh seorang Afro-Amerika, Grandmaster Flash dan The
Furious Five. Awalnya musik Hip Hop hanya diisi dengan musik dari Disk Jockey
dengan membuat fariasi dari putaran disk hingga menghasilkan bunyi-bunyi yang
unik. "Rapping" kemudian hadir untuk mengisi vokal dari bunyi-bunyi tersebut.
Sedangkan untuk koreografinya, musik tersebut kemudian diisi dengan tarian
patah-patah yang dikenal denganbreakdance. Pada perkembangannya Hip Hop
juga dianggap sebagai bagian dari seni dan untuk mengekspresikan seni visual
muncullah Graffitisebagai bagaian dari budaya Hip Hop.
Ada pendapat yang mengatakan Hip Hop sebenarnya berasal dari
kosakata Afro-Amerika, yakni hip yang secara harfiah dapat diartikan sebagai
"memberitahu" atau "sekarang" dan akhiran hep. Ada juga pendapat lain yang
mengatakan "hip hop" merupakan sebutan lain dari Bebop. Namun menurut
Keith "Cowboy" Wiggins, salah satu anggota Grandmaster Flash and the Furious
Five, istilah "hip hop" terinspirasi saat ia bercanda dengan temannya yang baru
bergabung dengan Angkatan Bersenjata. Bunyi "hip hop" sendiri merupakan
tiruan bunyian hentakan kaki tentara. Pada setiap pementasannya kemudian,
Cowboy menjadikan kata tersebut sebagai improvisasi saat saat rapping. Hal ini
kemudian ikuti oleh musisi Hip Hop lain. Termasuk oleh Afrika Bambaataa yang
kemudian memopulerkannya sebagai nama dari genre musik yang dibawakannya
itu.

2. Sejarah Hip Hop


1520 Sedwick Avenue adalah sebuah kawasan di New York yang diklaim
sebagai tempat awal lahirnya komunitas HipHop. “Disinilah kami berasal”, cetus
Clive Campbell, salah seorang yang merelakan lantai satu di rumahnya dijadikan
sebuah markas untuk berkumpul. “Kebudayaan Hip Hop berawal dan lahir disini,
yang nantinya akan tersebar di seluruh dunia, di sinilah kami barasal karena
memang kami tidak memiliki tempat lain untuk bertemu, bukan di tempat lain”
sahutnya. Selain nama tersebut, terdapat pula nama DJ Kool Herc yang
memperkenalkan turntable pada saat itu di sebuah party pada tahun 1973. Pada
awal penampilannya, DJ Kool Herc membawakan lagu-lagu dari James Brown,
Jimmy Castor, dan Babe Rooth. Kool Herc pula lah yang akhirnya menciptakan
scratch dan bunyi-bunyian aneh yang menimbulkan sebuah sensasi yang luar
biasa pada saat itu.
HipHop terasa kurang lengkap tanpa MC. Celah inilah yang dilihat oleh
Melle Mel, MC pertama pada dunia Hip Hop. Pada awalnya Melle Mel merasa
bingung apa yang akan diucapkannya pada penampilan pertamanya tersebut,
namun karena dirinya telah dipenuhi kebosanan dengan peraturan-peraturan
dari pemerintah yang mengekang, akhirnya Melle Mel mengeluarkan rasa
bencinya pada pemerintah dan pandangannya tentang kehidupan lewat lirik-
liriknya. Mulai saat itu lah musik HipHop lebih banyak menceritakan tentang
kehidupan disekitar masyarakat kulit hitam dan teriakan-teriakan serta protes
suara hati mereka kepada pemerintahan yang berlaku tidak adil. Lirik-lirik musik
Hip Hop cenderung keras dan tegas. Itulah Hip Hop.
Hip Hop sebagai kebudayaan diperjelas lagi pada tahun 1983 oleh Black
Spades yang merupakan anggota dari Afrika Bambaataa dan The Soulsonic Force
lewat track yang berjudul “Planet Rock”. Lagu ini merupakan sebuah musik Hip
Hop yang menarik karena memiliki perpaduan antara rap yang sederhana dan
irama musik disko yang diciptakan melalui drum electronic dan synthesizer. Pada
tahun 1985 berulah dengan teknologi stereo, Run DMC, LL Cool J, The Fat Boys,
Herbie Hancock, Soulsonic Force, Jazzy Jaz, dan Stetsasonic yang mengeluarkan
album-album andalannya sehingga menjadi legenda musik Hip Hop hingga saat
ini.

3. Era Musik Hip-Hop


Hip Hop juga memiliki masa kejayaannya masing-masing. Setiap masa
menghasilkan beberapa artis dan hits yang cukup meledak, dan memiliki
pengikut yang tidak sedikit.
 Golden Age HipHop (1986-1992)
Masa keemasan Hip Hop dimulai ketika Run DMC menelurkan album
“Raising Hell” pada tahun 1986, dan diakhiri dengan munculnya G-Funk pada
tahun 1992. Masa ini lebih didominasi oleh musisi dari East Coast yang
bermarkas di New York City. Label Def Jam Records menjadi salah satu label East
Coast yang independen saat itu.
 Modern Era (1992-1998)
Ice T, NWA, Mobb Deep dan Tupac Shakur sukses menciptakan gangsta
rap dengan irama musik yang masih gelap namun dengan beat-beat yang cukup
kencang. Pada awal tahun 1992, gangsta rap mulai menjadi sebuah musik yang
sangat mainstream dengan munculnya Dr. Dre dengan The Chronic’s. Album ini
muncul dengan gaya baru yang disebut G-Funk, yang di dominasi oleh musik
tahun 70’an. G-Funk pula lah yang akhirnya menjadi sebuah identitas musik West
Coast Hip Hop pada saat itu.
 Jiggy/Bling-Bling Era (1998-Present)
Nama-nama seperti OutKast, No Limit, dan Cash Money Records
merupakan bagian dari era ini. Mereka lah yang memopulerkan jenis musik
mereka sehingga timbulah istilah Jiggy atau Bling-Bling Era. Musik pada era ini
dinamakan Neo Soul yaitu campuran antara musik Hip Hop dan musik Soul.

4. Subgenre Hip-Hop
Hip Hop juga mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, terutama
pada jenis musik itu sendiri. Hip Hop pun mulai dikombinasikan dengan musik-
musik lain seperti rock, reggae, techno, dan sebagainya.
 Rapcore
Run DMC sempat berkolaborasi dengan band hard rock Aerosmith pada
lagu “Walk This Way”. Kolaborasi ini benar-benar sukses dan duduk di nomor
satu rapsong hit di tangga lagu Billboard Hot 100. Selain Run DMC, pada tahun
1987 Beastie Boys juga sukses dengan rap core-nya dengan hits “Licensed to Ill”
yang di produseri oleh Def Jam Records. Pada lagu ini Beastie Boys bekerja sama
dengan Black Sabbath dan Led Zeppelin, dan dibantu oleh Kerry King, gitaris dari
Slayer. De La Soul’s juga merilis lagu rap core “3 Feet High and Rising” pada
tahun yang sama. Pada sekitar tahun 2000, Linkin Park merilis album dengan
genre Rapcore / Rap Rock dengan nama Hybrid Theory dengan lagu In The End
sebagai best song-nya.
 Electro
Musik yang satu ini memang sedang naik-naiknya di saat ini, dan tidak ada
yang tahu bahwa ternyata Electro juga merupakan bagian dari musik Hip Hop.
Run DMC menjadi dedengkot pada aliran yang satu ini. “Planet Rock” dari Afrika
Bambaataa menjadi target Run DMC untuk disisipi irama Eelctro ini dan ternyata
sangat sukses di pasaran. Hits berikutnya ialah “It’s Like That”.
 Miami Bass
Miami Bass ialah bagian dari Hip Hop yang dipopulerkan oleh 2 Live Crew,
JJ Fad, DJ Magic Mike, dan DJ Laz. Musik ini sangat berkarakter irama bass yang
kuat, dan lirik yang sedikit menyinggung tentang seks menjadi bagian dari
kelompok yang satu ini.
 Hardcore Hip Hop
Pada tahun 1990’an, musik dari New York dan East Coast menjadi musik
yang sangat keras dan gelap, sesuai dengan kehidupan yang terjadi disana. Artis
dari tahun 80’an akhir seperti EPMD dan Eric B serta Rakim menjadi salah satu
pendiri dari musik dengan irama yang keras ini. Selain dua nama tersebut, Public
Enemy beserta pasukannya The Bomb Squad juga tidak mau kalah untuk
menyuarakan kreativitas mereka dengan nuansa kriminal di setiap lirik-lirik lagu
mereka. Wu-Tang Clan merilis album mereka pada tahun 1993 “Enter the Wu-
Tang (36 Chambers)”, dan albumnya merupakan sebuah gebrakan pada tahun
tersebut, khususnya di genre musik Hardcore Hip Hop.
 Trip Hop
Trip Hop adalah genre musik yang terdiri dari musik downtempo
elektronik yang berasal di awal 1990-an di Inggris, terutama Bristol. Istilah ini
pertama digunakan oleh media musik Inggris dan pers sebagai cara untuk
menggambarkan varian lebih eksperimental dari breakbeat yang berisi pengaruh
jiwa, funk dan jazz . Menurut Kamus Merriam-Webster, istilah pertama kali
digunakan pada tahun 1989. Encyclopædia Britannica online juga mengklaim
bahwa istilah ini diciptakan oleh Mixmag, sebuah majalah Inggris yang
mengkhususkan diri dalam musik dansa ini telah digambarkan sebagai "pilihan
alternatif Eropa dalam. paruh kedua tahun 90-an ", dan" perpaduan hip hop dan
electronica sampai genre yang tidak dikenali". Seiring perkembangan musik Trip
Hop semakin penuh warna dengan kehadiran berbagai musisi jazz yang
memasukan aroma hip hop kedalam musiknya. Atau musisi hip hop yang
memasukkan unsur jazz kedalam musiknya. Contoh dari musisi Trip Hop
Indonesia salah satuinya adalah Aji Kikuta atau lebih di kenal dengan nama DJ
KIKUTA.
5. Alat Musik Hip Hop

C. Musik Tradisional
Musik tradisional adalah musik yang berkembang di daerah sekitar musik
itu berasal. Musik tradisional disebut juga musik daerah, yaitu merupakan jenis
musik yang muncul atau lahir dari budaya daerah secara turun-menurun.

1. Alat Musik Kolintang


Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara)
yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan
bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah
seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang
agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa
membentuk garis-garis sejajar).
Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi)
dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak
orang bermain kolintang: "Mari kita ber Tong Ting Tang" dengan ungkapan
"Maimo Kumolintang" dan dari kebiasaan itulah muncul nama "KOLINTANG”
untuk alat yang digunakan bermain.
Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang
diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah,
dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki
pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan
tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator
dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830). Pada saat itu,
konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya.
Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional
rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan
pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen
di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang
sama sekali selama ± 100th.
Sesudah Perang Dunia II, barulah kolintang muncul kembali yang
dipelopori oleh Nelwan Katuuk (seorang yang menyusun nada kolintang menurut
susunan nada musik universal). Pada mulanya hanya terdiri dari satu Melody
dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring
dipakai alat-alat "string" seperti gitar, ukulele dan stringbas.
Tahun 1954 kolintang sudah dibuat 2 ½ oktaf (masih diatonis). Pada tahun
1960 sudah mencapai 3 ½ oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar
nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak
nada 4 ½ oktaf dari F s./d. C. Dan pengembangan musik kolintang tetap
berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator
(untuk memperbaiki suara), maupun penampilan. Saat ini Kolintang yang dibuat
sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh
Apabila kita kumpulkan nama instrumen alat musik Gong di wilayah
Nusantara dan Filipina, yang mirip dengan kata KOLINTANG akan terlihat sebagai
berikut :
 KOLINTANG : Nama alat musik Gong di Minahasa;
 GOLINTANG (GORINTANG) : Nama alat musik di Bolaang-Mongondouw;
 KELINTANG : Nama alat musik Gong di Sumatera yang di jadikan
perbandingan nama KOLINTANG oleh penulis N. Graafland sebagai
berikut (8*) : ...De KOLINTANG (Minahasa) op Sumatera heet zij
 KULINTANG (Terjemahan bebas : ...KOLINTANG (Minahasa) di Sumatera
bernama KULINTANG.
 KULINTANG : Nama alat musik Gong di Kabupaten Ogan Komering Ulu,
Sumatera (9*)

2. KOLINTANG KAYU
Alat musik pukul (Diophone) Kolintang Minahasa, sekarang ini berbentuk
xylophone kayu dengan tangga nada diatonis (do – re – mi – fa – so – la – si – do
). Karena alat musik kolintang Minahasa sekarang ini terbuat dari kayu dan bukan
dari bahan logam seperti jaman tempo dulu, maka kita perlu meneliti alat musik
pukul (Diaphone) Minahasa dari bahan kayu atau bambu.
Bahan data sudah sangat sulit ditemukan, hingga harus kembali meneliti
semua alat bunyi-bunyian Minahasa yang terbuat dari kayu atau bambu seperti
TETENGKOREN berbagai jenis dan TENGTENGEN.
Xylophone bambu yang disebut TENGTENGEN (12*) adalah satu-satunya
alat musik purba Minahasa yang masih ada dan pernah dilihat oleh penulis di
Tomohon tahun 1956.
Hasil penelitian alat musik Xylophone bambu dan kayu Minahasa tertulis
dalam kertas berjudul perkembangan Instrumen musik kolintang pada pusat
latihan kesenian Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, proyek peningkatan mutu,
pelatih seni budaya tahun 1991. BAB. Kolintang Tritonis. Dalam bentuk ceramah
pada workshop pelatih musik kolintang se-DKI.1991.
Dalam makalah ini saya perbaiki lagi karena pengertian KOLINTANG
TRITONIS adalah musik gong, seharusnya TENGTENGEN TRITONIS yang terdiri
dari tiga potong bambu bernada do (1), re (2), mi (3) diletakkan di atas dua
batang pisang yang diletakkan sejajar lalu diketuk-ketuk dengan sepotong kayu.
Dinamakan musik kobong (kebun), karena hanya dimainkan di kebun oleh petani
ketika istirahat makan siang sekitar jam 11.00